My Life? – Part 3

My Life END

Title: My Life? – Part 3

Scriptwriter: Shayo

Twitter/Instagram: @ssharoon/@sharonyoputri

Genre: Drama, Friendship, Slice of Life

Duration: Series (4 Parts & 2 Extra Parts)

Rating: PG-15

Main Cast:

  • Yoon Doojoon
  • Choi Jun Hee
  • Yang Yoseob
  • Yong Junhyung

Support Cast:

  • Jang Hyunseung
  • Son Dongwoon
  • Heo Gayoon
  • Lee Gikwang

Previous: 1 / 2

Summary: What happens when he’s your Prince Charming, but you’re not his Cinderella? – Anonymous.

 

Pukul 08.30 Malam, Rumah Keluarga Yoon.       

Setelah berbagai acara doa bersama, pertunjukkan dan lain sebagainya. Yoon Doojoon pun naik ke atas panggung untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 25. Doojoon bercakap – cakap dengan pembawa acara sebentar. Tentang apa yang ia rasakan hari ini dan ucapan terima kasih kepada para tamu yang sudah datang untuk merayakan ulang tahunnya. Namun wajahnya tidak terlihat senang malahan seperti ada beban tersendiri. Bibirnya menunjukkan senyuman, namun raut wajahnya datar.

“Junhee-yaa!! Kamu cantikkk.” Seorang yeoja menghampiri Junhee dan langsung memeluknya. “Ternyata tak salah baju yang aku pilihkan untukmu.”

“A.. Gayoon eonni. Kamsahamnida.”

“Hehehee.. Kapan – kapan kita jalan – jalan lagi ya dan tanpa Doojoon! Dia selalu saja ikut.”

Protes Gayoon. Junhee hanya tersenyum pasi. Tidak mungkin tanpa Doojoon sunbae.. Lagipula aku merasa ada yang aneh dengan sikap Gayoon eonni.. Lagi – lagi kamu berpikiran buruk Junhee.. Hhh..

“Jangan menganggu Junhee terus, Gayoon-a” Junhyung menghampiri Gayoon dan Junhee.

“Aku tidak menganggunya, ia seperti dongsaengku sendiri.” Kata Gayoon polos.

“Aku merasa kau merencanakan sesuatu, iya kan?”

“Apa maksudmu? Kenapa kamu berpikiran buruk tentangku?”

“Baiklah, sekarang tuan Yoon ingin mengumumkan sesuatu kepada hadirin sekalian. Mohon perhatiannya.” Kata pembawa acara itu. Junhyung dan Gayoon diam sejenak beragumen dan melihat ke arah panggung. Acara tiup lilin dan potong kue sudah terlewat karena obrolan mereka. Doojoon bumonim sudah berada di atas panggung tanpa mereka sadari.

“Ehem.. Saya sangat berterimakasih kalian semua sudah datang ke pesta ulang tahun anak saya yang ke 25, Yoon Doojoon.”

“Sebagai tambahan, saya akan memperkenalkan seseorang kepada kalian semua.” Doojoon eomma melambaikan tangannya seakan memanggil seseorang dari lautan para tamu.

Gayoon berbisik pelan. “Mianhae Junhee-ya..” Gayoon, ya Gayoon yang dipanggil oleh Doojoon eomma.

“Kami perkenalkan, Heo Gayoon. Calon tunangan Doojoon. Kami perkenalkan, dia adalah Heo Gayoon, putri tunggal keluarga Heo. Gayoon akan bertunangan dengan Doojoon secepatnya dalam bulan depan. Kami mohon dukungan dari kalian semua.” Raut wajah Doojoon berubah. Wajahnya memerah ingin meluapkan semua kekesalan dalam hatinya. Apa – apaan ini? Kenapa pertunangan konyol itu dipercepat? Bahkan aku tidak tau masalah itu, batin Doojoon. Tepuk tangan dan sorak sorai para tamu mendukung pertunangan itu sangat riuh dan ramai. Semua hadirin mendukung pertunangan tersebut, namun tidak untuk Junhyung dan Yoseob wajah mereka menggambarkan bahwa mereka terkejut dengan pengumuman barusan, bahkan Junhee hanya terdiam seakan tak tau apa yang harus ia lakukan.

