Dangerous – Chapter 8

DANGEROUS

[BTS FF] DANGEROUS –Chapter 8-

 

Taehyung sejak tadi mencari Kyuna setelah dia tidak melihat Kyuna di kelasnya. Taehyung khawatir pada Kyuna. Dia pun berkeliling ke seluruh gedung sekolah. Dia tidak sengaja melihat Yoongi dan Kyuna lewat celah pintu ruang paduan suara yang sedikit terbuka. Taehyung berjalan ke arah mereka. Kemudian Taehyung menarik tangan kiri Kyuna agar menjauh dari Yoongi.

 

Taehyung  berdiri di depan Yoongi, “Jika kau ingin balas dendam, kau salah orang, hyung… jadi hentikan.”

 

Title: Dangerous

Scriptwriter:  Reixmember

Genre: School Life, Romance, Drama

Rating: PG-17

Duration: Chaptered (1-12)

Previous Chapter: 1 // 7

Cerita murni berasal dari imajinasi pengarang sendiri. BTS milik Tuhan, orang tuanya, agensi, dan tentunya ARMY.  FF ini pernah di-post  di https://btsfanfictionindonesia.wordpress.com/2015/11/17/bts-ff-freelance-dangerous-chapter-1/

Cast:

  • BTS members
  • Lee Kyuna (OC)
  • Lee Kyuwon (OC)
  • Daehyun (BAP)
  • and other cast

chapter sebelumnya…

Kedua mata Kyuwon terbuka perlahan. Kini matanya sudah terbuka sempurna, Kyuwon menerawang langit-langit. Kemudian dengan perlahan mengalihkan tatapan pada orang yang ada di sampingnya. Kyuwon melihat wajah Daehyun yang terlihat bahagia.

“Kyuwon-ah, akhirnya kau sadar…” ucap Daehyun.

***

Di penginapan…

Airin membuka pintu kamarnya agar Jin bisa membawa Kyuna masuk. Jin membaringkan Kyuna di tempat tidurnya. Hyejeong, Airin, Seulgi, Guru Han, dan Guru Kim mengikuti masuk ke kamar yang di tempat Kyuna Hyejeong, Airin, dan Seulgi. “Guru Han, apa lebih baik kita membawa Kyuwon ke rumah sakit saja? Mungkin saja dia mengalami cidera serius, mengingat dia jatuh ke jurang itu,” tanya Jin, wajahnya menyiratkan kecemasan pada Kyuna.

Guru Han mengamati Kyuna yang tertidur, “Tapi tidak mungkin kita membawanya malam ini. Jarak rumah sakit dari penginapan ini jauh dan tidak ada kendaraan di sini. Lebih baik kita mengobati luka luarnya dulu. Besok setelah Kyuwon bangun, kita tanyakan padanya,” saran Guru Han.

“Airin, bawakan kotak P3K di kamar guru sekarang,” perintah Guru Kim. “Baiklah…” Airin pun segera pergi mengambil kotak P3K.

Beberapa saat kemudian…

Jimin melihat Airin keluar dari kamar Guru Kim yang memang berdekatan dengan kamar yang BTS tempati. “Apa yang terjadi pada Kyuwon? apa dia mengalami luka serius?” tanya Jimin setelah menghampiri Airin. “Kenapa kau tiba-tiba peduli? Bukannya kau senang melihat kyuwon celaka begitu.” Airin pun berjalan tanpa mempedulikan Jimin. Sedangkan Jimin mendengus kesal, “huh… gadis itu…

Airin kembali ke kamarnya dengan membawa kotak P3K. “Jin, kau kembalilah ke kamarmu, biar guru yang mengobati Kyuwon,” kata Guru Kim. “Aku tidak mau… aku juga mau mengobati Kyuwon.” Jawaban Jin membuat Airin, Hyejeong, dan Seulgi terheran karena Jin tiba-tiba baik dan peduli pada Kyuwon (Kyuna).

“Guru Han dan Guru Kim biar kami saja yang mengobati Kyuwon,” tambah Airin. “Baiklah kalau begitu… kalau ada apa-apa dengan Kyuwon, panggil guru,” kata Guru Han. Lalu kedua guru itu pun pergi keluar dari kamar itu.

Sedangkan di luar kamar Kyuna…

Taehyung mencemaskan Kyuna dan ia memikirkan kenapa Kyuna bisa jatuh ke jurang, ia mengingat tatapan Yoongi pada Kyuna saat acara malam. Taehyung yang sibuk dengan pikirannya sendiri itu, tidak menyadari kalau Guru Han dan Guru Kim sudah keluar dari kamar Kyuna. Guru Han dan Guru Kim melihat Taehyung, ia  melipat kedua tangan di dadanya dan menundukkan kepalanya. Taehyung memang berdiri tidak jauh dari pintu kamar Kyuna.

