My Answer (Chap.I)

My Answer- Chap.1 and 2

My Answer (Chap.I)

Thanasa present

Seohyun [SNSD], Jung Yonghwa [CNBlue] | Chaptered | Romance, Friendship, Hurt | PG 15+ | General

Kenapa harus menungguku memiliki kekasih? Apa kau tidak tertarik dengan wanita manapun? Jika ada, mengapa tidak kau nyatakan saja perasaanmu padanya?

Disclaimer: Story is absolutely mine. This is not perpect story and there’s typo everywhere hehehe. Hope you’ll be enjoy while reading this. DON’T BE A PLAGIATOR. Gamsahamnidaaa….

###

“Seo Joo Hyun…. Kau tidak kesekolah? Ini sudah siang!” Suara Oemma berhasil membangunkanku, eottoke???!!!! Haishh Jinjja, aku sudah menduga begadang semalaman karena tugas Kang Saem pasti akan membuat masalah.

Aku buru-buru kekamar mandi membereskan diriku dan memakai seragam sekolah. Aku berlari terburu-buru hingga mengganggu aktifitas Appa dan Oppa ku di meja makan, karena mendapat glare mengerikan dari Appa, aku pun menghampirinya dan mencium pipinya sekilas.

Mianhae Appa, putrimu berisik yah? Hehehe, huwaaa aku sudah telat, aku berangkat duluan ya Appa, Eomma, Oppa” ujarku, sambil menyambar setumpuk roti yang sudah Eomma siapkan dimeja makan, dan berlari keluar rumah agar tidak telat tiba disekolah.

“Makanlah pelan-pelan Seohyun-a… Haissh anak itu”

“Cihhh mau jadi apa sih dia kalau sering seperti itu…” Seo Sang Woo kakak Seohyun yang saat ini sedang berkuliah di tingkat satu Fakultas Hukum Seoul National University mencibir kelakuan adiknya.

-n-

 

Hari ini nyaris saja Seohyun telat datang ke kelas, tapi malaikat keberuntungan memang sedang memihaknya. Kang Saem ternyata tidak dapat hadir ke sekolah karena ada urusan keluarga.

“Hyun-nie…Aku malas di kelas, bagaimana kalau kita ke ruang musik saja?Aku akan menemanimu berlatih, Otte??”  Yoona, sahabat sekaligus teman sebangku Seohyun membalikkan wajahnya yang tertumpu lesu pada meja sehingga mereka saling berhadapan dengan wajah dan posisi yang sama.

“Baiklah ayo”

Seohyun memang berbakat di bidang seni, Ia memiliki suara yang indah dan kemampuan musik yang mumpuni, Ia pun ahli dalam memainkan beberapa alat musik. Meski begitu,  Seohyun lebih mencintai piano, karena piano adalah instrumen musik yang mampu Ia mainkan pertama kali saat masih berumur 4 tahun.

Walau berbakat dibidang musik, Ayah Seohyun tidak terlalu memberikannya dukungan untuk menekuni bidang seni. Ayah Seohyun merupakan Jaksa yang sangat dihormati di korea sehingga Ia lebih menginginkan Seohyun untuk menekuni jejaknya dan Seo Sang Woo kakak Seohyun.

Namun diam-diam tanpa sepengetahuan ayahnya, Seohyun tergabung dalam klub seni disekolahnya, bahkan memiliki band dengan beberapa teman satu sekolahnya.

-n-

 

Saat sedang asik memainkan piano, pintu ruang musik tiba-tiba terbuka, dan muncullah Jung Yonghwa. Ia adalah senior satu tingkat diatas Seohyun, seorang Presiden siswa disekolahnya dan pria yang dikagumi Seohyun sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar.

Yonghwa adalah cinta pertama Seohyun, mereka berdua sudah lama cukup dekat. Namun sepertinya Yonghwa hanya melihat Seohyun sebagai adik. Dan Seohyun pun tidak mampu melakukan apa-apa, baginya dekat dengan Yonghwa sudah cukup membahagiakan untuknya saat ini.

