[Vignette] The Love Story of the Spring (Mark ver.)

The Love Story of the Spring

Title: The Love Story of the Spring (Mark Ver.)

Scriptwriter: Yong Ki Han

Main Cast: Mark Tuan and Kim Ji Won (Actress)

Support Cast: GOT7’s Members

Genre: Romance, AU, Drama

Rating: PG-15

Duration: Vignette (Songfic)

Disclaimer: Semua Cast yang ada adalah milik Tuhan,Orang tua dan Agensi masing-masing. Alur dan ide cerita sepenuhnya milik author

Summary:

Mark Tuan with a girl (Selena Gomez-I promise you) –

“That I feel when you walk in the room when you’re near i feel my heart skips a beat. The whole world disappers And there’s just you and me falling head over feet”

 

.

.

.

.

.

.

“tolong carikan aku buku Matematika tingkat 1 Mark,aku membutuhkannya untuk memecahkan soal-soal ini.”,Permintaan Junior masih saja melekat di otak Mark. “ahh…kenapa harus aku ? aku paling malas jika harus ke perpustakaan. Anak-anak lainnya mengataiku persis seperti tempat itu-hening- ahhh benar-benar membuat sakit kepala !”,Gerutu Mark sambil meneliti tiap buku yang berjejer di rak perpustakaan.

“bu..ku…ma..te..matika…,AH ! INI DIA.”,Raut wajah Mark pun berubah sumringah. Setidaknya ia tidak harus menghabiskan waktu yang lama untuk mencari buku yang di pinta sahabatnya-Junior-.

Saat Mark sudah memegang buku itu ditangan dan mulai berjalan ke petugas perpustakaan,perhatiannya seketika terhenti pada sesosok gadis yang tengah berjalan ke arahnya. Semakin lama…semakin dekat…semakin dekat…dan….,”Bisa kau minggir ?”

Kesadaran Mark pun pulih. Ia pun mengedipkan matanya dua kali lalu melihat ke arah gadis yang menyapanya tadi,ehm ralat ! yang tadi mengusirnya !?! “maaf ?”,Ujar Mark. Ia ingin memperjelas pendengarannya siapa tahu ia salah mengartikan kata-kata.

Namun,gadis itu pun hanya melihat Mark datar. Mark pun tersenyum. Namun dibalas masih dengan tatapan datarnya. “huft…”,Gadis itu pun menghela napas panjang,mengangkat sebelah tangannya dan dengan cepat menggeser Mark yang masih terpaku ke sebelah kiri.

“aku bilang minggir.Apa kau tidak mengerti bahasa Korea ?”,Satu persatu kata-kata gadis itu menancap di hati Mark. Namun tak satu pun yang menggoreskan luka. Gadis itu pun mengambil buku yang ia inginkan dan mulai berjalan meninggalkan Mark.

“apa yang terjadi padaku ? kenapa saat ia marah begitu manis dimataku ?”,tanya Mark dalam hati. Mark pun memperhatikan gadis itu. Memperhatikan saat ia tengah tertawa,memperhatikan saat gadis itu tengah membaca sambil mengenakan earphone nya,memperhatikan saat gadis itu tengah memandang ke luar jendela. Dan sepertinya Mark baru menyadari bahwa IA JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA.

-Saat Pulang Sekolah-

“Mark hyung,untuk apa kita menunggu di depan gerbang sekolah ?”,Rengek Bambam. Ya,pria itu akan terlihat sangat manja jika di depan Mark. JB yang tengah menyenderkan badannya di dinding pun perlahan maju dan menghampiri Mark,”apa ada yang ingin kau temui ?”,tanyanya. Mark seperti tidak memiliki indera pendengar. Setiap ocehan dan gerutuan dari para sahabatnya tidak di gubris sama sekali.

Hampir setengah jam Mark menunggu dan nyaris putus asa saat gadis yang ia idam-idamkan belum muncul dihadapannya. Namun,secercah harapan bersinar saat gadis itu -berjalan berkelompok dan tertawa bersama-sama- mendekat ke arah Mark.

“Ji won-ssi…”,Panggil Mark. Seketika gerombolan para gadis itu berhenti. Bambam dan JB pun melongo.

“Darimana kau bisa tau nama ku ?”,Ketus gadis yang Mark sapa. JB dan Bambam nyaris tertawa namun berusaha mereka tahan. Bagaimana pun mereka tidak mau menyakiti perasaan Mark.

