[Vignette] SKIRT

Skirt

SKIRT

Scriptwriter: Zircon FD

Duration: Vignette

Genre: Romance, Songfic

Rating: Teen

Cast: Monsta X Lee Minhyuk || Kim Young Ran(OC)

Disclaimer: Plot original dari pemikiran saya. Mungkin cerita ini terkesan gaje yah. Jadi  harap dimaklumi. Jika ada kesamaan cerita dan nama yang pernah kalian temuin, itu secara gak sengaja. Namanya juga manusia, pasti pemkirannya gak jauh-jauh banget bedanya.

Warning: Penggunaan diksi dan istilah yang gak beraturan, typo juga bertebaran di mana-mana.

Terima kasih buat admin yang sudah sudi ngepost FF abal-abal ini. Jeongmal Kamsadeurioyo… #bow

Original post on Zircongalaxy.wordpress.com

Let’s walk on this street, everyone will be jealous

You’re gonna tell me that you love me today

 

Hari ini hari minggu dan matahari bersinar begitu cerah. Begitu  menghangatkan, mengingat sekitar hampir 3 bulan lamanya kota Seoul ditutupi salju tebal hingga hawa dingin terasa sampai ke tulang-tulang. Momen yang sangat cocok untuk pasangan muda-mudi menghabiskan waktu akhir pekan mereka di luar rumah. Hanya sekedar menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di Seonyudo, duduk-duduk di taman tersebut sembari berbincang ringan dengan ditemani indahnya kuncup-kuncup bunga ume yang mulai bermekaran, bukankah romantisme sederhana seperti ini dapat membuatmu tersenyum?

Sepertihalnya Young Ran, gadis 22 tahun dengan tinggi 170cm itu benar-benar tersenyum hanya dengan ekspektasi sederhananya tentang bagaimana ia akan menghabiskan hari minggunya dengan seseorang yang hampir satu tahun ini dengan nyamannya mengambil satu tempat penting di hatinya. Ya, ia begitu bahagia, tentu saja. Tapi sebelum pria berambut blonde yang tengah berjalan di sampingnya itu tiba-tiba berubah mood dan tidak berucap sepatah katapun. Dengan ekspresi datarnya tiba-tiba lelaki itu―kekasihnya―malah mengajak pulang sebelum sempat menikmati indahnya bunga-bunga ume membuka kelopaknya.

“Lee Minhyuk!”

Ya! Minhyuk-ah!” menarik kemeja putih lengan panjang bermotif sepatu yang dikenakan oleh kekasihnya ketika panggilannya benar-benar tidak mendapat respon.

Lelaki itu, Minhyuk, hanya menoleh malas ketika dengan terpaksa harus memutar tubuhnya ke arah Youngran. “Wae?”

Ya! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, issh..” gerutu Youngran kesal, bertambah kesal lagi ketika Minhyuk malah memutar bola matanya malas kemudian kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat terhenti akibat ulahnya. “Ahh, jinjja!” dan pada akhirnya Youngran turut mengikuti langkah kaki Minhyuk yang terkesan tergesa.

Tak lama sampai rasa jengah Youngran kembali  membuncah. Gadis berambut coklat itu menghentikan sepasang sepatu sneakernya. Melipat kedua tangannya di depan dada seraya menatap kesal ke arah punggung lelaki yang berjalan beberapa langkah di depannya itu. Merasa tidak mendengar langkah Youngran, Minhyuk akhirnya menoleh ke belakang mendapati gadisnya tertinggal beberapa langkah di belakangnya. “Wae ddo?” tanyanya dibarengi dengan tarikan nafas yang cukup dalam.

Ya! Sebenarnya apa yang salah denganku? Tiba-tiba saja kau jadi diam dan mengajakku pulang tanpa sempat menikmati indahnya bunga-gunga ume itu, ya Tuhan…” gerutu Youngran yang hanya mendapat gelengan kepala ringan dari Minhyuk. Lelaki berambut blonde itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana selutut berwarna biru yang ia kenakan. Menatap Youngran dengan kesan meniliti. Dari ujung rambut coklatnya yang terlihat kontras dengan kulit putihnya, kaos stripe tanpa lengan yang tertutup oleh varsity hitam yang minhyuk lemparkan beberapa waktu lalu pada gadisnya itu, skirt 10cm di atas lutut berwarna denim, hingga turun pada sneaker abu-abu dengan sol berwarna putih sebagai alas kakinya. Lelaki itu kembali menaikkan pandangannya, kembali meniliti bagian wajah gadisnya itu. Kedua mata belo yang terlihat begitu berbinar, hidung mancung, serta bibir tipis berwarna merah jambu membuat kombinasi sempurna pada wajah Youngran.

