A Marriage? Really? (Chapter 2)

A Marriage Really

A MARRIAGE? REALLY? (Chapter 2)

 

Scriptwriter:  Aaliyah Shakira

Main cast: Mark Tuan (GOT7), Lee Mi Joo (Lovelyz)

DurationChaptered

Rating: 15

GenreRomance, School life, Marriage Life, Friendship, a little Comedy

 Previous Part: 1

 

 

A MARRIAGE? REALLY?

CHAPTER 2           

Kalian akan dijodohkan.”

           

 

            “Dijodohkan.”

           

 

             “Dijodohkan.”

              Kalimat itu masih menggantung dalam pikiran Mark. Bagaimana tidak, ia sungguh kecewa atas keputusan tersebut. Apalagi dengan yeoja pemarah  yang baru ia kenal di sekolah. Mark mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia tentu ingin menolak tapi entah caranya bagaimana. Sulit untuk membuat orang tuanya mengerti, apalagi di usianya yang masih muda dan masih bersekolah.

Sebelumnya…

               “Mom, Dad, kenapa tidak dibicarakan dulu sih kepadaku? Kenapa langsung memberitahu ketika makan malam tadi? Itu sungguh membuatku kesal! Apalagi dia itu yeoja pemarah. Dia tadi membentakku di sekolah, dan aku tidak bisa menerima perjodohan ini!” Marah Mark. Belum pernah Mark semarah ini. Pikirannya sungguh tidak tenang.

              “Iya, memang kita sudah merencanakan ini dari jauh-jauh hari. Tapi kau harus menerima perjodohan ini. Harus, nak… Makanya kalian juga harus saling mengenal terlebih dahulu” Pinta ibunya Mark.

              “Ya tapi bagaimana kalau menikah tanpa ada dengan kesadaran cinta, bu? Bakal tidak bahagia kan? Ibu ingin aku tampak tidak bahagia sejak menikah? Menikah itu harus disadari dengan cinta, cinta sejati! Pokoknya aku tidak mau tau, aku tidak mau perjodohan ini berlangsung. Aku menolaknya” Bentak Mark. Lalu ayah Mark menampar pipi Mark dengan keras.

         “Kau! Kau anak yang kurang ajar! Apa ayah mengajarkan perlawanan seperti itu?! Kau sudah memiliki segalanya, apa itu kurang?!” Ayah Mark emosi, sungguh tidak tahan lagi atas apa yang dibicarakan anaknya. Mark yang mengelus pipinya yang barusan ditampar menjawab,

          “Ayah tidak tau apa yang kurasakan” Langsung saja Mark dengan cepat menuju kamarnya.

            “Dasar anak itu!” Ayah Mark menunjuk-nunjukkan jari telunjuknya. Lalu ibu Mark menenangkannya,

            “Sudah, sudah… Biarkan Mark sendirian. Dia butuh waktu untuk menenangkan diri” Kata ibu Mark yang mengelus punggung suaminya itu.

Di kamar Mark – Mark’s POV

               “Aku benci hal ini, benci, benci!!!” Katanya dalam hati. karena tidak tahan, ia melempar seluruh barang-barangnya hingga berserakan.

               “Aarggh kenapa hidup ini tidak adil!!!” Ia semakin mengacaukan apa yang ada dikamarku. Ia melempar bantal, buku-buku, dan lain-lain yang ada didekatnya hingga ia merasa lega.

             “Bisakah aku memiliki kehidupan sendiri? Sesuai hatiku tanpa ada yang menyuruh.” Mark akhirnya lelah dengan semua ini, jadinya ia tertidur dalam keadaan kamar yang sangat berantakan. Arah tidurnya entah kemana, Mark sungguh tidak peduli.

 

Mark’s POV End

 

Mi Joo’s POV

             “Hah? Dijodohkan? Benarkah? Dengan siapa?”

              “Dengan Mark, Jiae! Aahh aku tidak mau, Jiae! Bagaimana ini???”

              “Mark Tuan? Murid baru itu kan yang menabrakmu tadi pagi?”

               “Iya, benar. Aku tidak tau kenapa aku dijodohkan dengan bocah pendiam dan menyebalkan seperti Mark!”

                “Kau tidak bisa menolaknya? Memangnya harus ya?”

              “Sudah, aku sudah menolaknya ketika perjalanan pulang tadi, dan tetap saja orang tuaku harus menjodohkanku. Aku tidak boleh menolak…”

               “Hmm bagaimana ya, Lebih baik kau terima saja perjodohan itu. Kau tau kan kau selalu dimanja sama orang tuamu. Minta ini itu selalu dituruti. Bahkan kau juga anak kesayangan orang tuamu. Sekarang giliranmu untuk mematuhi perintah orang tuamu, walaupun kau tidak suka pada Mark tapi kau mau tidak mau harus menerima, karena ini sebagai pembalasan budi untuk orang tuamu. Turuti apa yang mereka inginkan, dan buatlah mereka senang. Lagipula kalau kau semakin lama semakin mengenal Mark, dia pasti baik kok. Percayalah…”

           “Tapi kan, umm aaaa Jiaeee!!!”

           “Pikirkanlah baik-baik, Mi Joo sayang… Saranku tadi benar kok. Yasudahlah kalau begitu aku langsung tutup teleponnya ya, bye~”

           “Jiae? Halo? Jiae? Haiishh sahabatmu masih ingin cerita malah ditutup teleponnya…”

            Mi Joo dan Jiae barusan berbicara di telepon. Mi Joo tidak terima perjodohan itu, makanya ia cerita pada Jiae. Namun setelah dipikir baik-baik, Mi Joo baru sadar akan perkataan Jiae. Selama ini Mi Joo selalu manja terhadap orang tuanya, minta ini itu, dan disayang oleh orang tuanya. Orang tuanya bahkan jarang sekali memarahi Mi Joo. Mi Joo berpikir kalau perjodohan ini merupakan yang terbaik baginya dan orang tuanya. Ia sadar kalau sekarang saatnya dia untuk membalas budi kedua orang tuanya.

             “Duuh, Jiae benar. Aku harus membalas budi kedua orang tuaku dengan menerima perjodohan ini. Yah, walaupun aku tidak suka pada Mark, tapi mau bagaimana lagi? Percuma saja aku menolak…” Mi Joo yang lemas langsung menidurkan dirinya diatas kasur dengan selimut yang menutupi tubuhnya.

         “Baiklah, aku harus menerima perjodohan ini” Batin Mi Joo, dan lama-lama akhirnya ia tertidur.

        Mi Joo’s POV End

 

        Di sekolah

             “Pagi, Mi Joo~~” Sapa ramah Junior. Namun Mi Joo tidak membalasnya. Ia masih terlihat lemas, ia meletakkan tasnya lalu menidurkan kepalanya diatas meja.

             “Ada apa dengan dia? Tidak biasanya dia seperti ini?”  Bisik Yugyeompada Junior. Junior hanya mengangkat bahunya tidak tahu.

            “Eh sejak kapan kalian peduli atau dekat dengan Mi Joo, eoh?” Kata Jiae yang berada di sebelahnya.

