A Marriage? Really? (Chapter 1)

A Marriage Really

A MARRIAGE? REALLY? (Chapter 1)

 

Scriptwriter:  Aaliyah Shakira

Main cast: Mark Tuan (GOT7), Lee Mi Joo (Lovelyz)

Duration: Chaptered

Rating: 15

Genre: Romance, School life, Marriage Life, Friendship, a little Comedy

 

 

 

A MARRIAGE? REALLY?

Bercerita tentang Mark Tuan, anak dari pengusaha kaya terbesar di Taiwan dan Lee Mi Joo yang merupakan anak dari pemilik 8 hotel bintang lima yang dijodohkan oleh masing-masing kedua orang tuanya, namun sayangnya mereka menolak akan hal itu. Mereka juga masih sekolah, dan perjodohan itu hanya keluarga dan teman terdekat yang tau. Akhirnya, dengan berat hati mereka mau tidak mau harus menerima perjodohan itu dan akan segera menikah. Setelah menikah, mereka sering bertengkar dan adu mulut, namun semakin lama ada perasaan cinta di hati mereka masing-masing. Bagaimanakah kisah mereka? Readers penasaran kaann? Ini dari pemikiran author sendiri dan gak ada copas sama sekali, kalo ada kesamaan di ff lain yaah berarti itu cuma kebetulan hehe… Mian posternya rada jelek dan banyak lopelope nya hee, hasil ngedit sendiri pake fotogrid. komennya dibutuhkan yaaa, soo rajin2 komen oke? Dan cerita ini juga ada di wattpad, dan itu emang akun wattpad ku.

HAPPY READING

 

 

 

Seoul High School

 Lee Mi Joo’s POV

           Aku Lee Mi Joo. Gadis cantik dan kaya raya di sekolah ini kelas XII-1. Aku terkenal di sekolah ini, yah… Kalian tau sendiri kan, ayahku pemilik 8 hotel bintang lima, sedangkan ibuku juga membangun bisnisnya sendiri, yaitu desainer baju dan pemilik produk kecantikan yang terkenal di Seoul. Tapi semua hal yang kumiliki tidaklah membuatku sombong, aku justru ingin hidup lebih sederhana walaupun aku keseringan boros -_- Ayah juga sering mengingatkanku untuk lebih berhemat dan mencari pekerjaan sendiri, tapi sepertinya aku belum siap buat seperti itu. Entahlah sampai kapan aku seperti ini…

             Oh ya, ini aku sudah sampai disekolah. Dan aku menunggu seseorang di depan lokerku. Aku menunggu sahabatku, Yoo Ji Ae atau yang biasa dipanggil Jiae. Dia sahabat yang selalu mengerti kepadaku walaupun aku selalu manja terhadapnya.

Lee Mi Joo’s POV End

 

               “Hai Mi Joo!” Panggil seorang gadis dari agak kejauhan, dia Jiae.

                 “Ahh Jiae!” Mi Joo sambil melambaikan tangannya. Ia melihat Jiae yang membawa buku bertumpukan sangat banyak, dan ia tau pasti sangat berat. Ia bertanya-tanya dalam hati kenapa ia membawa buku sebanyak itu.

             “Mi Joo, hosh hosh.. Cepat kau ambil beberapa buku ini, ini sungguh berat. Cepaatt!!!” Jiae langsung memaksa Mi Joo begitu sampai di depannya. Dengan anggukan aneh Mi Joo langsung mengambil beberapa buku yang dibawa Jiae.

          “Kau kenapa membawa buku sebanyak ini, Jiae?” Tanya Mi Joo.

        “Mr. Seok menyuruhku untuk membawa buku sebanyak ini ke Miss Hyun Hee ke kelas XII-2 karena Mr. Seok ada pekerjaan lain. Jadi kau bantu ya, tolong…” Jawab Jiae sambil terengah-engah. Mi Joo hanya “oke” mengiyakan perkataan Jiae.

        “Sebentar ya aku mengikat tali sepatuku dulu” Kata si Jiae, Mi Joo hanya mengangguk dan tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang lelaki yang sangat tampan menurutnya. Mi Joo menatap nya terus sambil senyum-senyum sendiri. Kemudian lelaki itu menyadari ada yang menatapnya lalu menghadap Mi Joo dan membalas senyumannya. Tanpa disadari Mi Joo teriak di dalam hati. Ia sangat bahagia walaupun dibalas dengan senyuman.

