[Mix-Ficlets] Les Héros

les Hero

Kisah para pahlawan di kala hujan

.

L E S  H É R O S

@andditaa © 2016

| 17’s 95liners | Triple Ficlets | Family!AU | G |

.

Misi Penyelamatan

[Choi Seungcheol x Choi Yeol & Choi Young]

.

Langit tengah murung di luar, lantas menangis tak sampai satu jam kemudian. Sejurusnya, Yeol juga Young yang sedari pagi bertengger manis di depan televisi, beranjak dan berebut merapati kaca jendela. Mengamati fenomena alam tersebut dengan manik-manik kokoa mereka yang membulat menggemaskan. Konversasi penuh canda sesekali dicipta keduanya.

Seungcheol membentuk kurva di wajah atas polah sang putri kembar lalu kembali fokus pada monitor laptopnya. Andai direktur kantor malas memberi pekerjaan lembur, pria itu tentu tak pusing ber-multitasking di hari Minggu begini.

Jujur saja, mengawasi dua gadis empat tahun sembari membuat laporan keuangan adalah kombinasi melelahkan. Seungcheol jadi ingat, istrinya dulu sering mengerjakan—

Kriet

Kontan Seungcheol mendongak. Mengarahkan atensi ke daun pintu yang terbuk—

“Ya Tuhan.”

Berhambur Seungcheol menuju beranda. Netranya bergerilya panik pada dua bocah identik yang kini asyik berbasah-basah ria.

“Papa, sini ikut main!” Young berseru girang, telapaknya menadah hujan.

Sementara Yeol, si sulung, sudah berkejaran dengan bocah-bocah lelaki yang tiada diundang datang meramaikan. Sempat tangannya melambai pada Seungcheol tanpa menunjukkan setitikpun rasa bersalah. Baju Yeol tentu kuyup, sekuyup-kuyupnya.

Oh, ini bencana. Sungguh Seungcheol enggan menghadapi Yeol-Young yang sakit sendirian. Maka lelaki itu masuk rumah lalu keluar lagi secepat kilat. Payung telah ditangan, misi penyelamatannya harus berhasil kali ini.

Merajut langkah mawas nan pasti, Seungcheol menghampiri Young. Serta-merta meraih anak dikuncir kuda itu dalam gendongan.

Aaiih, Papa, lepasin Young!” Raut Young terlipat-lipat. Kakinya menendang-nendang mencoba berontak. Tapi apalah daya, tubuhnya yang kecil ketimbang sang ayah jelas membuat ia mudah ditaklukan.

Seungcheol sukses membawa putri bungsunya masuk tanpa lupa mengunci pintu dari luar, demi keamanan tahanan. Targetnya sekarang naik ke level lima—Seungcheol bahkan tidak paham mengapa Yeol betul-betul aktif, tidak serupa anak perempuan kebanyakan.

Di bahu jalan Seungcheol berdiri, langsung ia sambar tangan Yeol begitu gerombolan bocah berlarian di hadapan. Gadis bersurai nge-bob itu bersikeras, bertarik-tarikan dengan ayahnya.

Enggak mau! Yeol mau main.”

“Nanti sakit, Yeol.”

Aiiiih, Yeol mau main pokoknya!”

“Kalau Yeol sakit, Papa larang nonton Barney, mau?”

Seungcheol memang sulit marah, apalagi betindak tegas pada buah hatinya. Kelemahan tersebut justru menyokong kenakalan Yeol. Gadis cilik itu sengaja menangis meronta-ronta dalam kubangan air, di bawah guyuran hujan.

Menghela napaslah Seungcheol, biarkan rengekan Yeol mengudara. Ia payungi si sulung sembari berjongkok. “Papa sendirian saja di rumah, Yeol-ah. Kalau Yeol sakit, siapa yang mau mengurus Young?”

Yeol lebih tenang, akhirnya. Kendati masih tersedu ketika ia berujar, “Papa, ‘kan, tinggal telepon Mama biar pulang.”

Kontan sambaran kilat bak menghantam benak Seungcheol keras-keras. Ia bergeming kala netranya menyelami milik sang putri. Mempersilahkan kokleanya menyaring isi hati Yeol yang makin nyaring.

“Kalau ada Mama, Papa yang jaga Yeol. Terus Young dijaga sama Mama.”

Kekehan getir dicomot Seungcheol dari boks tertawanya yang nyaris berdebu. “Yeol kangen Mama, hm?” Jemarinya mengusap lembut rambut basah Yeol.

