Sister? (CHAPTER 2)

sister

Title: Sister? (CHAPTER 2)

Scriptwriter: Nurulqurrota22

Main Cast: Kim Hanbin (B.I iKON), Natasha Kim (OC)

Other Cast : All member of iKON and the family/?

Genre: Family, School Life, Romance, Love-Hate (maybe)

Duration: Chapter

Previous: 1

Rating: M

Kau tahu cinta kan?

Kau yakin cinta itu buta, kan?

Pintu itu bergeser. Ekspresi Yunhyeong yang konyol berubah begitu saja. Mata Jinhwan semakin memicing.

Bobby lalu dengan berani menjaga pintu yang hampir terbuka sepenuhnya itu. Ia menunggu di ambang pintu, menunggu siapa yang masuk.

Sekali lagi pintu itu bergeser, lebih jauh. Memperlihatkan pelaku yang menggesernya.

Seorang gadis manis dengan rambut blonde yang tergerai memasang ekspresi kaget. Tentu saja kaget melihat Bobby yang menghalangi pintu. Matanya membulat sempurna. Mengapa banyak orang yang melihatnya?

 (Chapter 2)

“Permisi,”

Ucap gadis manis itu.

Bobby sedikit terperanjat, tapi matanya tertuju pada rok yang dipakai gadis di depannya. Spontan membuatnya lupa bahwa ia menghalangi jalan gadis blasteran itu.

“Wow, bisakah rokmu naik sedikit lagi?”

Bobby lalu terkikik, sedangkan gadis di depannya langsung menarik tas selempangnya untuk menutupi lututnya. Gadis itu masih diam, warna merah mendominasi wajahnya

Bobby berjongkok, dan

“Hmmm..”

 Gadis itu sadar bahwa Bobby ingin melihat ‘benda pusaka-nya’. Pelecehan! Ia langsung memukul wajah Bobby dengan tas selempangnya.

“GILA!”

“Cih,”

Gadis itu langsung menabrak pundak besar Bobby dan segera menduduki kursi yang kosong. Gadis itu mendengus lalu duduk dengan pandangan yang menyeruak. Ia mendengus lagi. Sepertinya pagi ini ia bertemu dengan lelaki termesum di dunia.

“HAHAHAHA”

Terdengar suara teriakan tawa dibagian depan kelas. Rupanya tontonan gratis itu membuat anggota iKON terhibur. Bobby hanya mengedikkan bahunya seolah tidak mengerti ada apa dengan gadis  itu. Lalu mereka tertawa bersama.

—Natasha POV

Huh!

Bisakah aku berpenampilan seutuhnya? Rok dengan panjang seperti ini memang sudah menjadi style-ku!! Aku kembali mendengus melihat kerumunan lelaki tampan nan mesum itu  di depan kelas.

“Wow, bisakah rokmu naik sedikit lagi?”

SHIT!

Mereka pikir aku itu apa? Melihatnya saja sudah membuatku teringat kejadian menyebalkan tadi. Huh, menyebalkan. Ternyata Hanbin memiliki teman yang sama gila juga sama mesumnya! Ya, kuakui dia tampan, keren, dan segalanya. Namun…

AKU TAK SUKA LELAKI MESUM!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Sudahlah, lebih baik aku kembali stalking tentang G-Dragon Oppa lagi.

Aku pun meraih ponsel dari dalam tas selempangku ini dan mulai membuka senjata kuatku, internet.

Aku menajamkan pendengaranku. Hufft,,, baguslah kalau mereka sudah tidak menertawakanku lagi. Sungguh aku sangat malu! Bagaimana bisa hal ini terjadi, huh? Aku yakin Hanbin adalah dalang dari semua kejadian menyebalkan itu! Aaargh Kim Hanbin!!!!!

Tiba-tiba pintu kelasku bergeser. Coba lihat apa yang akan dilakukan teman gila Hanbin itu.. melakukan yang sama persis? Atau malah berbeda jenis?

