MY 20 eps.2

My 20 - 2

By Goo Ma Ra

Starring SEVENTEEN’s Jeonghan, HELLO VENUS Seoyoung and NUEST Aaron

4 Episodes/17/romance/Episode 2

Eps.1

MY 20

 

                                                                    Last episode

Jeonghan terdiam dan menatap kesal Seoyoung yang malah tertawa keras. Seoyoung pun berjalan menuju pintu apartemennya.

“Kenapa kau..” Jeonghan menggantung kalimatnya dan membuat Seoyoung menghentikan langkahnya yang hendak membuka pintu apartemennya.

“Kau aneh, nuna. Setelah seharian ini kau marah-marah dan berteriak keras kepadaku. Kenapa kau sekarang malah menjadikanku lelucon seperti ini? Kau senang? Ada apa denganmu?”

“Besok jangan sampai terlambat ya. Yoon Jeonghan…”. Seoyoung berbicara dengan nada lembut lalu masuk kedalam apartemennya meninggalkan Jeonghan yang masih syok sekaligus emosi di luar.

“Sebesar itukah luka dihatimu, Seoyoung nuna?”

Episode 2

            Jeonghan merebahkan tubuhnya setelah selesai mandi. Dia merasakan hari ini begitu melelahkan. Dia mengambil hpnya dan juga headsetnya lalu mendengarkan music sambil berbaring santai di ranjangnya, melepas penat sebelum tidur.

Panggilan masuk yang merusak telinga Jeonghan membuatnya mendengus kesal. Bagaimana tidak, waktunya bersantai mendengarkan music terganggu karena sebuah panggilan. Betapa terkejutnya ketika dia mengetahui siapakah yang menelpon. Karena rasa takut Jeonghan meredam emosinya dan mengangkat panggilan itu.

“Chagiya… Cepat jemput aku. Aku rasa aku tak sanggup menyetir. Cepat datang “

Suara wanita yang berd**ah-sedikit-bersuara-seperti-ya-itulah membuat Jeonghan bergidik geli sekaligus merinding  ketakutan.

“Nuna ada dimana?”

“Ditempat biasa kita minum, chagiya… Cepat kesini, aku sudah tak.. uwekk”

“Eh Nuna tak apa? Kau baik-baik saja? Nuna? Nuna?”

“Cepat kesini, chagiya. Aku benar-benar mau… uwekk.. uwekk”

“Tapi, nuna dimana?”

“Kedai malbi di dekat kantor, babo! Cepat!! Kau memang chagi ku yang.. uwekkk”

Tut…tut..

“Hey jangan dimatikan!! Nuna!! Aish ada apa dengan mu?”

            Sejurus dengan terputusnya telepon dari wanita itu, Jeonghan langsung berlari kencang menuju tempat kejadian perkara-yang dituju-. Satu-satunya kedai malbi di dekat kantornya memang tak berjarak jauh dari kantor. Tapi… kantorlah yang berjarak hampir 2 km dari apartemen Jeonghan. Saat Jeonghan sampai di tempat itu.

“Annyeong, naui saranghanda. Muachhh.” Wanita itu melambaikan tangannya dan menyambut Jeonghan dengan kissbyenya. Wanita itu pun bangkit dari kursi dengan sempoyongan. Jeonghan mendapati 3 botol sake-minuman sejenisnya- di atas meja wanita itu.

“Kau menghabiskan semua itu?” Jeonghan menggeleng ria melihat kelakuan wanita itu.

“Sayang…” Disaat wanita itu akan menghampiri Jeonghan dengan badannya yang lemah bak tisu-kertas-, tiba-tiba dia terjatuh.

“Aww.. sakitt”. Wanita itu meringis kesakitan. Jeonghan pun menghampirinya.

“Kau bau sekali, Nuna”.

“Aduhh sakit sekali”.

“Sepertinya kau terkilir, sini biar aku..” Belum selesai menyampaikan niat baiknya menolong wanita itu, wanita itu langsung melayangkan bibirnya ke pipi Jeonghan. Jeonghan menatap heran wanita yang tak lain adalah Seoyoung.

