[Vignette] Nice Try, Kyungsoo!

Nice Try, Kyungsoo!

Nice try, Kyungsoo!

a short storyline by ohhani

main casts Do Kyung Soo, Park Bo Young • genre Fluff? • duration Vignette • rating General

disclaimer FF dan DO murni milikku haha ga deng, DO maupun Boyoung keduanya milik tuhan, dan ff ini semuanya hasil pemikiranku.

summary Kyungsoo memang tidak bisa ditebak.

scriptwriter’s note Haloo semuanya ini ff pertamaku nih  jadi maaf yah kalau masih banyak yang aneh dan pemilihan kata-kata yang kurang ‘gimana gitu’ hehe, kalau ada kritik maupun saran isi di kolom komentar ya! Terimakasiiih;)

••

Romantis bukanlah sifatnya Kyungsoo, 4 kalimat tersebut adalah pernyataan yang akhir-akhir ini sering berputar-putar di kepalaku. Entah apa alasannya mengapa aku sering sekali memikirkannya. Apakah mungkin aku memikirkannya karena pernyataan tersebut ialah memang gambaran Kyungsoo sebenarnya, atau aku memikirkannya karena aku ingin Kyunugsoo bersifat sebaliknya? Aish, seharusnya setelah mendengar pernyataan ini aku tak usah memikirkannya terlalu dalam.

Tring!

Tiba-tiba ponselku berdering dan seketika membuyarkan semua lamunanku tadi. Aku langsung meraih ponsel yang berada di atas bantal dan membuka pesan singkat yang baru saja masuk, dari Kyungsoo.

Chagiya, kita bertemu besok di taman biasa, ya? Jam 7 malam, dandan yang cantik! Saranghae.’

Mataku hampir tak berkedip saat membaca pesan singkat yang kuterima dari Kyungsoo, sepertinya aku menemukan sesuatu yang janggal dari pesan singkat ini. Akupun mengernyitkan dahi dan membaca ulang pesan singkat tersebut dengan lebih teliti kata per kata. Geurae! Sepertinya aku menemukan sesuatu yang janggal tersebut, Kyungsoo memanggilku dengan sebutan Chagi dan mengucapkan Saranghaeyo di akhir kalimat pesan singkat itu. Ini aneh, apa yang sedang ia pikirkan jadi tiba-tiba seperti ini? Selama kurang lebih tiga bulan menjadi kekasihnya baru kali ini ada ‘sedikit’ romantisme dari dirinya. Apa mungkin ia jatuh lalu kepalanya terbentur?

18:45 KST

Suhu malam mini cukup dingin, angin yang berhembus kencang seakan menyuruhku untuk cukup berdiam diri saja di rumah, menonton tv sambil meminum teh panas. Tapi aku pikir nanti saja, hari ini aku ingin segera menemukan jawaban dari teka-teki pernyataan yang tak kunjung hilang dari kepalaku. Walaupun sebenarnya akupun tak tahu bagaimana caranya agar menemukan jawabannya, aku berharap dengan menatap wajahnya aku bisa mendapatkan jawabannya. Dengan dress hitam selutut yang aku kenakan hari ini mungkin tak cocok untuk musim yang sedang berlangsung saat ini, yaitu musim dingin. Namun apa daya, aku tak suka memakai mantel―kulitku menjadi gatal-gatal dan kemerahan jika memakai mantel— apalagi syal, membuatku merasa sedang sakit leher. Aku mulai melangkahkan kakiku keluar rumah dan berjalan menuju ke taman di dekat pasar Dongdaemun. Taman itu mempunyai banyak cerita dalam perjalanan hidupku. Pertama kali aku bisa mengendarai sepeda, memenangi lomba memasak, kehilangan ponsel, bolos sekolah saat SMP, bertemu cinta pertama, mantanku meminta putus, bertemu Kyungsoo, Kyungsoo menyatakan cintanya padaku, semuanya terjadi di taman itu. Walaupun cerita di dalamnya tidak selalu cerita yang menyenangkan, taman itu pasti akan selalu ku kunjungi karena disana ada yang menjual Tteokbokki yang rasanya sangat enak!

‘Kyungsoo-ah, kau dimana? Aku sudah di taman.’

Begitulah pesan singkat yang ku kirim kepada Kyungsoo, karena sepertinya ia belum sampai. Waktu menunjukan pukul 7 lebih 3 menit. Angin yang berhembus dingin membuatku menggosokkan kedua tanganku lalu kutiup untuk memberikan  sedikit kehangatan. Tak lama terdengar ponselku berdering. Aku langsung membuka seleting tas selempangku dan mengambil ponsel di dalamnya. Kyungsoo menelponku, tanpa berpikir panjang aku langsung mengangkatnya dan menempelkan ponsel tersebut ke telinga kiriku.