“Mwo? Secepat itu?” Yoseob tak percaya apa yang ia dengar.

“Sepertinya tuan Yoon sudah menyiapkan semuanya.” Dongwoon yang sedang mengobrol dengan Yoseob dan Hyunseung ikut berkomentar.

“Pantas tuan Yoon ingin mengadakan acara ulang tahun yang mengundang seluruh keluarga bahkan rekan kerja yang penting.” Kata Hyunseung.

“Benarkah Jang-ssi? Doojoon pasti akan marah besar.” Kata Yoseob.

“Ne. Saya yang menyiapkan undangannya. Lalu bagaimana dengan Junhee?”

“Junhee? Tidak ada hubungan dengannya bukan?” kata Dongwoon.

“Memang. Tapi kalo seperti ini, mungkin Doojoon akan mengenalkan Junhee sebagai yeochin nya, walaupun tidak saling suka.” Yoseob menaruh tangan kirinya di bibirnya seakan berpikir. “Masalahnya, kalo sampai ketahuan Doojoon bumonim bahwa Junhee itu hanyeo, itu membahayakan untuk Junhee.”

“Ne. Kau benar Yoseob-ssi.” Kata Hyunseung. Sedangkan Dongwoon hanya mengangguk – ngangguk setuju.

Pukul 23.00, setelah acara selesai..

“MWO?! Apa maksud kalian? Kenapa mendadak seperti ini?” kata Doojoon geram. Setelah pesta ulang tahunnya berakhir Doojoon mendatangi kamar bumonimnya.

“Menurut kami lebih cepat lebih baik, agar hubungan dengan keluarga Heo terjalin dengan baik.” Kata Doojoon appa.

“Apa hidupku ini hidup kalian?!” Amarah Doojoon memuncak.

“Dengar Yoon Doojoon! Kamu adalah satu-satunya pewaris keluarga Yoon! Heo Gayoon adalah pasangan yang pantas untukmu, keluarganya sangat baik, dan dia wanita yang berkelas! Kau harus paham hal itu!”

“Bisakah kalian membiarkan aku yang memilih calon istriku sendiri? Apa kalian pernah sekalipun memahami perasaanku?” Doojoon pergi meninggalkan ruangan appa dan eomma nya dan membanting pintu. Bumonin Doojoon hanya saling menatap penur arti melihat Doojoon pergi.

Keesokan harinya, pukul 11.00, rumah kediaman keluarga Yoon.

“Hey, jadi apa yang mau kau lakukan selanjutnya?” tanya Yoseob.

“Ah, aku tak tau lagi! Aku ingin pergi dari rumah saja!” kata Doojoon kesal.

“Percuma kabur dari rumah. Para boan pasti akan mencarimu nanti.” Kata Junhyung. “Apa mengenalkan Junhee saja sebagai yeochin-mu?”

“Tidak mungkin. Jika ketauan kalau dia hanyalah seorang haksaeng biasa dan juga bekerja part-time sebagai hanyeo di rumahku, Junheen bisa diusir dari sini.” (학생haksaeng= murid)

“Benar sih. Tapi apa rencana selanjutnya?” Yoseob berguling-guling di ranjang. “Lagipula, aku tidak menyangka bahwa Gayoon sudah selangkah lebih cepat di depan kita.”

“Kamu benar. Sejak dulu Gayoon memang suka dengan Doojoon kan? Mungkin Gayoon yang meminta bumonim-mu untuk mempercepat pertunangan.”