           “Laah kita berenam kan memang sahabatnya Mi Joo juga, yaa walaupun harus kuakui kalau kita akhir-akhir ini tidak begitu dekat hehe…” Kata BamBam dengan nyengir. Jiae hanya menampakkan wajah jeleknya pada BamBam.

          “Jiae, kenapa dia?” Tanya Jackson.

           “Aduuh, memang harus ya dijawab?” Tanya Jiae yang malas.

          “Iya, Jiae. Agar kita bisa tahu dan memberi solusi jika ia ada masalah haha…” Tambah nyengirnya Jackson lalu dilanjut dengan tertawa yang lain.

          “Dia dijodohkan dengan Mark” Polosnya Jiae menjawab seperti itu. Dengan cepat Mi Joo menutup mulut Jiae walaupun sudah dijawab. Untung saja dikelas hanya ada mereka.

         “Jiae! Jangan, kau ini!!! Kata Mi Joo yang sedang menutup mulut Jiae.

         “Mwo? Dijodohkan? Dengan Mark?” Tanya JB kaget.

        “Dijodohkan?” Tanya ulang Youngjae.

         “Dijodohkan? Mark?” Junior juga bertanya ulang.

         “Mark?” Tanya Yugyeom dan BamBam bersamaan.

          “Mark Tuan?” Jackson coba memastikan.

           Mereka semua kaget, jelas. Sedangkan Jiae sedang tersiksa,

           “Umm, woo, uummm lepaskan, Mi Joo!!!” Erang Jiae yang disekap Mi Joo.

           “Kau ini bisa tidak sih untuk diam! Jangan memberitahu!!!” Kata Mi Joo sambil sekap Jiae dengan kasar.

            “Aahh iya Mark Tuan! Mi Joo lepaskan, jebal!!!” Sempat-sempatnya Jiae memastikan bahwa Mark Tuan yang dijodohkan. Akhirnya Mi Joo melepaskan sekapannya pada Jiae.

            “Ohh, oh, sakit sekaliii, Mi Joo! Teganya kau!” Jiae mengelus bagian tubuhnya yang disekap, tadi juga ia sulit bernafas.

             “Mark? Whooaa hebat, bagaimana bisa?” Tanya BamBam. Kemudian,  Mark langsung membuka pintu kelas dengan kasar dan menemui Mi Joo.

            “Ikut aku!” Mark menarik tangan Mi Joo, Mi Joo ingin melepaskan namun sulit sekali karena pegangan Mark sangatlah kuat. Mau tidak mau Mi Joo ikut dengan Mark. Ternyata Mark mengajaknya berbicara di sebelah kelas, tak jauh dari loker. Lalu Mark melepaskan genggaman tangan Mi Joo dengan kasar.

          “Kau! Kau jangan memberitahu soal ini! Bisa parah kalau yang lain tau!” Kata Mark dengan sikap dinginnya.

          “Bukan aku yang memberitahu tadi, itu… Jiae, dia yang memberitahu Jackson dkk, aku hanya memberitahu Jiae namun Jiae-nya saja yang tidak bisa menjaga mulutnya” Jawab Mi Joo sambil melipat tangannya. Lalu kemudian Mark mendekatkan wajahnya marah.

           “Itu sama saja! Pabo!” Kata Mark marah. Mi Joo hanya memejamkan matanya kesal. Mark pun menghela nafas,

            “Baik, cukup mereka saja yang tau. Selain itu tidak boleh ada yang tau lagi. Kalau sampai kau memberitahu… Kau bisa mati ditanganku! Lagipula setelah kita menikah aku tidak akan mencintaimu, tidak akan!” Mark yang berkata itu lalu meninggalkan Mi Joo begitu saja dengan kasarnya. Mi Joo hanya memberi tatapan marah pada Mark,

            “Ihh, siapa juga yang bakal cinta sama kamu? Aku juga tidak!” Kata Mi Joo dalam hati.

Di kelas – Pelajaran

         Hari ini pelajaran Bahasa Inggris, yang mengajar bernama Miss Hyun Hee, dia juga wali kelas XII-1. Miss Hyun Hee juga akan memberi formulir kertas pendaftaran ekstrakurikuler kepada Mark.

          “Mark Tuan, silahkan ambil kertas pendaftaran ekstrakurikuler ini. Kau kan murid baru, jadi kau bebas ikut ekstra apa. Kau harus mengisinya sekarang” Kata Miss Hyun Hee. Mark seperti biasa dengan sikap dinginnya berdiri meninggalkan bangkunya untuk mengambil kertas pendaftaran ekstrakurikuler dari Miss Hyun Hee.

          “Terima kasih”Katanya lalu menuju ke tempat duduknya. Ia pun membaca daftar ekstra yang ada di formulir tersebut.

         Daftar ekstrakurikuler :

          1.Cheerleader

  1. Basket

          3.Sepak bola

  1. Memasak
  2. Dance
  3. Musik
  4. Taekwondo
  5. Bahasa (Inggris,Jepang, Prancis, Mandarin)
  6. Renang
  7. Kesenian

NB : harapan author, hehe…

         Mark langsung memilih kegiatan ekstra apa yang ingin diikutinya,ternyata ia memilih basket, dance, dan musik (termasuk menyanyi). Ternyata dari belakang Jackson mengintip,

       “Ooh jadi kau ikut basket, dance, dan musik… Sama seperti kita berenam dong” Kata Jackson dengan smirk-nya.

       “Ishh kau ini lihat-lihat saja!” Kata Mark yang langsung menutupi formulirnya. Setelah selesai ia pun menyerahkan nya pada Miss Hyun Hee. Miss Hyun Hee membacanya formulir tersebut sambil mengangguk.

       “Hmm bagus-bagus…” Katanya pelan. Akhirnya langsung saja Miss Hyun Hee memulai pelajaran bahasa inggris.

       “Baiklah anak-anak mari buka buku kalian, page 8 halaman 657. Disitu ada percakapan antara lelaki dan perempuan. Ibu akan memanggil nama kalian untuk percakapan ini. Kalian boleh bawa buku” Miss Hyun Hee melihat murid-muridnya yang akan dipanggil untuk maju kedepan. Kemuan Miss Hyun Hee berpikiran sesuatu “Mark kan pintar bahasa inggris,hmm”

         “Mark dan Mi Joo, tolong kalian kedepan untuk membaca percakapan ini”  Kata Miss Hyun Hee. Sontak Mark dan Mi Joo kaget.

          “Saya? Miss?” Tanya Mi Joo tidak percaya sambil menunjuk dirinya sendiri.

         “Iya, kau dan Mark. Silahkan maju dan bawa buku kalian” Mark sebal akan hal ini, Mi Joo juga.

            “Duuh, sudah dijodohkan, disuruh maju juga dengan namja menyebalkan ini!” Batin Mi Joo.

           “Oke,kalian berdua saling berhadapan, jangan terus-terusan melihat percakapannya. Lakukan dengan ekspresi yang sesuai dengan percakapan ini ya.Kalian harus senyum dan berekspresi, ya…” Jelas Miss Hyun Hee. Keadaan Mark dan Mi Joo sangat canggung. Terihat dari geng Jackson memberi semangat pada Mark dan Mi Joo, apalagi Yugyeom dan BamBam membuat tangann berbentuk LOVE kepada mereka berdua. Jiae juga ikut-ikutan, ia membuat tulisan PERJODOHAN dan tulisan tersebut diarahkan ke Mi Joo.Mi Joo yang melihat itu langsung kesal dan membuat kepalan tangan untuk Jiae.