Alih-alih menjawab, Yeol menghamburkan dirinya ke dekapan sang ayah. Menangis kencang-kencang ia. Masa bodoh dengan pakaian berlumpurnya pun segelintir bocah lelaki yang menonton di sekitar.

Di antara reruntuhan air angkasa, Seungcheol memandang ke jendela, dimana si cilik Young mengamati dari ruang keluarga. Anak itu tidak menangis, omong-omong. Namun caranya berontak tadi memberitahu Seungcheol bahwa ia dan Yeol punya harapan yang sama—ingin bermain hujan, atau barangkali merindu buaian sang bunda.

Payah. Seungcheol baru betulan paham sekarang. Rupanya Young itu penyabar, juga pandai menyembunyikan perasaan. Agaknya menurun kepribadian tersebut dari dirinya mengingat ia selalu begitu semenjak sang istri melayangkan gugatan cerai seminggu silam.

Sedangkan Yeol, sebagai anak yang selalu jujur dengan isi hatinya—ia menangis ketika memang bersedih, didoakan Seungcheol semoga tak berakhir seperti sang ibu. Ialah wanita yang berterus-terang tak sanggup bersabar dan hendak meninggalkan keluarganya.

.

.

.

Ayah yang Keren

[Yoon Jeonghan x Yoon Yoomi]

.

Serius.

Jangan ragukan daya ingat Nyonya Yoon soal kebiasaan seluruh penghuni rumahnya, termasuk sang suami. Wanita bersurai sepinggul itu tak lagi ambil pusing membangunkan Jeonghan di awal hari, sebab yang terjadi ialah aktivitas gigit jari; sia-sia. Lagi pula, hujan tengah berdendang di luar. Jelas Jeonghan memilih berkemul bersama selimut ketimbang mengudap sarapan di ruang makan.

Yoon Yoomi duduk manis di bangkunya. Menikmati sereal rasa buah yang disiram sang ibu dengan susu sapi hangat. Netranya mencuri pandang ke jendela, memperhatikan tetangganya—si kembar Choi beserta papa mereka—bermain di halaman depan saat air angkasa berguguran.

“Bunda, Yoomi boleh bangunkan Ayah?”

Nyonya Yoon menoleh, mengulas senyum, lalu mengangguk takzim sebagai izin.

Lantas bersoraklah Yoomi. Beringsut turun ia dari kursi, berlarian kecil menuju bilik orang tuanya. Ada Jeonghan yang tengah membungkus badan di ranjang.

“Yah!” Yoomi menghambur menuju Jeonghan. “Ayah, bangun, Yah!”

Jeonghan bergeming. Persetan dengan jemari mungil Yoomi yang mencengkram erat lengannya dan mengguncang tubuhnya sekuat tenaga.

“Ayah, bangun cepat! Ayo main hujan di luar!”

Menggeliat malas Jeonghan begitu pekikan Yoomi berada tepat di kupingnya. Kelopak membuka, menyuai raut ceria putri lima tahunnya dengan setengah sadar. “Nanti saja, Yoomi-ah.”

“Keburu hujannya berhenti, Yah.” Yoomi memberengut. Lengkap dengan bersedekap. “Yeol sama Young aja main hujan sama papanya. Coba Yoomi punya papa keren seperti Paman Seungcheol.”

Oh, Yoomi jelas bukan ibunya. Pun masih terlalu dini untuk paham apa yang disukai pula dibenci oleh sang ayah.

Jeonghan serta-merta bangkit duduk begitu mendengar kalimat Yoomi tentang dirinya dan lelaki dari rumah seberang. Jujur saja, ia anti dibanding-bandingkan demikian.

“Yoomi-ah, main hujan bisa bikin flu, loh.” Jeonghan menguap sebentar. Jemarinya mengusap surai panjang Yoomi. “Apalagi seorang princess tidak boleh terkena air hujan yang kotor begitu.”

Mata bola Yoomi bergulir ke arah sang ayah. Melebar beberapa milimeter atas kalimat informatif barusan. “Kalau seorang princess sakit dan kena air kotor, apa kecantikannya akan hilang, Yah?”

“Nah, princess Ayah sudah mengerti, rupanya.” Jeonghan menarik selimut, membawa sang anak untuk berkemul bersama. “Sini, Ayah peluk biar dingin yang bikin flu bisa hilang.”

