Stay With Me -Chapter V-

Stay With Me Cover

Stay with Me

Scriptwriter: Whitelil

(Poster Credit ©Ladyoong @Poster Channel)

Cast(s):

  • f(x) Krystal
  • EXO KAI

Other(s):

  • SHINee Taemin
  • Apink Naeun
  • Red Velvet Wendy
  • Youngji
  • Monsta X Wonho
  • Sulli
  • OC Yoo Sohyun

Genre:  Romance

Rating: PG-15

Previous: I / II / III / IV

***

-Chapter V:  Soojung-a, What The Hell is Going On?

***

Pagi hari di Shinkyung High School.

“Aaaahh hajimaa!! Geumaharagooo!! YAYAYAAA” suara-suara ribut tiba-tiba terdengar dari halaman belakang sekolah. Naeun dan Youngji sibuk berteriak – meneriaki 2 orang namja yang saat ini sedang berkelahi hebat.

“YAAAA GEUMANHAEEEE!!!” kali ini Wendy berteriak lantang dengan suara indah 4octaf nya, namun kedua laki-laki itu tetap tak mau berhenti.

“Soojung-a lakukaan sesuatu!! Aku takut namja itu mati!” ucap Wendy panik pada Soojung.

Soojung akhirnya dengan nekat berlari mendekati area pertarungan lalu menarik kemeja Jongin- namja yang saat ini berada di posisi atas dan sedang memukuli Park Sonchul, teman sekelas Chen yang kini berada dibawah Jongin. Namja malang itu hanya terkapar diatas lapangan, pasrah dengan pukulan-pukulan yang terus datang. Wajahnya sudah tak berbentuk, penuh dengan darah yang mengalir dari berbagai sisi.

“JONGINIE GEUMANHAEE!!” Jongin akhirnya menghentikan pukulan bertubinya pada namja itu, setelah mendengar Soojung menyebut namanya. Nafas Jongin terengah dan ia kini terduduk lemas. Masih terlihat dendam di matanya yang terus memandang lekat Sonchul penuh amarah. Wajah Jongin juga sedikit lebam dan di beberapa sisi berdarah.

Lutut Soojung lemas seketika saat ia tahu bahwa ia berhasil menghentikan Jongin. Yeoja itu berlutut di hadapan Jongin dan memandang namjanya sedih.

“Geumanhae.. jebal..” ucap yeoja itu pelan.

Jongin memandang mata Soojung dalam, lalu menghembuskan nafas berat.

“Mianhae” ucap Jongin pada Soojung lalu bangkit dan mengulurkan tangannya pada Soojung. Soojung pun bangkit dan menggandeng lengan Jongin.

Di kejauhan, kepala sekolah mereka telah menanti Jongin dan si namja malang, bersiap menghukum mereka seberat-beratnya.

“Kim Jongin, ke ruanganku sekarang. YAYA kalian, bawa Park Sonchul juga ke ruanganku, sekarang!”

“Ah nde algeseumnida” ucap beberapa anak lalu membantu Sonchul bangkit dan menuntunnya ke ruang kepala sekolah.

Soojung memandang Jongin penuh sesal. Ini semua karnanya, Jongin jadi berkelahi dan dipanggil ke ruang kepala sekolah.

“Sehun-a sebenarnya apa yang terjadi?” Hani tiba-tiba menghampiri Sehun. Yeoja itu sejak tadi memang memperhatikan perkelahian tersebut dari jauh.

“Ah molla noona” ucap Sehun lalu berlalu begitu saja.

“YA ijashigi geojitmal hajimaaa” ucap Hani mengikuti Sehun.

“Ppalliii museun iriyaaa?” tanya Hani sekali lagi.

“Aeuh nde nde akan aku jelaskan” ucap Sehun.

-Flashback. Malam sebelum perkelahian Jongin & Sonchul di pagi hari terjadi-

Soojung baru saja berpisah dengan Sulli di persimpangan jalan. Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam kurang sedikit. Soojung, Naeun, Wendy, Seulgi, Sulli dan Suzy baru saja pergi ke noraebang atau tempat karaoke. Seulgi dan Sulli sedang kesal dengan pacar mereka, Tao dan Sehun yang belakang ini sering bertaruh game poker hingga uang 2 namja itu habis tak tersisa. Baru-baru ini justru 2 namja nakal itu mulai mengajak Minho, Minhyuk, Mark dan Jackson untuk ikut bermain.

Maka dari itu, malam itu enam yeoja tersebut pergi ke karaoke tanpa memberitahu namja-namja mereka. Hanya Youngji yang tidak ikut karna ia sedang ada urusan dengan eomma-nya. Mereka baru menyelesaikan lagu terakhir mereka sekitar jam setengah 10 malam, setelah menghabiskan waktu 3jam di ruang karaoke. Karna rumah mereka berbeda-beda arah, maka mereka pun berpencar saat pulang. Soojung, Naeun, Sulli dan Suzy ke arah timur, Wendy dan Seulgi ke arah barat. Di pertengahan jalan, Soojung dan Sulli, serta Naeun dan Suzy kembali berpencar.

