Stay With Me -Chapter VII- (END)

Stay With Me Cover

Stay with Me

Scriptwriter: Whitelil

(Poster Credit ©Ladyoong @Poster Channel)

Cast(s):

  • f(x) Krystal
  • EXO KAI

Other(s):

  • SHINee Taemin
  • Apink Naeun
  • Red Velvet Wendy
  • Youngji
  • Monsta X Wonho
  • OC Yoo Sohyun

Genre:  Romance

Rating: PG-15

Previous: I / II / III / IV / V / VI

***

-Last Chapter : Cause She Is The Best Present I’ve Ever Had

***

“Apa kau dengar, Yoo Sohyun?” tanya Kepala Sekolah.

“Kenapa aku harus datang?” tanya Sohyun.

“Atau kau mau mengundurkan diri secara baik-baik? Silahkan” ucap Kepala Sekolah. Lalu ia pun segera menelfon staff-nya.

“Buat pengumuman untuk Rapat Komite Kedisplinan Siswa, Yoo So Hyun dari kelas 1B, besok siang pukul 11.00. Jangan lupa beritahu juga orangtua nya untuk datang” ucap Kepala Sekolah lalu menutup telfon.

“Silahkan datang besok siang” ucap Kepala Sekolah sekali lagi pada Sohyun.

“Algeseumnida” ucap Sohyun lalu keluar dari ruangan Kepala Sekolah.

Di luar ruangan, Naeun masih menunggu keputusan yang dibuat.

“Son Naeun, aku akan membunuhmu” ucap Sohyun lalu berlalu begitu saja.

Naeun tertawa kecil, ia yakin Sohyun mendapatkan hukuman, walaupun ia belum tahu apa hukumannya.

“Annyeong Sohyuniiieee” ucap Naeun meremehkan.

***

Siang itu, setelah menyelesaikan urusan dengan Sohyun, Taemin pergi ke rumah sakit ditemani Junior. Naeun dilarang ikut karena takut yeoja itu terlalu excited dan menyebut-nyebut nama Sohyun di depan Soojung nanti. Maka dari itu, yeoja itu disuruh menunggu di dorm. Taemin akan memberitahukan pada Jongin informasi penting ini.

“Jongin-a..?” Taemin melongok dari pintu kamar tempat Soojung dirawat. Namja itu memilih untuk tidak masuk.

“Taemin-a wasseo?” ucap Jongin. Namja itu sedang membantu Soojung minum jus. “Masuklah” ucap Jongin karena ia belum selesai dengan aktivitasnya. Taemin dan Junior pun masuk.

“Soojung-a annyeong” ucap Junior lalu mereka berdua duduk di sofa.

“Annyeong” ucap Soojung tersenyum.

“Jjaljinaesseo?” tanya Junior. Melihat senyum yeoja itu, sepertinya Soojung memang sudah membaik.

“Uhm” angguk Soojung seraya tersenyum.

“Naeunie eodi?” tanya Soojung, membuat Taemin kaget. Ia menanyakan Naeun? Wow. Apa yeoja ini sudah sembuh?

“Naeun sudah pulang. Ia tidak bisa kesini hari ini karena banyak tugas” ucap Taemin berbohong.

“Aah geurae. Suzy-neun?” tanya Soojung lagi. Taemin sejak tadi merasa takut dalam bertindak. Takut menyebut nama siapapun. Ia takut Soojung histeris lagi seperti kemarin. Tapi nyatanya hari ini justru yeoja inilah yang menanyai mereka satu persatu.

“Ah mollayo, aku tidak bertemu Suzy tadi” ucap Taemin. Soojung hanya mengangguk-angguk.

Setelah yeoja itu selesai minum jus, Jongin pun menaruh gelas itu ke meja dan membersihkan mulut Soojung dengan tisu. Taemin memberikan kode pada Jongin untuk berbicara dengannya di luar.

“Ah Soojung-a aku keluar sebentar, kau disini dengan Junior ya?” ucap Jongin lalu mengacak rambut Soojung pelan.

“Nde” ucap Soojung patuh.

“Wae geurae?” tanya Soojung polos pada Junior tepat setelah Taemin menutup pintu kamar. Maksudnya, apa yang ingin Taemin bicarakan pada Jongin. Junior terhenyak mendengar pertanyaan Soojung.

“Ah ani. Tidak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja” ucap Junior mencoba menangkan Soojung.

“Kenapa tidak ada yang kesini hari ini? Ah aku sangat kesepian, hanya bersama Jongin sejak kemarin, apa tidak ada lagi yang mau menemaniku?” tanya Soojung sepeti anak kecil.

“Ah aniyo Soojung-a mereka sibuk saat ini. Mungkin nanti sore mereka akan kesini” ucap Junior.

“Junior panggil Naeun, Youngji dan Wendy kesini. Aku ingin bertemu mereka” ucap Soojung.

“Nde? Aaah… geurae aku akan menyuruh mereka datang” ucap Junior lalu mengeluarkan ponselnya

Sementara di depan kamar Soojung, Taemin mulai berbicara serius pada Jongin. Namja itu memulainya dari memperlihatkan gambar pembullyan Soojung di social media Shinkyung.

“Tadi pagi, tiba-tiba saja Shinkyung dihebohkan dengan gambar ini. Seseorang telah mengunggahnya..” Jongin menahan nafas. Amarahnya mulai naik. Ia melihat nama pengirim, unknown number.

“Siapa yang berani melakukannya? Apakah dia orang yang sama dengan pelaku pembullyan?” tanya Jongin berusaha tenang.

“Nde” jawab Taemin menggantung.

“Kau sudah tau siapa orangnya?”

“Nde”

“Ah jinjja? Nugu? Pasti dia siswa Shinkyung kan? Nugu nugu? Apa orang-orang di dekat kita?” Taemin terdiam. Ia sedari tadi sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk mengenai apa yang akan dilakukan Jongin selajutnya jika mengetahui bahwa pelakunya adalah Yoo Sohyun.