“a-aku tahu dari name tag yang kau kenakan.”,Jawab Mark lagi tapi kini dibarengi dengan senyum memikatnya. Jiwon pun menatap Mark dengan tatapan tajam dan sulit diartikan hingga meluncurlah kata yang tidak ingin Mark dengar,”dasar cabul !! Jadi dari tadi di perpustakaan kau memperhatikan dada ku hah ??”.

Mark tercengang. Sungguh ia tidak berniat-bahkan terpikir- untuk melakukan itu. “d-dengar dulu jiwon-ssi….aku tidak….”,belum sempat Mark menyelesaikan kalimatnya Jiwon pun berlalu bersama gerombolannya sambil mengirimkan tatapan paling menyakitkan bagi Mark.

“Jadi…kau…memperhatikan…”,JB berusaha memperjelas keadaan tadi dengan kaku. Mark yang sedari tadi memandang ke arah Jiwon langsung menoleh ke JB dan meninju pelan  lengan sahabatnya itu. “Kau gila ! Mana mungkin aku melakukan nya. Sebenarnya aku sudah mencari tahu tentang nya namun aku tidak berani mengatakannya.”,Jelas Mark. Bambam pun mendekat dan mengelus punggung hyung-nya,”sabar lah hyung….”

Sudah berhari-hari Mark berusaha mendekati Jiwon-gadis yang membuatnya tak bisa tidur tiap malam-. Namun,dari ke-semua hal konyol nan lucu yang Mark lakukan untuk menarik perhatian Jiwon,gadis itu tak bergeming.

-Keesokan harinya-

“Ini sudah mendekati jam masuk,apa Mark masih saja melakukan hal konyol ?”,Tanya JB pada junior dan Jackson. Namun yang ditanya hanya menggeleng dan mengangkat bahu tanda tak tahu.

“coba saja kau telepon dia JB. Dia hanya akan menurut padamu.”,Jawab Jackson. Meski jawabannya tak cocok untuk pertanyaan JB namun JB dengan sigap mengambil handphone di dalam tasnya,mencari kontak Mark,dan melakukan panggilan suara.

Setalah dua menit JB menelepon Mark,pria itu pun menutup sambungan telepon dan menghadap ke arah Junior dan Jackson yang tengah menunggu nya selesai bicara dari tadi.

“Ia demam dan tidak masuk hari ini.”,Lapor JB pada kedua sahabat nya itu.

“sakit ? kenapa ? apa jangan-jangan karena ia menunggu gadis itu pulang les piano kemarin ? padahal hari hujan besar”,Tebak Junior.

“haaaah…sudah kuduga. Padahal kemarin aku sudah melarangnya untuk melakukan hal konyol lagi. Ini juga demi kebaikan Mark bukan ? Jika ia tidak mau disebut –pria-tidak-punya-malu.”,Sambung Jackson dengan nada kesal.

JB yang mendengar itu semua hanya diam dan menghela napas.

-Saat Jam Istirahat-

Jiwon tengah duduk sambil membuka buku biologi nya di taman. Ia tengah mencari tahu apakah jawabannya untuk soal biologi tadi betul atau tidak. Tiba-tiba JB berdiri di hadapannya,membuat Jiwon mendongak ke atas.

“hmmm-Maaf aku mengganggu…tapi boleh aku duduk disini ? ada yang ingin ku bicarakan.”,Sahut JB. Jiwon pun menatap JB datar meski pada akhirnya ia mengangguk.

“kau hanya punya waktu 3 menit.”,Sahut Jiwon saat JB baru saja mendudukkan tubuhnya ke bangku kayu taman.

“Kau tenang saja,aku tidak akan memakai banyak waktumu. Aku hanya ingin memberi tahu bahwa Mark demam sekarang. Ia bahkan tidak masuk hari ini dan beresiko mengikuti ulangan matematika susulan.”,Jelas JB tenang namun pasti.

“Lantas,apa hubungan nya dengan diriku ?”,Tanya Jiwon dingin. “Bukankah kau temannya ? Untuk apa kau malah melaporkan hal yang tidak berguna ini padaku.”,Lanjutnya lagi. Jiwon pun membereskan buku-buku yang tengah ia baca dan berdiri,”Jika hanya itu yang ingin kau katakan maka aku sudah selesai.”,Ucap Jiwon dan mulai melangkah.

