[EX’ACT] Heaven

tumblr_o8gp4yofcq1riav2to1_r1_500

EXO 3rd Album EX’ACT tracklist series by Liana D. S.

#5. Heaven

EXO D.O (Do Kyungsoo)

Dark, Horror, Ficlet, Teen and Up

.

Surga dunia.

***

Di dunia yang penuh cinta, Minggu berhias senyum dan kedamaian adalah surga. Asrinya taman kota diwarnai tawa anak-anak yang bermain dekat air mancur, sementara orang tua mereka mengawasi dari jauh sambil sesekali bercakap dengan sesamanya. Stan limun dan es krim di seberang jalan menjadi tempat bernaung sementara jika terik matahari musim panas dirasa tak lagi bersahabat. Ada satu anak yang terjatuh saat bermain hingga menangis sesenggukan, tetapi ibunya datang kemudian buat menenangkannya. Pasangan muda yang duduk berdampingan di bangku biru tua malu-malu berpegangan tangan sebelum akhirnya si pria berdiri, mengajak wanitanya ke tempat yang tak terjangkau banyak mata—jangan tanya mengapa.

Manisnya hari libur ini tidak lantas membuat kopi Kyungsoo jadi manis. Teguk demi teguknya malah memahit, membuatnya mengeluh dalam hati. Kopi dari mesin minuman memang tak bisa diandalkan, rutuknya tanpa perubahan ekspresi seraya tetap mengamati pergerakan di sekitar dengan bosan. Suasana ceria di taman kota memang merupakan nirwana kecil bagi kebanyakan orang, tetapi tidak buat Kyungsoo. Jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan kaleng kopi selagi memikirkan saran temannya tempo hari mengenai gaya liburan baru.

Datang saja ke taman dan coba nikmati keramaian di sana! Makin siang makin seru! Ada banyak stan makanan dan pertunjukan jalanan juga!

Harusnya Kyungsoo tidak mencoba ide ini. Keramaian cuma memuakkannya, lebih dari kejemuan ketika berada dalam rumah. Membaca buku di perpustakaan pribadinya lebih baik karena di sana sepi dan ia bebas melakukan apa saja, sedangkan di taman? Bahkan sikap diamnya pun memancing tatapan aneh beberapa orang, membuatnya tak nyaman.

Seteguk kopi meluncur lagi ke kerongkongan.

Sepuluh, tidak, lima menit lagi. Aku akan menunggu lima menit lagi dan bila tidak ada yang menarik selama itu, aku akan pulang.

Kaleng telah kosong. Kyungsoo melemparnya ke tempat sampah, lalu berjalan santai demi menghabiskan lima menitnya. Dicari-carinya sesuatu yang kawannya bilang ‘menyenangkan’ dari keramaian ini agar kedatangannya kemari tidak sia-sia, tetapi apa? Seluruh sudut taman bertabur gula yang tak Kyungsoo pahami apa lezatnya. Gula dari tawa, gula dari permen kapas, gula dari badut penghibur anak-anak … Kyungsoo malah mual sebelum sempat mencicipi itu semua.

Chanyeol berbohong padaku. Aku akan benar-benar melabraknya saat pulang nanti. Ia bilang tempat di mana ada banyak orang adalah surganya kaum kami, lalu apa-apaan i—

***

BLAR!

***

Kyungsoo terpaku justru ketika semua orang berteriak ketakutan. Para orang tua kebingungan menyelamatkan anak mereka. Pengunjung-pengunjung taman berlarian tak tentu arah. Bunyi mengerikan itu terdengar lagi, kali ini sumbernya lebih dekat. Kyungsoo refleks menutup telinga akibat kerasnya bunyi yang tak dapat lagi ditoleransi, berbalik, dan mendapati punggungnya serta lansekap di belakangnya—pohon, bangku taman, pagar, rerumputan—terbakar.

Sesuatu meledak, Kyungsoo menyimpulkan.

Dan, sepertinya ledakan itu merupakan sebuah kesengajaan, hasil dari kebencian yang terlalu lama dikubur. Aroma dendam dari si pelaku kejahatan tercium pekat sekali di udara, bercampur bau gosong, dan makin pekat ketika terdengar letupan senjata api berkali-kali. Taman yang semula penuh tawa berubah 180 derajat, tetapi si maniak yang tengah menembaki pengunjung sembarangan tampak sangat gembira dalam neraka buatannya.

Ada luka di balik tawa itu, Kyungsoo tahu.

