My Answer (Chap.IV)

My Answer - Chap.3 - 7

My Answer (Chap.IV)

Thanasa present

Seohyun [SNSD], Jung Yonghwa [CNBlue] | Chaptered | Romance, Friendship, Hurt | PG 15+ | General

Tapi kau harus hati-hati, karena kalau Ia sudah menyukai seseorang, maka Ia akan selalu menempel kemanapun kau pergi seperti perangko

Previous: III / III

Disclaimer: Story is absolutely mine. This is not perpect story and there’s typo everywhere hehehe. Hope you’ll be enjoy while reading this. DON’T BE A PLAGIATOR. Gamsahamnidaaa….

-o0o-

Seohyun dan Yoona terlihat duduk bersama disebuah café, dengan ekspresi yang tidak begitu baik. “Jadi kau memintaku kesini untuk membicarakan hal ini?”

“Yoona-a, mengertilah. Mengapa kau menjadi sinis begitu terhadapku?”

“Kau bilang aku sinis? Huh? Aku hanya tidak habis dengan sikapmu Hyunnie… Mengapa kau tidak jujur saja dengan Shinhye tentang perasaanmu hah??”

“Yaaak, apa kau gila?? Bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal itu?”

“Lalu mengapa kau mengakui hal itu padaku? Aku sudah menanyakan berulang kali padamu selama tiga tahun belakangan ini, tapi kau selalu mengelak. Dan sekarang kau mengakui perasaanmu pada Yonghwa Oppa padaku, karena kau ingin aku membantumu menjodohkan Dia dengan Shinhye. Apakah kau pikir ini tidak menyedihkan?”

“Yoona-a, kau tahu bagaimana sifatku, satu-satunya pria yang dekat denganku sejak dulu Yonghwa Oppa, aku menunggunya. Tapi kau lihat sendiri, kebersamaan kami tidak berarti banyak untuknya. Ia hanya menganggapku adik kecil yang harus selalu disayang dan dijaganya. Lalu aku bisa apa?” Seohyun menghela nafasnya panjang,

“Sekarang ada Shinhye yang juga menyukainya. Kau tahu bagaimana hidup Shinhye, walaupun Ia selalu terlihat baik-baik saja. Lagipula dia sahabat kita, Yoona-a.” Seohyun tertunduk sambil memainkan sendok yang ada pada cangkir latte miliknya,

“Kupikir suatu hal yang wajar jika Shinhye jatuh cinta padanya. Jika mereka sama-sama saling menyukai nantinya, itu artinya Shinhye adalah takdirnya, Yoona-a, bukan aku” Seohyun tertunduk sekilas dan tersenyum getir.

“Aaarghh, aku tidak tahu harus bagaimana. Kalian berdua sahabat yang kusayangi, tapi kalau kau sudah yakin dengan keputusanmu. Aku akan selalu mendukungmu, dan jangan pernah berbohong padaku dikemudian hari. Saat kau merasa sedih dan terluka melihat mereka, datanglah dan menangis dipundakku, jika kau merasa semua terlihat berat bicaralah agar aku bisa memelukmu. Ini tidak akan mudah buatmu Hyunnie, aku yakin dengan hal itu”

“Terimakasih Yoona-a,,, aku menyayangimu”

 

-n-

 

“Bagaimana kalau kita ke Busan saja, kita berlibur sambil merayakannya. Kalian boleh membawa pasangan atau teman. Kufikir jika ramai, liburan ini akan lebih seru”

“Benarkah Hyung? Wahh ide bagus kalau begitu. Bagaimana kalau kita mengajak Yonghwa Hyung juga? Bukannya keluarganya memiliki sebuah Villa yang waktu itu pernah dipakai kelas kalian untuk menjalani trip satu malam? Jonghyun mengangguk-angguk setuju mendengar ucapan Minhyuk.

“Kau benar, tapi Villa itu akan sangat besar jika hanya kita yang menempatinya… Aha! Seohyun-a, bagaimana kalau kau mengajak teman-temanmu juga nanti? Ini kan libur musim panas. Biar aku yang akan membicarakan hal ini kepada Yonghwa terlebih dahulu” Seohyun hanya mengangguk patuh dengan ucapan Jonghyun.