JB pun berdiri dan berteriak-berusaha menahan langkah Jiwon-,”APAKAH KAU SEDINGIN ITU ? APAKAH KAU TIDAK MEMILIKI EMPATI SAMA SEKALI ? Pria yang melakukan hal konyol demi dirimu itu tengah terkulai lemas di tempat tidur. Pria itu yang menantimu selesai les piano meski hujan membasahi tubuhnya,pria yang rela berdiri berjam-jam di lapangan karena dihukum tidak membawa seragam olahraga, padahal ia membawa nya dan membantu seorang wanita agar wanita itu tidak dihukum. Pria bodoh yang rela meninggalkan motor kesayangan nya dan memilih naik bus yang tidak menuju ke rumahnya -bahkan ia harus naik taksi lagi untuk sampai ke rumah- hanya demi pulang bersamamu dan memastikan kau selamat. Pria yang bodoh itu….sayang nya ia sahabatku. Dan karena dia sahabatku,maka aku tidak tahan melihatnya melakukan hal bodoh lagi. Jiwon-ssi,jika kau tidak menyukainya atau kau muak melihatnya. Meski ia telah berkorban banyak untuk mu namun masih saja kau tidak melihatnya….maka tolong katakan pada sahabatku itu. Katakan padanya bahwa kau membencinya. Lalu jangan kau tampakkan wajahmu lagi kehadapan nya.”,JB pun menghentikan ucapannya sambil mengatur napas nya karena ia telah terlanjur emosi.

Jiwon yang mendengar itu semua hanya bisa mengepalkan telapak tangannya. Entah kenapa amarah membuncah di dadanya. Ia sungguh tidak terima dengan semua hujatan JB. Pria itu tidak tahu semuanya tapi bersikap seakan-akan penengah diantara ia dan Mark. Jiwon pun menghela napas semoga emosinya membaik,namun tiba-tiba suara yang sangat ia kenal mengalun. Tidak ! lebih tepatnya memecah kesunyian antara ia dan JB.

“Aku pikir kau akan menolongku,tapi nyatanya kau malah mendorong ku ke jurang.”,Tiba-tiba Mark muncul. JB pun menoleh cepat ke arah Mark –yang datang di ikuti oleh Junior dan Jackson di belakangnya-

“Mark…aku melakukan ini semua karena aku tidak tega melihatmu diacuhkan oleh gadis ini.”,Jelas JB. Ia tidak mau hubungan persahabatannya dengan Mark hancur karena kesalahpahaman.

“Aku mengerti niat baikmu,tapi bukankah sebagai sahabat seharusnya kau membantuku dekat dengan Jiwon ?”,Tanya Mark lagi. “Lagipula aku hanya demam dan berniat tidak masuk pada jam pertama dan kedua. Rencananya aku ingin mengerjaimu,tapi kau malah menusuk ku dari belakang JB.”,Marah Mark. “Mulai sekarang,anggap saja kau tidak mengenalku.”,Ucap Mark lalu pergi.

JB yang mendengar itu hanya bisa mengacak rambutnya kesal dan menjauh di ikuti oleh Junior dan Jackson. Jiwon yang masih disitu hanya diam terpaku mencerna kejadian tadi seraya bertanya dalam hati, “Pria itu lebih memilihku ketimbang sahabatnya ?”. Entah kenapa semburat kemerahan di pipinya muncul.

-Beberapa hari kemudian-

Mark sudah tidak terlihat berkumpul bersama para sahabatnya. Bahkan ia pun juga sudah tidak begitu mengejar Jiwon lagi terlihat dari segala aktivitasnya yang hanya memilih sendiri. Jiwon telah memperhatikan Mark akhir-akhir ini dan merasa kasihan pada pria itu.

Mark yang tengah duduk di kelas nya sendiri itu dihampiri oleh Jiwon.

“kau benar-benar tidak dekat lagi dengan sahabatmu ?”,tanya Jiwon.

Mark yang tersadar ada yang berdiri di hadapannya langsung menoleh dan tersenyum saat ia tahu bahwa yang berdiri dihadapannya ialah Jiwon.

“aku sedang ingin sendiri…”,Jawab Mark dengan senyum nya. Jiwon pun nyaris kaku saat melihat senyuman itu. Entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat.

“e-mm…kau tidak usah berbohong ! Aku bisa melihat aura ketidak-akuran pada diri kalian.”,Jawab Jiwon dengan meninggikan sedikit suaranya. Berusaha untuk menutupi dirinya yang tengah grogi.

