#05_Jealous!! [END]

#Jealous!!!

#05_JEALOUS!!

[ Lee Uchida | Kim Myungsoo, Krystal Jung | Kang Min Hyuk, Kim Hyorin | Chaptered | Romance | PG+ ]

Previous: #01 #02 #03 #04

Disclaimer: Cuma pinjem nama. Gomawo atas bantuannya Lee Joon Hoo dan Kang Tan🙂

Summary:

Dia pandai dalam hal menggoda wanita

Dia pandai dalam tersenyum

Dia bisa menghanyutkan suasana hening menjadi ramai

Dia bisa membuatku menjadi wanita dihadapannya

Dia adalah orang yang paling cerdas dalam segala hal

Tapi, aku tidak begitu suka ketika dia berdekatan dengan wanita lain

Aku memang cemburu. Wajarkan kalau aku cemburu?

Aku tunangannya!

~~~ELSTAL~~~

“Krystal-ah, aku menyukaimu.” Mataku membulat sempurna tidak percaya.

“Apa yang membuatmu menyukaiku?”

“Seluruhnya. Aku suka bagaimana sikapmu padaku.”

“Tapi, seluruh sikapku itu, kurasa tidak menunjukkan rasa suka padamu.”

“Aku tahu. Tapi, mendadak aku menyukaimu. Apa kau merasakan hal yang sama denganku?”

“Tapi Minhyuk …”

“Aku tidak memintamu untuk menjawab sekarang. Aku hanya ingin mengatakannya saja. Aku belum siap menerima jawabanmu Kryst.”

Aku terbangun dari tiduranku. Mengingat kejadian tadi siang, aku menjadi aneh dengan Minhyuk. Aku menjadi takut untuk dekat dengan Minhyuk. Kenapa dia tiba-tiba mengungkapkan perasaannya? Bagaimana ini…. aku harus menjawabnya bagaimana….

Tidak mungkinkan aku bilang aku sudah bertunangan, sedangkan usiaku masih sangat muda? Aku mengacak rambutku bingung. “Ohhh!!! Eottohkkee!!!!” teriakku dan ambruk di kasur lagi.

“Jigeum mwoya?” suara Myungsoo tiba-tiba terdengar.

“Ya!! Kenapa tidak mengetuk pintu? Kau tahukan betapa bencinya aku ….”

“Arraseo mianhae. Tapi ini penting.” Putusnya.

“Penting? Apa memang? Apa kau membawa sekretarismu yang sexy itu kemari? Mana dia? Mana?”

“Ya! Kenapa tiba-tiba kau mencarinya? Ada apa memang?”

“Ohh sekarang kau pura-pura bodoh dan tidak ingat ya? Atau jangan-jangan tadi kau sedang mabuk?”

“Krystal, aku sama sekali tidak tahu maksudmu.” Aku menunjukkan pesan yang tadi dia kirim. Apa dia mau membela diri kalau salah kirim? Oh! Kenapa namja selalu seperti itu?

“Mwo? Itu tidak mungkin!” apa aku bilang, pasti dia mengelak. Ahh lebih baik aku tidur saja untuk menghindari pertengkaran dengannya.

“Ya! Krystal Jung! Kau pasti mengada-ada. Jelas-jelas aku tidak mengirim ini.”

“Aku tidak mau dengar alasanmu. Kau selalu saja mengelak, padahal bukti sudah ada.” Ujarku dari balik selimut.

“Ya! Apa sekarang kau sedang cemburu?” aku terdiam. Aku malu mengatakannya. “Kenapa tidak menjawab? Benarkan kalau kau cemburu?” desak dan godanya.

“Ya! Myungsoo, sebaiknya jika kau sudah selesai berbicara segera pergi dari kamarku.”

“Waeyo? Kau takut ketahuan kalau cemburu? Pasti wajahmu memerah.” Godanya. Huhhh aku benci situasi sekarang. Andai saja aku bisa menghilang dari sini.

“Ya! Myungsooo!!” aku bangun dengan maksud mengusir Myungsoo, tapi kenapa jarak kami sangat dekat? Membuat jantungku berdegup kencang.

“Mwo? Mwoya?”

“Ehey, wajahmu memerah.”

“Mwoya? Mworago? Sekarang kau cepat keluar dari kamarku!!!” dorongku ke ambang pintu.

“Katakan satu hal.”

“Mwo?”

“Kau cemburukan?” masih saja menggoda. “Aniyoo! Cepat keluar!”

Aku menutup kasar pintu kamarku dan menguncinya. Aku memegang kedua pipiku yang terasa panas.

