MARRIED WITH THE PRINCE [Part 1]

Married with the Prince

Title: MARRIED WITH THE PRINCE PART 1

Scriptwriter: Go Seung Ji^^

Main Cast:

  • Lee Rae In

Gadis desa, periang, pantang menyerah,

  • Lee Dong Hae (prince one)

Ice prince, pendiam, misterius

  • Choi Siwon (prince two)

Cool, cassanova, periang, baik hati, suka menolong

  • Cho Kyuhyun (prince three)

Evil prince, bawel, suka ganggu orang, menyukai tantangan, baik hati

  • Lee Sungmin (prince four)

Baik hati, misterius, banyak teka-teki

Sub Cast: All member Super Junior and other

Genre: Romance, Friendship, Family

Duration: still dont know…chapter 7 already

Rating: 17

++

Normal pov *

“Selamat pagi…”Sungmin mengucek-kucek matanya sambil menyapa Rae in yang sedang berkutat dengan masakannya ditemani kepala koki Kim Ryeowook.

“Pa…pagi” balas Rae in dengan muka seperti ini -_- ,karena gugup. Kepala koki Kim membungkukkan badannya pada majikannya itu. Kemudian Sungmin duduk di meja makan mewah berukuran 3×5 meter itu. Ia menyandarkan kepalanya di meja makan karena terlihat masih mengantuk. Tak lama kemudian Siwon keluar dari kamarnya dan menuju dapur dengan hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya.

“Good morning all…”sapanya dengan senyum menawan, tambah menawan dengan memperlihatkan ABS nya yang paling sempurna dari semua pria, ini menurut teman-temannya di sekolah. Melihat itu Rae in langsung menutupi mukanya.

“…omona…!”pekik rae in pelan.

“ini sudah biasa nona…jangan terkejut,nee”ucap kepala koki Kim dengan tersenyum.

“Yaa…! Siwon ah…kau ini,sebaiknya kau menghilangkan kebiasaanmu tidur dengan telanjang itu…kau bisa masuk angin tahu”Sungmin ketus.

Siwon tidak mendengarkan perkataan hyungnya dan mengambil sebuah air mineral dari dalam kulkas king size berwarna silver metallic di dapur itu.

“pak Kim…persediaan air mineralku sudah hampir habis,,,nanti tolong diisi lagi. Kau tahu kan aku hanya bisa minum air dengan merk ini?”Siwon mengacungkan botol minuman itu.

“Ne, algesumnida tuan muda…”lagi-lagi Ryeowook ssi  membungkukkan badannya. Siwon kemudian duduk di salah satu kursi di meja makan itu. Rae in hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Siwon itu. Tak lama kemudian Kyuhyun datang masih dengan piyama kesayangannya berwarna ungu dengan bermain PSP,ia langsung duduk begitu saja bergabung dengan yang lain dengan terus berkutat dengan permainan game nya. Sambil sesekali menguap.

“Ryeowook ssi,,,susu cokelat hangat…!”pekiknya.

Buru-buru Ryeowook ssi mengambilkan susu cokelat hangat yang telah dibuatnya tadi dan menyodorkannya ke hadapan Kyuhyun.

“Ya…Ya…!,kau tidak bisa hidup tanpa game ya…”ucap Siwon. Yang diajak bicara hanya memandang dengan tatapan setannya bermaksud protes dengan apa yang diucapkan hyungnya barusan.

“Bukan urusanmu hyung…”ucapnya ketus. Rae in meletakkan sepiring besar bulgogi buatannya di meja makan tangannya bergetar mendengar percakapan mereka.

“ugh…mereka sungguh aneh…”pikir Rae in. Ryeowook ssi membantu Rae in menata berbagai makanan di meja itu. Beberapa menit setelah itu Donghae datang dengan setelan jaz mewah dipadu dengan dasi berwarna biru muda,terlihat sangat menawan. Tanpa berbicara Donghae duduk bergabung dengan mereka semua. Seperti mengerti Ryeowook ssi langsung meletakkan segelas susu putih hangat di hadapan Donghae.

