[Playlist-Fic] #5: Water’s Camouflage

waters camouflage

a fan fiction by Jung Sangneul

// Water’s Camouflage //

starring [Seventeen] Joshua & [Red Velvet] Joy || genre Romance, Sad, Life || length Vignette || rating PG-15

Track #5: Mytha – Aku Cuma Punya Hati

Buat apa kugunakan hati ini? Pernah kupakai pun, luka dalam yang kudapat.

***

            Joy adalah cermin sebuah kepasrahan. Kerelaan membagi hati, diri, sampai sanubari. Dia merupakan gambaran kalau masih ada wanita yang diam ketika sudah ditusuk berkali-kali. Ia adalah siluet kebeningan, cinta yang terdampar meski telah tersampaikan, seperti kopi yang berafiliasi dengan gula untuk mengukir rasa manis.

“Kenapa?” sering kutanyakan.

Setulus senyumannya, dia menjawab, “Aku masih punya hati untukmu.”

Satu jawaban yang tidak pernah berubah seiring berjalannya waktu. Kata-kata yang membungkam seribu bahasaku, membuat geming tercipta di antara kami.

Di hari berikutnya, aku berhenti bertanya.

ɤ

           Joy menyukai derasnya air yang mengalir. Dia senang bermain-main dengan air yang memancar demi melihat jatuhnya setiap tetes ke bawah. Aku hanya menyipitkan mata kesal jika melihatnya seperti itu. Lalu, akan kusentuh pundaknya, kukatakan aku punya kesibukan lainnya selain memerhatikan kenaifannya.

Senyumnya tidak luntur, sedikit pun. Dia percaya segala yang kukata, dia mendengarku dan menganggukkan kepala. Mengizinkan semudah memutar keran air untuk kembali merasakan tiap tetesannya yang lembut, sejuk, dan menawan.

Tidak pernah sedikit pun dia bertanya seberapa lama aku harus pergi, berapa menit dia harus menungguku datang, atau kapan aku bisa menemaninya sepenuh waktu. Alih-alih menanyakan sesuatu yang berhaluan posesif, ia lebih memilih mendentumkan tanya tentang kebugaran jasmaniku.

Bukan rohani. Tak pernah sekali pun dia singgung.

ɤ

            Dia arena lariku. Dia pelabuhan lukaku. Yang tak pernah lelah membersihkan setiap detil darah dan nanah, mengompres suhu badan yang meninggi. Dengan pelukan, senyum, tawa, dan ciumannya.

“Joy?”

“Ya, Jo?” dia tersenyum ketika menyahut. Dia suka sekali dengan nama kami yang mirip.

“Bagaimana jika aku … membohongimu?”

Benar-benar sebuah kepasrahan abadi tatkala ia mengelus pipiku dan berbisik, “Aku tidak akan menyerah atasmu, Jo.”

Kehalusan cinta yang mengantarku untuk kemudian memeluknya. Meski pelukan itu sama dengan rengkuhan cinta palsuku bagi wanita lain di luar sana. Kadang, kupikir, Joy tidak akan mampu membedah isi otakku dengan keluguannya.

Kepolosannya hanyalah jurang, dan ia akan tergeletak tak sadarkan diri karena terjerumus dalam ranjau yang dibuatnya sendiri.

Tapi, aku salah.

ɤ

            Joy tidak pernah minta tolong. Dia memberi, tanpa harus minta dikembalikan. Dia mengasihi, tiada harus mendapat imbalan. Dia mencintai, namun tak pernah minta dibalas sama besarnya.

Dan, aku tahu mengapa dia begitu. Aku akhirnya tahu dari mana setitik kepasrahan itu bermula. Karena dia tahu mengapa aku begini.

Gadis itu sudah tahu alasanku membuang beberapa kembang yang bersarang di lokerku, mengapa aku makan cokelat hadiah dari para gadis tanpa perasaan, dan mengapa aku harus patahkan hati yang menyatakan cinta padaku. Joy telah tahu segalanya, dengan segenap intuisi dan spekulasinya.

