[Ficlet] Midnight Texts

[FFPOST] Midnight Texts

elfxotic12152  present

a short film with Lee Jooheon of Monsta X  Hyeon Joon the OC

Romance, cheesy!Fluff, AU |  Ficlet (720 Ws) | General

.

WARNING!  Prepare your soul for lameness overload

Soundtrack: White Sugar – Monsta X

.

Joon baru menyelesaikan separagraf fiksi di laptop-nya, ketika tahu-tahu pesan dengan nama pengirim ‘Joo-Honey’ masuk, “Joon,” katanya.

Tidak, tidak mau kubalas. Fiksi ini harus selesai dulu.

Baru sepenggal kalimat selesai, Joo-Honey mengirim pesan lagi. Tidak, kali ini Joon bahkan tidak melihat isi pesannya. Ia berhasil menahan diri cukup kuat hingga empat—sekarang lima pesan, masuk berturut-turut, membuat handphone-nya bergetar seperti orang kedinginan pada hari paling dingin dalam setahun.

Joon. Joon cepat balas. Joon kau sudah tidur? Joon aku serius.

Setelah serentetan pesan pendek-pendek itu, si Joo-Honey mengirim stiker bergambar beruang, dengan hati di sekelilingnya, sedang menggoyangkan pantat.

OK, cukup.

Joon hanya membalas singkat, seperti orang yang bahkan tidak berniat membaca pesan-pesan yang memang tidak penting. Ia juga memprotes soal stiker itu. Tapi sepertinya tidak berpengaruh banyak, karena setelahnya hanya ada ‘hehe’ panjang. Laki-laki itu juga dengan percaya dirinya berkata, “Toh kau tetap menjawab.” Joon memutar matanya, lalu melempar handphone-nya jauh-jauh untuk menghindari distraksi.

Tapi, apa, sih, yang bisa menghentikan si Joo-Honey? Dia malah tambah ribut lagi, yang akhirnya berhasil memaksa Joon untuk membuka pesannya.

Demi Tuhan Jooheon kerjaanku kan bukan hanya membalas pesanmu. Aku punya kerjaan juga, menurutmu kenapa lagi aku belum tidur jam segini,” Joon hampir meledak ketika ia mengetik balasan pedas untuk Joo-Honey. Tapi dirinya benar-benar meledak ketika si Joo-Honey dengan percaya diri menuduh Joon sengaja tidak tidur untuk menunggu ucapan selamat tidur darinya. “Jangan mimpi, ya,” jawab Joon singkat.

Ah, tapi, mungkin ucapan selamat malam dari Joo-Honey juga tidak buruk-buruk amat.

Setelah protes, Joo-Honey menanyakan soal apa yang sedang gadis itu kerjakan sekarang. Joon menimbang-nimbang untuk memberitahu pacarnya soal fiksi yang ditulisnya tentang Min Yoongi, atau tidak. Tapi, memangnya salah menulis fiksi tentang idolanya?

FF. Tebak FF apa,” Joon mengirim pesan singkat itu dengan banyak emotikon kedip di belakangnya. Asal dia tahu saja, Joo-Honey bakal kesal dengan caranya bertanya.

Joo-Honey mengutuk sebentar sebelum akhirnya menebak. “Nam Yoongi, ya?” Joon kesal setengah mati waktu ia membaca pesan itu. Nam? Nam? Apa bahkan ‘Nam’ itu terdengar masuk akal dengan ‘Yoongi’? Ketika ia marah-marah soal marga yang salah itu, si Joo-Honey berkeras bahwa ia tetap benar.

Tanpa tahu apa lagi yang harus dibicarakan, Joon kembali ke laptop-nya. Belum lagi satu kalimat ia rampungkan, ada pesan lagi masuk. Si Joo-Honey repot-repot bertanya apakah fiksinya penting atau tidak. “Iya,” jawab Joon, “Kalau tidak tidurku tidak tenang.”

Kenapa?”

Karena akan berputar-putar terus di otakku.”

Joon baru akan mengetik satu kalimat lagi, ketika lagi-lagi gangguan datang. “Bukannya tanpa itu juga pasti akan ada yang berputar-putar di otakmu, ya?” tanya si Joo-Honey aneh. Hanya “Hah,” yang bisa Joon gunakan untuk membalas jawaban aneh itu.

