[Vignette] Forever

forever-2PM

Forever

Cast: 2PM | Genre: Friendship | Rating: General, Family | Scriptwriter: Lee Uchida

Disclaimer: original story. Don’t bash and happy reading

Selamanya ini akan menjadi memori yang indah

Biarpun kami telah menjadi seorang ayah bahkan kakek sekalipun tidak akan pernah terlupakan

Kami adalah satu

Kami adalah keluarga

Kami adalah 2PM

>>>>>>>>>> FOREVER 2PM <<<<<<<<<<<<

Dua belas tahun menjamah panggung hiburan dan dunia acting, tidak membuat lepas semangat. Karya demi karya mereka hasilkan tanpa adanya lead. Dua belas tahun bukan waktu yang sebentar, jika dihitung dalam masa training mereka, mungkin lebih dari dua belas tahun mereka menjadi entertainer.

Tidak bisa disimpulkan begitu saja perjuangan mereka. Selama itu mereka menghasilkan karya yang menghiasi dinding rumah mereka, namun sekarang mereka harus berpisah dari semua ini.

Kenangan karya dan kerja keras mereka hanya akan terngiang dalam pikiran saja. Semua tenaga yang mereka keluarkan demi melejitnya karir sirna sudah. Kini mereka telah menjalani kehidupan baru yang lebih leluasa.

Tanpa wartawan, tanpa penyamaran, tanpa pengawal, mereka merasa hidup yang sebenarnya. Wajah ceria mereka dalam bingkai hanya bisa dibayangkan saja. Kebersamaan mereka hanya ada dalam kenangan.

Seluruhnya, selama dua belas tahun yang lalu mereka hanya bisa mengenangnya tanpa bisa mengulang. Tidak jarang kejadian mengejutkan hampir membuat mereka patah semangat melanda, namun mereka tak goyah. Tujuan mereka hanya satu, membahagiakan fans yang selama itu telah mendukung.

Hilir mudik fans bertambah dan tak jarang fans yang berpindah hati pada yang lain. Tapi mereka tidak pernah merasa kehilangan. Pasti ada fans yang selama itu selalu setia bersama mereka.

TAECYEON

Dinding rumah Taecyeon penuh wajah-wajah ceria 2PM. Membayangkan bagaimana dulu mereka bekerja keras bersama, menangis bersama, tertawa bersama, membuat hati teriris mengingatnya.

Setelah kontrak mereka habis, Taecyeon dan kawan lainnya harus mencari pekerjaan lain dan tak jarang yang merantau ke negara orang pula. Taecyeon pergi Perancis untuk bekerja menjadi sutradara dan menikah dengan Jessica, mantan anggota Girls Generation.

dua tahun yang lalu, Taecyeon sempat berkomunikasi dengan kawan lainnya, namun sekarang, rasanya Taecyeon begitu rindu dengan kawan-kawannya. Taecyeon berpikir pasti kawan lainnya telah sukses seperti dirinya, walau roda kehidupan itu selalu berputar.

Setelah film perdananya tayang, Taecyeon akan pulang ke Korea untuk bertemu dengan kawan lainnya.

CHANSUNG

Maknae 2PM yang dikenal jail dan dewasa, sekarang benar-benar telah dewasa. Chansung, bekerja di perusahaan ayahnya dan dipercaya dengan para klientnya, membuat perusahaan ayahnya melambung namanya.

Sibuk dan sibuk. Kemanapun Chansung pergi, setumpuk jadwal menyertainya. Menjadi jarang sekali untuk berkomunikasi dengan kawan 2PM lainnya. Setelah kontrak selesai, beberapa waktu mereka sempat berkomunikasi, tapi lama kelamaan komunikasi hilang.

Chansung masih senantiasa di Korea. Belum ingin melepaskan perusahaan ayahnya yang sangat disayangkan. Status jomblo juga masih disandangnya hingga sekarang.

MINJUN

Tidak kalah sibuk dengan kawan lainnya. Dari pagi hingga malam Minjun berada di ruang arransement kantor rekaman Shanghai. Ia dipercaya untuk menghandle arransement di Cina. Pekerjaan yang dulu sering ia lakoni sekarang membuahkan hasil.

