My Answer (Chap.III)

My Answer - Chap.3 - 7

My Answer (Chap.III)

Thanasa present

Seohyun [SNSD], Jung Yonghwa [CNBlue] | Chaptered | Romance, Friendship, Hurt | PG 15+ | General

Tidak lebih dan kurang Ia memperlakukanku, tapi aku bisa melihat satu hal dengan jelas. Ketulusannya.

Previous: I / II

Disclaimer: Story is absolutely mine. This is not perpect story and there’s typo everywhere hehehe. Hope you’ll be enjoy while reading this. DON’T BE A PLAGIATOR. Gamsahamnidaaa….

###

Festival Musik Summer tahun ini tidak kalah meriah dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, sepertinya peserta Band tahun ini lebih berkualitas. Ini akan menjadi persaingan yang cukup sengit.

“Apakah kau gugup Hyun?” Minhyuk tiba-tiba bertanya padaku.

“Sedikit, itu wajar bukan?”

“Tentu saja Hyun… kau lihat saja tangan Minhyuk, Ia bertanya padamu karena ingin mencari teman yang sama gugup dengan dirinya” Chanyeol ikut berkomentar, sekaligus mengejek Minhyuk.

“Dasar sombong, awas kau ya nanti, kalau ada kupon free Chicken aku tidak akan memberimu lagi” ancaman Minhyuk sukses membuat Chanyeol berhenti mengejeknya,

“Dasar kalian berdua, masih sempat bermain sebelum tampil. Berhentilah” Jonghyun oppa muncul tiba-tiba dan mengomeli kedua temanku ini, “Apakah teman-temanmu belum datang Seohyun? Yonghwa bilang, Dia juga akan hadir. Kenapa belum muncul juga, 3 peserta lagi setelah itu kita akan segera naik panggung.”

“Benar Oppa, ini aku sedang berusaha menghubungi mereka tapi tidak diangkat.”ujarku seraya menunjukkan handphone yang sedang kugenggam, “Sepertinya mereka masih dijalan.” Sebenarnya akupun cemas mereka datang terlambat.

Namun, baru saja aku menutup panggilan pada Handphone ku saat terdengar suara Yoona memanggil.

“Seohyunnie…” Ia datang sambil bergandengan dengan Seunggi Oppa, dan Shinhye berada sedikit dibelakangnya. Saat Yoona berlari kecil mendahului mereka untuk menghampiriku, terlihat Yonghwa Oppa yang ternyata berada tepat disamping Shinhye.

“Hyunnie, kau sudah makan kan? Semangat Hyunnie! kau pasti akan bermain luar biasa hari ini” ucapan Yoona membuyarkan lamunanku baru saja.

Eohh.. aku pasti akan semangat”

“Ingat jangan membuatku malu chingu-ya, tampillah dan jadi juara, aku mengandalkanmu” Shinhye juga ikut menyemangatiku, membuatku tak kuasa untuk tersenyum senang.

“Yang penting kau bermain dengan bahagia, aku tahu kau selalu mempesona” Yonghwa Oppa juga meyemangatiku seraya mengelus rambutku lembut. Tentu saja perlakuannya padaku yang seperti ini selalu sukses membuat jantungku berdegub kencang.

Kamipun saling mengobrol singkat, sebelum akhirnya Band ku dipanggil ke backstage untuk segera tampil

-n-

Sorak riuh penonton terdengar saat band yang digawangi Seohyun CS selesai tampil diatas panggung. Seohyun pun sebagai Vocalist sekaligus Keyboardist membungkuk hormat dan melambaikan tangan pada penonton yang mendukungnya.

“Hyunnie, ada seseorang yang ingin kukenalkan padamu setelah ini… kau tunggu disini yaa sebentar”

“Baiklah..” Seohyun masih berdiri disekitar backstage saat Jonghyun hadir bersama seorang pria tinggi dan cukup tampan.

“Seohyun, kenalkan ini temanku Yunho”

“Yoo Yunho…”

“Seo Joo Hyun, tapi kau bisa memanggilku Seohyun”

“Aku melihat penampilan kalian tadi, aku optimis kalian akan juara” Seohyun dan Jonghyun serempak tertawa menanggapi ucapannya, “Aku serius, mengapa kalian tertawa?”

“Jangan berlebihan Yunho-a, bilang saja kau jatuh hati pada vocalistnya hahaha”

Nde?” raut wajah Seohyun terlihat cukup kaget dengan gurauan yang Jonghyun lontarkan tiba-tiba.

