Dangerous – Chapter 11

DANGEROUS

[BTS FF] DANGEROUS –Chapter 11-

“Hentikan! Balas dendam, tidak akan memberimu apa-apa, kecuali kesenangan sementara dan setelahnya kau akan menyesal selamanya. Yoongi, aku tahu kau tidak sejahat itu dan aku percaya kau adalah orang baik.”

Title: Dangerous

Scriptwriter: Reixmember

Genre: School Life, Romance, Drama

Rating: PG-17

Duration: Chaptered (1-12)

Previous Chapter: 1 // 10

Cerita murni berasal dari imajinasi pengarang sendiri. BTS milik Tuhan, orang tuanya, agensi, dan tentunya ARMY.  FF ini pernah di-post  di https://btsfanfictionindonesia.wordpress.com/2015/11/17/bts-ff-freelance-dangerous-chapter-1/

Cast:

  • BTS members
  • Lee Kyuna (OC)
  • Lee Kyuwon (OC)
  • Daehyun (BAP)
  • and other cast

Selamat membaca^^

.

.

chapter sebelumnya…

Taehyung kembali mencium Kyuna. Kali ini dengan tempo yang lebih cepat, Taehyung melumat bibir Kyuna. Tangan kanan Taehyung semakin memeluk pinggang Kyuna. Tangan kirinya juga turun, memeluk Kyuna. Kedua tangan Kyuna kini terkalung di leher Taehyung, walaupun tangan kanannya masih sakit. Kyuna juga membalas setiap ciuman Taehyung dengan lembut. Keduanya saling menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri membuat mereka semakin dalam dan hangat menikmati momen yang baru dirasakan pertama kalinya itu.

***

Di rumah sakit…

Seorang perawat membawa nampan yang berisi sarapan untuk Kyuwon. Jin mengikuti perawat itu masuk ke ruangan Kyuwon. Perawat itu membawa makanan itu ke dekat Kyuwon, namun Kyuwon melirik tidak peduli pada perawat itu. “Aku tidak lapar, bawa kembali makananya” ucap Kyuwon datar. “Tapi, anda harus sarapan dulu. Ini makanan sehat baik untuk kesembuhan anda,” sahut perawat itu. Kyuwon menatap tajam ke arah perawat itu, “Aku tidak suka makanan rumah sakit, kubilang bawa kembali makanan itu” ucap Kyuwon lagi. Jin yang memperhatikan di dekat pintu pun menghampiri perawat itu dan mengambil nampan yang dibawanya. “Biar aku saja,” ucap Jin dan perawat itu pun mengangguk dan pergi.

Jin mendekati Kyuwon yang dalam posisi duduk di tempat tidurnya. “Makanlah dulu kalau tidak kau tidak akan sembuh” ucap Jin sambil berdiri di hadapan Kyuwon. Orang yang ada di hadapannya itu menatap makanan yang sedang dipegang Jin dan kemudian sedikit mendongkakkan pandangannya pada Jin. Kyuwon menatap dingin pada Jin. “Pergi dari sini” ucap Kyuwon. Jin mencoba lagi bicara pada Kyuwon, Jin tidak tahu kalau yang ada di hadapannya kini adalah Kyuwon yang asli. Namun, entah apa yang dipikirkan dan dirasakan Jin. Ia tetap ingin bersama orang yang ada di hadapannya itu. “Setidaknya kau makanlah sedi…” ucapan Jin terpotong dan

Prang…

Kyuwon menjatuhkan makanan yang sedang dipegang Jin itu. Sontak Jin pun terkejut. Ia langsung melihat makanan dan mangkuk yang pecah serta berhamburan di lantai. Kemudian Jin menatap Kyuwon.

“Apa kau ini tuli? Sudah kubilang untuk pergi dari sini.”

Jin masih menatap Kyuwon. Ia terkejut dengan tindakan Kyuwon yang dingin dan terkesan kasar. Jin sangat merasa aneh melihat sikap Kyuwon yang kembali lagi menjadi seperti dulu. Dingin dan juga tidak peduli.

“Kyuwon…” ucap Jin.

“Aku tidak mau berbicara denganmu. Kubilang pergi dari hadapanku!” ucap Kyuwon dengan nada meninggi. “Aku benar-benar muak melihatmu” sambungnya.

Mendengar ucapan Kyuwon yang mengusirnya, Jin pun keluar dari ruangan Kyuwon dan menutup pintunya. Wajahnya menunduk. Daehyun yang sedang berjalan ke arah ruangan Kyuwon pun memperhatikannya. Jin berjalan dengan perasaan sedih dan juga masih tidak percaya dengan sikap Kyuwon.

“Kau kenapa?” tanya Daehyun.

“Tidak apa-apa” jawab Jin.

“Pulang dan istirahatlah. Semalam kau tidak tidur. Jangan khawatir ada aku yang menjaga Kyuwon.”

Jin pun mengangguk dan melangkah pergi.

“Kenapa dia?” ucap Daehyun melihat Jin pergi.

