Stay With Me -Chapter II-

Stay With Me Cover

Stay with Me

Scriptwriter: Whitelil

(Poster Credit ©Ladyoong @Poster Channel)

Cast(s):

  • f(x) Krystal
  • EXO KAI

Other(s):

  • SHINee Taemin
  • EXID Hani
  • Apink Naeun
  • Infinite L
  • SNSD Taeyeon
  • EXO Sehun
  • GOT7 Jackson
  • GOT7 Junior
  • Red Velvet Wendy
  • KARA Youngji
  • SNSD Taeyeon

Genre:  Romance

Rating: PG-15

Previous: I

***

-Chapter II: I Need My Healing Unicorn

***

“Jongin-a.. ireonasseo?” tanya Soojung hati-hati. Jongin memandang Soojung lalu tiba tiba meneteskan air matanya. Soojung panik melihatnya.

“Jongin-a..?”

Jongin tiba tiba memeluknya sangat erat seraya menangis.

“Honey-ya… kau kemana saja?? Aku menunggumu sejak tadi… Kenapa kau memutuskanku?? Kajima.. kajimaa, jebal..” ucapnya dalam tangisnya.

“Aku mencintaimu Honey-ya… kembalilah..” ucap namja itu lagi, membuat Soojung membeku.

Tak terasa air mata pun menetes dari mata Soojung, “Jongin-a…”

“Honey-ya…”

“Jongin-a… nan aniya… nan.. Soojung yo..” ucap Soojung merasa tidak enak. Jongin mengendurkan pelukannya, lalu memandang wajah Soojung.

Namja itu benar benar melepaskan pelukannya dan terlihat marah.

“Mwo haneun geoya?” Soojung terdiam. Bingung harus menjawab apa.

“MWO HANEUN GEOYAA?!” mendengar teriakan Jongin, Naeun mengerjap perlahan, yeoja itu buru buru membangunkan Taemin.

“DAEDAPHAE! MWO HANEUN GEOYA? APA YANG KAU LAKUKAN DISINI SIAPA YANG MENYURUHMU DATANG KESINI EOO??”

“Na ya Jonginie” ucap Taemin memecah ketegangan. Jongin memandang Taemin sangar. Namja itu segera bangkit dan memegang kerah Taemin.

“Neo.. kau masih belum mengerti juga? AKU HANYA INGIN AHN HANI! BUKAN YEOJA ITU!”

“TAPI HANI TIDAK MENGINGINKANMU! SADARLAAH! JIKA IA MENCINTAIMU IA PASTI SUDAH DATANG KESINI! TAPI MANA? IA BAHKAN TIDAK MENCOBA MENGHUBUNGIMU SAMA SEKALI!” Jongin terdiam seketika dan melepas genggamannya pada kerah Taemin. Namja itu merosot ke lantai dan terdiam dengan tatapan kosong.

“Aku menyuruh Soojung kesini karena aku pikir dia bisa merawatmu hingga sembuh Jonginie, karena aku tau kau butuh..”

“Maja. Aku butuh healing unicorn ku.. Ahn Hani.. dia healing unicorn ku satu satunya, atau setidaknya Taeyeon noona lebih baik dalam hal ini..”

“YA Kim Jongin, Ahn Hani tidak bisa menjadi healing unicorn mu lagi. Kau harus terima itu”

“Kalau begitu aku mau pulang saja. Tae noona akan menjadi healing unicorn ku sekarang..” Jongin bangkit lalu mencari tasnya. Namja itu berjalan sempoyongan lalu terjatuh.

“Hajimaa! Apa yang kau pikirkan? Ini sudah jam 1 malam dan panasmu masih tinggi!” ucap Taemin lalu membantu Jongin berdiri. Jongin menepisnya dan tetap berjalan.

“Aku bisa pulang sendiri” ucap Jongin mengambil tasnya lalu berjalan keluar dari dorm.

“KIM JONGIN! BERHENTI DISANA ATAU AKU AKAN BENAR BENAR MARAH!” ucap Taemin mengingatkan. Jongin tidak memperdulikannya dan benar benar keluar dari dorm.

“YAA KIM JONGIINN!!!” teriak Taemin benar-benar marah.

“Naeun-a, Soojung-a, kajja” mereka bertiga pun keluar menyusul Jongin.

“Jangan ikuti aku. Aku bukan anak kecil yang harus diantar pulang” ucap Jongin tanpa menoleh sedikitpun. Taemin, Naeun dan Soojung pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti Jongin dari jauh, takut kalau namja itu pingsan dijalan.

“Lee Taemin!” ucap Jongin lalu menghentikan langkahnya dan menoleh. Taemin mengagkat dagunya dan memperhatikannya menantang. “MWOGA?” tanya namja itu galak.