“Ghamsahamnida …”ucapnya pelan tanpa mempedulikan orang-orang disekitarnya. Yang lain pun tidak menyapa dan sibuk dengan fikiran masing-masing. Kemudian Rae in melepaskan celemeknya dan duduk bergabung bersama mereka di meja makan. Rae in gugup berhadapan dengan keempat laki-laki itu,berada di sebuah rumah yang lebih pantas disebut sebagai  sebuah istana. Dengan segala fasilitas kelas atas yang sangat mewah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“uuuuuughhh…aku bisa gila jika seperti ini” ucap Rae in dalam hati. Ia tidak tahu kenapa dia sekarang harus berada di antara orang-orang ini dan berada di tempat seperti ini. Padahal baru dua hari kemarin ia bisa bermain-main sepuasnya di kebun lotus yang ada di desa tempat tinggal nya Seokchu dengan kedua adiknya laki-lakinya.

Flashback*

Di Seokchu. Malam hari setelah pemakaman kakek.

“Rae in ah…sebelum meninggal kakek memberikan sebuah surat wasiat untukmu…”ucap eomma.

“ndee…?untukku…”ibunya mengangguk dan menyeka air matanya.

“kau harus melaksanakan wasiat dari kakekmu itu, ini adalah permintaan terakhirnya sebelum meninggal Rae in ah…”

Aku hanya menunduk. Aku tahu saat kakek meninggal aku sedang berada di sekolah untuk ujian kenaikan kelas.dan aku tidak bisa menemaninya di saat-saat terakhirnya. Air mataku menetes begitu saja.

“Kau harus menikah Rae in ah…”ucap eomma beberapa saat kemudian,dan itu membuatku sangat terkejut.

“mwo…..??!!…menikah?”tanyaku dengan suara keras. Mataku membulat.

“kau harus menikah dengan orang pilihan kakekmu…aku tidak tahu seperti apa detailnya tapi mulai besok kau akan tinggal di Seoul di rumah calon suami mu…”jelas eomma.

Aku memandang eomma tajam. Bisa-bisanya eomma menyuruh anaknya menikah.aku baru saja naik kelas 3 SMA.-_-

“Eooomaaaa…!!! Ini sungguh tidak masuk akal arra,,,aku masih ingin kuliyah,andwae…aku tidak mau menikah…!”protesku.

“Rae in ah….”wajah eomma memelas.

“aku bisa menuruti semua apa yang diperintahkan oleh kakek…tapi tidak untuk yang satu ini!”aku tetap kukuh pada pendirianku.

“apa kau mau eomma bunuh diri karena malu di hadapan leluhur…?apa kau mau eomma dihukum dewa karena tidak melaksanakan permintaan terakhir kakek,apa kau mau seperti itu…!”badan eomma merosot di lantai, dia terlihat sedang pura pura menangis.

“Keunde eommaaa…ini sangat tidak masuk akal, aku tidak mau kehilangan masa mudaku…eotohkheee”aku menghentak-hentakkan kakiku di lantai. Aku membayangkan aku tengah mengandung sembilan bulan sambil mmmengerjakan ujian nasionalku.

“Andwaee…!!!”

“Pokoknya eomma tidak mau tahu…!! besok jemputan dari Seoul akan datang,jadi bersiap-siaplah…jika kau tidak menurut, jangan panggil aku eommamu…!”ucap eomma ketus sambil meninggalkanku sendiri di ruangan itu.

“kenapa ada orang tua seperti ini…apa eomma tidak ingin putrinya bahagia?ugh…..”ucapku dalam hati…aku menangis sejadi-jadinya. Dan juga kenapa mendadak sekali. Bahkan aku tidak sempat mengucapkan perpisahan kepada teman-teman dan guruku di sekolah. Aku menangis lebih keras.