        “Omo… Tampannya dia…” Katanya sambil memgang pipinya, untung lelaki itu sudah menghadap yang lain.

         “Siapa?” Tanya Jiae, lalu Jiae melihat target yang Mi Joo tatap.

         “Ooh, kau menatap seorang lelaki… Namanya Mingyu. Dia anak kampus sebelah” Kata Jiae

          “Dia sungguh tampan yaa… Barusan ia senyum kepadaku, lihatlah pipiku merah dan…” Pembicaraan Mi Joo terpotong karena ada lelaki yang menabraknya hingga membuat buku-buku yang ia bawa jatuh.

          “Hei!” Kesal Mi Joo. Lelaki itu menatap Mi Joo sekilas dan hanya berkata “Maaf” itu saja lalu beranjak pergi. Lelaki itu tinggi, tampan, putih, berambut merah kecoklatan. Cuek, tentunya…

       “Tidak sopan sekali dia! Dia menabrakku dan hanya berkata maaf!” Mi Joo mengepalkan tangannya kesal. Jiae mengelus-elus rambut Mi Joo,

      “Iyasih, tapi kau tidak apa-apa kan? Tapi setidaknya dia sudah minta maaf kan…” Kata Jiae yang menenangkan Mi Joo.

     “Iya tapi mana ada cara minta maaf seperti itu?! Menyebalkan tauu!!!” Gerutu Mi Joo yang masih sama kesalnya.

        “Sudah-sudah mau diapakan lagi? Ayo rapikan bukunya habis itu kita ke kantor guru untuk mengantarkan buku-buku ini” Mi Joo mengambil buku-buku yang berserakan lalu mereka berdua menuju kantor guru.

Kriingg, bel berbunyi…

Di kelas XII-1

         “Anak-anak, bapak akan memperkenalkan murid baru. Ia sangat tampan dan pindahan dari Amerika. Silahkan masuk,” Pak Leegun mempersilahkan murid baru tersebut masuk. Murid baru tersebut masuk dan berdiri di depan kelas, wajahnya Nampak tak asing bagi Mi Joo, dia yang menabrak Mi Joo tadi.

         “Loh? Dia kan yang tadi…” Mi Joo Nampak kaget, ia lalu menghadap ke belakang, kebetulan dibelakangnya itu Jiae.

         “Jiae, dia yang menabrakku tadi!” Kata Mi Joo berbisik. Jiae hanya “Yeah I know”

          “Annyeonghaseyo, namaku Mark Yi En Tuan. Kalian bisa memanggilku Mark. Mohon bimbingannya…” Mark memperkenalkan diri dengan cuek dan dingin. Murid di kalangan yeoja langsung pada suka padanya, “waah dia sangat tampan” “ya ampun tampannya “dia keren sekali” “dia perfect” dan blab la bla, semua yeoja memujinya kecuali Mi Joo. Mi Joo masih kesal atas apa yang terjadi pagi tadi.

      “Oke Mark kau boleh duduk di bangku kosong itu” Pak Leegun menunjuk bangku kosong yang berada di belakang. Mark dengan dinginnya langsung menempati bangku kosong tersebut.

       “Awas saja kau nanti, Mark Tuan!” batin Mi Joo yang menatapnya sebentar.

      Kriingg, bel istirahat berbunyi…

        “Hey-yo bro, finally! Akhirnya kau sekolah disini juga haha…” Kata Jackson yang menepuk pundak Mark. Mi Joo dan Jiae menatap Jackson heran.

“Jackson, dia siapamu?” Tanya Jiae.

“Dia sahabatku, kau ingat kan aku pernah cerita kalau sahabatku bakalan sekolah disini? Ya inilah orangnya, Mark Tuan hahaha…” Jackson dengan tawa gembiranya.

“Haiissh berlebihan kau!” Kata Mark memukul Jackson. Jiae hanya mengangguk terbengong.

“Ayo Mark kita ke kantin! Duuh biasa sahabat-sahabatku yang lain meninggalkanku duluan” Kata Jackson. Lalu tiba-tiba…

“Hey Mark, tunggu!” Mi Joo memanggil Mark dengan nada kasar. Mark lalu menoleh ke Mi Joo.

“Kau yang menabrakku tadi dan langsung pergi begitu saja!” Bentak Mi Joo.

“Lalu?” Tanya Mark dengan santainya.

