Meant to Be (Part 1)

Meant to Be

Part 1

Title: Meant to Be

Main Casts:

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Kim Yeri (RV)
  • Shin Mi Young

Duration: Chaptered

Genre: School life, romance

Scriptwriter: VanniePark

Rating: General

Haii semuanya, gw author baru. Ini ff pertama gw hihi. /izin basa basi bentar/ disini gw milih Chanyeol EXO sebagai pemeran utama, karna gw ngebiasin dia. Dan Kim Yeri Red Velvet sebagai lawan mainnya. Kenapa gw milih dia? Ya, mungkin dikit banget (mungkin ga ada) yg ngeship mereka. Gw milh dia karna gw rasa dia itu cocok banget sama Chanyeol. Pas senyum, Yeri itu cute banget. Dan Chanyeol suka cewek yg senyumnya cute. Jadi gw rasa mereka cocok. Sekian basa basinya, silahkan membaca! Jangan lupa kasi komen untuk author pemula🙂

—-

Kim Yeri

Anak kelas SMA 2 di ChaSeung Highschool berparas cantik, rajin ,dan rapi. Tetapi .. karakter Yeri yang seperti itu hanya berlaku saat kelas berlangsung. Anak sekelas semuanya tau, bahwa Yeri adalah anak dengan sifat agak tomboy, volume suaranya sangat besar, dan akan memukul siapapun yang menggangunya –kecuali guru

“Mi Young ahh—“ ucap Yeri sambil berlari ke kelas dengan girang sambil sesekali melompat kecil.

“Oh? Dia belum datang? Hmm, ini tak seperti biasanya..”

Yeri meletakkan tas nya, lalu keluar dari kelas untuk melihat apakah sahabatnya—Mi Young telah sampai di sekolah

Setelah 15 menit Yeri mencari Mi Young..

“Mi Young ahh.. kenapa kau baru sampai? Aku telah menunggumu! Biasanya kau selalu sampai duluan sebelum aku tiba” ucap Yeri sambil menunjukkan raut muka kecewa

“Mianhae Yeri.. tadi aku meninggalkan bukuku di rumah.. jadi aku kembali lagi untuk mengambilnya. Khaja(ayo pergi)!” balas Mi Young sambil merangkul sahabatnya itu

“Kha ja!” Lalu mereka berdua berjalan menyusuri koridor sekolah. Dan pada saat mereka melewati taman, Yeri tak bisa melepaskan pandangannya dari arah seorang namja yang tinggi, yang sedang duduk di bangku taman bersama dengan temannya.Mi Young menyadari itu, dan bertanya

“Siapa yang kau lihat? Tampaknya kau tidak bisa melepas pandanganmu dari dia”

“hmm.. aku tidak tahu.. aku tak pernah melihatnya.. apakah dia murid baru?” tanya Yeri sambil menunjukkan pria yang sedari tadi ia perhatikan kepada Mi Young

“Ohh.. itu Chanyeol. Park Chanyeol. Ia memang murid baru. Ia berada di kelas 1, dan kelasnya terpat di sebelah kelas kita.”

“Woah, kau tahu banyak tentangnya..”

“Itu karena dia adalah anak teman ayahku. Aku pernah bertemu dengannya di kantor ayahku. Dia adalah namja yang baik. Dia juga pintar, dan berasal dari keluarga terpandang”

“Oh? Teman kantor ayahmu? Kalau begitu bisa jadi ayahku juga kenal dengan ayahnya.” Ucap Yeri dengan melipat kedua tangannya di depan dada

“Kurasa begitu. Ayah kita kan bekerja di kantor yang sama. Mereka bahkan teman dekat. Mengapa kau tiba tiba bertanya tentangnya?”

“Ahh.. tidak apa apa.. ini sudah jam 6.58.. kita haus ke kelas, sebentar lagi Pak Choi akan masuk kelas” kata Yeri sambil menarik tangan Mi Young, lalu mereka berlari ke kelas.

.

.

.

.