Drrrrrtttttt… drrrrrrttttt

Getar panjang-panjang dari tangan Jongin menandakan jika ada panggilan di ponsel Taemin.

“Eo wae?” ucap Jongin asal mengangkat telfon itu. Pasti salah satu member white shit.

“Taemin eodi?” tanya Minhyuk di sebrang sambungan.

“Ah wae geurae? Katakan saja padaku, Taemin juga mendengarnya sekarang” ucap Jongin lalu menekan tombol speaker.

“Hajima. Berikan padaku” ucap Taemin lalu mengambil ponselnya.

“Dorm kita hancur…” ucap Minhyuk sebelum Taemin sempat mematikan speaker.

“Mwoo?” ucap mereka berdua bersamaan.

“Dorm kita hancur, bagian depannya rusak parah. Beruntung bagian dalam baik-baik saja” ucap Minhyuk menjelaskan. Taemin mematikan speaker.

“JIKA KAU HANYA BERCANDA AKU AKAN MEMBUNUHMU SEKARANG” ucap Taemin galak.

“YAA AKU SERIUS APA KAU PIKIR LELUCON SEPERTI INI LUCU?” tanya Minhyuk kesal.

“Aku kesana sekarang” ucap Taemin lalu membuka pintu kamar dan memanggil Junior.

“YA beritahu aku dulu siapa pelakunya, yang sebelumnya sedang kita bahas” ucap Jongin menahan Taemin.

“Aku akan menelfonmu nanti” ucap Taemin, lalu ia dan Junior pun pergi darisana.

“YAA KAU PUNYA 2 HUTANG” ucap Jongin kesal. Bagaimana ini, dia ingin sekali pergi ke dorm tapi ia tidak mungkin meninggalkan Soojung sendirian.

“Aahh michigetda” ucap Jongin kesal. Ia benar-benar butuh info itu, siapa pelaku pembullyan Soojung. Ia tak terlalu memusingkan masalah dorm sekarang, karna banyak yang akan mengurusnya disana. Tapi Soojung? Tidak akan ada yang mengurusi Soojung kecuali dia atau Jessica.

Jongin pun kembali masuk ke dalam kamar, disambut oleh tatapan penuh tanda tanya dari Soojung.

“Wae geurae?” lagi-lagi yeoja itu menanyakan hal serupa.

“Ebseoyo” ucap Jongin sal.

“Jinjja? Lalu kenapa Taemin oppa dan Junior pergi terburu-buru sekali?”

“Ah mereka ada janji ingin bermain poker bersama di dorm. Gwenchana?” tanya Jongin mencoba mengalihkan perhatian.

“Mwoga?”

“Neo”

“Um gwenchana. Jonginie kenapa Naeun, Wendy dan Youngji belum datang juga? Ah aku sangat bosan disini. Aku ingin bertemu mereka”

“Eiy mereka sangat sibuk karna banyak sekali tugas, mereka tidak bisa datang kesini”

“Apa mereka tidak bisa mengerjakannya disini? Aku juga ingin belajar, aku juga ingin melihat tugasku, aku juga kan akan mengerjakan tugas itu nanti” ucap Soojung cemberut.

“Geurae geurae aku akan menyuruh mereka kesini besok” ucap Jongin mengalah.

“Huuh arasseo” ucap Soojung pada akhirnya.

***

Suasana dorm benar-benar kacau. Kaca jendela hampir seluruhnya pecah. Tanaman-tanaman di halaman depan juga rusak, terinjak-injak. Pintu masuk rusak, terdapat bekas kapak yang menerobos. Di bagian atas pintu terdapat tulisan BB dengan tanda X disekelilingnya berwarna hitam, ditulis menggunakan pilock.

“Ini ulah black bull” ucap Taemin sesampainya di dorm. Ia dan Junior pun segera masuk ke dalam.

Hanya ada 6 member disana, dan juga Naeun, karena memang Taemin menyuruhnya menunggu disini. Sisanya yang lain entah kemana. Hanya ada Suga, Minhyuk, Minho, Dio, Jooheon dan Jaebum. Mereka semua babak belur. Namun Taemin tak melihat Naeun disana.

“Naeun eodi?” tanya Taemin langsung. Yeoja itulah yang sangat ia khawatirkan. Naeun segera keluar dari dapur saat mendengar suara Taemin.

“Oppa” yeoja itu berlari seraya menangis lalu memeluk Taemin.

“Gwenchana? Appayo? Eodi appa?” tanya Taemin memandang Naeun secara detail dari kepala hingga kaki.

“Gwenchana. Aku bersembunyi di gudang atas tadi” ucap Naeun terlihat ketakutan. Taemin berikutnya mengecek membernya.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian hanya berjumlah segini saat terjadi penyerangan?”

“Kau pasti sudah tahu siapa yang melakukan ini” ucap Minho malas menjelaskan panjang lebar. Bibirnya pecah.

“Mereka datang tiba-tiba, sangaatt banyak. Ada 2 mobil dan sekitar 7 motor. Mereka mengenakan jaket kulit hitam, dan awalnya hanya membuat kebisingan di depan dorm.. na musseowo” jelas Naeun pada Taemin.

“Jooheon menyuruhku bersembunyi diatas karena ia sudah yakin mereka akan segera memaksa masuk ke dalam dorm. Aku pun berlari cepat menuju gudang, dan sekitar lima menit kemudian, terdengar pecahan pertama kaca jendela. Aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, hanya suara suara berisik di bawah dan aku tidak berani melihatnya…” ucap Naeun melanjutkan penjelasannya.

“Dan saat suasana sudah hening, aku pun turun dan menemukan mereka sudah seperti ini” lanjut Naeun mengakhiri ceritanya. Taemin mengepalkan tangannya kuat dan menahan nafas.

“Dimana yang lain?” tanya Taemin masih berusaha mengontrol emosi.

“Tao, Wonho dan Jackson sedang latihan taekwondo” jelas Suga.

“Chen memang tidak masuk hari ini karena sakit” ucap Dio menambahkan.