Oh tidak.. yang masuk adalah seorang lelaki. Bagaimana bisa ia mengganggunya eoh?

Lelaki?

IYA LELAKI!

Oh Tuhan! Tinggi sekali. Biar kutebak, 170cm? Tidak.. 175cm? Itu gila, tak ada yang menyamainya di kelas ini. Lihat kan? Seberapa manisnya ia. Wajahnya lucunya, ya ampun..

Aku melihat lelaki mesum tadi bertanya sesuatu pada namja tinggi itu. Detik berikutnya Hanbin berbisik dan lelaki manis itu tersenyum simpul. Lima teman Hanbin bergabung, membentuk sebuah lingkaran. Sepertinya Hanbin mengenal lelaki tampan itu. Atau, ia anggota grup gila nya? Ah tidak.. mana mungkin wajah lucu seperti itu berpikiran mesum?

—Kim Hanbin POV

“Ya, Jung Chanwoo.. kurasa kau ketinggalan permainan.. tapi itu tak masalah. Kau siap jadi pemeran utama, bukan?”

Chanwoo hanya tersenyum tipis. “Dengan senang hati Hyung..”

“Yak.. aku ingin bermain juga..”

Bobby mendengus kesal menanggapi jawaban singkat Chanwoo.

“Bermain? Kurasa kau adalah pemain pertama Hyung..”

“Ya Koo Junhoe! Apa yang aku lewatkan?”

“Hahahaha.. hanya sebuah Warming Up oleh Bobby Hyung.. Selebihnya kau yang bermain..”

Chanwoo tersenyum simpul lalu kembali fokus menatapku, “Jadi kita main dari tadi?”

“Yeah.. kau ketinggalan beberapa menit. Oke iKON.. Get Ready?”

“Showtime!”

Lingkaran kecil yang kami buat bubar begitu saja. Jinhwan, Junhoe dan Yunhyeong mulai melangkah pasti menuju ambang pintu. Donghyuk dan Bobby mengekori mereka. Bisa kulihat Chanwoo mulai mendekati ‘mainan’ kami. Ini akan menyenangkan. Lets Play!

—Natasha Kim POV

TETT

Bel elektrik itu sukses menggemakan suaranya ke penjuru sekolah. Aku membalikan telapak tanganku yang bersejarah dan mengecek waktu.

Pukul 3 sore.

“Baiklah, pelajaran telah berakhir..” Mr. Bang mengakhiri pelajarannya. Sastra Jerman, huh membosankan. Sepertinya aku sama sekali tidak memerhatikannya. Aku terlalu antusias menatap Chanwoo yang duduk di depanku. Masih bisa kurasakan tangan lembutnya menyalamiku setelah grup gila Hanbin bubar. Wajahnya yang berseri, lengkungan yang menarik pipinya, dia terlalu menggemaskan. Bahkan entah berapa ratus kali aku membayangkan kepalaku bisa bersandar di bahu indah nan tegapnya. Hey Jung Chanwoo! Kau itu manusia atau malaikat yang tersesat?

Aku meraih tas selempangku dan memakaikannya. Sesegera mungkin aku keluar dari kelas ini. Aku pun sedikit berlari, Kenapa? Karena Chanwoo masih menghapus papan tulis dan sepertinya tak buruk jika aku membantunya.

BRUK….

“Aish..”

Aku meringis pelan saat lutut kaki kiriku berciuman dengan lantai kelas. Sungguh menyakitkan meskipun tak berbekas, apalagi berdarah. Aku mendongak, mengecek siapa yang menabrakku atau lebih tepatnya siapa yang bertabrakan denganku.

Jung Chanwoo?

“Haish.. Mmm.. Maaf…“  Dia berkata dengan sangat gugup. Tanpa komando, ia langsung mengulurkan tangannya padaku.

Aku tidak sedang bermimpi kan? Siapapun itu, tolong cubit pipiku!

