Stay With Me -Chapter IV-

Stay With Me Cover

Stay with Me

Scriptwriter: Whitelil

(Poster Credit ©Ladyoong @Poster Channel)

Cast(s):

  • f(x) Krystal
  • EXO KAI

Other(s):

  • SHINee Taemin
  • Apink Naeun
  • Red Velvet Wendy
  • Youngji
  • EXO Chanyeol
  • EXO Baekhyun
  • Infinite Hoya

Genre:  Romance

Rating: PG-15

Previous: I / II / III

***

-Chapter IV: I Want to Know You, Better

***

BUUUKKK!!!

Ia menghantam namja itu dengan kepalan tangannya. Membuat namja itu melangkah mundur dengan hidung berdarah. Hyejung menutup mulutnya, yeoja itu hampir berlari kearah Hoya tapi Soyu menahannya.

“KIM JONGIN!!!” teriak Taemin berusaha menahan Jongin.

Jongin kembali melayangkan kepalannya pada Hoya tapi Hoya menahannya.

“YAA!! BERANINYA KAU!!” ucap Hoya marah.

“APA MAKSUDMU MEMBAWA HANI KESINI? AKU TAU KAU YANG MENYURUHNYA KESINI! BAST*RD.. APA YANG SEBENARNYA KAU INGINKAAANN HAAHH??”

“AKU HANYA INGIN HUBUNGAN KALIAN MEMBAIK, HANYA ITU! KAU TAU, AKU KHAWATIR DENGAN KEADAANMU KEMARIN KEMARIN!” ucap Hoya.

“Cih kau satu-satunya orang yang masih mendukungku dengannya. Aku tidak ingin kembali padanya. Jadi berhenti mengurusiku dan Hani” ucap Jongin lalu berlalu begitu saja masuk ke dalam dorm.

“Jongin-a!” Taemin berusaha menahannya tapi Jongin menepisnya. Wajahnya terlihat benar-benar marah.

“Hyung..” Taemin memandang Hoya speechless.

“Itu karna kau selalu membelanya. Anak itu merasa akan selalu ada yang melindunginya. Caramu salah” ucap Hoya lalu meninggalkan dorm bersama Hyejung.

“Hyung!” Taemin merasa serba salah. Ia tidak bisa memihak siapapun saat ini. Ia tau Jongin salah, tapi ia juga tau Hoya salah.

“Lee Hoya!” Chanyeol berusaha menahan Hoya, tapi namja itu benar-benar pergi.

“Aheu, eottokajji?” Chanyeol menghela nafas.

“Aku sudah bilang padanya, jangan mengajak Hani kemari, yeoja itu hanya akan membuat masalah!” ucap Shownu terdengar kesal.

“Hoya benar-benar tidak bisa melihat situasi” ucap Baekhyun ikut-ikutan kesal.

“Dwaesseo. Aku tidak berharap jadi seperti ini. Taemin-a, apa kau masih ingin pestanya berlanjut? Haa jinjja, jika sampai pesta ini dibatalkan, aku akan membenci Hani seumur hidupku” lanjut Baekhyun lagi.

“Ah molla hyung..” Taemin menghela nafas.

“Taemin-a gwenchana. Lupakan semua yang baru saja terjadi. Kita lanjutkan pestanya. Waktu kita juga masih panjang” ucap Tao menenangkan.

“Maja-yo. Lupakan saja yang tadi. Hoya hyung tidak akan benar-benar marah padamu. Gwenchana. Lagipula ini bukan salahmu” ucap Ravi juga.

“Maja. Aku yang akan mengurus Hoya” ucap Myungsoo yang memang sangat dekat dengan Hoya. Hanya Myungsoo yang bisa mengatasi Hoya.

Myungsoo pun meninggalkan dorm untuk mengejar Hoya.

Taemin menghela nafas, “Geurae, kita tenangkan Jongin dulu sekarang” mereka semua pun akhirnya masuk ke dalam dorm.

Sementara di dalam dorm, Jongin malah sedang tertidur di sofa. Kepalanya nyaris pecah, jadi dia benar-benar butuh ketenangan dan istirahat. Taemin dan Chanyeol menghampiri Soojung. Yeoja itu juga pasti sedikit shock atas kejadian yang baru saja terjadi.

“Soojung-a gwenchanayo?” tanya Taemin memastikan keadaan Soojung.

“Ne, gwenchanseumnida. Aku.. lebih mengkhawatirkan keadaan Jongin”

“Dia akan baik-baik saja, setelah dia bangun semua akan kembali normal” ucap Chanyeol menenangkan Soojung.

“Soojung-a, kau perlu tau. Hoya yang membawa Hani kemari. Jongin benar-benar tidak tau apapun tentang hal ini, mungkin Taemin pun tidak tau jika Hani akan datang kemari. Jinjjayo” ucap Chanyeol menjelaskan. “Ia memang sangat ingin Jongin kembali bersama Hani..” lanjut namja itu.

“Tapi percayalah, Jongin sudah tidak mengharapkan yeoja itu. Ia tidak akan mau kembali pada Hani” ucap Taemin meyakinkan Soojung.

Soojung tersenyum lemah, “Arrasseo. Gamsahamnida Chanyeol oppa, Taemin oppa”

“Geuraee, sepertinya semua orang disini masih tegang dan bingung harus melakukan apa, lebih baik kita mulai saja pestanya. Sudah jam 6 sore, sebentar lagi gelap. Ayo kita mulai pestanya” ucap Hope si moodbooster dengan ceria. Ia dan Jooheon (2 pleasant manner White Shit) pun membawa laptop dan speaker ke halaman dorm lalu memutar lagu kebangsaan mereka. DOPE.

