Who Are You? (Chapter 1)

Who Are You

Title: Who Are You?

Scriptwriter: Maru

Main Cast

  • Bang Yong Guk
  • Kim Nam Joon
  • Zelo

Support Cast:

  • A.P member
  • BTS member
  • EXO member
  • BTOB member
  • VIXX member

Genre: Friendship, crime, action (sedikit), comedy (?)

Duration: Chaptered

Rating: PG -13

Summary: Hanya ada satu kesempatan saat kau berjalan di jalan yang gelap ini.

Namja yang berada beberapa meter di depan ku itu jatuh secara tiba-tiba. Aku berlari mendekatinya, diikuti teman ku yang masih terlihat bingung.

“Apa hyung mengenalnya?”

Aniyo, tapi kita bawa saja namja ini.”

……………………………………………………………………..

Namjoon sedikit kaget ketika salah satu rekannya mengatakan bahwa ia diperintahkan untuk menghadap ketuanya. Padahal ia tengah menikmati tidurnya karena semalam ia tidak tidur untuk melaksanakan sebuah tugas. Namjoon pun berjalan melewati lorong dengan gagah layaknya polisi. Eum, sebernarnya tidak salah, sih, karena dia memang anggota polisi yang bahkan mempunyai lima anak buah.

     Sesampainya di ruangan ketua, ia duduk di hadapan ketuanya setelah dipersilahkan oleh sang ketua.

     “Hm … sebelumnya, aku ingin mengucapkan selamat karena kau sudah menangkap geng mafia itu. Dan sekarang mungkin aku akan menugaskan hal yang sama.” ujar ketua.

     Namjoon terdiam, namun dalam hatinya ia bersuka cita. Entah kenapa, Namjoon sangat senang saat dia dan anak-anak buahnya itu berjuang untuk membekuk geng mafia itu.

     “Ne, aku ingin kau menangkap N.G. Kau tahu, mereka benar-benar cerdik dan licin. Tapi sayangnya, ketiga anggota mu yang mengetahui hal ini memilih keluar karena tidak ingin berhadapan dengannya. Jadi tugasmu sementara ku tahan dulu. Sudah, itu saja.” kata ketua mengakhiri perbincangan mereka.

     Namjoon membungkuk memberi tanda hormat. Lalu ia berjalan kembali ke ruangannya.

     “Pabbo-ya!” teriak Namjoon sesampainya di ruangannya yang kini hanya diisi tiga namja termasuk dirinya.

     “Appo, Namjoon! Jangan teriak-teriak begitu.” omel salah satu anak buahnya.

     “Menyebalkan! Kenapa mereka keluar disaat kita sedang berjaya seperti ini?” gerutu Namjoon.

     Namja yang tadi mengomel kembali melanjutkan aktifitasnya, memakan cheese cake kesukaannya. Sedangkan namja yang satu lagi tidak mendengar omelan Namjoon karena ia memakai headset.

     Namjoon yang sudah panas kembali berteriak, “Kalian menyebalkan!”

~o0o~

Seorang namja tampak serius dengan laptop yang dibawanya. Ia melompat ke atas sofa tempat salah satu chingu-nya sedang duduk santai sambil menonton televisi. Tiba-tiba namja itu menyikut chingu-nya.

     “Jimin, lihat!” seru namja itu sambil menunjuk layar laptopnya.

     Namja bernama Jimin itu melirik layar laptop chingu-nya sekilas, lalu kembali menatap TV di hadapannya. “Mwo, Taehyungie? Bacakan saja, aku sedang serius menonton TV.”

     “Aish, kau ini menyebalkan sekali. Ne, aku bacakan, ya. Sekelompok perampok yang merupakan bawahan N.G. tertangkap setelah merampok sebuah bank. Kau dengar?”

     Jimin mengalihkan pandangannya ke arah Taehyung. “Mwo? Siapa yang tertangkap kali ini?”

