[Vignette] White-Collar Crime

white collar crime

White-Collar Crime

presented by thelittlerin

.

Teen Top L.Joe (Lee Byunghun), BTS Suga (Min Yoon Gi)

Baek Ayeon, EXO D.O. (Do Kyungsoo)

.

Detective, Crime, Riddle, Friendship, Work-Life

PG-15 | Vignette (2400+ words)

.

Lihat rekeningnya

“Lee Byunghun-ssi.”

Byunghun mendongak cepat. Tahu bahwa panggilan formal yang ditujukan untuk dirinya itu merupakan pertanda bahwa ia akan dipasrahi suatu pekerjaan penting. Sosok mungil Ayeon tertangkap oleh kedua netranya, mengulurkan secarik kertas kecil, post-it, berisikan dua baris nama dan nomor. Tatapan gadis itu menginstruksikan Byunghun untuk cepat mengambil kertas kuning itu.

“Cek rekening itu ya.” Nada suara dan pilihan kata Ayeon terdengar kasual, seolah-olah ia hanya sedang mengobrol biasa dengan Byunghun. Tetapi Byunghun tahu, kalimat yang meluncur dari bibir Ayeon merupakan perintah yang tidak bisa dia tolak.

“Kenapa aku? Kenapa tidak Yoongi saja?” kata Byunghun, hanya untuk sekedar berbasa-basi. Kedua matanya dengan cepat membaca nama dan nomor rekening yang tertulis di atas kertas, berusaha menebak fakta macam apa yang akan ia temukan nantinya.

“Penyakit lethargic Yoongi-ssi sedang kambuh—“

“Aku mendengarnya, Baek Ayeon-ssi!” potong Min Yoongi dari meja di seberang meja Byunghun. Padahal kedua mata lelaki itu tampak terpejam, namun rupanya kedua telinga dan mulutnya masih berfungsi dengan normal.

“Dan kamu juga sedang tidak ada pekerjaan kan?” tambah Ayeon, memilih untuk mengabaikan seorang Min Yoongi. Dagunya bergerak, menunjuk layar komputer di meja Byunghun yang sedang menampilkan game classic sepanjang masa, Solitaire.

Well, aku juga sedang bosan sih.” Kalimat ini mengundang decakan dari meja seberang tetapi Byunghun berpura-pura tidak mendengarnya.”Ada deadline atau permintaan khusus?”

“Cari transfer mencurigakan dan pemilik rekening penerima. Tidak ada deadline, tetapi kuharap kamu bisa menyelesaikannya dua minggu lagi,” jelas Ayeon.

“Itu yang dinamakan deadline,” gumam Byunghun sebal saat Ayeon berbalik hendak meninggalkan wilayah kerjanya.

Ah iya,” tambah Ayeon, kali ini berbalik lagi untuk menatap Byunghun.”Sekalian cari informasi mengenai pemilik rekeningnya ya.”

Kedua mata Byunghun membesar.

“Aku bukan agen intelijen!!”

.

Percuma saja Byunghun menggerutu, percuma saja lelaki itu memasang wajah sebal sejak Ayeon kembali ke meja kerjanya. Semua itu tidak akan bisa membuat pekerjaannya berkurang maupun hilang begitu saja. Ia tahu dirinya tetap harus mengerjakan apa yang diperintahkan oleh atasannya—melalui Ayeon—dalam kurun waktu dua minggu. Byunghun hanya bisa berharap fakta yang ditemukannya tidak terlalu rumit sehingga ia bisa menyelesaikannya sebelum deadline.

“Ayo kita mulai,” gumam Byunghun sembari memasang headphone berwarna merah di atas kepalanya, memutar lagu-lagu favoritnya. Satu tekanan pada mouse komputernya dengan sukses menutup jendela game yang belum berhasil diselesaikan Byunghun—catatan kemenangannya yang buruk akan semakin buruk setelah ini.