“Akan aku antar kau pulang.”

            Jeonghan menggendong Seoyoung yang tengah mabuk berat pulang menuju apartemen. Jeonghan berusaha bersikap biasa saja.

“Sayang, kau wangi sekali. Kau habis mandi ya?” Seoyoung menciumi baju Jeonghan. Jeonghan tak bisa berbuat apa-apa pada orang yang sedang mabuk berat.

“Aaronku sayang, apa kita masih lama sampainya? Kepalaku pusing dan aku mau muntah.”

“Sebentar lagi, nuna.”

“Aku belum setua itu, Aaronku sayang. Bukankah kau yang lebih tua setahun dariku? Kau ini mau malawak ya?” Seoyoung menggapai pipi Jeonghan dengan bibirnya yang membuat Jeonghan risih dan ingin membuang Seoyoung dari punggungnya.

“Sudah lama kau tidak menggendongku seperti ini. Entah kenapa aku sangat merindukanmu, sayangku. Padahal kau selalu ada disampingku.”

“Nuna.. Aku ini Jeonghan. Aku bukan orang yang bernama Aaron itu.”

“Kenapa kau sebut-sebut nama bocah tengik itu? Kenapa kau sebut bocah tengik yang baru bekerja satu minggu itu? Aku kesal jika harus berpasangan dengannya saat siaran radio. Kenapa kau selalu ada urusan? Aku hanya ingin siaran denganmu saja.”

“Dia benar-benar mabuk sampai mengira aku adalah Aaron hyung. Jangan bawa aku kedalam hidupmu, nuna.” Bisik Jeonghan dalam hati. Setelah puas telinga Jeonghan mendengar ocehan tak jelas Seoyoung, mereka pun sampai di apartemennya Seoyoung.

“Nuna, apa passwordnya?”

“Tanggal jadian kita. Masa kau lupa?”

“Aku tidak tahu, sial.” Batin Jeonghan kesal.

            Jeonghan ingat pernah melihat sebuah tanggal di buku catatan kerja Seoyoung, mungkin itu kodenya.

“17022014.” Jeonghan memencet angka itu dan gagal.

“Nuna, tidak bisa.”

“17022014? Masa tidak bisa? Apa aku sudah menggantinya? Coba tanggal lahirku.”

“Aku sudah tak sanggup menggendongnya.” Lirih batin kecil Jeonghan.

“08091994. Tidak bisa juga nuna.”

“Kalau begitu tanggal lahirmu.”

“Aduh, aku tidak tau tanggal lahir Aaron hyung.”

“09101995.” Jeonghan memasukan tanggal lahirnya,

“Terbuka…” Jeonghan heran bagaimana bisa tanggal lahirnya menjadi password apartemen Seoyoung.

“Cepat masuk aku mau muntah.. uwekk.”

            Setelah sampai di dalam Seoyoung langsung muntah banyak sekali.

“Kau terlalu banyak minum, nuna.” Jeonghan menggosok-gosok belakang leher Seoyoung.

“Sudah, aku lelah muntah.” Seoyoung bangkit dengan terpincang-pincang.

“Hati-hati, kakimu itu terluka. Cuci dulu mukamu, nuna.”

“Ah aku malas, chagi. Mataku sudah sangat berat. Kau tak lihat aku tidak bisa membuka mataku? Ayo cepat kita pergi tidur.”

“Nanti dulu, nuna. Sini biar aku yang cuci wajah mu.” Jeonghan pun mencuci wajah Seoyoung dengan handuk basah. Setelah selesai, Jeonghan mengantarkan Seoyoung ke kamarnya. Jeonghan membaringkan Seoyoung di ranjang. Sedangkan Seoyoung seperti mayat hidup yang tak berdaya.

“Kita obati dulu kakimu.” Jeonghan mengurut kaki Seoyoung yang terkilir.

“Sudah biarkan saja, besok juga sembuh.”

