#03_Jealous!!

#Jealous!!!

#03_JEALOUS!!

[ Lee Uchida | Kim Myungsoo, Krystal Jung | Kang Min Hyuk, Kim Hyorin | Chaptered | Romance | PG+ ]

Previous: #01 #02

Disclaimer: Cuma pinjem nama. Gomawo atas bantuannya Lee Joon Hoo dan Kang Tan🙂

Summary:

Dia pandai dalam hal menggoda wanita

Dia pandai dalam tersenyum

Dia bisa menghanyutkan suasana hening menjadi ramai

Dia bisa membuatku menjadi wanita dihadapannya

Dia adalah orang yang paling cerdas dalam segala hal

Tapi, aku tidak begitu suka ketika dia berdekatan dengan wanita lain

Aku memang cemburu. Wajarkan kalau aku cemburu?

Aku tunangannya!

~~~ELSTAL~~~

Mendadak aku kehilangan nafsu makan. Padahal aku sudah mencoba untuk mengajak Minhyuk makan siang, tapi tetap saja belum balik. Aku benci dengan Myungsoo. Dia lebih suka makan siang dengan sekretarisnya yang sexy itu dibanding denganku. Huuuuh…

“Kenapa tiba-tiba mengajakku makan siang?”

“Aniyo, hanya tidak punya teman makan siang saja. Kau mau pesan apa?”

“Kau sendiri? Aku akan pesan sama denganmu.”

“Oke, aku pesan Five Chilli Noodle dan latte.”

“Kami pesan dua.”

“Ne.. algaeseumnida.”

Aku kembali lesu.

“Sekretaris Kim, bisakah kita foto bersama?”

“Waeyo?”

“Aniyo, tapi kita inikan sudah lama bekerja sama, tapi aku belum punya fotomu.”

“Ah geuraeyo? Oke ayo kita ambil fotonya.”

‘eheheheheeheh semoga kau cemburu Krystal Jung.’ Ujar Myungsoo licik, setelah itu menjadikannya sebagai foto latar ponselnya. Huuuhh.. aku harus benar-benar sabar jika bayanganku ini benar.

“Kryst? Apa kau sedang sakit?”

“Aniyo. Hanya sedikit lelah saja.”

“Baiklah. Apa ada tempat lain yang ingin kau kunjungi?”

“Tidak. Aku rasa aku harus pulang. Abeoji mungkin sudah menunggu.” Bohongku.

“Baiklah. Aku antar bagaimana?”

“Tentu. Itu akan menghemat biaya naik busku.”

“Ya! Darimana kau?” teriak Myungsoo ketika aku membuka pintu. Baru membuka pintu saja sudah mendapat teriakan, bagaimana jika aku berada di dalamnya?

“Dari kampus.” Jawabku santai.

“Kenapa baru pulang?” aku berhenti melangkah dan berbalik. “Kau pikir kuliah seperti anak TK yang selesai belajar pulang? Ooohh jadi kau lupa bagaimana itu kuliah?”

“Ya! Bukan begitu, tapi tidak biasanya kau pulang jam segini.”

Kenapa dia?

 “Krystal.. Krystal.. apa kau di dalam?” Myungsoo masuk kamarku tanpa permisi. “Kryst!” teriaknya.

“Ada apa? Aku ada diluar.”

“Oh, jadi kau di sana.” Ujarnya dan tiba-tiba mencari sesuatu di sakunya.

“Waeyo? Kau mencari apa?” dia tidak menjawabku.

“Eodiya, kenapa tiba-tiba tidak ada?” ujarnya lirih.

“Kau mencari apa?” tanyaku lagi.

“Ponsel. Ponselku tidak ada. Kemana dia?”

Usahamu benar-benar bagus Myungsoo. Apa setelah ini kau akan menyuruhku untuk mencarikannya? Dan hasilnya…

