[Vignette] Couple Fight

[FFPOST] Couple Fight

elfxotic12152  present

a long film with Shin Hoseok a.k.a Wonho of Monsta X

failed!Fluff, AU |  Vignette (1.083Ws) | PG-13

.

“’Kan sudah kubilang, jangan bermain dekat bagian itu, di sana banyak laki-laki genit. Kau memang tidak mengerti, atau ingin menguji kesabaranku, atau apa?” Wonho berteriak dalam intonasi bertanya. Peluhnya bercucuran, hasil dari perang mulut yang sudah berlangsung selama lima belas menit terakhir. Kau juga tidak terlihat lebih baik—kuncir kudamu sekarang sudah bertransformasi menjadi seikat rambut yang semrawut tidak keruan. Badanmu bau karena keringat, sebagian karena jalan-jalanmu ke pantai, sebagian karena pendingin ruangan tidak menyala, tidak ada yang sudi menyalakan. Kau tahu dia sudah memberi tahu, di dekat stan es krim memang banyak laki-laki genit yang menunggu gadis-gadis cantik kepanasan membeli es krim—seperti dirimu, kalau menurut Wonho.

“Tapi mereka tidak melakukan apa-apa, sayang. Kau lihat badanku mereka pegang-pegang? Tidak, ‘kan?”

“Jadi kau mau aku bertindak sesudah badanmu dipegang-pegang dulu? Aku baru tahu kau gadis semacam itu,” sarkasme yang tidak masuk akal baru keluar dari mulut laki-laki yang kau panggil ‘sayang’.

“Jangan bicara begitu! Sekalipun mereka genit, setidaknya aku yakin mereka tidak akan mengatakan pacar mereka gadis semacam itu.”

Amarah meledak dimana-mana. Sudah tidak ada lagi yang memikirkan apa kata penghuni villa sebelah, bagaimana hubungan kalian ke depannya, atau apapun yang seharusnya lebih penting dari semua omong kosong ini.

Dan kemudian, Wonho menyerah.

“Diam. Aku tidak ingin melanjutkan lagi.” Ia baru membalik setengah badan, hendak menuju kamar mandi, ketika ia menghadap dirimu lagi, dan berkata, “Besok kita pulang. Bereskan barangmu. Biar aku yang tidur di sofa malam ini.” Dua detik setelah kalimatnya selesai, ia memasuki lorong menuju ke kamar mandi.

Lututmu terasa lemah, seperti sendi-sendinya melebur, dan tulang-tulangnya keropos. Tapi kau menahannya dan berjalan menuju sofa, dan mendudukkan diri di sana. Terserah baumu seperti apa, kau memeluk dirimu sendiri. Pikiran-pikiran acak tentang perjalananmu dan Wonho dari dulu hingga sekarang melintas, seperti di drama-drama. Semua memori itu tiba-tiba membuat sesuatu di rongga dadamu terasa sesak.

Lama setelahnya, terdengar bunyi kunci kamar mandi di buka. Lewat cermin di seberang sofa, kau bisa melihat pantulan Wonho—basah, uap mengepul dari kulitnya, dan tidak mengenakan apapun kecuali celana selututnya. Laki-laki itu terdiam sebentar di depan pintu kamar mandi, dan mengusap-usap kepalanya dengan handuk.

Kau juga tidak yakin rambutnya sudah kering, tapi handuknya ia turunkan dari kepala. Kemudian dengan langkah besar-besar tapi perlahan, ia memasuki ruang tengah. Haduk ia lempar sekenanya, sebelum kemudian duduk di sampingmu. Kalian bersisian cukup dekat, hawa panas dari tubuhnya dapat kau rasa.

Setelah beberapa lama, ia menggerakkan tangannya, dan menangkup tanganmu yang menganggur. Kau punya harga diri sebagai wanita, dan harga diri itu memaksamu untuk melepaskan tanganmu dari tangkupan tangannya yang sejujurnya kau sukai. Tatapannya yang dari tadi hanya terfokus pada dinding, berbelok ke arahmu ketika penolakan itu menyenggolnya.

Sekali lagi ia berusaha menangkup tanganmu. Dan sekali lagi kau menolak. Hal ini Wonho ulang-ulang dengan kekeras kepalaan yang amat menjengkelkan. Kubilang aku tidak mau, katamu dalam hati. Sesudah kalimat itu, Wonho betul-betul tidak berusaha memegang tanganmu lagi. Sekalipun kau terkejut bahwa telepatimu benar-benar berhasil, kau tidak menunjukkan perubahan ekspresi yang kentara, membuat Wonho kesal.