          “Baiklah,silahkan dimulai” Suruh Miss Hyun Hee. Mereka berdua pun memulainya dengan rasa canggung. Pemain percakapan tersebut bernama Luke dan Ashley.

             “Well,Luke.This garden is so beautiful. I can’t believe you show it for me. And also I love these flowers. So beautiful” Mi Joo dengan rasa agak canggung.

            “Yeah, I know. I’m happy if you love this garden. This garden really amazed me.” Mark yang tadinya sambil membaca bukunya.

            “You always make me smile, Luke.I don’t know what to say but I, I really lucky to have a friend like you.” Mi Joo sambil melihat juga, tapi karena agak hafal jadi dia berekspresi.

           “Thanks. Anyway, I have one reason why I take you here. Umm, I want to confess something…” Mark sambil tersenyum, walaupun agak dipaksa tapi senyum manis.

            “What is it?” Mi Joo bisa sambil berekspresi.

             “I love.. you?” Ketika melihat dialognya, Mark kaget. Makanya dia agak jeda sedikit. “What?” Katanya dia.

               “I love you?” Tanya Mi Joo, lalu ia melihat dialognya ‘Luke’ di bukunya tersebut, ia mengucek-ucek matanya tidak percaya. Murid-murid dikelas pada heboh, apalagi gengnya Jackson dan Jiae juga. Bahkan gengnya Jackson berseru.

               “Hah? Apa? I love you?” Tanya Mi Joo tidak percaya lagi. Ia pun menatap Miss Hyun Hee dan bertanya,

                 “Miss, I love you?” Miss Hyun Hee mengangguk dengan senyumnya, ia pun melanjutkan,

                 “Iya, dan disitu ada juga ada adegan pegangan tangan dan kiss. Tapi karena kalian berteman, kiss nya diganti saja dengan hug.” Mi Joo langsung memejamkan matanya tidak percaya, “Bisa-bisanya sih” batinnya. Ia melohat kembali bukunya, dan benar, didalamnya dialognya ada terdapat pegangan tangan dan kiss.

                “Ciee yang dalam masa cinta…” Teriak Jackson. Mark hanya menampakkan wajah marah pada Jackson.

                “Haissh bisa-bisanya buku pelajaran ada seperti ini, dan itu kenapa aku baru nyadar” batin Mi Joo kesal. Akhirnya mau tidak mau mereka melakukan adegan ini.

               “Ulang ya dari I love you. Ayo, Mark. Dengan ekspresi yang bagus, ya…” Suruh Miss Hyun Hee. Mark hanya mengangguk cuek. Dalam hati Mark juga tidak suka seperti ini.

               “I love you…” Mark hampir gugup mengatakannya, namun ia sambil senyum.

               “What? Umm, Luke…” Ekspresi Mi Joo tumben bagus. Sekarang ceritanya mereka ada kontak mata. Dan benar, mereka seolah bertatapan beneran.

               “Ya ampun, kita bertatapan.” Batin Mi Joo.

               “Kalau dia tenang begini malah terlihat cantik” Batin Mark.

              “Yes, I love you, Ashley. Do you love me?” Kini ekspresi Mark benar-benar serius dalam menghayati dialog tersebut. Membuat hati Mi Joo berdebar-debar.

              “Yes, I do. I love you too” Mi Joo sambil menampakkan ekspresi senyumnya. Dalam adegan tersebut Luke memegang tangan Ashley, maka Mark memegang tangan Mi Joo sambil mengelusnya. Tak disangka akan seperti ini.

                “Aduuh kenapa seperti ini ya? Apa aku kena heart attack hanya karena begini? Mark juga sangat harum. Tenang, Mi Joo. Ini hanya akting, bukan beneran” Kata Mi Joo dalam hati. Tiba-tiba Mark langsung memeluk Mi Joo sebagai adegan pengganti kiss. Pelukan itu tidak sebentar, agak lama. Ketika berada di pelukan Mark, Mi Joo merasa pipinya merah dan panas, ia pun mengaku berada di pelukan Mark sangatlah nyaman walaupun hanya akting. Mark juga demikian, kini ia melupakan rasa tidak sukanya pada Mi Joo dengan memeluk Mi Joo. Mark juga menyempatkan dirinya untuk memejamkan matanya sebentar dann mengelus rambut Mi Joo, karena saking menghayatinya. Ia sepertinya berhasil membuat percakapan ini bagus.

               “Kenapa aku merasa tenang dalam posisi ini? Sepertinya aku tidak ingin melepaskan, tapi kan ini hanya akting. Rambutnya juga halus sekali. Mungkin aku melupakan kejadian menyebalkan kemarin.” Batin Mark. Murid-murid lain yang melihat kejadian ini langsung tersentuh, bahkan para yeoja ada yang cemburu. Gengnya Jackson pada suka adegan ini, sedangkan Jiae melihatnya dengan mata yang terkagum-kagum.

            “Kalau mereka benar-benar cinta beneran ini pasti bagus…” Kata Jiae dalam hati. Setelah itu, Mark harus melepaskan pelukannya, yaah… Agak lama juga memang, bahkan Mi Joo menunggu-nunggu “Sampai kapan ia akan memelukku seperti ini? Tapi aku nyaman juga sih” Batinnya. Miss Hyun Hee lalu memberi tepuk tangan sangat meriah disertai senyumannya, lalu diikuti tepuk tangan murid-murid lainnya.

           “Wahh, bagus sekali. Sangat bagus” Kata Miss Hyun Hee sambil tepuk tangan.

           “Aahh I’m getting jealous” Kata salah satu yeoja sambil tepuk tangan.

           “Kerennya” Kata salah satu murid.

            “Yahh, Miss! Kenapa tidak kiss saja biar keren” Katanya Jackson.

            “Jackson! Itu tidak mungkin!” Kata Miss Hyun Hee.

              “Baiklah kalian berdua silahkan duduk, mungkin kalau ada drama bahasa Inggris kalian bisa diikutsertakan. Tentunya menjadi pasangan.”Kata Miss Hyun Hee. Mi Joo hanya menampakkan senyum canggungnya, lalu mereka berdua pun duduk di bangku mereka masing-masing.

           “Tadi itu keren” Bisik Jiae dari belakang.

           “Sst, diam! Ini akan menjadi mimpi burukku” Balas Mi Joo.

           “Waah Mark! Tadi itu sungguh keren” Kata JB. Namun Mark hanya diam. Lalu pelajaran bahasa Inggris berlalngsung.

Istirahat – Di kantin

           “Work work work work work, he said me haffi  work work work work work” Mi Joo menyanyikan lagu Rihanna yang berjudul Work dengan headsetnya. Jiae mendengar itu langsung berkesan aneh.

            “Kau nyanyi apa sih, daritadi wek wek wek wek wek” Kata Jiae sambil melirik HP Mi Joo.

            “Wek wek apaan sih? It’s work work work work work, not wek wek wek wek wek” Kata Mi Joo membenarkan.