Akhir bulan, Minjun akan dipromosikan sebagai komposer dan arransementor di Cina. Kerja kerasnya selama dua tahun terakhir sangat bagus dan memuaskan. Walau ia harus meninggalkan keluarganya di Korea, tapi beberapa bulan sekali Minjun selalu pulang melihat keadaan buah hatinya.

NICHKHUN

Dua belas tahun dipanggung hiburan dan acting, selama itu seorang Tiffany menunggu Nichkhun. Selama itu Tiffany selalu setia bersamanya. Mereka adalah pasangan baru. Sepulang Nichkhun dari wamilnya, Nichkhun langsung membawa Tiffany pulang ke Thailand dan memperkenalkannya dengan kedua orang tua Nichkhun.

Tidak mau terlalu lama mereka menjalani kehidupan asal-asalan, akhir bulan mereka akan menikah dengan adat Thailand.

WOOYOUNG

Kisah cinta Wooyoung, berlanjut hingga ke pelaminan. Kisah cinta yang bersemi di tahun 2010, berlanjut juga akhirnya. Sempat pertengahan tahun 2014 mereka bersiteru karena IU yang digosipkan berpacaran dengan Eunhyuk, tapi akhirnya sekarang Wooyoung menikah juga dengan IU.

Masih ingat dengan drama Dream High tahun 2010? Sejak itulah mereka menjadi suka satu sama lain. Pernikahan mereka tidak bisa dibilang baru saja, kerena diawal 2015 mereka telah mempersiapkannya. Jadi boleh dibilang, mereka sudah menikah tapi tidak diketahui publik.

Wooyoung bekerja menjadi guru koreografi di JYP Entertainment. Kembali lagi di labelnya dengan 2PM dulu. Mengingat mereka dulu pernah bersama, sampai sekarangpun masih belum bisa terlupakan. Kadang Wooyoung menangis jika melihat practice dance yang mereka gunakan.

JUNHO

Namja bermata sipit, tidak bisa melakukan kedipan dengan sebelah matanya, digemari banyak yeoja, bersuara karisma dan segalanya itu dimiliki oleh Junho. Nasib selalu baik dengannya, namun hanya ada satu nasib yang membuatnya pernah menangis.

Ibunya datang ke JYPEnt untuk meminta keringanan agar Junho bisa bekerja lagi di sana. Perjuangan ibunya sangat menyentuh hatinya hingga saat ini. Memori kedua, Junho mendapati lembaran foto yang jatuh dari album foto usangnya.

2PM. Sesaat Junho tersenyum melihatnya, namun adakalanya jika Junho harus menitihkan air mata mengingat bagaimana mereka bekerja.

Junho merasa tidak sanggup menahan rasa rindunya dengan kawan-kawannya. Hatinya menyeruak ingin mengatakan “BOGOSHIPPOOSEOO CHINGUU…”

Secara tidak sadar, beberapa dari mereka merasakan teriakan Junho. Jantung mereka menjadi berdetak sangat kencang mengingat bagaimana rindunya terhadap kawan-kawannya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> FOREVER 2PM <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

“Min, apa siang nanti ada jadwal meeting?” tanya Chansung pada sekretarisnya.

“Aniya sajangnim.”

“Bagus. Nanti jika Ayah kemari bilang kalau saya pergi.”

“Ne sajangnim.”

Chansung meletakkan note schedulenya. Mengambil jas dan tasnya lalu menuju parkiran.

“Yoboseyo? Ne, saya pesan ruang VIP untuk nanti malam pukul 8. Untuk…” Chansung sedikit berpikir. “Lima belas orang, iya lima belas orang. Hwang Chansung. Ne kamsahamnida.”

Chansung membelokkan mobil ke apartement.

Mohon perhatian! Pesawat akan segera mendarat. Mohon persiapkan barang bawaan Anda. Terima kasih.

Taecyeon terbangun dari tidurnya saat mendengar informasi bahwa pesawat akan mendarat. “Korea, i’m coming…” Taecyeon menggeliat sesaat.

“Appa, bogoshippo…” gadis kecil berlari menghampiri Minjun.

“Vika-ah?” Minjun memeluk gadis kecil itu. “Appa juga rindu dengan Vika. Vika sudah makan?”

“Sudah Appa. Eomma masak ikan asap rasanya enak sekali, pasti Appa juga lahap makan seperti Vika.” Ujar gadis itu yang tak lain putri kecil Minjun.

“Jinchaya?” Minjun mengelus lembut rambut Vika.