“Taehyung… kenapa kau di sini?” tanya Guru Kim saat berjalan ke arah muridnya itu. Taehyung menoleh pada Guru Han dan Guru Kim, “Hmm… aku mau melihat Kyuwon sebentar…” jawab Taehyung. “Cepat kembali ke kamarmu setelah melihat Kyuwon…” ucap Guru Kim. Taehyung pun mengangguk.

Sedangkan di dalam kamar Kyuna…

“Kau juga sebaiknya pergi,” perintah Hyejeong pada Jin. “Sudah aku bilang kalau aku mau mengobatinya,” ucap Jin sambil mengambil kotak P3K dari tangan Airin. “Bawakan air dan handuk…” sambung Jin. Airin pun mengambil apa yang diminta Jin. Hyejeong dan Airin pun membiarkan Jin membantunya mengobati Kyuna. Sementara, Seulgi yang masih sakit kakinya, hanya duduk dan melihat mereka mengobati Kyuna. “Apa Jin menyukai Kyuwon?” pikir Seulgi ketika memperhatikan Jin membersihkan wajah dan tangan Kyuna yang kotor terkena tanah.

Taehyung berjalan ke arah pintu kamar Kyuna. Pintunya sedikit terbuka. Ia melihat Kyuna tertidur. Taehyung memperhatikan wajah Kyuna, dahi dan bagian pipi atasnya terluka. Kemudian Taehyung mengalihkan pandangannya pada Jin yang membersihkan tangan Kyuna, telapak tangan bagian atasnya luka kemerahan. Meskipun ada Airin dan Hyejeong yang mengobati Kyuna juga, tapi terlihat jelas kalau Jin lah yang lebih banyak mengobati Kyuna. “Aku tidak usah khawatir karena ada Jin hyung yang mengobatimu… tapi kenapa rasanya sesak melihatnya...” Kemudian Taehyung melangkah pelan, pergi dari pintu kamar itu.

***

Di apartemen Daehyun

“Kyuwon kenapa kau baru bangun… apa kau bisa mendengarku? Apa ada yang sakit?”

Kyuwon hanya memberikan tatapan lemah pada Daehyun. Lalu Kyuwon kembali memandangi langit-langit kamarnya dan memejamkan matanya kembali. Daehyun saat ini bahagia karena Kyuwon sudah sadar, namun ia juga sedih karena Kyuwon belum memberikan respon padanya selain tatapan padanya, “Kyuwon… ah… benar, mungkin karena kau masih lemah… istirahatlah…” Daehyun masih menemani Kyuwon, belum beranjak dari kamar itu, sementara Kyuwon tertidur kembali.

***

Di penginapan, pagi hari…

Kyuna membuka matanya perlahan dan melihat ke sekelilingnya. Ia menemukan Airin dan Hyejeong tidur di dekatnya. Kemudian Kyuna mencoba mengangkat tubuhnya, namun ketika ia menopang dengan tangannya, ia merasakan sakit di lengan sebelah kanan. Hal itu membuat Kyuna memegang tangan kanannya. Ia kembali mencoba walaupun ia harus menahan sakit di tangannya. Kyuna pun duduk dan menyandarkan punggungnya. Kyuna melihat Seulgi bangun, “Oh… Kyuwon kau sudah bangun? Apa ada yang sakit?” kyuna menjawabnya dengan sebuah senyuman.

***

“Kyuwon… bagaimana keadaanmu sekarang? Apa ada yang sakit? Apa kau mau ke rumah sakit?” tanya Guru Kim beruntun.

“Tidak, Guru Kim… tidak usah, aku tidak apa-apa, hanya sedikit terluka.”

“Baiklah kalau begitu… sekarang coba ceritakan kejadian semalam. Bagaimana bisa kau berada di dalam hutan dan terjatuh ke jurang?” tanya Guru Kim, “Apa mungkin ada orang yang yang mencelakaimu? Apa kau mengetahui siapa orangnya?”

Pertanyaan dari Guru Kim membawa Kyuna mengingat kejadian semalam. Kejadian ketika ia ditarik ke dalam hutan dan saat ia terjatuh ke jurang. Kyuna juga ingat pembicaraannya dengan orang itu. Kyuna memutar kembali memori saat itu, ia baru sadar bahwa ia mengenal suara orang itu. Kyuna sejenak terenyak. Orang-orang yang ada dalam kamar Kyuna, Guru Kim, Guru Han, Airin, Hyejeong, dan Seulgi menunggu jawaban Kyuna.

