Stay With Me -Chapter III-

Stay With Me Cover

Stay with Me

Scriptwriter: Whitelil

(Poster Credit ©Ladyoong @Poster Channel)

Cast(s):

  • f(x) Krystal
  • EXO KAI

Other(s):

  • SHINee Taemin
  • EXID Hani
  • Apink Naeun
  • Red Velvet Wendy
  • KARA Youngji
  • Sulli
  • Infinite Hoya
  • SNSD Taeyeon

Genre:  Romance

Rating: PG-15

Previous: I / II

***

-Chapter III: Cause The Day That I’m Giving Up On You.. Has Come

***

“Ah Youngji-ya, Soojungie eodi? Dia tidak kemari?” tanya Jongin saat ia sadar sedari tadi tidak melihat Soojung disini.

“Soojungie?” ucap Youngji berpikir sesaat. Sejak kapan Jongin memanggil Soojung dengan Soojungie? Tapi yeoja itu memilih untuk tidak membahasnya, takut Jongin merasa malu.

“Ah dia langsung pulang karna eonni-nya sedang sakit jadi ia harus merawatnya” ucap Youngji.

“Waeyo?” tanya Sulli dengan nada menggoda. Rupanya yeoja itu sedari tadi mendengar percakapan Jongin dan Youngji.

“Ani” ucap Jongin salah tingkah.

“Ah jinjja? Geuraee” ucap Sulli lalu tersenyum saat Youngji melihat kearahnya. Dua yeoja itu kini paham apa yang tengah terjadi saat ini.

Jongin memilih untuk tak menghiraukan dua yeoja aneh itu. Ia memandang langit-langit dorm dan pikirannya melayang jauh.

Kau benar-benar healing unicorn, Soojungie…” ucap namja itu dalam hati.

“Jongin-a, darimana saja kau” ucap Taemin dengan chicken set di kedua tangannya. Namja itu baru saja membeli makanan dengan Minho dan Hope.

“Woah cikin” ucap Jongin lalu bangkit. Begitu pun semua orang disana, dengan tertib mereka mengikuti Taemin.

“Pelajaran bahasa inggris hari ini sedikit lama dari biasanya, maka dari itu kami baru keluar” ucap Jongin.

Taemin pun membuka kedua chicken set itu, membuat semua orang menyerbunya dalam sekejap.

Selesai makan, Jongin naik ke lantai atas, menikmati kesendirian. Semua anak berada dibawah, bermain bola, billiard atau playstation. Taemin mencari Jongin, tapi tak juga menemukan anak itu.

“Jongin eodi? Apa kau melihat Jongin?” tanya Taemin pada Naeun, Jackson, Youngji dan Sehun, Sulli. Tetapi mereka semua menggeleng.

“Taemin-a, Jongin diatas” ucap Minho yang sedang bermain billiard menunjuk ke arah tangga. Taemin mengangguk lalu naik keatas.

Jongin sedang duduk disamping jendela, menghirup udara senja dan memandang langit jingga.

“Jonginie mwo haneun goya?” ucap Taemin membuat namja itu menoleh. Jongin hanya terdiam, belum berniat menjawab apapun.

“Wae? Apa kau tidak akan menceritakan apapun padaku? Sudah 2 hari aku menunggumu bercerita. Mulai dari hubunganmu dan Hani, kenapa kalian bisa putus, kenapa kau bisa sampai sakit, kenapa kau semalam membuat Soojung menangis, kenapa hari ini kau pergi ke sekolah, dan.. kenapa kau sekarang menyendiri disini? Terlalu banyak pertanyaan di kepalaku yang belum terjawab” ucap Taemin. Jongin menghela nafas panjang.

“Kau ingat saat pertama kali aku membawa Soojung kesini? Hari itu, sejak siang aku memang tidak memberi kabar apapun pada Hani karna saat itu aku mendapat hukuman, kau juga tau kan? Setelah itu aku juga lupa memberinya kabar karna menemukan anak orang yang habis dipukuli, aku panik dan membawanya ke dorm. Setelah di dorm aku sibuk mengobatinya, lalu aku sibuk bermain disini. Aku benar benar lupa akan Hani karna yeoja itu juga tidak bertanya apapun. Ku pikir mungkin dia juga sedang sibuk dengan teman temannya, atau dengan ujian kelulusannya. Dia memang pernah meminta maaf padaku jika ia sedikit mengalihkan perhatiannya padaku kepada ujiannya, dan aku sangat mengerti itu…” Taemin tidak berbicara apapun, hanya sibuk mendengarkan.