Diamnya Yoomi membuat Jeonghan menahan tawa. Ia tentu mengerti betapa gamangnya sang buah hati memutuskan antara pergi hujan-hujanan, atau tetap menyandang gelar favorit seluruh anak perempuan–princess–dengan syarat tidak boleh main di halaman. Jeonghan tentu merasa kata-katanya benar soal hujan, bukan tipuan.

“Oh, iya!”

Alis Jeonghan bertautan. Menatap heran putrinya yang kini mengulas cengiran selebar perahu nelayan. “Ayah mau bantu Yoomi bikin hujan yang bersih, ‘kan?”

“Hujan yang bersih?”

Yoomi mengangguk antusias. “Yoomi tahu tempat hujan yang bersih, Yah!”

Ekor mata Jeonghan mengikuti punggung sempit Yoomi. Bocah itu turun dari ranjang, berlarian menuju pintu putih tulang di sudut ruangan. Lengan pendeknya meraih-raih saklar sementara kaki ia jinjit agar tinggi tubuhnya bertambah.

“Kamar mandi?” Alis Jeonghan menjengit sebelah.

Membisu, Yoomi berhasil menyalakan lampu ruangan tersebut. Tungkai kurusnya melangkah riang tatkala ia putar knop dan menyambut ubin bersih kamar mandi.

“Mau ngapain ke situ, Yoomi-ah?” Jeonghan masygul menyibak selimut. Ia yakin putrinya sudah mandiri mengurus urusan sanitasi, sehingga jelas kepeduliannya bukan karena ingin memandikan Yoomi.

“Ya Tuhan—Yoomi-ah?” Belum lagi Jeonghan tiba di tujuan, ia lihat cipratan-cipratan air menyambangi pengesat kaki bahkan sampai membasahi tegel pualam sekitar kamar mandi. Diserang paniklah pria itu hingga langkah malasnya berubah jadi pelarian heboh.

Jeonghan sudah terlambat, asal tahu saja. Putri kecilnya kini berpesta ria di bawah shower; mendendangkan lagu Frozen, memakai botol sampo kegemaran Jeonghan sebagai mikrofon, dan tubuh mungilnya telah kuyup secara total.

Tawa apatis malah dipilih Yoomi kendati ia lihat mulut ayahnya menganga tak menyangka. Siap menyembur omelan kapan saja. “Yah, ayo, cepat sini main hujan!”

Sampai lemas lutut Jeonghan lantas gelak ikut ia lepas bersamaan dengan terkikisnya jarak antara ia dan Yoomi. Tangannya meraih selang, jahil mengarahkan serangan air pada sang putri.

Yang jadi korban jelas ogah mengalah. Yoomi menyambar selang lain, membalas agresi Jeonghan lebih membabi buta.

Toilet yang terbuka lebar pintunya itu menyipratkan air. Bahkan becekan tampak bersarang di lantai sana-sini.

Tak apalah. Berhubung Jeonghan baru bangun pagi, maka terlanjur mandilah ia. Sekalian menghibur princess kesayangannya dengan air hujan bersih buatan sendiri. Higienis nan sehat.

Jadi terbukti, bukan? Yoon Jeonghan itu ayah yang keren dibanding tetangga seberang?

.

.

.

Great-Daddy Wannabe

[Joshua Hong x Tasha Hong]

.

“Air hangat?”

Baiklah. Malapetaka bagi Joshua hari ini. Sebenarnya ia enggan menyalahkan cuaca. Bagaimanapun, istrinya adalah kebutuhan, sementara hujan tak sudi berhenti sampai lewat tengah siang. Wanita itu harus menunggu hingga cerah di rumah orang tuanya, baru bisa pulang.

“Iya. Mandikan Tasha dengan air hangat, ya.”

Tasha, putri Joshua yang berusia tujuh bulan, belum dimandikan semenjak pagi. Ayahnya malas serta sangsi, apakah batita macam ia tahan diguyur air saat temperatur sedingin kini.

Kalau boleh melayangkan alasan agar tak memandikan Tasha, Joshua tentu bersedia (barangkali dengan berkicau bahwa ia belum mumpuni). Masalahnya, sejak status bapak ia sandang, hal ini malah jadi simalakama. Yang dipanggil tanggung jawab itu membuntutinya kemana saja. Apalagi waktu ditinggal sendiri dengan sang anak.

Sembari menimang si tembam Tasha, dan sambungan telepon terus terhubung pada istri, Joshua bergegas menuju dapur. Rautnya berangsur kusut.

Omong-omong, bagaimana cara Joshua mengambil teko di rak atas guna merebus air sementara lengan kanannya mendekap Tasha, serta yang kiri menggegam ponselnya?