“Itu… Aku tidak ingat…” jawab Kyuna berbohong.

“Kenapa kau tidak ingat Kyuwon, apa karena terbentur dan kepalamu sakit?” tanya Hyejeong langsung.

“Aku tidak tahu…” Kyuna masih ragu apa ia harus menceritakan kejadian sebenarnya.

“Hmm… baiklah, untuk saat ini lebih baik kau istirahat saja. Acara games pagi, kau tidak usah mengikutinya, Kyuwon… dan untuk sarapan kau dan Seulgi sarapan di kamar saja, biar Hyejeong membawakannya ke sini,” ucap Guru Han.

***

Kyuna berbaring di kamarnya bersama Seulgi yang memainkan ponselnya. Hyejeong dan Airin ikut acara games pagi bersama siswa lainnya di halaman depan penginapan.

Seulgi menaruh ponsel di sebelahnya dan melihat Kyuna, “Kyuwon… apa benar kau tidak ingat kejadian semalam?”

“Iya… aku tidak ingat, aku hanya ingat ketika aku memandangi langit malam setelah keluar dari penginapan semalam… selebihnya aku tidak ingat…” jelas Kyuna berbohong.

“Benarkah? Kau tidak menutupi sesuatu?”

Kyuna menggeleng dan kemudian memejamkan matanya.

***

Tepat pukul 11 siang, setelah acara games pagi dan persiapan pulang, semua siswa berkumpul di halaman depan penginapan. Barang-barang yang mereka bawa sudah di simpan di dalam bis. Taehyung memperhatikan Kyuna, saat siang hari, terlihat jelas luka di wajah, tangan, dan kaki Kyuna. Bahkan untuk berjalan, Kyuna sedikit terpincang.

“Semua siswa dan guru, kita akan berfoto bersama di depan penginapan sebelum kita masuk ke bis. Semuanya silakan ikuti perintah Guru Cho untuk mengatur posisi…” kata Guru Kim.

Setelah berfoto bersama, semua siswa pun masuk ke dalam bis. Hyejeong membantu Seulgi masuk ke dalam bis. Sementara Kyuna masih berada di luar karena berbicara dengan Guru Han.

“Kyuwon, setelah sampai di Seoul, guru akan membawamu langsung ke rumah sakit… kita harus memeriksakan keadaanmu meskipun kau bilang hanya sakit sedikit.”

“Tidak usah Guru Han… aku sudah memberitahu oppa-ku untuk menjemputku di sekolah dan saat sampai di apartemen, Daehyun oppa akan memanggil dokter ke apartemen… Guru tidak usah khawatir, aku baik-baik saja.”

“Baiklah, kalau kau maunya begitu… sekarang naik ke bis…”

Kyuna mengangguk, dibantu oleh Airin, Kyuna masuk ke bis. Taehyung dan Jin sedari tadi memperhatikan Kyuna. Saat Kyuna berbicara dengan Guru Han, mereka sudah memperhatikannya dari jendela bus. Bus satu dan bus dua memang berdampingan sehingga Taehyung dan Jin bisa melihat jelas Kyuna. Sekarang Kyuna sudah duduk di kursinya. Sama seperti saat berangkat, Kyuna duduk di dekat jendela.

“Kau ingin makan sesuatu?” tanya Airin. Kyuna menggeleng, “Tidak, aku hanya ingin tidur saja.” Tanpa melihat ke arah jendela, Kyuna langsung memejamkan matanya dan tertidur. Airin menyelimuti Kyuna dengan jaketnya. Taehyung dan Jin masih memperhatikan Kyuna yang tertidur dari kaca jendela. Mereka berdua mengkhawatirkan Kyuna. Mereka masih melihat ke arah Kyuna bahkan sampai bus yang Kyuna tempati maju terlebih dahulu meninggalkan bus Taehyung dan Jin.

***

Sampai kembali di sekolah…

Daehyun kaget melihat melihat wajah Kyuna dan dia berjalan dibantu Airin. “Kyuwon… kenapa dengan wajah dan tanganmu?”

“Terjadi insiden kemarin malam, Kyuwon terjatuh ke jurang,” ujar Guru Han.

Mwo? Kenapa sampai bisa terjadi begitu?”

“Kyuwon bilang dia tidak ingat bagaimana kejadian kemarin malam sampai ia terjatuh dan dia tidak mau dibawa ke rumah sakit,” jelas Guru Han.

“Bagaimana bisa? Tapi kau tidak apa-apa, Kyuwon?” Daehyun masih kaget.

“Oppa… aku akan menjelaskannya nanti…” jawab Kyuna lemah. Kyuna dan Daehyun pun pamit pada Guru Han.

