DESTINY (1/5)

picsart_04-27-09-20-48

DESTINY
dilaribear

Starring TWICE and GOT7
Genre family;school-life;friendship;slightromance • Rating pg-13 • Duration Chaptered

Kau takdirku, aku tak pernah bisa meninggalkanmu
Kau duniaku, pusat hari-hariku

.

“Chae, jangan pernah beritahu siapapun kalau aku adalah kakakmu, mengerti?” Jinyoung camkan kalimat tersebut setelah terpaksa menerima keputusan orang tuanya yang akan memindahkan Chaeyoung ke sekolah yang sama dengan Jinyoung, satu kelas dibawahnya.

Kerap kali Chaeyoung berusaha mempertanyakan alasannya, Jinyoung selalu menghindar.

Ow em jii! Para flower boys memang terbaik!!!”

Chaeyoung mengeryit. Ini bukan pertama kalinya sejak ia pindah ke sekolah ini, mendapati teman-teman perempuannya meneriaki tujuh lelaki yang dikenal sebagai Flower Boys sekolah seiring munculnya mereka di permukaan manapun di sekolah ini. Dan hal yang membuat Chaeyoung gatal adalah,

“Psh, Oppa kenapa sih jadi orang sok keren di sekolah?” Bisik Chaeyoung yang berlagak sedang berpapasan dengan Jinyoung bersama keenam lelaki Flower Boyslainnya.

“Sudah kubilang jangan mendekatiku di sekolah, Chae.” Jawab Jinyoung selirih mungkin, sedang murid perempuan lainnya sedang sibuk heboh mengerumuni ketujuh lelaki tersebut.

Chaeyoung cemberut. Merasa sebal, dia pun berkata, “Bukan itu yang Oppa katakan padaku di rum-” Jinyoung segera membungkam mulut Chaeyoung dengan tangannya, lantaran semua orang memandangi mereka berdua.

“Nanti saja, bodoh.”

Marah, Chaeyoung menepis tangan Jinyoung dan mendorong dadanya dan membuatnya hampir jatuh ke belakang. “Jahat, Oppa bodoh!” Teriaknya, lalu berjalan cepat meninggalkan kerumunan itu.

“Waw, adikmu akan dapat masalah besar, Young-ah,” Bisik Mark yang berdiri di sebelah Jinyoung. Jinyoung menghela napas, menyadari ucapan Mark segera terjadi tepat setelah lelaki itu menutup mulutnya.

“Wah, siapa gadis itu? Beraninya bilang Jinyoung jahat!” Suara-suara itu mulai bermunculan dari murid perempuan yang paling senior sampai yang paling junior, lantas mereka membentuk komplotan yang akan membasmi siapapun yang menghina Flower Boys mereka.

Yugyeom tertawa lantaran Jinyoung yang memegangi kepalanya, merasa bersalah. “Hei, gadis itu benar,  Jinyoung Hyung memang jahat,” seru Yugyeom sekeras mungkin, sebelum komplotan itu menyerang setelah Chaeyoung yang sudah menghilang dari sana entah dimana sekarang.

Gadis-gadis itu diam, “Tidak, pokoknya kita harus tumpas dia!” Mereka tolak mentah-mentah pembelaan Yugyeom pada Chaeyoung.

“Sepertinya kamu perlu memikirkan lagi tentang menyembunyikannya, Jinyoung.” Ucap Jaebum pada Jinyoung. Sayang, Jinyoung sama kerasnya dengan penggemar-penggemarnya itu.

.

Brak. Chaeyoung tendang bangkunya, membuat teman yang didepannya terkejut dan menoleh. Mendapati wajah kecut Chaeyoung, teman dekat Chaeyoung itu tertawa lantas berucap, “Baru seminggu saja sudah main tekuk wajah, gimana mau bertahan sampai 2 tahun lagi?”

Lebih terdengar seperti ledekan, namun Chaeyoung sama sekali tak tersinggung. Justru ia menyilangkan kedua tangannya di mejanya, lalu menatap temannya tersebut, “Dahyun, kenapa sih tujuh orang itu jadi Flower Boys? Kenapa tidak senior kelas 3 saja, atau orang yang lebih tampan gitu?”