Argh. Tasha pakai menangis pula saat diturunkan dari gendongan.

“Masih perlu bantuanku?”

“Kau bisa pulang sekarang, tidak, sih?” Keluh Joshua. Ia menyerah. Bokong ia jatuhkan di atas sofa ruang keluarga. “Aku takut Tasha menangis.”

Oh, Joshua tidak mengerti mengapa tawa istrinya sekon ini bak ejekan paling menghinakan yang pernah terdengar. “Gendong saja dia, bawa ke teras rumah. Suasana di luar bisa menghiburnya, kok. Apalagi sedang hujan, ‘kan?”

Manik Joshua berotasi—berlagak sinis—ke arah Tasha. Sang bayi pun membalas; menyengir lebar, jemarinya menjambak surai berantakan Joshua.

“Jadi Tasha bisa menangis hanya karena bosan?”

“Sepertinya aku harus sering meninggalkanmu bersama Tasha, ya, Sayang.”

“Jangan lakukan itu, kumohon.” Joshua menyandarkan kepalanya. Merutuk dalam hati atas waktu yang lebih banyak ia belanjakan di tempat kerja.

Sudahlah, lupakan soal memandikan Tasha. Joshua putuskan menanti sang istri. Ia tutup telepon dan berjalan menuju meja pantri. Alih-alih lega, Tasha yang ditinggal sendiri di atas ambal kontan menangis sedih.

“Iya, Sayang. Dad tahu, Dad memang payah. Jangan menangis, oke?” Joshua bermonolog. Mengabaikan rengekan Tasha selama bermenit-menit demi menikmati segelas air putih.

Begitu Joshua datang, Tasha pun tenang kembali. Tangan kecilnya meraih-raih minta digendong lagi. Bukannya dipenuhi, sang ayah justru membaringkan diri. Sejurus, hunian keluarga Hong dipenuhi tangisan bayi.

Sssh, Tasha, halo.” Joshua meraih mainan berbentuk semangka yang berserakan di lantai. Menggoyangkan benda tersebut agar Tasha terhibur. Namun sia-sia; air terjun malah pindah di wajah sang anak.

Sudah saatnya membuktikan kisah istrinya perihal hujan dan bayi. Maka digendonglah Tasha, lalu tungkai Joshua terajut ke arah pintu rumah.

Whoa, look at that, Tash. It’s raining!”

Diameter manik gelap Tasha bertambah tatkala panil pintu terbuka lebar. Musik cadas hujan membuatnya spontan bergeming, memperhatikan lamat-lamat kerusuhan yang tersaji.

Kedamaian turut menulari Joshua. Sudut-sudut bibirnya terjungkit kalem seraya kaki-kakinya bergerak mendekati tepian beranda.

Tak lama berselang, ada suara anak kecil mengacaukan fokus Joshua juga Tasha. Sumbernya tahu-tahu lari melewati muka teras mereka.

“Lihat, Young, itu Tasha!”

“ADIK TASHAAA!”

Rupanya sepasang gadis cilik identik yang berteriak, menegur ceria. Tentu saja Joshua amat kenal keduanya. Mereka putri dari seorang karib yang kebetulan tinggal di barisan blok terdepan.

“Hai, Kak Yeol, Kak Young.” Sahut Joshua, merangkap juru bicara Tasha. Lengan mungil bayi itu diayunkan olehnya.

Tawa Tasha terumbar, membuat Joshua berkali-kali mengecup gemas wajahnya.

“Halo, Natasha.”

Serempak Joshua-Tasha menoleh. Mendapati seorang pria familier bermantel hujan datang, duduk di tangga teras.

“Namanya Anastasha, Choi Seungcheol.” Joshua menahan gelak. “Natasha itu janda muda yang tinggal di blok E.”

Pfft, maaf, Josh. Tapi sejujurnya, aku lebih suka nama Natasha. Mudah disebut.” Iya, ini Seungcheol. Ayah Yeol-Young sekaligus teman dekat Joshua Hong.

“Kausuka nama Natasha atau janda muda bernama Natasha?”

Hah?” Alis Seungcheol menjengit kaget. “Jaga ucapanmu, Bapak Hong.” Pria itu menciprati Joshua dengan sisa-sisa air di mantel.

Refleks Joshua memutar badan; masih terkikik geli ia. Punggungnya menamengi Tasha. “Lagian, kau sedang apa mengenakan mantel sambil jalan-jalan?”