~~~ELSTAL~~~

Aku bangun lebih pagi hari ini. Entah apa yang membuatku seperti ini, tapi rasanya ada yang mengganjal dan memaksaku untuk bagun pagi. Aku tidak kunjung berdiri dan berjalan keluar, tapi masih enak-enakan dengan bantal dan gulingku.

Bangun pagi memang susah ya? Ohh mengingat statusku yang lama-lama akan berubah menjadi istri, aku harus bersemangat untuk bangun pagi. “Krystal fighting!!”

Aku memakai sandal rumah dan keluar untuk mencuci muka. Aku mengikat rambutku ke atas dengan karet seadanya, menaikkan lengan baju tidurku hingga siku, dan mulai menyikat gigiku. Lama tidak menatap kaca di depanku, terlihat bayangan Myungsoo memperhatikan semua gerakanku. Apa dia sudah lama di sana?

“Oh Myungsoo-ah, apa kau sudah makan?” Myungsoo diam. “Myungsoo-ah?” ulangku.

“Kita makan bersama pagi ini.” Ajaknya.

“Kenapa?”

“Tidak, aku hanya butuh teman makan.” Ujarnya dan memalingkan wajah. Kenapa dengannya? Kenapa tiba-tiba seperti itu? Aku meletakkan lagi sikat gigiku dan membasuh muka sebelum menghampirinya.

Aku melihat wajahnya saat makan. Wajahnya mengatakan dia menyembunyikan sebuah pertanyaan. Seperti ingin berbicara tapi takut melakukan kesalahan. Aku diam saja, pura-pura tidak tahu.

Hingga dia memutuskan untuk berangkat kerja, dia tidak mengatakan apapun. Jadi aku salah saat ini? Insting wanita bisa salah ya?

“Aku tunggu kau nanti malam.”

“Ne? Memang kita mau kemana?”

“Di meja kamarmu ada undangan. Kau bisa baca. Kurasa aku harus berangkat kerja.” Ujarnya dingin.

Aku putar balik ke kamar dan mencari undangan yang dimaksud Myungsoo. Aku menemukannya. Aku menemukan di atas kotak silver besar. Aku membaca undangan itu sebentar dan membuka kotak silvernya.

“Woaah.. bukankah ini cantik?” ada sebuah gaun didalamnya. Gaun warna hitam panjang selutut dan highheels senada. “Ini pasti mahal.” Aku tersenyum senang. “Tapi tunggu! Apa seorang mahasiswa bisa memakai yang seperti ini?” aku berpikir.

Aku berkaca memandang bayanganku yang memakai gaun dengan highheelsnya. “Aku rasa ini tidak buruk.” Aku tertawa senang.

“Sajangnim..” panggil sekretaris Kim.

“Ne? Waegeurae?”

“Animnida. Geunyang, apa nanti Anda akan datang?”

“Ne, aku akan datang. Aku akan sedikit terlambat.”

“Waeyo?” dari nadanya sekretaris Kim seperti menggoda.

“Sekretaris Kim, ada apa denganmu?” Myungsoo merasakan keanehannya.

“Aku akan menunggumu di sana.” Ujarnya dan pergi.

“Kang Minhyuk, aku akan menjawab pengakuanmu waktu itu.” Ujarku garing.

“Ne, marebwa.” Wajah Minhyuk terlihat ceria. Senyumnya lebar lebih dari biasanya. Apa dia telah berharap kalau aku akan menerimanya?

“Aku, tidak bisa menerima cintamu, mianata.” Perlahan senyumnya memudar.