“Yeahh, aku tak sengaja lewat dan mendengar suara piano dari sini. Tepat dugaannku kau disini Nona Seo”

“Yoong Oppa? Kekeke apa maksudmu? Bagaimana ceritanya kau bisa tahu itu aku hahahaa” seohyun menoleh kearah pintu,

“Kau menyebarkan sinyal itu Hyunnie, lagipula memang siapa lagi Goddes sekolah ini yang mampu bermain piano seindah kau,eoh?” blush, pujian Yonghwa baru saja sukses membuat kedua pipi Seohyun merona seperti kepiting rebus.

Yonghwa memang kerap memuji Seohyun. Perhatian nya pun sering membuat Seohyun bersusah payah mengatur debar jantungnya yang sering tidak terkontrol bila berada dekat dengan pria tampan satu ini.

“Haisssh sudahlah, berhenti bercanda Tuan Jung. Aku sedang tidak mood” seohyun pun membalikkan tubuhnya hingga dapat berhadapan langsung dengan Yonghwa.

“Kenapa?Kau sedang PMS??Atau sakit?” Yonghwa mendekat kearah Seohyun.

Oppa!!! Bagaimana mungkin kau bisa berbicara tentang hal-hal seperti itu dengan seorang wanita.”

“Hahahaha… memangnya kenapa? Aku kan membicarakannya hanya denganmu?” Yonghwa mengacak-acak kecil rambut Seohyun. Bukannya senang, terlihat raut kecewa yang ditutupi dengan senyum canggung Seohyun.

‘hanya denganmu’ ahh iya aku lupa, dimatanya aku bukanlah seorang wanita

-n-

 

“Yaaaa… Hyunnie… kau tidak mendengarkanku?? Kulihat dari tadi siang kau hanya melamun dan tidak bertenaga kau kenapa, eoh??”

Aniya Yoona-ya, Gwenchana…”

“Kau yakinn?”

Nde..oh iya, kau bilang apa tadi? Aku sedikit tidak fokus…”

“Shin Hye… Ia akan pulang ke Seoul liburan musim panas ini. Dan sepertinya dia akan disini sampai acara Festival Musik saat bandmu tampil nanti. Huwaa senangnya, kita bisa berkumpul bertiga lagi?”

“Benarkahh??? Kau tahu darimana?” mata Seohyun membesar karena kaget dan senang,

“SNS, haisshh… Sudah kubilang kan Hyun, duniamu bukan ruang musik! Kau harus lihat dunia luar.” Yoona terlihat mengerling nakal saat Seohyun mengangguk-angguk kan kepalanya mendengar celotehan sahabatnya itu “Oh iya aku lupa satu lagi, duniamu kan dua. Musik dan Jung Yonghwa” Seohyun melotot kaget.

“Yaaa.., Im Yoona! Sini kau, sudah kubilang berkali-kali, aku tidak ada apa-apa dengannya” Yoona sudah berlari-lari kecil menghindari amukan sahabatnya itu.

Yoona, Seohyun, dan Shin Hye bersahabat sejak mereka dari kecil, namun  setahun setelah lulus dari sekolah dasar Ibu dan Ayah Park Shin Hye bercerai, ibunya menikah lagi dengan seorang diplomat berdarah Amerika sehingga Shinhye harus pindah ke Kanada ikut dengan sang ibu.

Shinhye memang sering datang ke Korea untuk melepas rindu dengan kedua sahabatnya tersebut. Namun sudah dua tahun Shinhye tidak pulang ke korea. Karena itulah kehadiran Shinhye saat ini merupakan moment yang dinanti-nantikan oleh ketiganya, bukan?

-n-

 

Ruang musik telah penuh dengan member Shineblust , itu adalah nama band Seohyun, Kang Minhyuk, Park Chanyeol, dan Lee Jonghyun. Seohyun memang satu-satunya member wanita di band tersebut dengan Jonghyun sebagai leader.

“Sudah cukup baik, melody ini lebih baik daripada minggu lalu, good job hyunnie”

“Eohh aku setuju” ujar Chanyeol mendukung pernyataan Lee Jonghyun.

Gumawo… Kalian juga keren sekali. Oh iya, Jonghyun Oppa bolehkah hari minggu besok aku izin latihan? Temanku datang dari luar Kanada, dan aku sudah berjanji akan menjemputnya di Bandara”

“Hmmm… Baiklah, tidak apa-apa. Tapi aku dan Minhyuk akan tetap latihan, ada beberapa bagian yang ingin kusempurnakan”

Arrasho, Mianhae Oppa aku tidak bisa latihan bersama”

Gwenchana Seohyunnie..”

