[Ficlet] I’m Fine

I'm Fine

Title: I’m Fine

Scriptwriter: Yeoairyjung

Main Cast: Jeon Jungkook

Genre: Family, Sad, Hurt/Comfort

Duration: Ficlet (>700 words)

Rating: PG-15

Disclaimer: Terinspirasi dari kehidupanku sendiri dan FF pertamaku. Enjoy it!

***

Summary: Aku senang sekali berada di dunia luar. Dunia yang sangat menyenangkan… sebelum semuanya berubah.

***

Ugh, akhirnya aku berhasil kembali ke dunia “luarku” setelah aku bertahan di dalam dunia penuh warna putih. Begitu banyak yang kurindukan di dunia ini, dunia penuh dengan “kebahagiaan” yang selalu kurasakan.

Hei, hei… kau mau tahu aku sekarang berada di mana? Ehm, maksudku aku tinggal di mana. Ya, apa aku harus memberitahumu?

 Hm, baiklah, aku akan memberitahumu karena aku sedang bahagia.

 Disana, ya disana. Tempat penuh dengan warna putih yang sedari tadi kuucapkan saat aku kembali ke dunia luar. Disana tempat yang sangat menyenangkan, namun tidak terlalu menyenangkan seperti dunia luarku, karena tempat itu, tempat yang kutinggali sekarang jauh dari keluargaku.

Eh, gara-gara aku bercerita tentang tempat yang kutinggali, aku jadi merindukan keluargaku. Ah, seandainya saja, aku bisa kembali ke keluargaku. Ugh, aku ini kenapa sih. Padahal, aku yang sebenarnya menginginkan ini semua  terjadi. Sekarang, aku menjadi sedih. Begitu banyak kenangan yang “manis” di luar sini.

Aku senang sekali berada di dunia luar. Dunia yang sangat menyenangkan… sebelum semuanya berubah. Keluargaku, mereka adalah orang baik yang pernah kulihat, walaupun mereka tidak pernah memedulikanku, namun mereka adalah orang yang sangat ramah. Keluargaku selalu memarahiku saat aku ingin dekat dengan mereka, tapi mereka tidak membenciku, kok, sungguh!

Mereka berubah saat aku mulai beranjak dewasa, kakakku dan orangtuaku mulai memukulku, menampar, dan menendangku. Tunggu, mereka tidak membenciku, justru mereka sayang padaku, sehingga orangtuaku dan kakakku memukulku karena aku yang salah.

Walaupun mereka selalu memukulku, namun aku tak peduli, aku akan tetap menyayangi mereka. Aku bahkan tak mempunyai keinginan sedikitpun meninggalkan mereka. Walaupun aku juga akhirnya meninggalkan mereka, tapi itu semua karena keinginan terbesar mereka dan aku harus menuruti mereka. Menurutmu, sayangkah aku pada mereka sampai aku tidak mau meninggalkan mereka? Kurasa kau memahami ini.

Oh, ya, aku… ehm, bagaimana kalau aku jujur padamu? Bagaimana kalau aku jujur bahwa selama ini aku tidak mempunyai teman? Ya, mungkin terdengar aneh jika aku tidak mempunyai teman sama sekali. Namun kenyataannya demikian, aku tidak mempunyai teman. Padahal, aku sangat ingin memilikinya.

Berbicara tentang harapan untuk memiliki teman, kurasa aku sudah berusaha, berusaha untuk mengikat diriku pada dunia fantasi teman-temanku. Aku mencoba lebih terbuka pada temanku. Mencoba untuk lebih banyak berbicara, walaupun tak ada yang menanggapiku sama sekali. Ha, bukankah itu lucu, tidak sama sekali. Bahkan, aku sudah menahan untuk menerima perlakuan mereka. Eh, tunggu, perlakuan mereka baik kok padaku, hanya saja, terasa berlebihan.

Mereka mencoba untuk bersembunyi dariku. Namun, mereka orang baik, eh, mereka juga tidak membully diriku kok walau aku anak pendiam. Mereka tidak menjauhiku, aku saja yang berlebihan. Aku hanya tertahan di ruang yang gelap saja, jadi membuatku menjadi anak yang pendiam. Aku memang tidak mudah bergaul dengan siapapun, jadi sebesar apapun aku mencoba, itu semua tidak akan berhasil. Aku juga orang yang takut, takut ini, takut itu. Bahkan, untuk mengatakan sesuatu yang kecil pun aku tak berani. Apa aku salah? Apa aku terlalu salah untuk menahan semuanya itu sendirian?

Ya semuanya, semua rasa sakit dan luka yang aku bangun, yang tidak pernah dimiliki oleh orang manapun. Aku benci pada diriku, yang tidak bisa menahan rasa sakit ini, aku khawatir suatu saat nanti, aku mencoba untuk meluapkan luka ini ke orang yang aku cintai. Bahkan, jika mereka menendangku dan membunuhku, aku tidak apa-apa.

Jika ini kebahagiaan mereka, aku tidak peduli kalau aku akan mati. Melihat mereka bahagia tanpaku, itu lebih baik daripada aku berusaha untuk merusak kebahagiaan mereka. Aku sedih, karena mereka sedih, dan aku bahagia, jika mereka bahagia.

Yang harus aku lakukan adalah menabrakkan diriku ke mobil yang akan melintas. Aku sudah siap dengan semuanya. Sayangnya, belum sampai aku menabrakkan diriku ke mobil, aku sudah menabrak orang yang lebih kuat dariku. Tanpa sadar, dipukul, ditendang, dan diludahi, aku benar-benar merasa senang sampai-sampai air mataku meleleh. (Ini hanyalah sebuah ironi)

Setelah itu, aku berusaha untuk melintas kejalan dan berharap agar mobil menabrakku. Dan benar saja, aku senang mobil itu menabrakku, dan menghempaskanku ke jalan. Semua orang terlihat tak peduli, tapi aku senang. Aku sudah berhasil, membahagiakan mereka.

Dan sekarang, aku sudah berada di sini, di tempat yang aku bahkan tak tahu namanya. Keluargaku dan teman-temanku, mereka sama sekali tak menjengukku, namun aku senang, mereka sudah bahagia sekarang, tanpaku tentunya. Bunga yang diberikan orang tak dikenal dan tiba-tiba mengunjungiku sudah layu. Ya, tidak apa-apa, aku tahu.

Aku berterimakasih pada orang itu karena sudah mengunjungiku. Setidaknya, ada orang yang menjengukku. Aku memang sendirian, namun aku tahu, jika itu untuk membahagiakan orang, sudah cukup juga untuk membuatku senang. Oh ya, sudah dulu ya cerita dariku, aku harap kalian juga senang membaca kisah dariku.

Aku sayang kalian!

2 thoughts on “[Ficlet] I’m Fine”

  1. hi there!

    wah Jungkook kenapa ini? hehhe
    anyway cerita ini emotional sekali~ huhuhuhu ikut ngerasain emosinya gitu. Jungkook nih ceritanya positive thinking pada jalur yang salah gitu ya? hehhe

    anyway good job buat mencampur adukkan emosi di fict ini~~

    see ya~

    Suka

  2. annyeong Yeoairyjung~

    aku suka cara kamu menggambarkan pergolakan emosi yang dialami Jungkook sampai ia harus mengakhiri hidupnya dengan tragis😦 itu bikin aku sebagai reader bisa dapet banget feel sedihnya dan memahami karakter di cerita kamu🙂

    btw itu terinspirasi dari kehidupan kamu sendiri? :O semoga bukan bagian yang sedih2nya ya. hehehe.

    keep on writing, fighting!🙂

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s