Jongin menghela nafas lalu kembali berjalan. Mereka bertiga pun kembali mengikuti Jongin. Saat sampai di apartmentnya, mereka pun menaiki lift yang sama.

“Ash jinjja” ucap Jongin melihat mereka bertiga. Suasana di lift benar-benar terasa canggung.

Saat sampai di lantai 7, tempat dimana Jongin tinggal, Jongin pun keluar dari lift begitu saja tanpa memperdulikan mereka.

Ia memencet bel apartmentnya tapi tidak ada jawaban. Namja itu terus memencet bel berkali-kali.

“Tae noonaa!! Noona buka pintunyaa!!” ucap Jongin seperti orang mabuk.

Namja itu terus memencet bel. Klik. Terdengar bunyi yang berasal dari dalam apartment, lalu pintu pun terbuka. Taeyeon dengan wajah tidurnya segera terbelalak melihat saat Jongin.

“YA IJASSHIGI! KEMANA SAJA KAU! AKU MENELFONMU…” Taeyeon segera terdiam saat Jongin tiba-tiba memeluknya. Namja itu tidak pingsan dan hanya terdiam.

“Mwoya mwoya? Taemin-a? Apa yang terjadi?” tanya Taeyeon pada Taemin. Taeyeon memperhatikan mereka bertiga. Taemin, Naeun, dan yeoja asing.

“Ahn Hani.. eobseoyo?” tanya Taeyeon polos, membuat Soojung langsung menunduk.

“EOBSEOOO! Jangan pernah menanyakannya lagi!” ucap Jongin lalu melepas pelukannya dan masuk ke apartmentnya begitu saja.

“Ah arrasseo arrasseo” ucap Taeyeon. “Taemin-a, wae geurae?” tanya Taeyeon berbisik.

Taemin tersenyum “tanyakan saja pada Jongin jika kondisinya sudah membaik” ucap Taemin.

“Kondisinya sudah membaik? Apa dia sedang sakit sekarang??”

“Nde. Dia demam sangat tinggi tadi pagi. Dia bahkan tidak pergi ke sekolah..”

“Dimana dia tidur semalam?” tanya Taeyeon membuat Taemin terdiam. Jika Taemin mengatakan Jongin tidur di dorm, Taeyeon pasti akan memarahinya.

“Di rumahku” ucap Taemin berbohong.

“Ah geurokkuna. Arrasseo, aku akan mengajaknya bicara nanti. Gomawo Taemin-a, Naeun-a.. geurigo..” Taeyeon terdiam sejenak, “Siapa ini?”

“Soojung-eyo. Jung Soojung” ucap Soojung tersenyum.

“Ah nde, Soojung-a. Terimakasih kalian sudah mengantar Jongin pulang” ucap Taeyeon.

“Nde. Noona kalau begitu kami pulang dulu” ucap Taemin. Taeyeon mengagguk.

“Geurae. Hati hati dijalan..” mereka mengangguk dan tersenyum.

“Eonni jaljja. Annyeong” ucap Naeun. Lalu mereka bertiga pun pulang kembali ke dorm.

“Ah Soojung-a.. maaf soal sikap Jongin tadi” ucap Taemin merasa tidak enak.’

“Gwenchana sunbae. Itu hal yang wajar ia tanyakan. Mungkin ia bingung” ucap Soojung.

“Mwoya sunbae? Geunyang oppa” ucap Naeun tertawa. Taemin pun tersenyum.

“Ah nde.. oppa” ucap Soojung, dan mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke dorm.

“Jonginie.. jja yo?” ucap Taeyeon dibalik pintu kamar Jongin.

“Jonginie” Taeyeon membuka pintu kamar Jongin perlahan dan ternyata pintunya tak dikunci. Jongin sedang terduduk di kursi, menghadap ke jendela.

“Wae geurae? Kenapa kau jadi seperti ini?” ucap Taeyeon mengusap punggung adik satu satunya itu.

“Kau tidak mau bercerita apapun pada noona?” tanya Taeyeon lagi. Jongin menghela nafas.

“Na rang, geu yeoja rang, haeyojjyeo..” ucap Jongin memilih untuk tidak menyebut nama Hani.

“MWOO??? Wae wae? Wae kkapchagi?” jadi ini penyebab adiknya jadi seperti ini.

“Noona, noona tau kan aku selalu berganti-ganti pacar? Hanya dengannya aku bertahan dan berpacaran lumayan lama..”

“Eo. Geundae wae haeyojjyeo?”

“Mollayo.. dia lelah, dia menyerah padaku..” Taeyeon menghela nafas mendengarnya.