Dan kini, Soojung seorang diri berjalan perlahan. Rumahnya sudah tidak terlalu jauh, sekitar 500m lagi. Tiba-tiba di sebuah kedai ramyun, terlihat sekumpulan namja yang sedang merokok, dan di meja mereka terlihat botol botol soju. Soojung menahan nafas, yeoja itu akhirnya memutuskan untuk menyebrang jalan, menjauhi kedai tersebut walaupun mau tak mau tetap melewatinya. Yeoja itu terus berdoa di dalam hatinya semoga ia baik-baik saja dan selamat sampai di rumah.

Saat benar-benar akan melewati kedai tersebut seorang namja bangkit dari mejanya lalu keluar dan menyebrangi jalan mendekati Soojung. Soojung berusaha tak memperdulikannya dan tetap berjalan secepat yang ia mampu.

Agasshi..” ucap namja tersebut berjalan beriringan dengan Soojung. Tak lama kemudian, di belakang Soojung muncul 2 namja lainnya.

“Ku dengar kau bersekolah di Shinkyung” ucap namja yang berjalan di sebelah Soojung.

“Aigoo, kau baru tahu? Aku tahu dia ini pacar Jongin” ucap namja lainnya yang berada di belakang Soojung. Soojung menelan ludah. Lututnya lemas dan rasanya ia ingin menangis.

“Jung Soo Jung” ucap namja tersebut membaca nametag di seragam Soojung.

“Soojung-a..” ucap namja itu kini mulai merangkul Soojung, “yeoja secantik dirimu, kenapa kau mau berpacaran dengan Jongin? Huh? Apa yang kau lihat darinya? Lebih baik kau bersamaku”

“hahahahaha” 2 namja lainnya lantas tertawa mendengar ucapan temannya itu.

Soojung hanya diam saja, kakinya terus bergerak secepat yang ia mampu, entah sampai mana namja ini akan mengikutinya.

Tiiiiinnn tiiiinnnn tiiiiinnnn…..

Sebuah motor thrill menyalip lalu menghadang mereka. Pengendaranya seorang namja. Namja tersebut turun dari motornya lalu melepas helmnya. Soojung benar-benar bernafas lega, matanya seketika berkaca-kaca. Wonho turun dari motor tersebut lalu berkacak pinggang.

“MWOYA IGE?” tanya Wonho keras. Soojung menengok ke belakang, kedai tempat namja-namja ini menongkrong tadi sudah tak terlihat jelas. Soojung baru menyadarinya, ternyata ia sudah berjalan jauh dari kedai itu.

“Oh oh oh oh, siapa ini? Namja sok jagoan” ucap namja yang paling gencar menggoda Soojung.

“Park Sonchul?! Mwo haneun geoya?!” ucap Wonho pada namja yang berdiri terdiam di belakang Soojung. Soojung menoleh perlahan, menatap namja asing yang sesungguhnya tak ia kenal. Darimana Wonho mengenal namja ini?

“MWO HANEUN GEOYAA!!” ucap Wonho membabi buta lalu tiba-tiba menyerang namja-namja tersebut. Soojung ketakutan, sangat. Wonho hanya sendiri sedangkan namja-namja ini berjumlah 3 orang. Belum lagi sekumpulan namja di kedai tadi. Bagaimana jika mereka datang? Bagaimana jika Wonho yang habis dikeroyok?

Wonho terus membabi buta memukuli 3 namja itu lalu tiba-tiba menarik Soojung dan berlari ke motornya. Mereka berdua pun kabur meninggalkan 3 namja yang kini sudah berdarah-darah tersebut.

Soojung menggenggam jaket kulit Wonho erat-erat. Airmata kini sudah mengalir deras dari matanya, sementara motor Wonho terus melaju menerobos angin Seoul di malam hari. Yeoja ini ketakutan, benar-benar ketakutan. Pertama, karna ia digoda orang sekelompok namja jahat pukul 10 malam. Kedua, karna ia takut setengah mati Wonho akan habis dikeroyok namja-namja itu, sedangkan ia tak bisa berbuat apa-apa.

Wonho menyadari genggaman di jaketnya semakin keras, ia menurunkan kecepatan motornya lalu berhenti di sisi jalan. Jalanan yang sepi membuat Wonho mendengar isakan Soojung yang duduk di belakangnya. Namja itu membuka helmnya, lalu menoleh ke belakang. Soojung menunduk terisak dalam tangis, matanya merah dan sembab.

Wae geuraee?” tanya Wonho bingung. Soojung hanya terdiam, masih terisak.

“Ey gwenchana, kau sudah aman sekarang. Aku akan membawamu ke dorm, untuk memastikan kau baik-baik saja. Aku yakin namja-namja itu tidak akan berani datang ke dorm” Wonho tau Soojung mungkin tak ingin mengingat hal tadi lagi, maka dari itu namja itu berhenti bertanya.

Museowo..” ucap Soojung masih terisak.

Wae? Mwoga museowo?” tanya Wonho lagi.