-n-

 

Aku sudah menyusuri hampir seluruh lorong lantai dua ini, tapi belum bisa menemukan Yoona,kemana sahabatku satu ini. Aku yakin sekali Ia sedang diam-diam bersembunyi dan bermesraan dengan Seunggi Oppa, yah begitu kan memang kalau memiliki kekasih. Waktu dengan temanmu pasti akan terbagi dua. Dan hasilnya disinilah aku seorang diri berjalan seperti tanpa arah.

Omoojeosonghaeyo..”Aku menabrak seseorang yang membawa setumpuk kertas dan buku, aku merasa sangat tidak enak hati. Namun saat melihat  orang yang kutabrak, aku kaget bukan main.

“Baiklah, permohohan maafmu kuterima dengan satu syarat. Traktir aku es krim. Bagaimana?”

“Yoong Oppa? Haisshh..”

Wae, wae,wae?? Kau sepertinya tidak suka sekali bertemu denganku?”

Aniyo Oppa… bukan itu maksudku”

“Lalu?? Kenapa kau menunjukkan raut wajah jelek seperti itu” Ia mencubit batang hidungku, Ya Tuhan, mengapa Pria satu ini tidak berhenti melakukan hal-hal yang membuatku tidak nyaman seperti ini. Perlakuannya membuat perutku seolah-olah mau meledak karena ada kupu-kupu yang begitu banyak.

Oppa… tidak apa-apa, aku tidak habis pikir saja seorang presiden siswa sepertimu tega memeras aku, si adik kelas tak berdaya hanya karena kecerobohanku yang tidak seberapa…” aku berpura-pura merengek padanya,

“Apa kau bilang?memeras?? Yaa Seo Joo Hyun, apa kau tidak keterlaluan. Aku kan hanya meminta sedikit kompensasi” Yoong Oppa malah semakin parah mencubit pipi kananku “Ya..ya…yaa Oppa, pipiku sakit. nanti aku tidak cantik lagi”

“Heol, memang siapa namja bodoh yang bilang kau cantik?”

Degg…

Tenang Seohyun, Ia hanya bercanda denganmu, ini candaan.

“Yang jelas bukan Oppa!Oppa bukan namja bodoh kan?”

“Tentu saja!aku pria cerdas”

Heol, cerdas apanya, buktinya kau tidak tahu perasaanku selama ini padamu

“Tapi Hyunnie, kau serius punya namjachingu??” wajah serius dan ekspresi yang sulit untuk kuartikan dari Yoong Oppa membuat jantungku makin berdebar. Mengapa Ia bertanya seperti itu.

Wa…waa..wae??”

“Hmmm… tidak bisa kubiarkan, berarti aku harus segera bertindak”

Mwo???Bertindak??Apa maksudmu Oppa??” mungkin wajahku yang tidak karuan, membuat tawa Yoong Oppa meledak saat melihatnya. Aku segera menundukkan kepalaku karena sedikit malu.

“Bertindak, karena kalau kau punya namjachingu berarti akupun harus mencari Yeojachingu. Karena kau pasti akan sulit kuajak bermain, makan es krim, pergi ke mall atau bahkan memburu tempat-tempat  makanan enak yang biasa kita lakukan”

Hatiku mencelos mendengar penjelasannya. Yah memang tidak seharusnya aku berharap banyak dari Yoong Oppa bukan. Aku berjalan lesu dengannya disampingku.

“Aku tidak punya namjachingu” ucapku lirih.

Mworago??” aku tersenyum padanya, lama kupandangi wajah Yoong Oppa, Pria yang selama ini mengisi hatiku.

“Aku tidak punya namjachingu Oppa, itu yang kukatakan barusan”

“E..eo..eoh… Arra, baiklah kalau begitu rencanaku untuk mencari Yoejachingu juga dibatalkan kekekekee”

Wae Oppa? Kenapa harus menungguku memiliki kekasih?Apa kau tidak tertarik dengan wanita manapun? Jika ada, mengapa tidak kau nyatakan saja perasaanmu padanya?” lelucon membuatku tiba-tiba kesal tanpa alasan,

“Hyunnie??Kau kenapa??”