“Oppa, kenapa tiba-tiba pulang?”

“Nanti malam aku akan reuni.”

“Reuni?” Yoona terlihat bingung.

“Ne, nanti malam ada acara reuni 2PM.”

“Appa mau reuni 2PM? Reuni apa itu Appa?”

“2PM adalah nama grup sewaktu Appa masih muda.”

“Teman-teman Appa?” Minjun mengangguk.

Malam menjemput. Detik-detik rasa rindu akan segera terobati. Chansung telah mendekorasi ruangan reuni dengan sangat indah. Dibeberapa dinding terdapat foto-foto mereka saat masik eksis di dunia hiburan.

“Chansung-ah? Apa yang kau lakukan? Seharusnya foto itu tidak di situ.” Wooyoung melepas jaketnya dan menghampiri Chansung.

“Lalu diletakkan dimana? Kurasa di sini bagus.”

“Ya! Ya! Ya! Kau ini maknae menurut saja pada hyungmu, berikan foto itu padaku.” Tiba-tiba Taecyeon datang dan mengambil foto yang dipegang Chansung dan meletakkannya di meja besar sudut ruangan.

“Mana musiknya?”

“Ini. Aku memilih musik ini karena arransementnya lucu. Eotte?” Taecyeon dan Wooyoung mengangguk.

“Oh jincha! Musik macam apa ini?”

“Ya hyung! Ini musik yang sedang hits.”

“Tidak bisa. Seharusnya kita memutar musik kita sendiri, musik 2PM.”

Disela pertengkarang mereka, Junho datang dan dengan jahil mengganti musiknya dengan musik miliknya.

“Ya! Kenapa musiknya berubah?” Minjun pertama menyadari.

Taecyeon dan Wooyoung menoleh ke arah musik, “Junhoo!!!!!!”

“Yak hyung! Kenapa kau putar itu? Itu sangat memalukan!!” protes Chansung.

“Kalian ini ada apa? Tidak lihat aku sedang lelah haa?” Nichkhun berteriak diambang pintu.

“Nichkhun kau darimana saja?”

“Aku baru saja selesai berlibur hyung, rasanya lelah sekali.”

Rasanya, mereka lupa dengan barang bawaan mereka. Mereka lupa dengan anak dan istri yang mereka punya. Mereka juga lupa dengan status yang mereka sandang sekarang. Mereka terlalu fokus dengan kegiatan seperti di dorm sendiri.

“IU noona? Kenapa tidak duduk?”

“Ah, aku melihat kalian begitu mengesankan.” Senyum IU.

“Oh Tuhan, aku lupa jika aku punya istri. Mianhae chagiya..” Wooyoung menarik IU dan mengajak IU duduk.

“Kau dan IU serius menikah? Ya! Lalu kemana anakmu? Kenapa dia tidak ikut?” tanya Taecyeon sambil minum soda.

“Anakku ada di perutnya IU.” Seluruh member berkata ‘woaaah’

“Appa, dia teman Appa?” Vika bertanya pada Minjun.

“Ne, dia teman Appa wae?”

“Aniya, kenapa dia mirip dengan ayam ya?”

“Ya! Apa kau anaknya Minjun hyung?”

“Ne ahjussi.” Vika menjulurkan lidahnya.

“Ahjussii? Hahahah Wooyoung hyung sudah jadi ahjussi. Hahahaha…” tawa Junho.

“uhhhukk… uhhhuukkk…” tiba-tiba Junho tersedak. “Ya! Vika kenapa memasukkan pisang ke mulutku?”

“Ahjussi tidak sopan! Tertawa itu harusnya ditutup mulutnya, bukan seperti itu.”

“Ya! Kau lucu sekali Vika….”

“Hyung, kau baru saja tiba?” tanya Chansung pada Nichkhun.

“Ne. Aku terbang dari Thailand kemarin siang.”

“Woaah, selamat ne? Akhirnya kau dan Tiffany menikah juga.”

“Yaaa begitulah..” Tiffany tersipu.

“Noona, apa Seohyun jadi menikah dengan Kyuhyun hyung?”

“Waeyo? Kenapa tiba-tiba tanya seperti itu?”

“Aniya, aku ingin tahu saja.”

“Ani. Seohyun tidak jadi menikah dengan Kyuhyun, rencananya Seohyun akan pulang minggu depan.”