***

Di apartemen Taehyung…

Taehyung membuka pintu dan keluar dari apartemennya. Diikuti Kyuna yang berada  sampingnya. Tangan Taehyung menggenggam erat tangan kiri Kyuna. Namun, baru tiga  langkah mereka berjalan. Mereka berhenti saat melihat siapa yang sudah ada di depannya.

Min Yoongi.

Yoongi menatap tajam ke arah Kyuna. Topi yang Kyuna pakai tidak bisa menyembunyikan wajahnya. Mata Yoongi dengan bebas melihat wajah Kyuna yang memang mirip dengan wajah Kyuwon. Kyuna menatap Yoongi dengan sedikit rasa takut. Sementara Taehyung semakin mengenggam erat tangan Kyuna. “Ada apa hyung ke apartemenku?”

“Aku sedang mencari tahu, siapa orang ada di sampingmu ini” jawab Yoongi dengan  sedikit mengulas senyumnya. “Aku mengikuti kalian sejak dari rumah sakit dan sepertinya aku mendapatkan fakta yang menarik. Kyuwon… mempunyai kembaran” jelas Yoongi.

Kyuna menundukkan pandangannya. Yoongi sudah tahu tentang dirinya yang sebenarnya. Tidak mungkin Kyuna bisa mengelaknya sekarang.

“Masalahmu hanya dengan Kyuwon, hyung. Bukan dengan Kyuna” jelas Taehyung.

“Oh… jadi namanya Kyuna. Kyuwon… Kyuna… bahkan nama kalian saja mirip” ucap Yoongi ke arah Kyuna.

Kyuna tidak berkata apa-apa. Ia hanya diam.

“Kyuna tidak ada hubungannya denganmu, hyung…” sahut Taehyung kemudian.

“Tidak ada hubungannya? Dia yang mencampuri urusanku dengan Kyuwon. Menyamar sebagai Kyuwon” ucap Yoongi dingin pada Taehyung.

Yoongi pun melangkahkan kakinya ke arah Kyuna. Ia mendekatkan wajahnya pada Kyuna. Taehyung yang berada di samping Kyuna memperhatikan mereka.

“Ini semakin menarik, Kyuna. Bagaimana jadinya kalau sekolah tahu kalau selama ini kau menyamar sebagai Kyuwon. Aku jamin, sekolah akan mengeluarkan Kyuwon dan tidak hanya itu…” Yoongi memberikan jeda di antara ucapannya. Ia memperhatikan ekpresi Kyuna yang terlihat tegang mendengar perkataaan dari Yoongi. “Aku akan membuat Kyuwon menderita” sambung Yoongi dengan mengulas senyum jahatnya.

Kyuna semakin takut mendengar ucapan Yoongi yang terakhir. Ia takut jika Yoongi benar-benar akan melakukan apa yang dikatakannya tadi.

Yoongi pun menjauh dari Kyuna dan berbalik kemudian pergi dari sana. Taehyung melihat Yoongi yang pergi dan kemudian melirik Kyuna.

“Aku harus menolong Kyuwon” ucap Kyuna.

“Tenanglah Kyuna, Yoongi hyung tidak mungkin berbuat seperti itu. Itu hanya ancaman saja”

“tapi dia sudah tahu kalau aku kembarannya Kyuwon.”

***

Beberapa hari kemudian…

Kyuwon sudah diperbolehkan untuk pulang, namun ia tetap harus melakukan pemeriksaan rutin untuk melihat perkembangan kesembuhannya. Kyuna membantu Kyuwon berjalan menuju sofa di ruang tv. Kyuna membantu Kyuwon duduk.

“Aku bisa sendiri Kyuna” ucap Kyuwon saat Kyuna membantu ia untuk duduk di sofa.

“eonni masih belum sembuh. Aku akan selalu membantu eonni” Kyuna tersenyum pada Kyuwon.

“Kau ini…” Kyuwon juga tersenyum pada adiknya itu.

“Maaf eonni, aku tidak bisa melihat keadaanmu waktu di rumah sakit kemarin-kemarin. Setiap aku ingin menengokmu, Daehyun oppa selalu melarangku. Dia bilang kalau aku tidak bisa ke sana karena Jin selalu ada di sana bahkan sepanjang kau dirawat, Jin selalu ada di sana.”

“Jin? Kim Seok Jin?” tanya Kyuwon memastikan.

Kyuna mengangguk.

“Dia itu benar-benar, padahal aku sudah mengusirnya”

“Kau mengusirnya, eonni?”

Kyuwon mengangguk. “Aku sudah mengusirnya sejak hari pertama aku masuk rumah sakit, tapi ternyata dia terus saja datang”

“Mungkin dia menyukaimu, eonni” ucap Kyuna asal.

Kyuwon melirik pada Kyuna, “Dia bukan menyukaiku. Dia terus datang karenamu, Kyuna. Dia menyangka kalau aku adalah kau”

Kyuna terdiam mendengar perkataan Kyuwon itu. Ia jadi teringat pada Jin.

***

Keesokan harinya…

Di kelas 3-2, Airin, Seulgi, dan Hyejeong bercakap-cakap menunggu bel jam pelajaran pertama di mulai. Seulgi mengambil sebuah buku dari tasnya lalu membuka-buka buku itu.