     “Inisialnya CJ. Hm … mungkin Chaejin Hyung.” terka Taehyung.

     “Aish, kenapa Chaejin Hyung? Padahal aku belum sempat mengganti handphone-nya yang rusak karena ku. Apa hukumannya?”

     Taehyung membaca tulisan di laptopnya lagi. “Di sini tertulis Chaejin Hyung akan dipenjara selama lima tahun. Ah, lama sekali.”

     Tiba-tiba seorang namja yang sedang meminum bubble tea mendekati mereka. “Apa yang kalian bicarakan?”

     “Oh, Sehunie, kesini. Lihat, Chaejin Hyung tertangkap!” seru Taehyung.

     “Mwo? Jinjja?Namja itu merebut laptop Taehyung dan membacanya dengan seksama.

     “Bagaimana ini? Bagaimana kalau kita tertangkap? Aku tidak mau dipenjara lima tahun.” gerutu Jimin.

     “Eoh, kita bilang saja ke Yongguk Hyung untuk tidak merampok bank.” usul Taehyung.

     “Ne, itu ide bagus.” ujar Jimin menyetujui usul chingu-nya. “Sehunie, menurutmu bagaimana?”

     Sehun mengembalikan laptop itu ke Taehyung. “Entahlah. Tapi sejauh ini kita kan belum merampok bank, jadi tenang saja. Eum … malam ini aku dan Yongguk Hyung akan keluar sebentar ke markas N.G.”

     “Hm? Bukannya mobil kita masih di bengkel?” tanya Taehyung.

     “Ne … aku tahu itu. Nanti aku dan hyung jalan kaki saja.” kata Sehun.

     “Kalian sudah mendengar berita itu?” tanya seorang namja bersuara berat di belakang mereka.

     Ketiga namja itu menoleh.

     “Ne, hyung.” ucap Taehyung mewakili kedua chingu-nya.

     “Hyung, jebal! Aku tidak mau merampok bank. Aku tidak mau dipenjara selama lima tahun.” pinta Jimin.

     “Ah, kau ini bagaimana? Aku sudah berencana merampok bank besok.” kilah Yongguk.

     “Mwo? Shireo, aku tidak mau ikut!” seru Taehyung dan Jimin hampir bersamaan.

     “Yak, Park Ji Min! Bukannya kau menginginkan tablet keluaran terbaru itu? Dan Taehyung, kau memberikan sedaftar benda-benda aneh yang kau inginkan kepada ku. Bukannya untuk mendapatkan semua itu membutuhkan uang?” tanya Yongguk.

     “Ne, hyung. Tapi aku tidak mau ikut. Sehun dan Jimin saja yang pergi.” ujar Taehyung.

     “Kalau begitu kau tidak akan mendapat barang-barang keinginanmu.” balas Yongguk.

     Taehyung menggigit bibir bawahnya. “Ah, baiklah. Aku ikut. Tapi hyung janji akan membelikan semuanya, ya?”

     “Ne, aku janji.”

~o0o~

Sebuah ketukan pelan membangunkan Namjoon yang tertidur di kursinya. Ia mengangkat kepalanya dan mendapati kedua anak buahnya tertidur lelap. Namjoon segera beranjak dari kursinya dan membuka pintu. Didapatinya sesosok namja berseragam polisi menyunggingkan sebuah senyuman.

     “Ketua memanggilmu.”

     Lagi? Bukankah pagi tadi ia sudah dipanggil.

     Namjoon hanya mengiyakan. Dia pun pergi ke toilet sejenak untuk merapihkan penampilannya. Kemudian ia berjalan menuju ruang sang ketua. Setelah dipersilahkan masuk, Namjoon membuka pintu itu dan mendapati dua namja tengah duduk di hadapan ketua.