Kau sedang berusaha terfokus pada amarahmu lagi, ketika tahu-tahu Wonho melompat dari duduknya, dan menimpamu. Wajahmu tiba-tiba terbenam di sana—di dada hangat, tempat favoritmu berbaring. Aroma yang dihantarkan kulitnya berubah, untuk sore ini Wonho memilih aroma yang menenangkan. Kau juga tidak tahu ia sengaja apa tidak, tapi aromanya membuat tubuhmu panas-dingin.  Walaupun kau suka, sekarang kau sedang marah padanya. Ditambah dengan alasan bahwa dadanya—yang meskipun menggiurkan—menghalangimu dari asupan oksigen, jadi kau dorong dia kuat-kuat. Tanpa hasil yang memuaskan.

“Kau—,“ kata pertamanya keluar, kemudian dilanjutkan dengan dua kecupan di pipi kanan. Matamu terpejam erat, enggan melihat apa yang sedang Wonho lakukan, tapi diam-diam menyukai caranya mendaratkan bibir dengan lembut. Itu, dan suatu gelitik kecil dalam perutmu ketika ia mengecupmu.

“—keras—,“ ia memindahkan target kecupannya agak ke atas, ke dahimu. Sudah dari sore kau khawatir soal minyak di sana. Meskipun tadi sore kau tahu kekhawatiranmu tidak beralasan, sekarang kau punya satu alasan yang cukup. Ah, toh Wonho tetap menanam banyak kecupan di sana.

“—kepala—,“ tidak yakin ingin berpindah kemana, Wonho malah mengecup pipi kanan, kiri, lalu dahimu secara bergantian. Selalu begitu temponya. Kendati semuanya mulai terasa biasa saja, gejolak dalam darahmu belum reda.

“—sekali.” Kemudian kalimatnya selesai secara tiba-tiba. Ketika semua mereda, kau membuka mata untuk melihat kehangatan yang tiba-tiba saja menyelimuti. Wonho sekarang tenang, memenjarakanmu dalam pelukan tangan dan kakinya dengan kondisi yang masih belum berpakaian, dan rambut masih agak basah. Tapi kombinasi itu justru menjadi alat pacu jantungmu yang baru.

“Aku minta maaf, ya. Aku seperti gadis puber sore ini,” ia berbisik kecil, seolah-olah malu untuk mengakui kesalahannya. Dari ekor matamu, kau bisa menangkap ia mengungkapkan semua itu sembari menatap ke bawah, seolah arah matanya tidak kuasa melawan gravitasi bumi. Belum lagi rambut pirangnya yang membentuk semacam tirai untuk paras indahnya, membuat setiap lirikan yang ia tuju untukmu terasa menggelikan tanpa alasan yang cukup.

“Iya, kumaafkan. Tidak perlu meminta maaf juga sudah kumaafkan, kok,” ujarmu bercanda. Pacarmu itu mendelik tidak percaya—sebegitu mudahnya kau memaafkan dirinya? Meskipun tidak yakin kau sungguh-sungguh atau tidak, Wonho memelukmu erat layaknya ia anak kecil dan dirimu boneka beruang super besar. Kau cukup yakin kau nyaman dengan posisi ini, tapi apa baumu tidak mengganggu pernapasannya?

“Sayang, aku harus mandi, kalau kau lupa,” kau berkata perlahan, cukup malu untuk mengakui bahwa aroma tubuhmu memang tidak keruan. Tapi Wonho menggeleng pelan, menolak untuk melepasmu meski hanya untuk beberapa menit.

“Memangnya aku tidak bau?” pertanyaan yang terlontar dari mulutmu terasa aneh, bahkan untukmu yang bertanya. Tentu saja kau bau, mengingat kalian baru menghabiskan tujuh jam terakhir bermain di luar ruangan. Tapi dengan mengejutkan, Wonho menjawab, “Tidak, kok. Kau tidak bau.” Tidak mungkin kau percaya dengan kalimat itu, jadi dengan susah payah kau berusaha melepaskan diri dari Wonho—tanpa hasil yang memuaskan.

“Aku serius, tahu. Aku harus mandi.”

“Sangat harus?” tanyanya bebal. Oke, sekarang siapa yang keras kepala?

“Menurutmu?” kau menjawab ditambah memutar mata.

“Kalau kau memang ingin mandi,” Wonho mendekatkan bibirnya ke telingamu, memastikan kau mendengarkan baik-baik, “Bagaimana kalau mandi berdua?”

Jantungmu melewatkan dua detaknya ketika berhasil mencerna apa yang baru ia tawarkan. Kau memukulnya keras-keras sebagai balasan. Terkejut karena serangan tiba-tiba, Wonho melepaskan pelukannya untuk memenuhi reflek melindungi diri. Kau bangkit, dan berjalan menuju kamar mandi agak tergesa-gesa, sembari berteriak, “Aku marah lagi! Jangan dekat-dekat! Awas, ya!”