Taemin mengeluarkan ponselnya, lalu memanggil semua member white shit yang ia anggap tidak bertanggung jawab. Malam ini akan ada rapat darurat.

***

Malam itu, semua member white shit berkumpul di dorm termasuk Jongin, juga member-member yang saat ini duduk di kelas 3. Mereka duduk melingkar di meja makan besar berbentuk bundar. Jongin sudah meminta Taeyeon dan Jessica untuk menjaga Soojung untuk malam ini saja, dan 2 yeoja itu tidak keberatan. Tadi juga ada ibu dan ayah Soojung yang sedang datang berkunjung maka dari itu Jongin berani meninggalkan Soojung. Mereka rapat di tengah ruangan, dengan udara dingin yang masuk menusuk karena dorm ini tidak lagi memiliki jendela.

“Ada 2 informasi yang harus disampaikan malam ini. Yang pertama tentunya kalian semua sudah tau. Black Bull melakukan penyerangan balik ke dorm kita siang tadi. Ia menghancurkan tempat tinggal kita dan menghabisi 6 member yang ada di dalamnya. Aku juga tidak mengerti kenapa hanya ada 6 member…” suasana hening. Hanya Taemin yang berbicara, yang lain menutup mulut mereka.

“Hyung, aku rasanya tidak bisa lagi mempercayai memberku” ucap Taemin pada Hoya yang duduk berseberangan dengannya.

“Mereka semua menghilang entah kemana saat Black Bull ingin menghancurkan rumah kita semua. Hanya ada Minho, Minhyuk, Dio, Suga, Jooheon dan Jaebum. Sisanya? 3 orang memiliki jadwal latihan taekwondo, 1 orang sedang sakit, 1 orang menemaniku pergi ke rumah sakit, 1 orang ya kalian tau Jongin, ia harus terus menjaga Soojung di rumah sakit. 7 orang sisanya entah kemana”

“Kau gagal memimpin mereka Taemin-a” ucap Hoya tajam.

“Apa aku harus mengundurkan diri? Aku juga sudah lelah hyung, mengatur memberku yang sangat sulit diatur. Mereka lebih mementingkan pergi dengan pacar mereka dibanding mengunjungi dorm. Aku mungkin ingin mengundurkan diri”

“Taemin-aa” Minho sudah hendak protes tapi Hoya menahannya berbicara.

“Tidak ada yang pernah mengundurkan diri sebelumnya dari jabatan seorang leader. Jangan salahkan membermu sepenuhnya, tapi salahkan kualitas kepemimpinanmu. Kau belum memiliki kapasitas menjadi seorang pemimpin. Kau tidak tegas, kau terlalu lembut Taemin-a” ucap Hoya. Semua perkatanyaannya benar.

“Kalian mungkin salah memilihku menjadi leader” ucap Taemin.

“Ani. Kau lah yang terbaik. Jika white shit jadi seperti ini saat berada dibawah kepemimpinanmu, bagaimana jadinya jika berada di bawah kepemimpinan orang lain? Tidak perlu cengeng. Tidak ada yang bisa kau sesali, semua sudah terjadi. Yang perlu kau pikirkan adalah bagaimana caranya memperbaiki semua ini” ucap Hoya mengakhiri statement nya.

Taemin terdiam, begitupun semua member.

“Ada lagi yang ingin bicara sebelum aku memberitahukan informasi kedua?” tanya Taemin satu menit kemudian karena suasana dorm benar-benar lengang.

“Baiklah kalau tidak ada. Informasi kedua yang juga tidak kalah penting, aku sudah menemukan pelaku pembullyan Soojung” ucap Taemin.

“Pembullyan apa? Kenapa kami tidak tahu?” tanya Shownu. Taemin pun menjelaskannya secara singkat, termasuk perihal Soojung yang depresi dan hingga hari ini masih dirawat di Rumah Sakit sampai memiliki seorang psikiater khusus.

“Woah jinjja. Anak di zaman sekarang sudah bisa membully temannya hingga masuk rumah sakit? Daebak, siapa anak kurang ajar itu? Apakah dia mau mati mencari masalah dengan kita?” tanya Baekhyun berapi-api.

“Itulah informasi penting yang kedua. Pagi tadi, seseorang mengirimkan foto pembullyan Soojung di social media Shinkyung. Naeun dengan ketajaman matanya berhasil menemukan pelakunya dan melaporkannya kepada wali kelasnya. Anak itu akan mengikuti rapat komite disiplin siswa besok siang” ucap Taemin.

“Nugu nugu?  Ah ppalli jangan mengulur-ulur seperti ituu” ucap Jongin kesal. Ia tentunya orang yang paling dendam diantara mereka semua.

“Tidak salah lagi, Yoo Sohyun” semua orang tercengang mendengar pernyataan dari Taemin. Wonho mengepalkan tangannya kuat-kuat dibalik meja.

Jongin menggebrak meja di hadapannya. “Aku sudah menduganya sejak awal. Akan aku habisi yeoja itu, aku tidak perduli walaupun ia seorang yeoja” ucap Jongin geram.

“Chankamman. Aku mengerti sekarang. Benang merah kejadian ini sudah terlihat jelas” ucap Chanyeol kali ini.

“Dorm kita diserang oleh black bull siang ini, bersamaan dengan terkuaknya fakta bahwa Sohyun lah pelaku pembullyan terhadap Soojung. Yeoja itu mendapat hukuman dan hukumannya akan ditetapkan besok siang di rapat komite kedisplinan siswa”

“Geundae mwo?” tanya Jongin tak paham.

“Neo molla? Sohyun adalah pacar dari Park Sonchul! Kalian kenal Sonchul kan?” ungkap Chanyeol, lagi-lagi membuat semua orang kaget.

“MWOOOO?? Sonchul.. yang aku pukuli hingga nyaris mati tiga hari lalu?” tanya Jongin.