“Taemin bilang kau demam tinggi, eiy mwoyaa kau tidak pernah seperti ini karna seorang yeoja sebelumnya” ucap Taeyeon tidak mengerti.

“Aku juga tidak tahu kenapa” Jongin menghela nafas.

“Geurae, beristirahatlah sekarang. Noona akan membuatkanmu sarapan nanti, noona harus tidur dulu sekarang karna besok noona harus kerja. Tidurlah dan tak usah memikirkan yeoja itu lagi. Arra?!” Taeyeon menuntun Jongin ke kasurnya.

“Um” ucap Jongin lalu berbaring di tempat tidurnya. Taeyeon menyelimutinya.

“Jaljja Jonginie” Taeyeon pun keluar dari kamar Jongin dan kembali ke kamarnya.

Sekitar jam 4 dini hari, Taeyeon terbangun dari tidurnya. Ia benar benar tidak bisa tidur dengan tenang mengingat keadaan dongsaengnya. Yeoja itu pun menuju ke dapur, membawa baskom berisi air es dan juga handuk. Yeoja itu membuka kotak obat lalu mengambil thermometer dan menuju kamar Jongin. Yeoja itu membuka kamar dongsaengnya dengan sangat hati hati, takut membangunkan Jongin.

“Honey.. honey..” Taeyeon menutup mulutnya, berpikir ia mungkin membangunkan Jongin. Tapi Jongin masih tertidur, terlihat gelisah di dalam tidurnya.

“Ey kenapa kau terus menyebut namanya?” ucap Taeyeon pelan lalu memegang kening Jongin.

“Aigoo, kenapa panas begini?” Taeyeon pun memasukan thermometer ke telinga Jongin untuk mengecek suhu tubuhnya. 47° membuat Taeyeon kembali mentup mulutnya karena kaget. Yeoja itupun segera mencelupkan handuk kedalam baskom lalu memerasnya dan meletakannya di kening Jongin. Ia menaikkan selimut yang membalut tubuh Jongin hingga ke leher.

Taeyeon pun keluar dari kamar Jongin lalu membuatkan bubur untuknya. Seraya menunggu buburnya mendidih, yeoja itu kembali ke kamar Jongin dan mengganti kompresannya.

“Jonginie, noona tidak pernah melihatmu seperti ini sebelumnya.. apa kau mencintai Hani sebesar ini?” ucap Taeyeon seraya merapihkan rambut Jongin. Namja itu terlihat gelisah dalam tidurnya, sama seperti malam sebelumnya.

“Hani-ya, kau seharusnya tidak menyakiti Jongin seperti ini…”

***

Soojung lagi-lagi terjaga dari tidurnya. Sudah beberapa kali yeoja itu mencoba tidur, tapi selalu gagal. Soojung terus memikirkan Jongin dan yeoja yang berkali kali ia panggil honey itu. Entah kenapa otaknya terus mengingat hal itu.

Honey.. honey..

Lagi lagi kata itu terngiang di kepala Soojung.

“Siapapun kau.. kau sangat beruntung. Tapi tidak seharusnya kau membuatnya menjadi sakit seperti ini..” Soojung menatap langit langit dorm White Shit itu dalam diam. Ia tiba-tiba kembali teringat pertemuan pertamanya dengan Jongin.

Mwoya ige?” Soojung ingat jelas bagaimana Jongin berjalan dengan gaya cool mendekatinya dan sekumpulan yeoja jahat itu.

MWO HANEUN GEOYA??” Soojung juga ingat jelas bagaimana Jongin terlihat marah pada Kwon Sohyun, ketua kelompok yeoja jahat itu.

Lepaskan dia” Soojung tersenyum kecil mengingat satu kalimat yang benar-benar menenangkan hatinya itu.

Dan saat Kwon Sohyun membuat berbagai alasan, Jongin justru marah dan menyalahkannya

Namja-mu yang mendekatinyaa! Lalu kenapa ia yang kau bully seperti ini?! Putuskan saja namja-mu dan masalahmu selesai! Lepaskan dia!!” saat itu Soojung benar-benar senang melihat Kwon Sohyun dengan wajah takutnya.

Gwenchana?” saat itu, Soojung merasa lututnya lemas seketika. Ia memang masih ketakutan, tapi jaket namja itu yang kini menutupi tubuhnya lah yang membuat lututnya lemas.

Gamsahamnida” hanya kata-kata itulah yang saat itu bisa ia ucapkan. Saat ini Soojung malah merasa bodoh saat mengingatnya.

Eng.. kajja, kita harus membersihkan lukamu” apapun yang namja itu katakan, entah kenapa Soojung merasa bahwa dirinya akan aman jika bersama namja itu.