Kendati demikian, ia tidak ingin menggali lebih jauh. Sama seperti orang gila yang baru datang tadi, Kyungsoo menikmati surga baru yang muncul di taman ini. Keputusasaan, darah yang bermuncrat ke mana-mana, melayangnya nyawa bersama tangis, dan warna kelabu langit yang hanya bisa tertangkap retinanya begitu cantik hingga ia tenggelam dalam kekaguman. Sengatan api di punggungnya pun tak lagi terasa menyakitkan sebab suguhan emosi yang fantastis ini sangat memanjakan indranya yang paradoksal.

Nah, ini baru festival!

Tanpa berhenti berjalan melawan arus, sembari mengangkat sebelah telapaknya tinggi-tinggi, Kyungsoo menarik segala bentuk amarah, ketakutan, dan duka hingga berbentuk serupa permen kapas, lalu mulai mencubitinya dan memasukkannya ke mulut. Ketika dikulum, perasaan-perasaan buruk itu leleh bagai karamel, lezat tak terkira, menimbulkan ketagihan. Bahkan Kyungsoo yang biasa tampak kalem mulai terkekeh sambil berjingkat-jingkat, menikmati Minggu ceria menurut versinya.

Chanyeol benar soal taman dan kesenangannya! Maaf berburuk sangka padamu, Kawan; sebagai gantinya, akan kubawakan kau oleh-oleh dari jalan-jalan pagiku ini!

Seorang wanita tua yang tengah berusaha menyelamatkan diri dari kekacauan tanpa sengaja menubruk Kyungsoo dengan keras. Perempuan malang itu terjerembab, tetapi tatkala berjuang untuk bangkit, kakinya mendadak lemas. Alih-alih mendapati lelaki muda berkulit cerah yang sebelum ini tampak menyeruput kopi, ia menemukan …

“Oh, Nyonya, mengapa lari? Mau permen kapas?”

… seorang pria mengerikan yang tubuhnya berangsur-angsur dimerahkan api. Bola matanya bergerak dalam sudut tak wajar, lurus menatap si wanita tua, sebelum mengulurkan segumpal permen kapas hitam bersalut darah dan potongan tubuh manusia.

Kyungsoo menyeringai. Taring panjangnya sama berkilat dengan maniknya yang melebar berkali-kali lipat di hadapan sang calon mangsa.

“Selamat datang di surga!”

TAMAT


.

.

.

AKU MASIH HIDUP GUYS! seri ini, karena belum kelar sebelum LOTTO (aku mau ujian yha lord mengapa comebacknya EXO selalu ga nepatin waktu kosongku ;-;), nantinya akan dicampur dengan tracklist fic LOTTO yang entah kapan kugarap. ahahaha. wish me luck.

dan … MAAF YANG NUNGGU ‘MONSTER’ SAMPE EUFORIANYA ILANG MASIH BELUM KELUAR2 JUGA HUAHAAA AKU MERASA MENYALAHI EKSPEKTASI ORANG2. gapapa. aku akan berjuang untuk menelurkan fic setidaknya seminggu sekali setelah ini, walau …

… saya sudah resmi ko-ass akhir juli lalu, hampir menamatkan satu lab minggu ini, dan mau pindah ke lab BEDAH! BEDAH HABIS LAB SANTAI IS HELLISH LIKE KYUNGSOO duh aku mau curhat tapi tak tahu kemana selain di A/N. skip saja ini skip.

thanks for reading!

8 thoughts on “[EX’ACT] Heaven”

  1. HAHA, gara-gara enggak baca ganre cerita yang aku baca. Dipertengahan malah mikir apakah si Kyungsoo ini physco. Ternyata….

    ‘….perasaan-perasaan buruk itu leleh bagai karamel, lezat tak terkira, menimbulkan ketagihan.’ kata-katanya bikin merinding, ngeri, tapi mungkin kata ‘menimbulkan’ rasanya aneh buatku. Mungkin lebih baik diganti menjadi ‘membuatnya ketagihan’.
    hehe…
    keep writing yap kak😀

    Suka

    1. maap aku suka kebawa surealisme soalnya jd suka pake perumpamaan gitu, buat pembaca yg baru baca karyaku mgkin ndak biasa. ehe, mksudnya krn kyungsoo ini iblis jd dia menikmati kekacauan itu kyk mkn gula. mksh udh baca anw

      Suka

  2. Duhh i almost forgot the sentence “surga dunia” at the beginning of the story. THIS IS SO GOOD!!! THUMBS UP👍👍 Bahasanya keren bangett jadi bener-bener ngerasain kyungsoo yang berdarah dingin *huuuuu*
    *still wondering how will cotton candy with human pieces taste like* hehehe …

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s