“Kalian sudah tahu? Kyuwon kemarin sudah pulang dari rumah sakit” ucap Airin.

“Kau tahu dari mana?” tanya Hyejeong.

“Aku tahu dari Daehyun oppa. Kemarin malam aku menanyakannya.”

“Kau punya nomor Daehyun oppa? Sejak kapan? Kenapa kau tidak memberitahuku?” tanya Hyejeong beruntun.

“Sewaktu di rumah sakit aku memintanya” jawab Airin. “Daehyun oppa itu sangat baik, tidak hanya baik. Dia juga sangat tampan dan kalian tahu kalau Daehyun oppa belum punya pacar” jelas Airin kemudian.

Hyejeong merasa sedikit ‘panas’ karena ternyata Airin sudah mencuri start duluan untuk mendekati Daehyun. Ia sangat tidak suka karenanya. “Kalau pun Daehyun oppa ingin punya pacar, dia tidak akan memilihmu, Airin.”

Mwo?”

“Sudahlah” Seulgi menengahi Airin dan Hyejeong yang seperti akan beradu mulut. “Bagaimana keadaan Kyuwon? apa kau menanyakan juga?” tanya Seulgi pada Airin.

“Oh, kata Daehyun oppa, Kyuwon harus istirahat beberapa hari sebelum ia bisa masuk sekolah lagi.”

“Sebenarnya Kyuwon kenapa? Maksudku apa yang sebenarnya yang terjadi pada Kyuwon? Kenapa ia bisa sampai sesakit itu?” ucap Hyejeong merasa khawatir pada Kyuwon.

“Daehyun oppa tidak bilang soal itu. Aku juga tidak tahu” timpal Airin.

Tiba-tiba dari pintu kelas bagian belakang, Kyuwon masuk. Airin, Seulgi, dan Hyejeong pun dengan sedikit terkejut melihat Kyuwon yang berjalan ke arah mereka. Kyuwon duduk di bangkunya yang memang berdekatan dengan tempat duduk Airin, Seulgi, dan Hyejeong.

“Kyuwon, bukankah kau belum boleh masuk sekolah dulu?” tanya Airin.

“Iya, bukannya kau harus istirahat dulu beberapa hari?” tambah Hyejeong.

Kyuwon melirik ketiga temannya itu, “Aku sudah sembuh” jawab Kyuwon tenang. Sementara ketiga temannya itu tampak berpikir dan bertanya-tanya. “Benarkah Kyuwon sudah sembuh?

***

Sedangkan di apartemen Daehyun…

Kyuna keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Kyuwon. Ia membuka pintu kamar itu dan melihat tempat tidur yang sudah rapi. Pandangan Kyuna diedarkan ke sekitar kamar mencari sosok kakaknya. Namun, ia tidak menemukannya. Kyuna pun menutup pintu kamar Kyuwon. Ia pun berjalan ke arah kamar mandi dan mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi. “eonni… eonni… kau di dalam?”

Tidak ada jawaban. Kyuna pun membuka pintu kamar mandi dan melihat kamar mandi itu kosong. “Ke mana Kyuwon eonni?” ucap Kyuna. Ia pun berkeliling, mencari Kyuwon. Namun, nihil tidak ada Kyuwon. Kyuna pun menelepon Daehyun.

“Oppa, apa Kyuwon bersama oppa?”

“….”

“Tidak? Hmm… Kyuwon tidak ada di apartemen. Aku sudah mencarinya.”

“….”

“Benar, oppa”

“….”

“Oppa benar, jangan-jangan Kyuwon pergi ke sekolah.”

Kyuna menutup teleponnya dan mencari kontak Taehyung di ponselnya. Ia pun menghubungi Taehyung.

“….”

“Apa Kyuwon datang ke sekolah?”

“….”

“Dia tidak ada di apartemen, aku pikir dia pergi ke sekolah. Kyuwon tidak bilang padaku.”

“….”

“Baiklah”

***

Taehyung menutup teleponnya. Hoseok yang berada di sebelah Taehyung pun bertanya, “telepon dari siapa?”

“Oh… bukan dari siapa-siapa” jawab Taehyung. “Hyung, kau melihat Kyuwon hari ini di sekolah?”

“Kyuwon? aku belum melihatnya. Kenapa kau tiba-tiba menanyakan Kyuwon?

“Tidak apa-apa” ucap Taehyung. “Aku pergi dulu, hyung” pamit Taehyung. Ia pun meninggalkan Hoseok di koridor lantai satu sendirian.

“Kenapa dengan anak itu? Dia benar-benar aneh” ucap Hoseok kemudian. Hoseok berjalan hendak ke arah kelas. Namun, ketika ia berjalan, Hoseok melihat Seulgi sedang berada di depan mading. Hoseok pun menghampiri Seulgi.

“Apa yang kau baca?” tanya Hoseok. Seulgi menoleh pada Hoseok yang sudah ada di sampingnya.

