#01_Jealous!!

#Jealous!!!

#01­­_JEALOUS!!

[ Lee Uchida | Kim Myungsoo, Krystal Jung | Kang Min Hyuk, Kim Hyorin | Chaptered | Romance | PG+ ]

Disclaimer: Cuma pinjem nama. Gomawo.

Summary:

Dia pandai dalam hal menggoda wanita

Dia pandai dalam tersenyum

Dia bisa menghanyutkan suasana hening menjadi ramai

Dia bisa membuatku menjadi wanita dihadapannya

Dia adalah orang yang paling cerdas dalam segala hal

Tapi, aku tidak begitu suka ketika dia berdekatan dengan wanita lain

Aku memang cemburu. Wajarkan kalau aku cemburu?

Aku tunangannya!

~~~ELSTAL~~~

“Ahh! Aku lelah.” Lenguh Myungsoo di sofa.

“Bagaimana bisa kau duduk di sana sementara aku berdiri di sini?”

“Jika kau mau duduk, duduk saja. Kau sangat rewel.”

Aku menggerutu tidak suka. Yang seharusnya hari yang membahagiakan, malah berubah menjadi hari yang buruk. Aku kesusahan berjalan dengan gaun ini, dia hanya memandangku saja. Andai ada pilihan menolak, aku akan menolaknya. Tapi, “Ohhhh!!!! Eottohhkee?”

“Ya! Bantu aku jalan sampai situ. Gaun ini sangat ribet.”

Ya Tuhan, dia hanya melihatnya tanpa bergeming? Aku benci dengannya hari ini. “Myungsoo?” aku menoleh sumber suara dan “AAAAAAA!!! Mwoya? Ya!!! Kau mesum sekali!!!! Aaaaaa!!!!” Myungsoo menarik tanganku dan terjatuh padanya.

“OMO!! Myungsoo, jangan lupa menutup pintu ne?”

Dia pura-pura tersadar. “Ah, ne Eomma. Aku akan segera ke sana.”

Aku menarik kasar tubuhku dari badannya. Apa-apaan dia tadi? Apa baru saja dia berakting?

“Krystal-ah, di depan Abeoji dan Eomma, kau harus menurut denganku. Aku yang memegang kendalimu.”

“Cihh! Apa kau bilang? Kau pikir, aku ini apamu?”

Myungsoo mendekat kepadaku. Lalu tersenyum. “Aku tunanganmu sayang.” Dan mengacak rambutku kasar.

“Gantilah baju dan ayo kita pergi.”

Myungsoo berjalan meninggalkan kamar.

“Eh? Apa ini kamarku dengan Myungsoo?” aku berdecak kagum dengan kamar ini. Tapi rasa khawatirku mulai muncul. Aku tahu, ini memang bukan pernikahan, tapi aku seperti takut menghadapi Myungsoo nanti malam.

Aku kembali mengenakan baju santaiku. Tidak terlalu terbuka sebenarnya, tapi aku suka baju ini. Aku menunggu Myungsoo di halaman rumah sambil mengecek ponsel mungkin Myungsoo menelpon.

“Apa kau mau menyiksaku?” aku mengeluh tentang kakiku.

“Tidak. Aku hanya ingin jalan-jalan saja. Bukankah, udara malam ini sangat indah?” ujarnya dengan nada yang tidak biasa.

“Apa kita bisa berhenti sebentar? Kakiku sakit.”

“Siapa suruh kau memakai highheels seperti itu?”

Lagi-lagi aku yang salah. Huhhh… memang tunangan tidak punya hati.

Aku berjalan mengekori dibelakangnya. Jalanku semakin lama semakin melambat. “Myungsoo!” teriakku.

Myungsoo berbalik. “Ada apa?”

“Aigoo, kau ini menyusahkan sekali ya?” ujar Myungsoo di depanku.

“Ya! Bukankah kau yang tidak mau menurutiku untuk beristirahat?” belaku.

Myungsoo menurunkanku di kursi. Sedikit berlutut di depanku dan melepas highheelsku. “Ya! Apa yang kau lakukan?”

Aku memandang sekitar. Aku tidak sadar bahwa kami sampai lagi ditempat dimana mobil Myungsoo diparkirkan.

“Pakai ini saja. Kau menyusahkan.” Sebuah tas terlempar ke arahku. “Lalu, mau kau kemanakan sepatuku?”

“Kau rewel. Cepat pakai itu dan ayo kita pergi lagi. Kau membuatku kesal malam ini.”

Deg.

Jantungku seakan berdetak lima ratus kali lebih kuat dan akhirnya terhenti. Mendengar Myungsoo mengatakan membuatku kesal malam ini, aku menjadi semakin takut.

“Wae? Apa ukurannya terlalu besar?” Myungsoo berdiri di depanku meyakinkan.

“Aniya, ini sangat pas.”

Myungsoo tersenyum. Memamerkan lesung pipinya. “Baguslah. Kajja.”

Aku membalas uluran tangan Myungsoo dan berjalan bersama. Namun ditengah jalan,  Myungsoo melepas genggaman tangannya. Huuuh menyebalkan.