“Tapi malamnya, aku menelfonnya dan ia marah-marah. Ia bilang aku tidak pernah berubah, dan ia menyalahkan White Shit yang katanya mengambilku darinya. Aku tidak tau harus mengatakan apa karna aku tau memang akulah yang salah. Dan.. dia mengatakan kalau dia lelah dan ingin mengakhiri hubungan ini saja. Aku mencoba meminta maaf dan menenangkannya, tapi yeoja itu menutup telfonnya. Geurae, dia memang sudah biasa seperti itu, aku hanya perlu memberinya waktu untuk menenangkan diri. Malamnya, aku menelfonnya puluhan kali tapi yeoja itu tak menjawab, aku juga mengiriminya puluhan pesan, tak ada satupun yang ia baca. Hingga tengah malam aku terus melakukannya dan ia benar-benar pergi..”

“Aku tidak tau apa yang terjadi padaku hingga bisa jatuh sakit. Aku sepertinya lupa memakan apapun hari itu, ditambah pikiranku yang kacau. Aku tidak tau apa yang terjadi lagi setelahnya, hingga akhirnya kau membangunkanku di pagi hari..”

“Geurokkuna..” ucap Taemin mengangguk. Taemin baru paham permasalahan Jongin hari ini.

“Dan Soojung. Aku benar-benar merasa bersalah padanya. Semalam, saat aku membuatnya menangis, aku benar-benar tidak sadar melakukannya. Aku terbangun dan merasa melihat Hani dalam dirinya. Aku memeluknya tanpa sadar, dan aku yang menangis disitu. Tapi tiba-tiba ia bilang kalau ia bukan Hani, dia Soojung, dan itu membuatku marah sekaligus malu. Maka dari itu aku membentaknya, dan aku tidak tau kalau itu menyakitinya hingga ia menangis begitu..”

“Aku menyuruh Naeun untuk membawanya kesini. Aku tau harus ada seseorang yang merawatmu, dan Naeun tidak bisa melakukan itu. Dan Soojung benar-benar merawatmu, mengganti kompresanmu terus menerus, menungguimu disampingmu hingga tengah malam. Tapi saat kau bangun, Hani lah yang kau cari. Aku yakin itu menyakiti hatinya. Apalagi kau membentaknya seperti itu” Taemin menepuk-nepuk pundak Jongin.

“Untung kau sudah meminta maaf tadi pagi di kantin” ucap namja itu lagi pada Jongin. Jongin memang tidak menyesalinya, ia justru akan menyesal jika rasa gengsinya yang menang tadi pagi.

“Lalu.. sekarang ada masalah apa lagi?”

“Tadi.. saat di kelas aku merasa saangat mengantuk, lalu akhirnya aku pergi ke toilet untuk mencuci muka ku. Saat keluar kelas aku melihat Hani sedang menuju ke toilet juga. Aku memang sejak pagi tidak berusaha mencarinya ke kelasnya, tapi setelah aku melihatnya aku pun berpikir untuk berbicara dengannya. Aku mengejarnya tapi ia berlari saat melihatku. Aku pun menarik tangannya dan membawanya ke samping toilet pria. Aku menahannya di tembok, memandangnya lekat. Entah sepertinya dia memang benar-benar membenciku. Ia menatapku menantang, saat aku mendekatkan wajahku padanya ia mendorong dan mengatakan Pikyeo. Dan ia pergi begitu saja.. aku merasa memang.. ia benar-benar meninggalkanku, ia kali ini benar-benar pergi dan mungkin tak mau kembali..” Jongin tidak melanjutkan kata-katanya hinga beberapa saat.

“Lalu apalagi yang kau cari saat ini? Jawaban? Kau sudah mendapat jawaban darinya, ia tak ingin kembali padamu. Kau masih ingin menunggunya hingga akhirnya ia mengasihanimu dan kembali?” tanya Taemin dengan wajah serius.

“Aku tidak berpikir seperti itu, tapi aku juga belum berpikir untuk mencari penggantinya. Aku mungkin butuh seseorang untuk menemaniku, untuk menenangkanku, tapi bukan untuk menggantikan Hani” ucap Jongin.