            “Je ne sais pas” Kata Jiae dengan berbahasa Perancis yang berarti “Aku tidak tau”

            “C’est dommage” Jawab Mi Joo dengan berbahasa Perancis yang berarti “Kasihan” . Jiae hanya menjulurkan lidahnya pada Mi Joo.

              “Ya tapi setidaknya aku lebih pintar bahasa Perancis daripada kau” Lawan Jiae lagi. Mi Joo yang masih memainkan HP nya hanya membalas “Terserah”. Jiae melanjutkan memakan makanannya. Kemudian, 7 namja yang membawa makanan menghampiri meja mereka berdua.

             “Jiae, boleh kami bertujuh duduk disini? Karena tidak ada tempat lagi, tempat yang lain sudah penuh” Jelas Junior. Jiae mendongak melihat mereka bertujuh. Kemudian Jiae menyenggol tangan Mi Joo,

              “Mi Joo, mereka bertujuh boleh ya duduk disini, kasian mereka tidak ada tempat lagi” Kata Jiae. Mi Joo hanya mengangguk, namun ketika melihat Mark juga ada disitu, ia menanya balik ke Jiae “Termasuk Mark?” Tanyanya pelan. Jiae mengangguk. Lalu Mi Joo membolehkan.

            “Ya kalian boleh duduk disini” Kata Jiae dengan tersenyum. Kemudian mereka bertujuh pun duduk dengan membawa makanannya.

          “Sudahlah kau tidak boleh menatap layar ponselmu terus, tidak baik tau! Ayo habiskan makananmu!” Jiae mengambil HP nya Mi Joo, Mi Joo langsung kaget.

          “Hey kau!” Kata Mi Joo yang kaget.

          “Memang siapa sih yang kau lihat? Ohh Mingyu oppa… Memang setampan apa sih dia sampai-sampai kau tertarik padanya?” Jiae yang men-scroll bawah HP-nya Mi Joo. Langsung Mi Joo menarik HP-nya kembali.

           “Sst bukan urusanmu!” Mi Joo meletakan HP-nya di sakunya.

           “Kenapa? Kau suka pada seseorang? Yaah padahal kuharap orangnya adalah Mark…” Kata BamBam dengan terus terangnya.

           “Mark? Heh? Sejak kapan aku suka padanya…” Kata Mi Joo. Tapi Mark hanya diam dan fokus dengan makanannya.

          “Oh ya, yang tadi itu benar? Kau dijodohkan dengan Mark?” Tanya Yugyeom.

          “Tapi percuma saja kau suka pada orang lain kalau ujung-ujungnya dijodohkan dengan Mark, hahaha…” BamBam tertawa sambil tos dengan Jackson.

           “Haha kau benar, Bam!” Kata Jackson setuju. Kemudian Mark yang mendengar itu langsung menepuk mejanya sehingga membuat yang lain kaget.

           “Kalian tidak bisa diam, huh? Fokuslah dengan makanan kalian!” Kata Mark marah. Lalu Jiae melanjutkan,

           “Kalian sih dasar pembuat onar! Yang perjodohan itu hanya kita saja yang tau, oke? Jangan sampai yang lain tahu akan hal ini. Bisa-bisa ini membuat kacau Mark dan Mi Joo” Jiae pun menatap ketujuh namja itu.

         “Kausih yang memberitahu!” Kesal Mi Joo. Jiae senyum tanpa dosa pada Mi Joo,

         “Hehe, maaf. Keceplosan…” Mi Joo hanya diam. Youngjae masih kepo soal perjodohan itu, dia bertanya,

         “Tapi kenapa Mark dan Mi Joo dijodohkan? Mereka jugaan tidak saling cinta kan, apalagi saling suka…” Jiae yang mendengar itu lalu menatap tajam Youngjae.

           “Oke oke, mian mian…” Ia pun melanjut makanannya. Suasana pun menjadi sangat diam, tapi Jackson memulai pembicaraan duluan.

         “Mark, ayo senyumlah… Jangan seperti itu terus” Jackson menunjukkan senyum yang sok imut.

          “Apaan sih” Mark seperti itu. Namun akhirnya Mark senyum juga, sebenarnya ia menahan ketawa karena senyum sok imut Jackson.

          “Mark kalau senyum manis juga ya, dia juga terlihat tampan” Batin Mi Joo.

           “Mark, bagaimana rasanya tadi berdialog romantis dengan Mi Joo?” Tanya JB.

         “Biasa saja” Kata Mark dingin sambil memotong makanannya.

         “Benarkah? Hmm bohong! Kalian melakukannya dengan baik tadi. Bahkan Miss Hyun Hee selama percakapan berlangsung senyum-senyum sendiri. Kalian mendapat chemistry yang membuat kita semua terpana oleh kalian. Bahkan para yeoja juga pada cemburu…” Jelas Junior.

          “Menurut kalian begitu? Terlihat memang seperti itu, tapi sebenarnya aku tidak -_-” Kata Mark. Jiae dan Jackson dkk hanya pasrah mendengar jawaban Mark.

           “Bagaimana menurutmu, Mi Joo?” Tanya JB ke Mi Joo. Mi Joo pun menjawab jawaban yang sama pada Mark, “Biasa saja” Yang lainnya pun akhirnya cemberut.

          “Baiklah baiklah, karena pasangan kita sedang bad mood hari ini maka kita tidak akan mengganggu” Kata BamBam dengan sok bijak. Mark pun menjitak kepalanya BamBam. BamBam hanya mengerang kesakitan sambil memegang kepalanya.

          “Oh ya, ekstrakurikuler yang dipilih Mark sama seperti kita loh. Basket, musik, dan dance. Berarti kita selalu bersama Mark…” Kata Jackson. Lalu Jiae menambahkan lagi,

          “Kalau Mi Joo memasak, bahasa, dan kesenian. Yaah kalian berbeda”

           “Itu tidak apa, bagus malah” Kata Mi Joo.

            “Kalian sampai kapan sih begini terus? Maksudku, kalian terus saja bertengkar” Kata Youngjae. Mi Joo hanya mengangat bahunya sambil makan, sedangkan Mark hanya diam.

           “Tidak mungkin lah selamanya seperti ini” Tambah Yugyeom.

           “Issh kalian berisik terus dari tadi, ah yasudahlah aku beli es krim sebentar ya. Ada yang mau nitip?” Kata Mi Joo. Gengnya Jackson mengangkat tangan kecuali Mark, serta Jiae juga ikutan angkat tangan.

         “Baiklah, aku beli dulu ya” Mi Joo pergi membeli es krim, tidak jauh dari kantin. Mark juga ingin membeli sesuatu, tapi jus jeruk.

          “Aku akan kembali, aku ingin membeli jus jeruk” Mark langsung bangun dari tempat duduknya dan menuju ke tempat jualan jus jeruk. Ternyata Mark dan Mi Joo satu arah, karena yang jualan jus jeruk dan es krim itu satu tempat.

           “Waah mereka satu jalur, lihatlah mereka” Bisik BamBam pada yang lain.

          “Iya ya, hebat sekali” Kata Youngjae.

           “Aku harap mereka jadian beneran…” Kata Jiae.