***

Di perjalanan…

“Kyuna… kenapa kau sampai bisa terjatuh?”

“Itu… nanti aku ceritakan, oppa…”

“Hmmm… iya baiklah… tapi Kyuna, aku punya kabar gembira…”

“Apa?”

“Kyuwon… Kyuwon sudah sadar…” ucap Daehyun bahagia.

Mata Kyuna melebar, “Benarkah?”

Daehyun mengangguk ke arah Kyuna dan tersenyum.

Sampai di apartemen…

Kyuna langsung berjalan ke arah kamar Kyuwon meskipun ia harus berjalan sedikit kesulitan karena kakinya sedikit sakit akibat terjatuh kemarin. Kyuna langsung membuka kamar Kyuwon dan dilihatnya Kyuwon yang masih tertidur. Daehyun mengikuti Kyuna masuk ke kamar Kyuwon. “Ia sudah sadar tapi keadaannya masih lemah dan bahkan belum bisa menjawab pertanyaanku. Aku akan memanggil dokter ke sini, untuk memeriksa keadaan Kyuwon dan kau juga…”

***

Sedangkan di markas BTS, malam hari…

Sesudah bermain di luar, BTS biasa berkumpul di markasnya. Sebenarnya tempat yang dijadikan markas itu adalah sebuah ruangan di rumah Namjoon yang bersebelahan dengan studio yang ada dalam rumahnya. Namjoon dan anggota BTS lainnya sering menggunakan ruangan itu sebagai tempat mereka berkumpul.

“Aku kasihan pada Kyuwon… tapi aku juga heran bagaimana Kyuwon bisa terjatuh ke jurang itu, bukankah aneh… apa mungkin ada seseorang yang mencelakainya…” ujar Jungkook.

“Hmmm… tapi kalau benar, berarti pelakunya dari siswa sekolah kita… mana mungkin dari penduduk yang tinggal di sana kan…” sahut Jimin.

Taehyung langsung menatap ke arah Yoongi yang duduk di seberangnya. Mata mereka bertemu, namun Yoongi langsung mengalihkan tatapannya kembali ke layar ponselnya. Sementara, Taehyung masih menatap curiga pada Yoongi.

***

Keesokan harinya…

Kyuna tidak masuk karena harus istirahat. Setelah diperiksa dokter, dia mengalami luka serius di lengan kanannya, untuk sementara dia tidak bisa menggunakan lengan kanannya. Dokter juga menyuruh Kyuna istirahat untuk memulihkan kondisinya.

Sementara Seulgi memaksakan diri untuk masuk sekolah karena menurutnya sakit di kakinya sudah lumayan sembuh walaupun ia masih sedikit merasa sakit jika berjalan. Di tangga Seulgi sedang menggunakan ponselnya. Ia sedang menanyakan keadaan Kyuwon (Kyuna) lewat sms. Ketika ia mengetik, tiba-tiba ada siswa yang terburu-buru menuruni tangga dan menyenggol Seulgi. Seulgi tidak apa-apa, tapi ponselnya terjatuh ke lantai bawah. Seulgi mendengus kesal karenanya, sementara orang yang menabraknya itu langsung meninggalkannya setelah minta maaf padanya, “oh… maaf…”

Seulgi melihat ponselnnya terjatuh ke lantai bawah tangganya, Seulgi hendak menuruni tangga dan mengambil ponselnya. Namun sebelum itu tiba-tiba ada Hoseok memungut ponselnya. Hoseok melihat ke atas dan mendapati Seulgi,  ia pun menaiki tangga.

Hoseok memberikan ponsel itu dan Seulgi pun mengambilnya, “Gomawo...”

Seulgi memeriksa keadaan ponselnya dengan menekan tombol di sisi ponselnya untuk menyalakan layar. Namun, setelah beberapa kali ditekan, layarnya tidak menyala, “Kenapa tidak menyala?”

Hoseok merebut ponsel itu dari Seulgi dan mencoba menyalakan ponsel itu. Tapi tidak berhasil, “Ponselmu sepertinya rusak…”

“Benarkah?…” Seulgi menepuk jidatnya sendiri, “Aku tidak mungkin beli ponsel lagi, ibuku pasti memarahiku…” ucap Seulgi sambil memandangi ponselnya.

Hoseok memperhatikan Seulgi dan memberikan ponselnya, “Pakai ponselku.”

“Mwo?” Seulgi menatap tidak percaya pada Hoseok.

“Aku punya dua ponsel, yang ini jarang aku pakai. Ini buatmu saja” Hoseok pun menaruh ponselnya di tangan Seulgi.

