[Ficlet] Confession

Confession

Confession

Park Chanra.

<The sequel of amore a prima vista.>

starring. Jeon Jungkook (BTS) & Han Hyeri.

genre. romance, fluff.

disclaimer. Just own the plot & poster.

duration. ficlet ; +850 words.

.

.

Yang ia pedulikan sekarang adalah Han Hyeri, Jeon Jungkook, dan masa depan mereka.

.

.

.

 

“Bisa kau jelaskan, Han Hyeri?”

Bibirnya mengatup, pandangannya turun kebawah, mengamati jemarinya yang meremas kuat ujung roknya. Melihat kelakuan gadis tersebut, Jungkook menghela nafasnya, dengan sabar menunggu respon dari sang dara.

Setelah insiden yang terjadi di kafe dua bulan yang lalu, Jungkook selalu datang ke kafe di saat jadwalnya sedang kosong. Begitu pula dengan Hyeri yang selalu datang ke kafe, menunggu kehadiran sang adam. Tetapi, beberapa hari ini ada suatu hal yang janggal dalam sikap sang gadis.

Ini sudah kesekian kalinya Hyeri menelfonnya tanpa alasan yang jelas. Ia selalu menelfonnya dengan nada seakan – akan apa yang ia ingin bicarakan adalah hal yang sangat darurat, membuat Jungkook dengan segera meninggalkan latihan dancenya dan lari menuju kafe dengan perasaan yang tak karuan.

Tetapi, lihatlah? Hyeri akan selalu begitu, memajukan bibir bawahnya, menggembungkan kedua pipinya dan mengerutkan keningnya, seakan – akan lupa apa yang ia ingin bicarakan dengan Jungkook. Dan semua itu akan berakhir dengan Jungkook yang meninggalkan Hyeri tanpa sepatah kata apapun.

Jungkook tidak pernah memarahi Hyeri yang mengganggu rutinitasnya dengan hal – hal bodoh semacam itu. Jungkook sebenarnya ingin marah, ingin melampiaskan kekesalannya kepada Hyeri melalui  kata – katanya yang kasar. Tetapi Jungkook tidak bisa.

Seperti situasi saat ini.

Belum sempat melontarkan sepatah kata pun, Jungkook kehilangan kata – kata saat melihat gadis itu. Ia seperti tidak sepantasnya menerima cacian makian dari seorang Jeon Jungkook. Kedua bola matanya yang selalu berbinar – binar layaknya anak kecil, hidungnya yang runcing, serta lihatlah! Bibir tipisnya yang selalu ingin dicicipi Jungkook. Han Hyeri sungguh sempurna!

“Aku.. ingin membicarakan sesuatu.” Ujar Hyeri, sambil menatap tepat di bola mata Jungkook.

Ya Tuhan, Jungkook sungguh tidak kuat! Suaranya yang imut itu sungguh menggemaskan! Ingin sekali Jungkook mengacak rambutnya, tetapi ia tahan hasratnya untuk melakukan hal bodoh semacam itu.

Jungkook berdeham, lalu duduk di kursi yang sudah disediakan. “Bicaralah kalau begitu.” Ucap Jungkook dengan nada tegas, walaupun ia merasakan kakinya sudah menjadi jelly saat mendengar nada suara unik milik gadis itu.

Hyeri mengedip – ngedipkan matanya, lalu menaruh kedua sikutnya di meja. “Sebenarnya.. aku ingin menyatakan sesuatu.”

Jungkook memiringkan kepalanya. Menyatakan? Ia ingin berkata bahwa ia sudah mempunyai kekasih? Aku belum siap! Teriak Jungkook dalam hati, berharap seseorang mendengarnya dan membantunya melewati situasi ini.

Saranghae.” Ujar Hyeri. Tanpa diberikan komando, Jungkook melebarkan kedua netranya, dan mulai membuka mulutnya lebar. Tanpa melihat reaksi Jungkook, Hyeri membenamkan kepalanya di meja sambil menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya. Semburat merah muncul di kedua pipinya. Apakah aku salah mengambil langkah? Apakah nadaku terlihat gugup? Apak- ugh! Han Hyeri, kau sungguh bodoh! Pikiran negatif mulai bermunculan di benak Hyeri, membuat Hyeri menghentakkan kakinya tanpa sadar.

Melihat itu, rona merah mulai menghiasi permukaan pipi Jungkook. Imut, pikir Jungkook.

Entah mengapa, Jungkook merasa sangat lega. Pikiran negatif yang melayang – layang di otaknya dengan sekejap menghilang. Dengan segera, Jungkook menggenggam kedua tangan milik Hyeri, membuat Hyeri tersentak dan menghentikan segala aktivitas bodoh yang sedang dilakukannya. Hyeri masih menurunkan pandangannya, menghindari adanya kontak mata dengan Jungkook. Melihat itu, Jungkook hanya tersenyum, dan mulai mendekati bibirnya dekat dengan telinga Hyeri.

