[EX’ACT] They Never Know

13413494_1348332488515735_1686767598_n

EXO 3rd Album EX’ACT tracklist series by Liana D. S.

#8. They Never Know

EXO Sehun x f(x) Krystal x EXO Suho

broken!Romance, Ficlet (<900 words), R for implicit mature scene!

.

Mereka tidak pernah tahu. Hanya kita berdua, merasakan dunia yang sepenuhnya berbeda. Akan kuseberangi garis menujumu. (EXO – They Never Know)

***

Soojung belum pulang ke rumahnya sampai sekarang. Apa dia ada di tempatmu, Sehun?

Pesan tak menyenangkan ini diterima Sehun dari Joonmyun ketika ia sedang sangat ingin membebaskan diri dari semua pikiran membelenggu untuk sementara, termasuk tentang gadis yang disebut Joonmyun tadi. Nama itu membuat Sehun demikian emosional hingga sempat memunculkan niat mengirim pesan berisi umpatan pada Joonmyun, tetapi tidak, itu dapat memancing kecurigaan. Sang kakak sepupu tidak boleh tahu perkara apa yang terjadi pada Sehun dan Soojung enam bulan belakangan.

Tidak jika Soojung harusnya menikah esok dengan Joonmyun dan Sehun memperoleh posisi sebagai pendamping mempelai pria semata dalam prosesi sakral tersebut.

Menjijikkan bagi Sehun mengingat kisah cintanya dengan Soojung yang rumit nan mirip drama cengeng, parahnya ia masih belum bisa lepas dari bayang-bayang putri Jung yang menawan itu. Jelas sekali dalam kenangannya, perkenalan pertama yang mendebarkan dulu saat SMA. Sehun tidak mengenal Soojung sebagai seorang dara single, melainkan sebagai pacar temannya. Hubungan mereka tidak bertahan lebih dari satu semester dan Sehun, tanpa bermaksud menggunting dalam lipatan, selalu ada di sisi Soojung ketika si jelita menangisi ikatannya yang terputus secara tidak baik-baik dengan sang kekasih. Soojung yang merasakan pedihnya ditinggal cinta pertama lama-lama bosan menangis dan lebih memilih berganti pasangan sesuka-suka, Sehun masih berstatus sebagai kawan baiknya. Begitulah kehidupan asmara Soojung hingga tiba hari kelulusan SMA, di mana ia kembali jadi gadis malu-malu yang mengungkapkan perasaan setulusnya pada Sehun.

Mereka menjadi sepasang kekasih setelah itu.

Grup alumni SMA yang seangkatan menjuluki Sehun dan Soojung pasangan ideal (sama rupawan, sama cerdas, sama kaya, dan sama dermawan), meskipun tak dapat dipungkiri banyak hati yang patah begitu mereka dinyatakan resmi menjadi pasangan. Tidak sedikit juga yang berusaha menyelipkan diri di antara keduanya, merenggangkan jarak—dan berujung sia-sia. Sehun dan Soojung telah terbiasa mengatasi berbagai macam prahara, melalui bersiklus-siklus pertengkaran serta rekonsiliasi yang kontan membuat mereka disemati label pasangan tak tergoyahkan. Ironisnya, si Joonmyun ini, yang merupakan saudara Sehun merangkap pendukung utama hubungan Sehun dengan Soojung, justru merupakan pihak yang meruntuhkan segalanya.

Bukan Joonmyun yang mau, aslinya, tetapi ibunya.

Nyonya Kim, yang menderita penyakit terminal, ingin meyakinkan diri bahwa putranya memiliki penerus sebelum ia pergi. Tanpa mengetahui ikatan Sehun dengan Soojung, perempuan itu menitipkan pesan terakhir pada Joonmyun, yang disaksikan Sehun dan Soojung pula di rumah sakit, agar menikahi Soojung sesegera mungkin. Perasaan ketiganya bercampur aduk, tetapi waktu yang mereka miliki untuk membahagiakan Nyonya Kim terlalu sempit; tidak sepatutnya ada diskusi maupun penolakan jika sudah begini.

Persetujuan setengah hati dari Soojung dan Joonmyun (plus anggukan sunyi dari Sehun yang tidak seberapa dibutuhkan) mengiringi kepergian Nyonya Kim dengan damai.