“Sudah pasti begitu. Aku tidak mengerti kenapa Gayoon selalu mendekatiku. Bukan aku tak suka padanya, aku hanya ingin memilih jalan hidupku sendiri. Lagipula aku hanya menganggap Gayoon sebagai dongsaeng.” Kata Doojoon menjelaskan.  (동생 dongsaeng= adik)

“Kita memang tidak tau apa yang Gayoon rencanakan selanjutnya. Tapi mungkin…” TOK..TOK.. Seketika terdengar ketukan pintu yang membuat Yoseob menghentikan perkataannya. “Masuk!” teriak Doojoon.

“Doojoon-ssi, anda memanggil saya?” Hyunseung memberi hormat bersamaan dengan Junhee dan Dongwoon di sampingnya.

“Apa anda ingin membicarakan menu baru untuk makan malam?” tanya Dongwoon polos.

Yaa!! Tidak mungkin aku ingin membicarakan menu baru untuk makan malam. Ini tentang pertunangan yang di percepat. Apa kalian ada ide?” tanya Doojoon sambil mondar mandir kebingungan.

“Ehm.. Sebenarnya boleh saya bertanya sesuatu?” tanya Junhee.

“MWO?!”

“Apakah ada yang salah dengan Gayoon eonni? Sampai sunbae tidak ingin menikah dengannya?”

“Sebenarnya Gayoon itu biasa saja, hanya terkadang ada hal aneh saja dalam perlakuannya” kata Junhyung menjelaskan. Yoseob hanya mengangguk setuju.

“Sejak kecil, Gayoon itu sering memaksa. Seperti harus menemaninya bermain, ingin hal yang dimiliki chingu-nya, menjauhi semua chingu-nya dan hanya bermain bersama kita. Karena itu dia sulit mendapatkan chingu, hanya kita saja yang berteman dengannya.” Jelas Yoseob.

“Sudahlah jangan bicarakan masa lalu. Itu tidak ada hubungannya. Aku sudah bilang aku tidak ingin menikah dengan Gayoon setelah lulus sekolah, bertunangan pun tak mau, aku hanya menganggap dia sebagai dongsaeng!” Sela Doojoon.

“Bagaimana kalau memperkenalkan Junhee kepada bumonim anda, Doojoon-ssi?” Hyunseung yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara.

“Itu ide yang bagus! Junhee bisa berpura-pura sebagai yeochin-mu dan selesailah masalah perjodohan itu kan?” kata Dongwoon setuju.

Andwae! Itu juga sudah kupikirkan tadi bersama Junhyung dan Yoseob. Yang jadi masalah adalah jika bumonim-ku tau kalau Junhee bekerja disini sebagai hanyeo dan juga hanyalah haksaeng beasiswa biasa. Resiko nya sangat tinggi!” kata Doojoon.

“Tapi kalau itu ketauan kan?” kata Yoseob. “Aku yakin Junhee pasti bisa disembunyikan oleh Jang-ssi dan Dongwoon, lagipula bumomim-mu jarang di rumah. Kita hanya perlu membuat Junhee menjadi anak yang memiliki museum lukisan yang terkenal. Tidak sulit bukan?”

“Sulit, aku tidak yakin bahwa anak ini bisa melakukannya!” protes Doojoon.

“Aku.. akan mencoba melakukannya. Aku akan berusaha menyembunyikan identitasku dan membantu Doojoon sunbae.” Kata Junhee.

“Are you sure?” tanya Junyung.

“Kata Junhee.

“Are you sure?” tanya Junyung.

“Yes! Aku akan mencobanya. Bukan! Aku akan melakukannya, sunbae sudah membantuku untuk tinggal disini. Karena itu aku akan membantumu semaksimal mungkin.” Kata Junhee dengan percaya diri.

“Baiklah, kalau begitu masalah Clear kan? Aku akan menemani Junhee untuk membeli baju dan mempersiapkan semuanya untuk menemui bumonim-mu nanti.” Junhee beranjak dari kursi seraya ingin pergi begitu saja.

“Hey! Kenapa kau yang menemaninya?” Yoseob protes.

