#04_Jealous!!

#Jealous!!!

#04_JEALOUS!!

[ Lee Uchida | Kim Myungsoo, Krystal Jung | Kang Min Hyuk, Kim Hyorin | Chaptered | Romance | PG+ ]

Previous: #01 #02 #03

Disclaimer: Cuma pinjem nama. Gomawo atas bantuannya Lee Joon Hoo dan Kang Tan🙂

Summary:

Dia pandai dalam hal menggoda wanita

Dia pandai dalam tersenyum

Dia bisa menghanyutkan suasana hening menjadi ramai

Dia bisa membuatku menjadi wanita dihadapannya

Dia adalah orang yang paling cerdas dalam segala hal

Tapi, aku tidak begitu suka ketika dia berdekatan dengan wanita lain

Aku memang cemburu. Wajarkan kalau aku cemburu?

Aku tunangannya!

~~~ELSTAL~~~

Sinar matahari telah tinggi menembus jendela kamarku. Memaksaku untuk bangun. Mataku bengkak dan hidungku merah. Aku mengecek ponselku, terdapat 10 panggilan masuk dan 3 pesan. Semuanya dari nomor yang tidak dikenal yang mengatakan bahwa kondisi Eomma telah membaik, namun kondisi Appa belum sadar juga dari komanya. Sebenarnya mereka kecelakaan mobil dengan apa? Kenapa separah itu?

Aku mencoba membersihkan wajahku dengan tissue agar tidak terlalu terlihat kondisiku yang sebenarnya. Aku mengintip sebentar dari lubang kecil pintu kamarku. “Dimana Myungsoo?” Karena Myungsoo sudah bangun, maka aku keluar.

“Semalam kau kemana?” ujar Myungsoo tiba-tiba dari arah belakang. Aku berhenti melangkah dan berbalik menghadapnya.

“Aku, mengerjakan tugas dengan Minhyuk.” Aku menunduk menghindari kontak.

“Siapa Minhyuk?”

“Dia teman kuliahku. Ada apa? Apa semalam kau tidak makan malam? Mianhae …” Myungsoo menarik daguku untuk menghadap padanya. Aku menatap Myungsoo dengan mataku yang bengkak ini. Aku yakin dia akan bertanya kenapa dengan mataku.

“Kau kenapa?”

“Euhm..” aku menutup hidungku. “Kau bisa menanyakannya nanti. Sekarang kau mandi! Badanmu bau alkohol.”

“Oh, mian.”

Aku menatap wajahku di kaca. Betapa buruknya kedua mataku ini. Seperti penyakit yang tiba-tiba menyerangku. Aku menutupnya dengan polesan make up serta kaca mata hitam. Aku keluar kamar lalu duduk di meja makan menanti Myungsoo.

“Ada apa denganmu?” tanyanya sambil meminum air di depanku.

“Apa aku boleh pulang ke Mokpo?”

“Waeyo? Kenapa tiba-tiba kau ingin pulang?”

“Eomma dan Appa kecelakaan. Sebenarnya aku tidak ingin menangis, tapi kenapa aku menangis lagi!!” aku benci dengan diriku sendiri yang kembali menangis.

‘jadi, semalam kau berpelukan dengan Minhyuk karena Eomma dan Appamu kecelakaan? Aku merasa malu untuk semalam’ Myungsoo tersenyum tidak jelas.

“Kenapa kau tertawa? Kau senang orang tuaku kecelakaan?” amukku.

“Aniya, aniya. Kajja kita pulang ke Mokpo.”

Aku turun lebih dulu dari mobil dan berlari memasuki koridor rumah sakit. Setelah bertanya pada suster, aku langsung menuju di tempat dimana Eomma dan Appa dirawat.

“Eomma!!” teriakku histeris.

“Maaf, Anda bisa menunggunya diluar.”

“Tapi dia Eommaku suster, tolong ijinkan saya masuk.” Paksaku.

“Tidak bisa Nona, pasien harus ditangani lebih lanjut.”

“Krystal!” teriak Myungsoo menghampiriku.

“Krystal, kita tunggu di sini dulu.”

“Eomma…”

“Arraseo, ibumu akan baik-baik saja. Kita tunggu di sini saja.” Myungsoo menenangkanku dari histerisku. Aku sangat takut jika Eomma tiada.

“Eomma…” lirihku lagi.

“Uljima Krystal-ah…” Myungsoo mengelus pelan rambutku.

Aku dapat melihat Eomma dari kaca jendela kamarnya. Eomma sangat lemas. Tubuhnya tidak berdaya dengan jarum dan peralatan medis lainnya. Aku menangis menatapnya. “Andwae!!!!! Eomma kajima!!” Myungsoo tambah memelukku kencang saat melihat tekanan darah Eomma menurun. Aku meronta agar lepas,  tapi dia tidak bergeming.

“Jebalyo, aku harus masuk dan melihat Eomma!! Jebalyo Myungsoo!!!” dia tetap diam dan menambah erat pelukannya.

Kini, tekanan darah Eomma telah melemah dan hampir hilang. Aku membulatkan mata ketika sebuah alat medis seperti setrika itu dikejutkan pada dada Eomma.

“Myungsoo, kenapa Eomma seperti itu? Kenapa setrika itu ada di dada Eomma dan Eomma menjadi seperti itu? Jawab aku Myungsoo!!” Myungsoo tetap diam.

“Seolma, andwae! Itu tidak benarkan Myungsoo? Myungsoo jawab aku jebal!!!”

Myungsoo tetap diam. Mulutnya mengatup sempurna tidak mau menjawabku. Aku yang sudah menduga banyak hal buruk, dia hanya diam dan terus diam. Aku takut mereka tiada.

“Joseunghaeyo.. kami sudah berusaha semaksimalnya. Namun Tuhan berkehendak lain.” Ujar dokter yang tadi memeriksa Eomma.

“Andwae!! Kau pasti salah dokter! Jebalyoo..” aku memegang baju dokternya dengan histeris. Aku tidak percaya Eomma kini telah tiada.

“Dokter.” Panggil Myungsoo.

“Tn dan Ny. Jung mengalami kecelakaan mobil dengan bus. Busnya menabrak pohon, dan mobil yang ditumpangi Tn. Jung masuk ke dalam sungai. Tim medis saat membawa kemari juga sudah sedikit terlambat karena proses pencarian yang sulit.”

“Lalu, bagaimana keadaan Tn. Jung?”

“Beliau masih dalam keadaan koma. Kami terus berdoa untuk kesadarannya.”