“Jangan dengarkan Jonghyun Seohyun-ssi, dia pandai sekali memainkan kata. Tolong jangan membuatku seperti orang bodoh disini” Yunho menggaruk tengkuknya sekilas, dan memandang Jonghyun penuh arti,

“Oh iya, tadi aku membeli kembang gula. Jika kau mau menerimanya sebagai hadiah, aku pasti sangat senang” seraya memberikan kembang gula yang sedari tadi ada di genggamannya.

“Tentu saja, aku memang menyukai kembang gula kok. Terimakasih Yunho-ssi”

“Syukurlah kalau ternyata kau suka..” Seohyun menerima kembang gula yang diberikan  Yunho dengan senang hati.

Tanpa mereka sadari, Yonghwa tengah berjalan mendekati mereka juga membawa kembang gula favorit Seohyun, saat melihat kejadian tersebut, seketika Ia berhenti melangkah menatap Seohyun, Yunho dan Jonghyun saling bersenda-gurau hangat.

Yunho bukanlah seseorang yang Yonghwa kenal, ditambah lagi kembang gula yang digenggam Seohyun, menimbulkan pertanyaan siapa orang yang telah lebih dahulu memberikannya pada Seohyun.

“Yonghwa? Mengapa kau diam? Ayo kita kesana…” ujar Shinhye menunjuk tempat Seohyun dan yang lainnya mengobrol.

“Shinhye, aku ingin ke toilet sebentar. Oh iya, ini… buatmu saja” Shinhye terlihat cukup kaget melihat kembang gula pemberian Yonghwa. Sebenarnya Ia tidak terlalu suka makanan manis, namun karena ini pertama kalinya Ia menerima kembang gula dari seorang Pria, jadi Shinhye menerimanya sambil tersenyum.

“Seohyunnieee…. Ahh kau memang sahabatku, kau mempesona sekali di panggung tadi” segera saja Shinhye menghambur ke pelukan Seohyun. Seohyun tersenyum senang apalagi melihat kembang gula yang ada ditangan Shinhye

“Terimakasih, buatku ya? Ahh senangnya, aku bisa puas makan kembang gula hari ini”

“Enak saja, kata siapa ini buatmu. Ini punyaku kok, lagipula kau sudah punya satu. Jangan serakah Hyunnie…”

“Ehhh?” Seohyun kaget dan mengerutkan keningnya, “Sejak kapan kau makan kembang gula??”

“Hahahaha sejak hari ini Hyunnie, Yonghwa yang tadi memberikannya padaku”

Deg…

Seohyun terdiam sejenak, dan Shinhye mulai menikmati kembang gula miliknya

“ Lalu kemana Ia sekarang Hye-a? Seunggi oppa dan Yoona juga kemana?”

“Yonghwa ke toilet sebentar, Yoona dan Seunggi sedang pergi mencari snack untuk kita dan teman-teman band-mu. Ehh, kok ada empat, sepertinya teman band mu hanya tiga.”

“Ohh iya Shinhye kenalkan ini Yunho teman Jonghyun Oppa

“Park Shinhye…”

“Yoo Yunho…”

“Itu mereka bertiga, sebaiknya kita berpindah tempat agar bisa menikmati snack dengan nyaman” mereka semua pun menyetujui usul dari Jonghyun. Dan segera meninggalkan arena sekitar backstage tersebut.

-n-

Wajah Seohyun terlihat bahagia memegang piala kemenangan ditangannya. Walaupun tidak juara pertama menjadi runner up di pertandingan yang cukup bergengsi ini cukup membuatnya bangga.

“Hyunnie, Shinhye maafkan aku. Aku dan Seunggi oppa akan mampir sebentar ke rumah sakit menjenguk bibi Seunggi oppa. Tidak masalahkan kalau kami tidak bisa mengantarkan kalian?”

“Ahhh Gwenchana Yoona-a, nanti aku dan Shinhye naik taksi saja. Lagipula gadis nakal ini akan menginap dirumahku hari ini. Jangan khawatir.”

“Aku membawa mobil, kenapa harus naik taksi? Biarkan aku mengantar kalian berdua…”

“Benarkah?? Syukurlah aku tenang kalau begitu. Terimakasih Yonghwa Oppa” ujar Yoona yang sedikit merasa tidak enak, akhirnya tersenyum senang.

Nde… Tidak masalah”

“Baiklah, kami pergi duluan yaa…”

“Baiklaah, hati-hati dijalan” Seohyun, Yonghwa dan Shinhye melambaikan tangan saat Seunggi dan Yoona berlalu meninggalkan mereka.