“Bukankah kalian sibuk? Doojoon harus bertemu dengan keluarga Heo dan juga mempersiapkan waktu untuk mempertemukan Junhee dengan bumonim-nya. Lalu, Yoseob kau lupa hari ini kamu ada kelas photography kan?”

“Ah benar juga,” kata Yoseob.

“Aku serahkan semuanya padamu, Junhyung. Gomawo.Kata Doojoon.

“Ok.. Junhee-ya kaja.”

“Ne!!”

###

Hari H. Rumah kediaman Keluarga Yoon.

Siang hari. Panas terik melewati jendela ruang keluarga Yoon. Hal ini adalah sesuatu yang selalu terjadi setiap hari. Namun, hari ini tampak berbeda. Doojoon appa dan eomma sudah duduk menunggu sejak tadi. Menunggu adeul nya yang ingin membicarakan sesuatu yang katanya penting. KRIETT.. Pintu ruang tamu terbuka. Terlihat sosok Doojoon dan Junhee memasuki ruangan, tanpa segan Junhee memberi hormat dan duduk berhadapan dengan bumonim Doojoon.

“Jadi apa yang mau kamu bicarakan?” tanya Doojoon appa. Doojoon menyenggol Junhee seraya memberikan aba-aba.

“Perkenalkan, nama saya Choi Junhee. Saya anak dari Hong Department, salah satu museum lukisan yang terkenal di Seoul.” Kata Junhee sambil membungkukkan badan 90 derajat.

“Ah, chingu-nya Doojoon-ie? Silahkan duduk Junhee-ya.” kata Doojoon eomma sambil tersenyum.

Aniyo. Junhee ini yeoja-chinguku. Karena itu, tolong batalkan pertunangan konyol itu.” Kata Doojoon tegas. Seketika kedua bumonim Doojoon tersentak kaget.

“Doojoon-a jangan bercanda. Petunangan kalian kurang dari sebulan lagi dan kami sudah mengumumkannya. Lagipula, Gayoon adalah yeoja yang baik.” Kata Doojoon eomma.

“Kamu jangan mengada-ngada. Saya tidak percaya bahwa Junhee adalah anak dari Hong Department. Bahkan saya tidak tau kalau mereka punya anak perempuan. Bisa saja kamu hanya membayarnya untuk menjadi yeochin kamu.” Kata Doojoon appa. STRIKE!! Tenang Junhee, kamu pasti bisa berakting dengan benar. Tenang saja.

“Saya akan menunjukkan bukti bahwa saya adalah anak dari Hong Department. Saya bisa melukis kalian dalam waktu 5 menit.” Kata Junhee percaya diri.

“Yaa! Apa kau benar-benar bisa?” bisik Doojoon.

“Tenang saja, aku akan mencobanya.” Kata Junhee.

Hyunseung datang membawa canvas yang besar berserta peralatan melukis untuk Junhee. Selanjutnya, Junhee memasan canvas tersebut di depan bumonim Doojoon dan mulai melukis. Hyunseung juga membawa timer untuk membuktikan bahwa Junhee benar-benar melukis mereka dalam waktu 5 menit. Dengan keajaiban goresan kuas dari Junhee, dalam waktu 5 menit lukisan kedua orang tua Doojoon terlihat dan membuat bumonim Doojoon takjub.

Ternyata bukan hal yang sia-sia melakukan hobby seperti ini, aku memang suka melukis. Walaupun masih sedikit acak-acakan sih, tapi yasudahlah~. “Lukisan yang indah, ayo kita pajang di ruang keluarga!” kata Doojoon eomma kegirangan.

“Yaa!! Kenapa kamu terlihat senang sekali? Doojoon tidak ingin bertunangan dengan Gayoon dan kamu seakan menerima Junhee begitu saja?” bisik Doojoon appa.

“Sudahlah, bukan kah ini hal bagus? Baru kali ini Doojoon mengungkapkan perasaannya sendiri, dan ini sudah kedua kalinya Doojoon menolak bertunangan dengan Gayoon. Junhee juga manis dan memiliki keluarga yang baik, kenapa tidak?” bisik Doojoon eomma.