Taemin hanya tersenyum, “terserah kau saja, itu yang terbaik menurutmu” ucap Taemin menepuk-nepuk sahabat kesayangannya itu. “kajja, kita turun” ucap Taemin lalu beranjak dari tempatnya. Jongin mengangguk lalu mengikuti Taemin turun kebawah.

Suasana dibawah masih sangat ramai. Sudah tidak ada yang bermain bola, tapi semakin banyak yang berkumpul di ruang playstation. Jongin bergabung dengan mereka lalu berniat menghilangkan penat dikepalanya. Ia benar-benar ingin melupakan semuanya hari ini.

“Eo Soojungie, mwo hani?” ucap Naeun dengan wajah ceria. Jongin refleks melihat kearah Naeun mendengar nama Soojung disebut.

“Ne, aku masih di dorm. Mereka sangat berisik disini. Chakkaman, aku akan pindah dulu ke tempat lain” ucap Naeun lalu yeoja itu pun keluar dari ruang playstation.

“Ah itu sangat melegakan. Semoga eonni mu benar baik-baik saja” ucap Naeun.

“Jonginie? Geurom dia ada disini” ucap Naeun berbisik lalu melihat ke belakang, takut ada yang mendengarnya.

“Ah geurae, hari ini sangat ramai, ada Wendy, Youngji, Sulli, Seulgi, Suzy, Minah eonni, dan Jiyeon eonni disini. Masih banyak sekali orang disini, hanya Hobi, Ilhoon dan Suga oppa yang pergi untuk berkencan dengan pacarnya tadi”

“Pacar Hobi? Aaahh Minaring haha, kami memanggilnya Minaring karna ada 2 member yang memiliki yeochin bernama Minah. Minah eonni, dan Mina eonni, itu sedikit membingungkan. Jadi kami semua memanggil pacar Hobi dengan Minaring”

“Ani gwenchana. Ah nee, semoga Sica eonni cepat sembuh. Annyeong” ucap Naeun lalu berbalik hendak kembali ke ruang playstation.

“HAA kkamjakkiyaaa” ucap Naeun histeris saat mendapati Jongin berdiri tepat dibelakangnya. Apa sejak tadi Jongin menguping pembicaraannya dengan Soojung?

“Mwo hanii?” tanya Naeun.

“Kau bicara dengan siapa?”

“Hum? Soojungie. Wae?” tanya Naeun was was.

“Ani. Hmm… ani ani” ucap Jongin lalu pergi ke dapur. Naeun memperhatikannya aneh.

“Ada apa dengannya?”

***

Hari ini hari sabtu. Sekolah libur, dan namja-namja ini tidur disini tadi malam. Naeun, Wendy, Youngji, Sulli, Seulgi, Suzy dan Minah diantar pulang oleh namja-namja mereka sekitar jam 11 malam, karena saat jam 7 malam datang lagi Hyeri pacar Ravi. Jadi semua yeoja itu baru diantar pulang jam 11 oleh namja-namja mereka. Dan saat tengah malam Suga pun pulang ke dorm setelah mendatangi rumah pacarnya sejak sore.

Sekitar jam 8 pagi, Taemin terbangun lalu berdecak melihat kelakuan semua member. Dorm benar-benar kotor dan berantakan. Bungkus makanan dan kaleng-kaleng soda bertebaran dimana-mana. Tak lama kemudian, Chen dan D.O pun terbangun. Mereka bertiga pun akhirnya membersihkan sampah sampah tersebut. Dan saat ketiganya pergi ke dapur, keadaan dapur juga ternyata sama mencengangkannya dengan ruang tengah. Tiga namja itupun mulai menyapu dan mengepel dapur.

Ravi yang baru bangun menuju ke dapur untuk mengambil minum, dan namja itu kaget karna langsung dipaksa mencuci piring oleh ketiga namja tadi.

“Wae wae wae? Ah chakkaman, biarkan aku minum dulu” ucap Ravi dengan mata setengah terpejam. Namja itu pun diizinkan untuk minum. Korban berikutnya adalah Jaebum, yang juga baru terbangun. Namja itu membantu Ravi mencuci piring karena tumpukan piring kotor sangatlah banyak.