 KETIKA SEDANG MEMBELI…

         “Tunggu uangnya ya, ahjumma…” Kata Mi Joo pada ahjumma yang menjual es krim dan jus jeruk. Padahal sebelahnya ada Mark namun Mi Joo biasa saja.

          “Ya ampun! Dompetku! Aahh ketinggalan dimeja makan! Ihh pabo aku belum mengambilnya. Aduuh tempatnya paling jauh lagi!” Kata Mi Joo yang kesal pada dirinya.

           “Bagaimana ini!!!” Mi Joo mengacak-acak rambutnya. Kemudian Mark yang ada disebelahnya berkata,

           “Sudahlah jangan terlalu menyesal, biar aku saja yang bayar. Ahjumma, aku bayar jus jeruk ini dan es krim gadis ini ya.” Mark pun menyerahkan uangnya kepada ahjumma tersebut. Mi Joo menatap Mark dengan ekspresi kaget.

           “Kenapa kau membayarkanku? Tidak usah, lagipula aku tidak enak, kan es krim yang aku beli banyak.” Kata Mi Joo yang membujuk Mark. Kemudian Mark menghadap Mi Joo,

         “Kau mau kembali ke tempat makan dengan jarak yang jauh dari sini hanya untuk mengambil dompetmu?” Mi Joo hanya terbengong. Ia tidak bisa berpikir apa-apa, menurutnya perkataan Mark itu benar.

         “Sudahlah jangan mengacak-acak rambutmu lagi, kau tau kan rambutmu ini bagus kenapa kau acak-acak?” Mark langsung merapikan rambut Mi Joo yang agak berantakan. Sebenarnya Mark ingin menyentuh rambut Mi Joo yang halus ini. Mi Joo tersentak apa yang dilakukan Mark sekarang. “Ternyata Mark baik juga” batinnya. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia cukup punya tatapan kosong.

           “Nah seperti ini kan cantik” Kata Mark lagi. Mi Joo masih ada di posisi mematungnya. Sedangkan terlihat dari jauh, gengnya Jackson dan Jiae melihat mereka berdua. Bahkan sambil berkata “wow serasinya” “cocok sekali” “omg” dan kalimat memuji lainnya.

            “Ini uangnya, ahjumma. Terima kasih ya…” Kata Mark dengan ramah memberikan uangnya. Lalu Mark kembali ke tempat makannya, baru dua langkah, Mark membalikkan badan ke Mi Joo.

          “Kau sedang apa masih seperti itu? Ayo” Ajak Mark. Mi Joo lalu berjalan ke arah Mark,

           “Terima kasih ya, Mark” Kata Mi Joo, Mark hanya mengangguk disertai senyuman walaupun hanya sebentar.

           “Lihat, mereka kembali! Bersikaplah seperti biasa” Suruh Jackson.

           “Haaii Mark, Mi Joo…” Sapa Yugyeom. Mi Joo membalas sapaan Yugyeom hanya dengan senyuman.

          “Es krim! Es krim!” Seru Junior dan BamBam. Kemudian Jiae pura-pura kaget,

           “Waah, Mi Joo! Kau melupakan dompetmu! Bagaimana kau membayarnya?” Tanya Jiae dengan sikap pura-puranya. Padahal ia tau sebenarnya.

          “Iya, bagaimana bisa?” Tanya JB dengan pura-puranya.

           “Hmm, Mark yang membayarnya. Aku lupa mengambil dompetku…” Kata Mi Joo pasrah.

           “Waah, ternyata Mark baik sekali ya. Waaahhh…” BamBam pun ikut-ikutan.

            “Sudahlah, makan saja es krim nya!” Suruh Mark sambil membuka jus jeruknya.

            “Oh ya Mark, nanti aku ganti uangnya ya” Kata Mi Joo.

             “Tidak usah! Anggap saja ini sebagai permintaan maafku, aku tau kau masih kesal soal kemarin” Kata Mark dengan dingin seperti biasa. Mi Joo selalu tidak bisa berkata apa-apa karena jawaban Mark selalu cerdas. Jackson dkk dan Jiae hanya “emmmm”

          Setelah selesai makan, mereka menuju ke kelas. Namun pas perjalanan ke kelas, Mark melihat lokernya dipenuhi kertas amplop berwarna pink serta hadiah-hadiah. Dia yakin itu pasti dari penggemarnya.

             “Wahh, Mark! Kau sudah punya penggemar rupanya. Lihatlah banyak sekali amplop dan hadiah. Ada coklatnya juga!” Kata BamBam.

            “Kalian ambil semua itu, aku tidak memerlukannya” Kata Mark yang langsung menuju kelasnya.

            “Wahh dia! Kita mana ada seperti Mark yang memiliki banyak penggemar!” Kata Junior. Akhirnya mereka berenam mengambil semua hadiah dan surat untuk mereka sendiri.

Di kelas

          “Hey Mark, aku sangat suka padamu. Kau itu sangatlah tampan, bahkan keren. Sifatmu yang pendiam bahkan membuatku lebih penasaran padamu. I LOVE YOU, MARK!” BamBam membaca surat dari penggemar Mark. BamBam duduk di atas mejanya, yaah karena belum bel masuk.

          “HAHAHA lucu sekaliii” Keenam sahabat itu tertawa. Bahkan Mi Joo dan Jiae yang mendengar itu juga tertawa.

        “Ini, ini ada yang lebih lucu lagi. Ohh Mark Yi En Tuan alias Mark Tuan yang memiliki wajah paling rupawan di sekolah ini… Kau tau, kau bagaikan pangeran yang sedang mencari cinta. Oleh karena itu aku sangat percaya diri bahwa kau akan menjadi milikku, oh pangeranku… I LOVE YOU, my prince. Kiss kiss from me, muach!” BamBam pun memperagakan bagian kiss kiss nya. Yang lain langsung tertawa, apalagi Jiae.

        “Euuww..” Kata Mi Joo. Mark tidak mendengarkan mereka, karena ia sedang mendengarkan musik.

         “Jiae, aku ingin selepas pulang sekolah ini, tolong antarkan aku ke kampus sebelah ya…” Kata Mi Joo pada Jiae.

        “Kenapa?” Tanya Jiae.

        “Itu, Mingyu oppa…” Mi Joo mengangkat kedua alisnya. Ia ingin bertemu dengannya dan berkenalan padanya. Jiae yang mendengar itu langsung agak kecewa, karena menurutnya Mi Joo hanya cocok pada Mark.

      “Mau ya, mau ya???” Kata Mi Joo dengan puppy’s eye. Jiae hanya pasrah, ia pun mengangguk.

       “Hmm, baiklah.”Kata Jiae. Mi Joo langsung memeluk sahabatnya itu.

       “Terima kasih, Jiae!!!” Jiae hanya terdiam pasrah. Percakapan keduanya didengar oleh gengnya Jackson.

      “Kau mau ke kampus sebelah? Mau ketemu Mingyu itu?” Tanya Youngjae. Mi Joo mengangguk sambil senyum. Lalu keenam sahabat itu menatap Mark, Mark tidak berkutit sama sekali alias tidak peduli.

