[Ficlet] Joshua

elfxotic12152  present

a short documentary with Seventeen‘s Joshua Hong

Short romance |  Ficlet (317 Ws) | G

.

Untuk Joshua

.

Namanya Joshua.

“Hai, namaku Joshua Hong. Aku sebelumnya sekolah di SMA Katolik Santo Christopher. Senang bertemu kalian semua.”

“Hey, hey, aku Joshua. Main basket, yuk?”

“Namaku Joshua. Kita belum kenalan, ya, tadi di kelas?”

“Joshua Hong. Kalau mau panggil Josh juga tidak apa-apa.”

 

Kita satu kelas di SMA Hangyeore di kelas sepuluh. Dan meski dia anak pindahan, dia ramah pada semua orang.

 

“Pagi, Seungcheol. Main basket, yuk?”

“Eh, Hani, kok, kamu diam saja? Ngobrol, dong, dengan yang lainnya.”

“Pagi, bu… Bu, nama ibu siapa, ya? Saya lupa.”

 

Dia suka melucu. Atau, kadang, memojokkan Seungcheol.

 

“Halo, Kei. Halo, Amy. Halo, Jin.”

“Ih, Kak Wonho, aku nggak disapa. Aku juga mau, dong.”

“Nanti aku homo kalau nyapa kamu.”

“Oh, iya. Lupa aku cowok.”

“Ada yang punya games untuk kita mainkan sembari menunggu teman yang belum selesai?”

“Hah, Seungcheol punya ide? Bu, Seungcheol punya ide katanya.”

 

Waktu leluconnya tidak lucu, tetap saja dia berhasil membuat kita tersenyum.

 

“Apa, sih, Joshua? Ini anak sudah tidak lucu lagi, kasihan.”

“Ya, biar. Suka-suka aku, dong. Dasar Seungcheol bau, jarang mandi.”

“Eh, jangan umbar yang itu!”

 

Dia juga suka membantu orang lain—dengan caranya sendiri.

 

“Itu bukunya perlu dibawa kemana, kak? Biar aku yang bawa, deh.”

“Woy, Mijoo. Di sini, tuh, masih ada cowok. Kalau perlu dibantu bawa kardus segitu banyak, ya, tinggal bilang. Sini, kubawakan.”

“Tunggu, tadi kayaknya aku lihat ada sampah di kelas. Kamu duluan ke kantin saja.”

“Eh, Kei, ini tadi uangmu jatuh. Daripada diambil Seungcheol, aku saja yang ambil. Lain kali hati-hati, ya?”

 

Tapi dia pergi, tepat saat semuanya sudah mulai terasa indah untukku.

 

“Anak-anak, pagi ini, Joshua punya sesuatu untuk disampaikan.”

“Terima kasih, bu. Ehem. Jadi, aku harus pindah, guys. Jauh. Ke Los Angeles. Kalau ada yang kangen, tinggal video call saja, ya. Kei, aku tunggu video call darimu. Kalau mau langsung terbang ke Los Angeles juga tidak apa-apa.”

.

.

.

Namanya Joshua.

Dan dia tinggal kenangan.

FIN.

Untuk joshua di luar sana yang baru aku kenal sejak jumat lalu buat mos taun ini, aku sangat suka kamu nak, semangat yah di jalur aksel. Semangat juga basketnya.

Harus pergi—ppyong!

Zyan

18 thoughts on “[Ficlet] Joshua”

  1. INI KIYUTTT aku suka ide ceritanya, milih castnya juga pas banget joshua dengan super angelic face-nya dan seungchol dengan muka bloonnya X)) aju naiseu! keep writing, anyone out there!😀

    Suka

  2. huhu aku baru baca ini dan terharu sendiri, kak josh ijinkan daku memelukmu huhu kusuka sekali ide cerita ini :”

    ciye ciye penutupnya kok jleb banget yaa 😂 mangatss btw yaa salam cinta dari juls ❤

    Suka

  3. hi there!

    ini ceritanya ringan terus lucuk lucuk imut gimana gitu kan pas awal-awal.
    tapi tapi endingnya sedih meskipun pembawaannya kaya biasanya gitu. huhuhu~

    see ya~

    Suka

  4. Halo, Zyan! ((kak?))

    Salam kenal aku readers baru heheheh. (sksd luh)

    Tadi scrolling timeline-nya IFK terus nemu judul ini. Langsung melek. Singkat, padat, dan Joshua.

    Aku sukaaaak sama penggambaran Joshua disini. Beneran deh, aku bisa bayangin ekspresinya si Jisoo ini waktu baca fic kakak. Huaaaaa baper malem-malem.😦

    Baguus banget kak fic nya, fluff manis manis gitu ((Joshua-nya juga)) enak dibaca tengah malem gini ((apasih)) ((apasih)). Aku sukaa, keep writing ya kak x))

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s