“Lomba itu” tunjuk Seulgi pada sebuah poster lomba yang berisi tentang perlombaan fotografi. “Juara satunya dapat uang pembinaan dan liburan+pelatihan fotografi ke pulau Jeju.”

“Kau ikut lomba ini?”

“Aku ingin ikut, tapi…” Seulgi menunjuk persyaratan lomba itu. “Foto harus dipotret dengan menggunakan kamera DSLR. Aku tidak punya kamera seperti itu. Aku rasa aku tidak bisa ikut lomba ini” jelas Seulgi.

Hoseok memperhatikan wajah seulgi. Ada sedikit raut kecewa di wajahnya. Seulgi pun pergi dari mading itu. Sementara Hoseok tampak berpikir. Ia kembali lagi melihat poster lomba itu dan kemudian tersenyum ke arah Seulgi yang sudah beberapa langkah pergi. Hoseok pun mengejar Seulgi dan menarik tangan Seulgi. Hal itu membuat Seulgi membalikkan badannya dan menoleh pada Hoseok. “Kau ikut saja lomba itu, aku akan membantumu” ucap Hoseok.

***

Taehyung sedikit berlari mencari Kyuwon di sekeliling sekolah setelah Taehyung mencari Kyuwon di kelasnya dan tidak mendapatinya di sana. Taehyung menghentikan langkahnya saat menemukan sosok Kyuwon berjalan di lorong kelas lantai empat yang memang sepi. Kyuwon tidak sendiri. Taehyung juga melihat Jin berjalan bersama Kyuwon. Lebih tepatnya, Jin yang menarik tangan Kyuwon. “Jin lepaskan tanganku” Kyuwon meronta mencoba melepaskan tanganya dari gengaman Jin. Namun, Jin tidak menggubris perkataan Kyuwon. “Aku akan menghajarmu kalau kekuatanku sudah pulih” ucap Kyuwon dalam hati.

 Taehyung mengikuti mereka berdua. Jin menarik Kyuwon sampai di sudut dinding yang berdekatan dengan deretan loker-loker. Kedua tangan Jin mendorong kedua bahu Kyuwon ke sisi dinding. Setelah itu telapak tangan kirinya ditempelkan di samping wajah Kyuwon. Jin menatap Kyuwon dengan pandangan yang sulit diartikan, sementara Kyuwon menatap tajam langsung pada kedua mata Jin.

Taehyung berada di jarak yang tidak terlalu jauh dengan mereka sehingga ia bisa mendengar percakapan Jin dan Kyuwon.

“Apa-apaan ini?” tanya Kyuwon kesal.

“Aku ingin jawabanmu sekarang” ucap Jin.

Kyuwon tidak mengerti. “Apa yang kau bicarakan?”

“Apa aku harus mengulangi pertanyaannya?”

Kyuwon semakin tidak mengerti apa maksud perkataan Jin. “Kau salah orang” ucap Kyuwon dan dia pun hendak pergi, namun dengan cepat tangan kanan Jin mendorong bahu Kyuwon sehingga ia kembali berhadapan dengan Jin.

“Baiklah aku akan mengulangi pertanyaannya” ucap Jin kemudian. “Kyuwon, bisakah aku jadi seseorang itu? seseorang yang kau sukai…”

Kyuwon sedikit terkaget mendengar pertanyaan Jin. Kyuwon tampak berpikir. “Dia kira aku Kyuna. Apa yang dilakukan Kyuna sehingga Jin bisa menyukainya. Bodoh.” pikir Kyuwon.

“Simpan pertanyaanmu itu, kau salah orang” ucap Kyuwon kemudian.

Jin tidak mengerti apa yang dimaksudkan Kyuwon. ‘Kau salah orang’ Jin benar-benar tidak mengerti apa maksudnya.

“Kau mengerti? Kau ini salah orang. Aku adalah Kyuwon, bukan orang yang kau sukai itu.” ucap Kyuwon. “Jadi, menyingkir dari hadapanku” Kyuwon pun mendorong bahu Jin dan hendak pergi dari sana. Namun, lagi-lagi Jin menahannya. Jin kembali mendorong bahu Kyuwon. Kedua tangannya masih mencengkram kedua bahu Kyuwon.

“Lepaskan aku!” ucap Kyuwon dia mencoba mendorong Jin, tapi tidak bisa. Jin mendekatkan wajahnya pada Kyuwon dan menatapnya. Kyuwon tidak bisa berbuat apa-apa ia sudah terkunci oleh tangan dan juga kedua mata Jin.

“Aku tidak mengerti kenapa kau jadi berubah. Tapi itu bukan masalah, aku tetap menyukaimu. Berapa kali pun kau menolakku, aku tidak akan menyerah. Aku akan membuatmu menyukaiku juga”

Mwo?” ucap Kyuwon tidak percaya.

Jin mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuwon. Jin terus mendekatkan wajahnya secara perlahan. Kyuwon benar-benar tidak mengerti apa yang dipikirkan Jin saat ini. Kyuwon merasa gugup dan semakin gugup saat wajah Jin semakin mendekat pada wajahnya.