~~~ELSTAL~~~

Aku merasakan tubuhku terangkat dan melayang diatas udara. Namun, tiba-tiba aku merasakan sebuah rengkuhan kehangatan. Aku mendengar sebuah pintu terbuka dan kini aku telah terbaring di sofa.

Aku membuka mataku pelan-pelan. “Ah! Badanku sakit semua.” Lenguhku.

“Ya! Sudah puas kau tertidur? Ahh!” Myungsoo memegangi punggungnya.

“Waeyo?” aku memandang ekspresinya yang lucu. Dalam hati aku tersenyum.

“Apa saja yang kau makan? Kenapa kau begitu berat?”

“Siapa suruh kau menggendongku kemari?” makiku. Tunggu? Tapi inikan bukan rumah mertuaku? Lalu dimana aku? Ah, jangan-jangan ini…. Myungsoo memandangku mesum. Ah! Wajahnya memang seperti itu Krystal!!!!! Aku memukul kepalaku.

“Kenapa denganmu? Kepalamu gatal?” aku segera menggeleng sebelum ia lebih mendekat.

“Aku mandi dulu ne?” dia kembali mengacak rambutku dan berlalu.

Myungsoo mengeluarkan sayuran, daging, mayones, dan bumbu lainnya dari kulkas. Dia menyuruhku untuk meletakkan di meja dapur. Kemudian dia membawa pisau, baskom, dan mangkuk.

“Untuk apa semua ini?”

“Pabo!” dia memukulku dengan sendok. “Aaaa!”

“Ya! Apa kau bisa memasak?” aku mendapatkan tatapan tajam darinya.

“Kau cukup duduk di sana dan melihat saja.”

“Waeyo? Jika aku hanya duduk aku tidak bisa melihat wajahmu saat memasak.” Lanturku.

Aku segera sadar apa yang baru saja aku ucapkan. Ucapanku membuatnya berhenti memotong tomat. Wajahku pasti sudah merah sekarang. Aku tergesa-gesa untuk duduk di meja makan dan menutup wajahku dengan tangan kananku.

Aku malu sekali. Instingku mengatakan kalau dia masih menatapku. Aigo, kau bodoh sekali Krystal! Apa yang baru saja kau katakan? Aku tidak percaya kau mengatakan itu Krystal!!! Rutukku pada diriku sendiri.

Myungsoo memotong wortel sambil tersenyum menatapku. “Kenapa kau terlihat sangat gelisah dan malu seperti itu?”

“A-a-aniya. Aku tidak gelisah. Apa kau sudah selesai memasak? Aku sangat lapar. Ppali.” Suaraku bergetar. Ohhh eottohhke!!! Bagaimana jika dia mengetahui sesuatu dariku? Ya! Krystal Jung, gwaenchanayo ne? Arraso. Tenang Krystal…..

“Kau lapar ya? Arraseo, hm.. Tapi tadi kau bilang apa?” ige mwoya? Apa dia mencoba menggodaku? Eohhh!!!!

“Amwoya? Aku tidak bilang apapun.”

Myungsoo berdecak dan mengambil handuk. “Waeyo?”

“Jangan coba menggodaku dan tutup tubuhmu.”

“Ah, mian. Apa sekarang kita bisa makan?”

