My Answer (Chap.VI)

My Answer - Chap.3 - 7

My Answer (Chap.VI)

Thanasa present

Seohyun [SNSD], Jung Yonghwa [CNBlue] | Chaptered | Romance, Friendship, Hurt | PG 15+ | General

Jangan bohongi perasaanmu. Jika itu terlampau berat dan membuatmu akan terjatuh, datanglah padaku. Aku akan selalu bersedia menopangmu…

Previous: I / II / III / IV / V

Disclaimer: Story is absolutely mine. This is not perpect story and there’s typo everywhere hehehe. Hope you’ll be enjoy while reading this. DON’T BE A PLAGIATOR. Gamsahamnidaaa….

-o0o-

“Aku serius” Shinhye masih menatap Yonghwa menanti jawaban atas pengakuan perasaannya. Semua orang yang sedari tadi terpana karena tidak menyangka pengakuan tersebut mulai tersadar kembali.

“Wahh Hyung, aku tidak menyangka kau mendapat jackpot saat liburan. Kenapa kau diam saja?” minhyuk mulai berkomentar,

‘Yakkk, Jung Yonghwa… mengapa kau diam saja? Bicaralah… tidak baik membuat wanita menunggu” jonghyun menambahkan,

“Terimalah Shinhye, kalian terlihat cocok bersama. Yaah walaupun tidak sekeren aku dan Yoona” Yonghwa mulai tersenyum mendengar ucapan Seunggi.

“Begini Shinhye, bukan berarti aku tidak menyukaimu. Hanya saja aku masih terlalu kaget dengan pengakuanmu. Dan aku,..”

“Aku akan menunggu” Shinhye menginterupsi sebelum Yonghwa melanjutkan perkataannya, “Aku tak masalah menunggumu sampai siap menjawabku. Yang penting kau tahu isi hatiku. Kau bilang menjalani hubungan tergantung perasaan dan kesempatan kan? Aku ingin mengambil kesempatan itu. Walaupun aku tidak tahu bagaimana perasaanmu padaku” shinhye tersenyum, tapi Yonghwa tetap termangu.

-n-

Malam ini Seohyun tidak dapat tertidur, Ia sudah berusaha memejamkan matanya tapi tidak bisa. Bermacam pikiran memenuhi kepalanya. Ia bangun dan melihat sekelilingnya, Yoona, Shinhye, dan Sooyoung sudah tertidur pulas. Ia pun bangun dari alas tidurnya bermaksud keluar mencari udara segar. Saat mengambil jaketnya terdengar suara Shinhye yang sedang mengigau,

“Aku menyukaimu Yonghwa, sungguh. Aku ingin bersama denganmu.”

Seohyun memandang lekat wajah sahabatnya tersebut sebelum Ia membuka pintu untuk keluar.

Seohyun menyusuri pasir pantai yang terasa hangat dikakinya, Ia bingung harus berbuat dan dan bersikap apa. Disatu sisi Ia menyayangi sahabatnya dan tidak ingin membuat Shinhye terluka, tapi disisi lain Ia tidak dapat membohongi perasaannya pada Yonghwa. Seohyun berjalan tertunduk sambil terus berpikir,

“Kau belum tidur?” Yonghwa yang ternyata sudah berada tepat dibelakang Seohyun.

Oppa? Sedang apa kau disini?”

“Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu? Kau sedang apa tengah malam sendiri dipinggir pantai seperti ini, Hyunnie? Kau itu wanita tahu.”

“Aku mencari udara segar kak, kita Cuma dua hari berada disini. Aku tidak mau menyia-nyiakan waktu liburanku. Lagipula kau tahu kau, dengkuran Yoona keras sekali dan itu membuatku tidak bisa tertidur hehehehe”

“Hmmm… enak yahh kau bisa menikmati liburanmu” yonghwa menghela nafas ”Aku… huft, banyak fikiran yang berkeliaran di kepalaku, Hyunnie” Seohyun menoleh pada Yonghwa sambil jalan beriringan dipinggir pantai

“Karena Shinhye?”

“Yahh itu salah satunya… menurutmu bagaimana? Kau kan sudah lama mengenal kami berdua.”

“Hmmm, bukankah Oppa bilang itu tergantung perasaanmu? Perasaanmu bagaimana dengan Shinhye?”

“Shinhye?? Yeah, Dia cantik, baik, ceria, optimis, dan unik. Aku menyukai kepribadiannya. Hanya saja, aku… Aku. Entahlah” Yonghwa mengacak rambutnya frustasi,

“Lagipula ia tinggal di Kanada Hyun. Aku tidak yakin bisa berhubungan jarak jauh.”

