Stay With Me -Chapter VI-

Stay With Me Cover

Stay with Me

Scriptwriter: Whitelil

(Poster Credit ©Ladyoong @Poster Channel)

Cast(s):

  • f(x) Krystal
  • EXO KAI

Other:

  • SHINee Taemin
  • Apink Naeun
  • Red Velvet Wendy
  • KARA Youngji
  • Monsta X Wonho
  • GOT7 Junior
  • OC Yoo Sohyun

Genre:  Romance

Rating:  PG-15

***

-Chapter VI: Soojung-a, Why Are You Being Like This?-

***

“Yaa, apa yang sebenarnya terjadi? Aku.. aku tidak tahu harus bagaimana, apakah aku harus sedih atau harus marah melihat keadaan Soojung seperti ini” ucap Junior.

“Wae wae? Memangnya apa yang terjadi?” tanya Sehun penasaran.

“Kau tau? Ia ditemukan pingsan dalam keadaan yang sangat buruk. Seragam dan rambutnya kotor terkena tepung dan telur, baunya menyengat dan sangat tidak enak. Sepertinya mereka menyiramkan sesuatu juga pada Soojung, entah itu apa”

“JINJJA? YA itu benar-benar keterlaluan! Siapa yang sebenarnya melakukannya??” ucap Sehun terdengar marah. Disebelahnya terdengar suara Sulli yang penasaran dan memaksa minta dijelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Kau harus melihatnya sendiri, aku bahkan tidak tau bagaimana cara memberitahu Jongin. Aku takut dia akan melakukan hal-hal nekat dan kabur untuk menemui Soojung”

“Aku juga berpikir begitu, makanya tadi aku menelfonmu bukan menelfon Jongin. Apa kita beritahu melalui Taemin hyung? Biar Taemin hyung yang membawa Jongin ke rumah sakit?”

“Jooheon sepertinya sudah memberitahu Taemin hyung. Kau cepatlah kesini, aku sedang menuju ke Seoul hospital” ucap Junior.

“Arra, aku sedang di jalan menuju ke sekolah, aku langsung kesana sekarang”

“Nde” ucap Junior lalu memutus sambungan.

Junior memandangi Soojung penuh kekhawatiran.

“Soojung-a.. apa yang sebenarnya terjadi?” ucap Junior lemah.

***

“MWOO??” Taemin menahan amarahnya begitu Jooheon memberikan kabar tentang keadaan Soojung.

Namja itu keluar dari apartemen Jongin dan menelfon Jooheon di luar agar Jongin tidak mendengarnya.

“BAGAIMANA HAL ITU BISA SAMPAI TERJADI?? DIMANA KALIAN SEMUA SAAT KEJADIAN ITU??!” teriak Taemin di telfon memarahi Jooheon. Namja itu meringis mendengar Taemin semarah ini. Ia, bahkan mereka semua yang kini ada di dorm tahu, Taemin pasti akan marah besar.

“APA TIDAK ADA SATUPUN YANG MENGANTARNYA PULANG? NEO MICHEOSSEO?? BAGAIMANA KALAU IA DISANDERA OLEH BLACK BULL, BUKAN HANYA DIBULLY SEPERTI INI?? AARRGGHH!!!” ucap Taemin kesal.

“Hyung mian… jinjja mianhae” hanya itu yang mampu Jooheon ucapkan.

“Lalu bagaimana aku mengatakannya pada Jongin…? Jongin akan 2x lipat lebih marah dari aku” ucap Taemin lirih. Jooheon hanya terdiam. Ya, ia tidak tau bagaimana caranya.

“Dimana dia sekarang?” tanya Taemin.

“Dia sudah dibawa oleh Junior ke Seoul Hospital..” ucap Jooheon.

“Arra, aku akan menjelaskan pada Jongin dan membawanya kesana. Kalian tetap tinggal di dorm untuk menjaga Wonho. Arrasseo?” ucap Taemin memberi perintah.

“Nde arrasseo hyung” ucap Jooheon.

“Um. Kalian tetap berhati-hati. Jangan berbuat hal aneh”

“Nde hyung” ucap Jooheon. Taemin pun memutuskan sambungan dan kembali masuk ke dalam apartemen.

“Museun iriya?” tanya Suga pertama kali. Taemin duduk disebelah Jongin dan memandang namja itu penuh rasa bersalah. Jongin terlihat cuek saja dan tetap menonton televisi.

“Taemin-a museun iriya?” tanya Suga sekali lagi. Jongin akhirnya menoleh, rupanya ia juga penasaran akan jawaban Taemin.

“Kita ke Seoul Hospital sekarang” ucap Taemin lalu menggendong tasnya dan bangkit dari duduknya.

“Taemin-a museun iriyaaa??” ucap Chen kesal karena Taemin tidak menjawab.

“Siapa yang sakit? Apa terjadi sesuatu di dorm?” tanya Jongin kali ini. Taemin terdiam.

“Aku akan menjelaskannya nanti, jinjja. Sekarang kita harus secepatnya menuju Seoul Hospital” ucap Taemin lalu melangkah cepat menuju pintu. Jongin mengejarnya lalu memblocking jalannya.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Jelaskan dulu pada kami, siapa yang sakit? Untuk apa kita pergi ke Seoul Hospital?” tanya Jongin menuntut.

“Jung Soojung.. ia dibully dan ditemukan pingsan di dekat sekolah..” ucap Taemin pada akhirnya. Jongin terdiam selama 3 detik, lalu namja itu buru-buru membalikkan badan dan berjalan cepat keluar dari apartemennya.

“Jongin-aaa! Kim Jongin!!!” teriak Taemin. Mereka bertiga pun segera mengejar Jongin cepat.

“Eodiyaaa? Kita naik mobilku” ucap Taemin saat Jongin hendak berjalan menuju halte bus. Chen mengikuti Taemin mengejar Jongin, sementara Suga mengambil mobil mereka.

Jongin tetap berjalan dan tak memperdulikan Taemin.

“JONGIN-AA!! GEUMANHAE!” ucap Taemin. Jongin menepisnya dan membuat Taemin nyaris terjatuh.

“Kau yang bertanggung jawab atas semua ini. Atas apa yang terjadi pada Soojung. Bagaimana bisa kau membiarkannya pulang sendiri? Bukannya mengantarnya pulang dulu?” ucap Jongin sinis lalu kembali berjalan.

Tak lama Suga datang bersama mobil mereka. Taemin dan Chen segera naik mobil lalu mereka mengejar Jongin.

“Geumanhae. Naiklah ke mobil. Ini akan jauh lebih cepat dibanding kau naik bus. Ppalli. Demi Soojung” kali ini Chen yang berbicara. Jongin berhenti, lalu akhirnya naik ke mobil.

Namja itu hanya terdiam sepanjang perjalanan. Hatinya bergejolak marah.

