[Vignette] Frater

Frater

Title: Frater

Scriptwriter: Alienorsky

Main Cast:

  • Suga as Min Yoon Gi
  • Jung Ho Seok (J-Hope) as Min Ho Seok

Genre: Family, AU.

Rating: PG-15

Duration: Vignette

“Yoongi kakak yang baik? Kamu mimpi? Minum botol soju berapa?”

.

.

.

.

Hoseok hanya memiliki satu saudara.

Yoongi juga hanya memiliki satu saudara.

Yang dimana, ‘katanya’ saudara adalah seseorang yang  lahir dari rahim yang Ibu yang sama, yang bertugas saling menolong, saling berbagi dan saling menyemangati satu sama lain.

Namun tidak berlaku bagi pemikiran Hoseok. Menurutnya, saudaranya yang ia miliki dan berselisih satu tahun darinya itu tidak mengenal arti berbagi, menolong, menyemangati atau apalah itu.

Dimana hidup mereka dari awal yang sudah keras karena didikan orang tua, semua selalu dipakai dengan amarah. Semua selalu dipakai dengan keluarnya kata kata kasar. Dimana diantara mereka tidak kenal kata mengalah.

Hoseok benci dengan orang tuanya. Hoseok juga benci dengan kakaknya. Ia benci wajah kakaknya yang tidak pernah sedikitpun menunjukkan keramahan. Ia tidak pernah tersenyum kepadanya. Ia selalu mengejeknya. Ia selalu membuat Hoseok tidak nyaman.

Yoongi hanya sibuk dengan Macbooknya. Dengan lagu lagu hiphop, rapping atau apalah itu. Siang itu, saat Hoseok mengetuk pintu kamarnya, Yoongi membalas dengan teriakan,

“Berhenti mengetuk pintu, Hoseok!! Izinkan aku untuk berkonsentrasi, tanpa kau ganggu!!”

Padahal, Hoseok tidak bermaksud menganggu, ia hanya ingin memberi tahu ia juara pertama kontes hiphop kecil kecilan. Tidak seperti Yoongi yang memenangkan semua penghargaan di ajang acara kontes hiphop besar besaran. Hoseok belum sejago itu.

Jujur, Hoseok hanya terinspirasi  dari Yoongi, hanya Yoongi. Ia kagum melihat ketangguhan Yoongi, dan ia ingin seperti itu. Ia berfikir, ia juga harus menyalurkan bakatnya. Padahal sendirinya, dia tidak tahu bakatnya, lagi lagi ia hanya mengikuti Yoongi.

Dan Hoseok akui juga, iyasih, dia membenci kakaknya, tapi rasa sayangnya jauh lebih besar. Ia bisa mati matian menahan cemburu dikala Yoongi lebih memilih memberikan es krim coklat, rasa favoritnya, ke anak kecil yang tidak dikenalnya, ketimbang adiknya yang sedang menahan dehidrasi parah.

Semenjak orang tua mereka berpisah, Yoongi ingin hidup mandiri. Ia tidak ingin bergantung dengan orang tuanya lagi. Meski uang bulanan selalu bertambah setiap bulannya, Yoongi enggan mengambil sepersen pun untuknya. Namun, Hoseok tidak.

Hoseok tidak ingin sendiri. Hoseok masih ingin tinggal bersama seseorang, namun tidak dengan orang tuanya. Ia sendiripun masih trauma saat Ayahnya kalap memukulnya dan Ibunya yang tidak mengakui kehadirannya. Dan ia tidak habis fikir, apa sih yang sudah ia perbuat sampai sampai ia tidak dapat sedikitpun uang bulanan dari kedua orang tuanya.

Hoseok meminta tinggal dengan Yoongi itu tentu tidak mudah seperti Adik-Kakak seharusnya. Hoseok boleh tinggal bersama Yoongi dengan satu syarat. ‘Tidak menjadi sampah’.

Awalnya, Hoseok yang masih berusia 15 tahun, Hoseok yang selalu diabaikan, belum mengerti maksud kakaknya itu. Ia hanya mengangguk, mengingat jika ia mengingkarinya ia akan tidur di jalanan, dan secara langsung Hoseok menyanggupi syarat itu.

            Yoongi.