Oppa-ga. Aku takut oppa akan habis dikeroyok oleh mereka. Oppa tidak tau, jumlah mereka banyak sekali di kedai ramyun itu. Aku sangat takut mereka semua akan mengeroyok oppa.. mian

“Eey Soojung-a, keokjongma. Aku pemegang sabuk hitam taekwondo. Aku tidak akan kalah melawan siapapun” ucap Wonho percaya diri.

“Sudahlah, tidak ada yang perlu ditangisi. Kajja, kita pergi ke dorm” ucap Wonho.

Oppa, aku tidak mau ke dorm..”

Wae?”

“Aku sedang tidak ingin bertemu Jongin..”

“Ah, aku jadi ingat sesuatu. Darimana kau jam segini baru pulang? Sendiri pula”

“Aku tadi pergi, bersama Naeun, Sulli, Wendy, Seulgi, Suzy.. menghilangkan penat”

“Jongin pasti tidak tau kau pergi bersama mereka” tebak Wonho.

“Nde, maka dari itu aku tidak ingin bertemu dengannya”

Arrasseo” ucap Wonho mengacak rambut Soojung pelan, lalu kembali memakai helmnya. Namja itu berjalan memutar balik arah menuju rumah Soojung.

Setelah sampai di rumah Soojung, yeoja itu turun dari motor lalu mengucapkan terimakasih banyak.

“Jeongmal gamsahamnida oppa”

“Ah Soojung-a sebenarnya masih ada yang ingin aku tanyakan” ucap Wonho akhirnya memilih untuk menanyakan sesuatu yang sedari tadi menjadi pertanyaan besarnya.

“Mwoga?”

“Apa mereka.. menyebut sesuatu tentang.. Jongin?” tanya Wonho hati-hati. Jika benar…

“Nde. Sonchul-ssi neun.. ia mengatakan pada dua temannya tadi bahwa aku pacar Jongin..” Wonho terdiam lalu berpikir. Soojung dalam bahaya, tentu saja.

“Arrasseo. Gwenchana, tidak ada yang perlu kau takutkan, kami akan menjagamu dari mereka” ucap Wonho tersenyum, seolah semuanya baik baik saja.

Soojung memandang Wonho, merasa merepotkan namja itu terlalu banyak. Yeoja itu melakukan bow berkali-kali seraya mengucapkan terimakasih.

“Kka, masuklah ke rumahmu lalu tidur” ucap Wonho mengacak rambut Soojung pelan. Soojung mengangguk lalu masuk ke dalam rumahnya. Wonho masih menunggu hingga Soojung masuk ke dalam rumah. Setelah memastikan Soojung aman, Wonho pun kembali ke dorm. Ia tak sabar ingin memberitahukan hal ini pada Jongin.

-End of Flashback-

“Jadi inti dari ceritamu, Jongin berkelahi karna Soojung? Karna semalam Wonho memberitahu Jongin bahwa Soojung digoda oleh gank Black Bull? Dan karna Sonchul yang memberitahu mereka bahwa Soojung adalah pacar Jongin? Cih. Yeoja itu memang dari awal pembawa masalah” ucap Hani dengan wajah sinis.

“Geumanhae. Jika Jongin mendengar ucapanmu ia mungkin akan memukulimu seperti Sonchul” ucap Sehun dingin lalu meninggalkan Hani begitu saja.

“YA Ijashigi! Berani mengancamku? Beritahu saja padanya aku tidak takut! Cih” ucap Hani kesal.

Sejam berlalu, tak lama kemudian Jongin pun keluar dari ruang kepala sekolah. Sonchul sudah keluar dari ruangan itu setengah jam yang lalu. Anak itu butuh perawatan medis karna wajahnya habis dipukuli Jongin.

Jongin masuk ke dalam kelasnya dan dengan santai mengambil tasnya. Ia di-skors selama seminggu karna hampir membunuh anak orang di lingkungan sekolah, sedangkan Sonchul hanya di-skors selama 3 hari. Membuat Jongin kesal setengah mati.

“Eodiya?” tanya Lee seongsaenim pada Jongin, karna sepertinya anak itu tak berniat meminta izin untuk keluar dari kelas.

“Pulang. Aku tak boleh mengikuti kelas ini. Aku izin keluar songsaenim” ucap Jongin lalu keluar dari kelas begitu saja.

Sehun, Junior dan Jackson memandang Jongin serba salah. Mereka tau, sahabatnya itu pasti di-skors karna perkelahian tadi. Begitupun Sulli, Seulgi, Suzy dan Hyeri yang terus saja memandangi Jongin hingga namja itu menghilang di balik pintu kelas. Jongin sendiri yang memilih memukuli Sonchul di lingkungan sekolah, bukannya menunggu hingga siang hari dan memukuli anak itu dimanapun nanti. Bahkan Taemin pun tidak bisa menahannya. Hanya Soojung, hanya Soojung yang berhasil menghentikannya tadi. Ah, Kim Jongin…

***

Saat istirahat makan siang, di kantin. Suasana kantin selalu ramai, seperti biasa. Seluruh member white shit berkumpul di sebuah meja panjang, tentu saja membicarakan permasalahan Jongin dan Sonchul. Di tengah-tengah mereka juga ada Soojung, ia duduk diantara Taemin dan Wonho. Soojung dan Wonho lah yang mengerti inti permasalahan ini. sementara Naeun, Wendy, Sulli, Youngji, Suzy, Seulgi dan Hyeri duduk di salah satu meja, tak jauh dari mereka, tentu saja agar bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Yeoja-yeoja itu tak diizinkan bergabung dan duduk bersama, hanya Soojung yang mereka izinkan duduk di meja white shit karena Soojung akan mereka sidang.