Aku meraih tangannya. Oh Tuhan.. bahkan tangannya terasa lebih hangat dibandingkan tadi pagi.

“Akh..” aku meringis menyadari sendi ku yang berbunyi.

“Are you okay?” Ia menatapku cemas. Lalu tak sengaja aku membentur dadanya. Gosh!

Kulilhat ia kewalahan menangkapku yang limbung. Aku pun berusaha berdiri tegap, berusaha menahan sakit dan terlihat kuat.

“I’m fine..” balasku sambil tersenyum rapuh. Rasa sakit masih terus menggerayangi di lututku. Kulirik seketika bola mata Chanwoo yang tak henti-hentinya menatapku dengan tatapan cemas seperti itu.

Seketika aku merasa bahwa ia memang pria yang amat sangat perhatian. Oh My God Thanks! Sepertinya opiniku tentang ia yang  kelewat indah merupakan sebuah fakta.

Aku pun segera berjalan melaluinya. Tentunya masih tertatih dengan lututku ini. Namun, aku bersikeras menahan rasa sakit. Bukankah tak baik merepotkan seseorang?

Beberapa menit kemudian, aku sampai di gerbang depan sekolah.

“Haish! Bodoh!!”

Aku merutuki diriku sendiri saat aku sadar bahwa aku lupa membawa powerbank! Handphone ku sudah mati sejak tadi dan itu artinya tak ada yang menjemputku pulang! Aku memandang sekitar, berharap ada bantuan. Aih Bodoh! Kau orang baru disini, Natasha!!

“Natasha-ya..’”

OH GOD!

“Chan.. Jung Chanwoo..” Balasku gugup, bagaimana tidak! Setelah membuatku terperanjat akibat suara indahnya, dia terang-terangan memegang lenganku! Tuhan.. apa aku masih hidup?

“Apa kau yakin akan pulang berjalan kaki?” Lelaki tinggi di depanku ini terus berujar dengan tatapannya yang menawan. Aku pun berfikir keras akan pertanyaannya dan menadapati apa yang akan terjadi selanjutnya. Gotcha! Dia akan mengantarku pulang dengan mobilnya atau semacamnya! Sudah sangat pasti!

“Iya, ada apa memangnya Chanwoo-ssi?” Aku menyelidik antusias. Sesekali membohongi orang itu tak apa, kan?

“Hmm.. aku jadi tidak enak membiarkanmu pulang berjalan kaki dengan lututmu itu. Sungguh aku minta maaf soal yang tadi. Im so sorry..” Aku tertegun, se-bersalah itukah ia?

“Sebagai gantinya, aku akan mengantarkanmu pulang. .”

WOW!

Wajah cantikku pasti seperti udang rebus detik ini. Aliran darahku berdesir seketika ketika pria tampan mempesona ini mengajakku pulang bersama.

“Uh,. baiklah”

Melihat Chanwoo yang terus berjalan, aku pun mengekorinya. Dia pasti akan menjumpai mobilnya.

“Natasha, dimana rumahmu?”

“Emm.. Kau tahu rumah Hanbin-“

Just Hanbin? Oh sepertinya kartu merah.. baiklah, take a deep breath and breath it out Natha.. “Hanbin Opp,, Oppa..”

Sepertinya pita suaraku hampir putus saat mengucapkannya.

“Wah! Ternyata Bobby Hyung tidak berbohong..”

Aku mengernyit, “Maksudmu?”

“Sebentar..”

Chanwoo berhenti dan menekan tombol remote control mobilnya. Sebuah Ferrari hitam, mirip seperti Ferrari Hanbin yang terparkir di samping Lamborghini Ayah. Chanwoo membukakan pintu untukku, menyuruhku untuk segera duduk manis. Beberapa saat kemudian, mobil mewah ini melaju mulai meninggalkan parkiran Han’s High School.

“Ah biar ku perjelas. Kau kenal Bobby Hyung?”