“Geuraaeee apakah kalian tidak tahu? Yaaa kalian ketahuan sekali tidak pernah pergi ke perpustakaan. Dua orang itu selalu berpacaran disana, dibalik rak-rak buku ommoo aku tidak tahu apa yang mereka lakukan dibalik rak-rak buku seperti itu”

“Aaahh pantas sajaa… Sohyun sering datang ke kelas menemui Sonchul. Aku pikir mereka adik kakak. Ternyata…” ucap Ravi baru memahami.

“Paboya? Apakah ada adik kakak semacam itu?” ucap Minhyuk kesal.

“Jongin-a jika kau berpikir untuk membalas dendam pada Sohyun.. geumanhaeraa. Masalah ini tidak akan ada ujungnya jika kalian saling membalas dendam terus menerus” ucap Hoya.

“Pembalasan dendam kalian berdua melibatkan banyak pihak, white shit dan juga genk sampah itu. Ini tidak akan ada habisnya. Apalagi yang mau kalian hancurkan setelah ini? Apakah kalian akan menghancurkan sekolah setelah ini? Jadi aku mohon, hentikan saja semua ini dan simpan dendammu baik-baik” ucap Hoya. Selain Jongin yang merasa marah mendengarnya, Wonho pun kembai mengepalkan tangan kuat-kuat mendengar perkataan Hoya.

“Geumanhaera? Bagaimana jika itu Hyejung noona? Apa hyung akan berhenti? Nan sirrheoyoo. Aku ingin membuatnya setidaknya merasakan berada di posisi Soojung. Aku ingin sekali mengirimkannya ke rumah sakit. Hyung tidak tahu apa-apa, hyung tidak tahu kondisi Soojung. Selamanya, kenangan buruk itu akan selalu melekat. Mungkin dua atau tiga tahun lagi kondisi Soojung akan terlihat baik-baik saja, tapi hatinya tidak akan pernah sembuh. Aku tidak akan terima jika ia hanya diskors oleh pihak sekolah. Dikeluarkan sekalipun dari sekolah menurutku itu belum menjadi hukuman setimpal. Yang telah ia lakukan pada Soojung telah merusak psikis gadis yang aku cintai. Aku tidak akan tinggal diam untuk hal itu” ucap Jongin membuat Hoya terdiam.

“Kau selalu keras kepala Jongin-a tak pernah berubah sejak awal kita bertemu”

Dan begitulah. Sisa malam itu mereka habiskan dengan atmosfir perang dingin (yang lagi-lagi terjadi) antara Jongin dan Hoya.

***

Keesokan harinya, sejak pagi-pagi sekali Jongin sudah menunggu Sohyun datang ke sekolah di depan pintu gerbang. Namja itu masih memiliki hukuman skors jadi ia hanya menunggu Sohyun datang di depan gerbang sekolah. Kira kira 15 menit kemudian, Sohyun turun dari sebuah mobil hitam, sepertinya mobil milik ayahnya. Yeoja itu segera menghentikan langkahnya saat melihat Jongin. Ia terlihat ragu tapi akhirnya mencoba tetap memasuki gerbang.

“Urinmaniya” ucap Jongin begitu yeoja itu berjarak beberapa langkah saja darinya.

“Mwo haneun geoya?” tanya Sohyun was-was.

“Tentu saja untuk menemuimu. Aku sangaaatt merindukanmu, Yoo Sohyun” ucap Jongin dengan smirk-nya. Namja itu mendekati Sohyun, membuat Sohyun mundur selangkah.

“Geumanhaeraaa atau aku akan berteriak” ucap Sohyun was-was.

“Sohyun-a… wae Jung Soojung? Apa sebenarnya masalahmu dengannya? Apa yang membuatmu begitu senang menyakitinya? Aku yakin ini tidak sama dengan masalah terakhir, saat kau mengikat Soojung di pohon” tanya Jongin mengintimidasi Sohyun.

“Kim Jongin menjauh dariku” ucap Sohyun.

“Aku dengar hari ini akan digelar rapat Komite Kedisiplinan Siswa. Ah eoteokhae? Apa aku harus membawa Soojung kemari, agar semua anggota komite mengetahui akibat dari perbuatanmu? Kau pasti sudah tahu kan jika Soojung sudah 4 hari dirawat di rumah sakit? Dia depresi berat, dia merasa takut akan banyak hal. Yaa bukankah sama saja kau nyaris membunuhnya? Menurutmu hukuman apa yang pantas kau dapatkan jika seluruh anggota komite tau akan hal ini?” Sohyun terdiam. Jongin, ia salah satu orang yang Sohyun takuti di sekolah. Selain karna namja itu anggota white shit, namja itu juga sangat kasar tak peduli apakah lawannya laki-laki atau perempuan. Mereka satu kelas dan Sohyun tahu betul bagaimana keseharian Jongin.

Sohyun tak takut sedikitpun pada member yang lain, hanya pada Jongin. “Kkeojjeo Kim Jongin atau aku akan berteriak” ucap Sohyun mencoba mengancam.

“Lakukan saja. Aku tidak takut. Kau pikir Shinkyung akan berpihak padamu? Semua siswa sudah mengetahui jika kau pelaku pembullyan itu, kau pikir mereka akan membelamu? Aku kasihan padamu, kehidupanmu sangat menyedihkan” ucap Jongin membuat Sohyun menahan nafas. Yeoja itu kesal setengah mati.

“YAA! APA KAU PECUNDANG? BERANINYA MENGINTIMIDASI SEORANG YEOJA? SEPERTI INIKAH CARAMU?”

“Woaaahh kau rupanya menantangku. Panggil Park Sonchul kemari, mungkin kali ini akan kupukuli dia sampai mati” ucap Jongin santai. Sohyun terdiam.

“Sohyun-a aku akan menunggu keputusan sekolah terkait hukuman bagimu. Jika aku menganggapnya adil, aku tidak akan mengganggumu lagi. Tapi jika aku merasa itu tidak adil, tunggu saja dalam beberapa hari kedepan. Aku akan menghabisimu beserta pacarmu. Ah jinjja, aku ingin sekali membuat kalian terbaring di rumah sakit” ucap Jongin lalu bersiap-siap pergi.