Namamu.. siapa?” Soojung kembali tersenyum mengingatnya. Suaranya yg terdengar manly membuat Soojung benar-benar lemas.

Nan Jongin. Kim Jongin” Soojung tak bisa menahan senyumnya mengingat semua itu. Ia menutup wajahnya dengan bantal.

“Jongin-a, kenapa aku selalu memikirkanmu begini? Mungkinkah.. aku jatuh cinta…?”

***

Pagi itu, Taeyeon membangunkan Jongin untuk sarapan. Suhu tubuh namja itu sudah mengalami penurunan, 38°, lebih baik dari sebelumnya tentunya.

“Kajja, ireona. Kau harus sarapan agar cepat sembuh” ucap Taeyeon yang kini sudah rapi dan siap untuk berangkat kerja.

Jongin pun bangun perlahan dan mengikuti noona nya dalam diam. Namja itu duduk lalu Taeyeon menyuguhkannya bubur.

“Makanlah yang benar” ucap Taeyeon. Jongin menurut saja dan memakan buburnya perlahan.

Taeyeon duduk disebrangnya, “selamat makan” ucap yeoja itu.

Jongin melirik jam sekilas, 06:02. “Aku harus sekolah hari ini” ucap Jongin pelan.

“Hajimaa” ucap Taeyeon menghentikan gerakan tangannya yang hendak menyendokkan nasi ke mulutnya. “Kau belum sembuh. Kau bisa sekolah besok tapi tidak hari ini”

“Ey. Aku sudah sembuh noona”

“Hajima Jonginie” ucap Taeyeon bersi keras.

“Noona, hari ini ada pelajaran fisika, kemarin aku sudah dihukum oleh guru fisika, aku tidak ingin dihukum lagi”

“Wae wae? Kenapa gurumu menghukummu?”

“Aeuh pelajaran fisika itu sangat membosankan, jadi aku membolos, dan aku dihukum”

“Ey ijasshigi”

“Maka dari itu aku harus masuk hari ini. Aku akan meminta Ha..” Jongin terdiam sesaat, nyaris menyebut nama Hani. Terakhir kali ia sakit karna dipukuli sekumpulan anak dari sekolah lain, Hani lah yang datang untuk menjemputnya dan mereka pergi ke sekolah bersama.

Jongin menghela nafas, begitupun Taeyeon. “Noona akan mengantarmu” ucap Taeyeon. Jongin tertawa kecil mendengarnya. Seperti anak sd saja.

“Ey. Kantor noona jauh dari sekolahku. Noona bisa terlambat bekerja nanti”

“Gwenchana. Aku tidak terlambat setiap hari. Hanya hari ini”

“Ah ah tidak usah noona aku bisa pergi sendiri kalau begitu”

“Noona akan telfon Taemin untuk menjemputmu” ucap Taeyeon pada akhirnya.

“Hajima. Rumahnya jauh dari sini dan beda arah” ucap Jongin seraya berpikir keras. Lagipula Taemin pasti menjemput Naeun terlebih dulu.

“Ah aku akan telfon Sehun. Biar dia yang menjemputku” ucap Jongin pada akhirnya.

“Geurae. Berhati-hatilah, dan jangan terlalu lelah. Jangan ke dormmu sepulang sekolah, langsung pulang ke aparte. Arra?”

“Um arra”

“Ini, minum obatmu. Jangan lupa meminumnya 3 kali. Jangan lupa makan nanti siang, dan nanti malam. Noona sepertinya pulang terlambat. Aku akan meminta Sehun atau Taemin untuk menemanimu disini”

“Ah arrasseo arrasseo, aku bukan anak kecil lagi noona”

“Ey kkomeng-a. Kau masih anak kecil bagiku” Jongin menghela nafas.

“Cepatlah pergi ke kantor, nanti noona terlambat”

“Oh majja, sudah jam 6 lewat. Ah etteokhae? Jonginie aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik eo?” ucap Taeyeon lalu mengacak rambut Jongin. Yeoja itu berlari ke kamarnya untuk mengambil backpack besarnya, lalu segera melesat keluar dari apartment.

“AH JANGAN LUPA MENELFON SEHUN UNTUK MENJEMPUTMU” teriaknya sesaat sebelum menutup pintu apartment. Jongin hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan noona nya.

***

Jongin pergi ke sekolah bersama Sehun dan Junior pagi itu. Ketiganya berjalan, karena memang jarak rumah Jongin ke sekolah tidak terlalu jauh.

“Gwenchana, Jongin-a?” tanya Junior memperhatikan Jongin dari atas kebawah.