“Yaakk? Apakah ini sungguh Jung Yonghwa yang kukenal?? Memangnya kau pikir sekarang kita tinggal dijaman apa Oppa?” seohyun memegang keningnya, “Sudah banyak media yang bisa dipakai untuk komunikasi, ada video call, kalau kalian saling rindu kau bisa mengunjunginya. Atau dia mengunjungimu. Jarak menurutku bukan masalah.”

“Begitukah?? Jadi menurutmu aku bisa menjalani hubungan dengannya?”

“Tentu saja…” seohyun memaksakan untuk tersenyum pada Yonghwa.

“Apakah kau yakin?” Yonghwa menatap Seohyun intens, pandangannya menuntut jawaban dari Seohyun. Untuk kesekian kalinya Seohyun harus mengontrol ekspresi di wajahnya.

“Tentu saja aku yakin. Kau kan Jung Yonghwa” ucapnya sambil tersenyum,

“Terimakasih Seohyun-a, kau memang adik terbaik…” Yongwa memeluk erat Seohyun, namun untuk kali ini bukan debaran jantung yang berpacu kencang untuk Seohyun. Hatinya terlampau sakit. Berusaha keras Ia menahan airmatanya agar tidak jatuh.

Oppa, aku akan kembali ke villa duluan ya…”

“Benarkah? Kau tidak mau menemaniku?”

“eohh sepertinya angin malam di pantai membuatku mulai mengantuk…”

“Cihh, yasudah sana cepat kembali. Gumawo hyunnie”

“Eoh… Mianhae oppa, aku pergi” seohyun membalikkan badannya berjalan menjauh, baru beberapa langkah buliran cairan bening jatuh dari pelupuk matanya.

-n-

 

Seohyun sudah berusaha semangat semaksimal mungkin, Ia menutupi kesedihannya dengan ikut bersenda gurau dengan yang lainnya.

Hari ini mereka main air di pantai, jalan-jalan ke berbagai tempat wisata di Busan, member makan burung yang ada dipantai. Makan snack dikedai pinggir jalan, hingga hari sudah semakin malam. Saat yang lainnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, Seohyun memutuskan untuk kembali ke Villa. Diikuti dengan Yoona, Seunggi, Yunho dan Minhyuk.

Setibanya di Villa Seohyun menuju dapur, Yunho baru akan mengikutinya namun tangan Yoona menahan,

“Biar aku yang pergi membantunya… kami mau membicarakan hal tentang wanita, kau temanilah kekasihku dan minhyuk mengobrol. Terimakasih Yunho-ssi” Yoona tersenyum lebar sambil melenggang pergi ke dapur. Yunho pun kembali ke ruang tengah mengikuti saran Yoona.

Seohyun tengah membereskan piring dan sampah bekas makanan mereka kemarin malam.

“Apakah begitu sakit, Hyunnie?” seohyun menoleh kaget dan menemukan Yoona sudah berada disampingnya membantu,

“Hahahaha, apa yang sakit? piring ini tidak ada yang pecah kok” yoona memandang intens dan menunjuk dada Seohyun,

“Itu yang sakit. Kan sudah kukatakan jangan berbohong padaku, itulah mengapa aku berjanji mendukung keputusanmu”

Seohyun tersenyum simpul, sambil melanjutkan pekerjaannya.

“Ini karena baru pertama. Nanti juga aku akan terbiasa melihat mereka bersama.”

“Mereka kan belum pasti akan bersama Hyunnie, Yonghwa oppa saja belum menjawab pengakuan cinta Shinhye.”

“Mereka sebentar lagi akan berpacaran kok”

“Hahh?? Tahu darimana?”Yoona menuntut penjelasan dari Seohyun, “Atau jangan-jangan kau sudah bicara dengan Yonghwa oppa? Tapi kapan? Sejak tadi kita jalan-jalan bersama kok”

Seohyun mengalihkan padangannya lagi ke Yoona, tersenyum mendengar celotehan sahabatnya itu,

“Yoona-a, kalau sahabatmu memiliki kekasih kau harusnya bahagia kan? Shinhye kan sahabat kita. Jika mereka berdua bersama kita harus berbahagia juga untuknya, berhentilah menerka macam-macam”

“Iya sih, tapi inikan keadaanya berbeda, kau,,,pffttt”

“Sudah berhenti.. berhenti, lebih baik kau bantu aku membereskan semua ini dengan benar,biar cepat selesai”

“Yakk, seohyun.. berani sekali kau membekap mulutku… nih kubalas kau!” Yoona menyipratkan air dari keras sambil mencuci piring. Mereka pun saling berbalasan bermain air. Untuk kali ini senyum dan tawa Seohyun benar-benar tulus, berkat Yoona.