“Ah satu lagi, telfon aku dan beritahu hasil rapatnya ya, annyeong” Jongin pun melangkah santai meninggalkan gerbang. Namja itu harus kembali ke rumah sakit secepatnya. Sohyun menginjak-injak aspal di bawah sepatunya kesal.

“YAA KIM JONGIINN!!!”

***

Jongin sampai di rumah sakit dan namja itu segera panik saat menemui Soojung tidak ada di kamarnya, begitupun Taeyeon dan Jessica. Di depan pintu kamar masih terpampang nama Jung Soojung, artinya ia belum check out dari sana. Namja itu segera berlari ke meja suster lalu bertanya dimana Soojung berada.

Suster itu mengatakan jika Soojung sedang dibawa oleh kakaknya menemui psikiaternya. Jongin menghela nafas lega dan kembali ke kamar Soojung untuk menunggu yeoja itu disana. Tak lama kemudian, Soojung pun kembali bersama Jessica. Soojung segera tersenyum lebar saat melihat Jongin disana.

“Jonginie kemana saja kau sejak kemarin?” tanya Soojung lalu duduk di tempat tidurnya dibantu oleh Jongin.

“Aku ada urusan penting kemarin” ucap Jongin.

“Kami baru menemui psikiater Kwon yang menangani Soojung. Mulai minggu depan Soojung akan menjalani terapi. Jadwalnya seminggu sekali agar tak perlu mengganggu waktu sekolahnya juga” ucap Jessica menjelaskan darimana mereka tadi. Jongin diam saja, hanya mengangguk tanda mengerti.

“Kau bisa mengantarnya setiap kali terapi kan?” tanya Jessica. “Kau harus menjaganya lebih baik mulai saat ini” lanjutnya.

“Geurae. Aku pasti mengantarnya” ucap Jongin. Jessica tersenyum lalu yeoja itu pun pamit pulang. Masih banyak pekerjaan yang ia lalaikan sejak kemarin.

“Ah noona,” Jongin berpikir sejenak. Ia berniat memberitahu Jessica jika ia sudah mengetahui siapa pelaku pembullyan Soojung.

“Ada apa Jongin-a?”

“Bisa bicara di luar sebentar?” tanya Jongin.

“Geurae”

“Wae geurae?” tanya Soojung ingin tahu.

“Ani. Aku hanya ingin bicara sebentar saja” ucap Jongin.

“Pelaku pembullyan Soojung sudah ditemukan” ucap Jongin to the point saat ia dan Jessica sudah berada di luar kamar.

“Jinjja?? Nugu??” tanya Jessica. Terlihat raut kemarahan di wajahnya.

“Dia teman sekelasku. Namanya Yoo Sohyun dan hari ini akan diadakan rapat komite kedisplinan siswa untuknya”

“Aku akan pergi ke sekolah. Aku ingin menghadiri rapat itu” ucap Jessica.

“Ah hampir lupa. Ada satu hal juga yang ingin aku bicarakan. Mulai minggu depan, Soojung akan melakukan terapi jiwa. Aku mengambil jadwal seminggu sekali agar nantinya tak mengganggu sekolahnya. Apakah kau bisa selalu menemaninya terapi, Jongin-a?”

“Tentu saja. Aku berjanji” ucap Jongin mantap.

***

Jessica sampai di sekolah pukul 10 lewat sedikit saat itu. Ia langsung menuju ke ruang guru, dan suasana disana sangat ramai. Jessica buru-buru mencari wali kelas Soojung, Cha sam.

“Oh annyeonghaseyo Cha Sam” ucap Jessica dengan sopan lalu melakukan sedikit bow saat sampai di meja guru itu. Tak jauh darinya, ada seorang siswa yang sedang duduk terdiam.

“Oh nde, annyeonghaseyo. Nuguuueyo?” tanya Cha sam bingung.

“Perkenalkan, namaku Jessica, aku adalah kakak dari Jung Soojung”

“Aaahh ndee. Ah mian Jessica-ssi. Aku tadinya sudah berniat untuk mengundang Soojung kemari, tapi mendengar kondisi terakhirnya dari Naeun, aku mengurungkan niatku”

“Gwenchana. Aku dengar hari ini akan diadakan rapat komite kedisplinan siswa? Bolehkah aku mengikuti rapatnya?” tanya Jessica langsung.

“Ah tentu saja. Silahkan datang sebagai perwakilan dari Soojung yang kondisinya tidak memungkinkan untuk datang”

***

Suasana Shinkyung saat ini benar benar sedang heboh. Semua anak sudah mengetahui jika Sohyun pelaku pembullyan Soojung. Mereka memboikot Sohyun habis-habisan hingga yeoja itu keluar dari kelas dan tidak mengikuti pelajaran apapun hari ini. Yeoja itu sejak pagi hanya menunggu di ruang guru hingga rapat komite kedisplinan siswa dilaksanakan. Di kelasya, Naeun lagi-lagi memperhatikan jam di ponselnya, begitupun Youngji dan Wendy. Mereka tak sabar menunggu jam 11 hingga rapat komite kedisplinan siswa digelar. Di tempat yang berbeda, Taemin dan Wonho juga merasakan hal serupa. Ia benar-benar menanti-nanti digelarnya rapat tersebut.

Saat jam menunjukan pukul 11 tepat, Wonho pun izin keluar dari kelasnya. Namja itu benar-benr penasaran dengan hasil rapatnya. Namja itu belum kembali ke kelas hingga beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu terlihat keluar dari ruangan rapat. Tak lama, Jessica pun keluar dari sana. Wonho kenal Jessica, ia pernah bertemu Jessica waktu itu di rumah sakit.

“Ah.. noona..?” ucap Wonho menghampiri Jessica.

“Eng.. nuguseyo..? Taemin..-ssi..?” tanya Jessica mencoba menebak.

“Ah.. Wonho imnida” ucap Wonho memperkenalkan diri.