“Waeyo?”

“Aku, punya alasan yang tidak bisa aku katakan. Tapi kalau aku menerimamu, lalu jika suatu saat kita tidak bersama, kita tidak akan menjadi teman lagi.”

“Ahh, benarkah itu?” Minhyuk terlihat tidak ada jawaban yang mau dikatakan.

“Kang Minhyuk, jeongmal mianhaeyo.” Aku memegang tangannya, namun dia melepasnya halus.

“Aku tahu. Aku tahu kalau kau sudah mempunyai tunangan. Aku tahu itu.” Dahiku berkerut. Jantungku berdetak kencang. Bagaimana dia bisa tahu itu?

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Jadi benar, Myungsoo itu adalah tunanganmu? Jadi aku tidak salah dengar  ternyata.”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Kemarin tidak sengaja aku bertemu dengannya saat di toko perhiasan. Aku bertanya untuk siapa, katanya untukmu. Aku benar-benar tidak percaya saat itu, namun sekarang…”

“Kang Minhyuk..” aku memegang lagi tangannya. Lebih erat.

“Seharusnya yang meminta maaf aku, bukan kau.”

Minhyuk meninggalkanku yang masih terpaku. Aku melepas begitu saja kepergiannya itu. Aku bukan teman yang baik. Aku telah membuatnya terluka. Namun ini lebih baik daripada aku harus berbohong dan berpura-pura menerimanya. Aku akan selalu berpikir sebelum bertindak.

Aku bangkit dari dudukku dan berbalik. Sepasang mata dari dalam mobil melihatku. Aku panik sendiri. Myungsoo. Dia keluar dari mobil dengan wajah dingin. Wajah seperti pagi tadi.

Myungsoo berjalan mendekatiku masih dnegan wajah dinginnya. Aku takut dia akan salah paham setelah ini. Ketika ia sampai di depanku, dia berhenti. Aku menatapnya takut dan cemas.

“Sudah selesai?” ujarnya tiba-tiba dengan senyum.

“Kau menemui Minhyuk lagi?” tanyanya disela perjalanan kami.

“Ne. Ada sesuatu yang penting.”

“Apa?”  aku ragu untuk menjawabnya, tapi Myungsoo masih terus bertanya apa.

“Kang Minhyuk, mengungkapkan perasaannya padaku.” Seketika mobil berhenti tiba-tiba. Terdengar banyak klackson yang berbunyi dari belakang.

“Lalu kau menerimanya?” tanyanya.

“Aniyo, aku bilang aku tidak bisa mengatakan apa alasannya.”

Myungsoo memalingkan wajahnya. Perlahan mobilnya berjalan. “Nanti malam, kau harus datang.”

“Mwoya? Acara apa?”