“Hhh.. Arasseo.. Biar aku yang urus kalau begitu.” Doojoon appa menghadap ke Junhee dan Doojoon yang sedang duduk di sofa. “Baiklah, saya akan mengurus semuanya bahwa kamu dan Gayoon tidak jadi bertunangan karena pihak dari keluarga Yoon menolak. Tapi saya akan melihat perkembangan hubungan kalian dulu.”

Ne.. Algoseumnida!!” kata Doojoon kegirangan. “Kamsahamnida!”

###

Di hari yang sama, Rumah keluarga Heo.

TingTong.. Suara bel rumah keluarga Heo berbunyi. Seorang namja menunggu sendirian di depan pintu rumah itu menunggu pintu terbuka. Rumah itu sangat besar dan mewah, taman depan di penuhi dengan bunga mawar merah dan ada beberapa anjing penjaga.

“Ah, Junhyung-ssi” kata seorang hanyeo yang membukakan pintu.

Annyeonghaseo.” Ucap Junhyung sambil tersenyum simpul.

“Silahkan masuk, nona masih di kamar.”

Tampak depan rumah itu sebanding dengan di dalamnya. Tangga yang mewah, dipenuhi dengan pajangan-pajangan dari seluruh penjuru. Terdapat lukisan keluarga yang besar terdiri dari appa, eomma, dan dal. Junhyung menyusuri rumah tersebut dan menuju kamar yang sudah pasti. Seakan Junhyung sudah tau kemana arah tujuannya tanpa bertanya sekalipun. Sesampainya di depan pintu kamar yang ingin dia tuju, Junhyung bahkan langsung membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk terlebih dahulu.

“Yo! Gayoon-a” sapa Junhyung. Gayoon sedang duduk di sofa sambil menonton TV. Duduk dengan semena-mena tanpa memikirkan image. Yup, inilah Gayoon yang sesungguhnya.

“Yaa!! Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu?! Bagaimana kalau Doojoon bersamamu dan melihatnya?” protes Gayoon yang segera duduk dengan rapi selayaknya Gayoon di depan umum.

“Hhh.. kamu memang tidak berubah sejak kecil. Doojoon, Doojoon dan Doojoon. Apa sih yang kau suka darinya?”

“Kamu tidak akan mengerti, itu kenangan masa kecil kami! Dia tampak seperti pangeran berkuda putih!” kata Gayoon terkekeh.

“Lalu, karena itu kamu memaksa untuk bertunangan saat SMA seperti ini?”

“Jadi, kau datang kesini untuk bertanya tentang hal itu?”

“Tentu saja, menurutmu untuk apa aku datang kesini? Kangen-kangenan sambil membawa makanan untukmu?”

“Ah, kamu memang selalu dingin daridulu. Sejak kecil memang hanya Yoseob yang manis. Doojoon dan kamu sama sekali tidak. Walaupun Doojoon ganteng sih.” Kata Gayoon sambil mengemut lolipop nya.

“Jangan bertele-tele. Aku hanya ingin menanyakan kebenaran.” Kata Junhyung yang akhirnya membantingkan dirinya ke sofa.

“Setengah nya benar. Aku memang ingin menikah dengan Doojoon. Tapi, bumonim Doojoon yang datang padaku dan menanyakan apa aku siap untuk bertunangan dengan Doojoon sekarang.”

“Lalu kau menerimanya begitu saja tanpa tau perasaan Doojoon-ie?”

“Hey, aku tau Doojoon dari kecil. Begitu juga dengan kamu dan Yoseob. Doojoon itu tidak pernah bisa mengeluarkan pendapatnya sendiri. Saat ia suka ia diam, saat ia tidak suka juga diam. Sama saja seperti sepak bola, bumonim nya menyuruh ia bermain sepak bola, ia hanya diam tapi ia menyukainya. Apapun yang bumonim-nya katakan. Ia pasti menurutinya tanpa bilang apapun. Bukankah sama seperti sekarang? Dia memang seperti menolakku, tapi aku yakin sebenarnya ia tidak sepenuhnya menolak. Apalagi kita berteman sejak kecil kan?”