     “Mau apa kau kesana, huh? Kau kan sudah punya jodoh jadi buat apa cari jauh-jauh mencari jodoh lain?” Kata BamBam asal-asalan. Walaupun dia troublemaker dan omongannya ngasal, dia itu benar dan bijaksana.

      “Ehh, memang tidak boleh ya aku berteman dengannya? Kenapa kau sewot sekali?” Tanya Mi Joo.

     “Teman apa teman? Hmm, nanti lama-lama jadi suka. Aku tahulah itu. Lebih baik jangan” Jawab BamBam yang posisinya masih duduk di atas mejanya.

    “Kau diamlah!” Mi Joo memukul BamBam. Namun BamBam belum ada kapoknya, ia masih ingin berbuat ulah. Ia ke mejanya Mark lalu melepas headsetnya Mark.

      “Mark, kau tau kalau pulang sekolah ini, Mi Joo akan bertemu dengan seorang namja yang bernama Mingyu!” BamBam meneriaki di tepat telinganya Mark, dan itu membuat Mark merasa terganggu. Mark pun akhirnya membalas dengan melempar pipi BamBam (seperti menampar)

        “Diamlah kau ini, dari tadi rebut saja!” Mark memasang headsetnya kembali.

         “Kapok kau!” Kata Mi Joo. BamBam hanya menampakkan wajah kesalnya.

       Sepulang sekolah – Di kampus Yongrin Seoul  University

             “Mana ya dia? Hfft” Mi Joo menghela nafas.

              “Sudahlah Mi Joo kalau dia tidak ada. Aku lelah menunggu terus.”  Jiae terus menatap jam tangannya.

               “Tunggulah sebentar, pasti dia ada kok” Mi Joo melirik-lirik disekitarnya. Akhirnya ada juga orangnya, Mingyu menuju keluar kampus.

              “Nah itu dia!” Kata Mi Joo sambil menunjuk Mingyu.

              “Apa aku sudah cantik? Jiae?” Mi Joo merapikan rambutnya.

              “Umm ya ya…Su-sudah rapi kok” Kata Jiae terbata-bata. Tanpa menyapa duluan, Mingyu malah menemui mereka berdua.

             “Hai,” Sapa Mingyu sambil melambaikan tangan.

             “Umm, hai juga…” Mi Joo membalas sapaan Mingyu.

              “Ya ampun dia begitu tampan!” Batin Mi Joo. Jiae hanya memiliki perasaan aneh. Ia tidak suka kalau Mi Joo menyukai Mingyu, entah kenapa.

             “Kau yang kemarin itu kan?” Kata Mingyu, Mi Joo mengangguk.

              “Ehh, i-iya…” Mi Joo gugupnya berkata seperti itu.

              “Perkenalkan namaku Mingyu. Aku kuliah disini. Namamu siapa?” Mingyu pun menawarkan jabatan tangan pada Mi Joo.

             “Namaku Mi Joo. Aku bersekolah di Seoul High School, tentunya. Senang berkenalan denganmu” Mi Joo membalas jabatan tangannya pada Mingyu.

            “Ahh, aku juga… Umm, kau mau berteman denganku? Aku akan memberimu nomor teleponmu, karena aku ada urusan lain jadi aku harus pergi cepat” Kata Mingyu. Jiae hanya kesal dengan hal ini. Mi Joo dengan cepat mengiyakan.

          “Ohh ok ok,” Mereka berdua pun saling memberi nomor telepon masing-masing. Jiae yang tidak tahan akan situasi seperti ini cepat-cepat mengajak Mi Joo pergi.

         “Mi Joo ayo cepat kita pergi!” Jiae menarik tangan Mi Joo dengan cepat.

         “Ehh, Mingyu oppa nanti kita SMS-an ya. Daaa” Kata Mi Joo sambil melambaikan tangannya pada Mingyu. Mingyu pun membalas lambaian tangannya pada Mi Joo.

          “Ya, hati-hati ya” Balas Mingyu.

        “Jiae! Hey! Ada apa denganmu! Kenapa kau seperti ini sih? Tanganku sakit karena kau menariknya terlalu kencang” Jiae pun melepas tangan Mi Joo.

        “Kau mau berteman dengan Mingyu oppa?” Katanya dengan nada kesal. Mi Joo mengangguk.

         “Baiklah kalau itu membuatmu bahagia” Jiae langsung meninggalkan Mi Joo.

         “Ya! Jiae! Kau kenapa sih!” Mi Joo langsung mengejar Jiae. Mereka pun akhirnya satu jalur, dan…

          “Mi Joo, ayo ikut aku” Ajak Mark yang berada di mobilnya.

          “Kemana?” Tanya Mi Joo.

           “Pulang bersamaku” Jawab Mark santai.

        “Mwo? Tidak mauu!!” Mi Joo menggeleng tidak mau. Jiae yang tadinya cemberut langsung tersenyum kembali.

         “Waah itu keren. Iyakan saja, Mi Joo” Kata Jiae.

         “Ihh tidak mau!” Mi Joo tetap menolak.

          “Ini ibuku yang menyuruh. Ibuku juga sudah sepakat pada orang tuamu. Kalau bukan ibuku yang menyuruh aku tidak akan mau” Kata Mark cuek. Mi Joo menampakkan wajah sedihnya pada Jiae, namun Jiae hanya memberi semangat.

         “Iihh terima saja, Mi Joo. Nanti kalau kau tidak ikut mau sama siapa? Ayolah….” Bujuk Jiae.

         “Bagaimana yang lain? Kenapa tidak bersama Jackson, JB, Yugyeom, Junior, BamBam, dan Youngjae. Jika ada mereka aku ikut. Aku tenang bersama mereka” Kata Mi Joo dengan nada manja. Mark berdecak kesal.

          “Haiish kau ini sungguh kekanak-kanakan. Ya kali kalau aku menculikmu. Pokoknya cepat kau harus naik!” Desak Mark yang sudah tidak tahan akan sikap Mi Joo. Mi Joo lalu menatap Jiae,

          “Aaahh Jiae… Kau bagaimana?” Mi Joo dengan wajah sedih.

           “Tidak apa, nanti aku juga dijemput. Pokoknya kau jangan khawatir. Ayo sana” Jiae sangat semangat akan hal ini.

            “Ck, tadi pas aku dengan Mingyu oppa kau cemberut, sekarang aku bersama Mark kau nya sangat semangat.” Kata Mi Joo dengan ekspresi kesal pada Jiae. Jiae hanya menampakkan wajah tanpa dosanya.

             “Hehe… Peace” Kata Jiae. Langsung saja Mi Joo naik mobilnya Mark. Para yeoja yang melihatnya langsung iri. Mereka berharap ada di posisi Mi Joo saat ini. Mi Joo menaiki mobil Mark dan menutupnya dengan kasar.

            “Kau tahu rumahku?” Tanya Mi Joo. Mark hanya “Hmm” yang artinya tahu. lalu ia mulai melajukan mobilnya. Tak lupa Mi Joo melambaikan tangannya ke Jiae.

           “Hati-hati ya…” Kata Jiae.

            Ketika di perjalanan, suasana di mobil sangatlah sepi. Ya dikarenakan sifat Mark yang pendiam. Rasa canggung mengisi suasana di mobil. Dari tadi Mi Joo bosan, akhirnya ia memulai pembicaraan pada Mark.

