My Answer (Chap.VII)

My Answer - Chap.3 - 7

My Answer (Chap.VII)

Thanasa present

Seohyun [SNSD], Jung Yonghwa [CNBlue] | Chaptered | Romance, Friendship, Hurt | PG 15+ | General

Jawaban bukan hanya sekedar dari apa yang telah kau pertimbangkan. Tapi sesuatu yang telah diputuskan untukmu.

Previous: I / II / III / IV / V / VI

Disclaimer: Story is absolutely mine. This is not perpect story and there’s typo everywhere hehehe. Hope you’ll be enjoy while reading this. DON’T BE A PLAGIATOR. Gamsahamnidaaa….

###

Jawaban bukan hanya sekedar dari apa yang telah kau pertimbangkan. Tapi sesuatu yang telah diputuskan untukmu.

Disclaimer: Story is absolutely mine. This is not perpect story and there’s typo everywhere hehehe. Hope you’ll be enjoy while reading this. DON’T BE A PLAGIATOR. Gamsahamnidaaa…

……………

Aku menjalani sisa liburan musim panasku dengan berusaha sebaik mungkin menghilangkan kesedihanku. Aku memulai kembali latihan karena dua minggu ke depan Band ku akan mengikuti lagi sebuah festival Band. Shinhye dan Yonghwa berkencan layaknya pasangan baru lainnya, hanya saja mereka suka mengajakku untuk jalan bersama mereka.

Sejujurnya hal itu sedikit menyiksaku, oh iya ada satu lagi yang hal baru yang mulai mengisi hari ku. Yoo Yunho. Pria itu sering hadir tanpaku minta, namun kadang kehadirannya cukup menyelamatkanku sih, apalagi saat moment ingin menghindar dari Shinhye dan Yoong Oppa.

Hari ini aku memutuskan untuk diam dirumah beristirahat, dan inilah aktivitasku dirumah. Menonton TV sambil mengemil biskuit cokelat kesukaanku dan segelas jus apel.

Suara pintu apartemen menandakan ada seseorang yang datang, paling Sangwoo Oppa. Tapi aku melongo kaget saat melihat yang datang adalah Appa ku.

Appa?? Mengapa pulang cepat sekali?”

“Memangnya Appa tidak boleh pulang cepat?” appa duduk di sofa sambil melonggarkan dasinya.

Aniyo… hanya saja aku jarang melihat Appa” aku beranjak menghampiri Appa ku dan memeluknya, “Aku merindukanmu Appa…”

Aigoo.. sejak kapan putriku pandai merajuk seperti ini? apakah ada yang ingin kau minta dari Appa?”

“Astaga, memang aku tidak boleh bermanja dengan Appa ku sendiri. Menyebalkan”

Appa tertawa, mengacak rambutku dan mencubit hidungku lembut.

“Bagaimana sekolahmu Hyunnie, sebentar lagi kau kelas tiga. Bagaimana persiapanmu? Apakah kau harus mengikuti bimbingan belajar yang intensif? Ayah dengar penerimaan Fakultas hukum dikampus Oppa mu tahun depan akan dikurangi…” aku tercenung mendengar penjelasan ayah. Huuuhh, aku mulai sedih lagi mengingat bahwa ayahku pasti akan selalu memaksaku untuk masuk ke sekolah Hukum.

Appa… Kalau aku bahagia, Appa bahagia tidak?”

“Tentu saja, mengapa kau menanyakan hal aneh seperti itu?”

Appa, masuk sekolah hukum bukan pilihanku. Aku yakin tidak akan bahagia menjalaninya kalaupun aku nanti lulus. Bisakah Appa memberikanku ruang untuk menjalani apa yang ku suka?” rahang Appa terlihat mengeras, aku cemas menanti responnya.

“Seohyun-a masa depan bukanlah soal hal yang kau suka atau tidak. Tapi sesuatu yang menjanjikan harapan pasti. Dan hidup yang lebih baik dan bermartabat. Appa harap kau mengerti, itu semua demi kebaikanmu. Appa tidak ingin berdebat tentang hal ini lagi.”

Aku hanya dapat menghela nafasku saat Appa sudah berlalu menuju kamarnya.

 

-n-

 

“Mengapa kau tiba-tiba menghubungiku dan mengajakku keluar?” aku menghampiri mobil Yunho yang telah terparkir didepan gerbang kompleks apartemenku.

“Aku bosan, dan aku yakin kau sedang tidak ada kegiatan. Hari ini tidak ada latihan kan?” Yunho membukakan pintu mobilnya untukku, “Ayo kita pergi jalan-jalan.”

