[Ficlet] À Côté De

À Côté De

À Côté De

By

Elisomnia

.

|| Cast: Seventeen’s Jeon Wonwoo & OC’s Aida Song | Genre: Romance, Fluff | Rating: Teen | Duration: Ficlet ||

.

“Entah sejak kapan, pukul empat sore menjadi waktu favoritku.” ––Aida

.

.

.

Ini sudah menit ke dua-puluh-dua sejak halaman novelnya menunjukkan angka 45. Namun Aida sama sekali tak telihat hendak membalikannya ke halaman 46, bahkan atensinya tak tertuju pada novel penyihir karya J.K. Rowling yang ada ditangannya tersebut.

Gadis itu melirik sekilas arloji putih dipergelangan tangan kirinya, mendecak pelan saat melihat jarum panjang masih berada di angka sebelas. Sebelah tangannya mengetuk-ngetukkan pembatas buku berbentuk Pororo tepat diatas tanda halaman. Netra kelabu itu terus merangkak kesana-kemari dengan gusar, hingga pandangannya bersiborok dengan seorang wanita paruh baya berpakaian modis yang tengah menatapnya aneh dari bangku seberang. Aida tersenyum kaku lalu menganggukan kepalanya sebagai tanda meminta maaf saat sadar sikapnya barusan telah merusak kenyamanan orang-orang disekitarnya.

Napasnya berhembus pelan kala tubuh mungilnya bersandar pada kursi kayu.  Ia meraih gelas plastik berukuran sedang berisi cokelat panas yang dibelinya saat hendak memasuki stasiun kereta bawah tanah ini. Menyeruputnya santai sambil menikmati angin musim dingin yang berhembus, membiarkan anak rambut pirangnya terombang-ambing diudara.

Setelah semua tugas-tugas sekolah yang melelahkan dan seolah tak ada habisnya, menunggu benar-benar membuat mood-nya sedikit memburuk sekarang––apalagi jika orang yang ditunggu tak kunjung datang. Gadis Song tersebut memilih mengeluarkan ponsel dan earphone dari dalam tasnya, mendengarkan beberapa musik jazz mungkin bisa memperbaiki perasaannya.

Baru beberapa detik memejamkan mata, Aida merasakan ruang kosong disebelahnya telah terisi. Gadis itu menoleh dan sedikit terkejut, buru-buru ia melihat jam tangannya; tepat pukul empat sore. Itu dia yang ia tunggu,

Si Lelaki Pukul Empat.

Diam-diam, ia menaruh perhatian lebih pada sosok manusia yang tengah memakan burger keju dan menenteng air mineral disampingnya. Matanya sipit dan terkesan dingin. Namun jika boleh jujur, mata itulah yang paling Aida suka. Tubuhnya tinggi, mungkin sekitar seratus-delapan-puluh-an. Dari samping, Aida dapat melihat name-tag lelaki itu yang bertuliskan Jeon Wonwoo.

Wonwoo selalu berada di stasiun tepat pukul empat sore, dan sesuatu yang selalu membuat hatinya bergemuruh tak karuan adalah fakta bahwa lelaki itu selalu memilih duduk disampingnya.

Jika boleh jujur lagi, Aida menyukai Wonwoo. Gadis bule itu selalu menunggu Wonwoo di stasiun agar bisa mendapatkan kereta yang sama dengannya, sehingga secara tidak langsung mereka akan pulang bersama. Mungkin dia sudah gila, karena menunggu seseorang yang tidak ia kenal dan tak mengenalnya setiap sore dan mengeluh jika orang itu tidak kunjung datang.

Aida terlalu larut dalam tatap memabukkan pria itu, hingga ia tidak sadar jika Wonwoo tengah membalas tatapannya. Pemuda itu tersenyum hangat kearahnya. Terkejut, Aida segera memalingkan wajahnya kearah sebaliknya, dengan begitu rona merah dipipinya tidak akan terlihat. Oh God, inilah kali pertama lelaki itu menunjukkan senyumannya. Benar-benar senyum yang mempesona.

Dengan segera, gadis itu beranjak, mengikuti orang-orang disekitarnya saat kereta terakhir dengan tujuan Incheon tiba. Buru-buru duduk disalah satu kuri yang kosong dan menghela napas kasar. Untuk saat ini, ia benar-benar tak ingin melihat wajah Wonwoo, dirinya terlampau malu akibat kejadian barusan––tertangkap basah sedang memperhatikan lelaki itu. Wajahnya kembali memerah. Sungguh, ia ingin mati saja rasanya. Segala pemikiran buruk bersarang diotakknya.

Lelaki itu pasti berpikir aku orang yang aneh.

Aduh, kenapa ini bisa terjadi?

Bagaimana kalau dia membenciku? Oh Tuhan.

Aida memukul kepalanya pelan dan tak henti-henti merutuki betapa bodoh dirinya.

“Permisi?”

Gadis itu menoleh kearah kiri saat suara berat menyapanya. Ya Tuhan! Matanya membulat sempurna seperti kelereng saat melihat Wonwoo yang berdiri disampingnya.

“Sisi sebelah barat yang merupakan daerah khusus laki-laki penuh. Jadi, bolehkah aku duduk disampingmu?”

Lidahnya kelu. Dengan kegugupan yang masih menguasai, Aida mencoba mengangguk pelan dan tersenyum. Dirinya hampir saja pingsan melihat Wonwoo kembali tersenyum.

Oh, inikah yang dinamakan takdir? Setelah duduk bersebelahan saat menunggu, sekarang mereka juga duduk bersebelahan didalam kereta. Gadis itu mengulum senyum tipis. Hatinya kembali berbunga. Segala pikiran mengerikan yang beberapa menit berada diotaknya lenyap entah kemana. Aida melirik jam tangannya; pukul empat lebih dua puluh tujuh.

Kurasa, setelah pukul empat sore, aku mulai menyukai pukul setengah lima sore.

fin.

À Côté De dalam bahasa Prancis berarti ‘di samping’. Ide cerita fic ini tiba-tiba muncul saat aku lagi belajar bahasa Prancis buat UKK :3

Aku tahu kok ini fanfic gaje banget xD

But, I hope you like it guys😉

Poppo, Elis.

4 thoughts on “[Ficlet] À Côté De”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s