Giliran Seungcheol mencibir, “saat anakmu sudah mampu berlarian di luar rumah seperti Yeol dan Young, kujamin, hujan bukan masalah buatmu.”

Alis-alis Joshua bertaut bingung.

“Asal mereka bisa senang, kaurela badanmu basah karena menemani mereka berkejaran di bawah hujan.”

Mulut Joshua membentuk huruf o tanpa suara. Sebentar ia betulkan posisinya menimang Tasha.

“Sekalian, mengenalkan alam pada mereka sejak kecil. Yang terpenting, ajari mereka mensyukuri cuaca yang satu ini. Iya, ‘kan, Tasha?”

Joshua teringat sebuah pameo klasik yang populer di kalangan laki-laki,

Seorang pria akan berubah dewasa ketika sudah menjadi ayah.

Yeah, Joshua membenarkan kalimat tersebut pada diri lawan bicaranya.

Seungcheol bercelinguk ke kanan-kiri. Karena tak mendeteksi keberadaan dua putrinya, ia pun pamit. Sempat ia kecup singkat pipi kanan Tasha sehingga Joshua menggerutu, mengelapi bekas hujan di wajah Tasha.

Alright, Tash. Let Dad ask you,” Joshua mengangkat Tasha, membuat Tasha menghadapnya. “Do you wanna feel the rain, sweetheart?”

Batita itu tergelak kecil sembari mengemuti jemarinya.

Demi mengajarkan kebaikan, menyadur pernyataan wibawa Seungcheol, Joshua mengganti gaya menggendong Tasha. Kini mereka berkiblat ke arah serupa. Ke arah hujan.

Joshua memegang tangan kanan Tasha. Ia bergerak menuju batas kanopi beranda. “Ready, Tash?”

Tasha tak merespon, tentu. Namun, tatkala sang ayah membimbing telapaknya merentang, menadah air yang jatuh dari atap, sensasi dingin langsung menyapa epidermisnya untuk kali pertama. Ia tergelak; ayahnya kelabakan akibat tubuhnya berguncang kegirangan.

So do you like it, Tash?” Joshua usil menarik lalu merentangkan tangan Tasha berulang. Yang diperlakukan begitu bahkan memekik sen—

Oh my God! What are you doing there, Mr. Hong?

Kontan Joshua terperanjat. Disuanya wanita berbalut mantel berdiri di halaman, memakai payung pink pastel, serta yang bahaya ialah raut terkejutnya siap menerkam dengan rentetan omelan buas.

Oke. Joshua baru tahu rasanya ketahuan berbuat iseng oleh istri sendiri. Tasha langsung diambil alih wanita itu. Dan berakhir dengan tangisan lain dari si bayi.

Just teach her about nature, honey.

I’ve told you to bathe her with warm water, haven’t I?”

Mengangguk patuh Joshua.

It’s because she still can’t resist the cold. Do you get it now, honey?”

Ugh, nampaknya butuh perjalanan panjang buat Joshua agar bisa bermain hujan bersama putri kecilnya.

.

.

fin.

.

.

Has been posted here.

Thanks to dearest futureasy a.k.a dhila yang telah memberikan rekomendasi nama buat bayinya Joshua (Anastasha Hong) :’)) iniloh dhil jadinya nasib si papa josh di tanganku jadi receh (?)

Thank you n kritik saran sangat diperlukan <3

dita – xxline

26 thoughts on “[Mix-Ficlets] Les Héros”

    1. KEPENCET SIAL

      EH ADA BAPAK JOSHUA ITU AKU JUGA PENGEN DONG JADI ANAKNYA, JADI ISTRINYA JUGA BOLEH KOK

      ASALKAN🌚

      BERSAMA🌚

      JOSHUA🌚

      berhenti. Ini keliatan stalker banget wokesip
      BTW not to mention junghan dan kemagerannya yang super duper dan cara mendidik anaknya yang elegan yah hmmmmmmmmmmm UDAH MANA SENGCOL PUNYA ANAK KEMBAR KOK LUCU?!?!?!

      DAAAN

      Dia diem diem naksir janda muda blok e? Itu aku mas, nikahi aku:”) DAAN JOSHUA YANG AWKWARD Y AM I NOT SURPRISED Dia bahkan eye-roll?! Aku mau gif-nya?!