“Jo.”

Ng?” balasku enggan. Jemariku masih mengetik balasan untuk orang lain.

“Kapan kaumau menggunakan hatimu lagi?”

Joy jarang berkata panjang, dia juga tidak sering memanggilku lebih dahulu. Jika aku tidak menggandengnya, dia tidak protes. Kalau aku tidak memeluknya meski matanya ucapkan rindu, ia juga diam saja.

Tapi, sekalinya Joy berucap sesuatu, itu mampu menembus palung terdalam jiwaku.

Lantas, kapan, Jo?

ɤ

            Sekali lagi, Joy tidak menagih jawaban apa pun setelah ia lontarkan tanya. Ia tidak memaksa bibirku membuka, pun tak harus menyindir lewat media sosial. Aku tidak kenal air matanya, meski aku tahu kodratnya setiap wanita sama saja. Menyimpan di relung, enggan mengeluarkan.

Tapi, aku tidak peduli. Aku tidak mencintainya. Aku tidak menyu—

Kuhentikan pikiranku ketika melihat sesuatu tergeletak di lokerku. Buku, bersampul biru, bertuliskan “Joy”.

Menyepi, aku membukanya. Dan, lengkaplah, dari situ kukenali air matanya. Derai sedu sedan yang tercekat, suara yang tercekik tak bisa keluar, dan senyum yang tertawan. Semua itu bersatu dalam setiap goresan tinta yang dia ledakkan dalam frasa.

Jo, aku harus pergi. Aku sudah menggenapkan kerusakan hatiku, semalam.

Sekali kedipan mata, air mataku bersarang di atas tintanya. Buram, meluber, dan merusak tulisannya. Tanpa kusadari, tanganku terkepal kuat-kuat.

Satu hal yang paling kutahu tentang Joy: dia suka air, karena air akan selalu jatuh kembali ke tempat yang sama meski tahu rasanya sakit berbenturan seperti itu.

Baginya, tempatnya itu aku. Dan baru kusadari, bagiku, tempatku adalah dia.

Aku cuma punya hati, tapi kamu mungkin tak pakai hati.

fin.

A/N:

  • Maaf karena pairing-nya nggak nyambung dan …, crack parah, yha.
  • Karena ada hal yang tertutupi soal Joshua, silakan ditebak. Gampang, kok, kan bukan riddle.
  • mind to review?

4 thoughts on “[Playlist-Fic] #5: Water’s Camouflage”

  1. hm, aku tdk yakin ada yg tertutupi di sini… pokoknya yg aku tau joshua itu pemain dan dia ga pernah serius menganggap seorang cewek kecuali joy. ng. ya gitu aja sih. kalimat terakhirnya nyesek btw.
    keep writing!

    Suka

    1. Hehe ada kak, tapi gapapa kakak udah nangkep inti ceritanya kok😀

      kalimat terakhir banget? hehe iya kan lagunya emang nyesek-nyesek bego gituh xD makasih udah mampir btw. keep writing too!

      Suka

  2. Hai hai hai kak. Walopun ini crack pair ah tak masalah aku pun juga sering crack pair yang jauh banget tapi kan ya namanya juga imajinasi ga ada yg bisa batesin kecuali diri kita sendiri #ea
    Yup!! Setuju sama kak liana, kalimat terakhirnya nacep beuh sakitnya tuh disini:”< aku baca dari awal hingga akhir HUHU YAAMPUN JO KAMU KOK KAYA GINI manis manis sepet agak perih gitu auranya ((apaan))
    Btw Jo kamu ngabisin permen coklat sendirian apa ga diabetes?:"< aku ngeliat kamu sedetik aja manisnya udah kaya mau diabetes meletus:"

    Suka

    1. hallooow, dhan🙂
      iyaah emang aku suka ngayal kok, lah berhubung namanya mirip jadi kupengen deh :3 ngahahaha iyaah dia sekuat aku kalo makan cokelat. coklat is lyfe :3 makasih dah baca dan komen ya dhaan❤

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s