 

-n-

 

Seohyun duduk di beranda yang menghadap dengan pantai. Ia menikmati biskuit dan cola, Ia berusaha menenangkan pikirannya sendiri. Yunho sudah berada diambang pintu kaca beranda tersebut sejak beberapa menit yang lalu, namun Ia ragu mau mendekat pada Seohyun, saat Seohyun mau membuka bungkus biskuit yang baru, namun biskuit tersebut jatuh sehingga Seohyun dapat melihat kehadiran Yunho saat mengambilnya.

“Yunho? Mengapa kau berdiri disitu?”

“Eo, Eoh… Aku ingin melihat pantai tapi takut mengganggumu..”

Geez… kau berlebihan, mengapa tidak bergabung denganku disini?” Yunho sedikit membulatkan matanya, namun segera menghampiri Seohyun.

“Kau mau biskuit?? Ahh aku akan mengambilkan kau cola

“ahhh tidak usah, biar aku ambil sendiri. Tunggu sebentar, kupikir aku harus mengambilkanmu juga. Colamu habis kan?”

Seohyun tersenyum lebar,

“Yunho-a, biskuit cokelatnya juga ya tolong sekalian. gumawo

Selang beberapa saat pun Yunho kembali dengan biskuit cokelat pesanan Seohyun, dan 4 kaleng cola.

“Kau suka sekali dengan makanan manis Hyunnie?”

“Eohh… makanan manis bisa menyegarkan pikiranmu yang sedang stres”

“Jadi kau sedang stres?”

Ani…” seohyun terlihat sedikit kesusahan membuka bungkus kue, Yunho lalu mengambil dan membantunya,

“kalau tidak stres, berarti kau sedih?”

Seohyun memelankan kunyahan biskuitnya.

“Sedih kenapa juga? hahahahaa…. Yunho, kita ini kan sedang liburan, mengapa aku harus sedih? Kau mengada-ngada” Seohyun mengeluarkan tawa yang dibuat-buat

“Aku tidak bermaksud lancang, tapi itu semua tergurat jelas diwajahmu. Tersenyumlah seohyun, kau tidak tahu betapa mengagumkannya senyuman itu”

“Berhenti menggodaku Yunho, nih kuberi senyuman, nihh” Seohyun memasang berbagai macam bentuk senyum, Yunho sontak tertawa

“Hyunnie…”

“Eohh??”

“Aku hanya mau bilang, jangan bohongi perasaanmu. Jika itu terlampau berat dan membuatmu akan terjatuh, datanglah padaku. Aku akan selalu bersedia menopangmu”

Seohyun termangu mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Yunho baru saja. Mereka saling berpandang dalam diam.

“Huuuh, pantas saja kalian buru-buru mau pulang. Villa memang tempat terbaik yah untuk berduaan seperti ini” Suara jonghyun memecah keheningan diantara mereka.

“Kau sudah pulang?”

Oppa dan yang lainnya sudah pulang?”

“Tentu saja, masuklah. Kami membeli Tteobokki dan Eomuk, ayo makan bersama-sama didalam.”

“Baiklah…” ujar Seohyun semangat

“Hahaha, dasar. Ternyata makanmu banyak yah” ujar Yunho sambil menoleh pada Seohyun.

“Memang. Karena itulah aku belum berpacaran sampai sekarang” jawab seohyun asal dan meloyor masuk kedalam. Yunho menyusul sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

-n-

 

Mereka semua akhirnya kembali ke Seoul, walaupun sedikit lelah namun mereka merasa puas dengan perjalanan kali ini. setelah sampai ditempat yang sama saat mereka berkumpul sebelum berangkat, mereka pun berpamit satu sama lain.

Yunho menghampiri seohyun, “Kau mau kuantar atau bagaimana?” seohyun belum sempat menjawab Yunho saat Shinhye tiba-tiba hadir ditengah-tengah mereka.

“Terimakasih banyak Yunho-ssi untuk kebaikanmu. Tapi sepertinya hari ini belum bisa, karena aku akan menginap rumah Seohyun, dan Yonghwa akan mengantar kami” Shinhye menyisipkan senyum berlebihannya, lalu membisikkan sesuatu pada Yunho,

” aku janji akan memberikanmu kesempatan untuk berkencan dengannya lain kali”

Yunho tersenyum mendengar bisikan Shinhye,

“Baiklah, aku duluan kalau begitu… sampai jumpa Hyunnie, Shinhye” yunho berbalik menuju mobilnya dan melaju pergi.