Aku memalingkan wajah, menatap wajah intens Chanwoo yang tertuju ke jalanan Seoul.

“Bobby? Apa dia teman Hanbin Oppa?”

“Ya.. mereka sangat dekat. Bahkan Bobby Hyung adalah anggota iKON yang paling dekat dengan Oppamu..”

Dia bukan Oppaku, Jung Chanwoo!!!!!!!!!!!

“iKON?”

Chanwoo seketika menatapku. Lampu merah muncul beberapa detik lalu.

“Kau bahan tak tahu iKON?”

Aku tersenyum miris, “Aku baru datang kemarin, Chanwoo-ssi.. Aku tak tahu apapun tentang kehidupan Hanbin..”

“Jangan panggil aku se-formal itu. Cukup panggil aku Chanwoo, Chanchan atau apalah itu..”

Aku tersenyum simpul. Ternyata dugaanku benar. Chanwoo berbeda dengan Hanbin  juga teman Hanbin yang lain.

“Baiklah, ceritakan tentang iKON padaku..”

Mobil Chanwoo kembali melaju seiring lampu hijau yang memang sudah menyala. “Aku harus bercerita tentang apa? iKON terlalu banyak memiliki cerita..”

“Emmm…” Sebenarnya aku tak ingin tahu banyak tentang Hanbin.. tapi bukankah iKON milik anggotanya? Cerita iKON bukan hanya seputar kehidupan Hanbin bukan?

“Apa saja.. ceritakan padaku apa saja tentang iKON.. Eoh, bagaimana jika cerita iKON ketika terbentuk?”

“Baiklah..”

Chanwoo lalu memandang ku yang setia duduk di sampingnya dengan senyum sumringah. Setidaknya aku akan tahu sedikit hal tentangnya hari ini.

“Awalnya iKON adalah nama tim basket sekolah, tapi ketika Oppamu masuk di Hans School, iKON bukan hanya sebatas tim basket. iKON menjadi penguasa sekolah, berisi 6 pria. Oppamu, Jinhwan Hyung, Yunhyeong Hyung, Donghyuk Hyung, Junhoe Hyung dan Bobby Hyung.. mereka ber-enam adalah putra pengusaha terkenal di Korea dan mereka juga terkenal dengan otak pintar plus wajah tampan..

Mengenai Oppamu, kurasa kau tahu banyak hal tentangnya. Jinhwan Hyung, putra tunggal dari JP Interpraise corp. Sebuah perusahaan furniture terkenal kenamaan Jepang. Yunhyeong Hyung, keluarganya memiliki peternakan sapi di Australia dan hebatnya keluarga mereka juga memasok daging sapi hampir ke seluruh Asia dan Eropa. Dong-“

“Aku tak butuh cerita kekayaan keluarga member iKON. Aku lebih suka mendengar hobi kalian atau hal lain..”

Chanwoo terkekeh. “Aku lupa.. kau adalah keluarga Kim Interpraise Corp. Dan pastinya tak akan tergiur dengan harta mengingat harta keluargamu juga terlampau banyak..”

Chanwoo melepas nafasnya, “Oppamu terkenal sebagai pria angkuh yang dingin. Tapi ia takut terhadap suatu hal. Oppamu juga yang merubah tim basket sekolah. iKON berganti nama menadi HBA, Han’s Basketball Associations. Jinhwan Hyung terkenal dengan keramahannya, Yunhyeong dan Donghyuk Hyung adalah penyabar yang penyayang. Junhoe Hyung, mungkin ia terlihat angkuh pada awalnya. Bisa ku akui bahwa ia cuek, tapi sebenarnya ia adalah pribadi penyayang yang sangat memperhatikan iKON. Bobby Hyung, mata sipitnya sebenarnya sering menangkap pemandangan indah. Terutama dari tubuh wanita. Tapi tenang.. kami semua masih lelaki yang utuh.. meskipun terkadang aku ragu pada Bobby Hyung mengingat ia hampir tiap malam bermain di club..”