“Bagaimana bisa kamu menafsirkan semuanya seperti itu. Doojoon tidak ingin menikah denganmu. Bahkan dia sudah bilang padamu dari awal, kan?”

“Tetap saja aku mau menikah dengannya, dia cinta pertamaku!” tegas Gayoon.

“Hhh.. kau tetap saja egois. Tidak memikirkan perasaan orang lain.”

MWO?!! Aku tidak egois, kami saling mencintai. Sudah kubilang Doojoon itu selalu diam dalam berpendapat!”

“Ah, sudahlah. Aku lelah bicara denganmu.” Junhyung beranjak dari sofa, dan ingin pergi.

Yaa Junhyung-a, jangan bilang kau datang kesini karena Junhee.”

Junhyung terhenti sebentar dan membalikkan tubuhnya. “Tidak ada hubungan dengannya.”

“Lalu, kenapa kamu susah-susah datang kesini? Aku tau, Junhee yeoja yang waktu itu kan? Kenapa kamu malah membantunya untuk bersama Doojoon. Bukankah kamu ada di tempat yang sama denganku?”

“Aku tidak ada di tempat yang sama denganmu. Lebih baik kurangi keegoisanmu dan buat Doojoon bahagia walaupun tidak bersamamu.” Junhyung segera menuju pintu keluar kamar Gayoon.

YAA!!! JUNHYUNG-A KAJIMA! AKU BELUM SELESAI!”( 가지마 kajima : jangan pergi)

###

“Hhh.. kau tetap saja egois. Tidak memikirkan perasaan orang lain.” Kata-kata Junhyung terus terngiang-ngiang di pikiran Gayoon. Apakah aku memaksanya? Tapi saat kecil dia juga bilang kalau dia membenciku, tapi tetap menolongku waktu itu. Doojoon-ie kadang selalu bicara kebalikannya. Tapi apakah benar ia tidak ingin menikah denganku? Tapi aku suka padanya! Iya benar, aku yakin Junhyung salah. Aku tidak egois. Aku akan membuat Doojoon bajagia bersamaku, kan?, batin Gayoon. “Ah, sudahlah lebih baik besok aku datang ke rumah Doojoon-ie.”

Pukul 12.00. Rumah keluarga Yoon.

“Jadi berhasil?” kata Yoseob sambil berguling-gulingan di atas tempat tidur Doojoon. Doojoon dan Junhyung sedang asik bermain FIFA di playstation 3 nya.

“Yup, ternyata yeoja beasiswa itu pintar juga. Dia berhasil mengambil hati kedua orang tuaku. Dengan begitu aku tidak perlu menikah saat lulus nanti.” Kata Doojoon sambil berkonsentrasi bermain.

“Lalu, Junhee masih bekerja disini kan?” kata Junhyung.

Ne.. tentu saja karena sukses, dia tetap bekerja disini. Mungkin aku akan memberikan hadiah juga untuknya. Aktingnya bagus sekali.”

“Yasudahlah yang penting kamu tidak jadi menikah. Apa kamu sudah bicara dengan Gayoon?”

“Belum. Bumonim-ku bilang biar mereka yang urus. Jadi aku tidak perlu bicara dengan Gayoon, kan?” Tiba-tiba Junhyung menekan tombol pause. “Yaa! Apa yang kau lakukan Junhyung-a, sebentar lagi aku gol!”

“Tetap saja kau harus bilang pada Gayoon. Walaupun kamu tidak suka dengannya, dia tetap chingu­ kita kan?” protes Junhyung.

“Ah, baiklah. Malam ini aku akan menemuinya dan bilang kalau aku tidak jadi bertunangan ataupun menikah dengannya.”