Kau tidak tahu saja dia bingung setengah mati dengan perubahan sikapmu—mukanya masih menampakkan paras bingung saat kau sudah mengunci pintu kamar mandi dari dalam. Dan dia tidak tahu saja bahwa kau sempat berpikir bahwa itu bukan ide yang buruk.

FIN.

(gatau mau ngomong apa)(masih geli sendiri)(#geli) SERIUS INI GELI BANGET, MAKANYA PERLU REVIEW.

BUT CAN WE TALK ABOUT BLONDE WONHO, LIKE SRSLY?

Harus banget pergi—ppyong!

Zyan

8 thoughts on “[Vignette] Couple Fight”

  1. ZYANNNNNNNNNNNNNNNNNNN AKU MAU MARAHH AJA RASANYA BACA INI YA MAKASIH.

    g deng boong iNI MAS WONHO ALLAHUAKBAR MAS. aku speechless ya allah ini menghibur banet lah lgi pusing rangkuman sosio banyak ((lah curhat)). tapi ini seriously so fluff fluff fl u f f y bg t aku bacanya langsung kerasa gitu tiba tiba diabetes :((((((((((

    TERUS LAGI NIH YA ZY KEMARIN KAN KAMU POST MAS JOHON, TERUS POSTERNYA SERUPA GICHU KAN, NAH INI BERARTI SERIES ZY?🙂 FLUFF SERIES GITU?🙂 BERARTI naNTI ADA MAS AYEM JUGA YA ZY?🙂

    WAH🙂

    AKU🙂

    BAYANGINNYA AJA🙂

    MAU🙂

    MATEQ🙂

    (intinya, gut jab sekali zyan!! fighting ya sayang!<3)

    xx

    Suka

    1. DUH
      KOK
      KETAWAN YA;;;;(

      Intinya mau serupa tapi tak sama kala monsta x berubah jadi pemuda pemuda halus lembut fluff dengan setelan pastel AHAHAHAHAHAHA

      #matibayanginjuhon #matibayanginwonhojuga

      Ayem nya silahkan ditunggu ya mba. Tau deh dia kapan kelarnya… Kan gabanget aku bikin fluff pas imej dia yg nyangkut di otak ku cuman yg ini TAU AMAT YA DEK CANGKYUN

      Syukur deh bisa jadi siraman rohani:”) SEMANGAT YHA LAIS
      Zyan

      Suka

  2. halo zyaan, pertama-tama salken yaa di sini dita 96line dan agaknya prtama kali jg mengotori lapakmu huhu maafkan x”

    serius ini serius geli geli juga ih gimana yah mana mas mas ngocol yg hobi bikin kondisi benci jadi cinta cinta jadi benci yawdalah zyan ceritanya apik cucok sama mas di atas ((masih ngerasain efek takut akibat adegan di atas(?))) ((RIP me))

    btw zyan dinanti edisi bapak ketua monsta yg pemalu(?) itu ya~
    cheers dear!😀

    Suka

    1. Salken juga kaditaa~ Zyan 00’line~~

      Iya kan geli gimana😔😔😔😔 Udah mana pirang
      pirang
      PiRanGG
      P iraNG

      Like

      PIRANG MU ITU LO MAS BIKIN HIDUPKU NGESA’KE #jawanya #keluar

      Duh
      kok
      ketawan ya
      ABIS INI MINGUK KW KAK, TUNGGUIN YHAAA~
      Zyan

      Suka

  3. At first, aku pikir mereka udah married loh, tapi pas aku baca kata ‘pacar’ wew…One room with Wonho..it must be like ASDFHHJKL apalagi disitu Wonho looks like…okay..gak tahu harus comment apa, I really like the story. Mungkin ada beberapa penggunaan tanda baca yg salah dan enggak efektif tapi semua tertutupi dengan penggambaran Author yang bagus. Terus semangat untuk Author!!!

    Suka

    1. Married bahkan… Aku harus bertapa berapa lama dulu biar siap mental untuk nulis pake genre married…

      Aku juga gatau harus komen apa, serius ini ff apa apaan si aku sendiri jijik. BTW yg mana ya yg salah? Kasi tau dong biar bisa kubenerin;;)

      Makasih ya udah mampir~~
      Zyan

      Suka

  4. OMAYGAAATT SUKA BANGETTT
    omg wonho gabisa gini kak aku gasiap sama wonho yang lebih romantis lebih dewasa secara dia kalo di depan kamera cerewet banget huhu suka suka kereen

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s