Jendela aplikasi baru terbuka dan jemari tangan Byunghun dengan lihai mengetikkan nama seorang aktris terkenal dan nomor rekening miliknya. Byunghun masih belum bisa menebak kejahatan macam apa yang dilakukan oleh aktris ini, kemungkinannya terlalu banyak–mulai dari kasus penyuapan atau bisa saja aktris itu menjadi istri simpanan seorang politikus ternama. Opsi kedua menjadi pilihan Byunghun lantaran hampir tidak ada kemungkinan opsi tersebut berkembang menjadi suatu kasus yang rumit.

Baris-baris angka kemudian dengan cepat muncul di layar komputer. Bagi orang awam, melihat tampilan semacam itu tentu akan membuat pusing kepala. Tetapi lain halnya dengan Byunghun, ia sudah biasa melihat ringkasan transaksi sebanyak ini jadi lelaki itu dapat dengan cepat membaca angka-angka itu. Anggap saja itu seperti buku tabungan kalian, hanya saja informasi yang tampil lebih banyak dan jumlah won yang tertera di sana lebih banyak—itu kata Byunghun saat melatih karyawan baru beberapa bulan yang lalu.

Sembari berdecak kagum melihat jumlah angka yang tertera di setiap transaksi, tangan Byunghun secara otomatis bergerak ke samping. Hendak meraih notebook dan bolpoin hitam miliknya. Mencatat nomor-nomor rekening mencurigakan lebih cepat dibandingkan dengan mengkopinya satu per satu ke aplikasi lain. Lagipula Byunghun bisa sekalian membuat analisis mengenai hubungan antara aktris tersebut dan pemilik nomor rekening yang muncul di ringkasan transaksi miliknya.

“Yoongi-ya, aktris macam apa yang mendapat pemasukan lebih dari dua miliar dalam satu bulan?”

Tidak ada jawaban namun Byunghun bisa mendengar suara gesekan lain dengan permukaan kursi. Tampaknya Min Yoongi sedang memperbaiki posisi duduknya—atau posisi tidur—sebelum menjawab pertanyaan Byunghun.

“Aktris terkenal?”

“Setahuku dia tidak sedang syuting film atau drama,” jawab Byunghun, kedua matanya masih setia mengamati layar komputernya. Bukan, Byunghun bukan seorang fans, ia dan Yoongi hanya sering membicarakan aktris itu lantaran nama panggung sang aktris yang mirip dengan nama Yoongi. Sesekali bolpoin di tangannya bergerak di atas kertas, mencatat nomor-nomor dengan transaksi besar yang mencurigakan.

“Iklan?”

“Dia tidak seterkenal itu untuk dapat bayaran dua miliar.”

“Ya sudah, selidiki saja, itu kan pekerjaanmu.”

Kali ini Byunghun menoleh, menatap Yoongi yang masih terpejam.

“Itu pekerjaanmu juga, Min Yoongi.”

.

Min Yoongi membuka matanya perlahan, perkataan Byunghun sedikit mengusik pikirannya. Namun teman sejawatnya itu sudah kembali larut dalam lautan angka, tidak mengacuhkan Yoongi yang kini gantian menatapnya intens. Bahkan sepertinya lelaki itu tidak menyadari kalau kedua mata Yoongi sudah terbuka lebar.

“Ya, itu pekerjaanku juga,” gumam Yoongi pelan.

Terdiam selama beberapa saat sebelum tangannya menarik keluar laci meja paling atas. Mengeluarkan sebuah buku catatan bersampul hitam dan membolak-balik halamannya, mencari sebaris nomor yang ia dapatkan beberapa hari lalu. Nomor yang ia dapatkan setelah mendengar kabar yang tidak mengenakkan berhari-hari sebelumnya.

“Mari kita lihat apakah dugaanku benar,” gumam Yoongi. Sama halnya dengan Byunghun, tangannya dengan cepat menggerakkan mouse komputer dan membuka aplikasi yang sama dengan yang dibuka oleh Byunghun. Mengetikkan secarik nomor tadi dan berharap semoga dugaannya salah sembari ia menunggu hasilnya keluar.