      Aku harus pergi sekarang kadita, maafkan diriku dan kebosananku.
      Zyan

      Suka

      1. Zyan halo hahaha yah josh-tasha favoku jg btw
        Lah ini kmu mw jd yg mana sih zyan satu2 biar trbagi rata… Doeng kok kamu notice bgt itu soal janda muda x’D duh komen zyan zuper bikin snyum2 sndiri x’)
        Ayok zyan monsta x nya coba dibikin daddy material (oke aku ga ngebayang jooheon bakal gimanaaa nnti dia malah agyeo ke anaknya(?))

        Thank you yaaa zyaan sudah mampiiirr~ mangatsee~

        Suka

  1. KAK DITAAAA~ masih inget aku? Ji……. (pasti lupa)(iya, pasti)

    aku udah baca ini di lapak sebelah kak yuhuuuuuuu ^v^ jadi intinya aku habis baca lagi karena suka yang josh♥ sekalian nyapa kakdita jugaaa~ maafkeun kak aku suka sksd(??) i lav josh (eh)

    Suka

    1. Haloooo jiii ahaha alhamdulillah masih ingat ji. Kalo lupa tulung maafin 🙏🙏🙏
      Yahahaha iya nih ini bukan fresh frm the oven ya tp udh janji mw ksh kredit yg bantu buat nama tasha, klupaan pas buat lapak sebelah (oke) (cukup curcolnya) 😅😅😂
      Waaaaah dad Josh favo ya dimana mana 😇😆 hihihi gpp atuh ji…

      Thank you yaaa sudah sering mampiiirr. Mangatsee~ 🙋🙌🙆

      Disukai oleh 1 orang

  2. suka yg punya seungcheol. kasian amat jadi single parent. sini, nikah sama adek bang. adek siap😉
    jeonghan mager abis. malah main air di kamar mandi, gak seru tauk.
    ini si joshua jadi new daddy ya. keliatan bgt canggungnya

    Suka

    1. Haloo nisha boleh dipanggul gitu tida? Ehehe salken yaa.

      Wah jarang ada yg syuka edisi bapernya cheol ya ampun terimakasih loh nis… Eh… Tunggu tp musti ada ‘nikah sama adek bang’ nya itu saingan nisha banyak loh ☺☺
      Ehehehe terimakasih yaaaa sudah mampir. Stay tune di ifk ❤

      Suka

  3. AKU TAU FF INI. AKU TAHU! AKU TAHU! 😂😂😂 /langsung dicelupin ke sumur sama dita/ 😆😆😆

    Aku belom sempet komenin ini kan dit? Aku komeng di sini aja yak.

    HADOH AKU MAU BGT PUNYA PAPA MACEM PAP CHEOL & PAP JOSH. MEREKA EMANG PANTES JDI PAPA DARI ANAK-ANAKKU KELAK /*plak
    😂😂😂😂

    Tau ga pas prtama bca ff mu tetiba gue ketawa ketawa sndiri gitu, sambil bayangin mereka yg papaable bgt 😍 Asoy bgt alurnya pdahal cuma dikit, mix pula. Ajarkan aku dit supaya kece kek gitu plis.

    Kusudahi sajalah komeng ga mutu ini dit sebelum kmu mual dan mlah lempar aku pelukan Vernon /GAGITU KAK/😆

    Lope lope untukmu dit 😚
    Aku kudu pke lam kenal gitu ga dit komennya? 😆😆

    Suka

    1. Kak dellaaa heu maafkan daku kak baru sempat kubalas bikos pusyang dg fana-life ini (cukup curhatnya dit) aha yha ketahuan jurinya yha TvT
      Kak della sama mas hoseok aja sana semoga langgeng gitu heu heu 😧😩😧 (lalu direndam kakdel)
      Wkwk iya aku sneng sma kisah ortu-anak gini kak heu. Laah kakdel harusnya yg mengajarkanku kak heu ayoo belajar bareng kaak.
      Wkwk. Kita knlan in real life aja suatu saat kakdel 😆😆

      Makasiiiih ya kaak. Sukses lomba ifk nyaa ❤

      Suka

  4. parah nih. cute-overdose bangeeeeettt. mabok ucul nih mabok ucul.

    papa josh paling lope-lah, abisnya ngurusnya anak bayi sih. btw, tasha udah bisa apa papjosh? /?
    etapi mas junghan sama mas scheol lope jugalah. apalagi kalau mau sama aku. mau kan mas?

    sini kecup dulu.

    buat yang liner lain ya kak? ini manis-manis gimana gitu, ketagihan jadinya. Kan klo vernon ngasuh bayi bule jadi keliatannya(?) lebih menantang daripada bayi lokal. aku jadi istrinya jg gpp. aku udah siap lahir batin. /gak/ /gaknolak/
    duh maapkan rusuh gini, jadi malu. ew. uwek. Keep writing kak^^

    Suka

    1. Hai syongbaby~ maafkan diriku bru sempat membalas huhu T.T wkwkwk waah dd tasha baru bisa duduk mulai2 merangkak sama berdiri juga 😆😆😆 laaah knp selalu ada modus ‘…..apalagi sama aku. Mau kan mas?’ ?😂😂😂😂😂
      Aku aja ya yg kecup (lalu dilindes syong(?))