A-Yo ladies and gentleman! Junbiga dwaetdamyeon bureulgae..

Ddan nyeo sseukdul gwaneun daruge.. Nae style-o nae nae nae Nae style-o A-Yo!

Semua orang pun mencoba melupakan masalah yang baru saja terjadi. Taemin, Chanyeol, Minho dan Hongbin menyiapkan pemanggang dan arang. Pesta pun dimulai, semua orang bersenang-senang diluar sementara Jongin masih tertidur di dalam.

Tak lama kemudian Myungsoo pun kembali dengan wajah tenang. Hope buru-buru mematikan lagu RUSH yang sedang berkumandang. Taemin, Chanyeol, Baekhyun, Shownu dan Baro buru-buru mengelilingi Myungsoo.

“Eotte?” tanya Chanyeol tak sabar.

“Dia baik-baik saja, dia hanya butuh waktu sendiri saat ini. Dia telah mengakui kesalahannya dan ia akan minta maaf, tapi dia juga ingin Jongin minta maaf padanya” ucap Myungsoo terlihat tenang, membuat semua orang bernafas lega.

“Ah geurae, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan” ucap Shownu tersenyum. Mereka pun dengan teratur kembali ke keramaian.

“YAHOOOO AYO MULAI PESTANYAA LAAGIIII” teriak Hope dan Minhyuk.

Sekitar jam 7 malam, Jongin terbangun karna suara berisik di dalam dorm. Mereka semua memang sedang melakukan pesta sampai ke dalam dorm, membuat Jongin mau tak mau terbangun. Namja itu keluar mencari Taemin karna Taemin tak ada di dalam. Taemin sedang duduk, mengobrol berdua bersama Naeun lalu sesekali memakan daging. Mata Jongin berkeliling mencari 1 orang lagi yang saat ini ingin sekali ia lihat. Namaste. Jongin melihat Soojung sedang duduk di pojok teras bersama.. Wonho.

Jongin memilih untuk menghampiri Taemin terlebih dulu karena sepertinya Soojung dan Wonho sedang berbicara serius. “Taemin-a” ucap Jongin lalu duduk disamping Taemin.

“Jongin-ie kenapa kau baru bangun jam segini? Cepat makan dulu, daging nya sudah hampir habis”

“Ani ani, aku tak ingin makan” ucap Jongin lalu menggaruk keningnya.

“Wae? Kau harus makan” ucap Taemin.

“Eng.. menurutmu apa yang sedang Soojung bicarakan dengan Wonho hyung?” tanya Jongin hati-hati. Taemin mengerutkan kening lalu menoleh ke belakang, mencari sosok Soojung. Ia bahkan tidak tau sejak kapan Soojung dan Wonho duduk disana.

“Molla. Waeyo?”

“Tentu saja aku ingin tau, maka dari itu aku bertanya” ucap Jongin berdecak.

“Ey, kenapa tidak kau tanyakan saja pada mereka? Apa aku terlihat seperti memiliki pendengaran ultrasonic sehingga aku bisa mendengar pembicaraan mereka dari sini?” ucap Taemin menggoda Jongin. Jongin berdecak lalu bangkit.

“Dwaesseo” ucap namja itu lalu menghampiri Minho dan Minhyuk yang sedang memanggang daging. Namja itu mengambil sumpit lalu mencapit beberapa potong daging dan langsung memasukannya ke mulut sekaligus.

Taemin tersenyum memandang Jongin dari jauh, “Dia mulai tertarik pada Soojung” ucap Taemin pada Naeun.

“Arra. Dari caranya meminta id Line Soojung padaku, dari caranya menanyakan Soojung secara tak sadar, aku sudah menyadarinya”

“Sepertinya prosesnya akan sedikit lama. Jongin tidak akan menyatakan cintanya begitu saja jika ia benar-benar menyukai seseorang, seperti halnya Hani noona, perlu waktu 3 bulan untuk membuat Jongin benar-benar yakin dan akhirnya menetapkan pilihannya pada Hani noona. Dan kau pasti juga tau selama 3 bulan itu sudah banyak yeoja yang ia pacari sembarangan. Itu bukan yeoja yang benar benar ia inginkan, hanya seperti selingan sementara ia sedang mengejar Hani noona”

“Aku berharap kali ini dia menetapkan pilihannya pada Soojung, entah dalam waktu singkat atau lambat. Oppa, neo arra? Soojung jatuh cinta pada Jongin, really really at the first sight. Seburuk apapun Jongin padanya, kesan pertama yang namja itu berikan pada Soojung benar-benar telah membuat Soojung jatuh cinta”

“Jinjjayo?? Woah, prediksi ku ternyata selalu benar. Tidak akan ada yeoja yang sanggup menolak pesona anak itu. Apalagi anak itu telah menyelamatkan Soojung, memakaikan Soojung jaket dan membawanya kesini lalu mengobatinya. Sudah 100% pasti yeoja itu akan jatuh cinta. Karisma Jongin sangat kuat, bahkan Hani noona yang mengatakannya sendiri padaku”

“Maja. Di kelasku banyak sekali yang menyukai Jongin bahkan tergila-gila padanya. Aku tidak mengerti kenapa”

“Begitulah. Namja itu sangat hebat memikat yeoja. Hanya dengan memberikan senyum sedikit saja pada seorang yeoja, yeoja itu pasti langsung tergila-gila. Hah, aku tidak pernah berhasil melakukannya bahkan setelah Jongin menurunkan ilmu itu padaku”

“YA OPPA! Hajimaaa” ucap Naeun cemberut.