“Ah Wonho-ssi. Ada apa?”

“Bisakah bicara sebentar? Ayo duduk disana noona” ucap Wonho. Jessica pun menurut dan mengikuti Wonho.

“Aku tidak punya banyak waktu” ucap Jessica, dan Wonho hanya mengangguk.

“Aku teman Jongin, saat itu kita pernah bertemu di rumah sakit” ucap Wonho mengawali pembicaraan.

“Geurae”

“Hmm apakah… hasil rapatnya… memuaskan?” tanya Wonho hati-hati.

“Ani” ucap Jessica terlihat kesal.

“Waeyo?”

“Yeoja jahat itu hanya diskors satu minggu. Mwoya ige?”

“Jinjja?” Wonho terdiam. Di dalam kepalanya ia berpikir akan banyak hal.

“Aku sangat kecewa pada keputusan rapat itu. Memang, ia tidak hanya diskors, tapi ia juga mendapat peringatan level 3 yaitu peringatan terakhir. Jika ia melakukan kesalahan fatal sekali lagi maka tak akan ada toleransi dan ia akan langsung dikeluarkan. Tapi tetap saja itu mengecewakan. Aku ingin dia langsung dikeluarkan saat ini juga. Dia sudah merusak psikis adikku. Aku benar-benar marah” ucap Jessica lagi.

“Geurokkunaa..” ucap Wonho.

“Ah Wonho-ssi, aku harus kembali bekerja jadi aku harus pergi sekarang. Mian. Sampai bertemu lagi nanti” ucap Jessica lalu yeoja itupun berlalu dari sana.

***

Jongin sudah mendengar kabar dari Wonho perihal hukuman bagi Sohyun. Namja itu benar-benar marah saat tahu jika Sohyun hanya diskors selama seminggu. Namja itu menelfon Junior dan meyuruhnya datang untuk menjaga Soojung. Ia beralasan ada urusan penting di kantor Taeyeon dan Taeyeon memintanya membawakan sesuatu yang tertinggal di rumah.

Namja itu tidak meminta Wonho untuk menjaga Soojung, karena.. yaa tentu saja karena ia sudah tahu perasaan Wonho yang sesungguhnya kepada Soojung.

Setelah Junior datang, Jongin pun segera menggunakan motor Junior dan pergi mendatangi Sohyun. Ia tahu Sohyun pasti sedang bersama Sonchul saat ini, dan benar saja, mereka ada di rumah Sonchul, sedang makan siang bersama.

Tok.. tok.. tok.. tok.. tok.. tok..

Jongin mengetuk pintu rumah Sonchul dengan kasar. Tak lama, Sonchul lah yang muncul dan membukakan pintu.

BUUUKKK.

Jongin menghantamnya dengan sekali pukulan telak. Namja itu tersungkur dan menabrak meja tempat ia dan Sohyun sedang makan.

“YAAA KIM JONGIIIINNNN!!!!” teriak Sohyun lalu segera membantu Sonchul bangun.

Jongin menghampiri Sonchul dan mendorong Sohyun begitu saja.

“PIKYEO! AKU SUDAH BILANG JIKA AKU MERASA HUKUMANMU TIDAK ADIL, AKU AKAN MENGHABISIMU KAN, YOO SOHYUN?” ucap Jongin seperti orang kesetanan memukuli Sonchul yang saat ini tergolek pasrah di lantai.

Namja itu terus memukul dan memukul wajah Sonchul tak henti. Sohyun berusaha menghentikan Jongin tapi yeoja itu malah terpental ke meja.

“INILAH CARAKU MENGHABISIMU! KAU BILANG JIKA AKU TIDAK BOLEH MENGINTIMIDASI YEOJA. AKU SUDAH BILANG KAN…” Jongin terus menerus memukul Sonchul.

“AKU AKAN MEMUKULI ORANG INI HINGGA MATI” ucap Jongin lagi. Sohyun mulai menangis saat ini. Jongin benar-benar seperti orang kesetanan. Sementara Sonchul? Wajahnya sudah penuh darah dan tak berbentuk. Ia tak sempat lagi melawan jika sudah seperti ini.

“Jongin-aa geumanhaeee… Jebal geumanhaaee” ucap Sohyun terisak.

“Appayo.. Sohyun-a?” tanya Jongin masih tak berhenti.

“Itulah yang aku rasakan saat melihat Soojung terluka” Jongin mulai memperlambat pukulannya.

Ia teringat wajah Soojung. Senyum yeoja itu. Bagaimana yeoja itu membuat Jongin tersenyum dengan sikapnya. Bagaimana Soojung membenci jika Jongin berkelahi.

Jongin menghentikan pukulannya. Ia meninggalkan Sonchul lalu beralih menuju Sohyun.

“Appayo? APPAAYOOO SOHYUN-AAAAA??” tanya Jongin seraya menggoyang bahu Sohyun dengan kasar. Namja itu menahan amarahnya dan wajahnya memerah.

“APAKAH SAKIT RASANYA? MELIHAT ORANG YANG KAU CINTAI TERLUKAAA??? HAH??”

“Jangan sentuh diaaa!! Uhuk uhuk.. habisi saja aku.. uhuk” ucap Sonchul tak berdaya. Sementara Sohyun menangis keras karena takut.

“Mian..” ucap Sohyun terbata seraya menangis.

“MIAN? MIAANNN??? APA KAU PIKIR DENGAN KATA MIAN SOOJUNG BISA SEMBUH?? YANG KAU LAKUKAN PADANYAA LEBIH JAHAT DARI PERLAKUAN SEORANG MAJIKAN KEPADA PEMBANTUNYA!! LEBIH JAHAT DARI PERLAKUAN SEORANG TUAN KEPADA ANJ*NGNYAA!! DAN KAU HANYAA BERKATAA MIAANNN???” Jongin lagi-lagi mengguncang bahu Sohyun dengan kasar.