“Apa dia bekerja di luar negeri?”

“Di Shanghai.”

“Mwo? Shanghai?”

“Ne oppa, Seohyun bekerja di perusahaan modeling Shanghai. Ku kira Minjun oppa sudah tahu.”

“Aku jarang berhubungan dengan modeling akhir-akhir ini.” Minjun menyesap sodanya.

“Hyung, kalau bertemu Seohyun aku nitip salam yaa..” bisik Chansung.

“Mwo? Kau menyukai Seohyun? Apa kau ingin aku menyalamkannya?” teriak Minjun.

“Ya! Maknae!” teriak semua hyungnya.

“Hyung, ayo kita selfi.” Ajak Junho pada Wooyoung.

“Lihat mereka. Mereka selfi tidak mengajak kita.” Geram Nichkhun.

Taecyeon berdiri di depan ruangan. “Baiklah, acara sebenarnya akan segera di mulai. Malam ini adalah acara reuni 2PM. Sepertinya reuni ini tidak ada acara haru-haru rianya yaa, mengingat terlalu senangnya berkumpul dengan keluarga, maka ini seperti berkumpul biasa. Wooyoung dan Junho yang tidak berubah juga, Minjun yang masih seperti dulu, kurasa kalian memang tidak banyak berubah kecuali kalian telah menikah dan muncul anak. Yaah.. semoga yang lainnya bisa mengikuti jejak Minjun.” Seluruhnya tertawa.

“Lalu, untuk Chansung yang menitip salam pada Seohyun, bagaimana noona?”

“Ne, nanti akan aku salamkan padanya dan bilang kalau Chansung ingin melamarmu.” Gurau Tiffany.

“Noona, kenapa melamar?”

“Chansung, nanti Seohyun diambil orang.”

“Junho kudengar dulu kau sering sekali mendapat skandal di masa muda, tapi kenapa sekarang kau belum menikah juga ya?” sindir Nichkhun.

“Geuromyo, dulu aku populer dengan lagu dan suaraku yang khas, tapi kenapa aku yang lebih dulu mempunyai anak yaa..” sindir Minjun lagi.

“Jika kau wamil, usia pernikahanmu akan terpotong dua tahun.” Nichkhun menambah.

“Yak hyung! Aku tidak tuli, kalian jangan menyindirku.” Junho berkata tapi masih selfi.

“Sudah-sudah kenapa acara kita malah jadi bertengkar.” Ujar Taecyeon.

“Otte? Apa kalian merasa rindu dengan keceriaan barusan?” Nichkhun angkat bicara.

“Neomu. Aku sangat rindu dengan keceriaan ini. Aku merasa bahwa kita ini masih seperti dulu.” Jawab Chansung.

Wooyoung menatap sekitarnya, “Lihatlah dinding-dinding sebelah kita. Mereka seperti wallpaper penyemangat kita dulu bukan?”

“Geurom. Dulu dorm kita juga seperti ini.”

“Bogoshippo chingudeul…” Wooyoung memeluk Junho dan Chansung.

“Nado bogoshippoyo… karena waktu dan ruang yang memisahkan kita bertahun-tahun, kita jadi jarang seperti ini.”

“Ne, aku rindu kita dulu.”

“Kalian tidak akan bisa bayangkan bagaimana pekerjaanku sekarang.” Wooyoung berbicara.

“Memang apa pekerjaanmu?”

“Aku bekerja di JYPEnt lagi.” Wajah Wooyoung cemberut.

“Jinchayo? Pasti menyedihkan bukan?” ujar Nichkhun.

“Aku berusaha menolaknya, tapi aku merasa tidak enak dengan manajemen.”

“Chamkan! Bukankah managernya bukan lagi J.Y. Park hyung?”

“Memang bukan lagi, J.Y. Park hyung sekarang jadi sutradara di Inggris. Dia juga mengambil alih label yang di sana.”

“Lalu, apa pekerjaanmu hyung?” tanya Wooyoung pada Taecyeon.

“Aku bekerja di perusahaan filming Paris.”

“Jadi kau produser sekarang?”

“Yaa… bisa dibilang seperti itulah.”

“Kudengar film perdanamu tayang akhir bulan ini ya?” tanya Minjun.

“Ne.”