“Bagus kalau gitu.” Kata Junhyung. TOK.. TOK.. suara ketukan pintu. “Ah itu pasti Dongwoon-ie atau Jang-ssi membawakan cemilan yang aku minta!” kata Yoseob senang.

“Kamu minta cemilan lagi?!” kata Doojoon sedikit terkejut.

“Aku butuh yang manis-manis. Walaupun aku sudah manis.” Kata Yoseob terkekeh.

“Ckck.. Sebentar lagi kamu akan menggendut Yoseob-a” kata Junhyung. Hahaha.. terdengar suara yeoja yang tertawa berdiri di dekat TV. “Mianhaeyo! Aku tidak sengaja!” kata Junhee sambil meminta maaf.

“Ah kamu, Dongwoon-ie sibuk?” tanya Yoseob yang langsung menuju kearah cemilan di atas meja.

Ne.. karena itu aku yang mengantarnya. Kalau begitu aku permisi dulu.”

Gomawo Junhee-ya. Sudah membantu namja yang freak bola ini.” kata Junhyung tersenyum.

“Aktingmu bagus sekali. Kau pantas dapat award. Seperti Choi baeu?” kata Yoseob terkekeh. (배우 baeu : aktor)

“Hehe.. kansahamnida. Aku hanya melakukan yang aku bisa kok.”

Jeongmal gomawo Junhee-ya.” kata Doojoon. Junhee hanya melihat Doojoon dengan tatapan kosong. EHH? Dia memanggil namaku?

“Woahhh, kau memanggil namanya Doojoon-a! Ini pertama kalinya aku melihat kau sebaik ini!” kata Yoseob heboh.

“Diam! Sudah kau boleh kembali bekerja.” Kata Doojoon. Sekilas kedua pipinya memerah.

“Ah, algoseumnida.”

Junhee secepatnya keluar dari kamar Doojoon dan menutup pintu kamarnya. Namun, Junhee tidak segera pergi ke dapur dan diam sejenak di depan pintu kamar Doojoon. Wahh, ternyata Doojoon sunbae bisa baik juga ya? Seharusnya daridulu mereka Wangja sebaik itu. Daripada di sekolah mereka tampak sombong. Sudahlah aku harus kembali bekerja.

“Junhee-ya?” suara yeoja memanggilnya. Junhee reflek membalikan badan ke arah suara itu.

“Gayoon eonni…?

###

Prolog ‘My Life?’ – Part 4:

Aduhhhh gimana nihhhh? Kenapa Gayoon eonni tiba-tiba kesini?Aku ketahuan kalau bekerja sebagai hanyeo disini. Junhee panik setengah mati.

N/B: Annyeonghaseo, Shayo imnida ^-^. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca Fanfiction ‘My Life?’. Mungkin di part ini agak sedikit pendek ya, karena di part 1 dan part 2 lebih banyak memberikan penjelasan umum bahasa korea yang mungkin juga salah *hiks* Oh iya, mau kasih tau kalian juga kalau tulisan bercetak miring itu pikiran dari Junhee jika tidak ada penjelasan siapa yang memikirkannya(?). Aku juga nyiapin 2 Extra Chapter tentang cerita mereka masing-masing. Semoga kalian suka! Don’t forget to give me your comment!

5 thoughts on “My Life? – Part 3”

  1. hi there!

    kok aku gereget sih wkwkwk. Gayoon kaya bermuka dua gitu. maunya sendiri kan sebel errrghh… mana itu ketauan? hmmm pasti akan diarahkan ke situ wkwkwk. kalau ga ketauan ga asik lah ya…

    see ya~

    Suka

    1. halo thia, thankyou ya udah baca dan slalu kasih comment.
      aku seneng bangetttt hehehe. aku akan usahain secepatnya update lagi di sela” kuliah. semoga akhir dari ceritanya ga mengecewakan.
      terima kasih banyak^^

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s