“Hahaha aniyaa. Aku sudah tidak melakukannya sekarang” ucap Taemin lalu merangkul Naeun dan mencubit pipinya pelan.

“Gwieowo” ucap Taemin tersenyum.

Jongin kembali menyuapkan daging dalam porsi besar ke mulutnya. Namja itu memperhatikan Soojung dan Wonho yang masih mengobrol lalu sesekali tertawa bersama. Ia merasa kesal, ia yang membawa Soojung kesini tapi yeoja itu malah mengobrol dan tertawa-tawa dengan Wonho, menyebalkan.

“Hyung, apa mereka sudah lama duduk disana?” tanya Jongin pada Minho dan Minhyuk seraya memandang kearah Wonho dan Soojung kesal.

“Umm. Sekitar sejam yang lalu” ucap Minho santai.

“MWO? Yaa ini tidak bisa dibiarkan” ucap Jongin melempar sumpit asal lalu bergegas menghampiri Soojung dan Wonho.

“YA, Soojung dan Wonho baru duduk disana, mungkin baru 15menit” ucap Minhyuk pada Minho.

“Biarkan saja. Aku ingin mengalihkan fokus Jongin, agar namja itu melupakan kejadian tadi sore dan terfokus pada Soojung dan Wonho”

“Aaahhh arraasseooo. Minho-ya tteoktteokhaee” ucap Minhyuk merasa bangga karna ternyata sahabatnya ini cerdas.

“Soojung-a!” ucap Jongin membuat kedua orang itu menoleh.

“Jongin-a ireonasseo?” tanya Wonho santai.

“Um” ucap Jongin singkat.

“Kajja Soojung-a. Ada yang ingin aku bicarakan” ucap Jongin langsung.

“Hyung, mian aku pinjam Soojung sebentar” ucap Jongin lalu meninggalkan Wonho begitu saja.

Jongin membawa Soojung masuk ke dalam dorm. Namja itu pun menuntun Soojung naik ke lantai atas. Sepertinya lantai atas tidak dijamah oleh siapapun, maka dari itu Jongin membawa Soojung kesana karna ia merasa pembicaraannya kali ini akan sedikit serius. Jongin duduk di salah satu kursi lalu Soojung pun duduk bersebrangan dengan Jongin.

“Gwenchanayo?” tanya Soojung memandang Jongin khawatir. Yeoja itu belum menanyakan keadaan Jongin sejak insiden tadi sore.

“Mwoga?”

“Ni maeum..” ucap Soojung menggantung.

Jongin tertawa kecil. “Nae maeum? Memangnya apa yang salah? Aah kau mengkhawatirkan ku karna kejadian tadi sore?” tanya Jongin.

“Nde.. gwenchanayo?” ucap Soojung mengulangi pertanyaannya tadi.

“Gwenchana. Hatiku baik-baik saja. Semuanya sudah ku keluarkan saat aku memukul Hoya hyung. Itu caraku menyembuhkan hatiku.. mungkin terdengar buruk”

“Kau selalu memukul orang saat.. hatimu terluka?”

“Um. Itu alasan kenapa aku suka berkelahi bahkan hingga babak belur melawan banyak orang. Aku tidak perduli tubuhku sakit, setidaknya hatiku tidak sakit lagi. Setiap aku bertengkar dengan yeoja itu, aku akan mencari masalah dengan anak dari sekolah lain, lalu aku akan mengajaknya berkelahi tak peduli akan ada berapa banyak pasukan yang ia bawa, aku akan menghadapinya sendiri”

“Kau.. benar-benar aneh..” Jongin tertawa kecil mendengar respon Soojung.

“Member white shit tidak pernah membantumu berkelahi?”

“Aku tidak akan membiarkan mereka membantuku berkelahi. Aku yang mencari masalah duluan, aku yang menginginkan perkelahian itu. Jadi aku tak ingin mereka tersakiti juga. Terkadang jika Taemin tau aku sedang berkelahi, ia akan datang bersama anak-anak lainnya lalu membantuku. Tapi aku akan marah padanya setelahnya, begitupun dia, dia akan memarahiku habis-habisan”

“Ah geurokkuna. Kau seharusnya tidak melakukan hal-hal seperti itu dan membahayakan dirimu. Bagaimana jika kau terluka parah?”

“Tidak akan. Seorang pemegang black belt seperti ku tidak akan terluka parah jika berkelahi. Paling hanya luka-luka memar biasa” ucap Jongin dengan yakin.

“Kau ini percaya diri sekali..” ucap Soojung.

“Ah geurigo.. mianhae Soojung-a. Aku benar-benar ingin minta maaf padamu soal tadi..” Jongin menunggu reaksi Soojung.

“Mianhajima. Itu bukan salahmu, aku tau itu” ucap Soojung tersenyum membuat Jongin merasa semakin bersalah.

“Jangan katakan Mianhajima. Aku pantas meminta maaf padamu. Tapi aku benar-benar tidak tau jika dia..”

“Ah ah arrasseo. Aku mengerti” ucap Soojung tidak ingin mendengar Jongin membahas hal itu lagi.

“Geurae, aku tidak akan membahas hal itu lagi” ucap Jongin paham.