“Harusnya kau minta maaf padaku!” Lanjut Mi Joo.

“Aku kan sudah meminta maaf kepadamu” Jawab Mark dengan berpendirian dingin dan santai.

“Iya tapi kan kau tidak sopan meminta maaf seperti itu! Kau harus minta maaf ulang kepadaku!”

“Begitu saja kau permasalahkan? Hah…” Jawab Mark dengan smirk-nya.

“Uurggh tidak mau tau pokoknya…” Kata-kata Mi Joo terpotong,

 “Ayo Jackson kita makan” Dengan polosnya Mark seperti itu, mereka berdua langsung ke kantin. Mi Joo yang kesal terhadap sikap Mark tadi malah jadi tambah kesal.

“Issh bisa-bisanya dia ya!” Kata Mi Joo. Jiae mengelus-elus punggung Mi Joo

“Sudahlah lupakan saja, ayo lebih baik kita ke kantin saja…” Ajak Jiae. Mereka berdua langsung menuju ke kantin.

Mark POV’s

           Aku Mark, anak baru pindahan dari Amerika. Aku selalu menjadi incaran para yeoja,euuh… Sungguh menyebalkan memang, tapi karena aku sering mengalami hal itu maka aku sudah biasa. Aku anak dari pengusaha terbesar di Taiwan. Kedua orang tuaku terlalu membanggakanku karena aku tampan, tinggi, keren, dan pintar. Tapi justru aku tidak suka dibangga-banggakan. Aku lebih suka cuek dan pendiam. Yah, itulah aku. Dan hari ini merupakan hari pertamaku di sekolah baruku, Seoul High School yang merupakan sekolah paling elit di Korea. Namun ada yang membuatku jengkel, yaitu ada seorang yeoja yang entah namanya tadi membentakku. Alasannya karena aku bersikap tidak sopan padanya tadi pagi. Ya, aku menabraknya. Tapi itu tidak membuatku untuk melupakan permintaan maaf. Aku sudah meminta maaf namun bagi dia itu tidak cukup. Ahh ya sudahlah, aku tidak usah peduli dengan yeoja itu. Is that problem?

                 Aku punya sahabat disini, well… Sahabat lama, namanya Jackson. Jackson Wang. Katanya ia memiliki 5 sahabat juga, tapi aku lupa namanya. Aku akan berkenalan dengan mereka di kantin ini.

Mark POV’s End

SKIP  (Jackson memperkenalkan Mark kepada 5 sahabatnya, Youngjae, Junior, JB, Yugyeom, dan Bambam. Mark sudah agak akrab dengan kelima sahabat Jackson)

 

SKIP

 

Pulang sekolah *cepet banget yak

            Murid-murid sudah pulang sekolah. Mi Joo dan Jiae sudah didepan gerbang sekolah. Di dekat situ terdapat Mark dan Jackson serta kelima sahabat barunya. Mi Joo tetap bersikeras ingin menyuruh Mark untuk minta maaf lagi karena Mi Joo belum memaafkan yang tadi pagi. Akhirnya dengan hati yang kuat, Mi Joo memberanikan diri menuju Mark. Mark yang menyadari akan kedatangan Mi Joo langsung mendekati Mi Joo.

           “Kau ingin aku untuk minta maaf lagi? Baik, aku sangat minta maaf ya atas kejadian tadi pagi. Semoga kau memaafkanku dan tidak mempermasalahkan itu lagi ok?” Kata Mark dengan senyum. Mi Joo yang mendengar itu langsung tersentak dan tidak bisa berkata apa-apa.

         “Kau mau berkata apa lagi? Tidak ada? Baiklah… Aku pergi dulu ya” Lalu Mark mengajak keenam sahabatnya pergi.

         “Itu siapa? Yeojachingumu?” Tanya BamBam sambil berjalan.

          “Haissh bukan!” Kata Mark. Mereka pun pergi. Kemudian Jiae mendekati Mi Joo yang masih mematung di tempatnya.

         “Ekhm sepertinya kau kalah, Mi Joo… Dia hebat” Kata Jiae sambil melipat tangannya.

          “Isshh dasar namja menyebalkan!” Gerutu Mi Joo sambil menginjak-injak kakinya.

            “Bukannya kau ingin ia meminta maaf padamu dengan baik? Itu yang kau inginkan bukan?” Kata Jiae lagi.