“Mian. Hyung jinjja jalmothaesseo” ucap Taemin mengakui dirinya bersalah. Jongin hanya terdiam memandangi jalan.

“Jongin-a

“Aku hanya tidak mengerti.. dari sekian banyak memberku, apa tidak ada yang merasa bertanggung jawab pada yeojaku? Saat keadaanku seperti ini, saat kau menyuruhku untuk tinggal di apartemen dan tidak pergi kemanapun.. tidak adakah yang bisa menjaga yeojaku?”

“Saat ia dibully dan ditemukan pingsan di dekat sekolah, itu artinya saat itu tidak ada satupun yang sedang bersamanya. Semua member sibuk mengantar pacarnya masing-masing ke rumahnya agar selamat. Lalu tidak adakah yang mengantar yeojaku sampai ke rumahnya agar ia selamat? Padahal kalian semua tahu, dialah incaran nomor 1 black bull. Bagaimana jika black bull yang menemukannya? Bagaimana jika kelompok bangs*t itu yang membawa Soojung pergi?”

“Aku hanya tidak mengerti… dimana otak kalian semua” ucap Jongin sangat kecewa.

“Ini semua salahku, mianhae. Hyung jinjja jalmothaesseo” ucap Taemin hanya mampu menyalahkan dirinya. Suga dan Chen hanya terdiam. Mereka tidak tau harus bagaimana jika keadannya sudah serumit ini.

***

Sehun dan Sulli yang sudah lebih dulu sampai di Seoul Hospital segera mencari ruangan dimana Soojung berada. Saat menemukannya, mereka pun segera masuk. Junior ada disana, duduk disamping tempat tidur yang kosong.

“Soojung eodi?” tanya Sulli langsung.

“Ia sedang dimandikan oleh perawat” ucap Junior.

“Apa dia sudah sadar?” tanya Sulli.

“Um, tapi dia sangat histeris saat tersadar tadi..”

“Aku akan menemuinya” ucap Sulli.

Sulli pun menuju ke kamar mandi, dan mengetuk pintunya pelan.

“Soojung-a.. nan Sulli” ucap Sulli pelan. Pintu pun dibuka dari dalam oleh perawat. Sulli pun melangkah masuk. Yeoja itu segera meneteskan airmata melihat keadaan Soojung.

Bau busuk menyeruak memenuhi kamar mandi. Soojung terduduk diatas bath tub dengan pandangan kosong. Matanya sembab dan rambutnya kusut. Perawat itu sedang membersihkan rambut Soojung yang belum sepenuhnya bersih.

Sulli duduk di sisi bath tub. “Soojung-a.. mianhae..” ucap Sulli berusaha menahan tangisnya agar tidak membesar.

“Harusnya tadi aku mengajakmu pulang bersamaku. Mianhae Soojung-a” Sulli menutup mulutnya. Soojung melirik Sulli sekilas lalu kembali memandang kosong ke depan.

“Soojung-a? Apa kau mendengarku? Nan Sulli-ya” ucap Sulli lagi.

“Um. Sulli” ucap Soojung lemah. Sulli kembali menangis mendengar Soojung menyebut namanya.

“Gwenchana?” tanya Sulli, namun Soojung tak menjawab dan hanya terdiam.

Setelah selesai, Soojung, Sulli dan perawat itu pun keluar dari kamar mandi. Soojung sudah memakai seragam rumah sakit, dan rambutnya terlihat basah. Sudah tidak ada lagi bau busuk yang tercium. Sulli membantu Soojung untuk duduk diatas tempat tidurnya.

“Junior-ssi, dokter ingin bertemu denganmu” ucap perawat lain yang baru masuk ke ruangan itu.

Junior pun segera keluar dari ruangan dan menemui dokter di ruangannya.

“Silahkan duduk” Junior duduk di hadapan sang dokter.

“Apa kau pacarnya?” tanya dokter tersebut.

“Bukan. Aku sahabatnya, pacarnya juga sahabatku”

“Ah baiklah. Hasil CT-Scannya sudah keluar. Berdasarkan hasil ini, tidak ada kekerasan yang dilakukan pelaku pembullyan hingga menyebabkan pasien pingsan. Setelah dianalisis lebih jauh, pasien diduga mengalami stress akibat tekanan bertubi-tubi yang ia alami dalam waktu dekat ini. Sepertinya, pasien baru mengalami kejadian buruk, dan hari ini ditambah lagi dengan pembullyan ini sehingga mental pasien tidak siap menerimanya. Reaksi awalnya adalah pingsan, dan sekarang saat sadar, ia sulit merespon ucapan dan gerakan karna jiwanya kosong, pandangan matanya pun kosong.”

“Beberapa hari yang lalu, ada sebuah genk berandalan yang mengganggunya dan menggodanya tapi untung ia diselamatkan oleh sahabatku. Ia melihat perkelahian hebat, yang mungkin juga pertama kalinya baginya”

“Saya paham” ucap dokter mengagguk angguk. “Dampak yang akan terjadi, mungkin selama proses penyembuhannya, ia akan takut pada segerombolan laki-laki atau perempuan. Ia juga akan takut mendengar suara tawa sekumpulan laki-laki atau perempuan”

“Apakah itu akan berlangsung lama? Apakah ia bisa sembuh?” tanya Junior khawatir.

“Tentu hal ini bisa disembuhkan, tetapi untuk periode waktu yang saya sendiri tidak bisa prediksi. Bisa saja berlangsung cepat, atau bisa pula berlangsung lama. Selama periode waktu tersebut, saya ingin kalian sahabat-sahabatnya selalu berada di dekatnya, membuatnya merasa tenang dan aman”

“Tentu, kami tentu akan melakukan hal itu”

“Baiklah, anda boleh kembali kesana, menemui pasien Soojung”

“Baik terimana kasih dokter” ucap Junior lalu membawa hasil CT-Scan Soojung dan keluar dari ruang dokter.

***

Taemin, Jongin, Chen dan Suga akhirnya sampai di Seoul Hospital. Setelah melewati perjalanan panjang yang terasa saaangat lama dan panas, mereka akhirnya bisa bernafas lega. Mereka berempat segera turun dan berjalan memasuki lobi rumah sakit. Setelah bertanya dimana pasien bernama Jung Soojung berada, mereka pun segera menuju ke kamar dimana Soojung dirawat.

Jongin membuka pintu kamar 214 perlahan. Di pintu tersebut tertulis Jung Soo Jung. Mereka berempat pun masuk ke dalam ruangan. Saat Junior melihatnya, ia pun segera mengajak Sehun, Suga dan Chen keluar.

“Soojung tidak bisa melihat kerumunan laki-laki saat ini. Nanti akan kujelaskan” ucap Junior pelan.

Soojung sedang berbaring dan matanya menatap langit-langit kamar kosong.