Jarak wajah mereka kini hanya tinggal tiga senti. Hanya tinggal sedikit lagi bibir Jin sampai di bibir Kyuwon. Jin menatap mata Kyuwon. “Kau gugup, Kyuwon” ucap jin tiba-tiba.

“Menjauh dariku”

“Tidak mau” ucap Jin dan…

Chu~

Bibir Jin sudah menempel pada bibir Kyuwon. Hal itu membuat Kyuwon membulatkan matanya. Kyuwon tidak percaya. Jin menciumnya. Tangan Kyuwon mendorong dan memukul-mukul bahu Jin, berusaha menjauhkan wajah Jin darinya. Sementara kedua tangan Jin masih memegang kedua bahu Kyuwon. Jin terus menekan bibir Kyuwon dengan lembut dan mulai melumat bibir Kyuwon secara perlahan. Pergerakan tangan Kyuwon mulai melemah seiring dengan ciuman lembut dari bibir Jin. Kyuwon merasakan kelembutan dan ketulusan dari ciuman Jin. Mata Kyuwon pun perlahan terpejam. Jin terus mencium Kyuwon. Entah sampai kapan. Semakin lama Jin semakin dalam mencium Kyuwon. Jin bahkan tidak mau melepaskannya.

Taehyung yang sedari tadi memperhatikan mereka pun berbalik dan berjalan menjauh dari mereka. “Untung yang dicium Jin hyung adalah Kyuwon. Kalau yang diciumnya adalah Kyuna, aku pasti sudah memukulnya”

***

Malam harinya…

Yoongi merogoh ponsel dalam saku celananya dan membuka sebuah pesan.

 

“Yoongi, aku ingin bicara.

Kita bertemu di taman kota sekarang.”

Kyuna

Yoongi menyimpan ponselnya kembali. “Ck… untuk apa dia bertemu denganku?”

Di taman kota…

Kyuna duduk di salah satu bangku taman. Keadaan di taman ini cukup sepi. Sudah 30 menit ia menunggu. “Apa dia tidak akan datang?” pikir Kyuna. Beberapa menit kemudian Yoongi datang dan menghampiri Kyuna.

“Apa apa?” tanya Yoongi dengan nada ketus.

“Duduklah” ucap Kyuna tenang. Yoongi pun dengan malas duduk di bangku panjang yang sama dengan Kyuna.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Cepat katakan”

“Tentang kakakku, Kyuwon.” jawab Kyuna. “Bisakah kau memaafkannya?”

“Jika kau ingin bicara tentang Kyuwon. Aku tidak mau. Aku malas membicarakannya” jawab Yoongi, ia pun hendak berdiri dan pergi. Kyuna menahan Yoongi dengan tangannya.

“Bukankah kau punya orang yang kau sayangi?” Yoongi terhenti langkahnya mendengar pertanyaan dari Kyuna. Dia pun duduk kembali dan melihat ke arah Kyuna.

“Hyejin… Bukankah dia orang yang kau sayangi?” ucap Kyuna. “Kau menyayangi Hyejin, karena itu kau ingin melindungi dan menjaganya…” Yoongi memperhatikan Kyuna. “Aku juga punya orang yang aku sayangi… aku ingin melindunginya… aku ingin melindungi Kyuwon, kakakku…” sambung Kyuna.

“Kau ingin aku berbuat apa? melupakan apa yang telah Kyuwon lakukan pada Hyejin dan memaafkan Kyuwon?” tanya Yoongi.

“Bisakah kau lakukan itu?”

“Aku heran. Apa kau ini benar adiknya? Kau bahkan tidak tahu seperti apa Kyuwon. Kau tidak tahu bagaimana dia menindas orang lain.”

“Itu adalah Kyuwon yang dulu. Sekarang aku yakin kalau Kyuwon sudah berubah.”

“Kalau pun dia berubah. Itu tidak akan membuatku memaafkannya.”

“Yoongi… aku akan berbuat apapun. Asal kau bisa memaafkan Kyuwon” ucap Kyuna.

Yoongi melihat Kyuna dan sejenak diam lalu berkata, “Aku akan memaafkan Kyuwon jika dia sudah mati”

Kyuna terkejut mendengar ucapan Yoongi. Kyuna melihat Yoongi berdiri dan pergi darinya. Langkah Yoongi terhenti mendengar panggilan Kyuna.

“Yoongi!” ucap Kyuna ketika berdiri tidak jauh dari Yoongi. Ia membalikkan badannya. Kyuna berjalan ke arah Yoongi.

“Hentikan! Balas dendam, tidak akan memberimu apa-apa, kecuali kesenangan sementara dan setelahnya kau akan menyesal selamanya. Yoongi, aku tahu kau tidak sejahat itu dan aku percaya kau adalah orang baik.”

Yoongi tidak peduli dengan perkataan Kyuna, ia pun kembali melanjutkan langkahnya. Pergi dari tempat itu.

***

Setelah bermain skateboard bersama Hoseok dan Jimin, Taehyung memutuskan untuk menelepon Kyuna.

“Kau di mana?”

“….”

“Kenapa kau di sana? Kau tunggu, aku ke sana sekarang”

Taehyung pun menutup teleponnya dan bergegas pergi. Hoseok dan Jimin melihat Taehyung yang terburu-buru akan pergi.