Tiga namja lainnya, Mark, Hongbin dan Suga akhirnya bangun. Mereka langsung diberi sapu dan lap pel untuk membersihkan ruang play station yang benar-benar sudah seperti kandang babi. Dengan beberapa namja yang masih tidur berserakan di dalamnya, bagaimanapun caranya mereka harus berhasil membersihkan ruangan tersebut.

Satu jam kemudian, keadaan dapur dan ruang play station sudah lebih baik. Kedelapan namja duduk di ruang tengah dengan air es dihadapan mereka. Dan disaat yang benar-benar tepat, tiga namja lain kembali bangun, disaat pekerjaan rumah sudah selesai, dan 8 namja tadi sudah kelelahan. Wonho, Daehyun, dan Junior.

“Apa yang kalian mimpikan hingga kalian enggan bangun lebih awal, eo?” tanya Suga. Mereka hanya tertawa mendengarnya. Mereka tau, 8 namja ini pasti baru selesai membersihkan dorm.

Minhyuk dan Minho menyusul bangun kemudian, lalu Tao, Jongin, Jackson, Sehun dan terakhir Jooheon. Setelah semua bangun, mereka semua pun akhirnya sarapan bersama setelah eomma mereka yang sangat jago memasak, Chen dan D.O membuat nasi goreng dan omelet dengan ukuran super besar.

“Hobi dan Ilhoon benar-benar tidak pulang kesini tadi malam? Yaaa lihat kelakuan 2 anak itu” ucap Taemin disela sela makan pagi.

“Mungkin mereka bermalam dirumah pacarnya” ucap Suga yang sudah hafal betul kelakuan mereka. Hobi memang lebih banyak menghabiskan waktu dengan pacar cantik mungil nya itu, dibanding datang ke dorm. Apalagi Ilhoon yang memang sudah tidak bisa membawa Hyuna datang ke dorm, namja itu lebih banyak menghabiskan waktu dirumah Hyuna, menemani yeoja itu belajar.

“Woah jinjja. Aku yang sudah hampir satu tahun berpacaran dengan Naeun pun bahkan belum pernah bermalam di rumahnya”

“Aku sudah dua tahun berpacaran dengan Yura, dan belum pernah bermalam dirumahnya” ucap Suga tak habis pikir. Namja itu memang menghilang kemarin, tapi ia kembali ke dorm dan tidur disini tadi malam.

“Ilhoon jinjja daebak ckckck, mendapatkan Hyuna noona pun sudah benar-benar hebat, dan sekarang ia bahkan sering bermalam dirumahnya? Woah jinjja” ucap Jackson berdecak.

“Maja. siapa yang tidak mau menjadi pacar Hyuna noona? Cantik dan sangat sexy, jinjja” ucap Minhyuk menambahkan. Hyuna memang sangat populer di Shinkyung. Tubuhnya yang sexy dan wajahnya yang menggoda membuat banyak namja membenci Ilhoon karna Hyuna justru memilih Ilhoon yang lebih muda 2 tahun darinya.

“Ey, geumanhae. Cepat habiskan sarapan kalian lalu pulanglah ke rumah dan kembali lagi kesini nanti sore” ucap Taemin yang sudah menyelesaikan sarapannya.

“Wae? Apa yang akan kita lakukan nanti sore?” tanya Minho bingung. Semua orang memang tidak ada yang bisa menebak Taemin. Namja itu selalu punya cara setiap minggunya untuk membuat mereka semua semakin dekat dan merasa memiliki satu sama lain.

“Aku ingin kita melakukan BBQ party hari ini, jadi nanti sore kita harus menyiapkan semuanya. Hanwoo, cola, ah dan juga film. Setelah makan, mari kita nonton film horror bersama. Eotte?”

“Daebak” ucap Tao menyetujui.

“Call” ucap mereka semua pada akhirnya.

***

Sore itu, semua member white shit benar-benar kembali ke dorm. Termasuk Hoya, Myungsoo, Baekhyun, Chanyeol, Shownu dan Baro yang seharusnya belajar di rumah mereka karena ujian kelulusan benar-benar sudah di depan mata. Mereka semua juga datang lengkap dengan pasangan masing-masing. Ini satnight maka sudah pasti mereka datang bersama pacar mereka.