“Geurom” ucap Jongin merasa malas ditanyai seperti itu, dan ia yakin akan lebih banyak orang yang bertanya seperti itu nanti padanya.

“Ey kami semua sangat menghawatirkanmu. Kau tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya” ucap Junior lagi, Sehun hanya mengangguk angguk.

“Nan gwenchana, jinjja” ucap Jongin lagi. Junior pun mengangguk paham. Mungkin Jongin malas membicarakan hal ini.

Dan benar saja, sesampainya di sekolah, semua orang menyambut Jongin dengan pertanyaan yang sama. Gwenchana? Jongin hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi pertanyaan teman teman sekelasnya. Ia belum bertemu Taemin, itu artinya nanti akan ada lagi yang bertanya sepeti ini. sepertinya hari ini akan menjadi hari yang sangat panjang.

***

Pagi itu, Taemin menjemput Naeun di rumahnya. Mereka memang selalu berangkat ke seklah bersama. Dan ternyata pagi itu, ayah Naeun sedang berada di rumah. Ya, selama ini, ayah Naeun jarang berada di rumah. Ia selalu sibuk keliling dunia mengurus bisnisnya. Ayahnya memang sangat kaya dan memiliki banyak perusahaan bahkan di beberapa negara.

“Geu namja.. nugu?” ucap ayahnya.

“Eng.. Chingu-yo. Appa, aku berangkat dulu” ucap Naeun pamit lalu buru-buru keluar pintu. Taemin membungkuk 90° pada ayah Naeun, lalu mereka pun berangkat ke sekolah.

Di sepanjang jalan, Taemin hanya terdiam. Wajahnya terlihat kusut dan ada kantung mata di bawah matanya.

“Oppa gwenchana?” tanya Naeun.

“Gwenchana. Aku hanya memikirkan Jongin sedari tadi” ucap Taemin.

“Oppa, apa kau.. menyayangi Jongin sebesar itu?” tanya Naeun. Selama ini ia penasaran apa alasan Taemin sangat menyayangi Jongin. Ia hanya tahu bahwa mereka sudah bersahabat sejak kecil.

“Um. Manhi. Dia benar-benar ku anggap saudaraku. Aku bahkan menyayanginya melebihi saudara kandungku” ucap Taemin.

“Aku tidak mengerti kenapa..” ucap Naeun.

“Naeun-a, suatu hari nanti aku akan mengajakmu ke rumahku untuk bertemu ayahku. Dan kau akan tahu jawabannya, kenapa aku sangat menyayangi Jongin” Taemin tersenyum.

“Tak bisakah aku mengetahuinya sekarang?” tanya Naeun.

“Aku akan menjelaskannya nanti, setelah kau datang ke rumahku” Naeun memandang Taemin semakin bingung.

“Arrasseo. Aku akan menunggu dan menagihnya pada oppa nanti” ucap Naeun.

***

Bel sekolah pun berbunyi. Guru fisika yang sangat melegenda, Park songsaenim pun masuk ke dalam kelas. Jongin menghela nafas melihat kepala botak dan kacamata tebal orang itu. Kenapa harusnya ada guru dengan bentuk semacam itu di dunia ini?

“Baiklah, buka buku kalian bab 6. Kita akan mempelajari Hukum Mendel..” dan lagi-lagi ia membicarakan rumus rumus menyebalkan itu, yang melihatnya saja pun sudah membuat Jongin pusing.

Jongin menguap lebar-lebar. Ia yakin 100% rumus ini tidak akan terpakai saat lulus nanti karna ia akan menjadi seorang tentara Korea. Kenapa juga setiap minggunya, orang ini terus membicarakan hal ini. membuat Jongin muak.

“Yayaya Sehun-a aku saaangat mengantuk. Aku baru tidur jam 4 semalam. Jadi aku akan tidur sekarang” ucap Jongin pada Sehun yang duduk di depannya.

“Arrasseo” ucap Sehun.

“Jackson-a bangunkan aku jika botak itu berjalan kemari” ucap Jongin pada Jackson yang duduk disebelahnya.

“Aniyo. Aku juga mau tidur” ucap Jackson menyebalkan.

“Eih jinjja” Jongin menguap, lalu akhirnya namja itu tertidur di mejanya. Setidaknya ia tidak membolos kali ini. Ia hanya tertidur di kelas.

Mungkin ia tidak akan dihukum kali ini. Kalaupun di tegur, ia akan menjadikan sakitnya sebagai alasan. Badannya masih benar-benar panas, jika guru itu tidak percaya.

***

Saat bel istirahat berbunyi, beberapa member White Shit mulai memenuhi kelas Jongin. Lagi-lagi mereka menanyakan apakah Jongin sudah sembuh dan baik-baik saja.