Minhyuk sangat bersyukur pada Tuhan karena memberinya kekasih yang begitu rupawan, tapi Minhyuk juga tidak berterima kasih pada Tuhan untuk itu.

“Ah! Sepertinya aku benar-benar akan gila.” ujarnya seraya mengacak rambutnya kasar kemudian kembali berbalik melanjutkan langkahnya. Meninggalkan Youngran yang tengah menggigit bibir bawahnya geram sementara matanya terpejam sejenak.

 .

.

.

For some reason

I feel smaller when I’m in front of you

But I wanna see you now

My pounding heart beats for you

 

When they see your pretty eyes

How can nothing happen?

Look over there, look at all those guys

They’re only staring at you

 

When they see your sexy legs

How can they see anything else?

Look over there, look at all those guys

They’re all my enemies

Disinilah akhirnya mereka berada. Duduk diam di sofa abu-abu yang baru sebulan lalu Minhyuk beli. Lelaki berwajah feminim itu menjatuhkan tubuhnya begitu saja ke arah sofa, meletakkan kepalanya pada sandaran sofa lalu memejamkan matanya. Membiarkan bias jingga mentari sore menerpa rambut pirang yang senada dengan kulit seputih susu miliknya. Sementara Youngran lebih memilih meneguk sebotol air mineral dingin yang baru saja ia ambil dari kulkas Minhyuk setelah sebelumnya melemparkan tasnya asal ke arah sofa.

Keduanya masih belum mau membuka pembicaraan, masih betah berada dalam keterdiaman yang sudah berlalu sejak hampir 10 menit yang lalu. Minhyuk masih sibuk berkutat dengan smartphone berwarna emas di tangannya, sesekali mengerucutkan bibir tipisnya ketika tulisan ‘game over’ muncur pada layar smartphonenya. Sungguh, melihat Minhyuk seperti itu membuat Youngran menjadi gemas dan sebal secara bersamaan. Gemas tatkala lelaki kelahiran tahun 1993 itu terlihat begitu imut dan menggemaskan, ingin rasanya mencubit pipinya yang menggembung dan mengecup bibir pinknya yang tengah mengerucut, oops! Ya, Tuhan Kim Youngran. Namun secara bersamaan rasa kesal itupun turut hadir mengingat bagaimana lelaki itu merusak ekspektasi kencan Youngran di hari minggu ini. Sungguh, jika tidak ingat jika Minhyuk tampan Youngran pasti sudah melempar bantal yang ia pegang tepat di wajahnya saat ini.

“Ya! Lee Minhyuk!”

“Eungh..”

“Minhyuk-ah!”

“Apa?”

“Ya!!”

Minhyuk menarik nafas dalam, meletakkan smartphonenya di sofa kemudian menatap Youngran. Sedikit tersentak kaget ketika tiba-tiba Youngran ikut menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, tepat di sampingnya. kemudian tangannya menyelinap di balik lengan Minhyuk, memeluknya dari samping.

“Wae? Eoh? Kenapa kau marah padaku? Katakan apa salahku, Lee Minhyuk.” ujarnya seraya mengeratkan pelukannya. Sementara itu Minhyuk dengan susah payah harus kembai mengatur nafasnya yang sempat terhenti akibat gerakan mendadak Youngran. Jujur, Minhyuk selalu merasa jantungnya berdetak berkali-kali lipat saat berada di jarak sedekat ini dengan Youngran. Entahlah, ia pun tak tahu mengapa. Kalian tahu? Seperti ada aliran listrik yang secara mendadak merusak perputaran darah Minhyuk, membuat syaraf-syarafnya  kaku, dan pada akhirnya ia hanya bisa terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata yang tak berkedip.