“Kryst, apa kau bisa membantuku untuk mencarinya?” Perfecto! Benarkan tebakkanku?

Dia pasti sengaja menaruhnya di suatu tempat lalu menyuruhku mencarikan. Apa dia sekurang kerjaannya? Aku mencari setiap sudut ruangan apartementnya. Akhirnya aku menemukan ponsel itu di toilet. Apa yang dilakukannya? Kenapa ponsel bisa ada di toilet? Aku melihat sebentar pada gambar latarnya.

“Oh Myungsoo-ah?” teriakku. Benarkan, selain makan siang pasti dia mengambil foto bersama. Huwaaaahh kenapa insting wanita selalu kuat? Aku senang terlahir menjadi wanita. Senyumku bangga.

“Apa kau menemukannya?” dia berlari ke toilet.

“Ya! Apa kau kurang kerjaan? Kenapa ponsel ada di toilet?”

“Hehehe aku benar-benar lupa.” Jawabnya.

“Geundae, apa ini Kim Hyorin sekretarismu itu?” tanyaku polos dan memandang wajahnya.

“Ah, dia?” Myungsoo menunjuk gambar latarnya. “Kau benar. Dia Hyorin.”

Aku pura-pura terpaku saat Myungsoo mengambil paksa ponselnya dari tanganku.

“Kenapa wajahmu seperti itu?”

“Aaaaa hahaha aniya, ternyata dalam foto, sekretarismu itu sexy juga ya?”

Myungsoo melongo.

“Kau tidak cemburu?”

“Wae? Kenapa aku harus cemburu?” tawaku.

“Kau benar-benar tidak cemburu dengan foto ini?” Myungsoo meyakinkan lagi.

“Ya!! Jika benar itu sekretaris Kim-mu itu, kenapa aku cemburu? Mungkin saja memang sekretarismu itu yang genit. Iyakan?” jawabku dan berlalu.

“Apa strategiku kurang feel dalam hatinya?” ujar Myungsoo pada dirinya sendiri. Aku tersenyum hampir tertawa melihatnya begitu terkejut.

Aku mengeratkan selimutku. Udara malam ini begitu dingin. Aku nyaris tidak bisa tidur karena angin yang bertiup kencang membawa embun-embun dingin. Aku bangun dan menyalakan lampu kamarku.

Aku menghembuskan nafas kasar dan duduk di meja belajarku. Kupandangi sebuah bingkai foto yang tak asing lagi bagiku. Aku mengingat saat-saat itu. Saat yang sangat aku benci karena usiaku yang tidak sesuai.

“Eomma! Apa Eomma ingin mengatakan bahwa aku sebagai jaminan atas ini semua?”

“Aniya, geunyang Eomma dan Appa sudah berjanji demikian.”

“Eomma! Kau menjual anak gadisnya kepada seorang lelaki yang mengerikan!” aku menangis.

“Aniya, dia bukan lelaki tua. Dia lelaki yang sukses di usia muda. Kau akan menyukainya, Soojung.”

“Appa, tolong hentikan ini semua. Tolong jangan jual anak gadismu ini Appa.” Aku memohon pada Appa dengan derai air mata.

“Mianhaeyo Soojung-ah, kau tidak dijual tapi kami ingin kau lebih bahagia.”

“Bagaimana bisa aku bahagia dengannya Appa? Aku tidak mau menikah dengannya.” Rontaku.

“Kau tidak menikah sayang, hanya bertunangan.”

“Aku tetap tidak mau Appa, Eomma!!! Aku benci seperti ini!”

“Soojung-ah…” Eomma memelukku hangat.

“Eomma shirreo, shirreoo…” aku menangis tidak mau.

