[FICLET] “EMOTION” – EMPTINESS

mingyuposter1

Kim Mingyu (Seventeen) – G – Sad/hurt – Ficlet

Tanpamu,aku hanyalah cangkang yang kosong,,,,,,,,,

Kamu meninggalkan aku bersama kehampaan ini

 

 

BODOH

.

PEMBOHONG

.

PECUNDANG

.

.

Kata-kata itu masih terngiang di telinga Mingyu, masih ingat jelas pelafalan yang tegas dan lantang keluar dari mulut gadis yang ia sukai.

.

Masuk ke dalam kedai kopi, dia melanjutkan tugasnya sebagai pegawai lepas. Senyum sapanya masih terpajang jelas di wajahnya, alih-alih tuntutan kewajiban dia memendam perih di dalamnya.

“Americano panas,”

Telinganya langsung menangkap dengan jelas setiap kata-kata yang keluar dari para pelanggan, kebanyakan adalah wanita. Mereka membeli secangkir kopi yang mahal dengan dalih menikmatinya melainkan hanya ingin memandang paras Mingyu semata.

Detik beralih menit, dan beralih ke jam. Sudah waktunya pulang untuk Mingyu. Rutinitasnya tidaklah ada yang berubah —Kuliah – kerja paruh waktu – pulang tidur — hanya saja suasananya yang berbeda. Beberapa meter ia menjauh dari kedai kopi, langkahnya terhenti, sepintas ia memerhatikan tangga menuju stasiun kereta subway.

Memejamkan mata sejenak untuk menelik waktu lalu yang menyayat, ketika gadis itu menampar pipinya memakinya dan bahkan menyumpahinya tanpa henti, tanpa celah ia berikan untuk menjelaskan situasinya. Selangkah demi selangkah Mingyu turuni anak tangga itu, air mata mengalir mengikuti langkah kakinya.

Terlalu muda untuknya menerima ini semua, penghinaan yang ia terima dari teman lelakinya tidaklah begitu menyakitkan, tetapi lain kata jika itu berasal dari gadis yang ia sukai. Gadis yang mengikat janji akan menjadi teman hidup, pendamping suka dukanya itu kini telah pergi dan sepertinya Mingyu telah telak ditipu.

.

Bodoh? Apanya yang bodoh, bodoh telah menjadi lelaki yang mencintaimu?

Pembohong? Siapa yang berbohong, aku atau kau?

Pecundang? Siapa?, setiap janji aku tetapi setip kata yang keluar dari mulutku benar adanya, pecundang kau kata?

.

Pertanyaan-pertanyaan itu terus mengusik pikirannya. Langkahnya terus berlalu dan tanpa sadari telah menuntunnya kepadang rumput awal semua cerita ini berawal. Ha, Mingyu mendesah begitu menyadari dirinya berdiri seorang diri di padang rumput malam hari.

Cerita bodoh cintanya ini telah membuatnya menggila, buram dari kejauhan Mingyu melihat sosok gadis yang membuat hatinya kacau. Gadis itu tersenyum padanya seakan menertawai dirinya yang sudah kacau dibuatnya. Semakin jelas gadis itu tertangkap oleh kedua retinanya, semakin jadi pula tangisnya.

“Kau-“ Mingyu masih sulit untuk berkata karena rasa sedihnya telah mengambil alih kontrol dirinya, sementara itu gadis di depannya itu terus menerus tersenyum melihat Mingyu yang sudah kacau olehnya.

Perlahan Mingyu mendekat, merentangkan tangannya dan memeluk gadis tersebut. Tangis makin jadi tatkala gadis itu hanyalah khayalan Mingyu semata, jatuh bersimpuh lutut Mingyu menyadari dirinya yang kian malang.

“Ma,,,af-“ Mingyu semakin mengeratkan dekapannya, “Maafkan aku tak bisa mengungkapkan isi hatiku di hari terakhirmu,”

Klimaks sudah semua kepedihan Mingyu, hanya deru tangis dan air mata yang mengalir deras yang tersisa untuk menggambarkan perasaan Mingyu saat ini.

 

Fin.

 

Cerita ini terinspirasi dari lagu baru MADTOWN “Emptiness” mungkin alur cerita dengan makna liriknya sedikit berbeda tetapi plot ini muncul begitu aja begitu melihat MVnya, dan jadilah ini cerita.

Awalnya ingin menggunakan Jota sebagai pemerannya, tetapi setelah beberapa kali membaca ff yang beredar aku melihat sedikit lebih cocok ke Mingyu.

Oh iya, sebagai clue, paragraf-paragraf awal sampai tengah adalah menceritakan tentang khayalan Mingyu jika gadis tsb belumlah meninggal yang meneriaki dirinya sebagai bodoh, pembohong dan pecundang karena tidak mau gentel mengungkap perasaan, yah gitulah garis besarnya.

 

One thought on “[FICLET] “EMOTION” – EMPTINESS”

  1. Pertama-tama sini aku peluk dulu untuk authornya yg menggunakan lagu Madtown 😚😚
    Aku cinta 7 pemuda gila itu 😂😂😂
    Oke kita kembali ke cerita ya. Aku boleh garuk tembok ga? Kok aku kek ngerasain sebelnya Mingyu yg dikatain (mungkin ini akibat ikatan kakak-adik di antara kami/*plak) 😂😂😂
    Terus tetiba baper trnyata meluknya cuma delusi. Kek cintanya oppa sama aku yg cuma delusi doang. hiks (curcol lagi)

    Lope lope untukmu authornim. Lam kenyal ya😍
    ~Della

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s