Seulgi masih tidak percaya, bagaimana dengan mudahnya Hoseok memberikan ponsel seperti memberikan permen. Padahal dia harus bekerja paruh waktu untuk membeli ponselnya. Tapi yang Seulgi masih tidak percaya adalah sikap Hoseok padanya yang tiba-tiba menjadi baik.

“Tapi kakimu, bagaimana sekarang?” tanya Hoseok kemudian.

***

Keesokan harinya…

Kyuna masuk sekolah, sebenarnya dokter menyuruhnya untuk tiga hari tidak masuk sekolah dulu. Namun, Kyuna merasa sudah lebih baik dan memilih masuk sekolah. Di wajahnya masih terdapat luka di dahi dan bagian pipinya yang sedikit lecet. Jin melihat Kyuna memasuki gerbang, dia pun menghampirinya. “Apa keadaanmu sekarang lebih baik?”

Kyuna menoleh pada Jin kini sudah berjalan sejajar dengannya. “eoh…” Kyuna mengangguk. “Sudah lebih baik…”

Sambil tetap berjalan, Jin mengamati Kyuna. Dia membawa tas tapi hanya memakainya dengan tangan kirinya saja. Jin pun mengambil tas yang Kyuna bawa itu. Hal itu membuat Kyuna sedikit kaget dan menoleh pada Jin. “Biar aku yang membawanya,” ucap Jin sambil tersenyum.

“Tidak usah.. biar aku sendiri…” ucap Kyuna sambil mengambil tasnya kembali, namun Jin menjauhkannya dari tangan Kyuna. “Kubilang biar aku saja, Ayo ke kelas…”

Kyuna pun tersenyum pada Jin lalu berjalan kembali menuju kelasnya. Jin menenteng tas Kyuna. Siswa lain melihat heran, Jin berjalan bersama Kyuwon dan membawakan tasnya juga. Tapi Jin tidak mempedulikannya, ia malah terus mengobrol dengan Kyuna. Sementara itu, sejak Kyuna masuk ke gerbang tadi, Taehyung sudah memperhatikan. Taehyung lagi-lagi tidak suka melihat keakraban Kyuna dan Jin, “bahkan Kyuna tersenyum pada Jin.”

***

Di kantin…

Taehyung kembali memperhatikan Kyuna yang berjalan menuju meja kantin bersama teman-temannya. Jarak meja Kyuna dan meja yang BTS tempati tidak terlalu jauh. Di kantin juga cukup banyak siswa di sana. Taehyung masih mengamati, Kyuna menggunakan tangan kirinya untuk makan. Hal itu membuat Taehyung berpikir, “Apa tangan kanannya sakit?

Airin, Hyejeong, dan Seulgi sudah tahu kalau lengan kanan Kyuna sakit dan belum bisa digunakan, bahkan untuk menulis. Untuk sementara Kyuna menggunakan tangan kirinya.

“Kenapa kau tidak memakannya dan apa kau sedang melihat apa sih, Taehyung?” tanya Jimin lalu melihat ke arah yang Taehyung lihat. Jimin melihat ke arah meja Kyuna dan teman-temannya lalu melihat kembali Taehyung yang ada di depannya dengan tatapan curiga. Pertanyaan Jimin membuat anggota lainnya melihat ke arah Taehyung. Kemudian Taehyung dengan cepat mengalihkan kembali pandangannya pada makanan yang sedang dimakannya tanpa menjawab pertanyaan Jimin.

***

Taehyung keluar dari kelasnya, dia tidak sengaja melihat Kyuna berjalan ke arah tangga. Taehyung pun mengikuti Kyuna. “Aw…” Kyuna sedikit merintih sakit ketika ada yang memegang lengan kanannya. “Maaf…” ucap Taehyung lalu dengan cepat melepaskan tangannya, “Apa tanganmu sakit?”

Kyuna menoleh pada Taehyung yang ada di belakangnya, “eo.. tidak apa-apa, hanya sedikit sakit…” Taehyung melirik ke buku dan alat tulis yang Kyuna pegang, “Mau ke mana?”.

“Perpustakaan…”

***

Kyuna dan Taehyung kini sudah berada di perpustakaan. Tujuan Kyuna adalah untuk mencari buku sejarah dan mencatat hal-hal penting sebelum akhirnya dibuat resume. Itu adalah tugas pelajaran sejarah kemarin, saat Kyuna tidak masuk. Sedangkan Taehyung, tidak ada tujuan ke perpustakaan, selain menemani Kyuna di sana. Taehyung memperhatikan Kyuna yang menelusuri rak buku kemudian menaruh buku catatan dan alat tulisnya dia atas buku-buku bagian rak tengah. Kyuna hendak mengambil buku sejarah di bagian atas rak itu.