          “Ehhm Mark, kau tahu darimana kalau aku harus pulang bersamamu?”

          “Ibuku tadi SMS” Kata Mark dingin. Mi Joo hanya “Oohh…” Lalu Mi Joo bertanya lagi,

           “Dan bagaimana kau akan tahu rumahku?”

           “Bukan urusanmu” Kata Mark cuek. Lalu Mi Joo mulai berprasangka buruk pada Mark.

           “Ah! Kau benar kan mau menculikku! Mau memutillasiku habis itu kau membuangku! Ah jangan-jangan kau psikopat! Kau pura-pura menjadi pendiam, dingin, dan cuek hanya karena ingin menculikku, iya kan iya kan! Ahh aku harus berteriak minta tolong!” Mi Joo sangat berlebihan, akhirnya dengan santainya Mark meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Mi Joo. Mi Joo lalu terdiam, rambutnya kembali acak-acakan lagi. Poninya kebawa kedepan. Lalu ia meniup poninya sebagai menghela nafas.

         “Apa kau bisa bersikap tenang seperti di drama bahasa Inggris tadi” Kata Mark sambil menyetir mobilnya. Lalu Mi Joo merilekskan tubuhnya, dia menyandar diri di kursi mobil yang ia duduki.

        “M-maaf” Kata Mi Joo. Mark pun melepas jari telunjuknya. Mi Joo pun menenangkan dirinya. Keheningan pun terjadi lagi.

         Beberapa menit kemudian…

        “Kau pasti bosan ya” Kata Mark, Mark pun akhirnya mengambil CD musik yang ada di dasbor mobilnya lalu memasangkannya. CD itu album dari One Direction, yang berjudul “Take Me Home” walaupun album itu sudah lama, tapi Mark lebih menyukai album Take Me Home diantara album 1D lainnya.

        “Kau pasang CD One Direction?” Tanya Mi Joo. Mark mengangguk. Lalu Mi Joo bertanya lagi,

         “Kau suka One Direction?” Mark pun menjawab,

          “Tidak juga, banyak penyanyi yang aku suka tapi aku mungkin lebih ke One Direction” Katanya.

         “Berarti kau tahu dong Zayn keluar dari 1D” Tanya Mi Joo pada Mark.

          “Iya, tentu tahu. Aku agak kaget mendengar berita itu, karena member favoritku Zayn” Mark mungkin bercerita tentang sisi fanboy.

         “Zayn? Ahh iya… Aku juga suka Zayn, waktu mendengar beritanya keluar aku langsung menangis selama dua minggu. Itupun Jiae sangat kewalahan membujukku” Mi Joo menceritakan itu sambil tertawa sedikit. Mark pun ikut-ikutan tertawa, namun tertawa kecil.

        “Haha, dasar kau…” Mark pun mulai tersenyum. Jarang-jarang kalau ia tersenyum.

          “Oh ya Mark, kau tahu tidak lagunya 1D yang liriknya, umm… Aku lupa judulnya, they don’t know about the things we do, they don’t know about that I love you” Mi Joo pun mengingat-ingat kembali tapi nampaknya ia benar-benar lupa.

        “They don’t know about, they don’t know about us. Judulnya They Don’t Know About Us” Tadi Mark menyanyikan sedikit, akhirnya ia memberitahu juga.

         “Ohh iya! They Don’t Know About Us! Aku lupa hehe… Terima kasih ya” Rasanya bahagia sekali Mi Joo bisa tahu judul lagu itu.

Sesampai di rumah Mi Joo

           “Yee sudah sampai. Wahh Mark, ternyata kau bukan penculik ya” Mi Joo nyengir, ia tampaknya malu atas perkataan tadi.

           “Makanya jangan berprasangka buruk dulu” Mark membuka sabuk pengamannya lalu keluar mobil. Begitu juga dengan Mi Joo.

          “Ibu, aku pulang!” Mi Joo membuka pintu rumahnya. Ketika dibuka, ternyata ada Ibunya Mark juga disana.

         “Ehh sayang, kemari Mi Joo” Seru ibunya. Mi Joo bersalaman juga dengan Ibunya Mark.

      “Hai, Mark” Sapa ibunya Mi Joo, lalu Mark bersalaman juga dengan ibu Mi Joo.

      “Mark sayang” Kata Ibunya Mark sambil mengelus rambut anaknya.

        “Terima kasih ya sudah mengantar Mi Joo” Kata Ibunya Mi Joo. Mi Joo duduk disamping ibunya.

        “Iya, sama-sama tante” Jawab Mark dengan sopan.

        “Cih, dia sopan depan ibuku tapi nyatanya di sekolah dia cueknya minta ampun” Batin Mi Joo.

      “Mark, tadi mom kesini diantar ayahmu. Ayahmu pergi ke kantornya jadi nanti mom pulang bersamamu, ok?” Kata Ibunya Mark, Mark pun mengangguk.

       “Ahh iya, Mi Joo sayang, tolong buatkan minuman buat Mark. Bisa kan?” Suruh ibunya Mi Joo,

         “Ah? I-iya bu, akan aku buatkan” Katanya, ia langsung menuju dapur untuk membuat minuman. Mi Joo membuatkan sirup stroberi *kek marjan eeh  untuk Mark.

       “Terima kasih” Kata Mark yang sudah diberi sirup stroberi oleh Mi Joo. Mark pun langsung meminumnya.

       “Umm bagaimana sekolahnya tadi? Baik-baik saja kan? Bagaimana dengan kalian berdua? Kalian sudah mulai dekat?” Tanya ibunya Mi Joo.

          “Yaa, belum begitu sih. Hanya sekedar berbicara saja, ya” Kata Mi Joo  yang nampak sedang memikir.

          “Ohh, tidak apa. Lama- lama juga deket kok” Lanjut Ibunya Mark, Mi Joo hanya menampakkan senyum yang dipaksa.

           “Jadi begini, tante kesini sudah membicarakan sesuatu. Kalau mulai besok dan seterusnya kalian harus terus bersama, jadi Mark tiap hari harus mengantar dan menjemput Mi Joo pulang. Kemana-mana juga harus bersama, bagaimana?” Kata Ibunya Mark dengan menampilkan senyumnya. Mark dan Mi Joo kaget,

           “Eh, mom? Tidak mungkin kan, aku juga punya waktu bersama dengan teman-temanku. Masa aku harus bersamanya terus?” Tegas Mark, Mi Joo pun menambahkan lagi,

            “Iya tante, bukannya apa, aku juga ingin waktu bersama temanku, melakukan hal menyenangkan dan hal lainnya. Dan tidak mungkin aku meminta Mark untuk terus bersamaku”

         “Begini Mi Joo, maksudnya itu kalian harus selalu bersama agar lebih saling mengenal. Itulah inti dari perjodohan. Tapi yang lebih penting Mark harus selalu mengantar dan menjemput Mi Joo setiap sekolah, dan kemanapun Mi Joo ingin pergi” Ibunya Mi Joo makin memperjelas.

       “Ehh perjodohan lagi perjodohan lagi” Batin Mi Joo.