“Soojungie..” ucap Jongin lalu duduk di sisi tempat tidur. Soojung segera menoleh mendengar suara Jongin.

Yeoja itu menatap Jongin kosong lalu mulai menitikkan airmata. “Jongin-a..” ucapnya.

Jongin menggenggam tangan Soojung lalu menciuminya. “Gwenchana? Mianhae, jinjja mianhae.. nan jalmothaesso, mianhaee” ucap Jongin meminta maaf berkali-kali lalu mulai menangis. Soojung memejamkan matanya lalu juga menangis.

Taemin memandang mereka miris. Begitupun Sulli yang kini sudah ikut menangis melihat mereka. Yeoja itu padahal sudah berniat ingin memaki Jongin sejak tadi, tapi melihat Jongin seperti ini, rasanya ia tak sampai hati ingin memarahinya. Ia dan Taemin pun memutuskan untuk keluar dari ruangan, membiarkan Jongin dan Soojung memiliki waktu berdua.

“Gwenchana Soojungie? Daedaphae..” tanya Jongin lagi. Soojung memandang mata Jongin dalam.

“Um gwenchana” ucap Soojung tersenyum tipis.

“Jangan pikirkan hal-hal aneh lagi. Mulai sekarang, kau akan aman bersamaku. Arrachi?”

“Nde”

“Gadis pintar” ucap Jongin seraya mengacak rambut Soojung.

Jongin tiba-tiba teringat sesuatu. Jessica, kakak perempuan Soojung. Ia tentu belum tau jika adiknya sekarang berada di rumah sakit.

“Soojungie, maukah kau menelfon eonnimu?” tanya Jongin hati-hati.

“Sica eonni…” ucap Soojung mengambang. “Nde, tolong telfon dia” ucapnya.

Soojung pun memberikan ponselnya pada Jongin, dan namja itu segera menelfon Jessica.

“Eo Soojungie waeyo?” tanya sebuah suara manis di sebrang sambungan. “Soojungie..?” ulang Jessica karna Jongin tak menjawabnya.

“Eng.. yeoboseyo?” ucap Jongin kaku.

“Nuguseyo? Nae dongsaeng eodiseyo?” tanya Jessica mulai terdengar panik.

“Eng.. noona, nan Kim Jongin. Soojungie chingu”

“Aah nde nde Soojung sudah pernah bercerita tentangmu. Jongin-a wae? Soojungie eodi?”

“Eng.. Soojung sekarang berada di Seoul Hospital…” ucap Jongin.

“MWOO???”

***

Wonho baru sampai di Rumah Sakit sekitar satu jam kemudian. Ia datang setelah dijemput oleh Mark di dorm, bersama Mark, Suzy, dan Naeun. Tentunya namja itu juga tidak boleh pergi kemanapun sendirian. Suzy datang dalam keadaan menangis tak henti henti dan yeoja itu merasa sangat menyesal. Begitupun Naeun, yeoja itu juga terlihat sangat sangat menyesal dan menangis tak henti. Sedangkan Wonho dan Mark, wajah dua namja itu terlihat muram. Mereka berjalan cepat menuju kamar Soojung. Sesampainya di depan kamar, Taemin, Sulli dan Sehun sedang duduk di kursi di depan ruangan.

“Soojungie..” ucap Naeun lalu Taemin menghampirinya dan langsung memeluknya.

“Gwenchana.. Soojung gwenchana” ucap Taemin menenangkan yeoja-nya yang kini terisak di pelukannya.

“Bolehkah kami masuk? Ada siapa di dalam?” tanya Suzy. Taemin mengangguk.

“Ada Junior dan Jongin. Masuklah” ucap Taemin mempersilahkan mereka berempat masuk.

Suzy dan Naeun berlari kearah Soojung seraya menangis. “Soojung-aaa…” teriak dua yeoja itu seraya terisak.

“Soojung-a mianhae.. mianhae Soojung-aaa jeongmal mianhae” Soojung terlihat kaget dan bingung.

“Suzy-ya Naeun-a tenanglaahh jangan membuat Soojung kaget seperti itu” ucap Jongin merasa takut melihat mereka datang seperti ini. Junior pun segera menarik Mark dan Wonho untuk keluar.

“Untuk saat ini, Soojung tidak bisa melihat banyak orang, terutama sekumpulan laki-laki, atau sekumpulan perempuan. Jika kalian ingin menjenguknya, bergantian saja nanti. Aku harap kalian mengerti” ucap Junior pada Mark dan Wonho.

“Um. Ia masih trauma” ucap Taemin.

Junior memang sudah menjelaskan pada Taemin dan yang lainnya, yang saat ini berada di Rumah Sakit. Untuk itu tadi Taemin memberikan perintah agar tidak ada lagi yang menjenguk Soojung. Cukup Mark, Suzy, Naeun dan Wonho saja tambahannya, Chen dan Suga pun sudah disuruh untuk kembali ke dorm. Mark dan Suzy karena mereka sudah menjelaskan pada Taemin jika mereka sangat menyesal akan kejadian ini. Naeun, karena yeoja itu teman pertama Soojung di Shinkyung. Dan Wonho, karena namja itu merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Soojung malam itu.

“Soojungie gwenchana?” tanya Naeun seraya mengusap rambut yeoja itu.

“Um, gwenchana Naeun-a” ucap Soojung tersenyum.

“Soojung-a mian aku sangat menyesal.. seharusnya tadi aku memaksamu pulang bersamaku.. miannn” ucap Suzy.

“Suzy-ya….” Soojung terdiam. Kembali teringat bagaimana ia melambaikan tangan pada mobil Mark yang menjauh. Soojung sangat menyesal karna memilih untuk tidak pulang bersama mereka.

“Suzy-yaa…” Soojung terus teringat akan hal itu. Bagaimana ia meyebrang jalan. Bagaimana ia mendengarkan lagu Without You milik boygroup baru NCT U. Bagaimana tiba tiba seseorang menarik tangannya dan mencabut headset dari telinganya…

Ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Nafasnya memburu. Tiba tiba yeoja itu menutup kedua telinganya dengan wajah ketakutan.

“Gwenchana? Soojungie gwenchana?? Jangan diingat lagi!!” ucap Jongin panik seraya memegang kedua bahu Soojung.

“Soojung-a? Soojung-aa daedaphaeee” ucap Jongin menggoyang goyang bahu Soojung.

“Hajima.. hajima.. hajimaaa” ucap Soojung terus menerus. Suzy dan Naeun panik melihatnya. Naeun melepas tangan Soojung dari telinganya tapi yeoja itu menolak dan tetap menutup telinganya erat-erat.

Malhaebwa! Apa kau menggodanya? Apa kau menyerahkan tubuhmu padanya? YA MALHAEBWA JUNG SOOJUNG!” Soojung memejamkan matanya dan terus menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Hajima..” ucap yeoja itu.