Taemin dan Naeun, Hoya dan Hyejung, Baro dan Dasom, Shownu dan Soyu, Mark dan Suzy, Tao dan Seulgi, Hongbin dan Wendy, Suga dan Yura, Daehyun dan Minah, Ravi dan Hyeri, Jaebum dan Jiyeon, Ilhoon dan Hyuna, Sehun dan Sulli, Jackson dan Youngji – sudah berada di dorm. Kelompok kecil singles juga sudah memenuhi dorm, Myungsoo, Baekhyun, Chanyeol, Dio, Chen, Minho, Minhyuk, Wonho, Junior dan Jooheon. Tersisa 2 member yang belum datang, Jongin dan Hope.

“Eii dimana Jongin, kenapa dia belum datang” tanya Hoya pada Taemin. Taemin benar-benar tidak tau Jongin dimana karna telfonnya tak dijawab sejak tadi.

“Jongin akan memberikan kejutan” bisik Naeun pada Taemin.

“Mwoga” tanya Taemin.

“Lihat saja nanti” ucap Naeun tersenyum, membuat Taemin sebal.

“EOO?!” semua orang tiba-tiba membeku melihat seorang yeoja memasuki halaman depan dorm mereka. Yeoja cantik itu benar-benar membuat semua orang yang ada disana seperti melihat hantu.

“Inikah kejutan yang mau Jongin berikan?” tanya Taemin pada Naeun tapi yeoja itu terlalu kaget hingga tak bisa melakukan apapun.

“Annyeonghaseyo” ucap yeoja itu dengan ceria pada mereka semua, sementara semua orang tetap mematung memandangnya.

Yeoja itu terlihat bingung melihat sikap mereka, lalu akhirnya menghampiri Hoya, Myungsoo, Shownu, Chanyeol, dan Baekhyun.

“Hani-ya kau benar-benar datang” ucap Hoya. Hani tersenyum lebar lalu memeluk Hyejung, Soyu dan Hyuna yang juga ada disana.

“Geurom. Ada pesta disini kan? Aku pasti datang” ucap yeoja itu terdengar senang.

“Ah Taemin-a, Jonginie eodi?” tanya yeoja itu seolah tak terjadi apapun antara ia dan Jongin kemarin-kemarin.

“Dia belum datang” ucap Taemin dingin. Ia benar-benar tak ingin ada Hani disini karena yeoja ini akan merusak mood Jongin. Atau, apa memang Jongin yang menyuruhnya kesini? Inikah yang Naeun maksud dengan Jongin akan membuat kejutan?

“Oppa, eottokhae?” bisik Naeun pada Taemin. Yeoja itu terlihat panik melihat Hani.

“Mwoga?”

“Hani eonni… um..” Naeun terlihat tidak bisa mengucapkan apapun.

“Annyeonghaseyooo” ucap seorang namja terdengar cheerful. Kedatangan namja itu mendadak mencairkan suasana beku yang masih berlangsung sedari tadi.

“Hobi-ya, yaaa kemana saja kau semalam?” ucap beberapa anak menghampiri Hope. Hope menyalami semua orang disitu satu persatu, begitupun Mina.

“Annyeonghaseyoo, annyeonghaseyoo annyeong annyeong..” ucap Mina melakukan bow beberapa kali dengan senyum lebar.

“Annyeonghaseyo? YA Minaring sejak kapan kau jadi sopan dan manis begini” ucap Suga. Suga memang sangat dekat dengan Mina di kelas dan Mina adalah yeoja yang bawel dan tak bisa diatur menurut Suga.

“YAA NEO” ucap Mina refleks lalu buru buru menutup mulutnya. Suga tertawa melihatnya lalu mengacak rambutnya.

“Aeu, apa yang kau lakukan dengan Hobi semalam? Hobi tidak pulang ke dorm, apa dia tidur denganmu?” bisik Suga. Hope mendengarnya.

“YAAAA!! JINJA MIN SUGA!!” ucap Mina kesal.

“Hyuuungg, aniii. Aku pulang ke rumah semalam. Abeoji-ku menyuruhku melakukan sesuatu di rumah”

“Ah wae wae? Aku hanya bercanda” ucap Suga tertawa.

Mereka semua pun sibuk menyiapkan segalanya untuk pesta bbq mereka malam nanti. Lalu beberapa saat kemudian, datang seorang namja yang memang sedang ditunggu-tunggu oleh semua orang disana. Daaannn lagi lagi, semua orang disana tercengang dengan apa yang mereka lihat dihadapan mereka.