~~~ELSTAL~~~

“Apa yang kau pikirkan?” tegur Minhyuk yang duduk di sampingku.

“Aniya.”

“Apa kau sudah mengerjakan tugas Lee Saem?”

“Tugas? Lee Saem? Tugas apa?”

“Tugas kelompok, mengenai observasi binatang.” Aku mengingat-ingat benar tidaknya tugas itu.

“Ah! Kau benar. Tugas minggu lalu bukan?” Minhyuk mengangguk.

“Apa, kau sudah mendapatkan kelompok?” aku menggeleng. Pasti Minhyuk akan mengajakku dalam kelompoknya. Tapi, apa hanya kami berdua?

“Kalau begitu kau denganku ne? Aku bingung harus berkelompok dengan siapa.”

“Apa Yonghwa tidak mau?”

“Kau tahu sendiri kan, Yonghwa pasti dengan Seohyun.” Dengusnya.

“Arraseo. Kajja kita berkelompok. Kita akan meneliti binatang apa?”

“Bagaimana jika binatang buaya. Bukankah jarang ada yang menelitinya?”

“Kau saja yang tidak tahu.” Tawaku. “Kajja kalau begitu.”

Huuhh.. mungkin ini akan membuatku seperti balas dendam dengan Myungsoo. Tapi niatku saat ini tidak balas dendam, entah jika suatu saat nanti berubah. Hahaha Myungsoo, mianhae.. bukan aku yang memulainya, tapi kau. Batinku licik.

Setelah kuliah selesai, aku dan Minhyuk langsung ke kebun binatang dan meneliti kehidupan buaya serta mencari sumber dari pawang binatang di sana. Buaya mempunyai sesuatu yang unik ternyata, tapi jujur aku tidak terlalu paham dengan buaya.. aku hanya menurut saja pada Minhyuk. Semoga, Minhyuk tidak marah ketika aku tidak mengerti apa-apa.

“Kenapa selesai?”

“Kita hanya membutuhkan sampai sini saja.”

“Yang benar saja? Nanti jika Lee Saem mengatakan ini buruk bagaimana?”

“Tenanglah Krystal, aku yang urus itu.” Aku tersenyum senang. Andaikan tunanganku itu seperti Minhyuk, aku tidak perlu melakukan hal-hal buruk untuk mengkhianatinya. Minhyuk begitu baik, tulus serta tanggung jawab. Aku suka style namja yang seperti ini. Tanpa terasa aku tersenyum sendiri menatap Minhyuk.

“Waeyo? Kenapa kau tersenyum seperti itu?”

“Ah, aniyo. Kajja kita kembali jika sudah selesai.”

“Ah, Minhyuk-ah, nanti biar aku saja ne yang membuat laporannya?”

“Kenapa?”

“Anggap saja kita sudah bagi tugas. Kau yang mencari sumber, aku yang membuat laporannya. Otte?”

“Baiklah… tapi jika tulisanku tidak jelas segera tanyakan ne? Aku ingin tugas ini segera dikumpulkan dan mendapat nilai tertinggi.”

“Kau benar.”

Kami berjalan bersama di sore menjelang malam ini. Suasana hatiku begitu bahagia. Rasanya seperti hidup sendiri tanpa keterikatan dengan siapapun, dan aku bebas menggandeng tangan namja manapun tanpa ada yang cemburu. Aku merasa inilah hidupku.

Kami duduk menunggu bus pulang. Tanganku masih menggandeng tangan Minhyuk. Mulai dari sini kami saling diam hingga tiba-tiba Minhyuk mencium pipi kananku. Aku merasakan seluruh tubuhku panas dan wajahku memerah.

“Pipimu memerah.” Ujar Minhyuk.

“Amwoyaa.. kau membuatku malu.” Ujarku dan menyembunyikan wajahku. Minhyuk tersenyum.

Bus tiba. Setelah penumpang yang ingin turun habis, kami naik bersama dan mengambil tempat duduk di pojok belakang. Aku takut terjadi sesuatu karena tempat ini. Walaupun aku mengenal siapa Minhyuk, tapi apa tidak bisa hal-hal buruk terjadi? Berdoalah Krystal agar kau tetap baik-baik saja.

Ponselku berdering. “Yoboseyo Eomma?”

“Yoboseyo, apa ini Jung Soojung putri Tn. Jung Ha Myung?”

“Ne. Anda siapa?”

“Kami dari pihak rumah sakit ingin memberikan informasi bahwa Ayah dan Ibu Anda mengalami kecelakaan mobil tadi sore. Kondisinya sangat kritis, dan Tn. Jung Ha Myung mengalami koma.” Aku menutup mulutku dengan tangan kiriku. Aku begitu shock mendengarnya. Aku tidak mampu menjawab panggilan ini.

“Yoboseyo, apa Anda masih di sana? Yoboseyo?”

“Krystal, gwaenchana? Siapa yang menelfon?” aku menangis tertahan. Aku tidak dapat teriak karena ini tempat umum. Aku menahan kuat-kuat tangisanku namun tidak bisa.

Minhyuk mengambil ponselku dan menjawab panggilannya, “Yoboseyo?”

“Sajangnim, apa saya bisa pulang malam ini?”