“Gieokhajimaa Soojungie! Soojungie!! Sadarlah!” ucap Jongin panik.

“Panggil suster Suzy-ya Naeun-a.. Ppalli!!!” ucap Jongin benar-benar panik. Suzy dan Naeun pun segera berlari keluar dari kamar.

“Wae wae?” tanya Wonho pada dua yeoja itu karena mereka berlarian panik. Wonho segera masuk ke dalam kamar untuk memastikan apa yang terjadi.

Chagiya.. aku tadinya tidak berniat melakukan ini..

“HAJIMAAA!!!” ucap Soojung mengerang dan mulai menendang-nendang selimut.

“JUNG SOOJUNG! GIEOKHAJIMA! JEBAL SOOJUNGIEE..” ucap Jongin frustasi.

Junior, Taemin, Sehun, Sulli dan Mark pun segera berhambur memasuki kamar Soojung dengan wajah panik karena mendengar teriakan Soojung.

Saengil chukkae uri Soojung-aaaa! saengil chukkae uri Soojung-aaaa!”

Ah yeppeuneeee, yedeura ayo kita buat dia lebih cantik lagi di hari ulangtahunnya

“HAJIMAAA!!!” ucap Soojung mulai berteriak-teriak.

Taemin, Junior dan Wonho mulai membantu Jongin memegangi kaki dan tangan Soojung yang terus meronta-ronta.

“HAJIMAAA  JEBAALL HAJIMAAA!!!” Soojung terus berteriak.

Tak lama, masuklah 2 orang perawat dengan setengah berlari, diikuti oleh Naeun dan Suzy.

“Tolong keluar dari sini, kami kan sudah beritahu, pasien Soojung tidak bisa melihat banyak orang” ucap salah satu perawat.

“Junior-ssi bantu kami memegangi pasien ini” ucap perawat lainnya. Junior dan Jongin pun segera memegangi Soojung agar yeoja itu berhenti berontak. Perawat itu pun mulai menyuntikkan obat penenang ke lengan Soojung.

“Aak.. Hajima..” ucap Soojung berangsur melunak. “Ha… jima..” yeoja itu pun terkulai lemas dan mulai perlahan memejamkan matanya.

Jongin memijat keningnya pelan. Kepalanya terasa berat. Namja itu pun menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskannya dengan berat.

“Mianhae.. Jonginie” ucap Suzy semakin merasa bersalah.

“Gwenchana. Pulanglah Suzy-ya, Naeun-a” ucap Jongin lalu menuju ke sofa dan duduk. Namja itu menyandarkan kepalanya lalu memejamkan mata.

“Ah Sulli-ya, neo du. Pulanglah dan istirahat” ucap Jongin memandang Sulli sesaat lalu kembali memejamkan matanya.

“Jongin-a hyung akan membawa Suzy pulang. Mian, jika banyak terjadi kekacauan disini” ucap Mark menghampiri Jongin. Jongin membuka matanya lalu berdiri.

“Gwenchana hyung. Aku berterimakasih kau masih peduli pada Soojung. Gomawo hyung” ucap Jongin seraya menepuk nepuk bahu Mark.

“Nadoo Jongin-a aku akan membawa Sulli pulang. Ia butuh istirahat” ucap Sehun juga berpamitan.

“Gomawo Huna Sulli-ya, jeongmal gomawo” ucap Jongin.

“Chagiya, pulanglah dan istirahat. Soojung akan baik-baik saja disini” ucap Taemin seraya mengusap kepala Naeun lembut.

“Oppa mian. Jonginie mian. Aku tidak bisa jadi sahabat yang baik…” ucap Naeun mulai menitikkan air mata.

“Mianhajimaa. Aku tidak pernah menyalahkanmu” ucap Jongin.

“Uljima chagiya” ucap Taemin memeluk Naeun.

“Gwenchana. Soojung akan baik-baik saja. Dia sudah aman disini. Ada 3 laki-laki yang akan selalu menjaganya” ucap Taemin seraya melirik Jongin, Wonho dan Junior.

“Geurae. Aku pulang dulu. Besok sepulang sekolah aku akan kesini lagi” ucap Naeun.

“Geuraee. Mark, aku titipkan Naeun padamu” ucap Taemin pada Mark yang memang masih menunggu Naeun.

“Ah Taemin-a neo du.. pulanglah saja dulu. Kau harus menjaga dorm. Biar aku yang menjaga Soojung, bersama Wonho hyung dan Junior” ucap Jongin. Taemin terdiam.

“Nde?” tanya namja itu.

“Kka-yo” ucap Jongin lalu kembali duduk.

“Geurae. Kalau begitu aku akan pulang. Jagalah diri kalian baik-baik” ucap Taemin, lalu ia pun berjalan keluar ruangan bersama Mark, Naeun dan Suzy.

Setelah 6 orang tadi pulang, tiba-tiba seseorang kembali membuka pintu dan masuk terburu-buru. Setelah masuk yeoja itu memandang keempat namja dengan bingung.

“Jongin-a nan Soojungie eonni. Jessica” ucap yeoja itu memandang dengan yakin kearah Jongin.

“Oh nde noona..” ucap Jongin canggung.

“Soojung-aa” ucap Sica lalu duduk di sisi Soojung yang masih tertidur. Sica mengusap-usap kepala Soojung pelan.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya yeoja itu pada Jongin.

***

Malam hari, Jongin sedang mangantar Jessica hingga ke parkiran mobil. Selama yeoja itu duduk di sisi Soojung, ia memberitahu Jongin tentang banyak hal. Tentang bagaimana kehidupan Soojung di desa, tentang bagaimana Soojung menjadi yeoja yang sangat dewasa, malah terkadang ia yang bermanja-manja pada adiknya. Dan hari ini, Jongin baru melihat kembali tawa Soojung. Ah, Jongin sangat rindu melihat tawanya saat keadaan sedang sulit seperti ini. Dan tadi, setelah Soojung kembali terlelap, Jessica pun memutuskan untuk pulang karena sesungguhnya ia memiliki banyak pekerjaan di rumahnya.

Sementara itu, Junior sedang mencari makan malam, sudah sejak setengah jam yang lalu. Ia memang belum makan apapun sejak terakhir ia meninggalkan makanannya saat panik hendak menjemput Soojung yang pingsan. Jongin pun menitipkan Soojung pada Wonho, sebentar.

Wonho duduk di sofa dengan perasaan gelisah, lalu akhirnya bangkit dan duduk di sisi Soojung. Ia tersenyum lirih memandang Soojung yang terlihat tenang dalam tidurnya.

“Soojung-a gwenchana?” Wonho mengusap kepala Soojung pelan.