Alih-alih menjawab, Dahyun terbahak dahulu. Setelah hampir genap 60 detik puas menertawai Chaeyoung, ia pun menjawab, “Chae, harusnya kamu tahu definisi dariFlower Boys itu sendiri. Meskipun mereka tidak tampan-” Chaeyoung mengeryit saat Dahyun memotong kalimatnya sendiri, lalu terkekeh, dan melanjutkan, “Maaf, sayangnya mereka semua tampan. Jadi, selain tampan, mereka bertujuh juga merupakan manusia-manusia yang mendekati sempurna. Mereka bisa menari, menyanyi, olahraga dengan baik, pintar, dan juga-”

Kali ini Dahyun benar-benar tidak berniat meneruskan penjelasannya. “Kok berhenti?” Tanya Chaeyoung, kecewa.

“Chae, memangnya kenapa kamu penasaran mengenai hal ini?” Tanya Dahyun, setengah berbisik, dan pandangannya yang sesekali melihat lorong kelas dari jendela.

Chaeyoung mendengus, “Um, sebenarnya ada satu orang yang sebenarnya tidak pantas berada di barisan Flower Boys. Dia tidak tampan, dia tidak jago olahraga, kepintaran akademiknya pun setengah-setengah, suaranya pas-pasan, dan aku tidak pernah melihatnya menari.” Ia berusaha menjelaskan.

“Tentu saja, kamu kan belum tahu,”

“Soal apa?”

Dahyun menyengir, lalu berbisik, “Mereka bertujuh sangat membenci ga-”

Brak. Dahyun tersentak kaget, Chaeyoung menoleh ke belakang dan mendapati seorang senior perempuan kelas 3 bersama murid perempuan lain yang mengekor. “Dahyun-ah, bisakah kamu lanjutkan?” Tanya Chaeyoung yang seolah acuh tak acuh pada komplotan yang telah tiba untuk menghancurkan Chaeyoung.

“Ja-jangan sekali-kali mencari masalah dengan Flower Boys, pokoknya jangan dekati mereka. Siapapun kamu, apapun alasanmu, karena mereka bertujuh sangat membenci ga-”

“Hei, kamu!” Teriak senior tersebut. Chaeyoung menghela napas, lantas melangkah mendekati senior tersebut hingga ia dapat membaca nametag yang terjepit di atas jas seragam, Im Nayeon.

Chaeyoung menmiringkan kepala, ingin melihat seberapa banyak pengikut senior dengan paras cantik ini. “Nayeon Sunbaenim penggemarnya Flower Boys, ya?” Tanya Chaeyoung, sempat ia lihat senior satu ini diantara kerumunan gadis tadi.

“Hah, kudengar kamu baru seminggu disini, ya!” Sepertinya Nayeon sedang bertanya, tetapi, lebih terdengar seperti sentakan—jadi tanda seru yang cocok untuk mengakhiri sentakan itu. Chaeyoung mengangguk sekali, “Bagaimana bisa kamu tahu namaku, ha?”

Sebuah tangan menepuk-nepuk bahu Nayeon dari belakang, seorang gadis berambut pirang berbisik, “Nametag-mu, Unni,

“Jadi, sepertinya Nayeon Sunbaenim dan ekor-ekormu salah paham denganku.” Jelas Chaeyoung, mimik muka yang sangat tenang dalam menghadapi ratusan panah tak dikenal yang hendak menghunusnya ini.

“Salah paham apanya! Jelas-jelas tadi Jinyoung Oppa menyentuhmu!” Sentak gadis berambut pirang itu pada Chaeyoung, yang kemudian Chaeyoung ketahui nama gadis itu, Sana.

Naeyon berdesis pada Sana, “Bukan itu masalahnya, Sana,” lalu beralih menatap Chaeyoung,

“Sudah jelas tadi kamu mendorong Jinyoung dan membentakinya!”

“Iya, itu maksudku tadi!” Tambah Sana.

Chaeyoung menaikkan sebelah alisnya, tak paham dengan mereka berdua (atau, kenapa ratusan gadis lain dibelakang itu hanya diam dengan pandangan murka mereka). “Ya terus, kenapa kalian tidak lihat tadi kalau Jinyoung Oppa me-”

“Semuanya!” Teriak Dahyun yang tiba-tiba muncul dari punggung Chaeyoung. “Anak ini kan baru seminggu disini, dia anak bar-”

“Kita sudah tahu.”

“-u.” Dahyun mendengus menghadapi sikap sinis mereka. “Chaeyoung ini, sama sekali tidak tahu, tidak paham, tidak mengerti, dan sebangsanya itu- mengenai Flower Boys kita, jadi jangan salahkan dia, oke?”

Bak obat bius, kalimat Dahyun barusan membuat ratusan ekor Nayeon berhamburan pergi. Dan tersisa Nayeon sendiri bersama satu ekornya, Sana. “Makannya, kalau tidak tahu Flower Boys kita, jangan bilang mereka jahat!” Bentak Sana yang memiliki suara kecil tersebut.