“Jadi ceritakan kronologis kejadian semalam, Soojung-a” ucap Taemin dengan raut serius. Rahangnya mengeras dan guratan di wajahnya terlihat tegas.

Black Bull adalah sekelompok namja bajingan yang sebagian besar merupakan siswa dari Pyonghan High School, namun banyak juga anggota mereka yang berasal dari luar. Mereka adalah namja-namja tidak naik kelas, pemabuk dan penjudi. Dan salah satu anggota Black Bull pernah dipukuli hingga nyaris mati oleh Jongin, dan kemudian Jongin diserang kembali oleh mereka hingga nyaris mati pula karena dikeroyok oleh sekitar 15 orang. 4 bulan yang lalu, ya 4 bulan yang lalu.

Taemin ingat benar bagaimana ia mendapat telfon dari rumah sakit yang mengatakan bahwa Jongin dalam keadaan kritis. Terdapat tusukan di perut bagian bawahnya dan badannya habis dipukuli oleh balok-balok kayu. Taemin ingat benar bagaimana ia sangat marah pada Jongin, untuk pertama kalinya di dalam hidupnya hingga ia meneteskan airmata di sisi Jongin yang masih koma. Taemin juga ingat bagaimana Hani saat itu selalu berada di sisinya, menunggunya hingga sadar sampai meninggalkan sekolahnya. Taemin ingat kenangan buruk itu, dan kini Black Bull kembali mencari masalah dengan Jongin melalui Soojung.

“Aku sedang berjalan menuju rumahku semalam, sekitar jam 10 malam saat aku melewati kedai ramyun itu. Firasatku sudah buruk sejak aku melihat sekumpulan namja itu dari kejauhan. Dan benar saja, salah satu dari mereka menghampiriku lalu menggodaku..” Soojung terdiam sejenak.

“Tak lama, datang lagi 2 temannya yang ikut-ikutan menggodaku. Aku benar-benar takut karna ia mengetahui dimana aku bersekolah dan membaca nametag-ku.. dan salah satu dari mereka, namja yang tadi pagi berkelahi dengan Jongin, mengatakan pada temannya bahwa aku adalah pacar Jongin..” Soojung menghentikan ceritanya karna sepertinya Taemin akan memberikan tanggapan.

“Lalu Wonho?” tanya Tao tak sabar.

“Wonho oppa datang mengendarai motornya, lalu memukuli mereka bertiga membabi buta dan segera membawaku kabur dari mereka semua” ucap Soojung. Taemin mengangguk-angguk paham.

“Ya aku sudah paham inti dari permasalahan ini. Wonho-ya kau akan jadi sasaran mereka berikutnya. Mereka tidak akan lagi mengincar Jongin, neo arra?” ucap Taemin.

“Arra gwenchana” ucap Wonho santai. Taemin menghela nafas.

“Untuk beberapa minggu ke depan tidak ada yang boleh pergi kemanapun seorang diri, kalian semua, semuanya. Kalian boleh pergi setidaknya bersama 2orang member. ARRA?” ucap Taemin pada semua member.

“Nde” ucap mereka semua pelan.

“Ah dan yeoja kalian, jangan pernah membiarkan mereka pulang sendiri, apalagi malam hari. Arrasseo?”

“Ey arraa” ucap Tao.

“Kita tidak akan menyerang, tapi jika kita diganggu oleh mereka.. we fight them!” ucap Taemin lagi.

“ARRASSEO!” ucap semua member.

Taemin mengeluarkan ponselnya lalu menelfon Jongin.

“Eodiya?” semua orang mendadak terfokus pada ponsel Taemin.

“Ah syukurlah. Aku sedikit cemas kau akan pulang ke dorm. Dorm tidak akan aman jika kau sendirian disana saat ini. Geurae jaga dirimu baik-baik, sepulang sekolah aku akan ke rumahmu” Taemin pun menutup telfonnya.

Soojung memperhatikan Taemin sedari tadi lalu tersenyum kecil. Taemin benar-benar menyayangi Jongin bahkan melebihi rasa sayangnya pada Jongin. Dan Soojung bersyukur akan hal itu.

***

Sepulang sekolah, Taemin bersama Chen dan Suga pergi ke rumah Jongin. Sisanya disuruh berjaga di dorm, kalau-kalau black bull tiba-tiba menyerang. Wonho juga stay di dorm karna mereka black bull pasti datang mencari Wonho atau Jongin.