“Neo arra Soojung-a? Aku sangat khawatir padamu. Aku sangat takut sesuatu hal buruk akan menimpamu saat aku tak ada di sampingmu. Neo arra? Aku tadi sangat ingin mengantarmu pulang, tapi semua orang melarangku dan memaksaku untuk tinggal di dorm. Mereka bilang kau sudah ada yang mengantar, nyatanya tidak. Mian Soojung-a aku sangat menyesal”

“Soojung-a neo arra? Bagaimana duniaku rasanya jatuh saat mendengarmu pingsan dan dibully. Bagaimana marahnya aku mendengar hal itu dan aku ingin sekali aku yang menjemputmu saat itu”

“Soojung-a…”

“Aku pikir aku menyukaimu… sejak aku mengobrol denganmu di pesta bbq waktu itu.. melihatmu tersenyum, mendengar ceritamu.. aku pikir aku menyukaimu. Salahkah jika aku menyukaimu?”

“Mian Soojung-a aku sudah berniat akan mengubur perasaanku dalam-dalam. Melihatmu berbahagia bersama Jongin rasanya sudah cukup. Tapi semalam, saat aku menyelamatkanmu, saat aku membawamu lari dari mereka, saat aku melihatmu menangis, saat aku memandang matamu yang penuh rasa takut.. juga ditambah hari ini, setelah melihat keadaanmu seperti ini, aku merasa perasaanku semakin dalam padamu. Aku semakin ingin melindungimu dan selalu berada di sampingmu.. apakah aku salah Soojung-a?”

“Mianhae.. jeongmal mianhae Soojung-a.. aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan. Seperti ini pun, kau anggap aku oppa-mu aku sudah cukup senang. Cepat sembuh Soojung-a aku rindu melihat senyummu yang kau tujukan untukku..” ucap Wonho mengakhiri confession nya. Namja itu pun mencium kening Soojung lembut dan membelai rambutnya.

Wonho pun kembali ke sofa dan saat ia hendak berbaring di sofa, Jongin pun kembali sehabis mengantar Jessica.

“Hyung” ucap Jongin lalu duduk disebelah Wonho.

“Kau belum makan malam. Makanlah dulu, biar aku yang menjaga Soojung” ucap Jongin.

“Ani, aku tidak lapar” ucap Wonho.

“Ey hyung makan lah dulu” ucap Jongin.

“Arrasseo. Aku akan mencari makan dulu keluar. Apa kau tak makan?” ucap Wonho.

“Aku nanti akan makan” ucap Jongin asal.

“Geurae” ucap Wonho, lalu namja itu pun berlalu keluar.

“Hyung aku tidak pernah meminta apapun sebelumnya padamu. Tapi kali ini, satu hal saja yang aku minta, Soojungie hajima. Diantara banyaknya yeoja di sekolah, kau boleh mencintai siapapun termasuk Hani noona. Tapi Soojung hajima. Dia milikku hyung..” ucap Jongin setelah Wonho keluar dari kamar.

***

Keesokan paginya, siswa-siswi Shinkyung High School dihebohkan dengan menyebarnya foto pembullyan Soojung. Foto itu menyebar melalui group social media dan kini hampir ada di setiap ponsel siswa.

“Oh daebak! Bagaimana mungkin ada yang melakukan ini pada Soojung?”

“Yaa kasihan sekali Jung Soojung. Dia dibully sedemikian rupa”

“Siapa yang melakukannya?”

“Ah mollayo”

“Nadoo molla”

“Yaa lihatlah wajahnya sangat lucu karna ketakukan haha”

“Yayaya majaa hahaha”

“Yaa jangan seperti itu, kasihan dia”

Begitulah yang Naeun dengar di sepanjang lorong menuju ke kelasnya.

“YAAA GEUMANHARAGO!!” teriak Naeun tiba-tiba pada sekumpulan namja yang mentertawai foto Soojung.

“Wae wae?” tanya mereka sok polos.

“Yedeura, berikan padaku hendupon kalian” ucap Naeun seperti gangster. Taemin tentu yang mengajarinya bagaimana caranya menghadapi laki-laki kurang ajar.

“Mwoyaaa apa kau tidak punya handphone? Pakai saja handphone mu sendiri”

“PPALLI ATAU AKAN KU LAPORKAN JIKA KAU YANG MENYEBAR LUASKAN FOTO ITU!!” teriak Naeun galak. Ia sendiri sebenarnya tidak tahu foto seperti apa yang mereka lihat dan darimana mereka mendapatkannya. Ponselnya error sejak sebelum ia pergi ke sekolah.

Namja itu memberikan ponselnya pada Naeun membuat Naeun terhenyak saat melihat gambarnya. Di foto itu tampak Soojung terduduk dengan baju penuh telur dan terigu. Wajahnya sudah tak jelas terlihat karna yeoja itu menunduk tapi Naeun yakin semua orang pasti sudah tahu jika itu Soojung. Naeun mengembalikan ponsel itu dengan kasar lalu segera berlari ke kelas.

Saat memasuki kelas, suasana serupa juga menjadi pemandangan memuakkan bagi Naeun. Beberapa anak mengerumun, memandangi ponsel mereka seraya tertawa-tawa. Naeun berjalan cepat menuju bangkunya dan menghampiri Wendy dan Youngji.

“Naeun-a museun iriyaa? Kenapa jadi seperti ini? Kenapa semua orang..” tanya Youngji dengan wajah panik.

“Youngji-ya hendupon” ucap Naeun. Youngji pun menyerahkan ponselnya.

Naeun membuka grup social media Shinkyung dan mencari siapa yang mengirim foto itu. Naeun terus men-scroll up dengan cepat, sementara Wendy dan Youngji juga ikut mengamati chat di grup tersebut satu persatu. Naeun tiba-tiba berhenti di sebuah gambar. Foto pembullyan Soojung. Naeun buru-buru mengklik foto tersebut. Terlihat si pengirim gambar terebut, tertulis unknown number.

Brak!

Naeun memukul meja kesal lalu duduk di bangkunya dengan kasar. Nafasnya memburu karna kesal.

“Eottokhae? Apa yang harus kita lakukan?” ucap Wendy terlihat hopeless.

“Hobi, Jooheon, Jaebum, Ilhoon eodi?” tanya Naeun.

“Molla, member white shit belum ada yang datang. Hongbin juga belum datang” ucap Wendy.

“Jackson juga belum, aku tak tahu mereka semua kemana” ucap Youngji.

“Aish jinjja Wendy-ya pinjam ponselmu” ucap Naeun lalu men-dial nomor Taemin.

“Eodiya?” tanya Naeun dengan nada ketus.

“Wae geurae?” tanya Taemin lembut, tau pasti ada sesuatu yang salah.

“Oppa eodiseyo?” ucap Naeun mengulang pertanyaan.

“Aku di dorm sebentar lagi ke sekolah. Ponselmu kenapa?” ucap Taemin.

