[Ficlet] Sambal Kacang

Sambal Kacang

SAMBAL KACANG

A ficlet by Nadyaputri

Starring Park Jimin (BTS), Khatarina Jung (OC), slight!Jung Hoseok (BTS)

Friendship × School life × failed!Comedy × slight! Romance

***

Ia baru saja mengalami ‘pelecehan’, tapi oknum yang mendeklarasikan diri sebagai sahabatnya malah tertawa heboh.

***

“Edan! Jung Hoseok edan!”

Menerobos pintu kelas dengan menghentakkan kaki bak penari leak dari Bali sana sembari merapal keras-keras mantra bermuatan tiga kata (‘Jung’, ‘Hoseok’, dan ‘edan’), Khatrin sukses menyerap atensi seisi kelas. Menilik kelakuannya, agaknya yang lebih layak dilabeli predikat ‘edan’ adalah Khatrin sendiri. Beruntung tidak banyak orang di kelas, mengingat pada jam istirahat seperti sekarang popularitas kantin mengalahkan sudut mana pun di sekolah.

Tanpa mengindahkan berpasang-pasang manik yang bergulir ke arahnya, Khatrin merajut langkah menuju bangkunya di deretan belakang dan menghempaskan diri di sana dengan brutal. Yah, silakan bayangkan bunyi tidak mengenakkan yang timbul saat tubuh kurus beradu dengan kursi kayu.

What the hell is going on?” Sepotong kalimat tanya mengudara dari katup bibir teman sebangkunya, Jimin—yang kemungkinan besar masuk ke spesies kue mochi hidup karena bulat dan berwarna putih dengan rona merah. “Dan mana batagor pesananku?” Ya, Park Jimin memang kadang suka tidak tahu diri.

Disambut kebisuan, Jimin menjadi siaga. Ini pertanda buruk; beberapa menit lalu Khatrin masih memekik penuh histeria seperti orang kesurupan, namun sekarang tak satu silabel pun lolos dari bibirnya untuk menjawab pertanyaan Jimin.

“Hei, Khat, ada apa? Apakah batagorku tumpah dalam perjalananmu dari kantin ke sini?”

“Jung Hoseok edan!”

Mantra itu merebak lagi, menyadarkan Jimin bahwa penyebab semua kehebohan ini adalah Hoseok—kekasih Khatrin. Well, secara teknis, Hoseok dan Khatrin memang sepasang kekasih. Namun realitanya, tak seharipun keduanya lalui tanpa keonaran. Selalu saja ada problema remeh—macam kaus hijau milik Hoseok yang menurut Khatrin warnanya merusak mata—yang berpotensi meledak menjadi pertikaian.

Biasanya perselisihan-perselisihan itu akan pudar dengan sendirinya seiring dengan tawa yang kembali mengalir. Dengan kata lain, mereka tidak pernah tahan bertengkar lama-lama. Namun berkaitan dengan yang satu ini, Jimin agak ragu.

“Kali ini kenapa?” Nada khawatir tersirat dalam pertanyaan Jimin. “Hoseok tidak menghamilimu, ‘kan?”

Mulut Jimin memang kekurangan sesuatu yang dinamakan ‘filter’. Maka jangan salahkan Khatrin kalau ia mendaratkan tamparannya ke pipi Jimin. Tidak begitu keras, sih, tapi tetap sukses membuat Jimin mengaduh.

“Tolol! Kau dan siluman kuda itu memang sama-sama tidak waras!” Wah, wah, ini semakin tidak sehat. Khatrin mulai membawa-bawa perkara fisik; menyamakan kekasihnya sendiri dengan kuda, merujuk pada gigi Hoseok yang memang—sorry to say—agak besar-besar.

“Habisnya, kau kutanya malah diam saja. Aku ‘kan cuma menebak,” Jimin menyuarakan pembelaan seraya mengelus-elus bekas tamparan Khatrin di pipinya.

“Tidak sampai menghamili, sih. Cuma mencium saja tadi di kantin.”

“Buset,” Jimin bersiul, “boleh juga si Hoseok.”

“Boleh juga gundulmu itu!” sewot Khatrin. “Aku malu sekali, sumpah. Semua orang di kantin bersorak seakan ada personil Bigbang melintas.”

Tawa Jimin menyembur, menerbitkan keinginan Khatrin untuk melemparnya ke Sungai Han sekarang juga. “Tahu-tahu dia menciummu, begitu? Atau bagaimana?”

“Katanya ada sisa sambal kacang di sudut bibirku, jadi dia berinisiatif untuk membersihkannya.”

Gelak tawa Jimin kembali membahana, kali ini berlipat kali lebih bernafsu. Pakai acara memegang perut sambil memukul-mukul meja segala. Terang saja Khatrin meradang. Ia baru saja mengalami ‘pelecehan’, tapi oknum yang mendeklarasikan diri sebagai sahabatnya malah tertawa heboh.

“Nona Jung, lihat, mukamu merah. Kau ini benar-benar tidak bisa menyembunyikan, ya, kalau sedang tersipu? Lain kali kalau memang menikmati ciumannya, tidak usah sungkan untuk bilang.”

Sekali lagi, Jimin harus merelakan pipi mulusnya menjadi sasaran keberingasan Khatrin. Mungkin Khatrin kecanduan efek membal yang timbul ketika telapak tangannya menyapa pipi Jimin lantaran gumpalan daging itu amatlah tembam, mungkin juga Khatrin merasa harus memberi pelajaran kepada sahabatnya yang punya mulut minta diplester itu. Sepertinya opsi kedua lebih memungkinkan, menilik gelagat Khatrin bertolak dari sana dengan ransel tersampir di bahu menuju bangku lain di deretan depan yang menandai dipecatnya Jimin sebagai teman sebangku Khatrin.