Sesampainya di rumah Jongin, namja itu tengah menonton tv seraya memakan peppero. Di wajahnya terdapat memar biru yang sepertinya baru diobati. Anak nakal ini santai sekali dan tidak merasa bersalah sedikitpun.

“Oh hyung” ucap Jongin saat membuka pintu lalu kembali ke depan televisi, membiarkan Taemin, Chen dan Suga masuk.

“Neo gwenchana?” tanya Taemin lalu mereka bertiga ikut duduk di depan tv.

“Um” jawab Jongin dengan mata yang masih tertuju pada layar tv yang menampilkan drama di stasiun KBS.

“Daedaphae Jongin-a” desak Taemin lagi.

“Ey Lee Taemin, aku sudah sering seperti ini kenapa kau masih saja khawatir?”

“Tentu saja aku khawatir! Kau berkelahi di sekolah dan hampir membunuh anak orang! Dan sekarang kau diskors selama seminggu, bukankah sangat wajar jika aku mengkhawatirkanmu?!”

“Arraaa arraaa” ucap Jongin masih memakan peppero nya

“Aish kau tidak pernah berubah sedikitpun” ucap Taemin lalu mengambil dua stick peppero milik Jongin dan memakannya begitu saja.

***

Siang itu, semua pacar member diharuskan diantarkan pulang ke rumah masing-masing karena situasi yang sedang berbahaya ini. Namun karna Jongin diskors dan pulang terlebih dahulu, juga karna namja itu sedang dikarantina di apartemennya sampai keadaan kembali normal maka Soojung memilih untuk pulang sendiri saja.

“Soojung-a ayo pulang bersamaku sajaaa” ucap Suzy menarik-narik tangan Soojung. Mark akan mengantar Suzy pulang menggunakan mobilnya, dan kebetulan rumah mereka searah.

 “Gwenchana Suzy-ya aku naik bus saja” ucap Soojung tersenyum.

“Eey mwoya? Rumah kita tidak terlalu berjauhan, gwenchanaaa” paksa Suzy sekali lagi.

“Ani, aku ingin mampir ke mall sebentar membeli titipan eonni ku” ucap Soojung lagi.

“Gwenchana, kami akan mengantarkanmu ke mall” ucap Mark santai.

“Ani oppa, akan sangat merepotkan karna aku harus mencarinya dulu” tolak Soojung.

“Ey akan sangat berbahaya jika kau berjalan seorang diri, kau tahu itu kan?”

“Oppa, Suzy-ya, keokjongma, aku akan baik-baik saja” ucap Soojung sekali lagi.

“Aaaahh Soojung-aaaa” rengek Suzy.

“Na jinjja gwenchana” ucap Soojung kembali meyakinkan.

“Arra. Telfon aku begitu kau sampai dirumah. Arrachi?” ucap Suzy meminta Soojung berjanji dengan mengulurkan kelingkingnya.

“Umm” ucap Soojung lalu mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Suzy.

“Kalau begitu aku pulang dulu..” ucap Suzy seraya membuka pintu mobil. “Na kkallke Soojung-a” ucap Suzy dari jendela mobil, lalu mobil Mark pun melaju perlahan meninggalkan Soojung.

Soojung melambaikan tangannya kearah mobil Mark lalu menyebrang dan berjalan menuju halte bus. Ia berjalan santai seraya mendengaran musik yang mengalun lewat headset ditelinganya. Tiba-tiba..

“Aigoo rookie Shinkyung High School yang cantik ini hari ini pulang sendiri..” Soojung tetap berjalan santai, tidak mendengar seseorang berbicara di belakangnya.

Grab. Seseorang menarik tangan Soojung dari belakang membuat yeoja itu benar-benar kaget.

“YA JUNG SOOJUNG! Kau sangat sombong sekarang!!” ucap seorang yeoja lalu menarik headset dari telinga Soojung kasar.

“Bergaul bersama member-member white shit, bersahabat dengan pacar-pacar mereka. Kau pikir itu keren?” nafas Soojung memburu, ia benar-benar kaget dan berpikir bahwa yang barusan menariknya adalah salah satu member black bull.

“Kau harus sadar, saat seorang diri seperti ini, kau tetap bukan apa-apa. Kau hanya akan dianggap karena berada disamping mereka, tapi saat kau tak bersama mereka.. kau tetaplah pecundang”

“Aku tau, kau selama ini tidak lagi menganggapku ada cih. Hari ini aku ingin mengingatkanmu, bahwa aku, Yoo Sohyun, tetap lebih hebat darimu, pecundang!”

“Ah! Ku dengar kau sedang dekat dengan Kim Jongin, madda? Woaahh daeebaakkk. Bagaimana bisa seorang Kim Jongin, mantan pacar Hani eonni yang sangat cantik, sempurna dan memiliki segalanya, tiba-tiba digosipkan dekat dengan seorang pecundang?”

“Malhaebwa!” ucap Sohyun seraya mendorong-dorong pundak Soojung. “Apa kau menggodanya? Apa kau menyerahkan tubuhmu padanya? YA MALHAEBWA JUNG SOOJUNG!” PLAK! Soojung menampar wajah Sohyun tanpa pikir panjang.