      Kok ingin nguquq ngurus bayi bule lbh menantang 😂 klo pngurusnya cheol mungkin iya (laah)

      Utk buat liner lainnya aku tida janji maaf 😂😂 tp klo ada ksmpatan insya Allah yaa. Makasiiiih sudah mampir dan komeen stay tune ❤❤

      Disukai oleh 1 orang

  5. Halo Kak Dita!
    Bentar ih pahmud!Seungcheol memang mantep ye mana anaknya kembar cewe gitu terus hujan-hujanan, auranya jadi makin mirip sama Irwansyah //lah
    Terus mas jeonghan aku banget ya hujan-hujan mah hawanya mager ogah bangkit dari kasur, eh tumben ada papa yang ngutamain kebersihan, biasanya bapak-bapak kan malah anaknya disuruh main kotor-kotor😄
    Bagian Joshua pecah deh bayangin masnya bawa bayi heu baper sudah aku //guling-guling alay Btw nama anaknya bagus kusuka! Tapi malah ketuker sama nama janda yha kalo ingin mengisi kekosongan hati deketin atuh enengnya //colek mas cheol.
    Keep writing ya Kak Dita ^^

    Suka

    1. Raniiiii huhu maafkan bru smpat kubalasin ini ran ><

      Wkwkwk irwansyah pun muncul di sini pemirsaa yosh thanks to dhila itu ran bikos dia ketje banget sarannya sungguh 😘😘

      Wkwkwk makasiih yaa raaan syukses ospek-yang-di-situ ~~ ❤

      Suka

  6. Hai! Aku sudah pernah baca beberapa fanficton karya kamu. Semuanya hampir bergenre sama ya, yg sweet sweet unyu gituuuu. Suka sih. Aku pecandu ff genre beginian. Manis. Keep writing ya👍✌

    Suka

  7. Kak aku mau yang mingyu ver atau vernon ver. Buatin dong. /dikemplang/

    HAHA abisan aku sukaaa banget dari dulu baca yang papa-papa begini karena kapan kita bisa liat mereka beneran jadi papa muda. Tar jadi papa dah pada tua kali yha wahahaha. Makanya selain suka sama variety show yang ngurus2 bayi aku juga suka ff kek gini /maafin curcol gapentingku kak/ keep writing yhaaa ♥

    Suka

  8. HAI KAKKK!!!
    AWWW PARA PAHMUDDD
    Suka banget cara kakak nulis ffnya, sastra-sastra gimana gituu. ceritanya juga unik, ahh pokoknya keren, juara!!!
    Keep Write Kak!

    Suka

  9. IHini lucu banget aku juga mau dong punya papa kayak sebong?????HAHAHA favoritku dari ketiga ayah garis sembilan lima di atas sih joshㅡsoalnya SOALNYA MAU DONG PUNYA SUAMI KAYAK DOIIIIIII. Cowo kalo ditinggal sama anak kecil sendirian tuh lucu tauuHAHAHA. Tapi junghan juga lovely terus seungcheol juga hm aku tida bisa memilih. Terus entah kenapa aku suka banget sama percakapannya seungcheol-josh mengenai natasha vs anastasha HAHAHAHA hm ngomongin janda blok E nih🙂

    Aw terima kasih kakdita atas creditnyaaaa❤❤ ANYWAY, HAPPY MOVIE OF THE WEEK!!!! WOHOOO CONGRATULATION NEON CHAM DAEDANHAEEEEEE~~~~~~~

    Suka

  10. Pertama sebenarnya ga kenal seventeen apalagi member2nya. Jadi pas baca ini semacam baca orifict dengan karakter korea gitu tapi setelah bagian Joshua aku tahu kalo ini member2 seventeen, wkwkwk.