“Kau bilang apa padanya?” Seohyun menatap Shinhye curiga,

“Aku bilang, Seohyun akan gugup jika berada satu mobil dengan pria tampan sepertinya hahahahaa”

“Dasarr kau gadis nakal,” Shinhye berlari menghindari pukulan dari Seohyun.

“Seohyun-a, Shinhye-a, ayo kita pulang. Aku sudah selesai” sebelumnya Yonghwa membantu Minhyuk menurunkan barang-barangnya dari mobil karena apartemen orangtua Minhyuk tidak jauh dari daerah tersebut.

 

-n-

 

Sepanjang perjalanan kami bertiga tidak banyak bicara. Yah kami pasti sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Namun melihat Shinhye yang tidak banyak berulah juga membuatku sedikit merasa aneh. Maksudku, Shinhye bukan tipe orang yang tidak dapat mencairkan suasana.

Aku hanya memandangi lalu lintas Seoul yang tidak terlalu padat, dan tidak sampai 15 menit kami pun dikompleks apartemen orangtua ku. Kami bertiga turun dari mobil, dan Yonghwa Oppa membantu kami menurunkan tas kami dari bagasi mobilnya.

“Shinhye-a, bisa aku bicara sebentar denganmu sebelum pulang”

Semua akan dimulai  setelah ini

“Eoh, baiklah” Shinhye menoleh padaku.

“Bicaralah kalian berdua, aku akan duluan kedalam. Shinhye tas mu ini sekalian kubawa duluan yah? Yonghwa oppa aku duluan…”

Akupun berlalu meninggalkan mereka…

-n-

 

Walaupun tahu apa yang akan terjadi setelah ini, namun aku tetap merasa gugup. Apakah aku bisa bersikap dengan baik? Apakah aku bsa mengucapkan selamat kepada Shinhye dengan tulus, tanpa airmata.

Aku berusaha menyibukkan diriku dengan membereskan kamarku yang sebenarnya sudah rapih dibersihkan Ajhumma Min. pintu kamarku terbuka tiba-tiba, Shinhye masuk kedalam kamarku dalam diam, ada apa ini. apa yang salah dengan sikapnya.

“Shinhye-a??”

Ia terduduk dipinggir kasurku, dan mulai menangis terisak. Demi Tuhan aku bingung dengan sikapnya, apa yang telah Yonghwa Oppa katakan? Bukankah Ia berkata akan mengambil kesempatan untuk berkencan dengan Shinhye.

”Kau kenapa? Mengapa kau menangis?” aku memeluknya,

“Hiks… hikss… Ia menerimaku Hyunnie, Ia mau kami berkencan. Aku tidak menyangkanya, Ia membalas perasaanku. Aku bahkan sudah menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Aku tidak menyangka”

“Astaga Shinhye-a, aku pikir kau kenapa. Benarkah?” aku berpura-pura kaget dan tidak tahu,” Selamat Shinhye-a, semoga kau bahagia dengan Yonghwa oppa” aku mengulum senyum dan memeluknya erat.

My smile hides my weak heart,

No one tells apart, my sorrow and happines

My strength withers and worries cloud it all

There’s nothing to hold… (My Answer – EXO)

TBC

8 thoughts on “My Answer (Chap.VI)”

  1. hi there!

    jadi aku baru baca lanjutannya lagi padahal.udah diposting sampe epilog wkwkwk.
    ya cuman mau bilang, seo emang kuat banget. hatinya tulus.
    itu Yunho kok malah oppa-able gitu sih wkwkwk.

    see ya di chapt selanjutnya~

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ehhh?? belom sampe epilog tauu thiaa.. aku bru selesain sampe chap.9 kokk… masih sisaa 3 chapter lagi :”)

      aku postingg juga di blog pribadiku thiaa… kalo misalnya di IFK aku kirimnya agak lamaa kamu kunjungin blog-ku ajaa yahhh di :
      dotha12.wordpress.com

      Gumawoooo^^

      Suka

      1. Hahahahahaahaa..

        lah kok minta maaf?? Selawww mbak broh… Aku belom post Chap.9 nihh.. kerjaanku bnyak syekalii.. mianhaeee kuharap kau sabaar menantii thiaa..😀😀

        Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s