Sebenarnya, untuk Seohyun ini mungkin bukan suatu ide yang baik. Tapi mungkin ini waktu yang tepat untuk membuat Yonghwa dan Shinhye lebih dekat, jika Ia mengajak Shinhye.

Seohyun pun mengambil handphone nya untuk menghubungi Shinhye.

“Hallo, Shinhye apakah Sabtu ini kau ada acara?”

“ahhh.. tidak apa-apa, aku ingin mengajakmu berlibur ke Busan. Kemungkinan Yoona dan Seunggi Oppa juga kuajak”

“Hahahahha baiklah kalau begitu, sampai bertemu nanti malam” Seohyun mengakhiri panggilannya dan menghela nafas panjang.

-n-

 

Aku sudah berjanji untuk menemani Shinhye belanja malam ini, dan tiba-tiba Yonghwa Oppa menghubungiku dan mengajakku bertemu. Dan akhirnya di café ini lah kami duduk bertiga saling mengobrol.

“Ahh iya, kenapa tadi kau mengajakku bertemu Oppa? Apa ada yang ingin kau bicarakan?”

“Ahhh tidak, hanya saja tadi sore Jonghyun menghubungiku tentang rencana liburan kalian ke Busan. Apakah kau sudah mengetahuinya?”

“Tentu saja, tadi siang kami berkumpul untuk membicarakannya. Bagaimana? Apakah bisa?”

“Seohyun-a… apakah ini rencana liburan ke Busan yang kau bilang padaku tadi siang?” aku  mengangguk menjawab Shinhye sambil menikmati cappucino pesananku.

“Loh? Kau juga tau tentang liburan ini?” Yonghwa oppa terlihat sedikit terkejut dan memalingkan wajahnya pada Shinhye, Shinhye hanya mengangguk,

“Tadi siang Ia meneponku dan mengajakku juga kalau rencana itu berhasil”

“Ahh…” Yonghwa oppa terlihat mengerti, “dan tadi sore aku baru saja mendapat konfirmasi dari noona-ku, bahwa kita bisa memakai villa-nya”

“Benarkah?? Ah, bagus sekali kalau begitu… kita akan benar-benar berlibur minggu ini, senangnya” jujur aku benar-benar merasa senang saat ini. Sehingga mendengar info dari Yonghwa oppa membuat wajahku berbinar.

“Wah, selamat… apakah aku benar-benar diizinkan ikut? Aku kan orang asing, apalagi acara ini juga untuk merayakan Bandmu Hyunnie…”

“BAGAIMANA MUNGKIN KAU ADALAH ORANG ASING?” aku dan Yonghwa oppa bicara dengan bersamaan, kami pun saling memandang dan hanya dapat bersikap awkward.

“Wuoaahh.. inikah bukti kedekatan kalian sebagai junior dan senior? Bahkan dalam bicara pun kalian kompak” ucapan Shinhye membuatku makin merasa tak nyaman, tapi Yonghwa oppa terlihat santai dengan ekspresi yang tidak dapat kuartikan.

“Kata Jonghyun Oppa Villamu cukup besar kan Oppa? Karena itulah aku dan teman-teman bandku memutuskan untuk mengajak teman-teman dekat kami masing-masing. Hehehehee”

“Iya, menurutku kalau kita lebih ramai, pasti liburannya akan lebih seru”

“Baiklah, kalau begitu akan kupastikan aku ikut serta. Ahhh sepertinya liburanku di Korea kali ini akan berkesan”

“Cihhh… Kau terlalu banyak mengkhayal Park Shinhye…” Yonghwa oppa hanya tertawa melihat kelakuanku dan Shinhye yang tidak berhenti saling ‘menyerang’.

 

-n-

 

Kami berjanji untuk berkumpul ditaman dekat sekolah kami. Namun, Jonghyun Oppa, Yoona dan Seunggi Oppa belum juga muncul.