“AAAAAAAHHH White Shit itdaaa White Shit itdaaa.. Woaahh Mark oppa Mark oppa! Jinjja jalsaengetda”

“Ooohh Hongbin oppa, saranghae..”

“YAAA Taemin oppa, bukankah dia benar-benar keren?? Aaah Taemin oppa saranghaeyo”

“YAAA bagaimana bisa namja setampan Mark oppa berpacaran dengan teman sekelasku. Bae Suzy? Ouh rasanya aku ingin menjambak rambut yeoja itu. Jinjja, hidup benar-benar tidak adil. Suzy sangat cantik, sial. Dan namjanya adalah namja paling tampan di Shinkyung, hah na hwagana”

Begitulah, yeoja yeoja ini selalu saja berisik setiap member white shit lain datang kesini, terutama member yang notabene nya merupakan senior mereka.

“Aeuh sikkeureo. Kenapa yeoja yeoja ini tidak bisa menutup mulut mereka? Hyung kajja kita pergi ke kantin saja” ucap Jongin lalu bangkit dan keluar dari kelasnya yang sangat berisik.

Di sisi lain, Soojung, Naeun, Wendy dan Youngji sedang makan di kantin.

“Soojung-a, Jongin sudah masuk hari ini” ucap Naeun seraya memakan bibimbap nya.

“Arra. Aku sudah mendengarnya tadi pagi. Banyak sekali yang membicarakannya” ucap Soojung.

“Geurae, yeoja yeoja itu sibuk berteriak histeris melihat Jongin yang akhirnya kembali ke sekolah” ucap Wendy mencibir.

“Aaaaaaahh White Shit itda White Shit itda” dan teriakan yeoja-yeoja itu membuat Naeun, Soojung, Wendy dan Youngji serempak menengok kearah pintu masuk kantin. 7 orang namja yang yaa termasuk ke dalam golongan namja-namja tampan disini memasuki kantin dengan cooly.

Naeun hanya melihat satu titik, Taemin. Wendy hanya melihat satu titik, Hongbin. Youngji hanya melihat satu titik, Jackson. Dan Soojung? Ah rasanya yeoja itu benar-benar sudah merindukan Jongin. Yeoja itu benar-benar tidak bisa berkedip saat ini.

Taemin menghampiri meja mareka berempat lalu duduk disebelah Naeun. Hongbin mengacak rambut Wendy pelan lalu duduk disebrang yeoja itu. Jackson pun ikut duduk disebelah Youngji. Semua member White Shit akhirnya duduk di meja sebelah mereka, ada Minho, Minhyuk dan Junior  termasuk Jongin.

“Oh, Mark hyung eodi?” tanya Junior.

“Ey tentu saja dia menemui pacarnya” ucap Minhyuk.

“Aaaa..” ucap Taemin, minta disuapi. Naeun menyuapkan bibimbap-nya ke mulut Taemin. Taemin tersenyum. Dan namja itu baru sadar ada Soojung juga disana.

“Soojung-a annyeong” ucap Taemin. Soojung mengangguk lalu tersenyum.

Jongin hanya memperhatikan mereka tanpa bicara sepatah katapun.

“Kalian mau makan apa? Cepat pesan makanan” ucap Taemin.

“Ndee” ucap mereka semua lalu memesan makanan. Tao dan Jackson juga meninggalkan kursinya untuk memesan makanan.

Tersisa Naeun, Soojung, Wendy, Youngji, Taemin dan Jongin yang tidak mau memesan makanan.

“Waee? Kenapa kau tidak pesan makanan?” ucap Taemin pada Jongin.

“Aku tidak lapar” ucap Jongin asal.

“YA kau harus makan. Bukankah kau harus meminum obatmu?” ucap Taemin kesal.

“Ey, nan aegi aniya” ucap Jongin.

“Aegi-yo aegi! Putus cinta sampai demam tinggi begitu. Neon aegi-yo!” ucap Taemin memancing kekesalan Jongin.

“GEUMANHAE” ucap Jongin kesal.

“Apa kau malas memesan makanan karna antriannya?” tanya Taemin.

“Hm” ucap Jongin lalu memainkan ponselnya.

“Biar aku yang pesankan” ucap Soojung lalu bangkit dari kursinya untuk memesan makanan.

See? Dia sangat perhatian padamu” ucap Taemin lalu memakan bibimbap Naeun santai. Youngji dan Wendy bertukar pandang lalu keduanya memperhatikan Jongin dan Taemin, belum paham apa yang terjadi.

Jongin menghela nafas memandang punggung Soojung yang akhirnya menghilang dibalik antrian.