-n-

Sepanjang perjalanan menuju mobil Yonghwa, mereka bertiga sesekali mengobrol dan bersenda-gurau ringan.

“Yang memberikanmu kembang gula tadi, pria yang bernama Yunho tadi, ya?” Shinhye mulai memberikan pertanyaan menyelidiki sahabatnya.

“Ehhh? Iya, habis kau saja tidak membelikan satu untukku.” Seohyun menjawab dengan hati-hati dan menengok sekilas pada Yonghwa untuk memastikan responnya, namun Ia hanya berjalan dalam diam. Dan membuat ritme langkahnya sedikit melambat sehingga Ia berjalan dibelakang kedua gadis tersebut.

“Kau ada hubungan apa dengannya? Jelas sekali dia menyukaimu”

“Jangan bergurau, kami baru saja kenal tadi kok”

“Benarkah? Wahhh… dari caranya memandangmu saja terlihat jelas bahwa Ia menyukaimu, Hyunnie. Menurutmu dia bagaimana? Tampankan?”

“Yahh cukup tampan sih.”

“Nah benarkan??! kau saja sudah tertarik padanya Hyunnie… sepertinya Ia pria yang baik, mengapa tidak coba kencan dengannya?”

“Sudahlah Shinhye… berhenti menggodaku. Kami baru saja berkenalan.”

“Memangnya kalau sudah lama kenal mau apa? Berkencan? Wuhuuu… “ Shinhye semakin menjadi, “Yaaak, mengapa wajahmu memerah??” Shinhye membalikkan tubuhnya dan menghampiri Yonghwa yang berjalan dibelakang mereka,

“Lihatlah Yoong, uri Seohyun mulai dewasa sekarang. Mungkin sebentar lagi Ia akan berkencan dengan pria yang bernama Yunho tadi” Shinhye terlampau semangat menggoda Seohyun, hingga Ia tidak memperhatikan jalannya dan hampir terjatuh kalau saja Yonghwa tidak cepat memegang tangan dan merangkul pundak Shinhye.

Mereka bertiga pun diam sejenak dengan pemikiran masing-masing, melihat kejadian tersebut, setelah sadar akan posisi mereka yang membuat suasana menjadi kurang nyaman Shinhye dan Yonghwa pun sedikit saling menjauh.

Seohyun hanya bisa diam ditempatnya masih terkejut akan kejadian yang baru saja dilihatnya.

“Kau baik-baik saja Shinhye?”

Eoh… terimakasih karena sudah membantuku sehingga tidak terjatuh. Ayo kita jalan kembali”

Suasana canggung kembali saat mereka tiba ditempat Yonghwa memarkirkan mobilnya. Shinhye sempat memberikan tatapan yang berarti –siapa yang duduk didepan

“Ayo masuklah” Yonghwa menginterupsi tindakan mereka.

“Baiklah, duduklah didepan Shinhye. Aku harus menjaga pialaku yang berharga ini…” ujar Seohyun akhirnya menjawab sambil membuka pintu belakang mobil Yonghwa. Yonghwa pun duduk didepan kemudi dengan tenang. Hanya saja Shinhye yang terlihat sedikit gelisah.

-n-

“Aahhh menyenangkan. Tidur dikamarmu ini memang selalu membuatku nyaman Seohyun-a

“Cihh… Kalau begitu, mengapa tidak kau tinggalkan saja Kanada-mu yang superpower itu dan kembali kesini tinggal bersamaku. Kau akan puas tidur dikamar ini setiap hari”

“Hahahahaa Shireo! Rasanya akan berbeda pasti, kalau sudah tiap hari kutiduri..”

“Hahahahahaa, Ia karena pasti kasurku akan lebih berantakan kau buat.”

“Tapi kau tetap mencintaiku kan Seo Joo Hyun?!” ujar Shinhye sambil menyerang Seohyun dengan pelukan eratnya.

“Lepaskan, ini menjijikkan tahu… aku juga tidak bisa bernapas”

“Hahahaha baiklah, hmmm… fiuuh…” Shinhye terlihat menarik nafas dan menerawang,

Wae? Apa ada yang sedang kau pikirkan?”

“Tidak ada apa-apa…”

“YAK! Park Shin Hye, memang kau pikir aku jadi temanmu berapa lama, satu bulan? Dua bulan? Masih saja berani membohongiku” Shinhye tersenyum memandang sahabatnya tersebut. Ia kembali melentangkan tubuhnya, dan memandang langit-langit kamar Seohyun.

