[Ficlet] That Man

THAT MAN

Title: That Man

Scriptwriter: Ayu Nurizka

Main Cast: Minatozaki Sana

Genre: Romance, Absurd(?)

Duration: Ficlet

Rating: G

Note: kata – kata bercetak miring merupakan flashback. Dan sisanya adalah Sana POV

.

.

.

Pria itu tahu namanya…..

.

.

.

.

Tidak ada yang berubah disini. Tempat pertama kali aku bertemu dengannya. Pria bermata tajam itu. Pria yang telah mengisi hatiku hingga saat ini. Ia yang mengenalkan ku apa arti nya saling memiliki satu sama lain, dan apa itu cinta.

Seorang gadis berkacamata tebal dengan banyak buku ditangannya itu, berjalan cepat menuju salah satu meja perpustakaan karna tak terlalu memperhatikan jalan, ia menabrak seorang pria yang berjalan berlawanan arah dengannya

” m..maaf tuan, saya tak sengaja “, dengan cepat gadis itu membereskan buku – bukunya yang berserakan. Gerakan tangannya terhenti saat melihat tangan lain yang ikut membereskan buku – bukunya, perlahan ia mendongakan kepalanya melihat pemilik tangan itu. Pria itu. Pria yang ia tabrak. Pria bermata tajam dan gelap. Pria itu membantunya

” ini, buku – buku mu “, tangan gadis itu terulur menerima buku – bukunya yang sudah disusun oleh pria bermata tajam itu

1….

2….

3….

” t-t-terimakasih “, ucap gadis itu akhirnya walaupun dengan gugup, pria bermata tajam itu tersenyum menanggapi ucapan gadis itu. Hanya dalam hitungan 3 detik, ia jatuh cinta pada pria bermata tajam yang ia bahkan tak tau namanya.                                                                           Entah sihir apa yang diberikan pria itu. Dalam waktu 3 detik sang gadis jatuh cinta padanya. Hanya dengan melihat mata tajam dan gelap nya gadis itu jatuh untuknya.

Sejak saat itu, setiap hari gadis itu selalu mengunjungi perpustakaan demi melihat pria bermata tajam itu.

‘ Semoga aku bisa bertemu dengannya hari ini ‘, gadis itu berdo’a dalam hati, sebelum melangkahkan kakinya  memasuki perpustakaan kota yang sudah 4 hari ini menjadi tempat favoritnya

” selamat datang nona “,

Gadis itu tersenyum disertai anggukan dengan maksud menanggapi salam sang penjaga perpustakaan

Gadis itu berjalan menuju rak buku khusus novel. Ia mengambil salah satu buku dengan judul yang menarik menurutnya. Matanya mengedar ke seluruh penjuru perpustakaan mengabaikan novel yang ada ditangannya. Mata nya terhenti saat melihat pria bermata tajam yang ia tunggu selama 4 hari itu memasukki perpustakaan. Senyum gadis itu mengembang, pandangannya ia alihkan ke novel yang ia pegang, bukan untuk membacanya ia hanya menutupi senyumnya dengan menundukkan kepalanya. Walaupun tidak berbicara dengan pria itu, setidaknya hatinya lega bisa bertemu dengan pria bermata tajam nya. Bolehkah ia menyebutnya seperti itu ?

Rak – rak buku ini bahkan masih ada disini. Saksi bisu perjuanganku yang selalu berkunjung kesini hanya untuk melihatnya. Pria bermata tajamku.

Di siang yang cerah, gadis itu datang lagi dengan senyum cerah. Tangannya sesekali membenarkan letak kacamatanya yang bergoyang saat ia melangkah dengan riang memasuki perpustakaan yang sekarang menjadi tempat favoritnya.

” selamat datang nona “,

” senang bertemu denganmu “, kali ini ia tidak hanya tersenyum disertai anggukkan, tapi ia menyapa balik sang penjaga perpustakaan.

 Lagi – lagi ia menuju ke rak buku khusus novel. Tangannya menjelajahi novel – novel yang tersusun rapi. Saat menemukan novel dengan judul yang menurutnya menarik, ia pun menarik novel tersebut. Namun dari arah berlawanan tangan lain juga menarik novel tersebut. Gadis itu mengintip hendak melihat siapa gerangan yang menarik novel itu. Matanya membulat saat dilihatnya mata tajam itu menatapnya balik. Tangannya perlahan menjauh dari novel yang ingin ia ambil tadi. Masih dengan rasa terkejutnya. Gadis itu pun dengan cepat keluar dari perpustakaan. Diluar perpustakaan tangannya memegang dada nya tempat jantungnya tertanam. Sambil memejamkan matanya, ia menarik nafas untuk menenangkan dirinya.

” ini novel nya.. Bukankah kau ingin membacanya tadi ? “, suara berat menyapu indra pendengarannya, gadis itu berbalik dan menemukan pria yang selama ini ia perhatikan diam – diam berdiri dihadapannya,menatapnya dengan mata tajamnya yang mempesona

” e..eh.. A..ak.aku “,

” aku menyukai mu “,

” ya ???? “,

3 kata itu. 3 kata yang keluar dengan lancar dari mulut pria bermata tajamnya. 3 kata yang tak pernah ia duga akan keluar dari mulut pria itu.

” aku tau kau selalu memperhatikanku “,

” t..t..tapi a..ak..aku “,

” jadilah kekasihku….”

Hujan turun. Kedua nya tak bergerak sedikitpun dari tempat mereka. Tak peduli hujan yang membasahi mereka.

” Minatozaki Sana “

Gadis itu terkejut bukan main, pria itu mengetahui namanya.

3 thoughts on “[Ficlet] That Man”

  1. hi there!

    kyaaa manis manis gimana gitu ya :))
    tapi tapi cowoknya ke mana? macem Sana flashback mengingat kenangannya sendiri gitu ._.

    but, it’s really sweet~ cewek lugu polos ketika ditembak itu lucuuk sekaliii maniiis hihihihu

    see ya^^

    Suka

  2. Owhh baper sekali diriku … i’m still wondering how will sana look like with that annoying glasses wkwkkw
    But this is really good, ringan dan mudah banget dimengerti😊 *berharap ada yang nembak kayak gitu* /plak

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s