“Di otakmu memang hanya ada makan saja ya? Sebentar lagi matang. Bisa kau menunggunya?”

“Arraseo. Gendae, apa aku boleh menyalakan tvnya?”

“Nyalakan saja sesukamu.” Myungsoo kembali menghampiri masakannya. Mengecek apa sayurannya sudah matang atau belum, dan memeriksa dagingnya. Aku tidak tahu dia masak apa, tapi aku tetap diam saja.

Aku memegang handuk yang tadi dia lempar. Myungsoo memang kasar dan cuek, tapi sisi baiknya juga ada. Dia perhatian. Tanpa terasa bibirku tertarik kebelakang untuk tersenyum.

“Woaaah… kau pandai memasak ya?”

“Apa sekarang kau mencoba meremehkanku?”

“Aniya, ayo kita makan.”

Myungsoo menghidangkan makanan yang dimasaknya. Aku mulai membuka pembicaraan asal agar suasana tidak terlalu hening.

“Kau pandai memasak.” Pujiku.

“Ani. Aku belajar memasak cukup lama.”

“Waeyo? Kenapa kau tertarik untuk memasak?”

“Entahlah. Aku hanya tertarik saja.”

“Apa sebaiknya, kita tidak pulang saja?” tawarku.

“Waeyo?”

“Aku tidak membawa ganti baju, jadi aku tidak bisa mandi.”

“Aku punya baju banyak. Kau bisa memakainya.”

“Andwae. Aku ingin pulang, Myungsoo.”

Myungsoo berhenti bermain game. “Waeyo? Tinggallah di sini sebentar. Lagipula, jika kau mau pulang, halte bus sangat jauh.”

“Jebalyo…” rayuku.

Myungsoo berpikir sejenak dan tersenyum. Ahh senyum itu lagi. Aku paling tidak suka dengan senyum yang memamerkan lesung pipinya. Itu membuatku sedikit… malu.

“Oh, darimana kalian?” Eomma menyambutku dan Myungsoo.

“Eomma, aku dan Krystal akan berlibur.”

“Berlibur kemana? Apa jauh?”

“Ehm, entahlah. Chagi, cepat ambil barang-barangmu nanti kita terlambat.”

“Ne..” aku tersenyum palsu.

“Memangnya berlibur kemana? Bukankah hanya menginap di apartementnya saja? Kenapa dia harus berbohong?”  ujarku sambil mengemasi beberapa bajuku ke dalam koper. Myungsoo sendiri, entah akan membawa baju atau tidak. Ah! Pabo kau Krys! Myungsoo pasti punya persediaan baju bukan?

Aku menderek koperku turun. “Oh, biar aku bantu. Kenapa kau bawa banyak sekali?”

“Aku takut kita akan berlibur lama, jadi aku membawa lebih.”

“Kau membawakan bajuku?” aku terhenyak.

“Aku tidak tahu baju mana yang kau mau bawa.”

“Arraseo. Kau tunggu dulu ne?” Aigoo lagi-lagi lesung pipi itu ia tunjukkan.

Kami saling membohongi satu sama lain. Kami hanya bersandiwara. Saat di depan kedua orang tua kami, kami memang mesra, tapi dibelakang mereka kami dusta. Huuuh… rasanya aku ingin tinggal sendiri saja deh. Eh?

“Kalian ingin berlibur kemana?” tanya Abeoji.

“Entahlah, Myungsoo Oppa tidak memberi tahuku.”

“Ohh, jadi Myungsoo bermain surprise denganmu?”

“Mungkin begitu Eomma.”

“Kalian hati-hati ne? Jangan terlalu terlewat batas.”