             “Ahh sudahlah tidak usah dibahas lagi! Aku sudah kesal!” Mereka pun akhirnya pulang bersama naik bus.

Rumah Mi Joo

         “Ayah, ibu! Aku pulang…” Seru Mi Joo.

         “Waah Mi Joo sayang, kau sudah datang. Bagaimana sekolahmu?” Tanya Ayahnya. Kemudian mereka bertiga duduk di sofa.

          “Ada namja yang menyebalkan. Aku kesal sekali, tapi sudahlah, aku tidak ingin membahasnya…”

          “Ohh begitu, ya sudah kalau begitu tidak usah diingat terus. Nanti kau pusing sendiri” Pinta ibunya. Mi Joo mengangguk paham. Lalu ayahnya ingin berbicara sesuatu.

            “Mi Joo, setelah ini kau harus bersiap-siap ya, kita akan makan malam di rumah keluarga teman ayah dan ibu. Mereka sangat baik, dan ini juga penting, kau tidak boleh melewatkannya. Mereka juga memiliki anak laki-laki yang sangat tampan. Ibu dan ayah ingin memperkenalkannya padamu. Dia laki-laki yang sopan dan baik hati. Dan, kau juga harus berpakaian yang bagus ya, dandan yang cantik” Jelas ayah Mi Joo.

             “Baiklah ayah, kalau begitu aku bersiap-siap dulu ya…” Kata Mi Joo, ia langsung menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas.

               Mi Joo tidak tau apa yang direncanakan kedua orang tuanya, yang ia lakukan hanyalah menuruti perintah dari ayahnya tersebut. Ia bersiap seperti mandi lalu memakai dress indah serta aksesoris dan mendandani dirinya sendiri. Ia cukup pandai dalam hal seperti ini.

Suasana di rumah Mark

             Mom! I’m home”  Mark memasuki rumahnya, dan disitu ia menemui ibunya.

             “Hey my sweety, Mark. Kamu sudah pulang ternyata…” Kata ibunya yang langsung menghampiri Mark.

           “Oh ya Mark, duduklah. Ibu mau bicara sesuatu, sangat penting” Ibunya lalu menyuruh Mark untuk duduk.

          “Begini, nanti malam kita kedatangan tamu, sangat istimewa. Mereka keluarga dari teman mom dan dad. Nanti kita akan makan malam bersama. Jadi nanti kau harus bersiap-siap oke…” Kata ibunya Mark sambil mengelus rambut anaknya.

            “Oke, mom” Mark memang manis kalau didepan orang yang ia sayangi, seperti keluarga termasuk ibunya.

            “Good boy… Dan nanti mom juga ingin kau berkenalan dan bersikap baik pada anaknya. Anaknya perempuan loh, jadi kau jangan bersikap kasar padanya, understand?” Kata ibu Mark sambil menunjuk jari telunjuknya pada Mark. Mark berkata “Yes, I understand” lalu ia masuk ke kamarnya namun sebelumnya ia mencium pipi ibunya.

 Malamnya…

             Malamnya keluarga Mi Joo atau keluarga Lee sudah siap pergi naik mobil ke rumah keluarga Tuan alias keluarga Mark. Mark? Ya, tentu Mark! Masing-masing pihak keluarga sengaja merahasiakan rencana ini untuk tidak memberitahu putra dan putri mereka kalau mereka akan DIJODOHKAN. Ayah dan ibu Mi Joo saling senyum satu sama lain ketika di mobil, sedangkan Mi Joo asyik chat dengan Jiae.

              Mereka pun akhirnya sampai di rumah kediaman Tuan. Ya, sangat besarnya rumahnya. Keluarga Mi Joo segera turun mobil dan disana mereka disambut hangat oleh ayah dan ibu dari Mark.

             “Hai… Waah akhirnya sampai juga,” Sambut ibunya Mark.

              “Iya iya, waah ini anaknya ya, Lee Mi Joo, benar?” Tanya ayahnya Mark yang meihat Mi Joo. Mi Joo mengangguk iya dengan tersenyum.

               “Iya, ini Lee Mi Joo, putri kami…” Kata ibunya Mi Joo.

              “Benar-benar cantik ya, sangat cantik…” Puji ayahnya Mark.

               “Terima kasih” Kata Mi Joo sambil menunduk.