            Ia tidak habis fikir, nama itu menghantui pikirannya. Ia sendiri juga tidak paham. Mengapa kakaknya selalu mengabaikannya, seperti Ibunya yang tidak mengakuinya, dulu.

Baiklah, Hoseok kembali mengingat ingat.

Apa ia kurang tampan? Tidak mungkin. Perempuan di kelasnya hampir pernah menyatakan cinta pada Hoseok

Ia kurang pintar? Tidak juga. Ia kan, juara umum di sekolah.

Apa.. Yoongi gay dan takut kalau jatuh cinta padanya?!

Baiklah. Abaikan pertanyaan diatas. Memikirkannya Hoseok sudah merinding setengah mati. Dibandingkan Yoongi yang bermanja manja dengannya, Hoseok memilih tidur dijalanan.

Pikiran pikiran kecil itu sukses membuat Hoseok terbuai dalam mimpi, melepas kelelahan hidupnya sejenak di atas kasur kesayangan dan bantal dalam pelukannya.

Waktu berputar cepat. Angka angka di jam dinding sudah banyak yang terlewati… Hoseok mulai mendengkur pelan.

.

.

Tidak lama kemudian, seseorang yang dipikirkan Hoseok dari tadi membuka pintu kamar Hoseok perlahan, takut jika Hoseok masih sadar dan menyadari tingkah bodohnya.

Tentu saja, Yoongi dengan amplop coklat ditangannya.

Yoongi menghela nafas lega melihat adiknya sudah mendengkur pelan di bantal kesayangannya. Yoongi hafal kebiasaan tidur adiknya. Tidur pada jam sebelas malam sambil memeluk guling dan bergurau ‘kotor’. Ntah apa yang Hoseok mimpikan, yang pasti Yoongi tidak akan berani membayangkannya.

Yoongi mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit jumlahnya, dan memasukkannya ke amplop coklat hadiah juara pertama Hoseok di kontes hiphop ‘kecil kecilan’ itu.

Kecil kecilan?

Baiklah, Yoongi akan meluruskan ini.

Yoongi-lah yang sebenarnya membuat kontes abal abal yang ia sendiri tidak tahu namanya. Dibantu rekannya, ia bisa membuat skenario yang dimana Hoseok tidak tahu ia adalah pemeran utama.

Amplop coklat?

Yoongi akan meluruskannya juga.

Amplop tadi berisikan uang yang diberikan kedua orang tuanya setiap bulan untuk dirinya, ia berikan semua untuk Hoseok.

Kalau boleh jujur, ia lebih menyayangi adiknya ketimbang adiknya menyayangi dirinya. Hanya, Yoongi tidak bisa menyalurkan secara langsung pada Hoseok. Ia hanya menyalurkannya pada Hoseok jika adiknya itu sudah tidur, dijemput mimpi mimpi ‘kotor’nya.

Pernah sesekali, ia ingin memberikan eskrim coklat pada Hoseok yang terus terusan mengeluh kehausan, namun ia gagal karena gengsinya jauh lebih besar dari pada rasa simpatinya. Sehingga dengan bodohnya, dia memberikan eskrim yang sudah ia bayar mahal pada anak kecil yang tidak ia kenal.

            Terbesit rasa bersalah saat Yoongi membentak Hoseok dari dalam kamarnya. Bayangkan saja, ia sedang menyusun ketuk nada dalam lagunya. Lagu ciptaannya untuk seseorang. Dimana ia ingin menyanyikan lagu itu didepan orang yang menjadi inspirasinya dan ingin melihat ekspresi orang tersebut. Namun ia tidak bisa. Rasa gengsi, kasar dan tidak pernah mengalah sudah menguasai jiwanya. Ia tidak atau belum bisa menyanyikan lagu tersebut pada Hoseok.

            Hoseok adiknya, Hoseok yang menjadi inspirasinya.

            Yoongi mengacak pelan rambut hitam Hoseok, bahwa Yoongi benar benar menyayanginya. Hanya Hoseok yang ia punya. Ia tentu tidak ingin Hoseok hidup bermanja manja. Ia ingin Hoseok belajar artinya hidup. Kerasnya hidup.