“Kau tahu?” Suara berat Jungkook yang dekat dengan telinga Hyeri seketika membuat bulu kuduk Hyeri  seketika meremang. Nafas beraturan Jungkook mengenai tengkuk Hyeri bagaikan irama yang sedang mengalun. Astaga! Apa yang kau lakukan Jeon Jungkook! Teriak Hyeri dalam hati.

“Itu seharusnya tugas seorang pria. Tetapi karena kau sudah menyampaikannya, saatnya mendengar jawabanku.” Ujar Jungkook, yang membuat Hyeri menutup kedua matanya. Apakah dia akan menolakku? Pertanyaan itulah yang pertama kali ada di dalam benak Hyeri, membuat Hyeri menahan nafasnya.

“Nado saranghae.

Jawaban itu seketika membuat Hyeri membuka kedua matanya. Oh, tapi ia langsung menyesalinya. Jarak wajah Hyeri dengan wajah Jungkook hanya berbeda beberapa senti saja, yang membuat Hyeri mau tidak mau menutupi pipinya yang mulai memerah. Melihat itu, Jungkook hanya tertawa, dan mulai menjauhi wajah Hyeri yang membuat Hyeri menghela nafas.

Mengingat jawaban Jungkook tadi, kedua sudut Hyeri mulai mengembang. Jungkook ternyata juga mencintainya, dan ini semua bukan merupakan cinta bertepuk sebelah tangan.

“Sejak kapan?” suara Jungkook membuyarkan lamunan Hyeri, dan dengan segera Hyeri merapikan rambutnya yang berantakan. Melihat aksi yang dibuat oleh wanitanya, Jungkook hanya menahan senyum.

“Apanya yang sejak kapan?” tanya Hyeri tidak mengerti. Polos, itulah satu kata yang terlintas di otak Jungkook setelah mendengar jawaban Hyeri.

“Sejak kapan kau mencintaiku, bodoh.” Ujar Jungkook malas.

Jemari Hyeri mulai mengetuk – ngetuk permukaan meja, bibirnya mengerucut dengan kedua bola matanya ke atas, bertanda bahwa ia sedang berpikir keras. Oh, ayolah. Ini merupakan pertanyaan yang sangat sederhana. Tetapi, tindakan – tindakan kecil inilah yang membuat Jungkook jatuh cinta kepada seorang Han Hyeri.

“Entahlah. Untuk apa memberitahumu?” kata Hyeri sambil menjulurkan lidahnya. Anak kecil ini.

“Jadi, selama ini kau memanggilku tanpa alasan yang jelas karena ini semua? Oh, ayolah Han Hyeri! Kita sudah berumur 19 tahun, bukan 5 tahun lagi!” ujar Jungkook sambil menatap Hyeri.

“Lalu, bagaimana denganmu sendiri? Kalau kau memang menyukaiku, kenapa harus aku yang mengambil langkah terlebih dahulu?” tantang Hyeri, yang membuat Jungkook menelan ludahnya bulat – bulat.

Jackpot.

“Ya.. k-karena.. Ah, sudah lupakan! Kau tidak perlu tahu.”  Balas Jungkook, mencoba menutupi kata – katanya yang tersendat – sendat. Mendengar jawaban Jungkook, Hyeri hanya tersenyum, dan segera berdiri, membuat Jungkook yang masih duduk dengan berbagai pertanyaan.

“Mau melakukan kencan pertama sekarang?” ujar Hyeri, sambil menjulurkan tangannya. Melihat itu, Jungkook hanya tersenyum , dan segera mengaitkan jemarinya pada jemari Hyeri.

“Dengan senang hati, nona Han.” Balas Jungkook dengan kedipan matanya yang menggoda. Melihat itu, Hyeri hanya tertawa, lantas mereka meninggalkan kafe.

Biarkanlah Jungkook meninggalkan latihannya sejenak. Ia tidak peduli dengan Jimin yang berkobar – kobar, ataupun Yoongi yang siap dengan kata – kata tajamnya. Yang ia pedulikan sekarang adalah Han Hyeri, Jeon Jungkook, dan masa depan mereka.

fin.

 

Lohaa.

Ini sequel dari amore a prima vista, ya! Makasih kepada para readers yang udah nunggu sequel ini! Maaf, kalau hasil sequel kurang memuaskan L. Ditunggu fanfic dari aku yang selanjutnya, ya! Comment juseyo! 🙂

Regards,

 

Chanra.

One thought on “[Ficlet] Confession”

  1. HUAAAAAAAAAAAAAAaaaaAaaAaAa.

    Lucu banget aku mau nangis /loh.

    Duh aku bingung mau komen apa. Plotnya simple, tapi menggugah hati alias bikin melting. Mungkin karena Jungkook ganteng;-;-;-;-;

    Intinya, good job, thor! Ditunggu karya-karya selanjutnya ya!

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s