*Esok paginya

Sebuah mobil mewah datang ke desaku yang tentram. Limousine putih metallic kini telah bertengger di depan rumahku yang kecil. Bahkan mobil itu tidak bisa masuk ke halaman rumah, hanya di belakang pagar. Dan itu membuat semua tetangga berkumpul karena penasaran dengan apa yang terjadi  di rumahku.

aku menjinjing dua koper besarku ke ruang tamu dengan mata berkantung dan bengkak. Yah benar, aku tidak bisa tidur semalaman memikirkan apa yang akan terjadi padaku setelah aku melangkahkan kakiku keluar dari rumah ini. Dua orang laki-laki berjaz hitam dan berkaca mata hitam membungkukkan badan kepadaku. Aku merasa risih diperlakukan seperti itu. Aku seperti seorang tawanan yang akan dibawa ke pengasingan. T_T

“Rae in ah…mereka adalah utusan yang akan mengantarkanmu ke rumah calon suamimu”kata eomma dengan nada tertahan.

Sepertinya eomma juga sedih melihat aku akan pergi. Tapi tetap saja aku masih kesal dengan eomma. Aku memperhatikan dua laki-laki itu. Mereka lebih mirip body guard daripada seorang supir atau utusan.

“mari nona…kita berangkat, nyonya besar sudah menunggu”ucap salah seorang dari mereka setelah menutup ponselnya. Aku mengangguk. Laki-laki yang satunya mengangkat koper-koperku ke mobil. Aku mendekati kedua adik kembarku.

“Jun ho ya…Jin ho ya…kalian tidak boleh nakal ya…harus menurut dengan eomma,noona akan mengunjungi kalian nanti…arajji”aku membelai rambut kedua adikku itu. Mereka mengangguk-angguk.

Setelah itu aku memasuki mobil yang sangat panjang yang belum pernah aku naiki sebelumnya. Mulutku menganga melihat mobil itu yang lebih mirip sebuah mini bar di dalamnya. Dengan furniture kelas atas lengkap dengan seorang bartender yang siap melayani siapa saja yang masuk ke dalam limousine itu. Bartender itu membungkukkan badan kepadaku dan mempersilahkan aku duduk. Aku memperlihatkan sekeliling. Hampir smua furniture yang ada dalam mobil itu terdapat inisial “S”.bahkan baju koki yang digunakan oleh bartender itu juga bertuliskan inisial “S”. Aku berfikir orang yang memiliki semua ini mungkin lebih kaya dari presiden korea kurasa. Aku kira harga mobil ini lebih mahal dari harga rumah dan tanah orang tuaku. Aku berfikir apakah calon suamiku sekaya itu. Dan kenapa dia mau menikah denganku yang hanya gadis desa yang masih berumur  18 tahun ini. Berbagai macam pikiran mulai berdatangan dikepalaku.

aku merasakan limousine ini mulai berjalan.

“Selamat tinggal masa mudaku yang indah….”ucapku dalam hati. Aku memandang rumah mungilku hingga mobil itu menjauh. Aku memandanginya sambil menangis.

“eomma tega sekali kepadaku…”ucapku desela isakanku.

Satu  jam berlalu. Di dalam mobil itu aku berfikir keras. Aku tidak pernah membayangkan hidupku akan berubah dalam sekejap dalam hitungan jam. Aku harus jauh dari keluargaku dan akan menikah di usia semuda ini. Aku membayangkan calon mertuaku yang kaya dan menyeramkan dan seperti seorang dictator. Yang mau menjodohkanku dengan anaknya. Atau mungkin aku akan dijual. Oh tidaaaaak….Akh…aku tidak bisa berfikir jernih lagi. Berbagai kemungkinan yang aku bayangkan membuat kepalaku pusing. Aku menyandarkan kepalaku di shofa panjang itu. Mobil ini terlalu luas untukku dan aku tidak bisa memandang ke depan. Seluruh mobil tertutup hanya ada jendela kecil dengan gorden yang sepertinya terbuat dari serat emas. Hal itu membuatku mual. Kebiasaanku dari kecil aku selalu mabuk jika berada dalam kendaraan. Aku memejamkan mataku menghilangkan rasa mualku.

“apakah masih jauh?”tanyaku pada bartender itu.

“setengah jam lagi kita akan sampai nona…”ia meletakkan segelas minuman soda kepadaku. Aku langsung meminumnya karena kata eomma minuman soda bisa menghilangkan mual. Setelah minum soda mual ku berkurang. Tapi beberapa menit kemudian aku mulai mual lagi -_- *sungguh tidak elit.