            Ia tidak akan peduli pada kata kata orang yang dimana bilang Hoseok itu sakit. Sakit mental yang dimana Ibunya sendiri tidak mengakui keberadaan Hoseok. Ia hampir membunuh satu rekan nya yang sempat meragui kemampuan rapping Hoseok yang memang terdengar aneh. Namun, karena Yoongi membutuhkannya untuk membuat ajang kontes jadi jadian, ia mengurungkan niatnya.

            Hoseok yang memiliki delusi menjadi anak yang tampan, pintar dan banyak disukai orang lain. yang nyatanya, Hoseok anak yang biasa biasa saja, bisa juga sih, dikategori-in tampan jika dirinya tidak suka senyum senyum, tertawa dan menangis sendiri, tanpa alasan. Pintar pun tidak, Hoseok harus menelan pahitnya kenyataan bahwa ia tidak naik kelas 3 kali berturut turut yang membuat ayahnya kalap memukulinya.

            Meskipun begitu, Hoseok tetap adiknya. Hoseok yang katanya setiap pagi ‘bekerja’ dan menyambutnya jika ia pulang dari tempat latihannya. Hoseok yang selalu memeluknya dan dibalas semprotan makian darinya, Hoseok yang selalu mengikuti gerak geriknya dan membuat masakan yang dimana rasanya jauh lebih parah dari pada bom nuklir.

            Hoseok tetap pemberian indah yang Tuhan berikan padanya.

            Dan Yoongi harus lebih banyak belajar menghargai pemberian indah Tuhan itu. Yoongi harus lebih banyak belajar membuat Hoseok bahagia. Ia juga tidak bisa bersembunyi di balik batu.

***

Esok paginya…

 

“Kak, disini ada hantu, ya? Perasaan kemarin uang yang aku terima hanya 100 won… tapi kenapa sekarang 3000 won begini, sih? Wah, kalo hantu nya seperti ini sih, aku tidak akan takut, tapi aku benar benar bersujud padanya sambil berterimakasih.” Ucap Hoseok sambil mengeluarkan segepok uang dari amplop coklat dan memamerkan pada Yoongi yang masih asik memberikan selai coklat pada rotinya.

”Kau tidak baca baik baik ya? Juara pertama mendapatkan 3000 won, bodoh” hardik Yoongi sambil menyerahkan roti tersebut pada Hoseok.

“Masa iya sih… Ah terserah lah. Yang penting kan, aku kaya dan akan membangun istana raja” ucap Hoseok seolah olah membayangkan ia adalah raja dan banyak perempuan cantik yang menyuapkan ia buah buahan, layaknya kerajaan besar. Kambuh.

Yoongi merutuk dalam hati. Selain dikatakan ‘hantu’ secara tidak langsung pada adiknya, Bagaimana bisa rekannya teledor memberikan uang 3000 won pada salah satu rekannya yang lain yang berpura pura menjadi peserta kontes, ‘saingan’ Hoseok?

            Namun, Yoongi menahan senyum mati matian. Betapa senangnya saat ia mendengar:

Wah, kalo hantu nya seperti ini sih, aku tidak akan takut, tapi aku benar benar bersujud padanya sambil berterimakasih’

            Sungguh, lagi lagi Yoongi juga menahan mati matian saat mulutnya ingin berkata:

            ‘Sama sama’.

 

            FIN

Q: Anybody YoonSeok Trash?? >//<

Scriptwriter’s Note : Masih banyak kekurangan hikseu T_T kalian bisa panggil saya Nata biar lebih akrab… 98 L, masih pemula.. ^^ tolong hargai author dengan like dan comment, karena like dan comment sangat berharga bagi saya untuk tetap menulis T__T

10 thoughts on “[Vignette] Frater”

  1. hi there!
    so, kirain Yoongi tuh emang kakak yg tega banget terus kirain Hoseok tuh emang baik baik normal terkesan ngenes karena awalnya baca dari sudut pandangnya Hoseok

    eh ternyata
    jeder

    Hosoeknya eungg semacam “kurang” gitu lah ya?

    eh boleh tuh kaya kata comment pertama sequel hahha if you mind sih~
    mungkin Hoseoknya “sadar bahwa kurang” terus Yoonginya jadi care gitu. uuuuuwww hahha

    okay, just
    see ya!^^

    Disukai oleh 1 orang

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s