“Aku yakin sekali Yoona pasti terlalu lama berdandan. Haihhh susah memang meladeni, princess satu itu.”

“Sabar Hye-a, kau kan kenal Yoona bukan satu, dua tahun. Bukan Yoona namanya kalau tidak total, apalagi akan ada pacarnya nanti hahahhaaa”

Yonghwa oppa tiba-tiba menghampiriku,

“Seohyunnie, apakah kau sudah menghubungi Jonghyun?” tergurat rasa cemas dengan jelas,

“Sepertinya mobilku tidak cukup untuk kita semua, bagaimana jadinya?”

“Ohh, katanya Dia akan mengurusnya, Oppa jangan khawatir… lagipula kekasihnya Minhyuk tidak jadi datang jadi mungkin kita hanya 10 orang, dua mobil pasti cukup kan?” tidak lama dari itupun sebuah mobil Hyundai hitam, berhenti dan Jonghyun Oppa muncul dari mobil tersebut, diikuti oleh seseorang yang sudah kukenal sebelumnya, Yoo Yunho.

“Maaf kalian menunggu lama, tadi aku harus menyelesaikan beberapa hal dahulu dirumahku. Oh iya, karena kemarin aku mendapat kabar kalau Seunggi tidak dapat membawa mobilnya, jadi aku mengajak Yunho. Kan sebagian besar dari kalian sudah mengenal Yunho, tidak masalah kan?” kami semua pun tidak mempermasalahkan hal tersebut, namun aku sedikit risih karena Shinhye sudah mulai terlihat menggodaku sejak Yunho turun dari mobilnya.

“Baiklah kalau begitu, apakah masih ada yang kita tunggu?”

“Seunggi dan juga Yoona belum datang”

“Kami disini, maaf sudah membuat kalian menunggu lama” suara Yoona menggema sesaat setelah Yonghwa Oppa menjawab pertanyaan Jonghyun Oppa.

“Baiklah ayo kita segera kemasi barang bawaan kita dimobil, oh iya kita akan dibagi kedalam dua mobil”

“Aku, Sooyoung dan Minhyuk akan ikut ke mobil Yonghwa Hyung” Chanyeol langsung menarik tangan Sooyoung ke mobil sebelum menerima persetujuan kami setelah selesai bicara.

“Dasar anak nakal” Jonghyun Oppa terlihat gemas dengan kelakuan Chanyeol, “Baiklah kalau begitu Aku, Yoona, Seunggi, dan Seohyun akan ikut mobil Yunho. Shinhye kau bisa ikut di mobil Yonghwa, tidak masalah kan?”

“Ahh, iya… aku tidak apa-apa” Shinhye mencubit lenganku dan berbisik “Semangat saling berjuang kawan, lihatlah cara Yunho memandangmu. Sepertinya Ia akan gila jika kau lepas dari pandangannya, sampai jumpa di Villa” Setelah tersenyum penuh arti Ia pergi menuju mobil Yonghwa Oppa.

 

-n-

 

“Apakah kau menyukai musiknya? Aku bisa menggantinya jika kau mau” yeah aku duduk di bangku depan menemani Yunho, aku mencium adanya konspirasi antara Seunggi Oppa dan Jonghyun Oppa, dari kabar yang kuketahui ternyata mereka bertiga adalah teman dari kecil dan pernah tinggal dikomplek yang sama saat sekolah dasar, jadi mereka memang sudah akrab.

Aku sempat memberikan Yoona tatapan –apa maksud semua ini– sebelum masuk kedalam mobil, namun Ia hanya terlihat pasrah, namun tidak bermaksud mendukung apa yang sedang direncanakan kekasihnya dan Jonghyun Oppa.

“ahhh tidak apa-apa, aku tidak keberatan dengan genre musik apapun”

“Baiklah kalau begitu. Ehhmm, kalau AC nya bagaimana? Apakah terlalu dingin?” aku baru mau akan menjawab tapi sudah disela oleh Seunggi Oppa,

“YAAK, Yunho… kau tidak sedang pergi berdua kan dengan Seohyun? Kau pikir kami bertiga dibelakang ini apa, patung? Haissh terlihat jelas sekali kalau kau menyukai Seohyun…”

Nde?” jangan salahkan mataku yang seketika mebesar dua kali lipat, mendengar ucapan Seunggi Oppa.