“Kau mau pergi ke mana?” tanya Jimin.

“ke… ah hyung tidak usah tahu” jawab Taehyung. “Aku pergi dulu.” Taehyung pun pergi membawa papan luncur yang dipegangnya.

“Dia aneh. Aku curiga Taehyung punya pacar sekarang” ucap Hoseok.

“Kalau begitu bagus, setidaknya Taehyung sudah bisa membuka hatinya untuk perempuan. Kau tahu kan sejak bersama kita (BTS) dia selalu dingin pada semua perempuan.” sahut Jimin

***

Kyuna menegadahkan pandangannya dan menikmati pemandangan langit malam. Kyuna saat ini sedang berdiri di pinggir sungai yang bersebelahan dengan taman kota. Beberapa orang bersepeda melintas di jalan pinggir sungai. Ada juga beberapa orang yang bermain basket di lapangan yang berada dalam satu kawasan dengan taman itu. Kyuna beralih melihat permukaan air sungai yang tenang. Tidak berapa lama kemudian Taehyung datang. “Kyuna” panggil Taehyung. Kyuna pun menoleh pada Taehyung.

“Kau sedang apa di sini?”

“Aku tadi bertemu Yoongi”

“Yoongi? Kenapa kau bertemu dengannya?” tanya Taehyung kaget.

“Aku mencoba untuk bicara dengannya. Aku sudah berusaha membujuknya. Tapi, aku tidak tahu apa itu berhasil atau tidak” jelas Kyuna.

“Kyuna, kau tidak usah bertemu dengan Yoongi dan membujuknya. Yoongi hyung tidak akan berbuat jauh. Kau tenanglah.”

Kyuna diam. Kemudian pandangannya teralih pada skateboard yang dipegang oleh Taehyung. “Taehyung… kenapa kau membawa itu?” tanya Kyuna sambil menunjuk papan luncur Taehyung.

“Tadi aku bermain skateboard” jawab Taehyung.

Taehyung melihat pandangan Kyuna yang memperhatikan papan luncur miliknya. “Kau ingin bermain skateboard?”

Kyuna mengangguk. “Boleh aku pinjam?”

“Pakai saja sesukamu” ucap Taehyung. “Tunggu, kau bisa bermain skateboard?”

Kyuna menggelengkan kepalanya. “Aku hanya berpikir kalau sepertinya menyenangkan bermain skateboard

Taehyung menarik tangan Kyuna. “Sini, biar aku ajari” ucap  Taehyung.

***

Di apartemen Daehyun

“aku pulang” ucap Kyuna ketika masuk ke dalam apartemen.

“Kau dari mana, Kyuna?” tanya Kyuwon yang sudah berdiri tak jauh dari Kyuna.

“eonni” ucap Kyuna. “kau pergi ke sekolah tadi?”

“Iya.”

“Kenapa kau ke sekolah? kau kan belum sembuh”

“Kau tidak usah khawatir dan jawab pertanyaanku. Kau ke mana saja, Kyuna? kenapa jam segini kau baru pulang?”

“Aku.. ada urusan”

“Urusan? Setahuku kau hanya punya beberapa teman saja di Korea. Itu pun bukan di Seoul. Jadi, dengan siapa kau punya urusan?”

“Hmm… Min Yoongi. Aku bertemu dengannya tadi.”

“Yoongi?” ucap Kyuwon kaget.

Kyuna mengangguk.

“Untuk apa kau menemuinya?”

“Aku hanya bicara dengannya. Aku ingin dia memaafkanmu”

Mwo? Meminta maaf?” tanya Kyuwon. “Kau tidak usah melakukannya Kyuna, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri.”

“tapi eonni…” ucapan Kyuna terpotong.

“Apa Yoongi sudah tahu kalau kau adalah kembaranku?”

Kyuna mengangguk.

“Bodoh. Yoongi pasti punya rencana jahat padamu juga. Aku tidak bisa membiarkannya.”

“maksudnya eonni?”

“Kyuna, kau tidak boleh keluar dari apartemen ini bahkan untuk sekedar membeli makanan di luar dan Kyuna, cepatlah kembali ke Jepang. Korea tidak aman bagimu.”

***

Keesokan harinya, malam hari…

Hari ini adalah hari Minggu. Sekolah libur dan Kyuwon mempunyai rencana untuk menemui Yoongi. Kyuwon mengajak Hyejeong, Airin, dan Seulgi pergi.

“Sebenarnya kita mau ke mana, Kyuwon?” tanya Airin.

“ke tempat BTS” jawab Kyuwon.

mwo?” ucap Hyejeong. “Kenapa kau mengajak kami?”

“Tubuhku sedang lemah sekarang. Aku tidak bisa menghajar mereka jika sendirian. Makanya aku butuh bantuan kalian”

Mwo?” ucap  Airin, Hyejeong, dan Seulgi bersamaan.

“Itu rumah Namjoon. Markasnya BTS.” Kyuwon menunjuk sebuah rumah yang bergaya futuristik.