“Soojung-a.. aku.. aku tidak mau kau punya pikiran jika aku hanya menjadikanmu pelampiasan. Aku tau kau mungkin akan berpikir seperti itu. Karna aku baru putus dengannya, dan aku menjadikanmu pelampiasanku. Jangan pernah punya pikiran seperti itu. Aku seperti ini padamu.. karna aku.. benar-benar ingin mengenalmu lebih jauh” Soojung merasa speechless. Tidak tau bahkan harus memasang ekspresi seperti apa. Jongin menunggu reaksi Soojung tapi sepertinya yeoja itu yang menunggu kelanjutan kata-kata Jongin.

“Aku benar-benar sedang belajar untuk melupakannya, aku tidak ingin mengingatnya sedikitpun, walaupun jujur saat ini aku belum bisa sepenuhnya melupakannya. Tapi aku terus berusaha. Aku ingin mengenalmu lebih jauh.. Jung Soojung” Jongin lagi-lagi menanti reaksi Soojung.

“Aku tidak berpikir seperti itu. Aku tidak pernah berpikir jika aku hanya dijadikan pelampiasan olehmu..” ucap Soojung , pada akhirnya mulai mengomentari kata-kata Jongin satu persatu. Yeoja itu tersenyum tulus membuat Jongin terdiam.

“Sejak kecil, halmeoni-ku mengajariku untuk selalu berpikir yang baik-baik pada semua orang. Karna aku sejak kecil tinggal di desa bersama halmeoni, dan aku tidak ingat seperti apa rupa kedua orang tuaku, aku selalu berpikir jika mereka tidak menginginkanku. Mereka membuangku. Tapi halmeoni bilang tidak seperti itu kenyataannya. Mereka sangat menyayangiku. Tetapi saat itu keadaan keuangan mereka memang sangat buruk, maka aku dititipkan pada halmeoni di desa. Halmeoni mengajari ku untuk selalu melihat sisi positif dari setiap hal. Untuk tidak pernah menyakiti siapapun walaupun mereka menyakitiku..” Soojung menggigit bibir bawahnya. Matanya berkaca-kaca.

“Lalu.. sekarang kau tinggal bersama orangtuamu? Wae?”

“Halmeoni meninggal 2 bulan yang lalu.. sebenarnya keadaan keuangan orangtuaku sudah membaik sejak setahun lalu. Mereka memintaku pulang ke rumah mereka, tapi aku tidak mau. Aku tidak mungkin meninggalkan halmeoni sendiri. Maka aku menolak permintaan mereka. Dan dua bulan lalu, setelah halmeoni meninggal, mereka menjemputku dan membawaku pulang. Aku tidak mau makan, aku tidak mau sekolah, dan aku selalu menangisi halmeoni..”

“Eonni-ku selalu menenangkanku. Ia mengatakan jika halmeoni sudah berbahagia disana, dan halmeoni akan sangat sedih jika melihatku terus seperti itu. Eonni-ku sangat penyayang, ia juga sangat cerdas, ia sangat pintar menggambar dan mendesain pakaian. Ia berprestasi di kampusnya, membuatku merasa malu. Maka akhirnya aku mau pergi ke sekolah, dan orangtua ku memasukanku ke Shinkyung. Dan akhirnya aku bertemu denganmu” ucap Soojung mengakhiri kisahnya.

“Apa aku orang pertama yang kau ceritakan seperti ini? Tentang kehidupanmu?”

“Ani. Naeun-ie rang, Wendy rang, Youngji rang. Aku sudah pernah menceritakan ini sebelumnya pada mereka. Karena mereka tertarik akan kehidupanku di desa”

“Ah geurokkuna. Aku tidak pernah menceritakan tentang kehidupanku pada siapapun selain Taemin. Aku orang yang benar-benar tertutup. Bahkan pada Hani, pada Sehun, Junior ataupun Jackson. Aku tidak pernah menceritakannya”

“Gwenchana. Aku melakukannya bukan karna aku juga ingin mendengar ceritamu. Semua orang punya hal-hal yang ingin ia simpan sendiri dan tak ingin siapapun tau. Bukankah seperti itu?” Jongin tersenyum hangat mendengar jawaban Soojung. Yeoja ini benar-benar tulus dan baik. Ia merasa tidak pantas dan buruk untuknya.

“Eo. Mungkin suatu saat aku akan menceritakannya padamu” ucap Jongin pada akhirnya.

“Aku akan menunggunya” ucap Soojung.

“KAJJAAA! KITA MENONTON FILM! DIMANA SEMUA ORANG??” terdengar teriakan Hope dari ruang tengah.

“Ayo turun” ucap Jongin lalu ia dan Soojung pun turun kebawah.

“YAA, ternyata kalian dari atas? Apa yang kalian lakukan diatas? Woaa Kim Jongin” ucap Hope heboh saat melihat Jongin dan Soojung yang baru turun.

Suasana di ruang tengah ternyata sudah sangat ramai. Hampir semua orang sudah berkumpul. Tak lama kemudian Ravi Hyeri dan Mark Suzy pun memasuki ruang tengah dan bergabung bersama mereka.

“Hobi-ya apa yang akan kita tonton sekarang?” tanya Jackson.

“Ah, aku akan memutarkan film terseram yang pernah aku tonton. The Conjuring” ucap Hope membuat beberapa orang terkejut.

“Jinjja? Woaa daebak. Film itu benar-benar seram” ucap Wendy lalu merapat pada Hongbin.