Mark menatap Jiwon dalam. Membuat Jiwon salah tingkah dan tidak nyaman di tatap seperti itu. “su-sudahlah…lebih baik kau berbaikan dengan mereka. Bagaimana pun mereka yang menemanimu selama ini bukan ?”,Ucap Jiwon. Ia sungguh ingin keluar dari kelas ini secepatnya.

Mark pun berdiri dan mengenggam salah satu tangan Jiwon. “Aku…baru kali ini merasakan jatuh cinta sampai rasanya ingin mati. Napasku sesak saat kau tidak berada di penglihatanku. Tidak kah kau memikirkan itu Jiwon-ssi ?”,Ucap Mark yang sukses membuat kedua pipi Jiwon memerah sempurna.

“kenapa kau tidak menerima cintaku ?”,ujar Mark lagi,namun kali ini dengan tatapan sedihnya.

Jantung Jiwon pun berdetak lebih kencang. Saking kencang nya hingga ia merasa akan jatuh dari tempatnya.

“Aku sedih sahabatku menjauhiku…dan apakah kau juga akan menjauhi ku ?”,Tanya Mark lagi.

Jiwon pun tersentuh dengan pertanyaan Mark. Ia pun memberanikan diri untuk melepaskan genggaman tangan Mark.

“Sejujurnya….entah mengapa jantung ku berdegub kencang sekali sekarang,bahkan perutku memilin dan aku sungguh tegang. Aku tidak tahu kenapa….tapi ini selalu ku alami saat berdekatan denganmu.”,Terang Jiwon yang berhasil melukiskan senyuman di wajah tampan Mark.

“Aku….tidak bisa menerima cintamu.”,Lanjut jiwon yang mengagetkan Mark.

“bukankah kau bilang jantungmu berdegub ? apa yang kau katakan tadi tanda bahwa kau menyukai ku ! kenapa kau masih menyangkalnya ?”,Kesal Mark. Mau sampai kapan gadis ini membohongi perasaan nya. Tanya Mark dalam hati

“karena aku punya alasan.”,Jawab Jiwon pasti.

“lalu apa alasan mu ? Jika tidak masuk akal,maka aku menolaknya.”,Tantang Mark.

“kita sekarang sudah tingkat tiga dan akan memilih perguruan tinggi yang berbeda….”,Jiwon menggantungkan kalimatnya membuat Mark begitu penasaran. Jika ia akan memilih hubungan jarak jauh sebagai masalah maka Mark akan menghujaninya dengan jitakan di kepala.

“itu berarti kita akan berpisah…dan dengan wajah playboy mu itu bukan tidak mungkin kau akan mendapatkan pacar baru. Lalu bagaimana dengan nasib ku ?”,Terang Jiwon dengan nada rengekan di akhir kalimatnya. Sontak Mark tersenyum melihat tingkah gadis dihadapannya ini.

“kalau begitu,biarkan aku mengikutimu kemana pun kau pergi. Biarkan aku mengekor di belakangmu hingga kau dan aku sama-sama bosan. Bagaimana ?”,Tawar Mark dengan senyum andalannya itu. Jiwon pun terpesona namun ia tahan. Bagaimana pun ia tidak mau karena Mark telah memilih nya, maka Mark harus kehilangan para sahabatnya.

“lalu bagimana dengan sahabatmu ? aku tidak ingin….”,belum selesai jiwon bicara tapi mark sudah meletakkan jari telunjuknya di depan bibir jiwon.

“aku dan mereka baik-baik saja jiwon –ah…memang ini rencana JB. Membuat kami jauh agar kau merasa bersalah dan sepertinya rencana nya berhasil”. Senyum Mark penuh kemenangan. Jiwon pun tersipu malu dan menunduk.

“Aku janji bahwa cintaku ini bukan cinta main-main Jiwon-ssi….”,janji Mark sambil menggenggam dan mengelus tangan Jiwon.

“That I feel when you walk in the room when you’re near i feel my heart skips a beat. The whole world disappers And there’s just you and me falling head over feet”

 

Huaaaaaaaa….
Ini FF pertama ku !!!

Jadi pasti banyak kata-kata yang gak cocok….kurang berkenan di hati….
maklumi aja yaaaa…
Soalnya kan aku juga lagi belajar ^_^
Dan jangan lupa tinggalin jejak yaaa…
supaya aku bisa belajar dari kritik dan saran nyaa…
Gomawooo~~~

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s