Ia mencoba meraih buku itu dengan tangan kirinya dan sedikit berjinjit. Tangannya sedikit lagi menjangkau buku itu, namun belum sampai. Jari-jarinya masih berusaha meraih buku yang ada di rak bagian atas. Tiba-tiba Taehyung mengambil buku itu dengan mudah. Taehyung memang lebih tinggi dari Kyuna. Taehyung memberikan buku itu. Kyuna pun mengambilnya, “hmm… gomawo…”

“Apa butuh buku lain?” tanya Taehyung. Kyuna sebenarnya terheran karena Taehyung tidak bersikap dingin padanya, tidak seperti sebelumnya. “Minimal membuat resume dari 3 buku…” jawab Kyuna. Taehyung pun membantu Kyuna mencari buku yang dicarinya. Kyuna menyebutkan judul buku dan penulisnya sedangkan Taehyung mencari buku itu. Taehyung juga membawa buku-buku itu ditangannya karena mengingat Kyuna hanya bisa menggunakan tangan kirinya.

Setelah mendapat buku-buku yang dicari, Kyuna pun duduk dan mulai mencari bagian materi yang akan dibuat resume. Taehyung duduk di sebelah Kyuna. Sementara Kyuna masih membaca, siswa lain melihat mereka berdua dan saling berbisik pelan. Tapi hal itu tidak berlangsung lama karena Taehyung langsung menatap tajam ke arah mereka. Hal itu membuat mereka kembali fokus ke bukunya.

Kyuna sudah menemukan apa yang akan ditulisnya. Masih hanya menggunakan tangan kirinya, Kyuna menaruh satu buku lain di halaman buku yang dibuka supaya tidak menutup. Karena tangan kanannya belum bisa digunakan, Kyuna menulis memakai tangan kiri. Sebenarnya Kyuna bukan kidal jadi ia sedikit sulit menulisnya. Melihat Kyuna kesulitan menulis, Taehyung pun langsung mengambil pulpen yang Kyuna pegang dan menyeret buku catatannya. Kyuna sedikit kaget karenanya.

“Tulisanmu jelek… biar aku yang menuliskannya… kau tunjukkan mana yang harus ditulis,” ucap Taehyung sambil memperhatikan halaman buku yang dibuka dan siap menulis. Kyuna membiarkan Taehyung membantunya, ia pun menyebutkan bagian-bagian yang harus ditulis dan Taehyung pun menuliskannya.

Kyuna mengamati wajah Taehyung yang duduk di sebelahnya, Taehyung masih fokus menulis. Kyuna tidak menampik bahwa Taehyung sangat tampan, ketampanannya di atas rata-rata. Siapa perempuan yang tidak menyukai Taehyung. Bahkan walau sikapnya dingin, hal itu justru menambah daya tariknya. Kyuna masih memperhatikan Taehyung, matanya seperti tidak ingin berhenti memandanginya. Merasa diperhatikan, Taehyung pun menoleh pada Kyuna, “Kenapa?”

“hmm… tidak…tidak apa-apa…” jawab Kyuna sedikit gugup, Kyuna pun langsung mengalihkan pandangannya pada buku-buku yang ada di meja.

***

Di apartemen Daehyun…

Kyuwon membuka matanya kembali. Tidak ada Daehyun karena dia sedang bekerja di kantornya. Kyuwon mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamarnya. Banyak peralatan medis, kamar itu sekarang mirip kamar rumah sakit. “Sudah berapa lama aku tidur?” batin Kyuwon. Pikirannya membawa ia kembali ke kejadian malam itu. Saat sebuah mobil menabraknya. Kyuwon melihat lampu mobil yang menyilaukan matanya itu, namun sepersekian detik sebelum mobil itu menghantamnya, sekilas ia melihat wajah pengemudi itu.

***

Di sekolah…

Kyuna berpapasan dengan Yoongi di koridor. Kyuna tidak melanjutkan langkahnya, ia berhenti dan menatap orang yang ada di hadapannya. Yoongi mengalihkan pandangannya dari ponsel yang ia pegang. Yoongi mengamati Kyuna, luka akibat jatuh saat program outing sekolah masih ada.

“Min Yoongi, bisa kita bicara?”

Yoongi dan Kyuna pun berjalan ke ruang paduan suara yang berada tidak jauh dari tempat mereka berpapasan tadi. Ruang paduan suara itu kosong sehingga memungkinkan mereka untuk berbicara tanpa didengar orang lain. Kini di dalam ruangan itu, Yoongi berdiri di hadapan Kyuna sekitar dua meter darinya. Yoongi diam, menunggu apa yang akan Kyuna katakan.