Setelah perdebatan kecil dengan Appa tadi aku sebenarnya bersyukur Yunho datang untuk membawaku menghirup udara segar. Jadi aku langsung saja menyetujui ajakannya.

“Baiklah, ayo kita pergi…”

 

-n-

 

Kompetisi Band yang akan diikuti Band Seohyun, Shineblust, sudah semakin mendekat. Seohyun dan yang lainnya sudah intens melatih lagu-lagu yang akan mereka bawakan dipertandingan. Dan hari ini mereka berlatih hingga cukup malam.

Saat mereka telah menyelesaikan latihan, Seohyun, dan Jonghyun yang pulang sedikit lebih lama karena harus membereskan alat-alat musik mereka bertemu Yonghwa dibawah gedung studio.

“Yoong Oppa? Sedang apa disini?” Yonghwa melambaikan tangan kepada mereka berdua.

“Aku sudah janjian dengan Jonghyun, dan kemarin aku meminjam buku musiknya jadi aku mau mengembalikannya.”

“Iya Hyunnie, aku akan minum kopi dengan Yonghwa. Kau mau ikut kami?”

Seohyun pun mengangguk menyetujui. Mereka pun memilih salah satu café yang terletak tidak begitu jauh dari studio musik tempat mereka berlatih.

“Jadi kau juga akan mulai mengikuti bimbingan belajar intensif? Yah memang bagus sih, kalau orang tuaku tidak terlalu memaksa Yoong, jadi aku tidak mau repot-repot mengikutinya, lagipula aku mau fokus dimusik memang. Kalau kau bagaimana?”

“Ayahku ingin aku masuk kesekolah bisnis, tapi sebenarnya aku ingin masuk sekolah medis dan menjadi dokter. Aku sudah bicara pada ibuku, dan Ia tidak mempermasalahkannya, dan akan membantuku bicara pada ayah.”

Seohyun masih terdiam menjadi pendengar yang baik untuk perbincangan antara Yonghwa dan Jonghyun. Yahh semenjak liburan di Busan beberapa waktu yang lalu, mereka semua memang menjadi semakin akrab satu sama lain. Dan kerap pergi keluar untuk sharing, juga tentang masalah sekolah mereka.

“Baguslah Yoong, aku yakin kau akan terlihat keren dengan jas putih dokter nantinya. Berusahalah, semangat ya…”

“Yahh aku masih harus mengusahakannya, yang terpenting aku harus mendapatkan izin dari Appa ku dahulu”

“Yahh memang sulit pasti, apalagi kau adalah salah satu pewaris bisnis ayahmu yang memang cukup besar itu kan…”

“Hmmm… begitulah memang para Ayah, suka memaksakan kehendak. Tidak mengerti perasaan anak-anak mereka sendiri” Seohyun tiba-tiba bicara sendiri sambil mengaduk-aduk cappucino miliknya. Jonghyun dan Yonghwa memandang Seohyun dengan tatapan bingung.

“Kau baik-baik saja kan??”

“Tentu saja Oppa, Cappucino kan tidak membuat mabuk seperti soju… aku juga merasakan hal yang sama Oppa, ayahku masih memaksaku untuk masuk ke sekolah hukum. Aku sebal sekali…”

“Bersabarlah Hyunnie, bicarakanlah saja terus dengan ayahmu. Tapi secara baik-baik yah, atau kau boleh mengikuti caraku, meminta tolong ibumu untuk membantu memberi pengertian pada ayahmu”

“Yahhh… menurutku itu ide yang cukup baik”

-n-

 

Seohyun pulang bersama dengan Yonghwa, setelah turun dari subway Yonghwa mengantarkan Seohyun sampai ke apartemennya. Mereka menyusuri jalan dalam diam,

“Sepertinya sudah lama yaa kita tidak berjalan seperti ini” yonghwa mulai membuka suara

“Aigooo, Oppa mau menyombong kalau sekarang kau sudah punya kekasih dan memiliki kesibukan lain selain bermain denganku? Kau baru berkencan tiga minggu Oppa. Dan ingat, kekasihmu itu sahabatku.”

Ani, Seohyun-a, mengapa kau berprasangka buruk denganku? Aku memang benar-benar merasa hal ini sudah lama tidak kita lakukan. Aku merasa senang saja.”

“Begitukah? Yeahhh aku senang mendengarnya…” Seohyun memalingkan wajahnya pada Yonghwa, “Bagaimana hubunganmu dengan Shinhye? Apakah berjalan dengan lancar?”

“Hahaha tentu saja… kau tahu sifat sahabatmu kan?”

“Syukurlah kalau begitu…” Seohyun mengulum senyum.