“Geumanhae Kim Jongiinn.. habisi saja aku uhukk” Sonchul memukul mukul meja dengan lemah, berusaha mengalihkan Jongin.

Jongin melepaskan Sohyun membuat yeoja itu terus menangis.

“Aku akan pindah sekolah minggu depan” ucap Sohyun masih terisak.

“Hajima. Biarkan seperti ini. Kau berhak menerima hukuman asusila dari anak-anak sekolah. Kau pantas dihukum dengan cara itu. Dipandang dengan pandangan jijik, pandangan marah, pandangan meremehkan. Aku sangat senang jika kau diperlakukan seperti itu. Jadi, jangan pindah kemanapun”

Sohyun terdiam. Ia tak mengatakan apapun lagi.

“Soojung mengalami depresi berat, dan ia harus diterapi. Luka psikisnya cukup parah dan ia saat ini takut akan banyak hal. Apa kau bisa bertanggung jawab untuk itu?” ucap Jongin. Kali ini namja itu hanya terduduk lemah.

“Aku bisa saja membunuh Sonchul tadi, tapi aku tidak jadi melakukannya. Aku ingat, diluar sana ada seorang yeoja yang tidak suka melihatku berkelahi. Seorang yeoja yang tidak akan suka jika tau aku menyakiti orang lain. Yeoja yang memiliki hati paling tulus dan senyuman yang paling menenagkan hati. Seorang yeoja yang saat ini sedang berjuang dengan dirinya sendiri. Aku menghargainya, sangat, maka aku mengurungkan niatku untuk membunuh Sonchul” Sohyun terdiam mendengar kata-kata Jongin.

“Aku tak mengerti, apa yang membuatmu membenci yeoja itu, yeoja yang sangat baik dan tulus. Aku rasa tak akan ada orang yang sanggup membencinya. Atau kau hanya mencari sensasi? Kau hanya merasa, popularitasmu tersaingi olehnya? Ambil saja kembali semua popularitasmu. Aku yakin yeojaku tidak membutuhkan semua itu” Jongin beranjak bangkit dari duduknya.

“Terimakasih untuk ‘jamuan’ makan siangnya” ucap namja itu lalu pergi dari sana dengan hati lega. Ia sudah tenang sekarang. Amarahnya telah ia luapkan sepenuhnya.

Soojung benar, cara Jongin meluapkan amarahnya itu salah. Dan Jongin berjanji kepada dirinya sendiri jika ini terakhir kalinya ia akan meluapkan amarahnya dengan hal seperti ini. Soojung tentu tak akan suka jika ia tahu. Mungkin besok-besok, Jongin akan memilih untuk menangis saja seharian untuk meluapkan amarahnya. Itu terdengar lebih baik, Soojung mungkin akan menemaninya seharian nanti.

***

1 Month Later

Satu bulan berlalu. Semua sudah kembali normal. Dorm White Shit sudah kembali diperbaiki seperti sedia kala, bahkan sekarang ada gerbang di bagian depan rumah tersebut. Rumah ini memang milik orangtua Mark yang dipinjamkan kepada mereka, jadi seluruh member merasa bertanggung jawab dan bersama-sama membangunnya kembali. Black Bull juga mengajukan perdamaian pada White Shit karena insiden Sohyun dan Sonchul sebulan lalu. Seperti yang Hoya katakan di malam penyerangan dorm saat itu, ternyata Black Bull pun berpikir demikian, bahwa permasalahan ini tidak akan ada ujungnya jika kedua belah pihak saling membalas dendam. Dan karena Black Bull memiliki ketua baru, ketua mereka pun akhirnya mengajukan perdamaian pada White Shit dan tentu saja Taemin menerimanya dengan lapang dada. Ia melakukan kunjungan dengan berani, seorang diri, ke dorm White Shit sekitar dua minggu lalu. Ia mengobrol banyak hal dengan Taemin dan akhirnya mengajukan perdamaian.

Selain kabar baik, tentunya ada beberapa kabar menyedihkan juga yang terjadi. Suga putus dengan Yura. Namja itu terlalu dingin dan kurang memperdulikan pacarnya, terutama setelah kejadian penyerangan dorm, Yura melarang Suga untuk sering-sering datang kesana. Tapi namja itu malah semakin sering bermalam di dorm, membuat Yura jengkel. Dan akhirnya yeoja itu memutuskan Suga minggu lalu. Ia datang ke dorm dan memutuskan Suga di depan semua member.

Selain itu, member lain yang juga putus cinta adalah Jaebum. Ia putus dengan noona kesayangannya, Jiyeon. Kali ini masalahnya berbeda. Bukan masalah white shit yang menjadi penyebab mereka putus. Sepertinya karena Jiyeon bosan dan sedang dekat dengan laki-laki lain. Kejadiannya dua hari lalu, membuat Jaebum memilih bermalam di dorm dan menangis meraung-raung. Terkadang ia curhat kepada Suga, lalu akhirnya menangis lagi.

Daaann, ada kabar baik lain juga yang terjadi. Soojung juga sudah kembali ke sekolah, sudah satu minggu ini. Minggu kemarin adalah kali ketiga Soojung melakukan terapi. Dan yeoja itu kini sudah terlihat baik-baik saja. Ia sudah bisa melakukan aktivitas dengan normal. Bahkan ia sudah bisa mengunjungi dorm dan bermain disana bersama Naeun, Wendy, Youngji, Sulli, Suzy dan Seulgi.

Dan hari ini, karena hari ini hari sabtu maka semua member White Shit yang memiliki pasangan memutuskan untuk pergi ke amusement park untuk bermain. Hal ini mengundang protes dari member lain yang single terutama Jaebum dan Suga yang baru menjadi single dalam beberapa hari ini.

Dan akhirnya, mereka semua pun pergi ke amusement park, termasuk Hoya dkk yg baruuu sajaaa selesai melaksanakan tes masuk perguruan tinggi.