“Member yang lain? Kenapa tak ada satu pun member di sekolah”

“Mereka semua disini. Apa terjadi sesuatu disana?” tanya Taemin.

“Sekolah sangat kacau..” ucap Naeun.

“Wae wae wae? Apa ada yang menyerang sekolah? Apa black bull datang kesana??”

“Ani. Ini tentang Soojung. Oppa bukalah group social media Shinkyung. Cepatlah kesini, aku ingin sekali menyerang semua anak ini”

“Arrasseo kami semua kesana”

Sekitar 15menit kemudian, seluruh member white shit kecuali Jongin datang secara bersamaan ke sekolah. Semua anak sibuk memandangi mereka dan langsung bungkam. Tak ada lagi yang mentertawai foto pembullyan Soojung. Semua member white shit masuk ke kelas mereka masing-masing. Taemin justru masuk ke kelas Naeun.

“Naeun-a museun iriya?” tanya Taemin lalu meraih tangan Naeun dan membawa yeoja itu keluar.

“Haahh mollayo. Saat aku datang keadaan sudah sepert ini” ucap Naeun terlihat frustasi.

“Nuguji?” tanya Taemin.

“Nadu molla apakah oppa tidak lihat? Pengirimnya unknown number. Hah daebak, sebenarnya siapa yang melakukan semua ini? Aku ingin sekali menarik rambutnya hingga lepas. Haaaahhhh michigende” Taemin memperhatikan yeojanya khawatir. Ia tahu Naeun sangat menyayangi Soojung.

“Naeun-a tenanglah” ucap Taemin lalu memegang kedua bahu yeojanya.

“Jika kau marah, luapkan saja padaku. Semuanya” ucap Taemin. Dan tak disangka, yeoja itu mulai menangis. Taemin masih memegang kedua bahu Naeun. Namja itu pun memeluk yeojanya dan mengusap-usap punggungnya.

“Gwenchana. Menangislah. Keluarkan semua amarahmu, keluarkan rasa sedihmu”

Saat Naeun masih menangis di pelukan Taemin, Sohyun dan genk-nya melewati mereka. Sekelompok yeoja itu tengah bergosip dan tertawa-tawa.

“Ouuuuhhh Son Naeun, beraninya kau berpelukan di sekolah seperti ini, apakah aku melewatkan kissu scene nya? Ah agapdda” ucap Sohyun menggoda Naeun.

“Sikkeureo” ucap Naeun pelan namun sinis.

“Oke aku tidak akan mengganggu kalian” ucap Sohyun mengangkat bahunya lalu berlalu begitu saja.

“Chankamman” ucap Naeun lalu berjalan mengikuti Sohyun dan berhenti di persimpangan dimana yeoja-yeoja itu berbelok. Naeun terus memperhatikan tas yang sedang Sohyun gendong. Yeoja itu mencoba mengingat, sepertinya pernah melihat tas itu di…

“OH!” Naeun segera berbalik ke tempat Taemin tapi ternyata namja itu sudah berdiri persis dibelakangnya. Naeun pun menabrak tubuh Taemin, dan namja itu buru-buru memegangi lengannya.

“Haa kkamjakkiyaaa” ucap Naeun sebal.

“Heih” ucap Taemin.

“Oppa, neo hendupon” ucap Naeun menadahkan tangannya.

“Waeyo” ucap Taemin seraya memberikan ponselnya. Naeun tak menjawab dan langsung membuka social media Shinkyung.

Yeoja itu membuka gambar pembullyan Soojung dan men-zoom nya hingga maksimal.

“Aah neokkuna” ucap Naeun lalu mengepalkan tangannya.

“Nugu? Yoo Sohyuni?” tanya Taemin.

“Umm. Lihat ini oppa, ada tas yang tak sengaja ikut terambil gambarnya, agak jauh di belakang Soojung. Ini tas Sohyun, benar-benar sama persis” ucap Naeun menjelaskan.

“Jinjja? Yaa geu gijibe. Apa dia tak puas juga menganggu Soojung? Aeuh. Naeun-a kau harus menghabisinya karna aku tak mungkin melakukannya” ucap Taemin juga geram.

“Geuromyeon. Aku akan menghabisi yeoja itu sepulang sekolah. Aku akan memberitahu Wendy, Youngji, Sulli, Suzy, Seulgi dan Hyeri untuk menyeret yeoja itu begitu ia keluar gerbang. Na jinjja hwagana!” ucap Naeun mengepalkan tangannya marah.

“Geurae, sekarang kembalilah ke kelasmu dan belajar yang benar” ucap Taemin tersenyum melihat yeojanya.

“Arrasseo. Oppa ddo. Sampai bertemu pulang sekolah” ucap Naeun lalu mencium pipi Taemin kilat dan segera kabur ke kelasnya.

Taemin tertawa kecil, “Yaa Son Naeun, aku akan membalasnya lebih banyak, lihat saja” ucap Taemin.

“Mwo?? Yoo Sohyun?” ucap Youngji nyaris berteriak saat Naeun sampai di kelas dan memberikan info mengejutkan ini.

“YAA!” teriak Naeun memarahi yeoja itu karna tak bisa menjaga rahasia.

“Bimil-itdaaa wae sorijilleo?” tanya Naeun menahan teriakannya dengan kesal.

“Ah Heo Youngji momjongi” ucap Youngji memukul mukul mulutnya. “Mianhae” ucap yeoja polos itu lagi.

“Maja geu yeojaneun” ucap Naeun menegaskan.

“Bagaimana kau bisa tau?” tanya Wendy. Naeun pun menjelaskan secara detail, sementara Wendy dan Youngji hanya serempak mengatakan, “Aaaahh”

“Maja. Yoo Sohyun” ucap Naeun mengangguk angguk.

“Aku berencana menghabisinya sepulang sekolah. Youngji-ya beritahu Sulli, Suzy, Seulgi dan Hyeri juga. Kita akan melakukan briefing saat istirahat nanti” ucap Naeun

“Nde”

***

Saat bel istirahat berbunyi, Naeun dan yang lainnya pun segera berkumpul di belakang sekolah untuk melakukan briefing. Tentu saja mereka menghindari tempat-tempat ramai karna ini adalah misi penyerangan. Taemin juga ada disana, bersama Wonho, Tao, Mark, Hongbin, Ravi, Junior, Jackson, Sehun untuk melindungi yeoja-yeoja itu. Kalau kalau saja ada yang menguping pembicaraan mereka.

Naeun membuka gulungan kertas yang ia bawa, lalu terlihatlah sebuah denah simple lingkungan sekolah yang ia gambar saat pelajaran matematika tadi.