“Kau tahu Hyunnie, banyak sekali hal yang kulakukan dengannya, kami bermain di taman bermain. Ia jago sekali bertahan di Roller coaster, kami menonton film, kami bahkan mengambil banyak foto selfie kemanapun kami pergi, lihatlah” Yonghwa menunjukkan layar Handphone nya yang kini merupakan gambar selfienya bersama Shinhye. Seohyun lagi-lagi memaksa untuk tersenyum melihatnya.

“Ahh iya satu lagi, tapi kau jangan bilang siapa-siapa ya?” pernyataan Yonghwa yang seolah-olah akan mengatakan rahasia besar membuat jantung Seohyun berdegup kencang, menerka apa yang akan diceritakan Yonghwa tentang hal yang dilakukannya bersama Shinhye, “Aku minum soju dan pergi ke club bersamanya hahahaha. Awalnya aku merasa tidak nyaman. Ternyata lama-lama asik juga.”

“Benarkah? Shinhye yang mengajak Oppa melakukan itu?” Yonghwa mengangguk, dan Seohyun pun hanya terdiam.

 

-n-

 

“Kau mengajak Yoong Oppa ke klub malam?” Shinhye masih memulas bibirnya dengan lipgloss berwarna peach.

“Jangan bilang kau mau mengomeliku Hyunnie, Hey kita sudah besar. Apa salahnya ke club? Toh kami tidak ngedrugs.”

“Aku akan marah besar padamu jika sampai melakukan hal itu. Aku bukan mengomel, tapi ini Korea Shinhye… dan lagi kita masih pelajar, akan ada saatnya kok kita bisa pergi ke klub malam”

Take it easy dear… Sudah banyak kok pelajar Korea yang juga datang ke klub malam. Come on, Hyun… jangan kolot ahh”

“Yasudah terserah kau sajalah…”

-n-

 

Kompetisi Band yang diikuti Band Seohyun CS berlangsung meriah dan lancar. Dan untuk kali ini Shineblust berhasil meraih juara pertama, jadi mereka beramai-ramai merayakannya disuatu restoran.

“Wuaahh… kalau seperti ini kalian bisa menjadi musisi yang sesungguhnya…”

“Tentu saja, itulah tujuan kami. Bukan begitu Hyunnie?… loh mana Chanyeol?”

“Ia tadi pewgii terbuwu-buwu. Katanya mengemput Sooyoung” jawab Minhyuk sambil mengunyah daging dimulutnya.

“Yak, habiskan saja dulu makananmu” Jonghyun mendelik sebal,

“Oh iya, mana Shinhye dan Yonghwa?” tanya Seunggi tiba-tiba

“Sebentar lagi mungkin sampai…” jawab Seohyun.

Dan benar saja, mereka datang sambil berpegangan tangan. Yoona dan Seohyun terlihat memandang sekilas kedua tangan itu.

“Maaf ya kami terlambat… Mobil Yonghwa ada sedikit masalah tadi.” Shinhye memberikan penjelasan lalu duduk tepat disamping Seohyun, “Chukkae uri Hyunnie… Kau memang paling hebat”

Gumawo Shinhye-a…”

Eoh…” Shinhye melihat sekeliling, “Oh iya mana Chanyeol? Dan juga, apakah Yunho tidak datang?”

“Chanyeol sedang menjemput Sooyoung. Kalau Yunho, kata Jonghyun Oppa Ia tidak janji bisa datang.”

“Wahhh sayang sekali. Kau sudah coba menghubunginya?”

“Untuk apa?”

Oh my God, Seo Joo Hyun. Dengan segala perhatiannya padamu selama ini, kenapa kau masih saja tidak merespon? Kau seperti batu es saja, dingin. Pedahal jelas-jelas Ia menyukaimu.” Seohyun hanya mengedikkan bahunya tidak peduli.

Tiba-tiba seorang pria tinggi masuk membawa buket mawar pink yang sangat besar, ternyata itu Yunho. Semuanya menyambut kedatangannya,

“Haduh, kau yang benar saja Yunho-a, mengapa memberikan kami buket mawar pink sih? Memalukan sekali” Jonghyun berkomentar.

“Untuk Band kalian akan dibawakan pelayan, Ini bukan untuk kalian. Tapi untukmu” seraya memberikannya pada Seohyun.

Seohyun tidak dapat menutupi kagetnya, lagipula mawar pink juga favoritnya. Jadi tidak dipungkiri kali ini Ia terkesan dengan perlakuan Yunho.

“Kau dapat bisikan surga darimana hingga tahu kalau mawar Pink adalah favoritku?” Seohyun menerima buket bunga itu dengan wajah berseri.