Ugh…aku sudah lelah menahan mualku ini. Semoga saja aku tidak sampai muntah. Aku tidak bisa membayangkan pemilik mobil ini akan meminta ganti rugi beberapa juta won jika aku sampai mengotori mobilnya. Setengah jam kemudian mobil itu berhrnti. Aku merasa lega dan keluar dari mobil itu setelah seorang laki-laki membukakan pintu untukku.

Aku terhenyak melihat pemandangan di depanku. Beberapa orag dengan setelan jas berbaris di sisi kanan tepat di depanku. Dan beberapa orang perempuan dengan baju mermaid berbaris disisi kiri. Mereka berbaris hingga pintu masuk sebuah rumah yang sangat mewah bergaya italia. Aku belum pernah melihat rumah semewah ini sebelumnya.

“Selamat datang nona…”ucap mereka serempak menganggukkan badan kepadaku. Aku merasa canggung. Aku seperti diperlakukan bak putri raja. Aku membungkukkan badanku membalas mereka. Salah seorang laki-laki diantara mereka berjalan ke arahku. Tubuhnya tegap tinggi dan rambutnya panyang sebahu dibiarkan begitu saja.

“Selamat datang nona…Kim Heechul imnida”ia menganggukkan kepalanya. Aku membalasnya.

“anyeonghaseyo Lee Rae in imnida…, chogieyo…bolehkah aku tahu sekarang aku berada dimana?”tanyaku sambil memijit-mijit kepalaku.

“anda berada di distric Gangnam…Seoul”

Aku memandang sekeliling. Aku pernah mendengar temanku mengatakan bahwa Gangnam adalah lingkungan yang sangat mewah yang dihuni orang-orang dari kelas atas. Dan benar juga semua  terlihat mewah. Rumah itu halaman depannya sangat luas dan tak kalah mewahnya.

“mari ikuti saya nona…”Heecul ssi berjalan memasuki rumah itu. Aku mengikuti di belakangnya. Saat memasuki rumah itu aku seperti memasuki sebuah istana. Semua furniture yang ada di dalamnya hingga bentuk rumah dan perhiasannya sangat mewah dan mengagumkan.mulutku sampai menganga melihatnya. Heechul ssi hanya tersenyum melihat kelakuanku.

“Chogieyo Heechul ssi…aku ingin ke kamar mandi”ucapku tiba-tiba. Perutku terasa mual dan aku ingin muntah.

“Nona tidak apa-apa?”

Tanya Heechul ssi cemas.

“aku selalu mabuk kendaraan…mianhae”aku mengelus-elus perutku dan memaksa tersenyum. Tapi aku kira senyumanku lebih terlihat seperti menangis. Eurm,,,

“disebelah sini…”Heechul ssi buru buru menunjukkan sebuah ruangan yang ia sebut kamar mandi. Tapi menurutku tempat ini lebih mirip dengan tempat sauna kelas tinggi. Lebar kamar mandinya lima kali lebih lebar dari kamarku yang ada di rumahku di desa. Akh…perutku mual sekali.aku tak tahan lagi dan segera memuntahkannya di westafel.

 “uhuk…uhuk…”

Setelah puas memuntahkan isi perutku aku membersihkan mulutku.

“naik mobil semewah itu aku tetap saja mabuk kendaraan…sungguh tidak berkelas”umpatku pada diriku sendiri. Kemudian aku keluar dari kamar mandi itu.

“apa kau tidak apa-apa…..?”sebuah suara mengagetkanku. Di luar kamar mandi itu telah berdiri namja manis dengan sweater pink dan menyerahkan sebuah handuk kecil kepadaku.

“ah…gwen… gwentjhana…”ucapku terbata-bata.

Aku menerima handuk itu sambil terus memperhatikannya. Namja itu lebih mirip seperti model. Kulitnya putih dan telihat bercahaya. Ia tersenyum padaku. Setelah memberikan handuk itu dia berlalu menjauh.

“siapa laki-laki itu…?”tanyaku dalam hati.

