[IFK Movie Request] The Insider

jinclaire

Requested by Rizuki29

Casts Kim Jinhwan [iKON], Claire Jung [Rizuki’s OC] Genre Romance, fluff, college-life Rating PG-17 Duration Ficlet

© 2016 namtaegenic

:::::

 “Apronnya bagus.”

“Jadi, Caroline Jung—“

“Claire, Pak.”

“—di sebelah kananmu—lihat telunjukku, karyawan baru, kumohon, aku tidak akan menjelaskannya dua kali—adalah mesin espresso, mesin cappucino, dan bubuk-bubuk kopi dan susunya ada di rak sana, Heejin akan memperlihatkan dan mengajarkan semuanya padamu nanti, aku hanya menerangkan dasarnya saja. Jangan sampai kau salah dispenser.”

Di hadapan Manajer Han yang berusia pertengahan empat puluhan dan tampak perlente dengan penjepit dasinya, Claire mengangguk-angguk, berusaha menunjukkan raut seserius mungkin untuk memberikan kesan bahwa ia tidak main-main—Claire memang tak pernah main-main dengan pekerjaan paruh waktunya, tapi beberapa orang memang perlu diyakinkan.

Sepeninggal manajer itu, Son Heejin, salah satu karyawan di kafe kopi yang ditunjuk untuk membimbing Claire, menepuk bahunya penuh simpati.  “Manajer Han memang cerewetnya seperti ibu-ibu. Tapi percayalah, dia manajer yang tidak akan pernah mengancam akan memotong gajimu atau apalah. Jadi, ada yang mau kautanyakan?”

Claire menggeleng dengan sopan. Ia menjelaskan pada Heejin, bahwa sebelum di sini, ia sempat mengambil kerja paruh waktu di kafetaria rumah sakit. Bukan spesialisasi kopi seperti ini, memang. Tapi setidaknya ia punya sedikit pengalaman.

“Baiklah, Claire. Aku tahu aku bisa memercayaimu. Jadi ….” Heejin melangkah mundur hingga sejajar mesin kasir. “… aku akan mengajarimu caranya mengoperasikan mesin kasir dan prosedur melayani tamu.”

Kedua mata Claire membelalak. “Ng, anu, apakah tidak apa-apa jika Kak Heejin … maksudku, aku karyawan baru dan ….”

“Manajer Han sudah setuju mengenai semua karyawan harus bisa mengoperasikan mesin kasir. Jika aku sedang ke toilet lantas ada tamu, atau aku berhalangan hadir. Kehormatan mesin kasir ini kuserahkan padamu.” Heejin mengerling jenaka, membuat Claire berpikir bahwa kalimat kehormatan mesin kasir tersebut sengaja dilebih-lebihkan senior itu agar ia bisa sesekali melepaskan diri dari tanggung jawab. Bagaimanapun Heejin ramah dan mengayomi, belum apa-apa Claire sudah menyukainya.

Kafe dibuka pukul delapan, di bawah tanggung jawab Heejin dan Claire. Gadis itu sendiri mulai bekerja pukul delapan sampai pukul tiga sore untuk hari Senin dan Jumat, sementara hari lainnya ia memulainya dari pukul tiga sore hingga pukul sembilan malam—semua sudah menyesuaikan jadwal kuliahnya.

Bunyi kling yang merdu dan damai dari arah pintu refleks membuat Heejin mengucapkan selamat datang.

Claire tersentak. Kim Jinhwan membuka pintu kafe dengan santai.

“Nah, sekarang aku mau lihat bagaimana kau di balik mesin kasir ini, Claire. Coba praktekkan pada tamu kita ini.” Heejin—seakan melakukan sebuah skenario bertema ‘kebetulan’ seperti di drama-drama—lantas bergeser dan bertukar tempat dengan Claire. Merasa perlu menyabar-nyabarkan dirinya sendiri, Claire menampilkan senyum menyambut tamu seramah yang ia bisa. Pura-pura tidak kenal, pura-pura tidak kenal.

Heejin pergi ke dapur, membawa cangkir-cangkir yang digunakan para tamu yang minum di tempat. Kini tinggal Claire dan Jinhwan, berdua saja, karena secara harfiah, tidak ada yang sedang mengantre di belakang pemuda itu. Profesional, Claire Jung. Profesional.

