[Ficlet] His Courtesy

kimingHis Courtesy

By Joieland a.k.a Joonisa

Seventeen Kim Mingyu – OC Calline |Fluff, Romance, College Life | PG 13

Related to His Stubborness

.

Mingyu hanya mencoba bersikap sopan.

.

Sudah hampir satu jam Calline menyibak, memilih, berkaca, lalu meletakkan bajunya kembali yang tersusun rapi di gantungan lemari. Bajunya tidak banyak dan Calline termasuk gadis yang masa bodoh dengan hal-hal berbau fashion. Berbagai macam baju sudah ia coba dan entahlah, rasanya mix and match yang ia lakukan terasa tidak pas. Sembari menatap hampa isi lemarinya, Calline tiba-tiba tesadar akan satu hal.

Mingyu hanya mengajaknya ke toko buku. Tidak ada istilah bernuansa merah muda seperti ajakan kencan atau semacamnya. Kenapa harus repot-repot mencari baju yang cantik?

Menepuk jidatnya berulang-ulang, Calline merutuki tingkah janggalnya sejam ke belakang. Ia lantas mengambil asal-asalan sweater motif kotak-kotak warna merah marun dan celana jeans hitam, kemudian mengenakannya seperti ia melakukannya di hari-hari biasa. Rambut dikuncir ekor kuda dan tak lupa kacamata baca ia sematkan di balik telinga.

“Tenang, Calline. Dia hanya Mingyu, jadi lakukanlah seperti halnya kau jalan dengan teman.”

Selesai monolog di depan cermin, Calline menyampirkan tas kecil berwarna hitam di bahunya. Seraya melangkah santai menuju rak sepatu yang terletak di belakang pintu rumah, Calline menemukan ibunya berdiri di sebelah rak sepatu.

“Mau ke mana, Call?” tanya sang ibu penuh selidik.

“Toko buku,” jawab Calline santai. Ia lantas membungkuk mencari sepatu converse putih kesayangannya.

“Kau mau kencan di toko buku?”

Kepala Calline langsung membentur rak sepatu begitu Calline mendengar kata ‘kencan’ keluar dari mulut ibunya. Bukannya menolong, ibu Calline justru terkikik melihat anaknya yang mengusap dahi dengan wajah melongo.

“Kencan apa sih, Bu? Cuma ke toko buku biasa.”

“Tuh, Lihat!” Ibu Calline membelokkan bahu anaknya menghadap ke ruang tamu. Terlihat sosok Mingyu seperti sedang menahan tawa, namun sejurus kemudian ia tersenyum seolah tidak melihat kejadian apa-apa. Jantung Calline rasanya sudah melorot ke lantai keramik rumahnya dan kesadarannya berkurang sepertiga.

“Dia minta izin pada ibu untuk mengajakmu ke toko buku. Katanya tidak akan lama. Kenapa tidak bilang kalau punya pacar, huh?” bisik Ibu Calline yang langsung dijawab Calline dengan gelengan keras.

“Bukan, dia bukan pacar!“

Lantas Calline menoleh lagi ke Mingyu dan betapa terkejutnya gadis itu dengan apa yang dilihatnya. Ia bahkan berharap bisa terjun ke lubang hitam.

Mingyu … juga mengenakan baju motif kotak-kotak merah marun.

.

.

Sejak menginjakkan kaki keluar dari rumah, Calline diam seribu bahasa. Pun saat mereka menaiki bus, alih-alih duduk bersebelahan, ia justru duduk di depan kursi yang diduduki Mingyu. Tak nyaman dengan situasi yang ada, Mingyu pun memberanikan diri untuk duduk di sebelah Calline dan disambut dengan aksi membuang muka.

“Kau marah?”

Bukannya menjawab, Calline mengeluarkan ponsel dari tasnya dan mulai membaca berita dari portal online. Ia tidak mengacuhkan Mingyu yang terus-terusan menatapnya. Namun, sekali lagi, bukan Mingyu namanya kalau menyerah secepat itu.

“Calline, bahasa lisan dari perempuan saja terkadang aku masih buta, apalagi bahasa diam. Kalau aku melakukan kesalahan, tolong katakan padaku.”

Calline mengembuskan nafas keras, lantas menatap tajam pada Mingyu.