“Hobi-ya hajima. Aku takuutt” ucap Minaring yang sudah mengambil posisi aman.

“Gwenchana, banyak orang disini. Hantunya tidak akan berani keluar” ucap Hope lalu memutar film tersebut pada layar televisi 36inch tersebut.

“Ppalli ppalli” ucap Mina ketakutan memanggil Hope. Hope pun duduk disebelahnya.

Film pun dimulai, dan semua orang benar-benar terdiam.

“Hoon-ie hajimaa. Jangan mulai berbuat yang aneh-aneh” ucap Baekhyun pada Ilhoon membuat semua orang tertawa. Baekhyun pun memeluk Dio karena mereka sama-sama jomblo.

Film terus berlanjut dan suasana semakin tegang. Backsound music yang mengejutkan dan munculnya sosok hantu berwajah seram serentak membuat yeoja-yeoja berteriak.

“AAAAAAAAHHHH!!!” teriak Minaring histeris. Hope juga ikut berteriak karna terkejut lalu malah menutupi wajahnya dengan tangan Minaring. Setelah sadar akan sikapnya yang tidak gentle, Hope pun berdeham lalu kembali duduk seperti biasa.

“Gwenchana gwenchana, ternyata tidak seseram itu” ucap Hope mengusap usap pundak Mina pelan untuk mencoba menenangkan yeoja itu, padahal ia sendiri merasa ketakutan. Demi menjaga image nya di hadapan Mina, pikirnya.

“Hobi-ya, kenapa kau ikut berteriak” ucap Suga menahan tawa.

Hope menoleh lalu memandang remeh Suga, “aniya. Mina yang berteriak, nan aniya” ucap Hope.

“Mwoo? Kau baru saja berteriak bahkan menutupi wajahmu dengan tanganku. Eiy jinjja, sudah ku bilang jangan menonton ini” ucap Mina kesal membuat beberapa orang tertawa. Kelakuan Hope memang selalu mengundang tawa.

“Ah aniya aniya. Aku tidak akan melakukannya lagi. Kita harus menontonnya sampai selesai” ucap Hope bersi keras. Mina hanya menghela nafas lalu akhirnya kembali menonton.

“HAAAAAAAA!!!” yeoja-yeoja kembali berteriak saat backsound menggelegar dan muncullah hantu berwajah seram.

“HAA GEUMANHARAGOO!! AKU SUDAH LELAAHH” teriak Soyu frustasi. Shownu menyandarkan kepala Soyu ke pundaknya.

“Keokjeongma. Film nya akan segera berakhir” ucap Shownu.

Dan film masih terus berlanjut. Hingga satu jam kemudian, film pun berakhir disambut helaan nafas lega dari banyak orang. Cukup membuat semua orang tegang dan berkeringat. Beberapa segera mengambil minum dan makanan, mereka semua lupa makan dan minum sepanjang film tadi. Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Ini hari sabtu, jadi belum ada yang berniat untuk pulang.

Sekumpulan orang di ruangan itu pun mulai berpencar kesana kemari. Ada yang kembali memakan daging, ada yang membuat ramyun karna merasa lapar, ada juga yang memulai bermain playstation. Sepertinya memang tidak ada yang berniat untuk pulang.

“Sonu-ya aku harus pulang. Appa-ku bisa mengamuk jika aku pulang terlalu larut” ucap Soyu pada pacarnya.

“Ah arrasseo. Aku akan mengantarmu pulang. Kajja” ucap Shownu lalu menggenggam tangannya. Mereka pun berpamitan pada semua orang disana dan meminta maaf karna tidak bisa melanjutkan pesta.

“Sonu-ya kembali lagi kesini nanti. Kita menginap disini” ucap Baekhyun.

“Arra, aku memang akan kembali lagi” ucap Shownu lalu ia dan Soyu pun meninggalkan dorm.

“Hoonie aku juga mau pulaaangg” ucap Hyuna meminta pulang.

“Aah geuraee. Kalau begitu ayo pulang” Ilhoon dan Hyuna pun berpamitan dan meminta maaf pada semua orang disana.

“Nadoo Daehyun-a” ucap Minah.

“Nadoo Suga-ya” ucap Yura.

“Nadoo Jaebum-a” ucap Jiyeon.

Dan begitulah, akhirnya hampir seluruh yeoja disana meminta pulang. Tersisa Naeun, Soojung, Youngji, Sulli, Suzy, Seulgi dan Hyeri. Wendy yang merasa sedikit tidak enak badan pun diantar oleh Hongbin pulang ke rumahnya. Tersisa 6 pasangan, ditambah Junior, Chanyeol, Baekhyun, Myungsoo, Chen, Dio, Minho, Minhyuk, Wonho dan Jooheon.

Mereka pun akhirnya mengobrol bersama. Banyak hal yang ditanyakan oleh member White Shit kepada Soojung malam itu karena satu-satunya orang asing yang mereka anggap baru hanyalah Soojung. Semua yeoja yang menjadi pacar member White shit pernah diwawancarai seperti ini. Ini sebenarnya bertujuan agar mereka semua tau siapa calon pacar Jongin, bagaimana sifatnya, bagaimana cara ia berbicara dan menjawab pertanyaan, seperti apa keluarganya dan hal-hal semacamnya. Yaa walaupun Jongin sebenarnya sudah mengenal Soojung lebih banyak, tetap saja orang-orang ini ingin mengenal Soojung juga.

Soojung pun menjawab semua pertanyaan yang mereka lontarkan dengan jujur dan tenang. Hingga muncul lah pertanyaan yang membuat Soojung menelan ludah.

