#02_Jealous!!

#Jealous!!!

#02_JEALOUS!!

[ Lee Uchida | Kim Myungsoo, Krystal Jung | Kang Min Hyuk, Kim Hyorin | Chaptered | Romance | PG+ ]

Disclaimer: Cuma pinjem nama. Gomawo.

Previous: #01

Summary:

Dia pandai dalam hal menggoda wanita

Dia pandai dalam tersenyum

Dia bisa menghanyutkan suasana hening menjadi ramai

Dia bisa membuatku menjadi wanita dihadapannya

Dia adalah orang yang paling cerdas dalam segala hal

Tapi, aku tidak begitu suka ketika dia berdekatan dengan wanita lain

Aku memang cemburu. Wajarkan kalau aku cemburu?

Aku tunangannya!

~~~ELSTAL~~~

“Apa nanti kau akan menjemputku?” Myungsoo menggeleng. “Mian. Apa kau bisa naik taksi ke kantorku?”

“Kantormu? Kenapa ke sana?”

“Kita harus pulang bersama.”

“Shirreo!!” ambekku.

“Wae? Jangan bandel dan cepat turun.” Suruhnya.

“Myungsoo-ah!!” teriakku.

Aku berjalan memasukki gerbang kampus. Tidak banyak orang yang mau masuk di liburan semester. Mungkin mereka hanya mencari alasan untuk… berpacaran? Yeaah.. kurang lebih begitu. “Krystal!” aku menoleh ke sumber suara.

“Huwaaaa!!!” teriakku terkejut. “Kang Min Hyuk! Kau mengejutkanku!”

“Krystal, otte apa gaya rambutku ini bagus?” ujarnya sambil memegangi rambutnya.

“Ya Kang Min Hyuk! Gaya rambutmu seperti sarang hewan.” Tawaku.

“Jincha? Padahal ini gaya terbaru.” Aku tertawa melihat keluguan Minhyuk.

Myungsoo sangat terburu-buru masuk kantornya. Ia memencet beberapa kali nomor lantai pada tombol lift. Myungsoo membuka kasar pintu ruang kerjanya. “Ohh!!! Jincha!!!!” teriaknya.

“Sajangnim, Anda sudah di tunggu ruang meeting oleh direktur.”

“Mwo? Kenapa tiba-tiba?”

“Entahlah Sajangnim.”

“Apa berkas-berkasku di bawa direktur?”

“Joseunghamnida Sajangnim, direktur menyuruhku untuk mengambilnya.” Sekretaris Kim menunduk.

Direktur Choi beberapa kali melihat jam tangannya. Lima belas menit berlalu dan meeting belum juga mulai. Padahal tidak hanya direktur Choi dan Lee saja yang hadir, namun ada direktur Buck dari Thailand yang juga ikut hadir. Bukankah itu sedikit memalukan?

Myungsoo datang bersama sekretaris Kim dengan raut wajah biasa saja. “Joseunghamnida direktur Choi. Joseunghamnida direktur Lee, and i’m sorry Buck director from Thailand i’m came soo late. I’m sorry.” Ujar Myungsoo menunduk.

“Gwaenchana. Mari kita mulai meetingnya. Kim sajangnim, ada berkas yang harus Anda lihat kembali.”

“Ne?”

“This document not valid. Can you clarification about that?”

“I’m sorry. I will check that. Once more i will check that.”

“Kim sajangnim, penjualan bulan ini sangat menurun. Kenapa bisa demikian? Bukankah barang yang kita produksi dijual pada orang yang benar.”

“Ne. Memang benar bulan-bulan terakhir ini penjualan mengalami penurunan yang tidak biasa. Pihak perusahaan sudah mengklarifikasi berulang kali, namun memang benar demikian.”

“Apa penyebab semua ini? Kenapa ketika aku pulang dari Jepang mengalami kemunduruan?” Myungsoo terus dihujam pertanyaan-pertanyaan tentang penjualan bulan ini. Tidak mungkin Myungsoo mengatakan dia mengambil istirahat untuk bertunangan? Diam menjadi pilihan utamanya selain terus meminta maaf.

Aku membaca alamat kantor di kertas yang kubawa. Aku memberikan alamat ini pada sopir taksi dan menyuruhnya mengantar ke sana. “Nona, ini pintu utama kantor tersebut.”

“Ne kamsahamnida.”

Aku turun dari taksi dan sekarang dihadapanku ada dua orang satpam dengan peralatan khusus. Mereka menghampiriku karena aku terlihat seperti anak SMA.

“Ada perlu apa Anda kemari?” bahkan dia tidak mengucapkan permintaan maaf.

“Aku ingin bertemu dengan Myungsoo.”

“Apa Anda sudah membuat janji dengan Kim Sajangnim?” sajangnim? Oh iya, aku lupa jika tunanganku seorang manager di sini.

“Apa Myungsoo sedang sibuk?”

“Anindae, tapi jika ingin bertemu dengan beliau Anda harus membuat janji terlebih dulu. Ada kemungkinan beliau akan pergi mendadak.”

“Ah, kalau begitu aku menunggu di lobi saja sampai dia keluar.” Dua orang satpam itu terlihat heran namun tidak mencegahku untuk masuk. Aku duduk di lobi setelah mengkonfirmasi untuk pertemuanku dengan Myungsoo. Bertemu tunangan saja harus memakai janji dan identitas, jika tidak memenuhi syarat tidak boleh bertemu. Cihh.. jika begitu, aku tidak mau ke kantornya.

Seorang wanita dengan seragam kantor yang minim dan make up yang terlihat berlebihan menghampirku. Dari ID nya aku dapat membaca, namanya Kim Hyorin.

“Joseunghamnida, apa Anda sudah membuat janji dengan Kim Sajangnim? Beliau sedang ada meeting dengan direktur.” Apa? Apa dia bilang? Apa dia itu sekretarisnya? Ohh jincha, kenapa sekretaris selalu terlihat cantik dan sexy dari pada tunangannya? Aku memandang Kim Hyorin itu tidak suka.

“Haksaem?” bahkan dia memanggilku haksaem, bukankah seharusnya memanggil Ny. Kim? Hehehehe aku ini gila.

“Ne? Ah, aku belum membuat janji dengannya. Tapi lebih baik aku menunggunya keluar saja, aku hanya ingin bertemu sebentar saja.”

“Jika boleh tahu, ada urusan apa Anda mencari beliau?” orang ini cerewet sekali ya? Ya!! Aku ini tunangannya, jadi aku kesini untuk bertemu tunanganku! Lama-lama aku bisa buka aib juga.

Aku mulai kesal dan lelah.

“Baiklah jika Anda memaksa untuk menunggu tanpa membuat janji, akan saya sampaikan. Siapa nama Anda?”

“Krystal. Krystal Jung.” Jawabku sewot dan kembali duduk.