Tapi Claire tidak bisa bersikap layaknya profesional di depan Kim Jinhwan tanpa persiapan sama sekali. Suaranya seperti seseorang yang tidak sengaja menelan permen pelega tenggorokan.

“Selamat pagi. Take away atau minum di tempat?”

Jinhwan, untuk sepersekian detik, tidak memberikan jawaban apa pun. Ketika Claire mengangkat wajah, dilihatnya pemuda itu sedang membaca menu. Syukurlah, tampaknya ia bisa diajak bekerjasama.

Americano. Take away.”

Jemari Claire menekan beberapa tombol menu dan harga di mesin kasir, lantas menyebutkan nominalnya.

“Buat tiga gelas.”

Menghela napas gugup, Claire mengalikan nominal tersebut, dan menyebut harga lagi. Jinhwan menyerahkan uang beserta sebuah kartu anggota.

“Apronnya bagus.”

Jemari Claire berhenti di udara, lantas ia refleks memandang apronnya sendiri. Apron tersebut berwarna cokelat susu dan ada logo kecil dan tulisan nama kafe mereka. Heejin mengenakan apron ini juga. Tapi Jinhwan bilang bagus padanya. Apronnya bagus. Apronnya bagus. Bagus. Bagus.

“Tapi aku lebih suka jas laboratoriummu. Kau terlihat cerdas dan gagah mengenakannya.”

“Aku memang seperti itu.” Tak mau terbawa suasana, Claire buru-buru menggesekkan kartu keanggotaan kafe milik Jinhwan. Ia menyerahkan kembalian dan kartu tersebut pada Jinhwan, tepat ketika pemuda itu mengangguk-angguk.

“Kau memang seperti itu,” ujarnya. “Dosenmu pasti tahu itu.”

Darah Claire berdesir lembut, mengiringi detak jantungnya yang mengalami akselerasi tanpa komando. Gadis itu tidak bisa meredakan perasaan jenis apa pun saat ini—Kim Jinhwan selalu tahu kapan saja Claire mengalami hari buruk di kampusnya, atau ketika ia tidak sempat makan siang dan melewatkan makan malam karena mengerjakan tugas, atau beberapa dosen yang tidak kenal ampun padanya.

Kim Jinhwan memang sialan. Tapi Claire memaafkannya. Gadis itu kini menyunggingkan senyum mengejek. Niatnya sih mengejek.

“Yah, sana kau yang bilang pada dosenku. Dosen Choi cerewetnya minta ampun, tapi dia masih melajang. Datangi saja, siapa tahu dia naksir padamu.”

Kim Jinhwan tersenyum simpul dan mengangkat bahu. “Percuma dia naksir aku. Aku sudah telanjur naksir mahasiswinya.”

“Mahasiswinya tidak suka padamu, tenang saja.”

“Yang penting aku suka padanya.”

“Kaupikir gampang saja mendekati mahasiswinya lagi?”

“Gampang saja. Soalnya mahasiswinya pasti masih cinta padaku.”

Lihat, kan? Kim Jinhwan memang sialan.

“Bagaimana kalau mahasiswinya menolak?”

“Nah, barulah aku dekati dosennya.”

Claire tergelak tanpa sempat ia tahan. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menyudahi tawanya dengan: “Kau memang berengsek, Kim.”

“Aku tidak berengsek.”

“Oh ya? Kenapa?”

“Karena kau adalah Claire Jung.”

“Dan hubungannya adalah ….”

“Claire Jung tidak akan mengencani orang berengsek.”

“Sialan. Sudah sana pergi jauh-jauh!”

Jinhwan tertawa. Claire tertawa.

Jinhwan tersenyum. Claire tersenyum.

Jinhwan dan Claire bersitatap.

Jinhwan menghela napas. “Trims kopinya. Ketemu lagi nanti?”