“Lalu kita akan masuk ke rumah itu?” tanya Hyejeong.

“Tidak, kita hanya hanya akan di luar saja” jawab Kyuwon.

Mereka berempat pun sekarang sudah berada di depan rumah Namjoon. Kyuwon memencet bel. Tidak berapa lama kemudian Jungkook membuka pintu. Dia terkejut melihat siapa yang datang.

“kyuwon? ada apa kau kemari?” tanya Jungkook.

“Aku ingin bertemu Yoongi. Beritahukan padanya untuk cepat keluar.” Jawab Kyuwon.

Jungkook pun kembali masuk dan bergegas ke ruangan tempat BTS sedang berkumpul.

“Siapa yang datang?” tanya Namjoon.

“Kyuwon, Lee Kyuwon”

Mwo?” ucap anggota BTS lain bersamaan.

“Dia mencari hyung” ucap Jungkook pada Yoongi.

Yoongi berdiri dan berjalan pergi, “Mau apa lagi dia”

Kyuwon, kenapa dia ke sini?” pikir Taehyung.

Jin menyusul Yoongi. Diikuti oleh member lain. Sementara Taehyung, ketika akan menyusul yang lain, ponsel Taehyung berbunyi. Taehyung melihat ada telepon dari Kyuna. Taehyung pun mengangkatnya.

“Ada apa Kyuna?”

“….”

“Kyuwon ada di sini. Di rumah Namjoon hyung. Halo… halo.. Kyuna…?”

Taehyung melihat ponselnya dan ternyata Kyuna sudah menutup teleponnya. Taehyung segera menyusul ke luar rumah. Sesampainya, ia melihat Kyuwon bersama dengan teman-temannya sedang berhadapan dengan Yoongi. “Astaga ada apalagi ini?” pikir Taehyung.

“kenapa kau mencariku? Apa kau ingin menghajarku lagi?” tanya Yoongi.

“Aku hanya ingin memperingatkanmu. Kalau kau berbuat jahat pada adikku, tidak, bukan hanya itu. Bahkan kalau kau menyentuhnya walau seujung jari pun. Sebaiknya kau siapkan dirimu”ucap Kyuwon.

Yoongi tersenyum remeh pada Kyuwon. “Adikmu, apa yang kau maksud adalah kembaranmu? Kembaranmu yang menyamar sebagai dirimu di sekolah?”

Airin, Seulgi, dan Hyejeong dan anggota BTS, kecuali Taehyung terkejut mendengar perkataan Yoongi.

“Kembaran Kyuwon?” ucap Namjoon

“Apa maksudnya, Kyuwon?” tanya Seulgi.

“Kyuwon menyuruh kembarannya untuk menggantikan dia di sekolah. Dia menyuruh kembarannya untuk membodohi kita semua. Kalian semua ditipu olehnya, bahkan kalian sebagai temannya sudah dibodohinya.”

Mwo?” ucap Hyejeong.

“Hentikan Yoongi” ucap Jin kemudian.

Yoongi menoleh pada Jin. “Aku tahu selama ini kau menyukainya, hyung. Tapi, kau salah orang. Kau bukan menyukai Kyuwon, tapi kembarannya, Kyuna.”

“Kyuna?” tanya Jin kemudian melihat Kyuwon.

“Kau lihat Kyuwon. Semuanya terkejut mendengar kebenarannya. Kau selama ini menipu kami semua. Apa kau tidak memikirkan bagaimana rasanya ditipu dan dibodohi?”

“Simpan lidah ularmu itu” ucap Kyuwon kesal. “Benar, aku memang punya kembaran. Tapi dia menggantikanku bukan karena aku memintanya. Kyuna menggantikanku karena aku koma akibat kecelakaan. Kalian tahu siapa yang membuat kecelakaan itu?” Kyuwon menatap tajam pada Yoongi. “Min Yoongi. Dia yang menabrakku dengan mobilnya hingga aku koma.”

MWO?” ucap semua bersamaan.

“Yoongi, benar yang dikatakannya?” tanya Jin.

“Dia pantas mendapatkannya” ucap Yoongi.

Mendengar jawaban Yoongi membuat Jin geram. Dia pun mencengkram baju Yoongi. “Kenapa kau melakukannya? Apa aku pernah mengajarimu untuk berbuat seperti itu?”

“Itu urusanku hyung, tidak ada urusannya denganmu ataupun BTS” jawab Yoongi dan menipis tangan Jin darinya.

“Kau sudah berbuat terlalu jauh, hyung. Sebenci-bencinya aku pada Kyuwon, aku tidak akan melakukan hal itu padanya.” Kali ini Namjoon berbicara.

“Kau tidak mengerti, Namjoon. Kalian juga tidak mengerti” ucap Yoongi pada anggota BTS lain. Yoongi mendekatkan langkahnya pada Kyuwon, “Apa kau sudah puas mengatakannya? Mudah bagiku untuk berbuat nekat. Adikmu, Kyuna, aku akan membuat dia menderita sampai kau memohon padaku” ucap Yoongi pada Kyuwon dan Yoongi pun mendorong Kyuwon.