“Ne. Kau bisa pulang duluan, saya harus menyelesaikan ini terlebih dulu.” Jawab Myungsoo sambil menghadap laptopnya.

“Eomma, Appa…” lirihku dalam tangis.

“Krystal, gwaenchana… besok kau bisa pulang ke Mokpo. Gwaenchanayo…” Minhyuk memelukku dengan maksud menenangkan. Aku tidak bisa berpikir jernih. Tubuhku kaku dan tidak mampu melakukan apapun.

Minhyuk mengelus rambutku lembut. Terus menenangkanku agar bersabar tentang kecelakaan itu. Tangisku terus pecah karena Minhyuk yang begitu baik.

Myungsoo membenarkan otot-ototnya dan melihat sebentar jam dinding di ruangannya. “Uwaaah.. belum terlalu malam tapi kenapa aku sangat lelah? Apa aku selesaikan saja ini di rumah?”

Myungsoo mengemasi laptop dan beberapa berkas ke dalam tasnya. Mengambil jas dan kunci mobilnya menuju parkiran. Myungsoo melajukan mobilnya seperti biasanya. Ada yang lain dari Myungsoo, dia sangat terburu-buru untuk pulang.

Di lampu merah, tanpa sengaja bus yang kutumpangi dan Minhyuk berpapasan dengan mobil Myungsoo. Namun aku tidak sadar akan tatapan Myungsoo dari kaca jendela. Aku masih menangis dalam pelukan Minhyuk.

Tiba-tiba mata Myungsoo memanas dan hatinya terbakar  cemburu. Aku tidak bermaksud untuk berbalas dendam Myungsoo, tapi ini mendadak tubuhku kaku setelah mendengar kabar itu.

“Krystal, apa kau coba berbalas dendam denganku beberapa hari yang lalu? Kenapa kau tega melihatku sakit hati saat seperti ini? Apa kau siap menerima kabarku setelah ini?”

Setelah lampu berubah hijau, Myungsoo menancap gas mobilnya kencang-kencang. Suasana hatinya kacau setelah melihatku. Hajiman, aku tidak pernah punya maksud seperti itu Myungsoo…

Myungsoo memasuki klub malam untuk mabuk sejenak. Menghilangkan penat dan pandangan yang ia lihat tadi. Dia bukan lagi Myungsoo jika seperti ini.

“Myungsoo minum banyak sekali saat di klub. Mungkin dia sedang banyak masalah.” Ujar seorang karyawan Myungsoo yang tadi melihatnya di klub malam. Karyawan itu mengantar Myungsoo kembali ke apartementnya.

“Kim Myungsoo, kenapa kau menambah bebanku hari ini?”

Mata dan hidungku masih merah seperti ini ditambah lagi dengan kepulangan Myungsoo yang dalam keadaan tidak sadar. Aku membiarkan Myungsoo terbaring lemas di sofa dengan pakaian kerjanya. Aku tidak sanggup untuk menggantinya.

Mataku berat sekali. Aku mulai lelah menangis dan tertidur. Aku harap keesokan harinya Myungsoo dapat mengantarku pulang ke Mokpo untuk melihat keadaan Eomma dan Appa.

Ponselku bergetar saat aku telah terlelap.

~~~ELSTAL~~~

 

6 thoughts on “#03_Jealous!!”

  1. hi there!

    waaa~ senjata makan tuan nih L? jangan macem macem makanya wkwkwk.
    etto, di beberapa bagian ada yang aku bingungin hehhe. pembawaan ceritanya aja sih. kayak kadang lagi nyeritain krystal langsung diselipi cerita myungsoo terus mendadak ke krystal lagi hehhe. terlebih kalau perpindahannya di kalimat langsung. atau kaya bagian ini:

    “Yoboseyo?”

    “Sajangnim, apa saya bisa pulang malam ini?”
    “Ne. Kau bisa pulang duluan,….

    hehhe mungkin diberi keterangan kali ya mana pas bagian myungsoo dan bagian krystalnya ehehhe.
    gomen suka bikin bingung lagi akunya ._.v

    see ya~

    Suka

  2. Hai Thiaaa..
    thx ya atas saran dan masukkannya.. semoga membantu author dlm pembuatan FF selanjutnya ya.. thx ya udah mampir dan komen😀

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s