“Dan ingat ya, jangan pernah kamu berani dekati mereka bertujuh lagi! Terutama, Park Jinyoung.”

Itu adalah kalimat terakhir Nayeon sebelum ia dan ekornya pergi dari kelas Chaeyoung. Tepat setelah itu, bel masuk berbunyi. Mendadak, Chaeyoung merasa bersyukur karena ia hanya perlu mengikuti 2 pelajaran lagi untuk bisa kembali pulang ke rumah. Dan siap untuk menghabisi kakaknya.

.

Ini pertama kalinya Chaeyoung berjalan di depan Jinyoung, tanda bahwa ia sedang mencampakkan kakaknya. Tentu saja Jinyoung serta merta menyadari hal tersebut, lantaran ialah yang biasanya berjalan di depan setiap berangkat maupun pulang sekolah. Lantas Jinyoung mempercepat langkahnya hingga menjajari adiknya, “Marah, ya?” Tanya Jinyoung sambil menelengkan kepalanya, menatap Chaeyoung yang lebih pendek darinya,

“Cari tahu aja sendiri.” Ketus Chaeyoung.

“Ya, maafin Oppa, dong. Kan aku sudah bilang, jangan dekat…” Jinyoung memberikan jeda ketika Chaeyoung berhenti berjalan, membuatnya ikut berhenti. “Ada apa, Chae?” Tanya Jinyoung.

Oppa bodoh.”

Jinyoung mengerjapkan mata, tak mengerti. “Baik, aku memang bodoh karena membuatmu kesal tadi, bahkan mungkin gerombolan perempuan itu sudah sempat menerormu,” Jinyoung berusaha menjelaskan, lantas ia menggantungkan kalimatnya tatkala Chaeyoung menggelengkan kepala.

“Sekarang aku tahu alasan Jinyoung Oppa tidak suka kalau aku satu sekolah dengamu,”

Jinyoung membulatkan matanya, “Hah? Tahu darimana?” Ia setengah berbisik.

Chaeyoung menatap Jinyoung dengan sinis, “Karena kamu tidak begitu pandai berolahraga, tidak tampan, tidak punya suara yang sangat bagus seperti teman-temanmu yang lain, tidak ahli dalam hal menari, dan tidak juga jenius dalam hal akademik. Kalau aku menceritakan bahwa kamu hanya menumpang ‘nama’ diantara grup Flower Boys sekolah, pasti reputasimu langsung jatuh. Iya, kan?” Dengan setengah memekik, Chaeyoung tampak puas mengadili Jinyoung.

Sejenak Jinyoung menghela napas lega, karena, “Kamu salah, Chae. Ada satu hal lagi yang menjadi ciri khas kami bertujuh, dan itu satu-satunya ciri khas yang membuatku termasuk kedalam grup Flower Boys,

“Apa itu?”

Jinyoung tersenyum, ia acak rambut pendek Chaeyoung sebelum ia menjawab, “Kita bertujuh tidak suka dengan ga-”

Ddrtt drrtt

Jinyoung menurunkan tangannya dari puncak kepala Chaeyoung, lalu merogoh ponsel yang ia simpan di saku celana seragam, “Ga- apa, Oppa?” Tanya Chaeyoung. Ingin rasanya mati saja daripada harus menderita rasa penasaran tinggi bahkan sejak Dahyun yang menceritakan hal yang sama dengan Jinyoung.

“Sebentar,” Jinyoung berniat untuk mengangkat telepon dari Youngjae sebelum ia melanjutkan perbincangannya dengan Chaeyoung. “Makan malam?”

Chaeyoung dan Jinyoung saling bertukar pandang saat Jinyoung mengulang tawaran dari Youngjae di seberang sana. “Oppa sudah janji menjelaskan semuanya padaku, hari ini.” Ucap Chaeyoung, lebih terdengar seperti ancaman.

Kalah, Jinyoung memutar bola mata dengan sedikit kesal dan menolak tawaran Youngjae, “…malam ini aku kencan dengan adikku, maaf, ya. Sampaikan pada Jaebum dan yang lain juga.”

“Haha, kencan katamu?” Kekeh Chaeyoung. Jinyoung tersenyum gigi sembari memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya, “Ekspresi macam apa itu?” Chaeyoung mengacung pada ujung hidung Jinyoung yang tak bersalah.

Jinyoung merangkul Chaeyoung, “Kita pulang dulu saja, nanti kujelaskan semuanya!”

“Janji?”