“Sebuah pesta ulang tahun putra direktur.” Aku mengangguk paham.

~~~ELSTAL~~~

Aku memandang bayanganku di cermin. Aku sedikit malu dengan gaun ini. Terlebih, dengan make up yang aneh. Aku menjadi malu. Aku takut ini akan memalukan nantinya.

Jam menunjukkan pukul 8 malam. Terpaksa aku keluar dengan make up yang seadanya ini. Aku memandangi sekali lagi diriku di cermin dan meyakinkan bahwa ini tidak buruk. Aku melangkah keluar dengan pasti.

Ketika aku membuka sedikit pintu kamarku, Myungsoo tepat berdiri di depan kamarku dengan badan berbalik. Setelan jas dan kemeja putih membuatnya lebih berwibawa. Pertama kali aku melihatnya sebegitu tampan. Biasanya, ia hanya membawanya di tangan baik berangkat maupun pulang kerja.

Aku membuka sempurna pintu kamarku dan memanggilnya agar berbalik melihatku. Kurasa Myungsoo tidak berkutik denganku. Apa aku seburuk itu? Bagaimana jika benar? Keringat dinginku mulai mengucur.

“Kau cantik malam ini. Gaun ini sangat cocok untukmu.” Ia tersenyum tulus memperlihatkan lesung pipinya.

“Kajja, aku tidak boleh terlambat.” Ajaknya dan menggamit tangan kiriku bersamanya.

“Kim sajangnim!” teriak sekretaris Kim dan berjalan menghampiri tunanganku. Eh?

“Ne sekretaris Kim? Apa direktur Lee, kau sudah bertemu dengannya?”

“Belum sajangnim. Mari bergabung dengan yang lainnya.”

Wooaaahhhh mesranya mereka! Aku saja baru beberapa kali menggandeng lengan Myungsoo! Sialnya, Myungsoo hanya diam dan rileks saja. Apa ini yang mereka lakukan saat di kantor?

Gidaryo! Aku akan segera kembali. Jangan melakukan hal bodoh ne? J

Aku memasukkan kasar ponselku ke dalam tas. Aku benci seperti ini. Aku duduk di meja yang masih kosong dan meminum sedikit wine yang kuambil tadi. Terdengar suara yang mengatakan acara akan berlangsung 10 menit lagi. Huhhh syukurlah, setelah ini aku bisa pulang.

“Saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida….”

Lagu ulang tahun sudah dinyanyikan, pemotongan kue sudah dilakukan, sekarang apalagi? Lalu kenapa Myungsoo lama sekali? Apa yang dilakukannya bersama sekretaris itu? Aku merasakan mataku memanas dan berair.

“Sajangnim..” panggil sekretaris Kim sambil berjalan ke arah Myungsoo membawa beberapa wine dalam tangannya.

Myungsoo tidak merasakan sekretaris Kim memanggilnya itu berjalan, pergi menghampiri direktur Lee untuk memberikan ucapan ulang tahun pada putranya. Tiba-tiba gaun yang dipakai sekretaris Kim terinjak oleh seseorang dari belakang. Membuat kakinya tersendat dan mau tidak mau tejatuh.

Suasana menjadi ribut karena teriakan sekretaris itu. Ada apa lagi dia? Saat aku berjalan melihat apa yang terjadi, hatiku semakin terbakar dan mataku semakin berair. Apa yang aku lihat ini sudah kelewatan. Ini tidak lagi disebut partner job, tapi selingkuhan!!!

“Myungsoo!!!” teriakku kemudian berlari. Suasana semakin mencekam karena ulahku. Mianhae direktur Lee, acara ulang tahun putramu menjadi terganggu.

Aku berlari menepis orang-orang yang menatapku aneh. Dalam lariku kejadian yang tadi terlintas kembali. Sekretaris itu jatuh dalam pelukan Myungsoo dan mengecup bibirnya. Walau hanya dalam hitungan second, tapi itu  adalah kecupan. K-E-C-U-P-A-N!!!!!

“Krystal tunggu! Itu bukan seperti yang kau lihat, kumohon dengarkan aku.” Aku melepas kasar tangannya dan kembali berlari.

“Krystal!!” ia kembali mengejarku dan berhasil meraih tanganku lagi. Aku tidak bisa melepasnya, ini sangat kuat.

Aku berhenti berlari tanpa menoleh menghadapnya. Tapi tangan Myungsoo memegang pundakku dan kami berjalan bersama ke sebuah rumah kayu.

“Krystal-ah, uljima. Dengarkan aku jebal.” Aku mencoba menghentikan tangisanku dan mendengar apa yang ingin dia katakan.