Sohyun menahan amarahnya, ia tak menyangka Soojung seberani ini.

“YAAAA LIHAT DIRIIMUU!! KAU PIKIR KAU SIAPA BERANI MENAMPARKU HAAHHH??!!” Sohyun tiba-tiba membabi buta menarik rambut Soojung.

Yedeura, bawa i nappeun gijibe!” ucap Sohyun pada 4 orang temannya.

Keempat temannya pun segera menyeret Soojung menuju ke sebuah lahan kosong di dekat sekolah, tempat mereka mem-bully Soojung dahulu, di tempat dimana Soojung dan Jongin pertama kali bertemu.

“Beraninya kau menamparku!” ucap Sohyun. Soojung pun dipaksa berlutut oleh 4 teman Sohyun. Sementara Sohyun mengambil sekantung telur, terigu dan cairan aneh dalam botol yang memang telah mereka persiapkan.

Chagiya.. aku tadinya tidak berniat melakukan ini, tapi karna kau menamparku dan membuatku marah, maka aku akan melakukannya” plok! Sohyun memecahkan telur diatas kepala Soojung. Soojung memejamkan matanya, menahan tangis dan amarahnya.

“Eww.. saengil chukkae uri Soojung-aaaa!!!” ucap Sohyun lalu menepuk pelan kedua pipi Soojung. Dua temannya yang lain sibuk bertepuk tangan.

“Ah yeppeuneeee, yedeura ayo kita buat dia lebih cantik lagi di hari ulangtahunnya” ucap Sohyun terdengar ceria.

Nan saengil aniya” ucap Soojung pelan.

“Ah jinjjayoo? Ah eottokhae? Berarti aku salah, tapi tidak apa-apa, sayang sekali jika kita tidak menggunakan semua ini padahal aku sudah meyiapkannya. Yedeura kajja

Dan satu persatu teman Sohyun mulai melempari Soojung dengan telur. Lalu Sohyun membuka sebungkus tepung lalu menumpahkannya di kepala Soojung. Dan terakhir, 2 botol saus cumi mentah yang memiliki bau menyengat pun mereka siramkan ke kepala Soojung. Salah satu dari mereka merekam kejadian tersebut seraya tertawa-tawa.

Soojung sudah menangis sejak tadi, hatinya terasa sangat sakit diperlakukan seperti itu.

“Eeeewwww yeoja cantik ini sekarang jaaauuuhhh lebih cantik. Bukan begitu yedeura? Ooohh Soojung-ku yang malang” ucap Sohyun berjongkok disebelah Soojung.

“Kau sangat menjijikan dan bau sekarang eeww. Ku peringatkan padamu, jangan pernah bermain-main denganku Jung Soojung” bisik Sohyun lalu yeoja itu pun bangkit.

“Jangan menangis lagi sweet heart hihihi. Yedeura kajjaa kita bersenang-senang lagi di tempat lain” Sohyun dan ketiga temannya pun mengambil tas mereka lalu berjalan meninggalkan Soojung.

“Annyeeoongg uri Soojung-aaa” ucap Sohyun melambai-lambai dan mereka semua tertawa-tawa.

Soojung menunduk, masih menangis. Tangannya terkepal kuat sedari tadi. yeoja itu membuka matanya perlahan, tapi pandangannya tiba-tiba berkunang. Kepalaya terasa mau pecah, nafasnya memburu cepat, dan tiba-tiba ia tumbang dan tertidur di lapangan itu. Semua menjadi gelap.

Tak lama kemudian, empat orang yeoja berjalan seraya mengobrol ringan. Mereka hendak pulang ke rumah mereka masing-masing.

“OH?!” tiba-tiba salah satu yeoja menutup mulutnya dan menunjuk sesuatu. Ketiga temannya menengok dan mendapati seorang yeoja yang pingsan di sebuah lahan kosong.

“Nuguseyo?” tanya mereka bingung. Yeoja-yeoja itu pun berjalan mendekat dan mereka tiba-tiba menutup hidung mereka.

“aigoo, kenapa yeoja ini bau sekali”

“Sepertinya ia habis dibully”

“Nde sepertinya ia habis dibully”

“Kasihan sekali”

“Siapa dia?”

Ucap yeoja-yeoja itu semakin mendekat. Saat salah seorang menyikap rambut yeoja malang itu dengan jijik, ia terbelalak seketika melihat nametag nya.

JUNG SOOJUNG.

“Jung Soojung??!” ucapnya kaget.

“Mwo? Jung Soojung?”

“Ya jinjja? Bagaimana bisa??”

“Yaaa siapa yang berani melakukan ini?”

“Molla. Apa ia tidak takut pada Jongin?”

“Jongin? Wae?”

“Ia berkencan dengan Jongin”

“Jinjja? Daebaakk lalu kenapa dia bisa sampai begini??”

“Ah hubungi Jongin sekarang”

“Aku tidak tahu nomornya”

“Aku juga tidak tahu..”

“Apalagi aku..”