Mwo.. mwoya?” Aku tertegun. Ekspresi wajahku memang tampak sangat kaget dibuatnya.

“Wae? Apa ada yang salah?”

“Tunggu.. Apa Bobby Oppa memakai sepatu merah hari ini?”

“Ya.. sebenarnya itu adalah sepatu group ketika kami bermain ke Tokyo. Hanya saja warna nya kami sesuaikan dengan selera masing-masing. Kenapa?”

“Ti..Tidak..”

Oh God! Pantas saja pria mesum bernama Bobby itu bertingkah seenaknya padaku! Ternyata ia sering ke club dan.. Lupakan! Aku tak suka pria mesum!!

“Kita sampai nona muda.. jangan bergerak kecuali aku sudah membukakan pintu mobil untukmu..”

Beberapa detik kemudian lelaki berhati malaikat itu membuka pintu mobilnya untukku. Aku tersenyum, seolah berterimakasih. Tapi sebenarnya senyuman ku disana bukan untuk kesediaan nya untuk membukakan pintu, tetapi untuk..

Untuk hari ini.

Aku sempat mengajaknya untuk masuk, tapi sialnya Ferrari merah Hanbin berhenti tepat di depan mobil Chanwoo. Hingga pada beberapa saat kemudian Hanbin mengajaknya berjalan duluan, tepatnya meninggalkanku. Menyebalkan! Tapi setidaknya aku merasa lega bisa sampai di rumah dengan selamat.

“Huh,”

Aku merebahkan diriku di ranjang dan mendapati sinar menyilaukan menerpa wajahku. Dengan sigap aku menutup gorden. Dan kembali bermanja di atas ranjang. Ya, masih berbalut seragam, bahkan berkaus kaki. Berkali – kali aku mendesah dan mengingat kejadian tadi.

Kejadian saat Chanwoo mengulurkan tangannya, saat ia mengajakku pulang dan perbincangan tentang iKON. Hebat! Refleks hatiku berdebar, pipiku merona dan entah mengapa aku merasa kamarku berhias pelangi juga kupu-kupu indah yang berterbangan. Membuatku terasa seperti orang gila. Hahahahaha.. Tapi aku tidak berusaha berbohong. Ya, Chanwoo! Pesonamu, kelembutanmu dan semua sikapmu membuatku gila, aku.. mencintaimu, dari sejak kau muncul dari balik pintu kelas!

Berbicara tentang pintu, sejenak aku mual mengingat perkara yang terjadi sebelum Chanwoo masuk. Kejadian saat si mesum Bobby itu. Dasar gila! Pikiran kotor! Otak kotor! Otak mesum! Bagaimana aku tidak emosi, mengingatnya saja aku mual. Bayangkan saja, ketika kau berusaha memulai hari pertama di sekolah baru dengan indah,  menemukan kelas lalu menarik nafas ketika sekedar memegang kenop pintunya. Dan tiba-tiba seekor mahluk aneh berjaga disana lalu  menyerangku dengan pertanyaan yang tak kalah aneh dengan otaknya.

“Bisakah rokmu naik sedikit lagi?”

Pernyataan aneh!

Otakku penat hanya karena mengingat kejadian itu. Sepertinya aku butuh refleksi, berendam di bathtub dengan aroma lavender sepertinya tak buruk.

Aku bangkit lalu menggeliat, memejamkan mata. Namun pemandangan aneh berbau mencurigakan muncul begitu saja ketika mataku terbuka.

Sejak kapan?

Kenapa aku tidak menyadarinya?

 

2 thoughts on “Sister? (CHAPTER 2)”

  1. Nat nat harusnyaaa seneng kali jadi adenya kim hanbin :3 nah ini kamu sebelnya astaghfir tukeran yuk tukeran wkwkwk next qaq ditunggu salken jg ^^

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s