    Btw, aku suka ini, seriusan sukaaaa. Aku suka karakter masing2 ayah disini. Ayah Choi yg sekaligus menjadi ibu berasa banget beratnya hidup gimana, hahahaa.
    Tapi yg favorit tetap ayah Joshua, barangkali dia memang papa muda tp aku yakin semakin bertambahnya usia Tasha, dia akan semakin dewasa. Tipe orang yg mendidik anaknya dengan cara yg lucu gitu lah.

    Maaf ya ini pertama kali langsung sok kenal gini. Tapi aku orang yg canggung kalo harus kenalan🙂

    Suka

  11. KAANDI SINI KAMU KAK JAAD BANGET AKU SAMPE MELEWATKAN FF SECUTE INI ASTAGA KAKA JOSH LAMA GAK KELIATAN DI RUMAH TAU TAU UDAH PUNYA ANAK ISTRI JADI BAPAK PULA ASTAGA KAKA JEAN SAMA JOLLY SYOK BUKAN MAIN!! ((KADIT LEMPAR MEJA)) ((KADIT NGIRIM STIKER TENGGELAM))

    OMO OMO BIARKAN AKU BERNAPAS SEBENTAR KAK…
    Kak, ini tuh cutenya over banget sihh aku ngebayanginnya tuh ampe ketawa cengar cengir sendiri gitu astaga kepikiran apa sih ampe buat yg begini ucul bat gemes gitu liat papa-papa di atas >.<
    BTW BTW ANASTHASIA HONG ITU KENAPA JADI MIRIP SAMA OCKU SI NATASHA LEE MANA NATASHA ITU JANDA PULA ASTAGA JAAD BANGET KADIT MAH DAN DAN PAS JOSH MANGGIL TASH ITU BERASA MANGGIL TASH OC AKU IH SINI KAK CIYOM DULU 😘

    Pokoknya best of the best itu Kak Josh pastinya kiyut, babeh sekop mah gabisa jauh" dari cewe cewe ya nah klo janda pula 😂 dan dan mak junghan… aku malah ngebayangin dia itu jadi mak mak sih bukan bapak bapak #plak

    aku jadi kepikiran member lain di buatin begini… buatin yg wonu dong kadit wonu /puppy eyes/

    Sudah ya aku mengacau setelah bosan jd aku ubek" ff lama dan berakhir disini. Maafkan atas keterlambatanku ya kak!

    Lafyu ❤

    Suka

  12. IH UNYU BANGET 95LINERS SVT FAV KUU😘😘❤

    Aku baca pertama bagian joshua sebenernya HAHA (maklum selingkuhan lol) dan LUCUUUUUU yaampun imut banget bayangin josh whining ngurus bayi kita/? (HAHA) sendirian terus sok2an nyoba jadi ayah keren kaya seungcheol tp caranya salah HAHAHA

    dan pada akhirnya aku nyoba baca dr atas lagi, bagian seungcheol NYESEK YAAMPUN. unyu sebenernya bayangin sekup punya dua anak kembar cewe udah bisa lari2an apalagi sekup emang gambaran best daddy in the world yha tapi sayang… sekup-ku single parent, dan krn cerai lagi :” (semoga setelah ini kita bertemu dan aku bisa menggantikan sosok ibu bagi yeol-young ya mas .gak)

    terakhir… yoon jeonghan. KARAKTER ASLI JEONGHAN BANGET INI HAHA aku bisa bayangin banget sloth!jeonghan yang bakal selalu cari alibi buat ga ngelakuin apa yg anaknya minta, dan APA MAS? PRINCESS? jangan2 km sendiri mas yg jd princess jd km gamau main kotor2an HAHAHA (seriously tho, jeonghan would definetely be this type of dad in the future xD)

    and last but not least, AKU SUKAAAA sama semua yg ada di fic ini. cara nyeritain, diksinya, karakterisasi/? nya, duh, love it❤❤

    anw salam kenal! scriptwriter baru kah? aku reader (atau lebih seringnya sider) yang udah lama ga ke ifk lagi, tp takdir (atau lebih tepatnya hong jisoo haha) membawaku lagi ke sini untuk tertarik dg movie of the week nya~ hahaha keep writing ya!^^

    Suka

  13. uhhh manisnya, dan saya membacanya ditengah tengah waktu kerja dg bahkan dlm pengawasan supervisorku hahahaa. I see Seungcheol name then I click, and I swear it is so damn sweet.

    Keep writing yaa, ditunggu FF Seventeennya lagi hehee

    Nb: If Yeol and Young are my daughter, I’ll never leave you Choi Seungcheol, I promise

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s