“Soojung-a, kau menganggap Jongin.. apa?” tanya Junior hati-hati. Soojung paham pertanyaannya, sangat paham. Ia hanya tidak tau jawabannya.

“Nde..?” tanya Soojung sekali lagi.

“Maksudku, kau menganggap Jongin apa? Apa kau menganggapnya sebagai seorang namja? Atau kau menganggapnya teman biasa? Orang asing? Orang yang tidak kau kenal?” tanya Junior lebih detail. Junior yakin kali ini Soojung pasti paham.

“Umm.. mollayo.. aku tidak tau pasti..” jawab Soojung ragu. Ia menggigit bibir bawahnya lalu memandang ke arah Naeun dan Youngji. Lebih kepada meminta pertolongan mereka.

“Geumanhae. Kenapa kau bertanya hal-hal seperti ini” ucap Seulgi pada Junior, menyelamatkan Soojung dari situasi sulit ini.

Junior menghela nafas, “Geurae, kalau begitu pertanyaannya aku tujukan pada Jongin sekarang” ucap namja itu masih tak mau berhenti.

“Mwoyaa” ucap Jongin malas.

“Jongin-a, kau anggap apa Soojung?” tanya Junior santai. Namja ini sepertinya bercita-cita sebagai seorang detektif atau spy. Sejak tadi memang ia yang kebanyakan bertanya pada Soojung. Taemin justru hanya terdiam, tidak bertanya apapun. Baekhyun juga lumayan banyak bertanya, serta Chanyeol dan Jackson. Sisanya hanya diam, hanya antusias mendengar jawaban Soojung.

“Dia healing unicorn ku” jawab Jongin tanpa pikir panjang.

“Oouuu..” ucap Sehun, Jackson, Baekhyun, Chanyeol, Minho, Minhyuk, dan Jooheon serempak memberikan reaksi yang sama. Tidak menyangka Jongin akan menjawab seperti itu. Junior sendiri hanya tersenyum puas mendengar jawaban atas pertanyaannya.

“Jawaban itu sudah sangat cukup bagiku, untuk saat ini. Haah kita sudahi saja sesi wawancara ini. neo namja-yo Jonginie” ucap Junior mengangguk angguk bangga pada Jongin.

***

Senin pagi hari di Shinkyung High School. Pagi itu langit terlihat mendung dengan hawa sejuk musim semi yang menyejukkan hati. Berdasarkan ramalan cuaca, siang ini akan turun hujan di sepanjang Seoul. Tetapi siswa-siswi Shinkyung High School tidak khawatir sedikitpun.

“Soojung-a mwo hae?” tanya Youngji saat melihat Soojung hari ini terlihat lebih sibuk. Lebih sibuk dengan ponselnya tentunya. Tidak seperti hari-hari kemarin dimana ponselnya jarang sekali ia keluarkan.

Soojung selama ini memang hanya berkomunikasi dengan eonninya, atau eommanya. Kecuali pada malam hari, biasanya ia selalu berkomunikasi dengan Youngji, Naeun, Wendy, Sulli, Suzy, Seulgi atau Hyeri. Sementara saat Soojung sedang berada di sekolah bersama mereka, tentu saja ponselnya akan terasa sepi. Tapi hari ini tidak. Sepertinya ia selalu mengetik sesuatu di ponselnya secara berkala.

“Hm?” Soojung mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya, baru menyadari ternyata tiga sahabatnya sedang memandang kearahnya. Yeoja itu buru-buru menyimpan ponselnya.

“Ani. Aku sedang membalas pesan” ucapnya kaku.

“Nuguji? Jonginie?” tembak Wendy langsung.

“Nggggg ndee..” ucap Soojung hati-hati.

“Ya jinjja? Kau sekarang sudah sering berkomunikasi dengannya? Daebak daebak” ucap Wendy heboh.

“Coba ku lihat” ucap Naeun yang sesungguhnya paling penasaran dibanding Wendy dan Youngji.

Soojung pun mengulurkan ponselnya pada Naeun dengan ragu. Naeun mengambilnya lalu segera membuka Line. Wendy dan Youngji pun sibuk mengelilinginya.

“Ya ya ya pesannya sudah sebanyak ini?” tanya Naeun seraya terus men-scroll up layar ponsel Soojung.

“Ah ah chakkaman” ucap Wendy seperti menangkap sesuatu.

Kau sudah makan?

Yaa makanlah yang benar. Aku tidak mau kau sakit!

Mwo? Kau malah bertanya kenapa? Jika kau sakit, siapa yang akan jadi healing unicorn ku? Ah gwenchana jika kau sakit aku yang akan jadi healing unicorn mu

Mereka kembali membaca pesan-pesan lainnya. Jongin ternyata pria yang romantis, sangat. Ketiga yeoja itu sampai senyum-senyum membaca pesan darinya.

Selamat tidur cantik. Jangan lupa mimpikan aku (wink)

Lalu mereka pun membaca pesan-pesan Jongin pagi ini.

Jangan lupa sarapan pagi. Ah, jangan lupa juga membawa payung, sepertinya hari ini akan hujan. Aku tidak akan membawa payung, aku ingin berbagi payung denganmu (wink)

Jangan sampai terserang flu, cantik.

“Yaaaahh Kim Jongin nappeun nom” ucap Naeun. Youngji dan Wendy saat ini memasang ekspresi excited, begitupun Naeun sebenarnya. Senyum lebar terpasang di wajah mereka.