~~~ELSTAL~~~

Pemakaman Eomma berlangsung hari ini juga. Tidak ada sanak saudara yang datang, karena Eomma memang anak terakhir yang terkucilkan. Aku masih belum bisa menghentikan air mataku. Hingga air mataku tidak lagi keluar namun aku masih ingin menangis.

“Apa kau masih betah di sini? Kajja pulang, ini sudah larut.” Myungsoo membantuku berdiri dan memberikan sapu tangan miliknya.

“Wajahmu jelek ketika menangis seperti itu.” Senyumnya. “Kau sudah menangis dua hari, apa kau tidak kasihan dengan dirimu sendiri?”

Terkadang Myungsoo itu perhatian, terkadang aneh, terkadang juga menjengkelkan. Tapi saat ia tersenyum penuh dengan lesung pipinya itu, dia sangat tulus dan tampan. Aku sudah lama tidak melihat senyum penuhnya.

Kami telah sampai di Seoul. Aku memintanya untuk tidak kemana-mana, langsung ke apartement saja. “Ah, Myungsoo-ah?”

“Wae?”

“Apa Eomma dan Appamu sudah tahu kalau Eommaku meninggal?”

“Mereka sudah tahu, tapi mian.. mereka tidak bisa ikut dalam pemakaman.”

“Gwaenchana. Setidaknya aku mempunyai alasan karena mata bengkakku ini.” Aku kembali menutupkan kaca mata hitamku.

“Kau mau makan apa?”

“Aku sedang tidak selera makan.”

“Arraseo.”

Myungsoo menghentikan mobilnya di sebuah supermarket kecil. “Kau tunggu di sini saja.” Suruhnya. Apa yang dia perbuat? Aku sedang lelah tidak mau makan apapun. Kenapa dia tidak mengerti juga?

“Setidaknya kau harus mengisi perutmu dengan ini. Kau tidak boleh sakit besok. Kau harus kuliah seperti biasanya. Jangan terlalu banyak absen tidak jelas.” Nasehatnya dan berakhir dengan mengacak rambutku lembut.

“Gomawoo..”

Mataku masih terasa berat untuk terbuka. Hari sudah semakin siang, dan “Jam berapa ini? Aigoo aku bisa terlambat!!!!” aku mengabaikan seluruhnya dan terbangun menyambar handuk,  mandi seadanya.

Mencari baju dan memakai make up lalu keluar kamar. Saat melewati dapur perutku berbunyi. “Aigoo, tidak bisakah nanti saja sarapannya? Kau bisa sarapan dengan Minhyuk nanti.” Hardikku pada perutku.

