Something in the Way (CHAPTER 2)

Something in the Way

Something In The Way (CHAPTER 2 )

By plainyoghurt

Genre: Angst, friendship || Main Cast: Jeon Jungkook (BTS) , Jung Eunhi (OC) || Duration: Chaptered || Rating: 17+ (for mature scene) ||

Summary:

Jika saja aku bukan Jungkook yang sekarang, mungkin aku sudah memelukmu. Tapi, sudah terlambat. Sekarang aku benar-benar Jungkook.

Previous: 1

Buku-buku tangan Jungkook mulai memutih diatas kemudi itu. Pagi ini ia mengetahui apa yang membuat Eunhi mendatanginya tadi malam.

Bodoh! Jungkook memukul setir mobilnya. Bagaimana bisa ia membuat gadis itu pergi begitu saja tadi malam tanpa mengantarnya pulang. Ia mengakui bahwa ia tak lebih dari seorang pecundang karena tak pernah mempunyai keberanian untuk meminta gadis itu tidur di apartemennya. Setidaknya jika Jungkook mempunyai keberanian itu tadi malam, ia tidak akan kebingungan mencari Eunhi sepagi ini. Bisa saja sekarang Eunhi sedang merencanakan untuk bunuh diri.

Sial! Jungkook mempererat pegangannya pada kemudi itu dan menginjak gas mobilnya lebih dalam.

 4 tahun mengenal Eunhi, Jungkook sangat yakin Eunhi tidak mungkin ada di rumahnya sekarang. Namun 4 tahun itu juga bukan waktu yang cukup baginya untuk bisa mengetahui di mana Eunhi sekarang. Gadis itu sangat sulit untuk dibaca. Atau mungkin Jungkook yang memang tidak pernah berusaha untuk mengertinya.

“Tidak mungkin.” Jungkook memikirkan satu tempat. Jungkook yakin Eunhi tidak mungkin disana, karena jika Eunhi disana pun Jungkook tidak ingin  mempercayainya. Tapi entah kenapa Jungkook merasakan bahwa gadis itu akan pergi kesana, mengingat masalah yang sedang menimpanya.

 Jungkook membanting pintu mobilnya ketika menemukan Eunhi sedang berdiri di depan rumah itu. Rumah Jungkook.

 “Eunhi!!!”

Teriakan itu sepertinya tidak bisa didengar oleh Eunhi. Pikirannya terlalu berisik. Sebuah tangan menariknya sebelum ia sempat mendorong pintu kecil itu.

“Apa yang kau lakukan disini?! “

Suara itu tidak lebih keras dari suara-suara yang ada di kepalanya saat ini. Eunhi hanya diam.

“Apa yang kau pikirkan? Dia bisa saja membunuhmu!!” Jungkook mengoyak-oyak tubuh Eunhi, mencoba mengembalikan akal sehat sang pemilik tubuh.

 “Demi tuhan Eunhi sadarlah!!!”

 ” Eunhi jawab aku!!!!”

 “Aku tidak tahu Jungkook, mungkin aku benar-benar ingin mati.” Jawaban itu keluar dari mulut Eunhi tanpa ada ketakutan sedikitpun.

“Ayolah, kau tidak mungkin seperti ini hanya karena ayahmu dipenjara.” entah itu hal yang benar dikatakan atau tidak, Jungkook hanya ingin menarik perhatian Eunhi.

“Hanya? Aku lebih memilih mempunyai ayah seorang pemabuk seperti ayahmu daripada pencuri seperti ayahku Jungkook”

“Hati-hati dengan ucapanmu, kau mungkin akan menyesalinya” Jungkook menarik tangan Eunhi, ia tidak ingin ayahnya terbangun dan keluar menemui mereka. Ayahnya bisa melakukan hal-hal yang bahkan tidak ingin dibayangkan Jungkook ketika sedang mabuk, itulah yang membuatnya pergi dari rumah ini. Ia tidak mau mati di tangan ayahnya sendiri. Setidaknya bukan sekarang.

“Lepaskan!” Eunhi berusaha melepaskan genggaman tangan Jungkook.

 “Apa kau benar-benar kehilangan akalmu? Apa kau benar-benar berpikir bahwa masalahmu paling besar di dunia ini sehingga kau ingin mengakhiri nyawamu sendiri? Begitu? Hanya karena ayahmu ditangkap pada hari ulang tahunmu?” Jungkook tahu itu keterlauan, tapi ia juga tahu Eunhi akan mendengarkannya.

“Kau tidak bisa jawab kan? Sekarang masuk ke mobilku!” mata Eunhi mulai bergetar dan air mata mulai terlihat disana. Setidaknya kesadaran Eunhi sudah kembali, itu yang Jungkook inginkan.

Tak lama setelah itu Jungkook sudah berada di dalam mobil bersama Eunhi yang tertidur di kursi penumpang setelah menangis selama 15 menit.

Eunhi membuka matanya dan menyadari bahwa ia sedang tidur di apartemen Jungkook bersama Jungkook yang saat ini sedang memandanginya. Sinar matahari menembus dari jendela Jungkook, membentuk beberapa pola di dinding kamar itu. Matanya kembali menatap pemuda yang ternyata mengamatinya sedari tadi. Sangat lucu bahwa selama mereka bersahabat Eunhi belum pernah sedekat ini dengan Jungkook. Mereka biasanya hanya mengobrol di sebuah cafe, atau kadang mereka hanya duduk bersebelahan tanpa berbicara sepatah kata pun.

” Jungkook, apakah benar ayahku seperti itu karena aku?”

“Mungkin. Anak tunggal sepertimu cenderung menginginkan banyak hal” Jungkook menjawab tanpa berpikir.

Eunhi terdiam, ia menemukan jawaban Jungkook ada benarnya.

” Jadi ini semua salahku?”

” Tidak semua, tapi sedikit banyak. Ayahmu bukanlah satu-satunya penyebab semua ini.”

” Jadi maksudmu, aku tidak boleh membencinya?”

 Jungkook mengangguk.

 “Lalu kenapa kau membenci ayahmu?”

 “Karena ayahmu tidak pernah berniat membunuh istrinya sendiri seperti ayahku” Jungkook bangkit dari tempat tidur itu, pembicaraan ini membuatnya haus.

 “Kau akan menemaniku datang ke pengadilan kan?”

 “Tentu saja.”

 Jungkook menuang brandy kedalam gelas kaca yang ikut bergetar di tangannya. Ini sudah gelas kelima. Meskipun masih pagi, tapi ia benar-benar butuh pengalih perhatian dari kenangan akan ibunya yang muncul saat berbicara dengan Eunhi tadi.

Eunhi memandanginya dari tempat tidur tanpa bertanya atau berkomentar sedikitpun.

Jika saja aku bukan Jungkook yang sekarang, mungkin aku sudah memelukmu. Tapi, sudah terlambat. Sekarang aku benar-benar Jungkook.

Ia teringat ciuman itu. Betapa berbedanya ia dengan Eunhi. Eunhi membutuhkan sebuah kasih sayang untuk membuatnya melupakan rasa sakit, sementara Jungkook, hanya membutuhkan minuman ini.

p.s: sebenernya ini mau aku jadiin endingnya, tapi kok kaya ada yang kurang gitu.

So, how do you guys think? 

Eunhi Jungkook jadian atau temenan aja?atau aku yang jadian? *eh

Comment pleaseuu, I’d like to know your thoughts about this ficJ.

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s