“Gaun Hyorin diinjak oleh seseorang dibelakangnya, lalu dia terjatuh padaku dan tidak sengaja bibir kami bertemu. Sungguh itu hanya kecelakaan, itu karena aku ingin menolong Hyorin saja, tidak ada niat apapun.” Ujarnya meyakinkanku.

Myungsoo menaikkan daguku dengan tangan kananya. Aku menatap wajahnya. Matanya, tidak ada kebohongan. Lalu?

“Lalu, karena bibirku telah ternodai, kau harus membersihkannya.”

“Mwoya?!!” kata pertamaku keluar.

“Apa kau ingin bibir Hyorin masih ada dibibirku?” ujarnya.

Andwae! Ini pasti jebakan! Pasti dia akan melakukan hal-hal aneh karena senyumnya itu lain.

“Aniyo.”

“Maka dari itu, bersihkan!” pintanya.

Aku mengambil tissue basah yang biasa kupakai membersihkan make up. Aku mengambilnya satu lalu mengangkat tanganku ke bibir merahnya. Aku sedikit deg-degan dengan ini. Aku tidak yakin dia akan jujur kali ini.

Aku mengusapnya dari kanan ke kiri selama beberapa kali. Aku ingin memastikan bahwa bibirnya kembali steril..

Semakin dekat jarak kami, semakin gugup aku. Aku merasa satu tangan Myungsoo melingkar dipinggangku, tangan lainnya memegang tanganku. “Kau seharusnya membersihkannya dengan seperti ini.”

Myungsoo mengecupku beberapa kali sebelum menciumku. Aku terbawa suasana, sama sekali tidak merontak dan diam. Myungsoo melepasnya.

“Aku suka kau dengan rambut yang terurai. Jangan pernah ikat rambutmu seperti ini di depanku, ini sangat menganggu.” Ujarnya dan melepas kuncir rambutku.

“Apa sekarang kau baru mau mengaku kalau kau cemburu?” aku mengangguk kaku.

“Kau memang pandai menyembunyikan rasa cemburumu ya?”

“Itu karena aku tidak mau terburu-buru mengatakannya. Aku ingin tahu seberapa kuatnya aku menahan cemburu.” Jawabku menantang.

“Mulai sekarang, jangan pernah menyembunyikannya. Aku tidak kau suka kau bertingkah seperti itu.”

“Waeyo?”  salah satu alisku naik.

“Karena, aku tidak segan-segan untuk menyerangmu seperti ini.”

“Aaaaaaaaa… Myungsoo apa yang kau lakukan? Ya! Turunkan aku!!! Ya!”

Myungsoo mengangkat tubuhku dan membawanya ke mobil. Aku tidak tahu ada apa dengan Myungsoo malam ini. Kini, tubuhku terbaring di ranjang. Myungsoo benar-benar gila malam ini. Dia hampir menyerangku. Aaaaaaaaaaaaaaaaa…. tidak ada gunanya aku berteriak, hanya ada kami berdua.

“Saranghaeyo Krystal-ah..”

“Waeyo?” tanyaku bodoh.

“Ya! Apa kau ingin aku menyerangmu sesungguhnya?” senyumnya licik.

“Ya! Hajima! Jangan lakukan atau aku akan berteriak?” dia kembali mengecupku dan tersenyum.

“Nado saranghaeyo Oppa. Na joaheyo.” Jawabku.

Kami berdua tertawa keras melihat apa yang kami lakukan sekarang. Ini sungguh memalukan untuk mahasiswa sepertiku.

~~~ELSTAL~~~

Krystal

  • Dulu, aku merasa dijual oleh kedua orang tuaku. Aku merasa aku hanya menjadi jaminan atas hutang orang tuaku, tapi ternyata tunanganku ini unik juga, jadi aku tidak kesal menghadapinya. Dengan kepribadian yang berubah-ubah, itulah yang membuatku sadar bahwa aku ini mencintainya namun malu mengatakan.

Myungsoo

  • Kupikir, bertunangan dengan wanita yang lebih muda dariku akan sangat menyebalkan. Karena pasti mereka masih kekanak-kanakan dan bermanja ria. Aku tidak suka itu karena aku tidak punya waktu untuk menghadapi kemanjaannya. Krystal memang berbeda dari yang lainnya. Usianya jauh dariku, tapi ternyata dia cukup dewasa.

2 thoughts on “#05_Jealous!! [END]”

  1. hi there!

    butuh waktu lama ya sampai aku akhirnya punya kesempatan baca ini wkwkwkwk.
    Krystal cemburunya kiyowo malu malu gimana gitu yaaa wkwkwkwk.
    pasangan mudah yg berbunga bunga (?)
    hahhahaha finally happy ending!

    see ya~

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s