“anda sudah selesai nona…mari ikut saya”Heechul ssi datang. Aku mengangguk dan mngikutinya. Heechul ssi membawaku ke sebuah ruangan yang aku kira itu adalah ruangan utama di rumah itu.

“Selamat datang cucuku…!”ucap seorang halmeoni yang terlihat sangat cantik walau usianya sekitar 50 tahun. Nenek itu mendekatiku.

“ndee…anyeonghaseyo halmeoni…Lee Rae in imnida”sapaku sambil tersenyum manis pada nya.nenek itu mendekatiku dan membelai rambutku pelan. Matanya terlihat berkaca-kaca.

“kau cantik sekali…benar-benar sangat mirip dengan Hyuk Joo…”ucapnya menyebut nama kakekku. Aku terkejut. Kata eomma aku memang sangat mirip dengan kakek Hyuk Joo.

“ndee…ghamsahamnida. Nenek mengenal kakekku…?”

“duduklah…aku akan member tahukanmu sesuatu”nenek itu mengajakku duduk berdampingan di sebuah shofa bergaya eropa. Dia menggenggam tanganku dan mulai bercerita. Aku mendengarkan dengan seksama. Sedangkan Heechul ssi tetap berdiri di dekat pintu.

Siang itu aku telah berada di sebuah kamar mewah yang telah di dekorasi khusus untuk seorang yeoja. Berwarna cerah dan sangat nyaman. Heechul ssi menyuruhku istirahat karena malam ini akan ada sebuah pesta keluarga. Katanya aku akan dipertemukan dengan calon suamiku. Lebih tepatnya acara pertunangan. Aku merebahkan badanku dengan terus mengingat-ingat perkataan nenek tadi. Ternyata nenek itu bernama Shin Mi Rae. Dia adalah kekasih kakek saat mereka kuliah dahulu. Mereka saling mencintai dan berencana untuk menikah. Akan tetapi pernikahan mereka dilarang oleh keluarga nenek dengan alasan status social. Kemudian nenek dinikahkan dengan anak seorang konglomerat di Seoul ini. Suami nenek adalah orang sangat kaya raya sehingga nenek mendapatkan warisan setelah setahun yang lalu suaminya meninggal. Setelah suaminya meninggal nenek mencari keberadaan kakek dan mereka bersepakat berjanji untuk menjodohkan cucu mereka.

Karena cinta mereka yang dilarang di masa lalu maka mereka akan mewujudkannya pada cucu-cucunya. Aku merasa aku hanya menjadi permainan demi kisah cinta kakek dan nenek -_-. Akan tetapi melihat nenek yang menangis dan bersungguh-sungguh mencintai kakekku aku pun luluh dan berjanji akan menuruti semua permintaan nenek. Aku mengingat kata-katanya tadi.

“aku ingin aku dan kakek mu bersatu…kakekmu adalah semangat hidup nenek, sebelum nenek meninggal nenek ingin melihat kau menikah dengan cucuku.aku mohon…”ucapnya sambil menangis.

Aku menghembuskan nafasku dengan berat. Aku akan bertemu dengan calon suamiku nanti malam. Ah…tidak lebih tepatnya aku akan ditunangkan nanti malam. Oh tidak…aku harap ini hanya mimpi. Aku mencubit pipi kananku

“aaaaa’…!” sakit…ini adalah sebuah kenyataan.

Aku tidak sabar ingin menghubungi sahabatku dekatku Jae Hee yang telah pindah ke gangnam setahun yang lalu karena ibunya dinikahi oleh konglomerat dari gangnam juga.walau kami tidak satu sekolah,kami tetap berhubungan lewat telephon. Akan tetapi aku urungkan niatku untuk menghubungi Jae Hee.aku akan menghubunginya setelah statusku di rumah ini sudah jelas. Aku masih merasa asing berada di sini. Tak lama kemudian aku terlelap. Entah berapa lama aku tertidur aku bangun saat ada seseorang membangunkanku. Heechul ssi menggoyang-goyangkan tubuhku.

“eung…”aku bangun dan menggeliat.aku melihat sekeliling.