“Aku hanya sedikit bingung Hyunnie… Akupun tidak tahu harus bilang apa padamu…”

“Padaku? Tentang??”

“Kau tahu, lima kali aku berpacaran di Kanada rata-rata karena pertemuan satu malam di salah satu pesta yang temanku atau bahkan acara trip sekolah. Kami dansa, mengobrol sedikit, jika saling tertarik kami akan berkencan bahkan mungkin bisa langsung berciuman pada malam itu juga. “ Shinhye memainkan kuku-kuku jarinya, lalu mendongak menatap Seohyun,

“Satu-satunya pria yang kukenal cukup lama adalah mantan terakhirku. George. Kami juga berpacaran cukup lama. Namun hubunganku dengannya berakhir karena perselingkuhan. Hal itu membuatku menjadi sedikit antipati pada pria.” Seohyun mendengar dengan seksama cerita sahabatnya.

“Tapi kau tahu Hyunnie, akhir-akhir ini aku merasa seseorang sudah berhasil memporak-porandakan hatiku. Bukan karena hal yang romantis, sesuatu yang sederhana memang. Tapi selalu berhasil membuat hatiku hangat dan nyaman. Tidak lebih dan kurang Ia memperlakukanku, tapi aku bisa melihat satu hal dengan jelas. Ketulusannya.” Seohyun mulai merasa sesuatu yang tidak beres mendengar cerita sahabatnya,

“Yonghwa. Aku iri kau bisa begitu lama dekat dengannya.”

Deg

“Tapi seohyun-a, apakah kau serius tidak memiliki perasaan lebih padanya?” masih berusaha mengatur rona wajahnya. Seohyun memalingkan wajahnya memandang Shinhye, Ia tersenyum setulus mungkin walau keadaan hatinya saat ini tidak karu-karuan.

Namun Ia tidak sampai hati menghancurkan benih perasaan yang dimiliki sahabatnya yang baru saja akan berkembang, bahkan dengan Pria yang telah disukainya selama ini.

“Bukankah aku sudah bilang, kalau Ia hanya senior yang sangat dekat denganku. Ia seperti Sangwoo Oppa, tapi versi lingkungan sekolah hehehe”

“Benarkah? Ahh beruntungnya dirimu, memiliki pria-pria hebat dan baik hati yang senantiasa menjagamu.”

“Kau juga bisa mendapatkannya Shinhye, suatu saat kau akan mendapatkannya… aku yakin itu..”

“Tapi masalahnya Hyunnie, karena tidak biasa menghadapi Pria seperti Yonghwa, aku jadi bingung harus mendekatinya seperti apa… Aku tidak tahu apa yang Ia suka dan Tidak… aku bingung.”

“Jangan khawatir, aku pasti akan membantumu sebisaku Shinhye, untuk apa kau memiliki teman hebat dan baik hati sepertiku?”

“Benarkah?? Kau memang sahabatku yang luar biasa Hyun…” mereka berdua pun saling berpelukan. Dan diam-diam senyum Seohyun, berubah menjadi senyum getir.

Semoga aku tidak menyesali kata-kata yang telah kuucapkan saat ini.

TBC

 

Haii… ini part ketiga, makasihh lohhh buat kamu-kamu readers n siders, yang udah mau mampir, please jangan bash, sesungguhnya aku goguma shipper yang rindu ngeliat interaksi seo eonnie sm yongh oppa…

RCL juseyoo chingudeul… #kedipkedipmata, Gumawoooo

With love

thanasa

 

11 thoughts on “My Answer (Chap.III)”

  1. hi there!

    tuh kan tuh kan Shinhye tertarik ke Yonghwa😦
    Mbak Shinhye kasian Seohyunnya atuhlah😦 dia memendam perasaan dan malu huhuhu

    Mbak Shinhye balik ke Kanada cepet cepet lah :)) *woy

    masa Shinhye nggak tau gerak gerik Seo yg malu malu kucing gitu sih😦 huhuhu

    just yaudah sih ya masih tbc juga wkwkwk

    see ya^^

    Suka

  2. hahahahhaa yuhuu stay tune’lah yahh wkwkwkwkk
    shinhye sm yonghwa itu sama ajasih… sama2 gak pekaa😀😀😀
    suka deh sm kamu yg setia koment disini, kalau nnti aku ‘ngunci’ FF ini kamu psti org prtma yg lngsung aku ksih PW nya hahahahhahaa😉

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s