~~~ELSTAL~~~

Jam 8 malam kami baru keluar area kantor Myungsoo. Aku lelah menunggunya sejak siang. Sebenarnya dia itu meeting apa?

“Ya! Kenapa meetingmu sebegitu lama?”

“Ah, kami jarang bertemu, jadi banyak hal akan ditanyakan.” Ujarnya. “Apa kau lapar?”

“Geuromyo.” jawabku sedikit teriak.

“Kau suka seafood?”

“Ya! Kau mau membunuhku dengan makanan itu? Aku sangat benci dengan mereka.”

“Arra.” Myungsoo kembali menjalankan mobilnya pelan-pelan mencari restoran yang sesuai dengan keinginanku.

“Apa kau bisa makan sushi?” Myungsoo melirikku.

“Kami pesan dua sushi wijen, satu orange juice, dan satu latte shake.”

“Ne algeseumnida.”

“Chogi, Kim Myungsoo, apa Kim Hyorin itu sekretarismu?” tanyaku pelan.

“Waeyo? Apa dia berlaku kasar padamu tadi siang?”

“Aniyo, aku hanya bertanya.”

‘sepertinya gadis ini mulai aneh. Apa dia cemburu?’ ujar Myungsoo dalam hati. “Ah, geuromyo dia sekretaris pribadiku.”

“Ah jadi benar dia sekretarismu.”

“Waeyo?”

“Aniya, dia terlihat modis dan cantik.”

“Geuraeyo? Orang kantor bilang dia tidak cantik, tapi sexy.” Ujarnya sambil berbisik.

Apa-apaan dia? Apa dia mencoba membuatku cemburu? Ya, Krystal Jung tahan dulu ne rasa cemburumu nanti bisa-bisa kau ditertawakan jika mengelak sekarang.

“Ah, kau benar. Dia tadi memakai rok merah dan kemeja garis-garis merah yang ketat, jadi pasti para lelaki menyukainya.” Sindirku.

“Hahaaha kau tahu saja.”

Laki-laki di depanku memang tidak punya perasaan ya? Bagaimana bisa dia mengatakan hal itu di depan tunangannya? Aku menjadi semakin sabar semenjak hari ini.

“Minhyuk-ah,” panggilku.

“Waeyo Kryst?”

“Apa kau makan siang denganku?”

Minhyuk menatapku dengan tatapan tidak nyaman. Sorot matanya mengatakan ada apa denganku?

 ~~~ELSTAL~~~

 

8 thoughts on “#02_Jealous!!”

  1. hi there again!

    cieee mbak Krystal cemburu cieee~ Myungsoo juga kentara banget suka kalau Krsytal cemburu wkwkwk.

    btw btw, mau nanya itu kenapa endingnya mendadak manggil Minhyuk? telpon kah?

    terus terus kan ini pembawaan ceritanya kan dari sudut pandang orang pertama ya? tapi kadang mendadak bisa tahu kegiatan Myungsoo padahal sudut pandang pertama (Kryatal) lagi enggak di sana. setauku sih kalau sudut pandang orang pertama kan nyeritaiinnya yg di sekitar dia, pun ga bisa nebak jalan pikiran lawan bicaranya (kecuali si sudut pandang ini beropini sendiri). eh tapi gimana gimana? udah lama ga bergumul sama pelajaran b.indonesia sih ehhehehe

    see ya~

    Suka

  2. thx udah baca dan komen..
    hehehe bukan telepon, tapi ngomong langsung..
    eh iya ya, udah lama nggak bergulat sama b.indo sist.. hehehe
    Makasih buat kritik, saran, dan masukkannya ya.. semoga author bisa lebih baik dlm buat FF nya..😀

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s