“Ini adalah denah sekolah. Perhatikan baik-baik. Kalian harus menyeret yeoja itu padaku begitu ia menginjakkan kakinya keluar gerbang. Ah, i gijibe neun, ia pasti selalu bersama genk-nya. Dan mereka hanya berjumlah 4 orang. Youngji, Suzy, Seulgi, Hyeri, kalian menangani 4orang pengikut Sohyun. Wendy dan Sulli, kalian yang menyeret yeoja brengsek itu padaku, aku akan menunggu kalian disini, di lahan kosong tempat ia membully Soojung dulu” jelas Naeun panjang lebar seraya menunjuk-nunjuk dan melingkari denahnya.

Taemin tertawa kecil melihat yeojanya, “Yaaa bukankah yeoja itu sangat keren? Namchin nya pasti sangat beruntung” ucap Taemin dengan senyum mengembang pada Wonho dan Hongbin.

“Naeun-a kau masih ingat kan teknik memukul seseorang yang pernah Taemin hyung ajarkan padamu di dorm waktu itu?” tanya Junior.

“Geureom” ucap Naeun.

“Ingatlah satu hal Naeun-a, Yoo Sohyun yeoja anirago” ucap Junior menekankan ucapannya. “Hwak geunyang” ucap namja itu lagi.

“Arrasseo” ucap Naeun berapi-api.

“Kemarilah, praktekan apa yang kau ingat” ucap Taemin pada Naeun.

“Oppa menantangku?” tanya Naeun.

“Ouuhh” ucap Sehun dan Jackson merasa takut pada Naeun.

“Eih aniyo, aku hanya memastikan yeoja kesayanganku ini tidak akan kalah” ucap Taemin. Naeun pun berjalan kearah Taemin. Di benaknya terus berputar ingatan saat Taemin melatihnya di halaman depan dorm. Entahlah apakah Wendy dan yang lainnya mendapat ilmu ini dari pacar-pacar mereka, yang pasti Taemin mengajari Naeun banyak hal yang membuat Naeun lebih berani dan tidak takut menghadapi siapapun.

Naeun-a jjal deuro. Saat ada seorang namja yang berusaha kurang ajar padamu, tunjukan bahwa kau seorang yeoja yang sangaattt galak” Naeun ingat benar bagaimana Taemin menunjukan wajah marahnya.

“Seperti ini. Tunjukan pada mereka semua bahwa kau benar-benar galak. Kau adalah yeochin dari Lee Taemin, leader White Shit. Kau harus mengangkat dagumu, memasang wajah terburukmu saat kau sedang marah, dan kau tetap harus waspada setiap saat

“Saat mereka mendekatimu dan berniat kurang ajar padamu, kaki kananmu harus mundur satu langkah di belakang kaki kirimu. Ini adalah posisi steady artinya kau siap dan waspada. Saat namja itu terus mendekat, pegang bahu kanannya kuat-kuat seraya menepis tangan kanannya. Gunakan tangan kirimu dan kau harus bisa menahan tangan kanannya sekuat mungkin. Cengkeram bahunya, dan tinju tulang pipinya sekuat yang kau mampu. Algetdda?” Naeun terus mengingat setiap step yang Taemin ajarkan.

Praktekan padaku sekarangucap Taemin.

Naeun pun memegang bahu Taemin sekuat mungkin.

“Eih geugo aniya. Ini masih terlalu lemah. Kau bukan hanya memegang bahunya, tapi menahan tangannya disamping tanganmu. Ireokhe” ucap Taemin mempraktekan pada Naeun.

Naeun pun mempraktekannya pada Taemin sekali lagi.

“Ah maja maja. seperti ini. benar. Sekarang coba pukul aku. Jangan anggap aku pacarmu untuk beberapa detik ke depan. Ppalli” Buk! Naeun melayangkan tinjunya pada Taemin.

“Hee mwoya apa aku sedang dipukul oleh aegi sekarang? Lebih kuat Naeun-a” Naeun memejamkan matanya, lalu BUUKK!

“Aak. Geurochi!! Seperti itu baru benar” ucap Taemin.

“Eih gadis pintar”.

“Ppalli” ucap Taemin membuyarkan lamunan Naeun. “Ppalli ppalli”

Naeun pun bersiap dengan posisi steady nya. Taemin mulai mendekat dan yeoja itu segera mencengkeram bahu Taemin.

“Geurochi..” ucap Taemin. Naeun pun tanpa pikir panjang meninju tulang pipi Taemin, “Geuro.. aak” Taemin menghela nafas.

“Wuuuuuuhhh” anak-anak sibuk bertepuk tangan melihat penampilan Naeun.

“Yaa Son Naeun, bukankah kau terlalu kasar? Woah jinjja” ucap Taemin seraya memegang tulang pipinya. Namja itu tertawa kecil.

“Jallaesseo” ucap Taemin menepuk-nepuk kepala Naeun lembut.

***

Saat bel pulang sekolah berbunyi, Naeun segera bergegas keluar kelas, sementara yang lainnya sibuk menjalankan tugas masing-masing. Naeun buru-buru berlari menuju ke lahan kosong, menunggu mangsa sementara member white shit berjaga di sekitar daerah itu.

Sohyun baru saja keluar dari kelasnya, benar kata Naeun, bersama 4 pengikutnya. Saat yeoja itu keluar dari gerbang, Wendy, Youngji, Sulli, Suzy, Seulgi dan Hyeri telah menunggu mereka. Keenam yeoja pun segera menghampiri Sohyun dan genk lalu segera menarik tangan mereka.

“MWOYA IGE?” bentak Sohyun marah. Wendy dan Sulli tak menjawab hanya menarik tangan yeoja itu lebih keras. Beberapa anak yang saat ini masih banyak di depan gerbang memperhatikan mereka.

“YAA!! MWOYA IGE?” teriak Sohyun lagi.

“Sikkeureoooo!!!” ucap Sulli galak seraya memandang Sohyun tajam.

“Neo micheosseo? YA! Pikyeo!” ucap Sohyun mncoba melepaskan diri.

“PIKYEOO!! YAAA!!! YAAA!!!” yeoja gila itu terus berteriak marah. Wendy, Sulli dan keempat yeoja lain terus menyeret tersangka pembullyan ini hingga ke lahan kosong.

Sesampainya di lahan kosong, Sohyun semakin bingung dengan apa yang tengah terjadi.

“Yaaa daebak. Kau diseret kemari seperti anj*ng” ucap Naeun tertawa kecil.

“SON NAEUN, MWO HANEUN GEOYA?”

“Bisakah mulut busukmu itu diam?” tanya Wendy pedas. Sohyun pun di dorong oleh Sulli dan Wendy hingga nyaris terjatuh.

“Yoo Sohyun… neo kkuna…” ucap Naeun mulai maju selangkah demi selangkah.

“Mwoga?” tanya Sohyun merasa tak berdosa.

“Yang menimbulkan keributan tadi pagi..” ucap Naeun kini berhadapan dengan Sohyun.