“Besok pasti akan sakit saat kau berjalan.” Jeonghan masih bersikeras mengobati kaki Seoyoung.

“Kepalaku pusing, Aaron. Lebih baik kau mengurut kepalaku.”

“Dia masih saja mengira aku Aaron hyung.” Lirih Jeonghan dalam hati sambil bergeleng. Jeonghan pun mau tak mau menuruti permintaan Seoyoung. Dia takut berhadapan dengan wanita yang sedang hilang kesadarannya.

            Saat akan menghampiri Seoyoung dan akan mengurut dengan lembut dan hati-hati kepala Seoyoung. Tiba-tiba Seoyoung menarik tangan Jeonghan dan membuat Jeonghan jatuh tepat di atas tubuh Seoyoung.

“Nuna…” Jeonghan berusaha melepaskan diri tetapi Seoyoung memeluk erat Jeonghan.

“Tidak bisakah kau memelukku, Aaron? Gadis kecilmu ini sangat merindukanmu.” Jeonghan hanya terdiam menatap Seoyoung yang mengoceh dengan mata terpejam.

“Nanti kakimu tambah sakit.” Jeonghan berusaha menolak dan bangkit dari ranjang.

“Cepat peluk aku!! Atau aku akan berteriak dan menangis.”

            Jeonghan terpaksa memeluk Seoyoung yang tengah mabuk. Seoyoung pun memeluk Jeonghan dengan erat yang dia kira adalah Aaron.

“Hangat sekali berada dipelukanmu. Kau tau? Akhir-akhir ini aku mimpi buruk tentang kita berdua.” Jeonghan hanya terdiam karena syok dengan keadaan yang sedang dia alami sekarang.

“Kenapa kau diam saja? Kau tidak mau mendengarnya?”

“Ah, seperti apa ceritanya?” Jeonghan terpaksa berakting sebagai Aaron.

“Jadi ceritanya seperti ini….”

Seoyoung Story Telling

“Jadi kau putus denganku hanya karena kau akan debut sebagai artis?”

“Aku hanya tidak mau terjadi sesuatu padamu.”

“Bilang saja kau tidak mau aku mengusik kehidupan mu yang baru. Benar kan?”

“Bukan seperti itu, Seoyoung. Aku..”

“Cukup!! Kau bahkan menyebut namaku. Pergi kau! Aku tidak mau melihatmu lagi.”

            Aaron pun menarik Seoyoung dalam pelukannya. Seoyoung meronta ingin melepaskan diri dari pelukan kekasihnya itu.

“Kau jahat. Aku membencimu. Kenapa kau tega melakukan ini padaku?” Seoyoung menangis.

“Aku mencintaimu, Seoyoung. Aku tak bermaksud jahat padamu.” Aaron memeluk erat tubuh wanitanya itu.

            Seoyoung pun melepas paksa dirinya dari pelukan Aaron.

“Jangan pernah panggil namaku lagi. Aku takkan sudi mendengar suaramu.”

            Seoyoung pun keluar dari kamar apartemen Aaron dan membanting pintu dengan keras.

Story telling end

            Jeonghan hampir menangis mendengar cerita Seoyoung. Akhirnya dia tau bagaimana cerita yang sebenarnya antara Seoyoung dan juga Aaron.

“Kau takkan pergi meninggalkanku seperti di mimpi burukku itu kan?”

            Jeonghan menatap wajah Seoyoung yang matanya terpejam dan setengah tidak sadar itu.

“Ya.. Aku takkan pernah meninggalkanmu.” Dengan pelan Jeonghan menjawab pertanyaan Seoyoung. Sekarang dia mengerti kenapa Seoyoung menjadi wanita yang begitu kasar. Seoyoung hanya butuh teman untuk mendengarkan keluh kesahnya. Seoyoung pasti masih sangat mencintai Aaron. Dan luka yang ada di hati Seoyoung pasti sangat besar dan sulit di obati.

“Aku mencintaimu.” Bisik Seoyoung yang menenggelamkan dirinya dalam pelukan Jeonghan.