“Annyeonghaseyoo” ucap Jongin terlihat biasa saja. Ia masuk ke halaman dorm bersama seorang yeoja. Namja itu belum menyadari ada Hani disana, sementara Hani sudah memandangnya tak percaya.

“Kim Jongin” ucap Hani tanpa pikir panjang menghampiri Jongin. Jongin mendadak mundur selangkah lalu membeku melihat sosok cantik di hadapannya. Sosok yang.. sesungguhnya masih ia rindukan.

Hani memandang Jongin lalu memandang yeoja di belakangnya berkali-kali. Entah kenapa matanya terasa panas.

Naeun pucat pasi. Ia berlindung di belakang Taemin, tak kuat melihat kelanjutan drama yang sedang berlangsung dihadapan mereka semua.

“Oppa.. aku sudah bilang..” ucap Naeun merasa bersalah.

“Seolma.. bagaimana mungkin Jongin datang bersama Soojung kesini??” tanya Taemin tak paham. Ia benar-benar tak menyangka Jongin akan datang bersama Soojung.

“Aku memberikan id Line Soojung padanya.. dia yang memintanya..”

flashback

Jongin berbaring di tempat tidurnya sepulang dari dorm. Taeyeon tak ada dirumah, sudah pasti bekerja bahkan saat weekend seperti ini. Jongin menatap langit-langit kamarnya, teringat akan BBQ party. Otaknya sibuk berpikir keras. Ini Satnight dan akan ada BBQ party di dorm, mereka juga akan menonton film horror. Sudah sangat pasti semua orang datang bersama pacar mereka. Jongin memikirkan sesuatu sejak tadi, ini mungkin saat yang tepat untuk memulai sebuah hubungan baik dengan seseorang. Namja itu mengeluarkan ponselnya lalu menelfon seseorang.

“Naeun-a..” ucap Jongin lalu kembali berpikir.

“Eo? Waeyo?” jawab Naeun bingung, karna jarang sekali Jongin menelfonnya. Member lain masih lebih sering menelfonnya jika mereka mencari Taemin tapi Taemin sulit dihubungi.

“Eng.. apa kau sedang bersama Taemin?” tanya Jongin hati-hati.

“Ani. Taemin oppa pulang kerumahnya. Waeyoo?”

“Apa kau sudah tau hari ini ada BBQ party di dorm?”

“Eo. Taemin oppa tadi bilang padaku dan mengajakku pergi kesana” ucap Naeun. Benar apa yang Jongin pikirkan kan?

“Maja, walaupun Taemin tidak mengatakan akan mengajakmu, tapi semua orang pasti akan mengajak pacar mereka” ucap Jongin.

“Geundae wae?” tanya Naeun masih belum paham.

“Berikan aku id Line Soojung..” ucap Jongin pada akhirnya. Naeun menahan tawa mendengarnya.

“MWO? Aah geurokkunaa..” ucap Naeun dengan nada menggoda.

“Jangan katakan ini pada Taemin” ucap Jongin malu.

“Wae? Apa sekarang kau menganggap Soojung pacarmu?”

“Son Naeun!”

“Hahaha arrasseo. Jadi kau, cepat atau lambat akan menjadikan Soojung pacarmu. Geurae. Aku sangat setuju”

“Naeun-a, aku bahkan belum berpikir kesana. Aku hanya berpikir untuk mengajaknya ke party karna pasti banyak yeoja yang datang juga kesana”

“Hahaha arraaa arraa, aku hanya bercanda. Tapi aku tidak bohong saat aku bilang setuju. Jinjja-yo”

“Cih. Cepat berikan saja id Line Soojung padaku”

“Geuraee ahjussi” ucap Naeun tersenyum lebar.

“YA! Sampai bertemu nanti sore” ucap Jongin lalu menutup telfon.

-end of flashback-

“Kim Jongin! Kenapa kau diam saja?” ucap Hani terdengar menuntut. Hani memandang Jongin dengan mata yang benar-benar sudah panas. Sementara Soojung hanya mampu menunduk dan terdiam.

“Mwo haneun geoya?” ucap Jongin, pada akhirnya.

MWO HANEUN GEOYA? YA KIM JONGIN!” Hani menggelengkan kepalanya, masih tidak percaya.