     “Ah, akhirnya kau datang. Eum … begini, tadinya aku ingin memberikan tugas N.G. ini kepada kelompok Kim Dong Hyun. Tapi kau tahu insiden yang menimpa dia dan ketiga rekannya, kan? Jadi, kedua anggota Donghyun akan masuk menjadi anggota mu. Dengan begitu, aku bisa memberikan tugas ini kepadamu.” ujar sang ketua.

     Namjoon terlonjak kaget. Ia hampir saja berteriak saking girangnya. Ya, dia sangat membenci N.G. Salah satu bawahan N.G. pernah merampok rumahnya dan hampir membunuh ibu-nya. Kali ini, ia benar-benar ingin balas dendam.

     “Dua namja ini yang akan menjadi anggota mu, Oh Kyung Soo dan Cha Hak Yeon.” kata ketua sambil menunjuk dua namja itu. “Baiklah, tugas selanjutnya akan kuberitahu nanti. Silahkan, kalian boleh keluar.”

     Ketiga namja itu membungkuk sebagai tanda hormat lalu berjalan keluar. Namjoon membawa kedua namja itu ke ruangannya. Sesampainya di ruangannya, Namjoon mendapati kedua bawahannya masih tertidur. Ia langsung mengambil sebilah tongkat kayu yang ada di dekatnya dan memukulnya ke meja tempat kedua namja itu menyandarkan kepalanya.
Ireona!” teriak Namjoon membuat dua namja itu terbangun.

     “Aish, hyung jangan teriak-teriak. Berisik.” ujar salah seorang dari mereka dan bersiap tidur lagi.

     “Yak, Jungkookie, Daehyun Hyung! Ireona, palli! Kita mendapat dua chingu.”

     Daehyun dan Jungkook mengangkat kepalanya.

     “Hm … bukannya mereka bawahan Donghyun Hyung?” tanya Daehyun dengaan mata setengah tertutup.

     “Ne, mereka akan menjadi anggota kita sekarang.” kata Namjoon.

     Dua namja itu masih memasang tampang datar.

     “Naneun Jeon Jung Kook imnida, aku paling muda di sini.” ujar Jungkook yang masih mengantuk.

     “Jung Dae Hyun imnida.” sahut Daehyun.

     “Naneun Cha Hak Yeon imnida. Eum … mungkin aku yang paling tua diantara kalian. Senang bertemu kalian!” seru namja yang memiliki warna kulit lebih gelap dibanding chingu-nya.

     “Oh Kyung Soo imnida. Bagapseumnida.” kata namja yang kelihatannya dingin itu.

     Jungkook mangut-mangut. “Hm, apa aku masih yang paling muda?”

     “Sepertinya begitu, aku dan Kyungsoo lebih tua dari Namjoon.” balas Hakyeon.

     “Eoh, tidak apa-apa, kok. Aku senang punya banyak hyung.” Jungkook kembali menyandarkan kepalanya ke meja.

     Namjoon menatap tajam kedua namja yang kini sudah terlelap. Namun ia langsung menyunging-kan sebuah senyuman ketika menatap kedua anak buah barunya itu.

~o0o~

Malam ini jalanan benar-benar sepi. Yongguk dan Sehun baru saja menyelesaikan urusan mereka di markas N.G. Mereka berjalan pulang di tengah derasnya hujan malam ini -dengan menggunakan payung tentunya. Sekitar lima puluh meter di depan mereka, tampak sesosok namja tengah berjalan pelan sambil menyeret kakinya. Yongguk menghentikan langkahnya. Sehun pun ikut berhenti.

     “Hm, wae, hyung?”

     Yongguk terdiam, ia masih memperhatikan namja itu. Sehun pun ikut-ikutan memperhatikan namja itu. Tiba-tiba namja itu terjatuh. Yongguk langsung berlari mendekati namja itu. Mata namja itu tertutup, sepertinya dia pingsan. Di wajahnya terdapat beberapa luka.

     “Apa hyung mengenalnya?” tanya Sehun yang berdiri di samping Yongguk.

     Yongguk menggeleng. “Aniyo, tapi kita bawa saja namja ini.”