               “Ayo masuk, putra kami pasti sudah menunggu” Ibunya Mark mempersilahkan keluarga Lee untuk masuk ke rumah keluarga Tuan. Akhirnya mereka pun masuk. Di dalam rumah tersebut terdapat perabotan mewah yang jelas sangatlah mahal. Mi Joo sama sekali tidak kaget akan hal tersebut karena dirumahnya ia juga sudah punya. Pakaian yang keluarga Lee dan keluarga Tuan pakai juga mewah serta bagus.

            “Mark? Mark sayang? Ayo turun, nak” Perintah ibunya Mark. Lalu terdapat namja yang turun dari lantai atas,

              “Ya, mom” Kata Mark yang sudah memakai setelan setelan serta jas hitam yang mengkilap yang sedang turun tangga.

                “Tunggu, apa? Mark? Mark Tuan?” batin Mi Joo yang kaget melihat Mark yang turun dari tangga.

                 “Dia? Dia yang membentakku tadi kan waktu disekolah?” Batin Mark yang sama kagetnya dengan Mi Joo.

                  “Ibu, nama belakang keluarga ini apa?” Tanya Mi Joo yang bertanya berbisik pada ibunya, hanya ingin memastikan.

                   “Tuan” jawab ibunya.

                  “Mwo? Apaan ini??? Ternyata makan malam dengan keluarga namja menyebalkan ini? Haiissh jinjja!!!” Batin Mi Joo yang kesal dalam hati.

                  Mark sudah sampai dilantai bawah, ia lalu menghadap Mi Joo.

                 “Kau?” Tanya Mark pada Mi Joo. Kedua keluarga tersebut pada bingung,

                 “Ohh, jadi kalian sudah saling mengenal?” Tanya ibunya Mark.

                 “Uhm-uhm-eh, i-iya.. Kita satu sekolah, bahkan satu kelas” Kata Mi Joo gagap.

                 “Waahh baguslah kalau begitu, kalian sudah mengenal duluan ya. Memang Mark baru pindahan, jadinya ia murid baru… Dan tidak disangka kalau kalian juga satu sekolah, bahkan satu kelas” Kata Ayahnya Mark. Mi Joo tersenyum tipis namun Mark hanya terdiam dengan sifat dinginnya. Ia nampaknya juga agak kesal.

                “Baiklah kalau begitu ayo kita makan malam saja” Ajak ibunya Mark. Lalu mereka pun makan malam di ruang makan yang sudah didekorasi indah. Dengan rasa canggung, Mark dan Mi Joo berjalan ke arah ruang makan.

Waktu makan malam                                                           

             Suasana makan malam menjadi canggung dimata Mark dan Mi Joo. Bagaimana tidak? Mereka sempat bertengkar ketika disekolah tadi, dan ternyata tanpa mereka ketahui kedua orang tua mereka ternyata teman dekat. Orang tua Mark dan Mi Joo saling berbicara tentang bisnisnya dan hal basa-basi lainnya sambil menampakkan senyuman di wajah mereka. Tentu Mark dan Mi Joo nya tidak.

               “Oh ya, Mark? Mi Joo? Ini sebenarnya yang ingin kita bahas. Sangatlah penting, tolong dengar baik-baik” Kata ayahnya Mark. Langsung Mark dan Mi Joo serius memperhatikan ayah Mark.

              “Ini tentang masa depan, lebih tepatnya masa depan kalian…” Ayah Mark mengambil nafas dalam-dalam. Mi Joo mengangguk dan Mark memperhatikan ayahnya dengan serius.

               “Kalian akan dijodohkan” Lanjut ayah Mark. Mark kemudian mebulatkan matanya sedangkan Mi Joo yang barusan minum langsung tersedak.

               “Ohok-ohok…Apa? Dijodohkan?” Kaget Mi Joo. Semua langsung kaget karena Mi Joo tersedak.

               “Kau tidak apa-apa, nak?” Tanya ayah Mi Joo. Mi Joo mengangguk iya.

             “Dad, come on! You might be kidding me! Ayah bercanda kan apa yang ayah barusan katakan?” Protes Mark.

              “Tenang sayang, tenang. Ayah tidak bercanda. Yang barusan ayahmu katakana itu benar. Kalian berdua akan kami jodohkan, kami sudah sepakat. Lagipula karena kalian satu sekolah dan kalian sudah kenal duluan, itukan bagus.” Jelas ibu Mark.