“Aku mengerti sekarang, kenapa banyak yeoja yang mudah jatuh ke pelukannya. Lihat saja caranya memberikan perhatian pada yeoja, cara dia menggombal, cara dia membuat seorang yeoja benar-benar jatuh. Dia benar-benar pro” ucap Naeun.

“Soojung-a, entah kenapa setelah membaca itu aku jadi sedikit takut” ucap Youngji.

“Wae?” tanya Soojung ragu.

“Aku takut dia hanya bercanda.. aku takut dia hanya bermain-main denganmu…” ucap Youngji jujur. Ketakutan itu sebenarnya ada dihati mereka semua, bahkan dihati member-member white shit lainnya. Mereka mengkhawatirkan Soojung karna tau sifat Jongin yang tidak mudah serius pada seorang yeoja.

“Aku ingin, kau jangan dulu terlalu jatuh padanya. Dalam batas yang wajar saja. Aku juga takut Soojung-a” ucap Naeun kali ini serius.

“Kontrol hatimu dengan baik, jangan berikan semuanya pada Jongin. Kami takut kau terbang terlalu tinggi sekarang, tapi nanti jatuh terlalu sakit jika Jongin ternyata tidak seperti yang kau harapkan” ucap Wendy menambahkan.

“Benar yang Wendy katakan. Image Jongin sudah terlanjur buruk di mata kami bertiga. Dia itu playboy nomor 2 setelah Hoya oppa di Shinkyung. Taemin sendiri yang mengatakannya” ucap Naeun. Soojung hanya terdiam.

“Kami mengatakan ini bukan karna kami tidak ingin kau bahagia. Justru sebaliknya, kami ingin kau bahagia dan tidak tersakiti. Maka dari awal kami mengingatkanmu untuk tidak sepenuhnya memberikan hatimu padanya. Jika Jongin sudah mengatakan ia ingin serius denganmu, dan kau memang sudah melihat keseriusan darinya, maka berikanlah hatimu sepenuhnya padanya. Jongin bisa sangat setia jika ia sudah serius dan memberikan seluruh hatinya pada seorang yeoja. Aku banyak tau tentangnya dari Taemin oppa jadi aku percaya” ucap Naeun lagi.

“Ndee, arrasseo” hanya itu jawaban yang Soojung berikan. Ia tidak tau harus menanggapinya seperti apa. Dia memang sudah mengetahui hal-hal tersebut. Dan ia memang sudah mempersiapkan hatinya agar lebih kuat. Kim Jongin, aku berharap kau tidak seperti yang mereka pikirkan.

***

“OMOO OMOO OMOO!!! YAAA BENARKAH APA YANG AKU LIHAT INIII??!!” ucap Jaebum tiba-tiba heboh, sore itu di  ruang playstation dorm.

“YAA YAAA JINJJAA JINJJAA!!” ucap Ilhoon ikut-ikutan heboh karna namja itu memang sedang duduk bersama Jaebum sejak tadi. kedua namja itu bertukar pandang dengan wajah kaget.

“Wae wae?” tanya Hope seraya memutar-mutar analog pada playstation stick nya. Namja itu sedang bermain Pro Evolution Soccer melawan Jooheon.

“Hani noona…” click. Hope pun segera menekan tombol pause dan berangsur mendekati Jaebum.

“Wae??” tanya namja itu penasaran.

“Waeyo waeyo? Hani noona waeyo?” Jooheon pun ikut-ikutan menghampiri Jaebum dengan heboh. Dio, Hongbin, Wonho, Daehyun dan Ravi yang ada di ruangan itupun juga ikut mengerumuni Jaebum.

Jaebum memutar layar notebook-nya, memperlihatkan halaman weibo seorang yeoja, membuat semua orang merasa terkejut.

“UWAAHH” Jooheon menutup mulutnya.

“Hani noona.. sudah punya pacar baru??” tanya Hope merasa sangat kaget.

Di foto tersebut, Hani hanya memakai bikini dengan latar belakang pasir dan lautan biru yang menghampar luas. Ia bersama seorang namja yang terlihat asing, sedang digendong dengan kaki melingkar di pinggang si namja dan mereka berciuman. Si namja tidak mengenakan baju, hanya mengenakan jeans selutut. Mereka kembali mencari foto lainnya, dan tepat di bawah foto itu, terdapat foto dengan pose serupa, bedanya hani sedang menatap langit dan si namja sedang  mencium lehernya. Kedua foto itu berhasil membuat semua orang kaget.

“Daebaak..” ucap Ravi.

“Padahal beberapa hari lalu ia masih menangis melihat Jongin dan Soojung di bbq party” ucap Hongbin menganalisis.

“Maja.. omoo dia ternyata tidak serius kemarin” ucap Daehyun.

“YAA DIMANA KIM JONGIN” ucap Jaebum, tak sabar ingin Jongin segera tahu akan hal ini.

“Mereka masih di kelas. Kami pulang cepat karena guru kami tak datang dan hanya memberikan tugas” ucap Ilhoon.

“Kenapa dorm sepi sekalii” ucap Tao saat baru membuka pintu dorm. Ia datang bersama duo namja paling tengil, Minho Minhyuk. Tao berhenti saat melewati ruang playstation dan menemukan segerombol anak disana.

“Wae wae? Kenapa kalian memandangku dengan aneh?” ucap Tao bingung. Dibelakangnya, Minho Minhyuk pun memasuki ruang playstation dan meneruskan permainan yang tadi sedang dimainkan oleh Hope dan Jooheon.