“Park Jimin brengsek.”

***

47 thoughts on “[Ficlet] Sambal Kacang”

      1. Halo! Kuliat di komen sebelumnya kamu 97l, ya! hehe salam kenal kak Nadya! Aku Dhila 98l😀 Iya nih aku kadang keliling sehingga suka keliatan di beberapa tempat berbeda X) Nice fic!

        Suka

  1. Kamu kok ndagel sih😂😂😂😂😂😂 ini kubaca pas jamkos disekolah dan sukses bikin aku ngakak lebar-lebar sampe temen sebangkuku bergumam dan menepuk pundakku berdoa agar aku cepat sembuh /gak/.

    Oke, sebelumnya, hai, panggil aja aku Dila, yang mau berkomentar cukup panjang. Jadi, waktu liat jdul ini terlintas di teater IFK, aku langsung “hah, apa apaan sih ff jaman sekarang.” Eh malah kubaca. Ekspektasiku gak sesuai realita 😂 kupikir ceritanya tentang nasi pecel yang dibeli Jung Hoseok soalnya nama dia yg ada diawal cerita 😂

    Bahasa dan diksimu bagus sekali. Aku pikir ceritanya bakal garing soalnya gaya bahasamu bagus banget buat cerita komedi. Eh ternyata gak garing juga tuh. Pokoknya keep writing hal semacam ini ya! 😂😂😂

    Salam edan

    Suka

    1. dilaaa your comment really made my day💙💙💙
      abisnya aku ga pinter bikin poster ala-ala, yaudah aku pakein moodboard aja ahaha malah jadinya super ga nyambung. iya itu pecelnya hoseok cuma jadi pemeran pendukung😂
      aduh iyaaa aku emang jarang bikin genre komedi soalnya aku ngerasa bahasaku kelewat kaku huhu😭 seneng deh kalo ternyata ff sereceh ini bisa menghibur heheheu
      thanks a bunch, you sweetheart!💙 salam kenal anyway😀

      Disukai oleh 1 orang

  2. ‘Boleh juga gundulmu itu…. Eh (?) nyaris aja nyembur kesana kemari kalo ga guling-guling dikasur mah. Untung di sisi kanan kiri nggak ada penghuni kecuali kaum kapuk. Aha..aha..😄 tanyakan pada mereka kalo aku suskses ngeces gara-gara ngakak disaat sariawan sedang melanda. /pembawa duka dadakan/ xD well, ini cukup menghibur banget ya. Bagusbagusbagus.. Siapa penulisnya? Kamu! Kak? Atau siapalah… Salam kenal pokoknya. Hihiw~😀

    Suka

  3. hi there!

    terima kasih fanfict ini sudah sukses bikin ketawa di sela kestresanku hahhahaha…..
    jujur awalnya aku juga berpikiran sama kayak komen Dila, ini cerita ttg sambel pecel gitu wkwkwk. kirain si sambel pecel jadi highlight wkwkwk. tapi ternyata salah hahhaha.
    sial. di paragraf abis dialog pertama aja aku udah ngakak. kayanya aku receh banget ya? wkwkwkwk tapi serius ini lucu wkwkwk.
    terlebih gaya bahasa yg dilontarin Jimin juga menyumbang keingin ngakakanku karena cerita ini hahahha xD
    lain kali bikin lagi semacem ini yaa. menghibur banget *thumbs up*

    see ya~

    Suka

      1. ngga tau😦 wkwkwkwk kalau judulnya doang ga keliatan komedi. tapi isinya komedi banget hahha

        ya ampun makasih loh udah mau seneng dengan komenku yg apabanget😦 itu banyak ketawanya soalnya emang masih ketawa. lol

        iyaaa trimakasih kembali sama sama Nadyaaaa^^

        see ya~

        Suka

  4. hai thiaaa, aku seneng banget loh baca komen kamu :”)
    hahahaha kenapa sih pada ga kepikiran kalo ini komedi? xD
    makasih banyak udah merasa terhibur dan buang waktu buat ketawa😀 salam kenal thia ^^

    Suka

  5. Keren Thor!
    Sukses bikin ketawa dan bahasa nya enak juga untuk dibaca. Mungkin lain kali kalimat yang rada gaa pantas di sensor aja tapi overall keren!

    Keep writing💜💜

    Suka

  6. Aku kira kenapa ya astaga ternyata cuma (CUMA?!) dicium wahahahahaa
    Jung hoseok boleh juga tuh modus ada sambal kacang taunya mau nyium ahahahaha

    Fix sukses bikin ngakak! Nice fic! 👍

    Suka

  7. Eh ini lucu amat… dasar jimin!! udah tau klo si khatrin lagi bad mood ehh jimin nya malah nambah ngegoda…😀😀
    Judul nya ya gituu.. tapi pas baca isi nya… waw! Ini keren, ini lucu… dan bahasanya juga ringan.. good kak ^^

    Suka

  8. Gabuk kesana-kemari cari FF, eh nyangkut di sini gegara judulnya. Btw, alu jadi pengen juga makan yg ada sambel kacangnya gitu… Terus… J-hope, mendadak muncul sama muka lawaknya yg bikin pengen nabok itu >< Jimin, gatau jadi aneh dengan nama ini. Bikos temenku SMA ada yg menjuluki diri sendiri pake nama itu 😂 /eh kok malah curcol/

    Disukai oleh 1 orang

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s