[Ficlet] Kalilah

Kalilah

scriptwriter No-Fun

starring

EXO Sehun, OC Kalilah Rohas

genre Fluff, duration Ficlet, rating PG-13

a/n. I own the entire plot, but sadly not Oh Sehun L

contains of lots bahasa non baku.

Kalilah adalah gadis keturunan Arab-India dengan kulit kecokelatan merupakan mahasiswa fakultas kedokteran semester tiga. Perawakannya tinggi mencapai telinga Sehun, matanya cokelat terang dan lebar, hidungnya mancung, dan alisnya tebal. Kalilah seringkali mengucir sederhana rambut hitam pekatnya ke belakang. Sebab terlalu risih rambut yang ditata berjam-jam semrawut menutupi pandangannya. Sepertinya pandangannya agak buram, Sehun bisa tahu saat Kalilah dipanggil, gadis itu pasti menyipitkan matanya mencari si pemanggil dan besoknya kacamata minus semi bundar nangkring terjepit di tengah kerah kaus pink pastel Kalilah.

Sehun naksir pertama kali saat ia sedang antre minuman, gadis itu duduk sambil menyilangkan kaki dan sibuk dengan ponselnya di balik kaca etalase Starbucks. Buku-buku berserakan dan lembarannya terbuka di atas meja kayu bundar ditemani segelas tall Caramel Frappuchino yang minggir-minggir hampir tersenggol siku Kalilah sendiri. Tidak ada kontak mata, tidak ada kontak apapun. Sesederhana itu Sehun kecantol pesona Kalilah.

Sebenarnya hampir terjadi interaksi antar keduanya, hampir. Kalilah buru-buru mengemasi buku-bukunya dan menyambar gelas tallnya kemudian pergi meninggalkan Starbucks. Luput dari buku bersampul krem pastel di atas meja bundar tadi. Bisa ditebak ; Sehun meninggalkan antrean, mendekati meja, jadi pahlawan Kalilah. Jika teman Kalilah tidak tiba-tiba datang untuk mengambil bukunya dan mengacaukan imajinasi Sehun. Membuat Sehun ternganga sambil membatin ‘kampret!’ saat melihat kembali antrean yang sudah diisi orang lain.

Sudah dua bulan Sehun dalam mode siluman saat mencuri pandang demi mengisi rasa haus akan Kalilah. Waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan keberanian untuk bicara dengan Kalilah. Sayangnya, Sehun terlalu pemalu. Bisa mati bujang ia kalau Chanyeol tidak berinisiatif.

Jika bukan karena Chanyeol bertaruh 7.000 won, Sehun tidak akan nekat berjinjit di balik rak buku bagian anatomi manusia. Menjaga jarak sekian meter dari punggung Kalilah yang sibuk mencerna bacaan daripada duduk di kursi terdekat.

“Kursinya kosong, kok.”

Sehun berasa dungu.

Itu, … Kalilah bicara dengannya.

BICARA SUNGGUHAN!?!?!

“E-eh, i-iya …” duh, begok! Terpaksa Sehun menyambar buku seasalnya kepalang tanggung malu.

Ketahuan mengintip gadis incaranmu, kurang keren apa coba Oh Sehun?

“H-hai,” senyuman kecil yang bisa dilakukan Sehun saat asam lambungnya naik karena panik. Kalilah balas tersenyum yang mana menambah panas dalam Oh Sehun. Gadis itu kembali fokus dengan bacaannya saat Sehun berdeham pelan dan menarik kembali atensinya, “Kalilah, kan?”

“Iya,” dahi Kalilah berkedut meneliti Sehun, “Maaf, siapa ya?”

DOENG

“Oh Sehun, fakultas hukum.” Niatnya terdengar keren demi menambal kesan gagap yang tadi-tadi, kemudian Sehun menyesal karena kedengaran arogan dan tidak stabil. Kalilah membuka mulutnya membentuk gestur ‘ah’ kecil dan mengangguk seolah ngeh dengan Sehun, padahal Sehun tahu betul sebenanarnya gadis itu masih memutar otak, yang mana itu Oh Sehun?

Masa bodoh, lah.

“Besok Jumat free?”

Bulu mata lentik Kalilah naik turun di balik lensa kacamata semi bundar yang bertengger di pangkal hidung mancungnya. Gadis keturunan Asia Selatan itu terkesiap. Bola cokelat terangnya memindai seluk beluk wajah pucat Sehun, sebab gadis itu bingung, apa hal manusia satu ini mengajaknya keluar esok hari. Kemudian otaknya koneksi,teringat besok hari ulang tahun pernikah orang tuanya. Gadis itu mengemasi barangnya segera. Melupakan wajah dungu Sehun yang masih takut ditolak tapi sadar apa yang sedang gadis itu lakukan.

Notifikasi pesan masuk berbunyi sebelum Kalilah menyentuh gagang pintu. Pesan dari Ayah. Ia tersenyum sesaat terhenyak membacanya. Ia berlari kecil menuju rak semula menemukan Sehun masih duduk mematung dengan dungunya di balik rak buku.

“Ayahku baru membatalkan janji makan malam untuk besok. Jadi, Broad Avenue 54th, pukul 20.00! Dah, Sehun!”

Sehun belum sempat mencerna yang pasti gadis itu telah menjejaki lantai di luar perpustakaan. Dari telinga ke telinga senyum perlahan mengembang bersama merah pipinya. Rasanya seperti barusan dikecup di pipi. Aih, Kalilah!

Fin.

Btw, nama jalannya itu fix aku ngarang hehe  …

2 thoughts on “[Ficlet] Kalilah”

  1. hi thereee!

    dududuududuuuu ini bikin ketawa nan manis sekaliii yaa xD. kata-kata non baku yg tepat di posisinya (?) yang sukses bikin ketawain si Sehun hihihihi.
    Tapi akhirnya manis sekali kaya gula gula kapas (?) hehhhe. sukiiiii dayo~~~

    see ya~

    Suka

  2. annyeong No-Fun~

    first thing first, the story was fun kok😀 hahaha. personally, aku suka dengan fanfic yang banyak menggunakan bahasa non baku karena itu menguatkan kesan setting daily life nya dan fan-made banget gitu.

    looking forward untuk kelanjutan date nya Sehun sama Kalilah ya😉 menurutku ceritamu akan menarik untuk dikembangin terutama dari segi budaya. aku penasaran soalnya kalau cowo korea dan cewe asia selatan tuh pacarannya gimana. hehehehehe.

    keep on writing, fighting!🙂

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s