     Yongguk mengangkat namja itu ke punggungnya. Sehun yang memegang payung memayungi Yongguk dan membiarkan sebagian tubuhnya basah karena air hujan.

~o0o~

Pagi ini, tampak empat namja tengah duduk di ruang makan sambil menyantap makanan mereka masing-masing. Awalnya suasana benar-benar hening hingga sebuah insiden terjadi.

     “Uhuk … uhuk … a … air … Jiminie … ambil kan air … uhuk.” ujar Taehyung yang tersedak.

     “Aish, merepotkan saja.” omel Jimin sambil memberikan segelas air ke Taehyung. “Makanya, kalau makan jangan terburu-buru. Pabbo-ya!

     “Aku tidak pabbo! Daging ini yang jahat. Dia tidak mau hancur di mulutku!” gerutu Taehyung sambil menunjuk daging panggang di hadapannya.

     “Kau tidak mau memakannya lagi? Untukku, ya.” pinta Jimin.

     “Ne, aku tidak mau. Daging jahat! Aku ingin makan jelly saja.” Taehyung beranjak dari kursinya.

     “Ah, Taehyungie! Sisakan satu cup untukku!” seru Sehun.

     Jimin yang sudah menghabiskan sepiring daging panggang berniat mengambil piring Taehyung. Namun Yongguk menarik piring itu lebih dulu.

     “Yak, hyung! Aku ingin memakannya. Lihat, jatah hyung belum habis!” protes Jimin.

     “Ah, aku lupa. Bagaimana dengan namja misterius itu? Aku belum menyisakan makanan untuknya.” balas Yongguk.

     Taehyung yang baru datang duduk di hadapan Yongguk. “Hyung, kenapa hyung membawa namja itu kesini? Kalau dia anggota polisi bagaimana?”

     Jimin mengangguk pelan, menyetujui ucapan chingu-nya. “Bagaimana rencana kita nanti malam?”

     Yongguk tidak mengalihkan pandangannya dari potongan daging panggang di piringnya yang hendak ia lahap. “Hm … kita ganti rencana. Taehyung, kau di rumah saja menemani namja itu.”

     “Shireo. Kalau namja itu seorang polisi lalu aku dibawa ke markasnya bagaimana?” tolak Taehyung sambil menunjuk pintu kamar tempat namja itu tertidur.

     Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka. Namja yang sedang mereka bicarakan tampak berdiri di balik pintu itu. Ia mengedarkan pandanganya, mencari tahu tempatnya sekarang.

     “Yak, kau … eum …. Kemarilah!” panggil Jimin.

     Namja itu memperhatikan mereka satu persatu. Lalu ia berjalan menuju meja itu dan duduk di sebelah Sehun.

     “Yongguk Hyung yang menemukanmu dan membawamu ke sini.” ujar Taehyung sambil memainkan jelly-nya.

     Namja tersebut memandang orang-orang di sekitarnya, mencari orang yang disebut Taehyung tadi.

     Yongguk yang berada di sebelah Sehun menatap namja itu. “Naneun Yongguk imnida.”

     “Taehyung imnida!” celetuk Taehyung yang masih memainkan jelly-nya.

     “Jimin imnida!”

     Namja itu melirik Sehun yang masih asik menyantap daging panggangnya.

     “Yak, Sehunie! Perkenalkan dirimu!” seru Taehyung.

     “Yak, Tae! Panggil kau hyung, pabbo!” balas Sehun yang kemudian menatap namja di sebelahnya. “Sehun imnida.”

     “Jadi … namamu siapa?” tanya Yongguk. Namja itu menggeleng.

     “Mungkin dia amnesia, hyung.” terka Sehun yang masih sibuk dengan dagingnya.

     “Kalau begitu … apa kau mau kami beri panggilan?”

     Namja itu memandang Yongguk seakan-akan berkata ‘iya’. Yongguk pun mulai berpikir. Jimin juga mengikutinya.