Beberapa saat kemudian, saat seluruh member White Shit sudah kembali ke tempatnya dan memakan makanannya, Soojung baru kembali dengan semangkuk bibimbap untuk Jongin.

“Jwaesonghaeyo, membuatmu menunggu lama” Soojung meletakkan mangkuk bibimbap dihadapan Jongin.

“Ooouuu” seluruh member White Shit memperhatikan Jongin dengan tatapan menggoda.

Saat Soojung hendak kembali ke tempat duduknya, Jongin menahan lengannya membuat yeoja itu membeku.

“Aniyo. Aku yang seharusnya minta maaf. Maaf.. soal semalam” ucap Jongin mengesampingkan gengsinya. Ya ia merasa bersalah karena sudah membentak Soojung hingga yeoja itu menangis semalam. Padahal ia tahu niat yeoja itu baik.

“Oouu apa yang kalian lakukan semalam?” ucap Jackson menggoda Jongin. Semua orang tertawa nakal mendengarnya. Youngji menyikut Jackson, menyuruh namja itu diam.

“Geumanhae” ucap Jongin memperhatikan Jackson dengan tatapan Akan kubunuh kau.

“Arrasseo” ucap Jackson lalu mengedipkan matanya sebelah pada Soojung.

“Aniya gwenchana” ucap Soojung pada Jongin lalu kembali ke tempat duduknya.

Wendy dan Youngji lagi-lagi bertukar pandang pada Naeun. Ada sesuatu yang aneh disini, dan kedua yeoja itu meminta Naeun untuk menjelaskannya padanya. Naeun mengangguk penuh arti lalu tersenyum.

Bel masuk pun kembali berbunyi. Jongin meminum air mineralnya cepat-cepat.

“Jonginie, obatmu” ucap Taemin mengingatkan. Taeyeon sudah memberitahu Taemin tentang obat yang harus diminum Jongin karna ia yakin Jongin tidak akan meminumnya jika tidak ada yang menyuruh.

“Maja. minum obatmu” ucap Junior juga.

“Nan aegi aniya” ucap Jongin kesal.

“Minum saja cepat” ucap Minhyuk kesal. Akhirnya Jongin mengeluarkan obat dari kantongnya lalu menenggaknya dengan air dalam sekejap.

“Ayo kembali ke kelas” ucap Taemin lalu mereka semua pun kembali ke kelas.

***

Jongin merasa bosan memperhatikan pelajaran bahasa inggris yang juga tidak terlalu ia sukai. Ia menguap berkali-kali lalu akhirnya memutuskan untuk izin pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Namja itu keluar dari kelas dan tiba-tiba dari kejauhan, ia melihat Hani seorang diri sedang berjalan menuju toilet juga. Jongin mempercepat langkahnya mendekati yeoja itu.

Honey” ucap Jongin membuat yeoja itu sedikit terkejut. Hani menoleh lalu tiba-tiba mempercepat langkahnya menuju toilet.

Jongin segera menarik tangan yeoja itu lalu membawanya ke samping toilet laki-laki. Keadaan disekitar sedang sepi karna jam pelajaran sedang berlangsung. Jongin mendorong Hani ke tembok lalu menatap wajah yeoja itu lekat-lekat. Hani menatapnya balik dengan tatapan menantang. Jongin mendekatkan wajahnya ke Hani, hanya sekitar 10cm jarak antara wajahnya dan wajah yeoja itu sekarang. Hani masih tak berkedip. Jongin semakin mendekatkan wajahnya pada Hani

“Hajima” ucap yeoja itu.

“Mwo? Kau pikir apa yang akan aku lakukan padamu?” tanya Jongin santai saat jarak wajah mereka tinggal 5cm.

“Kim Jongin hajima, kau tau ini di sekolah?” ucap Hani lagi.

“Geundae mwo?” tanya Jongin lagi-lagi dengan nada santai. Kali ini ia kembali menarik wajahnya hingga jarak wajah mereka kembali 10cm.

Hani menghela nafas kesal. Yeoja itu pun mendorong Jongin membuat Jongin mundur selangkah.

“Pikyeo” ucap Hani lalu berjalan meninggalkan Jongin begitu saja.

Jongin memejamkan matanya lalu menghela nafas. “Ahn Hani!” ucap Jongin masih memejamkan matanya. Merasa tak ada jawaban, Jongin pun berbalik memandang Hani yang semakin menjauh.

“HANI-YA! AHN HANI GEUMANHAE!” ucap Jongin terdengar putus asa. Yeoja itu tak menghiraukan Jongin dan terus berjalan menjauh. Jongin menendang batu kerikil di bawahnya dengan kesal.