“Aku juga mencintaimu.” Balas Jeonghan lembut.

“Jangan pergi sampai aku tertidur. Janji?”. Seoyoung mengacungkan kelingkingnya dengan mata terpejam.

“Iya…” Jeonghan mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Seoyoung lalu kembali memeluk Seoyoung dengan erat.

            Sungguh malam yang tidak terduga yang baru saja dilewati Jeonghan. Jeonghan hampir tak bisa tidur karena kejadian yang dia lalui tadi malam. Mungkin dia tidur hanya sekitar 2 jam saja. Jeonghan pun masuk kerja dan berusaha bersikap seperti biasa saja. Jeonghan pun berpapasan dengan Seoyoung.

“Selamat pagi, nuna.” Jeonghan tak berani menatap Seoyoung.

“Ya, selamat pagi juga.” Jeonghan pun duduk disebelah Seoyoung karena meja kerjanya dan juga Seoyoung kebetulan bersebelahan.

“Bagaimana tidurmu tadi malam, nuna?” Jeonghan sedikit kaku dan grogi.

“Baik, sangat nyenyak. Sepulang kerja aku langsung tidur di ranjang ku yang hangat. Tumben kau sok akrab begini. Ada apa memang?” Seoyoung menatap wajah Jeonghan yang membuat Jeonghan jadi gugup.

“Ah, tidak apa-apa.”

“Tunggu dulu. Kau tidak tidur semalam?”

“Ah, itu..ee.. aku tidur iya aku tidur, nuna.” Jeonghan menghindari tatapan Seoyoung yang meneliti wajah Jeonghan.

“Kenapa matamu hitam, seperti tidak tidur semalaman?”

“Mungkin aku hanya kelelahan, nuna. Jangan mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja.”

“Siapa yang mengkhawatirkanmu? Kalau kau keseringan begadang, kau akan cepat lelah. Dan kalau kau kelelahan maka kerjamu tidak akan baik. Aku tak mau dibuat repot olehmu.”

            Seoyoung lagi-lagi melayangkan tangannya ke kepala Jeonghan dan membuat Jeonghan meringis kesakitan.

“Kau selalu saja memukulku.” Protes Jeonghan yang tak digubris oleh Seoyoung.

“Dari cara bicaranya dia tidak ingat sama sekali kejadian semalam. Fiuhh syukurlah kalau begitu, kenapa aku yang jadi gugup begini? Kalau dia lupa aku tak perlu takut sesuatu yang tidak aku inginkan terjadi. Semoga saja.” Curhat batin Jeonghan.

                                                                        To Be Continue

 

8 thoughts on “MY 20 eps.2”

  1. hi there!

    uwowowowo kasian sama Aron di posternya :”D fotonya bikin kuingin mengakak wkwkwk

    jadi Aron dulu jadi Dj radio juga ya? ah emang pantes dia :3
    Aron baik kok Seoyoung! kalau ga mau kasih aku aja *ey

    Jeonghan nih sabar banget ya ampun~ kamu memang baik nak (?) wkwkwk

    ditunggu! semoga Aronku masih baik baik saja. jangan nistakan dia *banyak maunya ih kamu*

    see ya~

    Suka

    1. Thx kamu udah jd readers setia aku yg;* itu poster aron maksudnya cemburu loh kok malah ngakak :v
      Ntar deh aku masukin kmu sebagai wanita yg rela berkorban demi aron wkwk
      Dia kan paling muda jd harus ngalah wkwk
      Thxseu~

      Suka

      1. hahahhahha. ya abisnya itu ekspresi Aron macem “hah apaan” lucuk sekali kan~
        woaa~ tapi aku lebih suka Ren, gimana dong? *abaikan*

        yuhuu sama samaa

        Suka

  2. Aron kan kat ceritanya liat seoyoung ngelirik jeonghan wkwk

    Next rencana pengen buat ff tentang ren dan juga junghan!! :v
    Aku juga biasnya ren*-* dan junghan jd kedua setelah ren*-* wkwk

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s