     Taehyung yang masih memainkan jelly-nya mengeluarkan suara. “Jelly, jelly …. Jello … hm …. Ah, Zelo! Bukankah itu bagus?”

     Namja itu tersenyum.

     “Baiklah, jadi namamu Zelo, ya. Sekarang … di mana rumah mu?” tanya Jimin.

     “Yak, kau ini bagaimana. Dia kan amnesia!” seru Sehun.

     “Ah, benar juga. Aku lupa.”

     Yongguk menggeser sepiring daging panggang milik Taehyung ke arah namja itu. “Ini untukmu. Kau lapar, kan?”

     Namja itu tersenyum tipis sambil menerima piring itu. “Kamsahamnida. Bolehkah aku memanggil kalian hyung?

     “Ne, boleh saja.” jawab Taehyung sambil menyuapkan potongan terakhir jelly-nya.

     “Zelo-ya, malam ini kami ingin pergi keluar. Eum … kau bukan polisi, kan?” tanya Jimin.

     Zelo menatap Jimin dengan tatapan polos. “Apa hyung pikir aku polisi?”

     Jimin balas menatap namja itu. “Hm … aniya, tidak mungkin polisi seimut ini.”

     “Nanti Taehyung akan menemanimu di rumah. Sekarang kita harus membuat rencana dahulu. Kajja, Sehunie, Jiminie.” ujar Yongguk sambil berjalan meninggalkan tempat itu diikuti dua namja lainnya.

     Zelo menatap namja yang tersisa di situ. “Hyung, kenapa hyung tidak ikut?”
“Hm … karena aku harus menjagamu. Eh, ngomong-ngomong kau malam itu kenapa?”

     Zelo menatap langit-langit seakan-akan sedang berpikir. “Wae? Aku kenapa?”

     “Ah, aniya. Gwenchana.” kata Taehyung. “Sepertinya dia benar-benar amnesia.” batinnya.

~o0o~

Malam ini begitu sepi. Suara ribut kendaraan di luar sudah berangsur-angsur hilang. Ruangan Namjoon kini mulai hening karena para penghuninya hendak pulang. Namun secara tiba-tiba, ketua datang dan membuka pintu ruangan itu lebar-lebar.

     “Kalian! Cepat siap-siap. Ada laporan perampokan bank di ujung jalan sana!” seru sang ketua.

     “Eh, hanya kami berlima?” tanya Namjoon.

     “Aniyo, Ilhoon dan anak buahnya juga ikut. Palli!” perintah sang ketua.

     Kelima namja itu mengangkat tangan memberi hormat lalu berlari beriringan keluar dari ruangan itu. Di halaman, tampak enam namja tengah bersiap menaiki mobil mereka. Namjoon mendekati salah satu diantara mereka.

     “Silyehamnida. Apa kau Jung Il Hoon?” tanya Namjoon.

     “Ah, ne. Jung Il Hoon imnida.

     “Eum, aku belum pernah melihatmu.” ujar Namjoon.

     “Ini memang tugas pertama kami.” balas namja itu.

     Namjoon yang mudah penasaran langsung bertanya lagi. “Siapa saja anggota mu?”

     “Byun Baek Hyun, Moon Jong Up, Min Yoon Gi, Seo Eun Kwang, dan ….” Ilhoon terlihat sedang berpikir.

     “Yak, hyung! Kejam sekali namaku tidak disebut!” protes seorang namja di belakang Ilhoon.

     “Ah, ini Han Sang Hyuk.”

     “Yak, kenapa kalian mengobrol? Palli!” seru sang ketua yang tiba-tiba muncul diantara mereka.

     Namjoon dan Ilhoon yang sama-sama kaget segera membungkuk memberi hormat lalu berpencar menaiki mobil masing-masing.

~TBC~

Note: Beberapa marga aku ganti. ^^ Aku juga nge-post ini di wattpad.

Mind to review?

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s