              “Kami tau ini terlalu cepat memberitahu, tapi kami ingin kalian untuk segera menikah…” Lanjut ayahnya Mi Joo.

             “Menikah? Ayah, aku kan masih sekolah dan belum melanjutkan kuliah. Bagaimana aku bisa menikah secepat ini? Apa kata teman-teman nanti? Dan bagaimana kehidupan masa remajaku? Aku masih butuh kesenangan, ayah… Belum sampai serius ini! Lagipula aku dan Mark juga baru bertemu, kita belum saling mengenal…” Jelas Mi Joo yang sudah jelas sangat tidak terima.

              “Hidup memang seperti ini, ya tidak apa kan kalau menikah muda. Malah itu melatih tanggung jawab sebagai suami istri. Lagipula ini kan baru perjodohan, belum menikah. Jadi nikmatilah kehidupan remajamu dan setelah menikah kurangi kesenanganmu. Kami juga akan memberi kalian waktu untuk saling mengenal lebih jauh. Kalian kalau dilihat juga tampak seperti pasangan serasi…” Kata ibunya Mi Joo.

                 “Ayolah… Mau ya?” Tanya ibunya Mark dengan penuh pengharapan.

                 “Kalian bisa pikirkan ini lain waktu, tidak usah terburu-buru, bahkan jawabannya tidak harus sekarang kok” Kata ayahnya Mark. Mark kesal dengan keputusan ini, bahkan Mi Joo juga serasa nyawanya melayang dan lemas seketika.

Dikamar Mi Joo

Mi Joo’s POV

               “Perjodohan? Tidak, tidak, tidaaaakkkk….Apalagi dengan namja menyebalkan itu!!!” Ia teriak dikamarnya, untung tidak didengar sampai kebawah.

                “Handphone? Handphone? Mana handphone-ku?” Mi Joo yang sudah memakai selimut dikamarnya mencari handphone-nya. Ia menelpon Menelpon Jiae.

                 “Halo? Halo? Jiae? Aku dijodohkan!”

To be continued…

 

 Hehe penasaran yaa sama cerita selanjutnya? Tenang… Aku bakal ngelanjutin chapternya ya insyaallah aku cepetin demi readers ku hehe… Ini ff pertama yang aku publish, ya allah gak nyangka bisa selesai satu chapter. Yaah gak apa ya, sori kalo jelek or gaje soalnya baru chapter satu. Dan sori juga kalo penulisannya atau paragrafnya kurang benernya soalnya kan baru pertama kali… Komennya dibutuhkan ya, makasi banyak…

 

3 thoughts on “A Marriage? Really? (Chapter 1)”

  1. hi there!
    woah! omodetou dong first publish hihihi xD

    so far it’s owkaay~
    untuk penulisannya kalau boleh saran, untuk penulisan kata ‘tau’ lebih dibakukan “tahu” hehhehehe😀

    terus kaya yg menerangkan keterangan waktu/tempat kayak “di rumah mark” “malemnya” dll, coba dibuat masuk ke paragraf yang bisa menerangkan kalau itu udah beda tempat/beda waktu. buat skippan waktu bisa pake skip kaya di cerpen misal pake “***” atau pake apa gitu hehhehe

    semoha bermanfaat

    see ya~

    Suka

  2. Ah, mereka masih sekolah yah…

    Next… Keep Writing^^

    Saya nitip sesuatu ya Thor…

    Kamu suka nulis-nulis FF tentang K-Pop, tapi gak tahu mau di-post dimana. Kirimkan saja FF kalian di https://kpopfanfictionindonesiablog.wordpress.com/ . Sebelum itu baca dulu aturannya https://kpopfanfictionindonesiablog.wordpress.com/send…/ . Untuk para newbie gak usah takut/malu/ minder, kirimkan saja fanfiction kalian, ok. Itung-itung buat tempat belajar. Karena seorang yang hebat pasti butuh perjuangan sebelum hal itu terjadi.

    Jika ada yang ingin berbagi link blog kalian dengan KFI bisa langsung klik link ini https://kpopfanfictionindonesiablog.wordpress.com/bertuk…/ .

    Maaf sekali blog ini masih sepi karena baru saja dibuat. FFnya juga belum ada, tolong partisipanya ya. Agar blog ini ramai. Jangan lupa klik ikuti ya. Kamsahamnida…

    Jika pertanyaan lebih lanjut, bisa PM saya ada

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s