Minhyuk ingat bagaimana pertama kalinya ia bertemu dengan Youngran. Saat tiba-tiba Youngran memeluknya untuk melarikan diri dari seorang pria gendut yang menyatakan cinta padanya. Ya, ia ingat. Bagaimana saat tiba-tiba waktu seperti berjalan begitu lambat hingga semua gerakan―yang Minhyuk anggap―indah Youngran terekam jelas di otak visualnya. Bagaimana bulu mata lentik Youngran bergerak ketika ia berkedip, bagaimana kedua sudut bibir Youngran membentuk bulan sabit, dan di mata Minhyuk saat itu kelopak-kelopak bunga tengah berjatuhan dengan disinari cahaya peach yang muncul dari sekitar tubuh Youngran. Berlebihan memang, tapi itulah yang Minhyuk rasakan saat itu.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” sergah Minhyuk mencoba melepaskan pelukan tangan Youngran. Youngran menggeleng menolak untuk melepaskan pelukannya. Minhyuk hanya menghembuskan nafas pelan ketika Youngran terus mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaannya.

“Jangan memakai baju ini lagi.” ujar Minhyuk akhirnya bersuara. Merasa tak mengerti Youngran akhirnya melepaskan dekapannya untuk menatap Minhyuk lebih dalam. Dan Minhyuk yang mendapat kesempatan akhirnya lebih memilih berdiri, memunggungi Youngran lebih tepatnya.

“Saat aku berada di dekatmu aku merasa seolah..aku bukan apa-apa, aku tak sebanding denganmu. Apa lagi saat pria-pria lain di luaran sana menatap lapar ke arahmu seakan ingin mengulitimu dari kepala sampai kaki, oh sungguh.. jika tidak ingat memakan sesama manusia itu melanggar hukum rasanya aku benar-benar akan memakan mereka hidup-hidup.” tukasnya lagi, mengusap kasar dahinya di akhir kalimat.

“Ketika menatap mata indahmu, bagaimana mungkin sesuatu tidak terjadi? Mereka terus menatapmu. Bagaimana jika mereka jatuh cinta padamu? Lalu berusaha merebutmu dariku, dan kau meninggalkanku?? Oh sungguh aku tidak mau membayangkannya.” ujarnya lagi sambil bergidik ngeri setelah selesai berucap. Minhyuk kini kembali duduk di sofa, di hadapan Youngran, kemudian secara perlahan membawa kedua tangan Youngran ke dalam genggamannya. Tidak ada kata main-main dalam tatapan Minhyuk saat ini, dan tatapan seperti inilah yang membuat Youngran tidak pernah ingin melepas lelakinya ini.

“Aku mohon. Aku akan membelikanmu banyak baju, jadi… jangan pernah memakai pakaian seperti ini lagi. Kau mengerti? Kau tidak tahu bagaimana pria-pria di luar sana menatp tubuhmu dari atas ke bawah kembali ke atas lagi. Bagaimana bisa mereka melihat ke arah lain jika kau terlihat begitu…sexy. Tidak ada yang boleh melihatnya, hanya aku, ok??” ungkapnya lagi yang kali ini membenahi varsity hitam miliknya yang masih menempel di tubuh gadisnya, sesekali menepuk-nepuknya sekedar menghilangkan debu-debu kecil tak kasat mata yang menempel di bagian pundaknya.

“Aaahh!! Bagaimana ini?? Aku tidak tahu harus berterima kasih atau tidak pada Tuhan. Kenapa Tuhan bisa menciptakanmu begitu cantik? Aaahh??!!” kali ini Minhyuk tiba-tiba merengek, menendang-nendangkan kakinya di udara sementara badannya bergerak tak karuan di atas sofa. Oh, astaga, bagaimana bisa lelaki itu bisa berubah kekanakan seperti itu?

I want you girl

What can I do to have you?

I still can’t show you all of my heart

But I can do anything for you

At least once a day, I think of your smile

I don’t think I can find a girl like you anywhere else

When I think of you, my heart trembles

There is no other girl who is prettier than you

“Bodoh!” rutuk Youngran yang kemudian berhambur dalam pelukan Minhyuk. Dan sekali lagi Minhyuk merasakan tegangan yang sama seperti yang dirasakannya tadi. Ia tak memungkiri jika dirinya belum sepenuhnya bisa mengungkapkan semua yang ia rasakan pada kekasihnya. Karena ini, ya karena ini. Karena jantungnya seakan ingin meledak jika Youngran berada di jarak sedekat ini dengannya.

“Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu? Apa kau pikir aku gadis yang dengan mudah bisa jatuh cinta?? Bukankah aku sudah pernah bilang jika aku hanya akan menikah denganmu, aku akan menghabiskan semua waktumu, dan.. bukankah aku juga sudah bilang kalau kau harus menjadi ayah dari anak-anakku kelak??” marah Youngran, mempoutkan bibirnya kemudian menjitak kepala Minhyuk hingga pria itu meringis kesakitan.

Minhyuk ingat, dan akan selalu ingat saat Youngran bilang akan membuatnya menikah dengan Youngran, membuat Minhyuk menjadi ayah dari anak-anak Youngran kelak. Ya, Minhyuk akan selalu mengingatnya. Tapi tak dipungkiri jika Minhyuk tetap merasa khawatir ketika ia membayangkan bagaimana jika suatu saat nanti Youngran tiba-tiba meninggalkannya. Pemikiran-pemikiran seperti itu yang selama ini terus menghantui Minhyuk.

Baginya hanya dengan memikirkan bagaimana gadisnya tersenyum itu sudah membuatnya turut tersenyum. Seakan hanya dengan senyum gadisnya ia akan merasa seakan bisa hidup seratus bahkan seribu tahun lagi. Baginya tak ada Youngran lain di dunia. Hanya satu-satunya yang bisa membuat dadanya bergetar cukup dengan menatap matanya. Hanya satu-satunya yang bisa membuat Minhyuk kehilangan kata-katanya hanya dengan bagaimana gadis itu tersenyum. Baginya Youngran adalah gadi stercantik yang pernah ia temui. Ia tak tahu bagaimana harus hidup normal jika gadis itu meninggalkannya.

Before the day is over

I want you to be in my arms

I want you more than anyone else

I want you baby

Every day, I want you to be my girl

I pray again today, yeah Amen

Kedua lengan Minhyuk kini melingkar di pinggang Youngran. Membenamkan wajahnya pada bahu wanita itu. Menghirup feromon gadis itu dalam-dalam. Membiarkan binar senja sore ini mengiri bagaimana romantisme keduanya kembali terjalin. Membiarkan sepi merasuk menemani kebersamaan mereka. “Lee Minhyuk, saranghae.” ujar Youngran berbalik menghadap ke arah Minhyuk, kemudian dengan cepat mendaratkan sebuah kecupan di kening Minhyuk.

“Saranghae.” mengecup pipi kiri Minhyuk.

“Saranghae.” kemudian berganti pada pipi kanan Minhyuk.

“Saranghae.” dan berakhir dengan mengecup singkat bibir tipis merah jambu milik prianya itu.

Youngran kemudian tersenyum, memamerkan senyum terbaiknya pada prianya. Berniat berbalik tapi Minhyuk lebih dulu menahannya. Lelaki itu dengan cepat menarik pinggang Youngran, dan dengan cepat pula mempertemukan bibir keduanya. Memejamkan matanya semakin rapat kala Minhyuk memperdalam ciumannya. Tubuhnya seakan membeku meskipun jantungnya memompa darah berkali-kali lipat lebih cepat dari biasanya. Youngran merasa seakan jantungnya merosot ke dasar perut ketika lelaki tak kunjung melepaskan tautan bibir keduanya. Kedua tangannya meremas kemeja yang Minhyuk kenakan.

Ia mulai membuka matanya ketika merasakan lelaki itu telah melepas tautan bibir keduanya. Tersenyum sipu kemudian berhambur ke dalam pelukan pria bermarga Lee itu. “Aku berharap Tuhan tidak akan memisahkan kita.” tuturnya kemudian mengukir senyum dalam dada Minhyuk.

Ya, dan Minhyuk pun selalu berdoa agar Youngran selalu menjadi wanitanya.

MONSTA X – AMEN

One thought on “[Vignette] SKIRT”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s