“Woaaaah… apa persiapannya sudah matang? Bagaimana masa-masa saat pembuatan? Pasti sangat susahkan?”

“Awalanya memang aku menganggap susah, tapi lama-lama menjadi menyenangkan juga. Di sana, tidak hanya aku yang orang Korea, tapi ada beberapa kru yang bisa bahasa korea, jadi aku menjadi sedikit nyaman.”

“Woaaaaah… hyung, neo daebbakkiraaa..”

“Cha! Bagaimana jika kita menyanyi? Aku yakin suara kalian pasti tidak seperti dulu lagi.” Ajak dan ejek Junho.

“Ya! Kau mencoba untuk mengejekku?” tantang Nichkhun.

“Biar aku tunjukkan bagaimana suara sebenarnya itu.” Ujar Wooyoung.

Wooyoung dan Chansung bernyanyi lagu Hands Up. Lagu yang selalu membuat pendengarnya ikut bergoyang. Vika yang masih kecil saja ikut menari di depan bersama Wooyoung dan Chansung.

Kekeluargaan mereka masih terjaga hingga sekarang. Mereka tidak pernah mengatakan ini akan berakhir, tapi mereka hanya menganggap ini perpisahan sementara. Setelah semuanya sukses, mereka pasti akan bertemu lagi. 2PM… nama yang cukup dahsyat untuk menggebrakkan panggung hiburan korea puluhan tahun yang lalu.

“Hyung, ayo tunjukkan rap-mu!!” tantang Wooyoung pada Taecyeon.

“Bagaimana denganku? Apa kau tidak mau mendengar suara karismaku ini?” tambah Junho.

“Ya!! Bagaimana jika kita berduet dengan para wanita di sana?” teriak Nichkhun.

“Benar juga hyung! Fany Noona ayo tunjukkan suaramu.. Yoona Noona kau jugaa. IU noona, kau cukup dari sana saja ne?” ujar Junho.

“Baiklah. Sekarang kita akan bernyanyi duet. Kita hompimpa dulu bagaimana? Biar adil.”

“Ya! Kalau hompimpa, aku tidak bisa dengan Fany cintaku dong?”

“Oppa…” malu Tiffany.

“Ayolah hyung, ini hanya berduet, kau bisa melakukan apapun setelah ini.” Ujar Chansung cemberut.

“Aigoo, uri maknae iri ternyata…..” rangkul Minjun dan Taecyeon.

“Kajjaa….”

“Cha! Baiklah sekarang sudah ditemukan pasangan untuk duetnya. Aku bacakan ne? Jun K hyung dan IU, Tiffany noona dengan Wooyoung, Taecyeon hyung dan Yoona noona, dan yang terakhir Junho, Chansung dan Nichkhun hyung.”

 “Oke, kita langsung mulai saja ne duetnya. Lagunya sesuai dengan hati kalian. Dimulai dari Tiffany noona dan aku.” Ujar Wooyoung.

“Aigoo, mau nyanyi apa yaa mereka? IU kau jangan cemburu ne? Fighting!” ujar Minjun.

“Aigoo Oppa, aku tidak pernah cemburu dengan Wooyoung Oppa di depannya. Hehehe.”

“Baguslah. Kalau begitu nanti saja ya marah-marahnya.”

Kini, telah tiba gilirannya Taecyeon dan Yoona. Mereka tampak malu-malu karena dulu mereka pernah digosipkan bersama, dan kini mereka kembali dipertemukan walaupun Yoona sekarang telah menjadi istri Minjun.

“Mwoya? Apa yang kalian lakukan?” teriak Minjun.

“Hyung, bukankah mereka adalah pasangan scandal masa lalu ya?”

“Benar-benar. Waaaaahhh… sekarang mereka satu panggung lagi setelah pensiun puluhan tahun.” Teriak Wooyoung.

“Kajja hyung bernyanyi.”

geuraeyo nan neol saranghae eonjena mideo 
kkumdo yeoljeongdo da jugo sipeo
nan geudae sowoneul irwojugo sipeun(sipeun) haengunui yeosin
sowoneul malhaebwa! (I’m Genie for you, boy!)
sowoneul malhaebwa! (I’m Genie for your wish.)
sowoneul malhaebwa! (I’m Genie for your dream.)
naegeman malhaebwa! (I’m Genie for your world.)

“Woaaah.. aku tidak menyangkaTaecyeon akan mengambil lagu itu.”