Namun, hanya dengan sekilas pandang, Yoongi tahu bahwa dugaannya telah terbukti benar. Angka-angka bernilai fantastis yang tertangkap indera penglihatannya sudah cukup untuk membuktikan dugaannya semula. Akan tetapi Yoongi masih berpegang pada secercah harapan bahwa munculnya angka-angka itu tidak seperti yang ia pikirkan, bahwa angka-angka tersebut tidak memiliki kaitan dengan kabar yang ia dengar.

Dan hanya ada satu cara untuk memastikan.

“Ayo kita lihat dari mana kamu berasal,” gumam Yoongi lagi.

.

How’s work?

Pertanyaan ini terlontar dari bibir Byunghun seminggu kemudian. Ketika ia, Yoongi, Ayeon, dan Kyungsoo, rekan mereka yang lain, memutuskan untuk menghabiskan hari Jumat mereka dengan makan malam–dan minum—bersama. Dan begitu Ayeon meletakkan sendok makannya, obrolan panjang pun dimulai.

“Harusnya aku yang bertanya begitu, bukankah kamu yang sedang diberi pekerjaan?” jawab Yoongi ketus.

Hey, kamu juga tidak sedang tidak punya pekerjaan, Min Yoongi-ssi.” Alih-alih Byunghun, kali ini malah Ayeon yang bersuara membalas perkataan Yoongi. Jemari kanannya memutari mulut gelas perlahan, kebiasaan bawah sadar yang sering gadis itu lakukan ketika sedang berfokus pada lawan bicaranya.

“Iya,” sambung Kyungsoo,”melihat seorang lethargist Min Yoongi bekerja dengan serius di depan komputer membuatku merinding.” Tentu saja perkataan ini mengundang tatapan tajam dari seorang Min Yoongi.

“Itu bukan pekerjaan.”

Itu malah membuatku semakin merinding,” gumam Kyungsoo.

“Kalau kubilang itu  ada hubungannya dengan pekerjaan, apakah itu bisa membuat kalian tidak merinding lagi?” tanya Yoongi, punggungnya ia sandarkan pada sandaran kursi. Tangannya bersidekap dan matanya melirik tajam, orang-orang yang tidak mengenal Yoongi pasti akan ketakutan melihat lelaki itu.

“Kamu ini plin-plan apa bagaimana?” gumam Byunghun.

“Kamu sendiri bagaimana, Byunghun-ssi?” tanya Ayeon, mengingatkan lelaki itu akan tugas yang diberikan padanya tempo hari. Waktu yang tersisa tinggal seminggu lagi dan Ayeon berharap ada tanda-tanda bahwa pekerjaan tersebut sudah menemui titik terang.

“Tenang saja, aku sudah menemukan semuanya.”

Semuanya?” tanya Yoongi tidak percaya.

Byunghun menyeringai lebar.”Tidak sih, aku masih belum hubungan antar nama-nama yang ada di rekening itu. Tetapi aku sudah bisa menangkap modus operandinya dalam garis besar.”

“Bagaimana?”

“Jadi, si pemilik rekening—bolehkah aku menyebut namanya?” tanya Byunghun. Ayeon mengangguk, tidak mempermasalahkan jika lelaki itu menyebut nama tersangka sembarangan, toh ia tahu teman-temannya bisa dipercaya dalam menjaga rahasia.”Jung Eunran, menerima uang, dua miliar, setiap bulannya dari—“

Min Yoongi tersedak bir. Kedua matanya melotot begitu mengenali nama yang disebutkan oleh Byunghun.

“Jung Eunran?!”

“Iya, Min Yoongi. Jung Eunran yang itu,” jawab Byunghyun, tidak mempedulikan tatapan bertanya dari Ayeon dan Kyungsoo.”Dia menerima uang dua miliar setiap bulannya dan mendistribusikannya ke beberapa rekening kira-kira seminggu setelahnya. Aku curiga uang itu uang hasil korupsi atau apa dan dia berusaha menyembunyikannya.”

“Siapa Jung Eunran?”

“Aktris,” jawab Yoongi cepat tanpa menatap Kyungsoo.”Tapi, bagaimana kamu tahu uang itu bukan uang bersih?”