Mataku beralih memandang meja dapur. Mungkin saja di sana ada sesuatu yang dapat dimakan. Benar saja, di sana ada roti dan kacang hijau. Aku membawanya terburu-buru ke halte bus.

Minhyuk tampak berjalan bolak-balik seperti setrika menantikan sesuatu. Sesekali melihat pada jam tangannya. Aku berlari menuju gerbang kampus dengan wajah panik. Tiba-tiba ada yang menghentikanku. “Kang Minhyuk? Sedang apa kau di sini?” aku melihat arlojiku.

“Bukankah kelas sudah mulai? Kenapa kau masih di sini?”

“Aku ingin bicara penting denganmu. Sebentar saja.” Pintanya.

Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning
Cause I give you all of me
And you give me all of you, oh

Backsound All of Me dari John Legend menjadi pembuka dalam pembicaraanku dan Minhyuk. Awalanya kami hanya membicarakan hal basa-basi mengenai gaya rambut Minhyuk yang kini berubah menjadi rapi dan mirip dengan Onew SHINee.

Namun lama-lama, aku menjadi tegang karena Minhyuk memegang tangan kananku tiba-tiba. Apa dia ingin mengungkapkan sesuatu? Apa selama ini aku telah memberikan harapan yang lebih padanya? Yang benar saja? Aku tidak ingat tuh?!

“Minhyuk, tolong jangan seperti ini. Aku tidak nyaman.”

“Krystal-ah, aku menyukaimu.” Mataku membulat sempurna tidak percaya.

“Apa yang membuatmu menyukaiku?”

“Seluruhnya. Aku suka bagaimana sikapmu padaku.”

“Tapi, seluruh sikapku itu, kurasa tidak menunjukkan rasa suka padamu.”

“Aku tahu. Tapi, mendadak aku menyukaimu. Apa kau merasakan hal yang sama denganku?”

“Tapi Minhyuk …”

“Aku tidak memintamu untuk menjawab sekarang. Aku hanya ingin mengatakannya saja. Aku belum siap menerima jawabanmu Kryst.”

Laki-laki aneh. Jika tidak siap dengan jawabanku, lebih baik jangan terburu-buru untuk mengatakan hal ini! Menjengkelkan sekali!

Aku meninggalkan Minhyuk di cafe. Aku tidak bisa melihat muka melasnya tadi, dan aku juga tidak tega menolaknya langsung. Mungkin aku akan memberikan jawaban beberapa hari ke depan.

Sekretaris Kim, bisakah nanti kita pulang bersama? Bukankah kami ini searah?

“Mwoya? Apa dia sengaja mengirim ini agar aku cemburu? Ya!!!” aku membuang ponselku ke dalam tas. “Apa maksudnya seperti itu? Ahh!!!! Kalian berdua telah menghilangkan moodku untuk kuliah!!!” aku meniup poniku sejenak dan berjalan menuju halte bus. Aku pulang.

“Kim Sajangnim, terima kasih sudah mengantarku pulang.”

“Ah, gwaenchana. Kebetulankan kami searah pulangnya, jadi tidak apakan?”

“Ne.”

Sekretaris Kim tampak tersipu dengan senyum Myungsoo. Baru tahu dia kalau senyum Myungsoo itu menawan. “Woaaah.. kau tinggal di Gangnam? Benarkah itu?”

“Ne Sajangnim. Kapan-kapan Anda bisa mampir ke rumahku.”

“Ne. Kamsahamnida.”

“Ah ye, Sajangnim. Minggu depan ada pesta ulang tahun putra kedua direktur Lee. Apa Anda berminat untuk datang?”

“Oh, kapan itu?”

“Harinya belum terlalu pasti. Direktur Lee akan mengirim undangan pada kita.”

“Uri?” Myungsoo tampak terkejut.

“Ne, direktur Lee  meminta Anda dan saya untuk mewakili perusahaan.”

“Woah, kenapa begitu ya? Kenapa karyawan lain tidak diberi undangan?”

“Entahlah Sajangnim. Baiklah aku harus turun. Selamat malam Sajangnim.”

~~~ELSTAL~~~

 

3 thoughts on “#04_Jealous!!”

  1. hi there!

    woooaaah apa apaan sih Myungsoo. ngga kasian apa Krystal abis ditinggal ibunya masih mau manas manasin aja wkwkwk.
    and Minhyuuuk omaygat! emang neomu kiyowooooooo!! lucu sekali bayangin dia bilang “aku belum siap mendengar jawabannya”

    Mbak Hyorin plis jangan kegatelan ya :(( kasian mbak Krystalnya :(( hehhe

    see ya~

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s