“Bukankah itu lagu yang kita ambil saat syuting Dream High ya Oppa?” ujar IU.

“Kau benar. Taecyeon hyung mungkin sedang nostalgia.” Wooyoung mendapat lirikan dari Minjun.

“Mianhae hyung, tapi sekarang Yoona noona milikmu. Silahkan nanti saja ne marah-marahnya.” Senyum gummy Wooyoung.

“Woaaaah.. kalian terlihat cocok ne?”

“Junhoo!!!” geram Minjun.

“Nah, sekarang pasangan duet terakhir kita berjumlah tiga orang. Inilah mereka… Nichkhun hyung, Junho, dan Chansung…”

Yume no tochuu de bokura wa deatte ima mo 
Sorezore no mirai he mukatte aruite iru
Futo tachidomatte isogashii nichijou wo nukedashi
Kimi no natsukashii egao ni omoihaseru

Aitakute aenai toki ga bokutachi no ai wo
Tsuyoku kaete kureru to negai shinjite
FOREVER
Sotto kawashita KISU ima demo omoidasu hitori no yoru wa
Setsunakute nukumori koishii kedo

Onaji sora no shita ni kimi ga ikite iru dake de
Boku no mainichi ga hora hikari afurete yuku yo
Sayonara no namida kakushite waratteta kimi ni
Boku wa kanarazu ai ni yuku nda
Matte ite hoshii

Aitakute aenai toki ga bokutachi no ai wo
Tsuyoku kaete kureru to ima wa shinjite
Futatsu no michi ga mata meguri kasanaru koto wo
Donna toki demo kimi no ai wo shinjiru Forever
La La La…

Forever. Lagu penutup reuni malam ini. Diakhir reuni mereka, mereka sangat terharu dan menangis bersama. Tawa canda yang tadi mereka lakukan sirna saat lagu ini dinyanyikan oleh Junho, Chansung, dan Nichkhun. Ingatan mereka menjadi flashback karena lagu itu.

Masa-masa sulit mereka menjadi terbayang kembali, dan masa-masa bahagia mereka juga mengitari keenam otak namja itu. Bahagia. Hanya itulah yang dapat dirasakan keenam namja itu setelah reuni malam ini. Mereka rindu akan masa-masa itu.

Namun usia mereka terus mengejar dan mau tidak mau harus berpisah.

“Mungkin akan lebih sulit untuk kita saat bertemu. Kita tidak di negara yang sama, jika di negara yang sama pasti juga sibuk dengan urusan masing-masing.”

“Berjanjilah kalau kalian tidak akan mengubah nomor kalian sampai kalian tua. Aku merasa jauh ketika kalian susah dihubungi.”

“Mianata, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga aku lupa menghubungi kalian.”

“Mulai sekarang, kita harus saling menyapa bagaimanapun keadaannya. Kita harus bisa seperti dulu yang selalu bersama.”

“Ne. Aku akan berusaha melakukannya. Jika aku lupa, ingatkan aku ne?”

“Geurom. Jika kalian ingin bertemu seperti ini lagi, aku akan batalkan urusanku demi pertemuan ini. Ini adalah pertemuan berharga setelah puluhan tahun lalu.”

Masing-masing dari mereka telah mengungkapkan apa yang ingin mereka katakan, agar dikemudian hari tidak terjadi kesalahpahaman lagi. Keenam namja itu saling berpelukan dengan tangis yang menderai.

>>>>>>>> FOREVER 2PM <<<<<<<<

Selamanya, 2PM adalah satu dan satu untuk 2PM.

2PM yeongwonhi saranghae…

5 thoughts on “[Vignette] Forever”

  1. HUAAA.. walaupun bukan fans 2PM tapi bener sedih baca ini gak kebayang tapi bakal terjadi, syediihh..

    Lah, itu Nickhun kenapa sama Tiffany? Balikan gitu ceritanya? Oke, maafkan aku yg berharap pasangan KhunToria, wkwk..

    Suka

  2. hi there again!

    okay, baca fict ini seakan menyadarkanku kalau well para idol yang kita kagumi pasti akan ada masanya :”)
    saat waktu terus bergulir dan mulai berubah semua seolah jadi kenangan :”)
    hng semoga masa jaya para idol masih bertahan lama ya :”)

    and see ya^^

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s