“Yeobseo? Kyungsoo-ah?”

 “Aku di belakangmu, Boyoungie.”

Spontan aku membalikkan badanku 180 derajat ke belakang. Mataku langsung tertuju kepada kedua bola mata Kyungsoo yang juga sedang menatapku.

“Kyung―”

Baru saja aku mau menyebut namanya, mataku sontak terfokus kepada sebuah benda yang sedang dipegang kedua tangan Kyungsoo. Tomat? Sebuah tomat yang di bawahnya terdapat tangkai dan dibungkus menyerupai sebuket bunga. Aku tertegun dan langsung menatap wajah Kyungsoo.

Ige mwoya?”

Tanyaku dengan sedikit penasaran. Ah, tidak, aku sangat penasaran.

“Boyoungie, selamat hari jadi kita yang ke tiga bulan ya.”

Ucapnya sambil memberikan senyum yang lebar sampai-sampai kedua matanya terlihat tinggal se-setrip lagi. Sebenarnya, bukan tiga bulan Kyungsoo-ah. Tiga bulan lewat seminggu lebih tepatnya, batinku.

“Aku tahu, ini sudah terlambat seminggu, hehe, tapi tak apa kan merayakannya sekarang? Tiga bulan yang lalu tepatnya tanggal 18 Oktober adalah hari yang sangat indah bagiku, bisa memilikimu walaupun belum seutuhnya. Setiap aku sedang bersamamu, mmm, aku merasa sangat nyaman dan—“ kedua bola matanya melihat keatas, seperti sedang menghafalkan sebuah teks. Ia terdiam selama beberapa detik lalu menyambungkan lagi kata-katanya tadi. Matanya menatapku tajam. “Dan aku merasa bersyukur, kau mau memberikan waktu yang berharga―karena tak bisa kembali lagi— itu untukku. Aku tahu, aku tak seperti namja-namja di luar sana, yang sering sekali memberikan bunga, memberikan kecupan dan mengucapkan ‘Saranghae’ setiap kali bertemu, mengunjungi restoran dengan lilin di atas meja seakan suasananya menjadi romantis, dan texting sampai berjam-jam. Tapi aku yakin, kau tak apa kan jika aku tidak melakukan semua hal itu? Namun, walaupun aku tidak bersifat seperti namja yang didambakan banyak wanita, aku akan selalu menjagamu, melindungimu, berada di sisimu, memberikanmu bahu untuk bersandar, menaiki roller coaster denganmu, membuatmu tertawa, membuatkanmu kimchi pasta yang enak, menjadi payungmu disaat hujan, dan menjadi Do Kyung Soo yang dicintai Park Bo Young.”

Tak kusadari senyum sudah tersimpul di wajahku. Sedari tadi aku hanya melongo, menatap wajahnya dan —lagi lagi hampir tak berkedip. Mendengar ia berkata seperti itu aku merasa sedang dalam mimpi. Bagaimana tidak? Seorang Do Kyung Soo yang cuek bebek hari ini dapat melontarkan kata-kata semanis gula itu dari mulutnya.

“Ah! Iya, ada yang ketinggalan. Aku juga akan selalu menggenggam erat tanganmu dan tak akan pernah ku lepas sampai kapanpun. Boyoungie, maaf kalau aku sempat membuatmu ragu. Tapi sungguh, aku selalu berusaha menyatakan ‘Saranghae’ dalam setiap perlakuanku kepadamu, bukan hanya dengan mengucapkan kata ‘Saranghae’ saja. Tapi hari ini, aku akan melakukan keduanya. Aku mencintaimu, Park Bo Young.”

Kyungsoo kembali menyodorkan tomat—bertangkai— itu ke hadapanku. Aku hanya terdiam kaku dan mulutku terbungkam seperti tak bisa berkata apa-apa, padahal banyak sekali yang ingin ku katakan kepadanya. Tangkai tomat yang disodorkan Kyungsoo pun kuraih dan ku genggam dengan erat. Lagi, Kyungsoo menyimpulkan senyuman mautnya sambil menatapku. Ku langkahkan kedua kakiku kedepannya dan langsung ku peluk badan mungilnya itu. Kedua telapak tanganku mendarat di punggungnya.

“Kyungsoo-ah, akupun mencintaimu, selalu.”