Satu nama anggota dewan yang keluar dari bibir Byunghun dengan tuntas menjawab pertanyaan Yoongi. Juga menuntaskan rasa penasaran Ayeon dan Kyungsoo. Keempatnya memang sudah familiar dengan rumor korupsi yang menyambangi politikus itu dalam setahun terakhir.

“Lalu, siapa yang menerima uang-uang itu?” Kali ini giliran Kyungsoo yang melontarkan pertanyaan kunci.

“Itu yang masih aku selidiki. Nama-nama pemilik rekening penerima semuanya nama asing,” kata Byunghyun.“Sepertinya aku harus minta bantuan ke Swiss, walaupun aku tidak yakin nama-nama itu adalah nama asli.”

“Memangnya bisa membuat rekening di luar negeri dengan identitas palsu?”

“Dia bilang nama palsu, bukan identitas palsu, Do Kyungsoo,” sergah Yoongi.”Lagipula, dengan uang sebanyak itu, apa sih yang tidak mungkin?”

“Sudah, sudah. Aku tidak mau mendengar obrolan tentang pekerjaan hingga besok Senin,” sela Ayeon sebelum percakapan mereka berubah menjadi diskusi panas. Ia setuju untuk makan bersama mereka lantaran ingin mendapatkan angin segar, bukannya untuk mendengar diskusi masalah pekerjaan lagi.

“Baik, baik, Baek Ayeon-ssi. Bagaimana kencanmu kemarin?”

Dan sisa malam itu mereka habiskan dengan menggoda Ayeon tentang kencan makan siangnya dua hari lalu.

.

“Kurasa dia orang Jerman,” kata Byunghyun suatu hari.

Huh?” Yoongi terkejut mendengar perkataan Byunghun yang tak tahu dari mana asalnya. Mengapa lelaki itu tiba-tiba membicarakan orang Jerman?

“Tidak, kurasa dia bukan orang Jerman, tapi memakai identitas palsu sebagai orang Jerman untuk membuat rekening di Swiss,” lanjut Byunghun. Tampaknya ia sedang berbicara sendiri, namun sayangnya perkataannya itu dapat terdengar jelas oleh Yoongi dan Yoongi merasa kalau Byunghun sedang mengajaknya berdiskusi.

“Bisa elaborasikan sedikit, Lee Byunghun-ssi?”

Kali ini Byunghun baru mendongak dan menyadari kalau rekannya itu mendengar semua ocehannya.

“Yang kemarin itu, namanya seperti nama orang Jerman,” jawab Byunghun, merujuk pada percakapan mereka mengenai temuannya akhir pekan kemarin.”Yvo Gilberth Milton, bukankah itu terdengar seperti nama orang Jerman?”

Ada jeda sejenak sebelum Yoongi membalas,”well, aku tidak pernah tinggal atau berkunjung ke Jerman. Jadi, aku tidak tahu. Kamu sudah tahu semua namanya?”

Byunghun mengangguk, telunjuknya teracung ke arah layar komputer.”Dan aku baru saja mengirim email ke Swiss, meminta informasi penuh mengenai orang itu.” Dirinya kemudian berdiri, membawa beberapa lembar kertas di tangannya,”aku mau melapor ke bos dulu.”

Yoongi hanya mengangguk dan menggumam pelan saat Byunghun berjalan melewati mejanya menuju ruang atasan mereka. Pandangannya lantas mengarah pada layar komputernya, menatap deretan informasi yang ia dapatkan sejak beberapa hari yang lalu.

Apa yang harus aku lakukan?

.

“Kalian sudah dengar rumor itu?”

Kalimat itu menjadi kalimat pembuka percakapan di saat makan siang. Dilontarkan oleh Baek Ayeon, teruntuk Min Yoongi dan Do Kyungsoo. Tidak ada Lee Byunghun di siang hari ini, lantaran lelaki itu terlanjur memiliki janji makan siang di luar dengan salah satu atasan mereka.

“Rumor apa?” Yoongi tetap bertanya walaupun ia sudah memiliki firasat mengenai rumor yang dimaksud oleh Ayeon.