Bel sekolah berbunyi, menandakan pelajaran telah berakhir. Tak terasa, sekarang sudah jam 1 siang dan ini sudah saatnya untuk pulang

“Ayo, Yeri! Cepat simpan bukumu!” ucap Mi Young antusias

“Ya, aku mengerti. Kau adalah orang yang paling antusias jika loceng pulang sudah berbunyi.” Ucap Yeri malas sambil menyimpa bukunya ke dalam tas. Setelah ia sudah membereskan bukunya, “ayo pulanggg!!” ucap Yeri antusias, tak kalah antusiasnya dengan Mi Young.

“Lihatlah, sekarang kau bahkan jauh lebih antusias dariku!” balas Mi Young sambil sedikit terkekeh melihat tingkah sahabatnya sendiri.

“Terserahlah, yang penting kita pulangg!!” ucap Yeri sambil berlari meninggalkan temannya yang masih berdiri di tempatnya.

“Yaa! Kim Yeri! Tunggu aku!” Mi Young pun segera berlari mengejar temannya itu.

Dan saat Mi Young berlari keluar dari kelas, ia melihat Yeri tengah sibuk mencari seseorang dari kelas sebelah. Bukan mencari, lebih tepatnya mengintip.

“Ya! Siapa yang kau intip? Beritahu padaku!” ucap Mi Young sambil menepuk pundah Yeri yang menyebabkan temannya terkejut.

“Omo! Y-ya! Jangan seperti itu! Aku terkejut! Untung saja aku tidak jantungan!” balas Yeri sambil mencubit lengan sahabatnya

“Awh! Jangan mencubitku! Ah, sudahlah itu tidak penting. Siapa yang kau intip? Tunggu, ini kelas 1. Siapa yang kau intip? Atau jangan jangan.. Park Chanyeol?”

“Apa yang kau bicarakan? Chanyeol? Aku menintip Chanyeol? Ya! Maldo andwae (Itu tidak mungkin)! Aku bahkan tidak kenal dengannya!” Balas Yeri untuk meyakinkan Mi Young bahwa ia tidak sedang mengintip Chanyeol. Tetapi tampaknya ia gagal untuk menipunya.

“Hahaha.. kau sangat lucu, kau bahkan tidak bisa berbohong. Aku tahu kau sedang berbohong. Aih, aku ini sahabatmu. Aku tahu saat kau berbohong, Yeri” balas Mi Young yang masih tertawa melihat temannya yang bahkan tidak bisa berbohong.

“Sudahlah, ayo pulang!”

Dan Mi Young masih berdiri di tempatnya, dan bergumam

“Dasar anak itu..”

.

.

.

Sesampai Yeri di rumah, ia meletakkan tasnya, melepas sepatunya, dan kemudian mandi. Setelah itu ia mengerjakan PR dan belajar untuk ujian besok—Yeri memang anak rajin.

.

.

.

.

Titt titt titt titt titt titt..

Suara alaram yang berbunyi membangunkan Yeri dari tidurnya.

“Hoamm.. Selamat pagi dunia!” dengan semangat Yeri pun bangun dari tempat tidurnya dan segera mandi, sarapan, dan pergi ke sekolah seperti hari hari sebelumnya.

Saat Yeri sampai di sekolah, ia berjalan menuju kelasnya. Dan sebelum sampai ke kelasnya, ia pasti melalui kelas Chanyeol. Ini aneh, Yeri tak pernah bermaksud untuk melihat Chanyeol. Tapi entah kenapa, matanya selalu tertuju pada Chanyeol, dan tidak bisa melepaskan pandangannya dari Chanyeol. Yeri terus sibuk menatap Chanyeol, hingga ia sadar bahwa sedari tadi ia terus memandang pria itu.

“Ya! Kim Yeri! Kenapa kau jadi seperti ini? Untuk apa kau terus melihatnya? Kenal saja tidak” Gumam Yeri sambil memukul jidatnya sendiri, lalu berjalan cepat menuju kelas, dan bertemu dengan Mi Young. Mi Young heran saat melihat wajah temannya yang sedang marah.