“Benarkah? Wah… bukan bisikan surga sih. Tapi salah satu bidadari surga turun ketempat ini dan beruntungnya aku, Ia berdiri tepat dihadapanku saat ini” Riuh suara menanggapi gombalan Yunho pada Seohyun mengisi ruangan tempat mereka berkumpul.

Heol… kalau sudah begini aku malas ah menanggapimu…” Seohyun berpura-pura tersenyum kecut. Yunho menangkat kedua tangannya tanda menyerah dan tidak melanjutkan aksinya.

“Sudah-sudah ini kan moment keberhasilan band kita. Urusan pribadi silahkan dilanjutkan setelah acara ini yaa” Jonghyun menginterupsi. Mereka pun bersulang dan melanjutkan pesta.

Yonghwa diam, dan tidak menghampiri Seohyun sekalipun sepanjang malam. Namun beberapa kali manik mata antara Ia dan Seohyun bertemu, Seohyun tidak dapat mengerti arti tatapan Yonghwa padanya, Ia hanya meresponni dengan senyum  dan mengangkat botol cola yang sedari tadi digenggamnya.

-n-

 

Yunho mengantarkan Seohyun pulang kerumahnya. Sepanjang perjalanan mereka diam bergelut dengan pikiran masing-masing. Yunho sesekali mengalihkan pandangannya untuk memandang Seohyun. Yang dilihat hanya memandang jendela dengan pandangan kosong.

Yunho tersenyum getir seolah-olah tahu apa yang dipikirkan dan dirasakan Seohyun. Ia kembali fokus dibalik kemudinya.

“Jadi kau mau hadiah apa dariku?” ucapan Yunho memecah keheningan diantara mereka berdua.

“Hmm… hadiah? Untuk apa?” Seohyun memandang Yunho bingung.

“Untuk kemenanganmu kali inilah…”

“Huh… kau bercanda Yunho-a? Menurutmu buket bunga sebesar itu apa memang artinya?” ujar Seohyun seraya menunjuk buket bunga yang ditaruh di jok belakan mobil Yunho. Yunho tergelak melihat raut wajah Seohyun.

“Itu bukti aku berbahagia untukmu, karena kau kembali maju selangkah untuk menggapai impianmu” kata-kata manis Yunho kembali memudarkan senyum di wajah Seohyun. Karena tiba-tiba Ia mengingat ayahnya yang tidak pernah menyetujuinya terjun di dunia musik.

“Mimpi… menurutmu apa aku bisa mewujudkan mimpiku, Yunho-a?” Seohyun tiba-tiba mengalihkan pandangannya kesisi jendela mobil, sendu.

“Tentu saja, aku malah sudah bersiap-siap meminta tanda tanganmu. Karena yakin beberapa tahun kedepan kau akan menjadi musisi terkenal Seohyun-a” Yunho melihat dengan jelas perubahan raut wajah Seohyun “Kau kenapa?”

Seohyun tersenyum getir memandang Yunho.

Aniya… aku hanya tidak tahu harus bagaimana jika harus memilih antara orang yang kusayangi dengan suatu hal yang aku cintai… Aku… tidak tahu harus memberi jawaban apa nantinya”

Yunho mendengar dengar baik ucapan Seohyun, Ia diam tidak menuntut penjelasan lebih lanjut dari Seohyun karena tahu, saat ini suasana hatinya sedang tidak dalam kondisi yang baik.

“Kau tidak harus menjawab apa-apa Hyun-a… Biarkan saja hatimu yang menuntun langkah apa yang harus kau jalani. Jawaban bukan hanya sekedar dari apa yang telah kau pertimbangkan. Tapi sesuatu yang telah diputuskan untukmu.”

Seohyun tersenyum mendengar ucapan Yunho. Dan perjalanan menuju rumahnya pun kembali diselimuti keheningan.

TBC

 

Bagaimanaaa, sudah sejauhh ini nih chap-nyaa… #gaknyangka #nangisterharu #apasih..

 Ada yang sedihh ngeliat seo sm yong seperti ini? hahahhaaa

At least aku tetep butuh kritik dan saran dari kalian yahh gaesss… don’t forget to RCL…. Gumawo😉

With love

thanasa

8 thoughts on “My Answer (Chap.VII)”

    1. Yoong emg gtuuu… Suka kebanyakan mikirr hahahahha…

      Eh next chap aku udh post di blog oribadiku yah… Gak sempet lewat IFK, mngkin nantii kukirimnya. Ini surel blog ku: dotha12.wordpress.com

      Gumawo^^

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s