“Tidak ada apa-apa, aku hanya bicara saja.Lupakan yang kubilang tadi Oppa, aku akan kembali kekelas.”

Aku tidak tahan lagi, aku pun meninggalkan Yoong Oppa dengan setumpuk kertas yang ada di kedua tangannya. Masa bodoh Ia mau menganggapku aneh karena kata-kata yang baru saja kulontarkan. Aku juga sengaja mengacuhkannya yang masih memandang kepergianku dalam diam.

-n-

 

Seohyun masih berkutat dimeja belajarnya, Ia masih berperang melawan tumpukan rumus berisi angka-angka dan simbol-simbol matematika. Bukan Seohyun namanya kalau menyerah pada soal-soal seperti ini.

Meskipun hanya mencintai musik kemampuan akademik Seohyun tidak dapat dianggap remeh. Ia termasuk pada jajaran siswa berprestasi di bidang akademik sekolahnya, Shinhwa Senior High School. Hal itu Ia lakukan agar Ayah dan Ibunya tidak curiga dengan kegiatan seni yang dilakukannya diam-diam.

Sangking asiknya Ia tidak mendengar suara ketukan pintu kamarnya.

“Yaak, Seo Joo Hyun, kau tidak tuli kan? Ibu dari tadi mengetuk kamarmu tahu!”

“Aishh kau mengagetkanku Sangwoo Oppa

“Biar saja, siapa suruh menyumpal telingamu dengan headset. Makanlah! Ibu daritadi menanyakanmu..”

“Nanti saja, aku belum lapar..”Seohyun masih belum bergeming dari tempatnya. Sangwoo pun geram dan menarik kursi yang diduduki Seohyun.

“Yak… Sangwoo Oppa…” hal itu tentu saja mengagetkan Seohyun. Orang yang dimaksud malah menunjukkan senyum malaikat yang jelas sekali dibuat-buat.

“Adikku yang manis, menurutmu kau harus patuh pada kakakmu atau tidak? Makanlah, selagi makanan buatan ibu masih hangat. Ini hari sabtu dan seharian kau berkutat dengan rumus-rumus matematika itu. Heol, kau mau mengejar nobel, huh?”

Oppa ku yang tampan… adikmu yang manis ini bukan mau mengejar nobel. Tapi, hari senin aku sudah mulai ujian, matematika pula dihari pertama. Sedangkan besok Shinhye tiba di Seoul aku ingin bersamanya seharian, jadi aku harus belajar lebih awal.”

“Tetap saja tidak boleh, lanjutkan nanti setelah makan. Lagipula kau takkan berkutat banyak dengan angka-angka seperti ini kok di sekolah hukum nanti” ujar Sangwoo sambil membolak-balikkan kertas catatan Seohyun dengan ekspresi wajah seolah kertas-kertas tersebut barang menjijikan.

“Fiuhhh… memang siapa yang mau masuk sekolah hukum, sepertimu Oppa??…” Ujar Seohyun santai, dan melenggang meninggalkan kamarnya.

“hah? Jinjja? Seohyun-a, kau bercanda kan? Liat saja kau, akan kulaporkan nanti pada ayah”

-n-

 

Besok sahabatku akan datang, aku rindu sekali dengan Shinhye. Suara handphone ku berdering menandakan ada pesan masuk.

From: Yoong Oppa

Selamat malam Nona Seo.Maaf untuk beberapa hari yang lalu.Apakah aku mengganggumu?

Tumben sekali Yoong Oppa mengirimiku pesan malam-malam seperti ini.ahh iya kejadian tempo hari, aku jadi sedikit menyesal. Seharusnya kan aku yang meminta maaf.

To: Yoong Oppa

Nite Oppa^^, aniyo harusnya aku yang meminta maaf.Hmm tidak mengganggu kok. Ada apa oppa menghubungiku malam-malam seperti ini?

Tidak selang beberapa saat aku pun mendapatkan balasan.

From: Yoong Oppa

Baiklah lupakan kejadian itu.Aku serius ingin mengajakmu pergi keluar, ada beberapa hal yang ingin kuceritakan dan diskusikan denganmu.Otte?