“Dia kan?! Dia anak baru itu, kan?! Yang kau tolong saat ia sedang dibully? Yang kau bawa ke dorm lalu kau obati?! Jadi sebenarnya yeoja ini yang membuatku memutuskanmu??!!” Hani benar-benar sudah menangis saat ini. Semua orang disini tau, bukan Soojung penyebab mereka putus karena status Jongin saat itu memang tidak sedang mendekati Soojung.

“JADI KAU SENGAJA MENCARI MASALAH DENGANKU, AGAR AKU MEMUTUSKANMU, KARNA KAU INGIN BERSAMANYA??!! EO?? DAEDAPHAE!!!” Hani benar-benar menggila.

“YA NEO!” Hani mencoba meraih Soojung tapi Jongin menahannya.

“Geumanhae..” ucap Jongin pelan.

“PIKYEO!” teriak Hani.

“AHN HANI GEUMANHAE!” bentak Jongin membuat Hani terdiam. Yeoja itu menatap Jongin nanar.

“MAJA! SEMUA YANG KAU KATAKAN BENAR! AKU MENCARI MASALAH DENGANMU AGAR KITA PUTUS! AKU BOSAN DENGANMU! KAU EGOIS, KAU TERLALU BANYAK MENGATURKU!”

Jongin merasa hatinya sangat sakit mengatakan semua itu pada Hani. Semua itu jelas tidak benar. Ia tidak pernah sengaja mencari masalah, ia tidak pernah bosan dengan Hani, ia tidak pernah merasa Hani egois atau menyebalkan. Tidak pernah sama sekali ia berpikir seperti itu. Ia masih sangat mencintai yeoja itu. Tapi ia tak mau membuat Soojung terlalu sakit. Soojung sudah sering tersakiti karnanya, dan Jongin tidak mau menambah rasa sakitnya lagi.

Hani terdiam, benar-benar terdiam. “Geurokkuna…” ucap yeoja itu lemas.

“Jadi pesan panjang lebar yang kau kirim padaku malam itu, semua perkataanmu yang mengatakan jika kau sangat mencintaiku, jika kau ingin aku kembali, jika kau tidak ingin yang lain selain aku.. semua itu bohong..?”

Jongin memejamkan matanya lalu menghela nafas, “Mianhae..” hanya kata itu yang mampu Jongin ucapkan. Hatinya hancur, benar-benar hancur.

Ia benar-benar tidak mengerti apa motif Hani datang kesini hari ini, setelah apa yang yeoja itu lakukan, setelah ia mengabaikan ratusan telfon dan pesan yang Jongin kirim, setelah yeoja itu membuatnya demam selama 2 hari, setelah yeoja itu juga meninggalkan Jongin kemarin siang di depan toilet sekolah. Jongin benar-benar tidak paham kenapa yeoja ini harus kembali lagi, disaat semuanya sudah jadi seperti ini.

“Mianhae” Jongin kembali meminta maaf pada Hani. Ia benar-benar kasar tadi, dan hatinya sakit karna baru saja menyakiti hati Hani.

PLAAAKKK!!

Jongin memejamkan matanya merasakan sakit di pipinya, setelah tamparan keras Hani mendarat di pipinya. Pantas. Ia sangat pantas mendapatkan itu. Ia benar-benar menyakiti Hani.

“Kau benar-benar brengs*k!” ucap Hani lalu berlari meniggalkan dorm dengan amarah, kesal yang bercampur menjadi air mata.

Jongin hanya mematung di tempatnya. Ia tidak akan menengok ke belakang lalu mengejar Hani. Tidak akan. Ia benar-benar akan membiarkan yeoja itu pergi. Yeoja itu memang sudah pernah pergi sebelumnya dan Jongin sudah pernah berusaha mengejarnya mati-matian. Jadi jika sekarang yeoja itu memilih untuk pergi lagi, Jongin merasa sudah cukup mengejarnya. Jongin akan membiarkan cintanya, separuh dirinya pergi bersama Hani. Ia tidak akan memintanya kembali. Tidak akan pernah.

Jongin membalikkan tubuhnya dan mendapati Soojung masih berdiri dibelakangnya. Yeoja itu menunduk dalam diam. Tidak berani mengangkat kepalanya sedikitpun. Jongin memandang yeoja itu, perasaan bersalah melanda hatinya. Namja itu memegang kedua pundak Soojung, mencoba memandang matanya. Soojung akhirnya mengangkat kepalanya perlahan, memandang mata Jongin yang terlihat sendu.