“Janji, dan tidak akan aku ingkari untukmu…”

-to be continue-

a/n:

hoi hoi hoi! berapa bulan diri ini hiatus dan merasa asing :’) /em abaikan sih/ (sebenernya ga ada yg sadar kalo aku lagi hiatus, bahkan ada yg ga kenal sama aku yakan yakannnnnnnn)kalau kalian sempet atau pernah atau mungkin cuman kepencet liat fanfictku, pen-nameku sebelumnya adalah “phiwonby” dan panggil saja dila. aku sekarang make penname “dilaribear”, kembali seperti jaman dulu kala/? sebelum jadi sc tetap di IFK, sekaligus penname di blogku. kalau boleh dikit promosi, mampir ya, dipencet doang trus di close juga boleh /gak/

https://iambearain.wordpress.com/

dan ini, maaf, aku make cast yang sering ditemui, karena aku ga begitu kenal sama rookie-rookie jaman sekarang. kalo kalian punya idola rookie yg bagus, kasih tau aku di kolom komen ya wkwk

budayakan read, like, comment! ^^

 

13 thoughts on “DESTINY (1/5)”

  1. Ini ini ini sukaaaaaa!

    Aku suka banget karakter chaeyoung disini. Ah, aku suka semua karakter disini. Nayeon dan sana pun aduh itu lucu banget. Pas bagian sana yg bilang “iya maksudku itu” aduhai itu lucu baget. Terus terus bagian “name-tagmu unni” ih da itu tuh lucu banget bikin ketawa😄

    Aku penasaran banget sama kalimat yg gantung itu. Ga… gadis? Mereka gak suka gadis atau gak suka apa ya? Ih penasaran:((

    Ditunggu lanjutannya^^

    Btw, disini tob dari garis-98^^

    Suka

    1. Haluuu kak tob~ makasih udh ngasih review sebelumnya ya ^-^)/

      Ga yakin juga sih mau bikin karakter TWICE jadi sekonyol ini, untung ada yg suka wkwk /abaikan/

      Ga- apa ya kira-kira? tunggu aja ya kak heheh ^^

      Suka

  2. OMONA ini cerita yg sangat cute sekali 😍😍😍
    Jujur aku ga suka kalo GOT7 dipairingin sama gb lain #lol. Tapi tetep aja kepo dan akhirnya baca jg 😂😂

    Yeee aku seneng bgt sama semua karakter di sini. Rapper line lucu bgt jadi hoobae wkwk. NAYEON TUH YA PAS BGT EMANG MUKANYA BUAT DAPET KARAKTER ANTAGONIS CENTIL KETUA GENG YG HOBI LABRAK KAYAK GINI. Trus Sana jugaaa centil2 oon huft 😂😂😂 #eh.

    Karakternya GOT7 yg udah keliatan baru junior. Ah nyebelin bgt ya emang masa punya kakak seganteng jr perlu dirahasiain 😞 (??)

    Semangat update-nya ya, authornim~~~ geregetan bgt nih tiap ada “ga–” trus gajadi lol. Apasih apasih? Jangan2 got7 gasuka sama ga– gadis? Jadi… mereka gay? 😱😱😱 (oke ini sok tau abis lol)

    Suka

    1. Halu kak laras~ makasih udh kasih review di ff ku ya^-^)/

      Tau nih kak, sebenernya aku sendiri ngerasa Nayeon yg cocok jadi antagonis centil gitu, dan juga Sana yang sebenernya cewek yg seksi, tapi begitu inget sama kepolosannya selama SIXTEEN dulu, jadi kepikiran buat bikin karakter dia jadi rada bloon gitu (maafkan aku JYP sajangnim T_T)

      Ikuti terus ceritanya ya kak, makasih banyak :* :*

      Suka

  3. It’s the best time to make some plans for the future and it’s time to be happy.
    I’ve read this post and if I could I want to suggest you few interesting things or suggestions.
    Maybe you can write next articles referring to this article.
    I desire to read more things about it! http://www.yahoo.net

    Suka

  4. thor, thor.. bagus banget thor.. wahh.. bener2 top deh thor..
    tapi thor, kadang aku nggak tahu sebenernya Chae itu adiknya Jinyoung atau apanya ya? Wkwkwkwk pokoknya, Author semangat ya!!!!!!

    Suka

    1. Haloo kak uchi^^ makasih ya udh mampir dan review fanfict ini^^

      Jadi chaeng itu adiknya jinyoung disini, dan sekaligus jadi adik kelasnya soalnya ortu mereka mindahin ke sekolah yang sama^^

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s