       “Bagaimana menurut kalian? Oh ya, kalian setuju kan dengan perjodohan ini?” Tanya Ibunya Mi Joo. Mi Joo mengangguk iya dengan ragu, Mark hanya terdiam.

         “Mark, mau ya…Please” Bujuk ibunya Mark. Mark pun akhirnya menyetujui walaupun hatinya tidak mau. Ibunya Mark dan Ibunya Mi Joo sangatlah senang. Mi Joo hanya menunduk, ia sangat sedih karena ia telah menyukai Mingyu oppa, ia juga yakin Mark juga tidak mau. Tapi apa boleh buat?

          “Ya ampun, kalian pasti akan menjadi pasangan yang serasi” Kata Ibunya Mi Joo. Mi Joo semakin menunduk dan Mark semakin terdiam, ia masih kesal.

       “Ibu, tante, aku mau berbicara dengan Mi Joo sebentar ya” Kedua ibu tersebut sangat setuju dan mengangguk. Mark dengan cepat menarik tangan Mi Joo dan membawanya berbicara keluar.

        “Kau? Kau setuju atas perjodohan ini?” Tanya Mark dengan nada agak tinggi.

       “Kau tahu kan aku sebenarnya tidak mau. Yaah mau bagaimana lagi? Aku mau tidak mau harus menyetujui perjodohan ini karena Jiae memberikanku kesadaran kalau sekaranglah waktu yang tepat untuk membuat kedua orang tuaku bahagia. Orang tuaku bahagia atas perjodohan ini, dan aku sama sekali tidak boleh menolak” Jelas Mi Joo. Mark berdecak kesal,

      “Ck, aku juga tidak mau! Lalu bagaimana?” Tanyanya.

       “Kau juga mau tidak mau harus menerima ini. Kau sadar kan berapa banyak pengorbanan orang tuamu padamu? Sekarang kau harus membalas budi dengan perjodohan ini meskipun kau tidak mau” Akhirnya Mark pun sadar atas perkataan Mi Joo, kini ia ingin melihat orang tuanya bahagia. Jadi ia harus melakukan ini.

     “Baik, baiklah aku menerima perjodohan ini. Kalau begitu aku minta nomor HP-mu” Kata Mark. Mereka berdua saling menukar nomor satu sama lain. Setelah itu mereka berdua kembali masuk ke dalam.

      “Kalian barusan berbicara apa?” Tanya Ibunya Mark.

       “Eh, tidak… Tentang perjodohan ini” Jawab Mark sambil kembali duduk.

      “Ohh, iya iya. Seorang pasangan muda memang harus membicarakannya juga, ya kan?” Kata Ibunya Mark,

      “Iya, belum lagi sebentar lagi kita akan menentukan jadwal pertunangan, lalu pernikahan, setelah itu resepsi pernikahan. Duuh memang banyak sekali yang harus dilakukan, dan ibu juga tidak basar memiliki cucu” Kata Ibunya Mi Joo yang membuat Mi Joo dan Mark mengangkat alisnya.

      “Ibu…provokasi macam apa ini?” Batin Mi Joo.

      “Ibu, bagaimana kalau aku hamil walaupun masih sekolah? Aduuh bisa parah jadinya…” Khawatir Mi Joo. Mark yang mendengar juga berpikir “Iya juga ya”

      “Ahh tidak apa, lagipula kalian sebentar lagi sekolahnya mau selesai kan? Dan untuk jaga-jaga kau pakai pengaman ya” Kata Ibunya Mi Joo *NB : author ketawa pas bikin bagian ini*. Mark dan Mi Joo tambah kaget.

      “Aahhh Ibu!!!!! Pengaman, maksudnya???” Mi Joo semakin khawatir, gila sekali ia masih sekolah menggunakan itu.

     “Tidaklah tidak mungkin! Kau ini, iih… Kau berjaga-jaga saja, ya pokoknya itu urusan kalian. Tapi kalau kau mau ya pakai saja” Tambah Ibunya Mi Joo. Mi Joo tambah khawatir.

        “Yasudah ya, kami pulang dulu” Pamit Ibunya Mark.

         “Ohh ya ya, silahkan. Terima kasih sudah mampir” Ibunya Mark dan Ibunya Mi Joo berpelukan.

       “Selamat tinggal, Mi Joo” Kata Ibunya Mark, Mi Joo hanya melambaikan tangannya. Setelah Mark dan ibunya di depan gerbang, Mi Joo memanggil Mark,

       “Mark?” Panggil Mi Joo,

        “Ya?” Mark pun berbalik badan.

        “Terima kasih ya telah mengantarku” Kata Mi Joo sambil tersenyum.

        “Ahh, ya sama-sama. Aku juga terima kasih, coklat panas buatanmu enak” Kata Mark, ia juga tersenyum pada Mi Joo. Mi Joo mengangguk. Ia pun langsung masuk ke kamarnya, lalu merebahkan dirinya ke kasur.

        “Sepertinya Ibu berbicara ngasal tadi! Mana mungkin aku memakai pengaman! Haiissh lebih baik aku pisah ranjang saja dengan dia setelah menikah. Akan kupastikan itu” Kata Mi Joo pada dirinya sendiri.

To be continued…

 

Next chaptered! Chaptered 3

        “Hai Mark, namaku Im Nayeon. Aku ketua cheerleader!”

        “Oh, hai Nayeon. Namaku Mark”

        “Ayo cepat naik!” – sungguh ia masih menyebalkan

        “Mark dekat dengan gadis? Wow tak kusangka…”

        “Kau harus lebih dekat lagi dengan Mark, jangan sampai disalip oleh Nayeon”

       “Memangnya kenapa? Kan ada Mingyu oppa…”

       “Oh tidak! Pertunangannya akan dilaksanakan secepat ini?!”

 Hai hai… Nih chapter 2 nya udah jadi, happy reading yaaa…. Gimana nih ceritanya? Bagus nggak? Momen favorit kalian yang mana? Kalian suka bagian mana? Ini bikin ngebet banget nih dan tumben semangat banget hehe… Jangan jadi silent readers ya, habis baca tolong komen, makasi banyak…

 

One thought on “A Marriage? Really? (Chapter 2)”

  1. hi there!

    hahhaha dasar pasangan anak sekolah. gengsi gengsi gimana gitu ya. yg ngebet malah temen temennya wkwkwk.

    anyway, untuk POV (point of view) yg di bagian awal-awal, menurutku semuanya pakai sudut pandang oranv ketiga hehhe. point of view itu semacam kita mau ceritain sebagai siapa. misal di atas ada Mark’s POV nah waktu sudut pandangnya Mark. apa apa yg dilakukan dan dipikirkan Mark ditulis sebagai “aku” , mis. aku tidak sengaja mengacak kamarku semakin parah. ya kaya sudut pandang aku gitu lah.
    etto, terus nb nb author di tengah cerita mungkin boleh dikurangi ya? hehhehe emang sih, bikin pembaca jadi agak rileks. tapi kadang bikin ngga fokus ke alur gitu.

    and part favoritku waktu di kantin bayarin ice cream. aduh mereka berdua kiyowo sekaliii wkwkwkwk.

    see ya~

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s