“Sudah sore nona,,,anda harus bersiap-siap untuk pesta”ucap Heechul ssi yang berprofesi sebagai kepala pelayan utama di rumah itu. Aku mengetahuinya saat di ruangan nenek Shin tadi siang. Aku segera bangun karena melihat lima orang pelayan berbaju mermaid tlah berdiri di hadapan ranjangku.

“mereka adalah pelayan yang akan membantu nona berdandan”

Aku menganggukkan kepalaku pada mereka semua.setelah itu Heechul ssi keluar dari kamarku. Aku dilayani dengan hormat oleh pelayan-pelayan itu. Mereka telah menyiapkan bath thub dengan kelopak bunga mawar yang tersebar di atasnya. Dengan beberapa lilin aroma therapy disekelilingnya. Mereka melepas bajuku dan memandikanku. Menggosok tubuhku dan membersihkan rambutku.

Mereka seperti menyiksaku karena menggosok badan dan rambutku dengan keras seakan aku ini kotor sekali. Akan tetapi benar saja. Aku memang jarang merawat tubuhku saat di desa. Pergi ke sauna juga pada saat musim dingin saja. Itu pun setelah dipaksa eomma. Aku menuruti para pelayan itu.

Mereka tidak hanya membersihkan badanku tapi juga tangan dan kakiku beserta kuku-kukunya.Satu jam sudah mereka membersihkan ku. Kini aku bisa bernafas lega duduk di depan cermin.

“kami akan mendandani nona…”ucap salah seorang dari mereka. Aku mengangguk menjawabnya. Mereka mulai mendandaniku. Mengeringkan rambutku dan memberiku make up dan memakaikanku gaun yang indah.

Setelah satu jam aku diperbolehkan bercermin. Dan aku sangat terkejut melihat penampilanku di cermin. Ini seperti bukan diriku sendiri. Dengan gaun berwarna violet dan rambutku yang panjang dibiarkan terurai begitu saja hanya disematkan sebuah penjepit rambut bunga mawar berwarna senada dengan gaun yang aku kenakan diselipkan di sisi kiri.

“cantik,,,” gumamku. Gaun yang aku kenakan terlihat indah dan mewah. Begitu juga dengan high heels yang aku kenakan saat ini. Bertabur batu safir berwarna ungu muda juga. Sangat indah hingga kaki ku pun terlihat cantik.

“Waaa…yeoppodaaa”ucap Heechul ssi saat memasuki kamarku.

“Ghamsahamnida…”balasku santun.

“khajja…pestanya akan segera dimulai”

Kami keluar dari kamarku dan menuju ke aula depan. Aula itu telah didekorasi menjadi sebuah pesta malam yang hangat dan berkelas. Kepala koki Kim Ryeowook  telah berdiri diantara meja-meja berisi makanan,minuman dan kue-kue yang mewah. Ternyata sudah banyak yang datang.

Aku dibimbing Heechul ssi bergabung dengan nenek. Nenek pun memperkenalkanku pada kolega-koleganya. Aku sangat terharu ketika nenek memperkenalkan aku dengan anggota keluarganya dengan sangat baik. Seakan-akan aku sudah menjadi anggota keluarganya sejak lama. Dan kolega-kolega itu tak henti-hentinya memuji kecantikanku. Aku berterima kasih dan merasa sangat malu. Akan tetapi Heechul ssi menenangkanku. Dia tidak berdiri jauh dariku ia selalu mengikuti kemana aku dan nenek berjalan. Setelah selesai menyapa kolega-kolega nenek mengajakku berdiri di salah satu sudut ruangan itu. Seorang pelayan datang membawakan koktail.tiba-tiba lampu dipadamkan.

“mari kita saksikan pertunjukan musical dari pewaris SHINJOO GROUP”ucap pembawa acara.  Aku merasa jantungku berdetak lebih kencang. Aku gugup akan mengetahui orang yang akan menjadi calon suamiku nanti. Aku tak sabar lagi. Tanganku terasa dingin. Heechul ssi mendekatiku. Tak lama kemudian lampu menyala. Di tengah-tengah aula telah berdiri empat namja tampan. Mereka masing-masing membawa alat music. Dengan salah seorang menjadi vokalisnya. Mereka mulai menyanyikan sebuah lagu “sorry-sorry answer ballad version” yang dipopulerkan oleh boy group ternama di Korea Selatan Super Junior.