“Mwooo apakah kau tidak lihat? Pengirimnya bukan siswa Shinkyung”

“Yang membuat Soojung nyaris mati, yang membuat Soojung sekarang dirawat di Rumah Sakit..” ucap Naeun lagi.

“Neo micheosseo?” tanya Sohyun. “Semua ucapanmu membuatku ingin tertawa. Son Naeun aku tidak punya urusan dengan Jung Soojung. Apa kau sudah gila?”

“Woah aku sudah tahu yeoja ini tak akan mungkin mengaku” ucap Naeun lalu mengeluarkan ponsel Youngji. Ia membuka foto pembullyan Soojung dan men-zoom gambar tersebut di bagian tas Sohyun.

Naeun dengan kasar memutar badan Sohyun agar melihat tasnya.

“Bingo! 100% sama. Woah na hawagana” ucap Naeun.

“Mwoyaaa” ucap Sohyun. Naeun pun memperlihatkan gambar tas Sohyun di ponsel.

“Ini tasmu, majci?” Sohyun seketika terdiam. Detik berikutnya yeoja itu tertawa.

“Son Naeun neo micheosseo? Hahaha kau memang sudah gila. Hanya karna gambar ini, apa berarti aku pelakunya? Tas ini dijual dimana-mana, siapapun bisa memilikinya”

“YAA!! Kau pikir aku anak kecil? Apa perlu aku meminta kepala sekolah untuk mengumpulkan seluruh siswa di auditorium? Agar seluruh siswa Shinkyung segera tau, saat itu juga, bahwa kau, Yoo So Hyun dari kelas 1B yang membully Jung Soojung?? EO?”

“Bawa dia!” ucap Naeun lalu berjalan duluan menuju ke sekolah.

“Son Naeun.. JUGEULLAEE?? YAA NEO JUGEULLAAEEE???” teriak Sohyun meronta. Entah mengapa, Wendy dan Sulli seperti orang kerasukan. Tenaga mereka sangat kuat. Mungkin karena mereka juga sangat marah pada Sohyun.

Naeun memasuki sekolah dan segera menuju ke ruang guru.

“Kajja, buktikan apa kau bukan pelakunya” ucap Naeun santai. Sohyun hanya terdiam dan akhirnya mengikuti Naeun memasuki ruang guru.

“Sam” ucap Naeun menemui wali kelasnya.

“Wae Naeun-a?” tanya Cha seonsaengnim.

“Aku menemukannya. Orang yang membully Soojung” ucap Naeun.

“Geurae? Nugu?” Naeun pun segera mengeluarkan ponselnya. Lagi-lagi yeoja itu menunjukkan gambar tas Sohyun yang telah diperbesar beberapa kali.

“Tas? Sam bahkan tidak sadar ada tas ini di gambar ini. Memangnya ini tas… siapa?” tanya Cha Sam lalu memandang Sohyun mulai curiga.

Naeun membalikkan tubuh Sohyun kasar.

“Yoo Sohyun. Dia pelakunya” ucap Naeun.

“Hahaha jinjja? Naeun-a yang memiliki tas seperti ini di sekolah ini…”

“Aniyo.” Tiba-tiba Lee songsaenim menghampiri. Ia adalah guru IT di kelas 1 Shinkyung.

“Saya sudah melacaknya, pengirim gambar yang menurut saya sangat tidak manusiawi di Social Media Shinkyung. Nomor itu di-enkripsi dan saya berhasil menemukan nomor ponselnya. Saya sudah menghubungi nomor tersebut, berkali-kali tadi siang, hingga akhirnya seorang siswi keluar dari kelasnya untuk mengangkat telfon saya” Naeun, Cha Sam dan Sohyun sama-sama terdiam, menunggu kelanjutan cerita Lee Sam.

“Yoo Sohyun… pemilik nomor tersebut” ucap Lee Sam membuat Sohyun pucat.

“Saya belum bisa mengambil kesimpulan jika pengirim gambar ini adalah pelaku pembullyan, hingga kau, Son Naeun, menemukan gambar tas yang sangat tidak disadari oleh orang-orang termasuk saya, dan juga pemilik tas ini” ucap Lee Sam.

“Yoo Sohyun, ikut saya ke ruang Kepala Sekolah” ucap Cha Sam. “Kau juga Naeun-a dan Lee Sam” ucap Cha Sam lalu berjalan terlebih dahulu menuju ruang Kepala Sekolah.

***

“Eotte?” tanya Taemin pada Sulli. Sulli dan Wendy baru kembali dari sekolah setelah membantu ‘menyeret’ Sohyun ke sekolah. Sementara Suzy, Youngji, Seulgi dan Hyeri masih berada di lahan kosong. Keempat teman Sohyun sudah dilepaskan atas perintah Taemin.

“Molla. Naeun belum keluar juga, masih di dalam ruang guru”

“Jinjja? Woah dia bahkan tka pikir panjang dan langsung memabwa Sohyun ke ruang guru” ucap Seulgi.

“Menurutku Cha Sam tidak secepat itu percaya pada dugaan Naeun” ucap Suzy.

“Maja. Pasti Cha Sam berkata jika itu adalah hal yang tidak masuk akal” ucap Youngji, paham benar sifat wali kelasnya.

***

“Silahkan datang besok siang ke Rapat Komitte Disiplin Siswa” ucap Kepala Sekolah pada Sohyun.

Yeoja itu terdiam dan tak bisa berkata apapun. Saat ini di ruangan Kepala Sekolah, hanya ada Cha Sam, Lee Sam dan Sohyun. Tanpa Naeun karna yeoja itu diperintahkan menunggu di luar saja.

“Apa kau dengar, Yoo Sohyun-ssi?” tanya Kepala Sekolah.

“Kenapa aku harus datang?” tanya Sohyun.

“Atau kau mau mengundurkan diri secara baik-baik? Silahkan” ucap Kepala Sekolah. Lalu ia pun segera menelfon staff-nya.

“Buat pengumuman untuk Rapat Komitte Kedisplinan Siswa, Yoo Sohyun dari kelas 1B, besok siang pukul 11.00. Jangan lupa beritahu juga orangtua nya untuk datang” ucap Kepala Sekolah lalu menutup telfon.

“Silahkan datang besok siang” ucap Kepala Sekolah sekali lagi pada Sohyun.

“Algeseumnida” ucap Sohyun lalu keluar dari ruangan Kepala Sekolah.

Di luar ruangan, Naeun masih menunggu keputusan yang dibuat.

“Son Naeun, aku akan membunuhmu” ucap Sohyun lalu berlalu begitu saja.

Naeun tertawa kecil, ia yakin Sohyun mendapatkan hukuman, walaupun ia belum tahu apa hukumannya.

“Annyeong Sohyuniiieee” ucap Naeun meremehkan.

-to be continue-

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s