“Mian, aku menyakitimu lagi hari ini. Aku.. benar-benar tidak tau kalau Hani..”

“Gwenchana..” ucap Soojung pelan. Yeoja itu menarik nafas lalu menghelanya pelan. “gwenchana”

“Naeun-a, bawa Soojung masuk kedalam” ucap Jongin pada Naeun. Naeun, Wendy, Youngji, Sulli, Seulgi, Suzy dan Hyeri serentak menghampiri Soojung dan membawanya masuk kedalam.

Jongin berjalan penuh amarah. Tangannya sudah terkepal kuat. Ia menghampiri Hoya, lalu

BUUUKKK!!!

Ia menghantam namja itu dengan kepalan tangannya. Membuat namja itu melangkah mundur dengan hidung berdarah. Hyejung menutup mulutnya, yeoja itu hampir berlari kearah Hoya tapi Soyu menahannya.

“KIM JONGIN!!!” teriak Taemin berusaha menahan Jongin.

Jongin kembali melayangkan kepalannya pada Hoya tapi Hoya menahannya.

“YAA!! BERANINYA KAU!!” ucap Hoya marah.

“APA MAKSUDMU MEMBAWA HANI KESINI? AKU TAU KAU YANG MENYURUHNYA KESINI! BAST*RD.. APA YANG SEBENARNYA KAU INGINKAAANN HAAHH??”

“AKU HANYA INGIN HUBUNGAN KALIAN MEMBAIK, HANYA ITU! KAU TAU, AKU KHAWATIR DENGAN KEADAANMU KEMARIN KEMARIN!” ucap Hoya.

“Cih kau satu-satunya orang yang masih mendukungku dengannya. Aku tidak ingin kembali padanya. Jadi berhenti mengurusiku dan Hani” ucap Jongin lalu berlalu begitu saja masuk ke dalam dorm.

“Jongin-a!” Taemin berusaha menahannya tapi Jongin menepisnya. Wajahnya terlihat benar-benar marah.

“Hyung..” Taemin memandang Hoya speechless.

“Itu karna kau selalu membelanya. Anak itu merasa akan selalu ada yang melindunginya. Caramu salah” ucap Hoya lalu meninggalkan dorm bersama Hyejung.

“Hyung!” Taemin merasa serba salah. Ia tidak bisa memihak siapapun saat ini. Ia tau Jongin salah, tapi ia juga tau Hoya salah.

“Lee Hoya!” Chanyeol berusaha menahan Hoya, tapi namja itu benar-benar pergi.

Semua orang disana benar-benar tidak tau harus melakukan apa. Pesta yang mereka harapkan berjalan menyenangkan, ternyata hancur hanya karna seorang yeoja bernama Hani. Dan parahnya, Jongin bertengkar dengan Hoya, dihadapan banyak yeoja. Mungkin setelah ini, yeoja-yeoja ini akan menyuruh pacarnya meninggalkan White Shit. Entahlah.

-to be continue-

8 thoughts on “Stay With Me -Chapter III-”

  1. hi there!

    dor~
    lo lo kenapa sih Mas Hoya kena? ah Mas Hoya nih ikut ikut wae sih :”
    Hani labil minta putus tapi sok sok baik dateng errr~

    anyway, author menggambarkan keadaan detil banget ya hehhe kaya yg bangun siapa siapa aja, terus disusul siapa yg bangun. kalau boleh saran, sebenernya detilnya bagus cuman kadang ada pengulangan yg berulang kali yg agak gak enak buat dibaca. hehhhe

    but overall it’s nice though :))

    see ya^^

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hii lagi thiaa hehe^^

      Iyaa nih hoya kena krna dia yg nyuruh hani dateng.. Maaf lagi yaa kalo masih banyak kekurangan hehe author akan berusaha lebih baik lagi di ff selanjutnya terimakasih sudah mengikuti Stay With Me dari awal^^

      Suka

      1. holaaa!
        it’s my pleasure buat ngikutin fict kamu :))
        oiya btw repnya aku rapel di sini aja wkwkwk

        reviewnya dari sudut pandang supaya enak dari pembaca yang cerewet ini ya wkwkwk xD
        dan kita semua sama sama belajar, so it’s okay ^^ hihhi

        see ya :))

        Disukai oleh 1 orang

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s