“Kasus suap itu?” Alih-alih Ayeon, Kyungsoo malah membuka mulut demi menjawab pertanyaan Yoongi—walaupun lelaki itu sebenarnya masih bertanya lagi kepada Ayeon demi sebuah kepastian.

“Iya, kudengar saat proses pengadaan komputer semester kemarin, panitianya mendapat suap dari vendor!” seru Ayeon. Tidak peduli jika orang-orang di kantin dapat mendengar suaranya, toh rumor yang ia kemukakan sudah menjadi rahasia umum di kantor mereka. Mungkin tidak menunggu waktu sampai orang-orang yang terlibat mendapatkan konsekuensinya—kalau rumor itu benar adanya, tentu saja.

“Tunggu, bukannya Byunghun juga salah satu panitia?”

Dua pasang mata milik Ayeon dan Yoongi sontak terbelalak saat mendengar pertanyaan Kyungsoo yang satu ini. Menatap sang teman dengan tatapan horor, berusaha meyakinkan satu sama lain bahwa mereka sedang memikirkan hal yang sama.

Eeyy, dia masih biasa-biasa saja selama ini,” jawab Ayeon. Mengingatkan kedua teman lelakinya akan gaya hidup Byunghun yang masih terlalu biasa, tidak ada tanda-tanda jika lelaki itu menerima suap atau semacamnya.”Malah Yoongi yang punya jam limited edition terbaru.”

Min Yoongi secara refleks memegang pergelangan tangannya.”Ini hadiah dari kakak sepupuku, tahu. Jangan macam-macam.”

“Aku tidak bermaksud aneh-aneh kok.”

“Lagipula, Byunghun kan hanya anggota biasa, dia tidak punya wewenang untuk memutuskan vendor,” kata Kyungsoo lagi. Sepertinya mereka bertiga sedang berusaha untuk mengusir pikiran buruk tentang Byunghun jauh-jauh.”Kurasa itu semua memang hanya rumor.”

“Tapi bagaimana kalau dia berpura-pura saja selama ini?”

Pertanyaan tiba-tiba dari Yoongi langsung dihadiahi tatapan tajam dan mulut menganga dari kedua temannya yang lain. Baik Ayeon dan Kyungsoo tidak percaya kalau Yoongi bisa menduga seperti itu, toh selama ini orang yang paling dekat dengan Byunghun adalah lelaki itu.

“Sudahlah, tidak baik berburuk sangka pada teman sendiri,” sergah Ayeon.

Yoongi hanya mengangguk dalam diam.

.

Satu map berisi dokumen dilempar pelan ke hadapan Byunghun. Sang pelaku hanya bersidekap setelah melakukannya sedangkan Byunghun menjengitkan alis melihatnya. Kertas-kertas di dalam map biru itu sedikit berserakan, namun tak cukup untuk membuat Byunghun dapat membaca isinya.

“Apa ini?”

“Sesuatu yang menarik, lihat saja sendiri.”

Ragu-ragu, Byunghun meraih map di hadapannya. Melihat lelaki di hadapannya sekali lagi sebelum meneliti lembaran kertas di dalam map itu. Masih tak paham kenapa dokumen-dokumen itu diberikan padanya di tempat tertutup seperti ini.

“Ini…bagaimana bisa?”

Map biru itu berisi ringkasan transaksi di rekening milik Byunghun, rekening yang ia sembunyikan keberadaannya dari orang lain. Juga selembar bukti transfer dengan jumlah mencengangkan yang ditujukan padanya. Ditambah lagi selembar foto apartemennya yang baru dan salinan akte pembelian apartemen itu.

Hanya butuh tiga puluh detik bagi Byunghun untuk mencerna informasi yang diberikan padanya. Dan hanya butuh tiga detik hingga Byunghun menatap lawan bicaranya dengan tatapan terkejut.

“Aku hanya mendengar selentingan rumor dan ada orang yang memberikan informasi padaku.”

Whistle-blower?”

Lelaki berambut cepak—sama seperti milik Byunghun—menggeleng pelan. Salah satu sudut bibirnya masih terangkat, membentuk senyuman licik, jika itu kata yang tepat, untuk Byunghun.