“Seohyun-a, aku tidak bilang kalau Yunho itu tidak baik. Tapi kau harus hati-hati, karena kalau Ia sudah menyukai seseorang, maka Ia akan selalu menempel kemanapun kau pergi seperti perangko hahahhaaaa”

“Berhenti menggoda Seohyun, Seunggi-a, kau cukup menggodaku saja. Jangan membuatnya merasa jadi tak nyaman, ingat Ia sahabat kekasihmu.” Yunho mencoba untuk melihat kearah belakang melalui kaca tengah didalam mobil,

“Yoona-ssi, apa kau tidak mau membela sahabatmu dari keisengan pacarmu?”

“Bukan Lee Seunggi namanya kalau tidak menyebalkan, aku tetaapp pffttt….” Yoona sudah setengah tertidur jadi Ia hanya bicara melantur pada Yunho.

“hahaha ini memang Yoona pacarku, selalu imut apapun yang Ia lakukan” Seunggi menaruh kepala Yoona agar lebih nyaman dibahunya.

“Haisshh, dia memalukan sekali kalau tertidur. Seunggi Oppa, kau tahu tidak? Yoona dan kau itu sama saja.”

“Sama apa maksudmu?”

“Sama-sama menjijikan hahahahaa” kami bertiga pun tertawa “Haissshhh, puahh zzzz pfttt” celotehan tidak jelas Jonghyun oppa secara tiba-tiba membuat kami semakin keras tertawa. Yahh kalau memang benar Yunho menyukaiku, itu haknya bukan. aku tidak akan kesal atau melarangnya memiliki perasaan tersebut.

 

-n-

 

“Huwaaaaahhh Villa mu bagus sekali… kita bisa melihat keindahan pantai dari dekat.”

“Hahahhaa ini bukan milikku Yoona-a, tapi milik orangtuaku”

“Tapi tetap saja, kau kan anaknya. Pasti kau akan mewarisinya”

“berhenti berceloteh Yoona-a… kau sepertinya tidak terlihat lelah sama sekali?” Shinhye menepuk lengan Yoona keras

“YAKKK… sakit tau!” Yoona meringis, sambil memegang lengannya.

“Bagaimana mau lelah? Ia dan Jonghyun Oppa tertidur sepanjang perjalanan”

“Cihhh, pantas saja”

“Kami sudah membawa barang-barang kita kedalam, ayo kita segera masuk”

“Terimakasih Yunho-ssi, waahh kau memang calon kekasih idaman yaa, mau tidak kujodohkan dengan sahabatku?” Seohyun spontan memelototi Shinhye, namun Ia segera mengalihkan pandangannya saat melihat Yunho memalingkan pandangannya pada Seohyun sambil tersenyum.

“Aku tidak keberatan, Jika Ia memang gadis yang mampu membuat pandanganku tak mampu beralih menatapnya.”

“Ayo kita semua masuk kedalam, kenapa kalian masih diluar?” panggilan Yoona, tidak membuat jeda sedikitpun untuk Seohyun segera masuk kedalam. Shinhye, Yunho, menyusul sambil tersenyum.

 

-n-

 

“Gunting, batu, kertas..”

“Yeaahhh….” lonjak Chanyeol gembira

“Ahhh beruntungnya kalian” Minhyuk mengeluh,

“Yaahh tinggal, shinhye, jonghyun hyung, dan Minhyuk. Semangaat untuk kalian hahahaa” dan Minhyuk hanya bisa melirik sebal mendengar ucapan Chanyeol

“Yaa..yaa..yaa.. sebenarnya aku tidak keberatan kalau kalian memintaku belanja, tapi memasak? Demi Tuhan, kalian akan keracunan memakan masakanku. Aku bersumpah tidak berbohong”

“Baiklah kalau begitu silahkan pergi belanja Shinhye, aku dan Seunggi akan tetap dirumah”

“Lalu yang memasak siapa?”