“Ada yang ingin kutanyakan…” Kyuna memulai pembicaraan. “Saat program sekolah beberapa hari lalu… ketika malam itu ada seseorang menarikku ke dalam hutan… saat aku dan orang itu berbicara di dalam hutan itu…. dan saat aku terjatuh ke jurang… kau juga ada di sana…”

Wajah Yoongi berubah sedikit kaget. Melihat ekspresi Yoongi berubah, Kyuna kembali berbicara. “hh…. jadi, aku benar….” ucap Kyuna sedikit tidak percaya. “dan kecelakaan itu… kau adalah pelakunya?” sambung Kyuna dengan pertanyaan yang sangat ingin ditanyakannya pada Yoongi setelah kejadian di program sekolah itu.

Yoongi tersenyum dingin. “Kau benar… memang aku pelakunya.”

Mendengar jawaban Yoongi, membuat Kyuna benar-benar tidak mempercayainya, terlebih karena mengetahui bahwa ada orang yang mencelakai kakaknya. “Kenapa… kenapa kau lakukan itu? Apa kau benar-benar membenciku?”

Yoongi maju satu langkah mendekati Kyuna.

“Kau benar, aku sangat membencimu. Bahkan aku ingin melenyapkanmu dari pandanganku… kau tahu kenapa? Karena aku muak melihatmu”

“Kenapa? Kenapa kau membenciku?”

Pertanyaan Kyuna benar-benar membuat Yoongi kesal, ia menatap tajam ke arah Kyuna, “BERHENTI BERPURA-PURA TIDAK TAHU…” ucap yoongi dengan nada meninggi. “Apa kau lupa bagaimana kau dulu… bukankah sudah kubilang waktu itu, kau sama denganku, menindas orang yang lebih lemah. Tapi kau salah orang, kau melakukannya pada Hyejin… aku sangat tidak suka kau melakukannya pada Hyejin, karena kau tahu kenapa? Karena aku menyayanginya, jadi aku ingin membalas semua perbuatanmu padanya… aku ingin kau merasakan apa yang Hyejin rasakan… bahkan lebih”

Hyejin?” pikir Kyuna.

Kyuna menatap Yoongi yang mengarahkan pandangan dingin padanya. “Aku minta maaf…” Kyuna tidak tahu lagi harus berkata apa pada orang yang ada di hadapannya itu. Yoongi terlihat begitu dendam pada kakaknya.

Yoongi melangkah ke arah Kyuna, “Apa kau pikir cukup hanya dengan minta maaf?” Yoongi pun semakin mendekat pada Kyuna. Orang yang ada di hadapan Yoongi itu memundurkan kakinya. Melihat Yoongi memajukan langkah padanya, membuat Kyuna teringat kembali kejadian di hutan itu. Kyuna sekarang terlihat ketakutan, ia takut Yoongi kembali mencelakainya.

“HENTIKAN HYUNG!”

Seruan itu membuat Kyuna dan Yoongi berhenti dan menoleh ke arah seseorang yang tiba-tiba datang ke ruangan itu.

“Kim Taehyung… jangan mencampuri urusanku” Yoongi menatap tidak suka ke arah Taehyung.

Taehyung sejak tadi mencari Kyuna setelah dia tidak melihat Kyuna di kelasnya. Taehyung khawatir pada Kyuna. Dia pun berkeliling ke seluruh gedung sekolah. Dia tidak sengaja melihat Yoongi dan Kyuna lewat celah pintu ruang paduan suara yang sedikit terbuka. Taehyung berjalan ke arah mereka. Kemudian Taehyung menarik tangan kiri Kyuna agar menjauh dari Yoongi. Taehyung  berdiri di depan Yoongi, “Jika kau ingin balas dendam, kau salah orang, hyung… jadi hentikan.”

“Apa maksudmu?” Yoongi tidak mengerti maksud perkataan Taehyung tadi. Kemudian ia tersenyum sinis pada Taehyung, “dan kenapa kau menolongnya? Apa kau menyukainya, Kim Taehyung?”

Kyuna kaget mendengar pertanyaan terakhir itu. Sementara Taehyung sendiri sejenak terdiam. “Itu benar… aku menyukainya. Jadi… HENTIKAN SEMUA INI, HYUNG” jawab Taehyung kemudian mencengkram kerah seragam Yoongi. Wajah Kyuna berubah kaget lagi mendengar jawaban Taehyung dan juga melihat Taehyung memegang kerah seragam Yoongi. Kyuna tidak mau terjadi perkelahian antara mereka.

Yoongi tersenyum sekilas lalu menatap tajam Taehyung. Yoongi menyingkirkan tangan Taehyung dari kerah kemejanya kemudian mendorong Taehyung.