“Tidak, tidak. Dia hanya memberitahuku, tidak ada niatan untuk melaporkanmu,” jawabnya. Kemudian sembari berbisik ia melanjutkan,”dia juga bisa dapat masalah kalau melaporkanmu.”

“Jadi, maumu apa?”

Jawaban tidak segera diberikan. Sang lawan bicara malah memilih menyesap tehnya perlahan lantas menikmati suasana tenang yang diberikan oleh restoran ini. Atmosfir tenang dan keamanan privasi yang ditawarkan menjadi alasan penting kenapa ia memilih bertemu Byunghun di sini.

“Mauku?” katanya kemudian, badannya berangsur maju, bertumpu pada kedua lengan yang ia letakkan di atas meja.”Kasus yang kamu selidiki, bilang saja semua hal itu normal.”

Byunghun menjengitkan alisnya—lagi.

“Memangnya kamu punya urusan apa dengan itu?”

“Siapa nama pemilik rekening itu?”

“Jung Eunran?” tanya Byunghun memastikan. Lelaki di hadapannya hanya tersenyum, membuat Byunghun semakin tak mengerti apa korelasi pemuda itu dengan sang aktris.

“Ayolah, kamu harus berusaha lebih keras.”

Sedetik kemudian sebuah fakta menghujam keras ke kepala Byunghun. Kedua matanya terbelalak, tidak percaya dengan hasil pemikiran yang baru saja ia dapatkan.

“Jadi, bagaimana?”

Byunghun terdiam.

“Kalau kamu tidak setuju, aku bisa menyerahkan dokumen ini pada direktur besok pagi—dokumen ini hanya salinan,” sambung pemuda itu. Kali ini nada bicaranya penuh dengan ancaman. Byunghun baru saja mendapat ide untuk ganti mengancam pemuda itu, toh dia juga punya informasi kunci mengenai kejahatan pemuda itu, ketika ia mendengar kalimat selanjutnya,”aku bisa dengan mudah meminta pihak Swiss untuk memberikan informasi yang kumau, Lee Byunghun-ssi.”

Byunghun tahu dia tidak punya pilihan lain.

“Baiklah. Tetapi kamu tidak akan melaporkan hal itu pada siapa-siapa ‘kan?”

Temannya itu tersenyum.”Tenang saja, mulutku terkunci rapat jika kamu juga melakukannya.”

Lee Byunghun menghela napas. Kemudian menjulurkan tangannya yang langsung disambut oleh sang lawan bicara.

“Aku janji, Min Yoongi.”

“Senang berbisnis denganmu, Lee Byunghun.”

fin.

A/N:

Terinspirasi dari materi kuliah dan kasus Panama Papers yang lagi booming. Kasusnya Yoongi itu termasuk kasus pencucian uang dan kasusnya L.Joe termasuk kasus suap. Silahkan analisis bagaimana hubungan Yoongi dengan kasusnya! ^^ (anggep aja riddle lol .__.)

mind to review then?

19 thoughts on “[Vignette] White-Collar Crime”

  1. aku masi kecil masi pake popok bayi/? huhuuuu aku gangerti ini gimanaaa 😥😥 ya cuma nangkep garis besarnya aja tapi gangerti detailnya kak 😢😢 yang jelas aku KAGET SETENGAH MATI pas ada nama Min Yoongi di bagian paling bawah 😢😢 pas pertengahan cerita sempet mikir bentar ini bakalan ber-ending kayaaapa dan inti ceritanya apa, dan saat itu aku mikir ini pasti bakal ada musuh di balik selimut, tapi ngga sampe mikir kalo bakal jadi se-complicated-ini 😢😢 aku suka banget kakkkkk tapi sayang aku yang otaknya selaw ini engga ngerti detail perkaranya kek gimana 😢😢 keep writing! 😊😊

    Suka

    1. kalo mau ngerti detailnya sih emang harus ada sedikit effort (baca:googling) dek .__. tapi it’s fine kok kalo kamu udah ngerti garis besarnya gimana, toh ini topiknya emang sedikit berat

      makasih ya udah bacaa ^^

      Disukai oleh 1 orang

      1. okay fix aku barusan googling 😢😢 YAP KEREN SEKALI INI KOK BISA AJA KAK NEMU NAMA INI GITU HUHUHUUUU 😢😢😢 /yawdah gausah di-expose yagitu pokoknya/ /diriku ngomong apa/ /syudahsyudahbubarbubar/