“Yasudah, biar aku yang memasak. Kau segeralah pergi belanja” Seohyun tiba-tiba mengajukan dirinya.

“Tapi aku kan tidak hapal daerah Busan…” ucap Shinhye kemudian

“Biar aku yang pergi mengantarkanmu” Yonghwa muncul dengan memakai mantel cokelatnya. Shinhye tersenyum saat tahu bahwa Ia dan Yonghwa akan berada dalam satu mobil.

Setelah Shinhye pergi berbelanja dengan Yonghwa. Seohyun segera pergi ke dapur menyibukkan diri, dan menyiapkan segala hal yang sudah ada di Villa. Yunho yang sedang mengobrol dengan Jonghyun, Sooyoung, Seunggi, Yoona, Minhyuk,dan Chanyeol melihat Seohyun, dan segera beranjak mengikutinya.

Seohyun sibuk melihat isi dapur yang lumayan lengkap, Ia membuka kulkas dan tersedia berbagai minuman, buah dan makanan ringan dalam jumlah yang banyak. Ia pun memilih dua kotak strawberry, pisang dan, melon. Saat akan mengambil sebuah melon, sepasang tangan yang lebih besar dari tangannya menginterupsi. Ternyata Yunho sudah berada tepat dibelakangnya.

“Kupikir ini cukup berat untukmu, biar kubantu”

“Kenapa kau disini? Kau bisa mengobrol dengan yang lainnya Yunho, aku bisa mengerjakannya sendiri kok” Seohyun tiba-tiba mendongak menatap Yunho,

“Ehh, maksudku aku bukannya mengusirmu. Tapi aku sungguh-sungguh bisa mengerjakannya sendiri. Jangan tersinggung ya?” Yunho tersenyum mendengar penjelasan Seohyun

“Aku akan tetap disini kok walaupun memang kau berniat mengusir. Aku juga percaya kalau kau bisa mengerjakannya sendiri. Tapi… kalau bisa dikerjakan bersama akan lebih baik kan?”

Seohyun hanya tersenyum sekilas dan melanjutkan pekerjaannya, Yunho pun ikut tersenyum sambil membawa strawberry yang akan Ia bersihkan.

TBC

Hai-hai makasih bangett buat temen-temen readers yang tetap mau baca karyaku yang #gakseberapa ini… Karena ini debutku tolong berikan kritik dan saran yahh Gaessssss…. Please jangan jadi silent readers yaahhh… :”) :”)

Gamsahamnidaaaaaa… :*

With love

thanasa

12 thoughts on “My Answer (Chap.IV)”

  1. hi there!

    it’s quiet nice fict kok :))

    seohyun emang terlalu polos nan lugu. huhuhu mana Shinhye sama Yonghwa udah akrab banget gitu pula :”
    karena dari sudut pandang Seohyun, jadi menebak nebak maunya Yonghwa nih apaan sih wkwkwk

    Yunho lumayan juga lah ya~ Seohyun kalau ngga mau, boleh dikasih ke aku kok *hush nggak nggak* wkwkwkwk

    see ya~

    Disukai oleh 1 orang

    1. Yupss, aku sengaja biarr dibkin ngenes sengenesh2nya ngeliat seo hahahahhaa
      wajahnya seo cocok sih terintimidasi gtu hahaha #pdhalbiassndri
      mngkin nnti akan ada part sudut pandangnya Yong😀😀

      mnurutmu seo cocok sm Yoong atau Yunho oppa???

      Suka

      1. iya cocok banget emang Seo dibuat melas pasrah lugu hehhehe..

        hmmm sama siapa ya~ cocok semua… cantik sih wkwkwk *hoy
        cocok tergantung sikon wkwkwk
        tapi aku lumayan suka Seo sama Yoong hahha xD

        Disukai oleh 1 orang

      2. okedeh kalo gtuh stay tuned aja yahh mksih loh udh jdi reader yg aktif ,I really appreciate…
        ini FF cuma smpe part 12 kok hahahah cuma.. #dilemparomurice😀

        Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s