“Ah eottokhae?”

“Son Naeun! Apa kau punya nomor Son Naeun?”

“Ani. Aku hanya punya nomor Choi Sulli karena waktu itu kami pernah sekelompok”

“Geurae geurae, Choi Sulli. Dia pacar Sehun jadi mungkin Sehun bisa memberitahu Jongin”

Salah satu yeoja pun menghubungi Sulli.

“Yeoboseyo?” ucap Sulli di sebrang sambungan.

“Ndee Sulli-ya..”

“Waeyo Mirae-ya?”

“Ah.. kau menyimpan nomorku. Hmm eodiya? Apa kau sedang bersama Sehun?”

“Aku sedang di rumah, bersama Sehun. Waeyo?”

“Hmmmm Jung Soojung…” Mirae ragu mengatakannya.

“Soojung wae?”

“Geu gaa…”

“Ey Soojung waeyo??” ucap Sulli mulai terdengar panik.

“Ia pingsan di lahan kosong dekat sekolah, dan sepertinya ia habis dibully”

“MWOOO???”

“Ndee..”

“Ah arrasseo gomawo Mirae-ya. Aku akan segera kesana, tolong telfon ambulans. Arra?”

“Ndee”

“Baiklah ku tutup yaa” Klik. Sulli pun menutup telfon.

“Soojung..” ucap Sulli panik.

“Wae wae? Soojung wae?”

“Dia pingsan di lahan kosong dekat sekolah dan sepertinya ia habis dibully” ucap Sulli cepat cepat dan panik.

“MWO?”

“Kajja kita harus kesana” ucap Sulli bersiap-siap.

“Jarak kita terlalu jauh dan terlalu lama untuk sampai keana” ucap Sehun.

“Lalu aku harus apa?? Sahabatku dibully dan pingsan smenetara aku hanya berdiam diri di rumah?” tanya Sulli.

“Ani, kita akan ke rumah sakit nanti, tapi sekarang biar anak-anak yang ada di dorm yang membawanya ke rumah sakit dulu”

“Ah maja. Jongin.. aku harus menelfon Jongin” ucap Sulli panik mencari kontak Jongin.

“Jonginie hajima!” ucap Sehun.

“WAEE?? Namja itu yang harus bertanggung jawab! Soojung mendapat banyak masalah sejak ia bersama Jongin! Apa kau tidak sadar hal itu??” ucap Sulli terdengar marah.

“JONGIN HAJIMA!!” bentak Sehun balik marah. Namja itu sendiri kaget karna ia bisa membentak Sulli seperti itu.

“Kau tau kondisi kami sedang seperti ini? Jongin bahkan tidak boleh datang ke dorm, ia tidak boleh kemanapun seorang diri. Ia sekarang berada di apartemennya, bersama Taemin hyung, Chen hyung dan Suga hyung” ucap namja itu mereda.

“Mian chagiya. Jika kau menelfon Jongin, namja itu pasti panik dan akan berbuat nekat. Dia pasti akan langsung menjemput Soojung tanpa pikir panjang. Taemin bisa marah, dan ia bisa bertengkar dengan Taemin nantinya. Semua akan jauh lebih buruk, tolong mengerti itu” ucap Sehun lagi.

“Aku akan menelfon Junior dan menyuruhnya menjemput Soojung” Sehun pun mengeluarkan ponselnya dan menelfon Junior.

“Eodiya?” tanya Sehun.

“YA CEPATLAH BICARA AKU SEDANG MAKAN” ucap Junior.

“Soojung ditemukan pingsan di lahan kosong dekat sekolah, jemput dia sekarang. Sulli sudah menelfon ambulans. PPALLI”

“MWO Nde nde arraasseo” ucap Junior lalu menutup telfon.

“Jooheon-aaa kajjaa antar akuu” teriak Junior.

“Eodi eodi?” tanya Jooheon lalu berlari ke arah Junior.

“Soojung pingsan di lahan kosong dekat sekolah” ucap Junior, dan semua member yang ada disana spontan menghampiri Junior.

“MWOO? Biar aku saja yang menjemputnya” ucap Wonho.

“Hajimaaa. Neo jugullae? Biar Junior dan Jooheon saja yang menjemputnya” ucap Minhyuk menahan Wonho.

Junior dan Jooheon pun segera menaiki motor dan menuju ke sekolah. Sepanjang perjalanan, dua namja itu sibuk mencari, menengok ke kanan dan ke kiri.

“Itu dia!” ucap Junior menunjuk sebuah lapangan di belakang sebuah rumah. Mereka pun berhenti dan segera berlari ke arah Soojung.

Empat yeoja yang tadi menemukan Soojung masih berada disana, menungguinya sampai bantuan datang.

“Museun iriya?” tanya Junior panik melihat keadaan Soojung.

“Mollayo. Kami hendak pulang sekolah dan tiba-tiba menemukan Soojung seperti ini. Lalu kami menelfon Choi Sulli, dan kami juga sudah menelfon ambulans” ucap Mirae.

Junior memandang Soojung khawatir. Apa yang sebenarnya terjadi.