Namun, membuat cacat hubungan cinta Soojung bisa mengakibatkan pecahnya neraka. Sebagai wanita modern yang benci dikekang-kekang, apalagi oleh wasiat, Soojung berkali-kali menyatakan penolakan atas perjodohan ini (ya, menyatakan, berarti secara terang-terangan, kadang diiringi nada tinggi yang kurang pantas) di hadapan keluarganya sendiri atau keluarga Joonmyun. Di lain sisi, Sehun diam, menjengkelkan Soojung yang butuh dukungan. Sehun merasa langkah Soojung tidak bijak, memberontak seperti itu pada Keluarga Kim yang ‘berkekuatan’ besar. Joonmyun orang baik, kau lama-lama bisa jatuh cinta juga kok padanya. Selain itu, dia sahabatku; tindakanmu sekarang membuat kami berdua jadi canggung setiap ketemu, kelit Sehun usai Soojung melayangkan protes yang kesekian kali, namun alih-alih menenangkan, serangkaian kalimat tadi malah memicu keliaran Soojung. Didorongnya Sehun sampai pemuda itu telentang di atas tempat tidur.

Kau mencintaiku, maka jangan coba-coba melepaskanku, Oh Sehun.

Malam itu tidak berjalan sesuai yang Sehun perkirakan. Dirinya lepas kendali dan hingga detik ini, ia masih menyalahkan Soojung untuk hal tersebut. Ikatan rahasia yang mereka jalin sembunyi-sembunyi juga merupakan kesalahan Soojung. Kenangan manis tentang ‘keduaan’ mereka yang justru bertambah pasca pertunangan Joonmyun-Soojung termasuk pula dalam daftar dosa si gadis. Sehun kan sudah berusaha untuk menolak Soojung, tetapi si Jung itu kelewat keras kepala hingga menjebak Sehun dalam dua pilihan yang kian sulit dieliminasi salah satunya.

Kemarin lusa, Sehun memutuskan hubungan dengan Soojung tepat setelah Soojung bersumpah akan mulai setia pada satu orang. Bukan Joonmyun, pastinya. Karena itulah, Sehun menegakkan kembali benteng pertahanan yang semula roboh demi mengusir Soojung dari hidupnya, kemudian selesai. Selesai. Biar gadis itu merengek sampai mengancam bunuh diri sekalipun, Sehun sudah tidak ingin mengacuhkan. Pintunya telah tertutup buat Soojung dan persaudaraan dengan Joonmyun akan berjaya di atas segalanya.

Soojung tidak ada di tempatku. Aku akan membantumu mencarinya. Kapan dan di mana terakhir kali kau melihatnya?

Hah, sialan. Mungkin Soojung tahu bahwa bila dia menghilang, Joonmyun pasti akan menghubungi Sehun untuk minta bantuan, sehingga Sehun mau tak mau akan berurusan lagi dengannya. Tujuan perempuan itu tercapai secara gilang-gemilang, terbukti dari bangkitnya sosok jangkung Sehun buat menyambar mantel, bersiap keluar rumah. Langkah Sehun memuat kebimbangan, tetapi satu suara lembut di belakang punggungnya menyadarkan bahwa dia kepalang berada pada titik tanpa arah balik.

“Tadi itu Joonmyun? Kau balas apa pesannya?”

“Aku bilang aku akan membantu mencarimu.” Sehun mengenakan kacamata hitamnya dan menyeret kopor keluar kamar. Gadis yang mengikutinya tertawa puas, terlebih sehabis Sehun melemparkan ponselnya ke tempat sampah, tidak berniat menengok barang sekejap walaupun ada notifikasi pesan masuk dari Joonmyun.

“Ini begitu salah, Soojung.”

“Masa?” Tunangan Joonmyun yang katanya ‘hilang’ itu tahu-tahu melingkarkan lengan rampingnya pada lengan Sehun, “Tapi aku merasa begitu benar berada di sisimu. Lagian, kau tidak meluruskanku seperti sebelumnya, berarti kau menganggap apa yang kita lakukan ini benar, bukan?”

Sehun bungkam.

Wanita ini iblis. Kau pantas mendapatkan yang lebih mulia dari Soojung, kakak sepupuku. Kuharap kau bahagia sepeninggal kami dan sampai jumpa.

TAMAT


.

.

.

penistaan bias no. 8. dan biarkan aku menggunakan scene buang hape itu plis, biar sehun kelihatan kaya. idenya dari ELF-pendamping-saya-yang-kini-berubah-jadi-Carat, aslinya buat ff dia sendiri tahun 2013 dulu tapi dia gak segera mulai nulis2 dan saya jadi gemes. padahal idenya penuh plot twist. tapi dia gak debut2 juga, hah.

9 thoughts on “[EX’ACT] They Never Know”

  1. AH SUKA.
    Emang deh relationshipnya Soojung-Sehun tuh kayak gini. Suka main di belakang gitu kan. Terus istilah kawin lari tuh emang udah melekat buat Soojung-Sehun.
    Suka deh suka! ♡♡

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s