Hey – Whoooahh whoah

<p>I will love you tonight</p> <p>Michidorok neol wonhago isseo yeah</p> <p>Dan harurado neo eobsi an doeneun nan oh~ baby</p> <p>I hold you in my arms ojik geu sarange simjangi ttwineun geol</p> Nan jeomjeom sumi makhyeowa ireoda jukkesseo I want you baby

 

<p>Neomu neomu areumdawo ne moseube neogsi ppajyeobeorin na</p> <p>Ppajyeobeorin na</p> <p>Geujeo ne nunbiche saro japhyeo gogaejocha dollil sudo eomneun na</p> <p>Babo gateun na</p> <p>Gaseum teojyeo beoril geot gata neoui soneul jabeumyeon ne ipsure ip</p> <p>Matchum halttaemyeon</p> Geunyeomani naege jooin ilsu itneun geol I’m a slave for you~ <p> </p> <p>Sorry sorry sorry sorry naega naega naega meonjeo nege nege nege</p> <p>Ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo baby</p> <p>Shawty shawty shawty shawty nuni busyeo busyeo busyeo sumi makhyeo</p> <p>Makhyeo makhyeo naega michyeo michyeo baby</p> <p>Sorry sorry sorry sorry naega naega naega meonjeo nege nege nege</p> <p>Ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo baby</p> <p>Shawty shawty shawty shawty nuni busyeo busyeo busyeo sumi makhyeo</p> <p>Makhyeo makhyeo naega michyeo michyeo baby</p> Nan nan nananana nanana nana nanana nana nanana (lalalala) <p> </p>

Aku memperhatikan mereka. Ada empat namja, aku tidak bisa tahu yang mana calon yang akan menjadi calon suamiku. Mereka berempat terlihat sangat kharismatik. Sama-sama tampan dan berwibawa. Pantas saja mereka adalah seorang pewaris. Lebih tepatnya mereka adalah pangeran. Aku terkejut melihat salah satu dari mereka adalah namja yang memberiku handuk tadi pagi saat di toilet. Ia mengenakan jaz berwarna pink muda. Tapi ia tetap terlihat macho dan keren.

“mereka semua adalah para pewaris SHINJO GROUP”bisik Heechul ssi di telingaku. Aku mengangguk-angguk.

“yang memainkan piano dengan jaz pink itu adalah Lee Sungmin, 25 tahun. pewaris utama SENDBILL GROUP…salah satu perusahaan elektronik ternama di Korea. Dia adalah cucu tertua keluarga Shin. Cucu dari anak pertama nyonya Shin”

‘Oh namja itu bernama Lee Sungmin’ucapku dalam hati.

“yang memegeng guitar memakai jaz warna biru tua,dia adalah Lee Dong Hae, 24 tahun. pewaris tunggal SEA GROUP,sebuah perusahaan property yang menangani ekspor impor property ke luar negeri. Dia adalah cucu dari anak kedua nenek. Kedua orang tuanya telah meninggal dunia sehingga kini dia yang menghandel perusahaannya sendiri sambil kuliyah”

‘pantas saja dari wajahnya ia terlihat kesepian…semuda itu menjalankan perusahaan.wah hebat’

“yang memegang saxophone,memakai jaz hitam adalah Choi Siwon, 23 tahun. Dia adalah pewaris tunggal HYUNDAI GROUP. Kau pernah dengar HYUNDAI GROUP khan?ia adalah cucu dari anak ketiga nyonya Shin,yang merupakan keluarga terkaya di keluarga Shin”

Aku menganga mendengarnya. ‘Pantas saja dia terlihat lebih mencolok diantara yang lainnya. Selain tampan ia juga kaya. Keluarganya adalah pemilik Hyundai mart se Korea Selatan. Ia adalah yang tertampan diantara empat namja itu’fikirku lagi.

“dan yang terakhir yang menjadi vokalis adalah Cho Kyuhyun, 22 tahun. Pewaris utama keluarga Cho yang memiliki beberapa universitas dan beberapa hotel ternama di Korea selatan.dia cucu dari anak bungsu nyonya Shin. Apakah anda sudah mengerti…?”Tanya Heechul ssi mengakhiri ceritanya.