        Suka

  2. Pertama, aku bingung jung eunran itu siapa? Ada hubungan apa sama yoongi?
    Kedua, aku gangerti hubungan keduanya.
    Aaaa, nice ff! Suka banget bacanya. Aku udah nebak kalau eunran as da hubungannya sama yoongi dan yang diakhir itu pasti yoongi. Cuman gak kepikiran aja ini kasus apa dan apa hubungannya: ‘)))))(

    Suka

    1. Jung Eunran itu punya hubungan yang deket sama Yoongi (you can look up her name in google) yang bisa menjelaskan kenapa Yoongi bisa terlibat dalam pencucian uang (ya, kasusnya yoongi itu kasus pencucian uang)

      makasih ya udah bacaaa ^^

      Suka

  3. pertama, lagi-lagi nemu kasus panama wakakkakkaa
    nggak di kampus nggak di ff ada aja panama pappers. Duh kak aku yg udah hampir bs move on sama kasus itu jadi pengen menggali lebih dalam tentang kasus yang berhasil mengguncang dunia itu.
    awalnya aku udah ngira sih pasti si YonnGi ada apa-apa nihhh, tapi yang gak sampe aku pikirin adalah ByungHun yang ternyata juga ikut-ikutan punya kasus.
    dan aku suka banget sama ide ceritanya kakak…

    Suka

    1. kemaren (entah kapan) itu aku udah mabok bacain berita tentang panama papers buat tugas :” terus jadi kepikiran ide buat fic…..hahahaha iya dong L.Joe juga punya kasus biar adil (?)

      makasih ya udah bacaa ^^

      Suka

  4. aku boleh ikut nebak ga? tapi tolong dijawab yah. aku penasaran sampe ubun-ubun soalnya.
    kalo.menurutku itu si Yoongi uda tau dr awal soal kasusnya Byunghun waktu dia nyari nmr.rekening di komputer itu, trs si Yoongi sendiri itu kemungkinan org yg tersangkut sama kasus Eunran itu yg mungkin malsuin namanya di Swiss, atau pemikiranku yang lain itu Yoongi itu ganti nama rekeningnya jadi Jung Eunran soalnya nama panggungnya yg katanya mirip Yoongi. bener gasih? sotoy ya. duh tolong dikoreksi ya ? aku penasaran bgt.

    Suka

    1. Yap, Yoongi emang udah tau dari awal soal kasusnya Byunghun dan emang nomer rekening yg dicari Yoongi itu punyanya Byunghun.

      TAPI

      Jung Eunran itu BUKAN Yoongi yaaa🙂 Eunran itu seseorang yang punya hubungan deket sama Yoongi (silahkan cari tahu siapa Jung Eunran ini)

      p.s: kayaknya aku bakal bikin semacam explanation-fic buat njelasin fic ini, ditunggu yaaa

      Suka

  5. Actually aku udah baca fic ini kemaren dan lupa diri belom komen langsung ngacir aja keluar wordpress ((plok)) oke yang penting aku kembali dan mau menggali(?)

    Aku gatau apa-apa soal panama papers(?) dan yang lainnya itu, karna aku lebih banyak belajar black feminism dibanding itu ((abaikan)). Tapi yang ku simpulkan dari fic ini adalah… ehm ehm…

    Yoongi dan Byunghun itu sama-sama yg punya hubungan sama Jung Eunran. Mungkin jung eunran itu ibu yoongi atau malah yoongi sendiri, dan dia nyurangin dengan pinjem id orang. Tapi aku juga mikir byunghun ini dijebak sama yoongi, tapi byunghun juga ga nolak karna nominalnya gede(?) Yaudahlah aku nyerah

    Maafkan aku yg ngotorin kolom komentar pake dugaan yang seribupersen ga ada benernya. Ditunggu jawaban benerannya ((brb searching panama))