Yeoja itu benar-benar tak dapat lagi ia raih..

***

Sepulang sekolah, seperti biasa member White Shit berkumpul di dorm. Naeun, Wendy, Youngji, Minah pacar Daehyun, dan Jiyeon pacar Jaebum hari itu datang ke dorm untuk bermain. Jongin, Sehun, Junior dan Jackson belum terlihat di dorm karena kelas mereka sedikit terlambat pulang. Sementara kelas satunya yang berisi Naeun, Wendy, Youngji, Soojung, Jaebum, Ilhoon, Hope dan Jooheon sudah pulang dan kini ada di dorm.

Tak lama kemudian, keempat member itu pun baru pulang dari sekolah dan memasuki dorm. Mereka datang bersama Sulli pacar Sehun, Seulgi pacar Tao dan Suzy pacar Mark. Jongin melempar tasnya lalu berbaring begitu saja di lantai ruang tengah. Sementara Sehun dan Jackson sibuk dengan pacar mereka.

“Apa yang menyebabkan kalian pulang sangat lama?” tanya Youngji lebih tertuju pada Jackson.

“Ms. Yeli. Dia ternyata benar-benar menyebalkan” ucap Sehun menjawab pertanyaan Youngji.

“Ani. Aku tidak berpikir dia menyebalkan” ucap Jackson meralat jawaban Sehun. Namja itupun akhirnya ikut berbaring di lantai bersama Jongin.

“Karna ia cantik dan masih muda, dan kau menyukai pelajaran bahasa inggris” ucap Sehun mencibir.

“Aah geuraeyo? Ms. Yeli memang sangat cantik dan masih muda. Jadi kau menyukainya?” ucap Youngji duduk disebelah Jackson yang tengah berbaring. Jackson memandang Youngji lalu tersenyum. Ia memukul mukul paha Youngji pelan.

“Ani. Aku sudah janji padamu kan?” ucap Jackson dengan aegyo-nya. Youngji mencibir.

“Tapi kau selalu seperti itu” ucap Youngji kesal.

“Aniyaaa, chagiya aku hanya melihat kearahmu”

“Geurayeo? Tapi waktu itu saat kita kencan ke…”

“Ah ah arrasseo arrasseo. Jwaesonghamnida” ucap Jackson tersenyum sok ramah pada Youngji. Yeoja itu hanya menghela nafas dan akhirnya terdiam.

Jongin hanya tersenyum melihat kelakuan mereka yang selalu seperti ini.

“Ah Youngji-ya, Soojungie eodi? Dia tidak kemari?” tanya Jongin saat ia sadar sedari tadi tidak melihat Soojung disini.

“Soojungie?” ucap Youngji berpikir sesaat. Sejak kapan Jongin memanggil Soojung dengan Soojungie? Tapi yeoja itu memilih untuk tidak membahasnya, takut Jongin merasa malu.

“Ah dia langsung pulang karna eonni-nya sedang sakit jadi ia harus merawatnya” ucap Youngji.

“Waeyo?” tanya Sulli pada Jongin dengan nada menggoda. Rupanya yeoja itu sedari tadi mendengar percakapan Jongin dan Youngji.

“Ani” ucap Jongin salah tingkah.

“Ah jinjja? Geuraee” ucap Sulli lalu tersenyum saat Youngji melihat kearahnya. Dua yeoja itu kini paham apa yang tengah terjadi saat ini.

Jongin memilih untuk tak menghiraukan dua yeoja aneh itu. Ia memandang langit-langit dorm dan pikirannya melayang jauh.

Kau benar-benar healing unicorn, Soojungie…” ucap namja itu dalam hati.

-to be continue-

6 thoughts on “Stay With Me -Chapter II-”

  1. hi there!

    eyaaa mas jongin udah agak tertarik ke soojung nih…
    meskipun putus sama Haninya agak gimana gitu ya? ngganjel gitu~~ wkwkwk

    oya boleh saran? gimana kalau setiap pake bahasa korea ada translate b.indonya? entah mau langsung dikurung di situ atau mau dikasih footnote~ enakan dikurung langsung sih.. wkwkwk
    bukannya apa2 sih, tapi meski saya ngerti sedikit banget bahasa korea, ingatan saya cenderung pendek gitu jadi pas ada satu frasa/kalimat korea suka nebak2 artinya hehhe. memudahkan pembaca aja :))

    terus pas “Soojung menatap langit langit dorm White Shit” Soojung tidur di dorm White Shit? lah ngapain? wkwkwk mungkin detil2 kecil perlu diteliti lagi~

    fighting next chaptnya!
    see ya ^^

    Disukai oleh 1 orang

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s