2 menit kemudian terdengar suara ambulans yang semakin lama semakin mendekat. Jooheon berlari ke arah ambulans dan melambai lambaikan tangannya. Tim medis pun membawa brangkar turun dari ambulans dan segera mengangkut Soojung dan membawanya masuk ke dalam ambulans.

“Apa ada yang ingin menemaninya?” tanya suster tersebut.

“Aku akan menemaninya” ucap Junior. “Jooheon-a, pulanglah ke dorm. Hati-hati” ucap Junior.

“Nde, aku akan menghubungi Taemin hyung dan memberitahunya” ucap Jooheon.

“Um, aku akan menghubungi Sulli nanti” ucap Junior lalu namja itu pun naik ke ambulans dan duduk di sisi Soojung.

Ambulans pun berjalan meninggalkan lapangan tersebut.

“YA NEO NEO NEO! Hendupon” ucap Jooheon kepada 4 yeoja tadi setelah ambulan itu sudah pergi, seraya mengangkat dagunya. Namja itu menadahkan tangannya di depan yeoja pertama, Mirae. Mirae mengulurkan ponselnya, dan Jooheon pun segera menggeledah isi ponsel tersebut. Saat ponsel Mirae bersih tanpa hal-hal mencurigakan, Jooheon pun mengembalikannya. Namja itu kembali menadahkan tangannya pada yeoja kedua. Yeoja itu memberikan ponselnya dan Jooheon pun menggeledahnya. Jooheon berhenti di salah satu foto yang ada di ponsel itu. Foto Soojung, tadi, saat ia pingsan.

“Neo jugullae?” tanya Jooheon pada yeoja itu. Yeoja itu hanya menunduk. Jooheon menghapus foto tersebut lalu mengembalikan ponsel itu pada yeoja itu.

Jooheon menadahkan tangan pada yeoja ketiga, ponsel yeoja itu juga bersih. Ia kembali menadahkan tangannya pada yeoja keempat. Jooheon kembali menemukan foto Soojung di ponsel itu.

“Tto? Neo du jugullae?” tanya Jooheon sebal. Namja itu buru-buru menghapus foto tersebut dan mengembalikannya pada si pemilik.

“Jika besok disekolah sampai ada foto Soojung yang tersebar, kalian berempat yang aku cari pertama kali” ucap Jooheon lalu meninggalkan yeoja-yeoja tersebut dan kembali ke dorm.

***

Di dalam ambulans, Junior segera menelfon Sehun dan mengabari namja itu.

“Eotte?” tanya Sehun to the point begitu ia menjawab telfon Junior.

“Yaa, apa yang sebenarnya terjadi? Aku.. aku tidak tahu harus bagaimana, apakah aku harus sedih atau harus marah melihat keadaan Soojung seperti ini” ucap Junior.

“Wae wae? Memangnya apa yang terjadi?” tanya Sehun penasaran.

“Kau tau? Ia ditemukan pingsan dalam keadaan yang sangat buruk. Seragam dan rambutnya kotor terkena tepung dan telur, baunya menyengat dan sangat tidak enak. Sepertinya mereka menyiramkan sesuatu juga pada Soojung, entah itu apa”

“JINJJA? YA itu benar-benar keterlaluan! Siapa yang sebenarnya melakukannya??” ucap Sehun terdengar marah. Disebelahnya terdengar suara Sulli yang penasaran dan memaksa minta dijelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Kau harus melihatnya sendiri, aku bahkan tidak tau bagaimana cara memberitahu Jongin. Aku takut dia akan melakukan hal-hal nekat dan kabur untuk menemui Soojung”

“Aku juga berpikir begitu, makanya tadi aku menelfonmu bukan menelfon Jongin. Apa kita beritahu melalui Taemin hyung? Biar Taemin hyung yang membawa Jongin ke rumah sakit?”

“Jooheon sepertinya sudah memberitahu Taemin hyung. Kau cepatlah kesini, aku sedang menuju ke Seoul hospital” ucap Junior.

“Arra, aku sedang di jalan menuju ke sekolah, aku langsung kesana sekarang”

“Nde” ucap Junior lalu memutus sambungan.

Junior memandangi Soojung penuh kekhawatiran.

“Soojung-a.. apa yang sebenarnya terjadi?” ucap Junior lemah.

-to be continue-

3 thoughts on “Stay With Me -Chapter V-”

  1. hi there!

    wowowowo menciun bau bau suka yang tak terlihat dari Wonhoo ._. atau dia cuman oppa able?

    uh so swit sekali kalau lagi keadaan bahaya gini wkwkwk
    at least para pacar didampingin kan jadi so swit sekali hahha~

    soojung kesian mulu sih nasibnya ya ampun :”)

    see ya~

    Disukai oleh 1 orang

    1. Haloo thia again^^

      Abang wonho nya masih bimbang nih hehe ditunggu aja yaa kelanjutannya

      Btw makasih banyak sudah jadi reader setia yg selalu meninggalkan jejak aku sangat senang membaca setiap reviewnya, hope u like it😊😊

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s