“ah…”

Kyuwon terjatuh karena dorongan Yoongi. Yoongi tersenyum sekilas ke arah Kyuwon kemudian pergi.

“Kau tidak apa-apa Kyuwon?” Seulgi menolong Kyuwon.

“Kita harus menyusulnya, hyung” ucap Taehyung pada Namjoon.

“Kau benar” sahut Namjoon. Anggota BTS pun menyusul Yoongi, kecuali Jin menghampiri Kyuwon, “Kau baik-baik saja?”

“Aku tidak apa-apa.” jawab Kyuwon. “Aku rasa kita harus menyusul Yoongi” ucap Kyuwon kemudian.

Jin, Kyuwon, Airin, Seulgi, dan Hyejeong mengikuti yang lain menyusul Yoongi.

Sementara itu, Yoongi sudah ada di sisi jalan dan hendak menyebrang. Namun, dari arah lain, seorang pengemudi membawa mobilnya dengan ugal-ugalan ke arah Yoongi. Pengemudi itu mabuk sehingga tidak sadar melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Yoongi tidak menyadari hal itu. Ia terlalu sibuk dengan perasaannya yang kesal.

Sedangkan Kyuna sudah sampai di daerah tempat tinggal Namjoon. Ia berada di seberang jalan, posisinya tidak terlalu jauh dari Yoongi. Kyuna melihat mobil yang akan melaju kencang ke arah Yoongi yang sedang menyebrang.

“YOONGI AWAS!!!”

Teriakan Kyuna membuat Kyuwon, Seulgi, Airin, Hyejeong serta anggota BTS lain melihat ke arah Yoongi. Yoongi sendiri melihat heran ke arah Kyuna. Tapi sedetik kemudian Yoongi langsung melihat ke arah belakang saat menyadari sebuah mobil melaju ke arahnya. Yoongi terkaget dan membeku di tempatnya. Sementara yang lain melihat cemas ke arah Yoongi.

“HYUNG PERGI DARI SANA!!!

Namun, teriakan Jungkook terlambat mobil itu sudah hampir mendekati Yoongi. Kyuna berlari sangat kencang ke arah Yoongi dan …

BRUKKK….

Mobil itu dengan cepat menghantam tubuh Kyuna. Yoongi terjatuh ke sisi jalan, ia  didorong oleh Kyuna. Yoongi melihat kaget dan terperangah pada Kyuna. Tidak hanya Yoongi. Kyuwon, Seulgi, Airin, Hyejeong serta anggota BTS lain sontak langsung tercengang melihat kejadian itu. Tubuh Kyuna terhantam dan terbentur kaca depan mobil itu hingga menyebabkan kaca depannya retak dan pecah. Setelah itu, tubuh Kyuna langsung terbolak-balik di atas mobil itu hingga tubuhnya jatuh ke aspal jalan. Tubuh Kyuna  masih terbolak-balik sampai beberapa meter dari mobil yang menabraknya itu. Kyuna langsung tidak sadarkan diri.

Pengemudi itu langsung melajukan mobilnya dan melarikan diri. Kyuwon masih membeku di tempatnya. Ia bahkan tidak bisa merasakan kakinya bisa menopangnya. Taehyung langsung berlari ke arah Kyuna. Taehyung mengangkat kepala Kyuna dan menyandarkannya di kakinya. Kepala Kyuna penuh darah. Taehyung memegang wajah Kyuna. “Kyuna… Kyuna…” ucap Taehyung cemas. Tanpa disadari air mata Taehyung menetes.

Seulgi, Airin, Hyejeong, Hoseok, serta Jimin panik dan berlari menghampiri Taehyung. Sementara Jungkook dan Namjoon menghampiri Yoongi dan membantunya berdiri. Jin berjalan mendekati Kyuwon yang masih mematung berdiri di tempatnya. Kyuwon sungguh tidak percaya apa yang dilihatnya kini. Kejadian ini mengingatkannya pada kecelakaan yang ia alami waktu itu. Rasanya sakit sekali, benar-benar sakit. Tubuh Kyuwon terhuyung dan akan jatuh, namun Jin dengan cepat memeluk Kyuwon, menahan agar Kyuwon tidak jatuh. Tapi, air mata Kyuwon jatuh dan kemudian Kyuwon menangis, “Kyuna…”

“CEPAT TELEPON AMBULANS” teriak Taehyung pada Seulgi, Airin, Hyejeong, Hoseok, Jimin yang mengerubungi Kyuna dan dirinya. Airin langsung menelepon untuk meminta mobil ambulans.

Beberapa saat kemudian mobil ambulans tiba, petugas medis memasukkan Kyuna dalam ambulans. Hanya Taehyung ikut masuk ke dalam ambulans. Sementara yang lainnya mengikuti mobil ambulans itu dengan taksi dan kendaraan lainnya. Di dalam mobil ambulans, petugas medis memberikan oksigen pada Kyuna sedangkan Taehyung terus memegangi tangan Kyuna. “Bertahanlah Kyuna” ucap Taehyung.

Bersambung

2 thoughts on “Dangerous – Chapter 11”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s