“Ah..ndee.algesumnida,keunde…siapa yang akan menjadi calon suamiku Heechul ssi?”tanyaku lagi. Heechul ssi diam dan tak menjawab. Keempat namja itu telah selesai memainkan lagunya diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah dari semua yang hadir di situ. Setelah semuanya selesai bertepuk tangan keempat namja itu meletakkan alat musiknya dan berbaris di depan. Nenek Shin mengajakku mendekati mereka. Kini aku dan keempat namja itu berhadapan denganku hanya dengan jarak satu meter.

“cucuku…ini adalah calon istri kalian…”ucap nenek sambil tersenyum.

‘whattt…?kalian?apa aku tidak salah dengar’ucapku dalam hati. Nenek kemudian memandangku.

“Rae in ah…mereka adalah calon suamimu…”

“n….n….ndeee….???!!!!!!!!!”tanyaku terkejut setengah mati. Oh tuhan apakah aku harus menikah dengan keempat pria ini. Aku rasa langit-langit aula ini runtuh menimpaku. Aku masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan nenek Shin barusan. Aku memandang empat namja itu. Sungmin memberikan senyum termanisnya kepadaku sambil melambaikan tangannya seakan berkata ‘kita bertemu lagi’. Siwon tersenyum sambil memandangiku dengan mata nakal dari ujung rambut sampai ujung kakiku. Kyuhyun hanya tersenyum evil memandangku. Sedangkan Donghae Ia hanya memandangku tanpa ekspresi kemudian melihat jam tangannya seakan tidak peduli aku disitu atau tidak. Benarkah mereka calon suamiku??? Aku menatap mereka ber empat dengan mata sebulat bola.

 Flashback end*

Rae in pov*

Dan disinilah aku berada sekarang sarapan pagi dengan empat orang pria yang sebelumnya belum pernah aku kenal bahkan bertemu pun tidak pernah. Aku seperti orang asing yang terdampar di sebuah kastil megah yang terdapat seorang ratu dan keempat pangeran di dalamnya.

Dan aku merasa menjadi orang asing di antara mereka berempat. Aku sangat enggan berada di tempat itu dan aku merasa tidak masuk akal akan dijodohkan dengan mereka berempat. Aku sempat marah dan protes tadi malam setelah pesta usai. Akan tetapi nenek memberitahukan bahwa mereka ber empat akan bersaing untuk mengambil hatiku. Hingga aku bisa jatuh cinta dengan salah satu di antara mereka. Dan orang itu lah akan menjadi suamiku nantinya. Aku benar-benar tidak tidak percaya degan apa yang aku dengar saat itu. Apakah mereka menganggap aku ini peserta TAKE ME OUT atau mereka hanya bercanda denganku. Aku sungguh sempat berfikir bahwa keluarga ini aneh. .

Aku tidak tahu bagaimana harus bersikap di depan keempat orang ini. Sejak pertemuan kami tadi malam mereka tidak berbicara padaku atau bahkan menyapaku untuk sekedar berkenalan. Mereka  seperti tidak menganggapku ada di meja makan itu. Hanya sesekali Sungmin ssi memandang ke arahku dan tersenyum sangat manis sambil menikmati bulgogi buatanku tadi. Aku pun membalasnya. Dia orang yang baik aku rasa. Sedangkan yang lain, mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kyuhyun makan sereal dengan masih tetap menggenggam PSP ditangannya. Donghae makan salmon salad sambil tangannya terus berkutat di layar laptopnya yang ia bawa ke meja makan. Sedangkan Siwon memakan pelan pancake sambil membaca Koran pagi. Aku sungguh tidak tahan melihatnya sarapan dengan sambil bertelanjang dada seperti itu. Aku melanjutkan makanku dan tidak peduli dengan keadaan di sekitarku. aku harus menambah asupan tenaga dalam tubuhku. Karena setelah ini aku akan sangat lelah kurasa.

TBC

 

2 thoughts on “MARRIED WITH THE PRINCE [Part 1]”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s