    Suka

    1. TETOT!! Sayang sekali Anda belum beruntung😦 yang punya hubungan sama Eunran itu cuma Yoongi, Byunghun itu outsider tapi dia tahu siapa Eunran. Dan Byunghun sama sekali gak dijebak sama Yoongi, Yoongi-nya aja yang punya informan di mana2 .__.

      buat jawabannya, silahkan tunggu explanation-fic, semoga aku bisa publish dalam waktu dekat ^^ makasih ya udah bacaa

      Suka

  6. hai kak boleh ikut nebak nggak?

    aku mikir yoongi udah tau kasusnya sejak awal, dan waktu nama jung eunran muncul aku langsung manggut-manggut (min hyorin pacarnya taeyang kan? wkwk) aku mikirnya eunran ini kakak atau adik kandungnya yoongi terus kalau dilogika pastilah sodara kandung ga ada yang mau ngumbar kejelekan sesama. makanya yoongi coba cari titik gelapnya byunghun yaitu dari no rekeningnya. bener ga sih? wkwk

    anyway kak, ini bagus bangeeeet<33 ngga nyangka kalau namanya yoongi bakal disebut di akhir ; w ;

    Suka

    1. yap, jawaban kamu hampir tepat! ^^ ((finally ada yg tau jung eunran itu siapa)) tapi, kamu kurang teliti dek, jung eunran itu kan nama aslinya min hyorin, jadi dia gak mungkin jadi kakaknya yoongi ;)) ada satu clue lagi yg nunjukkin apa hubungannya yoongi sama eunran😉

      buat motifnya yoongi nyari titik gelapnya byunghun juga masih kurang tepat. yoongi kepo(?) nomer rekeningnya byunghun itu gara2 dia juga mau ngelindungi dirinya sendiri😉

      anyway, makasih ya udah bacaa ^^

      Suka

      1. aku baca ulang cuma curiga bagian yoongi punya jam tangan limited edition, dia bilang itu kakak sepupu. apa eunran itu kakak sepupunya?

        wkwkwk lama-lama w bingung sendiri bacanya ; w ; ((ga biasa baca kasus-kasus macam gini)) yaudah, kutunggu jawaban yang bener aja kak wkwkwk

        Suka

  7. ntahlah thor aku udah ngak bisa berkata-kata lagi 😂 suka banget ama jalan ceritanya duh 😂🔫 awalnnya sempet bingung ama jalan ceritanya; cuma pas udah ikut alur jadi dipaham-pahamin 😂 dan paling paham itu pas diakhir, astaga- min yoongi =_=
    btw; aku ngak tau sebenernya apa hubungannya Jung Eunran sama Min Yoongi 😂 tapi mereka pasti punya hubungan deket. Aku paling terkejut pas liat namestagenya Jung Eunran menjadi Min Hyo-rin, dan well, marga mereka jadi sama 😏 dan paling terkejut pas Min Hyo-rin ini juga dari Daegu 😏 Yoongikan juga dari Daegu, dan pertanyaan untuk author; sebenernya mereka berdua ini punya hubungan apa?/ kalo aku nebak si, mereka itu pacaran ato mungkin sudah menikah jadi ganti marga/gg/ cuma opini aku si ini/.\ ngak tau; aku tunggu deh penjelasannya ㅠ.ㅠ

    Suka

  8. Hai kak, salam kenal. Niken imnida reader baru…
    Pas baca ff ini aku agak bingung. Tapi curiga juga sama tingkahnya Yoongi yang kayak kelihat panik juga takut gituhh… Dan betapa aku kaget pas di bagian terakhir ituh. Ternyata eh ternyata baik Yoongi sama Byunghun juga punya kasus yang kayaknya saling berkaitan.
    Setelah penasaran sama nama ‘Jung Eunran’ ternyata baru nyadar setelah sekian menit kalo dia itu Min Hyorin. Hadeww pantesan ada hubungannya sama Suga/Yoongi, marganya ternyata sama hehe….
    Kayaknya ini udah kepanjangan. Keep writing ya Kak…

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s