“Taemin eodi?” tanya Hongbin.

“Ah dia membeli makanan bersama Mark dan Suga. Aku tak tahan ingin ke toilet. Chakkaman, masih ada yang ingin ku tanyakan, setelah aku menyelesaikan urusanku dengan toilet” Tao pun segera melesat menuju toilet.

“Waeyo? Apa terjadi sesuatu sehingga kalian menggerombol seperti itu? Sehingga pertandingan yang sudah sampai di menit 72 ini kalian tinggalkan? Eo?” tanya Minhyuk, masih tetap bermain.

“Malhaebwa” ucap Minho, juga seraya bermain.

Tak lama kemudian Tao pun keluar dari toilet.

“Wae wae wae? Apa ada sesuatu yang terjadi?” ucap Tao lalu duduk di sofa ruang playstation.

“Eo ppalli malhaebwa” ucap Minho lagi.

“Ah Hani noona..” ucap Ilhoon menggantung.

“Uh? Ahn Hani?” ucap Minhyuk.

“Wae wae wae? Apa dia meggoda Jongin lagi?” tanya Tao.

“Aniyo. Hani noona sudah punya pacar baru” ucap Ilhoon.

“Jinjja? Dari mana kau tahu?”

“Weibo” ucap Jaebum.

“Ah jinjjayo? Mana aku ingin lihat” ucap Tao. Jaebum pun menyerahkan notebooknya. Minho dan Minhyuk berangsur mendekati Tao karena mereka juga penasaran.

“WOAAHH! Nuguji?? Sepertinya aku tidak pernah melihat namja ini” ucap Tao.

“Eeiiyy wajahnya saja tidak terlihat jelas saja kau tidak tahu” ucap Minhyuk.

“Ey. Namja berwajah mesum seperti ini ckck, dan pose mereka.. benar-benar murahan. Apa maksudnya dia memposting foto seperti ini? Jinjja” ucap Minho terlihat kesal, disambut anggukan semua orang.

“Aku tidak perduli” ucap Tao lalu menutup notebook Jaebum. Tentu saja.

“Tentu saja kau tidak perduli, kami pun tidak perduli. Aku hanya ingin Jongin tau, agar dia semakin yakin pada Soojung” ucap Hongbin

“Ah maja. kenapa kita semua sangat setuju jika Jongin berpacaran dengan Soojung? Aku tidak habis pikir” ucap Tao.

“Neo neo neo, kalian sangat setuju kan jika Jongin serius dengan Soojung?” tanya Tao pada semua orang disana.

“Ige mwoya? Kenapa aku mendengar Jongin Soojung?” tanya Jongin lalu melempar tas dan duduk di pangkuan Tao. Dibelakangnya menyusul Sehun, Junior dan Jackson yang langsung tiduran di lantai.

“Hari ini sangat melelahkaann”ucap Jackson terdengar frustasi.

“Wae Jongin Sooojung?” ucap Jongin mengulang pertanyaannya pada Tao sekali lagi.

Tao mendorong tubuh Jongin agar menyingkir dari atas pahanya, “Kenapa kau sangat berat”

“Hyuung wae Jongin Soojung? Wae wae?” ucap Jongin lalu memandang Minho dan Hongbin.

“Jaebong-a tunjukkan padanya” ucap Tao.

Jaebum pun kembali membuka notebook-nya dan menyerahkannya pada Jongin.

“Aku ingin kau benar-benar melupakannya dan terfokus pada Soojung sekarang” ucap Tao.

“Majayoo” ucap Minho, Minhyuk dan Hongbin meyakinkan.

Jongin terdiam. Benar-benar terdiam setelah melihat foto tersebut. Kenapa yeoja ini jadi murahan begini? Melakukan pose seperti ini, apa dia pikir ini keren?

Jongin tidak memberikan reaksi apapun dan hanya mengembalikan notebook tersebut ke pemiliknya.

“Aku memang sudah tidak ingin kembali padanya” hanya itu yang Jongin katakan lalu ia pun pergi ke lantai 2 dan masuk ke kamar untuk tidur.

-to be continue-

4 thoughts on “Stay With Me -Chapter IV-”

  1. hi there again!

    OMAYGAAAT APA BANGET INI AHN HANI huhuhuhu air matanya jadi jadian ya :” (?)

    betewe betewe slightly Taemin-Naeun manis sekaliii duh inget masa masa mereka WGM wkwkwk xD kiyowo

    Soojung polos sekali yarabb, masa ngasih hapenya gitu :’D ya ya ya dia emang cocok kalau dibuat polos gitu

    aku berharap padamu Jongin-a *gak gitu* hahhaha

    just see ya^^

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hiii thiaa seneng deh liat kamu lagi disini hihi^^

      Iyaaa niihh hani nya nangis boongan kemarenan tapi dia emg beneran nyesel ko dan pengen balikan sama Jongin jadi foto itu tuh bentuk kemarahannya dia sama Jongin karna ternyata Jongin udh moveon hehe..

      Soojung emg dibikin polos bgt krna dia kan ceritanya gadis desa:))

      Cz i miss Taeun couple so much too huhu:”))

      See yaa thia thanks for review❤

      Suka

      1. aw seneng juga liat kamu bales komen aku hihihihihi❤

        iyaaa! Taeun couple itu manis manis gemes gimana gitu ya hihihi

        yap! semoga bermanfaat hihihi^^

        Disukai oleh 1 orang

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s