Bugh!

Tiba-tiba Yoongi memukul wajah Taehyung sampai ia jatuh tersungkur. Yoongi maju ke arah Taehyung yang sudah jatuh ke lantai kemudian menarik kerah seragam Taehyung hingga membuatnya berdiri dan…

Bugh!

Yoongi kembali memukul Taehyung dan kembali taehyung terjatuh. Sudut bibir Taehyung kini berdarah terkena pukulan tangan Yoongi yang tepat mengarah ke wajah bagian kirinya. Taehyung mencoba untuk bangkit. Namun, belum Taehyung berdiri dengan sempurna, Yoongi langsung melancarkan tendangan ke arah perut Taehyung hingga membuat Taehyung kembali tersungkur.

Kyuna terenyak melihatnya. Ia bingung, tidak tahu harus berbuat apa melihat perkelahian Taehyung dan Yoongi, bukan, lebih tepatnya Taehyung yang dipukul oleh Yoongi. Karena Taehyung tidak memberikan perlawanan pada Yoongi. Melihat Taehyung yang tidak membalasnya, Yoongi pun kembali memukul Taehyung kali ini dalam posisi Taehyung masih berada di lantai. Yoongi memukul wajah Taehyung berkali-kali hingga membuat Taehyung memar dan berdarah. Tak cukup sampai di sana, Yoongi memegang kerah seragam Taehyung lalu menarik dengan kuat dan membenturkan dengan keras tubuh Taehyung ke tembok.

“Kenapa kau tidak melawanku?”

Taehyung sedari tadi tidak membalas pukulan Yoongi. Dia sendiri membiarkan Yoongi memukulnya, membiarkan hyung-nya itu melampiaskan amarah padanya, bukan pada Kyuna. Melihat Taehyung tidak menjawabnya, Yoongi pun semakin kesal lalu memukul perut Taehyung dan memukul wajahnya kembali hingga beberapa kali. Kyuna tidak tega melihat wajah Taehyung sudah babak belur seperti itu, tapi Yoongi terus memukulnya. Kyuna pun mencoba menghentikan Yoongi.

Ya… Yoongi… Yoongi… hentikan…” pinta Kyuna sambil memegang tangan Yoongi menahannya memukul Taehyung lagi. “Lepaskan!” Yoongi Merasa terganggu dengan tangan Kyuna, dia pun menepis kasar tangan Kyuna lalu mendorong kuat Kyuna.

BRUKK…

Tubuh Kyuna tersungkur dan terbentur meja dengan keras hingga membuat meja itu mundur dari posisinya dan jatuh. Kyuna tampak meringis kesakitan, tangan kirinya memegang lengan kanannya. Mendengar suara meja terjatuh, Yoongi dan Taehyung pun berhenti dan melihat Kyuna. Taehyung kembali mencengkram kerah seragam Yoongi, “hyung… hentikan.”

Yoongi melihat wajah Taehyung yang babak belur. Kemudian ia pun menepis tangan Taehyung dari seragamnya. Yoongi melihat sebentar ke arah Kyuna lalu melangkah pergi dari ruangan itu.

Kyuna menundukkan kepalanya, ia masih memegang lengan kanannya. Akibat benturan tadi, tangan Kyuna terasa bertambah sakit. Taehyung langsung menghampiri Kyuna. Ia duduk di depannya. “Apa tanganmu sakit lagi?” tanya Taehyung khawatir, ia merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Kyuna.

Kyuna mengangguk kemudian mengangkat kepalanya, melihat Taehyung. Kyuna melihat wajah Taehyung penuh memar dan bahkan berdarah di sudut bibir dan pelipisnya. “mianhae… karena aku… kau jadi begini…” ucap Kyuna, wajahnya saat ini seperti akan menangis. Hal itu membuat lirih hati Taehyung. Kedua tangan Taehyung merangkul Kyuna dan memeluknya.  “Aku tidak apa-apa, kau tidak usah mengkhawatirkanku…” ucapnya lembut.

Sementara itu, Yoongi keluar dari ruang paduan suara. Jin tidak sengaja melihatnya dan heran melihat Yoongi keluar dari ruangan itu. Jin pun memutuskan untuk melewati ruang itu. Di pintu ruangan yang terbuka, ekspresi Jin berubah, ia terkejut. Bukan karena melihat wajah Taehyung yang penuh memar seperti habis dipukuli. Tetapi, karena Jin melihat Taehyung memeluk Kyuna, bahkan kini Taehyung mengelus lembut rambut Kyuna.

Bersambung

 

One thought on “Dangerous – Chapter 8”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s