Bukannya tiap malam juga aku berputar-putar di otakmu?” si Joo-Honey melontarkan gombalan, lengkap dengan stiker beruang berhati sedang menggoyangkan pantat.

Joon ingiiiiin sekali membalas sejahat-jahatnya. Tapi, toh, ia terdiam sebentar, berusaha mengembalikan ritme normal jantungnya. Bukannya pernyataan itu salah, sih, tapi, bisa, ‘kan, tidak usah diumbar seperti itu? Kalau sudah tahu, ya, diam saja.

Jangan mimpi,” akhirnya Joon membalas meskipun ia masih berpikir soal pernyataan tadi. Jadi, selama ini Joo-Honey tahu, aku memikirkannya sebelum tidur? Tahu dari mana?

Hal itu juga ternyata tidak menghentikan Joo-Honey untuk menyemangati Joon. Ditambah juga dengan bonus gambar Min Yoongi, yang pastinya menambah semangat Joon. Tapi tidak begitu lama, hingga akhirnya si Joo-Honey berkata, “Tuh Moon Yoongi untukmu,” lengkap dengan emotikon kedip, dan kecup berderet.

Moon? Moon? MOON? Moon dia bilang? Oke, cukup.

DEMI TUHAN NAMANYA MIN YOONGI,” Joon menulis kalimat itu dalam huruf kapital semua. Meledak sudah dirinya. Tapi ledakan itu tidak bertahan lama ketika ia baru sadar si Joo-Honey tidak membalas.

Jooheon? Jooheon kau sudah tidur ya?” Joon bertanya memastikan. Ketika benar-benar tidak ada jawaban yang masuk, Joon berkata, “Ya sudah, selamat tidur yaa,” lengkap dengan emotikon bibir.

Joon sudah berhasil kembali ke laptop-nya. Dengan tenang ia mengetik fiksi tentang Suga yang sudah lama ia pikirkan matang-matang. Meskipun pikiran seperti, Jooheon pasti lucu kalau tidur, atau, Jooheon besok kuliah tidak, ya?, berlalu-lalang dalam batinnya.

Kemudian, notifikasi dari  handphone-nya membuat Joon terlonjak. “Aku belum tidur, kok,” kata si Joo-Honey kasual, dengan ‘hehe‘ panjang setelahnya. “Terima kasih ngomong-ngomong ciumnya,” lanjutnya, “Besok cium betulan ya?” si Joo-Honey bertanya.

TIDUR SEKARANG,” Joon tidak tahu apalagi yang harus ia bilang. Meskipun si Joo-Honey berkomentar, “Jahat,” Joon tidak masalah dengan itu. Ah, yang jahat, ‘kan, yang sudah membuatnya berguling-guling sendiri di kasur seperti ini.

Awas, ya, Joo-Honey, besok kucium betulan!

FIN.

GAYS GAYS JUHON KAMBEK YEAY fix aku sendiri suka ini astaga narsisnya. FYI aku udah nulis text ver. nya juga. Jadi isinya bener-bener cuman mereka berdua sms-an gitu. Tapi aku sendiri suka sumpah. (baca di sini #shamelesspromotion)

Review, please?

Zyan

8 thoughts on “[Ficlet] Midnight Texts”

  1. Manisnyaaaa uuu aku suka deh… nggak se lame (?) Itu kok… standar lah standar… justru aku suka beginian.. thats way aku suka baca ff di ifk… unyu2 fluffy tapi kadang misteri gitu deh…
    Mangat ya kakak…. muach muach 😘😘😘

    Suka

  2. Ah lucu banget!! Aku suka banget nama panggilan Jooheon disini hihi. Fluffnya berhasil banget ya Author, aku sampai senyum-senyum sendiri

    Suka

  3. ini manis sekali oemjiiii aku suka banget bagian yang “membuat handphone-nya bergetar seperti orang kedinginan pada hari paling dingin dalam setahun.”
    sama
    “Bukannya pernyataan itu salah, sih, tapi, bisa, ‘kan, tidak usah diumbar seperti itu? Kalau sudah tahu, ya, diam saja.” hehe /gaknanya/ /plak/

    pokoknya fic nya sukses bikin aku diabetes hehe ;3 semangat terus nulisnya&salam kenal ya!

    – little deer(a). xx

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s