“Siapa yang menyuruh Kak Mingyu untuk menjemputku ke rumah?”

Mingyu menggeleng polos, “tidak ada. Itu inisiatifku saja.”

“Inisiatif?” Calline menggulirkan bola matanya, “Kak, orang tuaku bisa salah paham!”

“Salaha paham kenapa?” tanya Mingyu tak mengerti.

“Mereka akan mengira aku pacaran dengan Kak Mingyu!” jawab Calline setengah gemas setengah gugup. Wajah Mingyu yang polos di sebelahnya berhasil mengacaukan fokus dan kemarahan Callline.

“Oh, begitu.”

Mingyu menyandarkan tubuhnya di kursi bus, lalu menghela nafas panjang. Kepalanya menunduk sementara Calline kembali membuang mukanya ke jendela.

“Aku hanya mencoba bersikap sopan. Kupikir karena aku yang mengajak jalan, jadi sudah seharusnya aku yang menjemput dan karena kau anak perempuan, kurasa aku perlu minta izin pada orang tuamu. Hanya itu.”

Calline masih membuang muka. Melihat tak ada reaksi dari Calline, Mingyu pun kembali pindah ke kursi di belakang Calline, tempat awal ia duduk di bus.

“Maaf, Call.”

“Kenapa baju kita harus sama?” gerutu Calline tiba-tiba. Meskipun posisinya di belakang, tapi Mingyu masih bisa mendengar dengan jelas. Ia sudah bersiap membuka resleting bajunya, namun saat menatap dadanya sendiri, ia mengurungkan niatnya.

“Call, aku tadi mau melepas baju ini, tapi aku baru ingat kalau aku tidak pakai lapisan apapun di dalamnya. Jadi demi kesopanan, kurasa lebih baik baju kita sama untuk hari ini saja. Oke?”

Calline lantas berbalik dan memberi Mingyu sebuah anggukan. Tanpa sepatah kata, ia kembali membelakangi Mingyu. Melihat gelagat Calline, Mingyu merasa gadis itu sudah mulai memaafkannya. Ia pun mencondongkan tubuhnya ke depan.

“Jadi, apa seniormu ini sudah dimaafkan?”

Sepuluh detik.

Dua puluh detik.

Tiga puluh detik.

Calline tak menunjukkan respon apapun. Minggyu mengusak rambutnya sendiri, bertanya-tanya apa dia melakukan kesalahan lagi. Namun sesaat kemudian supir bus mengerem mendadak dan Calline mendadak oleng. Hampir saja kepalanya membentur jendela kalau saja tangan Mingyu gagal menghalanginya sepersekian detik yang lalu. Kepala Calline sukses mendarat di lengan kiri Mingyu.

“Call, kau tidak apa-apa?”

Tidak ada jawaban.

“Call? Calline?”

Masih tidak ada jawaban. Mingyu pun berdiri tanpa menarik tangannya dan menemukan Calline tengah tertidur pulas, membuat seulas senyum terpatri di wajah Mingyu.

“Demi kesopanan, aku tidak akan bergerak sekalipun tanganku harus kesemutan.”

 

fin

a/n:

Lagi-lagi kembali dengan MINGYU KAKA TINGKAT AU!

Semoga senang ya membacanya (padahal ngedoain biar baper bhaks)😄

This fic also posted in my personal blog http://www.theladyjoie.wordpress.com

Sampai ketemu di kiming series selanjutnya ^^

5 thoughts on “[Ficlet] His Courtesy”

  1. IH LUCU KAKAK INI UCU SYEKALEEE
    BIKIN SENYUM2 SENDIRI WAKS
    Emang dasar mingyu udah ganteng kin ganteng aja bocah~😍😍😍
    Aku emang lagi butuh rehat abis belajar buat sbm huhuhu kakak doain aku biar dapet ugm dan semoga mingyu jadi kakak tingkat akuu 😄😄
    Yosh permohonan yang jelas2 irasional hiks 😧😧

    Suka

  2. Maniiiiisss baangeet 😍 paling suka momen pas ibunya calline ngasi unjuk ada kak mingyu di rumah, dan ternyata baju mereka samaaaaa!!!! 😍😍😍😍 wahai kalian, jadian aja sana~~

    Nice Fic ❤

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s