Sesampainya disana, mereka menaiki berbagai wahana permainan, makan siang bersama, tertawa-tawa dan terlihat sangat bahagia. Sepanjang hari, Jongin terus saja menggandeng tangan Soojung, tidak membiarkan yeoja itu jauh darinya. Jongin tersenyum berkali-kali hari itu, melihat Soojung tertawa bahagia, berteriak ketakutan saat menaiki wahana penuh adrenaline. Jongin bahagia, hanya itu. Melihat Soojung bahagia, tentunya ia juga sangat bahagia.

Siang itu, saat mereka akan makan siang bersama, semua orang duduk di satu meja panjaaanggg memenuhi nyaris seluruh bagian foodcourt. Yeoja-yeoja memesan makanan, sementara si namja-namja mengobrol bersama.

“Kau masih belum menyatakan cinta juga pada Soojung?” Taemin tiba-tiba bertanya demikian. Namja itu memang duduk bersebelahan dengan Jongin.

“Um” jawab Jongin merasa malas membahas hal seperti ini disaat sedang seperti ini.

“Ah waeee? Naeun terus mengeluh padaku karna kau tak juga menyatakan cinta padanya” ucap Taemin setengah berbisik.

“Hyung, kau tak akan mengerti. Soojung itu seperti hadiah terbaik yang pernah aku dapatkan dari santa terbaik di dunia. Kau paham kan maksudku? Jika seorang anak laki-laki mendapatkan hadiah terbaik, yang sangat sempurna yang selama ini dia inginkan, tentunya anak itu akan menjaga baik-baik kan? Tentu saja anak itu akan merawatnya dan mungkin tidak akan menggunakannya karena tak mau hadiah itu rusak” ucap Jongin. Taemin mulai mengerti arah pembicaraan Jongin.

“Seperti ini saja dengannya, menurutku sudah sangat sempurna. Aku tidak tau harus berbuat apa padanya, aku hanya.. takut ‘merusaknya’ hyung, karena dia hadiah terbaik yang pernah aku miliki”

“Kau salah. Dia bukan milikmu karna kau belum menjadikannya milikmu Jongin-a” setelah Taemin berkata demikian, yeoja-yeoja itu pun kembali setelah selesai memesan makanan.

Sepanjang sisa hari itu, Jongin terus saja memikirkan kata-kata Taemin. Taemin benar, Soojung bukan miliknya hari ini, bahkan kemarin, dan mungkin besok. Kenapa Jongin yakin sekali bahwa Soojung miliknya? Maka sore itu, saat matahari mulai merendah, mereka menaiki bianglala bersama-bersama, memenuhi seluruh pintu-pintu dengan pasukan mereka. Jongin mendapatkan tempat pribadinya, hanya berdua bersama Soojung. Yeoja itu terlihat bahagia sepanjang hari. Main ke amusement park memang keinginan Soojung karena yeoja itu belum pernah sekalipun kesana seumur hidupnya. Ia mengatakannya sendiri pada Jongin kemarin. Maka dari itu, malamnya Jongin langsung menyusun rencana bermain ke amusement park bersama-sama.

“Johayo?” tanya Jongin dengan senyum teduhnya.

“Mwoga?” tanya Soojung memandang Jongin.

“Nae ga” lalu Jongin pun tertawa setelah mengatakannya.

“Bermain ke amusement park seperti ini.. apakah kau menyukainya?” tanya Jongin memperbaiki pertanyaannya.

“Umm, jinjjaaaa johaa” ucap Soojung lalu tertawa kecil.

“Lalu? Pertanyaan yang pertama?” tanya Jongin lagi.

“Mwoga?” tanya Soojung meminta dijelaskan kembali. Padahal yeoja itu sudah tahu.

“Nae gaaa” ucap Jongin lagi. Soojung terdiam. Yeoja itu hanya tersenyum.

Jongin menggenggam tangan yeoja itu, “Soojungie aku pikir aku sangaaattt menyukaimu saat ini..”

“Kau adalah hadiah terbaikku. Aku hanya ingin kau tahu itu” ucap Jongin lagi.

“Arrasseo” ucap Soojung mengangguk lalu tersenyum lembut.

“Tetaplah seperti ini Soojung-a, jadi yeoja yang selalu menemaniku disaat aku senang ataupun sulit. Tetap jadi healing unicorn ku saat aku terjatuh atau hancur. Aku ingin lebih lama lagi bisa bersamamu” ucap Jongin lagi. Namja itu mengeluarkan semua isi hatinya.

“Aku juga ingin lebih lama lagi bersamamu.. Kim Jongin” ucap Soojung dengan mantap. Yeoja itu memandang Jongin lekat-lekat. Ia mencintai namja ini. Dan dia sangat yakin. Bukan hanya karena ia nyaman, tapi karena ia mencintai namja ini. Tetaplah seperti ini, selamanya. Rasanya mereka ingin sekali menghentikan waktu dengan segala hal yang telah terjadi hari ini.

Sementara diluar sana, matahari mulai terbenam. Memancarkan sinar oranye kemerahan terang yang sangat indah menerpa bianglala yang terus berputar.

-END-

 

3 thoughts on “Stay With Me -Chapter VII- (END)”

  1. hi there!

    haraaaa~ kok Sonchul jadi ngga kuat ? wkwkwkwkkw kan di chapt kemarin kaya kuat gitu. pas dipukulin Jongin macem pasrah banget wkwkwk.

    hehhehe Hoya bijaksana ya emang~~ Taemin kan emang tipikal yg ga tegaan gitu. jadi ya lembut gitu wkwkwk.

    hihihiy plis Jongin nembaknya lucu. “johayo?” “nae ga” wkwkwkwk. cheesy kamu Mas.. tapi Soojung pasti doki doki wkwkwk. hhahah xD

    see ya~

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hi thia again😊😊😊

      Sonchul lebih ke ngerasa bersalah aja sih mkanya dia pasrah daripada Sohyun yg diapa apain hehe

      Btw terimakasih sangat banyak yaa udh ngikutin stay with me dari awal sampe akhir hihi terimakasih juga untuk setiap reviewnyaa, big heart❤❤❤

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s