To: Yoong Oppa

Hmm… baiklah kalau begitu, kapan Oppa ingin pergi?

From: Yoong

Ashaa, gumawo Seohyunnie bagaimana kalau besok, dikedai es krim biasa? Sebentar lagi kita akan ujian, psti nnti kau sibuk belajar.

Besok? Besok kan aku dan Yoona akan menjemput Shinhye, lalu kami akan langsung jalan-jalan bersama. Bagaimana ini.

To: Yoong Oppa

Oppa? Tidak bisakah lain hari? Besok aku sudah memiliki janji dengan Yoona, untuk menjemput teman kami dari Kanada yang tiba di Seoul besok.Mianhae.

From: Yoong oppa

Begitukah?Baiklah kalau begitu tidak apa-apa, nanti kita cari waktu lain secepatnya.Selamat bersenang-senang besok Hyunnie. Jaljja J

To: Yoong Oppa

Ne… Gumawo, Jaljjayo Oppa…

Saranghae, Yoong Oppa…

-n-

 

Mwo??? Yaa Im Yoona, mengapa tiba-tiba sekali? Kau sudah mencari alternatif belum?” telepon dari Yoona pagi ini membuatku panik setengah mati. Bagaimana tidak?! Rencana matang yang sudah kami buat untuk menyambut kedatangan Shinhye terancam pupus.

Seunggi Oppa tadi malam cedera saat bermain skateboard sehingga Ia tidak bisa mengantarkan kami pergi ke bandara dengan mobilnya. Ditambah lagi Sangwoo oppa pun tidak berada rumah karena sedang trip bersama-sama teman kampusnya ke Gwangju.

Mianhae Hyunnie, bagaimana ini? kita harus apa?”

“Yaah akupun bingung, Sangwoo Oppa sedang di Gwangju dengan teman-teman kampusnya. Mau bagaimana lagi, kita naik taksi saja.”

“YAK! kau gila Hyunnie? Bagaimana dengan pernaik-pernik untuk memberinya kejutan? Taksi tidak mungkin bisa kita sewa terus-menerus kan?!”

“Ya memang… Kenapa kau jadi berteriak padaku?! Sudahlah, aku bingung Yoona-a, terpaksa rencana kita gagal.” Yoona terdengar menggumam,

“Bagaimana dengan Yonghwa Oppa? Bukankah kau pernah bercerita denganku kau pergi meninjau lokasi acara trip semester lalu dengannya dan Ia membawa mobil sendiri? Eoh??Bagaimana menurutmu?”

“Aishhh..shireo… aku baru menolaknya mengajakku keluar hari ini Yoona-a…. tidak ahh”

“Ayolah Hyunnie, kau kan dekat dengan Yonghwa Oppa… Ia pasti mau membantumu… Ingatlah, sudah dua tahun Shinhye tidak pulang ke Korea… ayolah…” Yoona memang ada benarnya, kami sudah merencanakan sambutan ini dari beberapa minggu yang lalu, apa salahnya mencoba.

“Aku tidak janji, kalau Yoong Oppa mau ya, aku tidak akan memaksanya.”

Ashaa, baiklah. Nde Seohyun-a aku yakin kau tak perlu memaksanya untuk mengantarkan kita”

TBC

15 thoughts on “My Answer (Chap.I)”

  1. hi there!
    waaaah Yonghwa-Seohyun~
    kok gereget ya pas bagian PMS wkwkwkwk. kalau dari perspektifku kan Yonghwa bilang pms sama Seo karena cuman sama Seo berani begitu atuhlah Seo wkwkwkwk.

    Yonghwa tipikal penggoda sih emang ya ampun.

    hmm semoga shin hye kalau datang ngga ngerebut (?) atau ngelirik Yonghwa yaa hahhaha

    see yaa^^

    Disukai oleh 1 orang

    1. Haihai thiaa… Slam kenal, thanx for the review❤

      Heehehehehee emg kan coding yongg yah? Keekkekke

      Hmmm utk yg satu itu, mari temukan dipart2 slnjutnya yahh… Smga kmu msih meluangkan wktu di coretanku yg gk seberapa ini .
      Gumawoo

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s