Apa maksud kata terlewat batas? Kurasa cacing dalam perutku minta diberi makan lagi agar bisa mencerna kata-kata Eomma dan Abeoji.

~~~ELSTAL~~~

“Ya! Kenapa kau harus berbohong pada Eomma?”

“Berbohong apanya? Kita memang akan berlibur.”

“Mwo? Kau jangan bercanda Myungsoo.” Gertakku.

“Aku tidak bercanda. Ini sungguhan. Ehm, kau ingin kita liburan kemana?”

“Neo, kenapa tiba-tiba begitu baik?” Myungsoo menghentikan laju mobil.

“Aa! Appa!”

“Sebelum aku bekerja, kita harus sudah mendapatkan rumah dan setidaknya berlibur untuk menghibur otak. Kau juga, sebentar lagi kau akan kuliah kan? Apa tidak mau kau refrshing sebentar, walau itu denganku?”

Perkataannya tulus. Nyaris seperti bukan Kim Myungsoo biasanya. Aku tidak berkutik dan tetap menghadap depan. “Arraseo, aku akan menurut. Kau saja yang memutuskan untuk berlibur kemana.”

“Laut. Apa kau suka laut di malam hari?”

“MWOOO???”

Kami telah sampai di laut. Udara laut malam hari begitu segar dan langit serasa cerah malam ini. Ternyata, tidak ada salahnya juga mencoba ke laut malam hari. Malahan, lebih teduh daripada siang hari. Tidak banyak orang yang berkunjung, jadi tidak terlalu ramai. Aku suka pemandangan laut malam hari.

“Kenapa kau ke laut malam hari?”

“Karena di siang hari terlalu ramai, panas dan banyak orang. Aku benci ketika menjumpai banyak orang di laut.”

“Waeyo?”

Myungsoo menghela nafas kasar dan berbaring diatas pasir pantai. “Mereka, mengerikan.”

Rambutku tersapu angin malam. Membuatnya berantakan dan terbang kemana-mana. Kenapa tiba-tiba angin begitu kencang dan udara semakin dingin? Aku bergidik ngeri ketika orang disekitarku mendadak pergi karena, hujan rintik-rintik. OMO!!!!! “Hujann!!!”

“Myungsoo hujan, ayo kita pergi mencari tempat teduh.” Ajakku dan Myungsoo tidak berkutik.

“Myungsoo, kajja!!!” aku menarik tangannya untuk bangun dan berlari mencari tempat berteduh. “Ahh!! Kenapa kau tidak melihat ramalan cuaca malam ini? Ini tidak menyenangkan jadinya.” Ocehku sambil membenarkan baju dan tatanan rambutku.

Tiba-tiba Myungsoo memelukku dari belakang dan berbisik, “Dingin. Ijinkan kita begini sampai hujan reda. Aku lupa membawa baju hangat.” Ujarnya. Aku membalas pelukannya. Kugenggam kedua tangannya yang penuh pasir dan dingin.

“Arraseo. Aku membolehkanmu.”

Aku mengerjapkan mataku. Semakin lama, semakin silau. Kenapa ini? “Hoaaaamm…” aku terbangun dengan mata tertutup dan membenarkan posisi otot-ototku. Aku melakukan aktivitas tanpa membuka mataku, cahaya ini terlalu silau.

“Aaaaa!! Appayoo…” aku terjeduk langit-langit mobil. Mataku terbuka sempurna karena keadaanku. Kenapa aku bisa di sini?

Aku melihat ke samping. Di sana ada Myungsoo yang terlelap. Namun, dimana ini? Bukankah ini tempat parkir sewaktu di pantai tadi malam? Jadi, semalaman kami masih di sini? Aku bergerak terlalu banyak dan akhirnya membangunkan Myungsoo.

“Ya! Kenapa berisik sekali?”

“Ya! Ireona, kita dimana?”

“Kau buta? Kita sedang di mobil?”

“Maksudnya, kenapa kita tidur di mobil, kenapa tidak di hotel saja?” tawarku.

“Heh! Kau tidak ingat tadi malam kita ngapain saja?” ujar Myungsoo memalingkan muka ke jendela dan tersenyum tidak jelas. Ini membuat otakku lebih bekerja keras akhirnya mendorong mulutku untuk berteriak, “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.” Aku sungguh tidak jelas dan memalukan ya?

~~~ELSTAL~~~

 

7 thoughts on “#01_Jealous!!”

  1. hi there again!

    waaaah myungstall hehehe~ sudah lama tak baca fict dengan cast mereka~ meskipun ngga ngeship mereka tapi mengimajikan mereka tuh suka aja gitu wkwkwk

    haraaaa apa apaan hotel hotelan jangan jangan *gak woy* hahha

    anyway, see ya for the next chapt ^^

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s