Ucapku di dalam dekapan hangatnya. Kyungsoo memelukku lebih erat lagi dan mengusap-ngusap rambutku. Aku tersenyum. Ya, tersenyum lebar. Entah mengapa hari ini aku merasa sangat mencintai Do Kyung Soo. Do Kyung Soo yang sangat berbeda, namun tetap Do Kyung Soo yang aku kenal. Sekarang aku rasa aku telah menemukan jawaban dari teka-teki yang berputar-putar di kepalaku. Jawabannya adalah, Kyungsoo memang bukan orang yang romantis, tapi ia adalah orang yang sangat romantis. Bingo! Akhirnya teka-teki ini terpecahkan juga. Changkaman, aku rasa masih ada satu lagi teka-teki yang belum kutemukan jawabannya.

“Kyungsoo-ah,”

“Hmm?”

“Mengapa kau memberiku setangkai tomat?”

“Karena Park Bo Young menyukai buah tomat, dan jika aku memberimu bunga kau akan bersin bersin, kan?”

“Buah tomat?”

Aku mengerutkan alis.

Ne, aku melihatnya di header blogmu. Cursornya pun buah tomat. Sudah pasti kau menyukai tomat.”

Kontan aku melepaskan pelukannya dan langsung tertawa. Kyungsoo hanya menatapku dengan wajah datar tidak berdosa.

“Kenapa kau tertawa, Boyoungie?”

“Buah yang ku sukai adalah buah apel, Kyungsoo-ah. Header dan cursor ku pun itu buah apel, bukan tomat.”

Gelak tawaku tadi mulai berhenti. Sekarang aku malah terenyuh.

Jinjjayo?”

Wajah Kyungsoo terlihat memerah seperti orang yang sedang menahan rasa malu. Perlahan ia menundukan kepalanya dan menaikkannya lagi.

Keunde, mengapa sangat mirip dengan tomat…”

Wajahnya terlihat tambah memerah. Aku hanya tersenyum padanya lalu memeluknya sekali lagi. Di pelukannya aku berpikir, hari ini Kyungsoo berubah menjadi Kyungsoo yang romantis. Namun tanpa ku sadari, aku selalu menganggap Kyungsoo bukanlah orang yang romantis—seperti kata Kyungsoo sendiri— padahal, Kyungsoo di hari-hari lain selain hari ini adalah Kyungsoo yang sangat romantis—ya, dia menyiratkan kesangat romantisannya itu ke dalam sikap tidak romantisnya—. Kyungsoo selalu bisa menghiburku dan membuatku tertawa, mau menemaniku kemanapun, makan bersama tanpa khawatir berat badanku akan naik, rasanya semua itu adalah ungkapan ‘Saranghae’ nya Kyungsoo kepadaku. Kyungsoo-ah, kau berhasil. Tetap menjadi Kyungsoo yang tidak romantis, ya. Sial, aku semakin cinta kepadanya.

“Aku mencintaimu, Do Kyung Soo”

Arayo.”

“Aish.”

Kyungsoo memelukku lebih erat lagi.

“Ah, ne, kau cantik hari ini.”

“Jadi kemarin-kemarin aku tidak cantik?”

“Tepatnya seperti itu.”

“Kau sungguh tidak romantis, Kyungsoo-ah.”

Dekapannya yang erat membuatku tak ingin melepaskannya. Langit malam ini terasa sungguh indah dengan bintang-bintang kecil yang bertaburan di sana.

“Boyoungie,”

Terdengar helaan napas Kyungsoo yang semakin mendekat ke telinga kananku.

“Mwo? Kau ingin menggombal lagi?”

Ani, aku hanya ingin tahu, sudah berapa hari kau tidak mandi?”

Nappeun nom.”

••

 

 

3 thoughts on “[Vignette] Nice Try, Kyungsoo!”

  1. hi there!!

    aku ingin ketawa ngakak waktu adegan tomat yg harusnya apel hahhhaha.
    judulnya nice try emang wkwkwk. gimana Kyungsoo udah kaya lagi ngasih speech waktu perayaan 3 bulan lol. tapi emang konyol sih tingkahnya wkwkwk.

    and selamat! hehehhe nice try kok fanfictnya ^^ ehehhe

    see ya~

    Suka

  2. Pertama baca kyungsoonya sweet bgt ya ampun… Feel nya dapet bgt jd serasa aku yang pacaran sm dia😄

    Pas ke belakang2, ketawa sendiri di bagian apel sama tomat itu😄

    Nice fic! Ditunggu karya berikutnya🙂

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s