“Kenapa mukamu seperti itu? Kau tampak seperti kain meja kusut. Kau marah? Kenapa? Dengan siapa? Eoh??”

“Aku.. marah dan kesal. Dengan diriku sendiri.”

“Mwo? Kenapa?”

“Aku..” Yeri mengantung kalimatnya. Bagi Yeri, ini bukanlah saat yang tepat baginya untuk menceritakan yang ia rasakan terhadap Chanyeol. Iya, belakangan ini Yeri tak tahu apa penyebabnya ia selalu ingin melihat Chanyeol meski mereka tak saling kenal. Ia berpikir mungkin saja Yeri hanya sekedar menyukai style dan wajah Chanyeol yang tampan. Yap, Yeri mengakuinya, Chanyeol memang tampan. Ia juga berpikir ini bisa terjadi karena fisik Chanyeol, dan ini bukanlah cinta, karena tidak mungkin kau menyukai orang yang tak kau kenal, bukan? Lagian, Chanyeol juga 1 tahun lebih muda darinya, sementara Yeri menyukai pria yang lebih dewasa darinya. Oleh sebab itu Yeri merasa ia tak perlu menceritakan hal ini pada Mi Young.

“Aku.. tidak apa apa. Aku baik baik saja.”

“Ya! Jangan membohongi aku. Aku tahu kau sedang memiliki masalah.”

“Tidak perlu mengkhawatirkanku, aku benar benar tidak apa apa” kali ini Yeri tersenyum padanya, meski ia terpaksa

“Hmm, baiklah. Mungkin memang kau tidak mau menceritakannya padaku.”

“Hihi! Kau memang sahabatku yang terbaik, pengertian, cantik, pintar, dan.. ah! Pokoknya semuanya!” ucap Yeri sambil merangkul temannya itu

“Ya! Sudah kukatakan jangan pernah menggunakan kalimat hiperbola!”

Dan.. aksi jitak-menjitak pun berlangsung

.

Sejak hari itu, Yeri menjalani harinya dengan bahagia. Meski ia mencoba untuk tetap meluruskan pandangannya ke depan, ia tetap tidak bisa. Matanya selalu ingin melihat Chanyeol. Dan akhirnya Yeri memutuskan menjalani harinya dengan menjadi dirinya sendiri, menjadi Yeri yang memang tidak bisa melewati harinya tanpa melihat Chanyeol. Menurutnya, apa salahnya jika ia memang menyukai Chanyeol? Lebih baik Yeri nikmati saja masa mudanya daripada menyiksa dirinya sendiri dengan berpura-pura tidak menyukai Chanyeol. Dan Yeri terus seperti itu hingga ia lulus duluan dan tidak berada di sekolah yang sama dengan Chanyeol lagi.

Yeri dan Mi Young pergi ke universitas yang sama, yaitu KeiMyung University. Meski sudah menjadi mahasiswa, sikap mereka berdua tidak pernah berubah. Betul, kekanak-kanakan.Oh, yang benar saja. Seluruh mahasiswa Kei Myung University sudah terbiasa melihat dua orang saling berkejar-kejaran sambil berteriak, dan dua orang itu pasti adalah Yeri dan MiYoung.

.

.

.

Waktu memang berjalan dengan cepat jika kamu menikmatinya dan menjalaninya dengan baik.

Tak terasa, sudah satu tahun Yeri menjadi seorang mahasiswa. Pagi ini, seperti biasa, Yeri yang sudah sampai di kampus kemudian berjalan menyusuri koridor dan menuju ke kelasnya, sambil (lagi-lagi) menjeritkan nama sahabatnya itu.

Sesampai Yeri di kelas…

To Be Continued

Yang baca ff ini mana suaranyaa??? (komen dibawah!)

Tolong feedbacknya yaa makasii~ biar semangat ngerjain next partnya

Author minta maaf kalo ff ini membosankan.. tapi jangan lupa baca part selanjutnya kayy? Bakal bikin yg lebih baik lagi.

Xoxo,

VanniePark

One thought on “Meant to Be (Part 1)”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s