Claire pernah mengimajinasikan sebuah skenario pasca putusnya hubungan mereka, di mana Jinhwan datang padanya dan minta maaf untuk yang kesejuta kali, tapi Claire hanya menyilangkan tangannya di depan dada dan mengangkat alisnya, lantas ia menolak Jinhwan untuk yang kesejuta kalinya pula, karena sudah tidak ada rasa cinta lagi darinya untuk pemuda itu. Claire yakin betul ia sanggup bersikap demikian.

Namun nyatanya Jinhwan di sini, di hadapannya, masih dengan senyuman lamanya yang sering Claire usir karena tidak mau pergi dari pikirannya. Claire tidak tahu apakah ia ingin kembali pada Jinhwan. Pemuda itu sudah terlalu sering meruntuhkan logikanya. Jadi, untuk saat ini, Claire tidak ingin bersikap sentimental.

Akhirnya Claire mengangkat bahunya dan mengangguk. “Sampai ketemu lagi, Kim.”

FIN

Namtaenote:

  • Kim adalah panggilan Claire untuk Jinhwan (sumber: blognya Riris).
  • Claire kuliahnya di jurusan apa pun yang pake jas lab (sumber: blognya Riris) (tapi saya nggak nanya lagi dia kuliah apaan)
  • Claire punya kerja paruh waktu di kafetaria juga (sumber: Blognya Riris). Makanya di sini aku masukin, pura-puranya dia pindah tempat kerjaan hahaha iyain aja tolong.
  • Jinclaire putus dan rikues Riris beraroma balikan!AU. Tapi karena Jinclaire adalah milik Riris, maka saya di sini hanya menulis salah satu prosesnya saja. Perihal mereka balikan atau enggak, saya serahin lagi ke penulis aslinya, Riris.
  • Thankyou Riris sudah rikues!

 

5 thoughts on “[IFK Movie Request] The Insider”

  1. seketika gagal pokus, gagal pokus sama cuap2nya kak. wekekekekek

    eh tapi jinclaire kiyowo bhak :v kiyowo2 minta ditabok gitu ihik,,

    aku berasa jadi mesin kasir nya, ngadepin sepasang mantan ini nostalgia :V :V

    bhay kak

    /ngilang/

    Suka

  2. Terlepas aku tidak tahu jinclaire tapi as usual aku tetep suka. (Apa yang aku gak suka dari tulisan kak eci wkwk)

    Aku kira pas lagi ngobrol berdua gitu heejin bakalan membuat kacau dengan ‘eh claire kerja yang bener’ atau apalah tapi ternyata lurus saja dan suka sama sifatnya jin yang keras kepala-tapi gemesin tapi nyebelin wkw.

    Pokoknya aku suka/?^^

    Suka

  3. jinan nya kyut banget banget oemjiii😍 rada kepedean jugasih kayanya ya dia…
    tapi dimaafkan kok simply bc he’s too adorable. #apasihdir

    fic nya manis sekaliii, fluff nya juga dapet banget. alurnya gak kecepetan, terus unik pula plotnya. aihh suka banget deh pokoknya hehe ;3

    semangat nulis terus pokoknya& salam kenal kakkk, aku dira, 99line hehe😊 /bows/

    Suka

  4. KAECII MAAFKAN DAKUH YANG BARU MERUSUH HUHUHUHUWWW hidup tanpa wifi memang tak seindah yg dipikirkan /sigh

    AKU KUDU KOMEN APA LAGI DONG KAAAKK. JUJUR SAMA KAKYEN AKU RUSUH DI CHATROOM NGOMONGIN FICNYA KAECI GIMANA DOONG DOSA NGGAA……? /krik
    Aku sama kayen saling tebar kepslok tukuunglah kaeci emang paling bisa nulis macem novel terjemahan giniii /.\ kaeciiii ini jinclaire fic paling manissssssssss maaniiisssssss bangeeeett yang pernah adaaa huhuhuhu baca fic ini bikin gemees gamau putud lagi sama jinaniii /ngek/ gamau tau kaak pokoknya aku ijin reblog hahahahahahaha biar bisa diabadikan/? momen termanisnyaaa❤

    KAECIII MAKASIIH BANYAAK KAAK UDAH TAKE RIKUESAN ALAYKUU HUHUHUHU MAKASIIH LOVE LOVEEE BUAT KAECII❤

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s